Oleh: cahayapelangi | November 19, 2011

Persatuan Indonesia Harus Kuat & Format Ideologi Ideal Gema MA

Idul Fitri 1 Syawal 1431 H di Al-Zaytun mengingatkan bangsa Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan persaudaraan dengan menghindari persengketaan.

Setiap tahun, perayaan Hari Raya Idul Fitri di Mahad Al-Zaytun, Indramayu selalu meriah dan penuh hikmah. Demikian halnya pada perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1431 H yang bertepatan dengan 10 September 2010 M. Bahkan, perayaan kali ini bertambah meriah karena untuk pertama kalinya para santri tidak libur (mudik) ke kampung halamannya. Tapi sebaliknya, banyak wali santri yang justru merayakan Idul Fitri di kampus tersebut. Perayaan tahun ini juga menjadi istimewa karena acara halal bilhalal (maaf memaafkan) antareksponen, guru dan keluarga diadakan di musyikhoh atau rumah kediaman Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang yang baru ditempati tahun ini.

Musyikhoh yang bersebelahan dengan Masjid al-Hayat dan dipisah oleh kolam air mancur tersebut tampak asri dan anggun di antara gedung-gedung dan rimbunnya pepohonan di lingkungan Al-Zaytun. Kru Berita Indonesia yang yang turut merayakan Idul Fitri di Al-Zaytun melihat musyikhoh ini cukup representatif sebagai kediaman Syaykh al-Zaytun. Di depan pintu masuk, berkibar dua buah bendera merah putih di sisi kiri dan kanan. Sedangkan di atas pintu, terlihat foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Demikian halnya di dalam rumah, di pelataran depan yang mirip sebuah altar, dua bendera merah putih juga terlihat terpancang dengan indah. Layaknya di sebuah instansi pemerintah, foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono juga tergantung di dinding depan. Tampaknya, hal itu menunjukkan kecintaan dan penghormatan kepada pemimpin Negara Republik Indonesia.

Sementara di dinding ruangan, terpampang pigura beberapa mantan Presiden RI seperti H. M Soeharto dan B J Habibie yang sedang bersalaman dengan Syaykh ketika berkunjung ke Al-Zaytun. Hal ini menunjukkan bahwa Syaykh sangat menghormati para mantan pemimpin negerinya.

Lebih dari hal-hal yang disebutkan itu, perayaan Idul Fitri kali ini bertambah istimewa setelah melihat banyaknya peserta ibadah sholat Ied. Lebih sepuluh ribu umat, mulai dari seluruh civitas akademik Al-Zaytun, wali santri, dan tamu mengikuti sholat id tersebut. Masjid Al-Hayat, salah satu masjid di Al-Zaytun yang menjadi tempat pelaksanaan sholat, sampai tidak mampu menampung umat. Di tangga-tangga, bahkan hingga pelataran masjid berlantai dua tersebut dipenuhi oleh jamaah. Walau begitu, sholat Ied yang diimami oleh Syaykh itu berlangsung dengan khusuk.

Khutbah yang disampaikan oleh Syaykh pun sarat memberi pencerahan bagi seluruh umat. Mengawali khutbahnya, Syaykh mengucapkan selamat Idul Fitri kepada seluruh umat Islam di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia. Sekaligus atas nama keluarga besar Al-Zaytun dan atas nama pribadi, menyampaikan permohonan maaf.

Pada Idul Fitri kali ini, tajuk atau thema khutbah Syaykh diarahkan untuk semangat mencari kebenaran yang terbuka, mengenai kebersamaan dan persatuan yang hakiki. Tujuan Syaykh menyampaikan tema ini untuk mengajak semuanya mendalami lebih jauh lagi tentang ajaran Ilahi, berkenaan dengan keyakinan tentang adanya mata rantai yang tidak terputus dari sejak diturunkannya ajaran itu sampai kini dan mendatang. Ajaran Ilahi yang disampaikan kepada umat manusia melalui para nabi dan rasulnya yang terhimpun dalam berbagai kitab suci, yang selanjutnya menjadi rujukan berbagai agama dan dianut oleh seluruh lapisan umat manusia pada hakekatnya satu sama lainnya memiliki satu kesatuan jiwa.

Lebih 10.000 umat melaksanakan sholat Ied di Mesjid Al-Hayat, Al-Zaytun, pada Idul Fitri 1431 HDalam kehidupan berbangsa, menurut Syaykh, tantangan bangsa yang masih harus dihadapi belakangan ini masih terasa, seperti ekonomi yang belum dapat dikatakan maju, politik yang masih terus mencari hakekat bentuk, sosial budaya yang masih terus tertatih-tatih, serta pertahanan negara di darat, laut maupun udara yang masih belum dapat dibanggakan. Jadi, jika hal itu dikatakan masih dirasakan lemah, namun menurut Syaykh, ada satu hal yang sama sekali tidak boleh lemah, yaitu persatuan bangsa, persatuan negara.

Untuk mempertahankan Indonesia bersatu itu, maka menurut Syaykh, dengan semangat iman, masyarakat harus saling menebar kasih sayang sesama bangsa, saling menjunjung tinggi martabat masing-masing. Umat menghormati pemimpinnya dan pemerintah melindungi masyarakatnya. Jangan terjadi rakyat gelisah oleh sikap dan tindakan pemerintahnya. Jangan pula terjadi satu golongan menindas, mengintimidasi dan meneror satu golongan lainnya hanya karena perbedaan kepercayaan dan keyakinan.

Lebih lanjut dikatakan Syaykh, ajaran Ilahi-lah yang jadi akidah Islam menyimpulkan adanya Arkanul Iman (pilar-pilar iman). Pilar iman yang telah diajarkan oleh Rasulullah berdasar petunjuk Tuhan inilah yang harus didalami dan diresapi kandungan maknanya untuk dijadikan landasan persatuan, persaudaraan, sesama umat manusia, sebangsa maupun antarbangsa.

Persatuan, persaudaraan, itu artinya menghindari persengketaan. Hidup sebagai hamba Allah yang bersaudara, kiranya menghindari hasad, dengki, pertengkaran, dan segala yang jahat. Karena, kehadiran kita di muka bumi ini memang untuk mendhahirkan kasih sayang sesama umat manusia.

Lebih jelasnya, berikut kami turunkan khutbah Syaykh tersebut secara lengkap. (Persatuan, Artinya Hindari Sengketa) (Berita Indonesia 79)

 

Format Ideologi Ideal Gema MA

Format Ideologi Ideal Gema MAKalau Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema MA) menginginkan satu format ideologi yang ideal dalam menghadapi tantangan zaman harus merujuk pada ideologi negara. Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang mengemukakan hal itu dalam acara diskusi dan sharing Musyawarah Nasional (Munas) III DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema-MA) di Pusat Pengembangan Pemuda Nasional (PP-PON), Cibubur, Jakarta, Jumat 25 Juni 2010.

Panitia meminta Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang untuk menjadi pembicara dalam rangkaian acara Munas tersebut. Panitia juga menetapkan tema diskusi, yakni: “Mencari Format Ideologi yang Ideal bagi Gema-MA Menghadapi Tantangan Zaman.” Oleh sebab itu, kata Syaykh kalau Gema MA menginginkan satu format ideologi yang ideal dalam menghadapi tantangan zaman, harus merujuk pada ideologi (nilai-nilai dasar) negara dimana Gema-MA berpijak di atasnya.

Syaykh menjelaskan, pengertian ideologi merupakan suatu rangkaian konsep yang dijadikan asas (dasar) dalam mencapai tujuan hidup. Sehingga dalam kehidupan berorganisasi juga diperlukan ideologi. “Karena kita hidup di sebuah negara yang menjadi tempat di mana kita berada, maka selayaknya ideologi yang kita jadikan asas di dalam berorganisasi tidak lari dari ideologi negara,” ujar Syaykh al-Zaytun.

Jadi, kata Syaykh Panji Gumilang, dapat disimpulkan format ideologi yang ideal bagi Gema-MA menghadapi tantangan zaman adalah lima asas yang dimiliki negara Indonesia. “Supaya kita tidak ragu, mari kita buka ideologi negara Indonesia. Karena sekarang ideologi negara kita menjadi ideologi terbuka, modern, tidak ada satu institusi pun yang berhak menafsirkannya secara tunggal.

Jadi, Gema-MA juga punya hak menafsirkan dan menerjemahkan nilai-nilai dasar negara Indonesia,” kata Syaykh al-Zaytun. Di dalam UUD 45 disebutkan negara Indonesia berdasar pada Ketuhanan yang Maha Esa dan seterusnya. “Jadi di dalam konstitusi, kelima dasar itu tidak punya nama, maka saya lebih cenderung menamakannya sebagai nilai-nilai dasar negara Indonesia. Saya menyimpulkan bahwa lima dasar negara ini dalam satu kata At Taqwa yang akan saya jelaskan berikutnya. Saudara boleh urun rembug. Kalau setuju boleh, tidak setuju pun itu hak saudara,” urai Syaykh al-Zaytun mengawali paparannya.

Inti uraian Syaykh al-Zaytun tersebut adalah sebagai berikut: Pesan yang terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya terdapat satu diktum kalimat yang berbunyi “Hiduplah Indonesia Raya”. Negara kita Indonesia Raya, hidup dan akan terus hidup serta tegak berdiri di atas dasar: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Syaykh Al-Zaytun: Hadapi tantangan zaman dengan hanya satu ideologi yang samaBahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia ini, sepenuhnya merupakan ajaran Ilahi, yang dapat berlaku untuk semua rakyat dan bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar negara ini merupakan ideologi modern, untuk masyarakat majemuk yang modern, yakni masyarakat Indonesia. Semuanya adalah manifestasi daripada taqwa.

Negara adalah sebuah wahana darma bhakti/pengabdian/ibadah. Maka pengabdian dalam sebuah negara asasnya adalah taqwa. Kalau dianalogkan, negara analoginya adalah masjid, tempat sujud (pengabdian). Maka masjid itu harus didirikan di atas asas landasan taqwa.

“Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At Taubah 108)

Kemudian, negara yang merupakan wahana aktifitas dan interaksi sesama warga (bergotong royong), maka segala aktifitas dan interaksi mereka (gotong royong) harus dilakukan di atas taqwa juga.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS Al-Maidah: 2)

Karenanya, sebagai nilai-nilai dasar yang modern, juga menjadi ideologi yang dinamis; dimana watak ideologi dinamis itu adalah terbuka. Konsekuensinya, seluruh nilai yang terkandung di dalam konstitusi (UUD) negara sepenuhnya harus berlandaskan ideologi dan nilai-nilai dasar negara tersebut. Tafsir daripada nilai-nilai dasar negara yang baku sesungguhnya adalah konstitusi atau UUD negara. Karenanya, UUD menjadi tidak relevan bahkan tidak valid bila bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara.

Karena tafsir nilai-nilai dasar negara yang paling baku adalah konstitusi (UUD), maka jika individu, kelompok, lembaga non pemerintah maupun pemerintah yang bertindak, berlaku konstitusional, maka ia adalah penjunjung dan pengamal nilai-nilai dasar negara, harus dihormati oleh siapa pun warga bangsa ini.

Ketuhanan Yang Maha Esa Memahami substansi nilai-nilai dasar negara adalah menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara. Tatkala memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup, ini maknanya: mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni masyarakat yang anggotanya dijiwai oleh semangat mencapai ridlo Tuhan/Mardlatillah, melalui perbuatan-perbuatan baik bagi sesama manusia dan kepada seluruh makhluk.

Karenanya, membangun Indonesia berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa adalah membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya.

Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

Dari dasar Ketuhanan Yang Maha Esa ini pula menyatakan bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan, dan masyarakat yang beragama, apa pun agama dan keyakinan mereka.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Sejarah adalah wujud pengalaman manusia untuk berperadaban dan berkebudayaan, karenanya, peradaban, politik, dan kebudayaan adalah bagian dari pada kehidupan manusia.

 Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema MA) menginginkan satu format ideologi yang idealKemanusiaan, sangat erat hubungannya dengan ketuhanan. Ajaran Illahi menjadi tidak dapat diimplementasikan jika tidak wujud sikap kemanusiaan yang hakiki. Struktur pemerintahan tidak sepenting semangat perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab yang jauh daripada pendendam dan egoistik (ananiyah).

Demokrasi yang paling menyeluruh sekalipun akan membawa sengsara, jika rakyat tidak memiliki sikap kemanusiaan yang adil dan beradab (jujur), apapun sistem pemerintahan yang ditempuh, tanpa semangat kemanusiaan yang adil dan beradab sengsara jua ujungnya.

Kemanusiaan yang adil dan beradab memerlukan kesetiaan pada diri ketika menjalani kehidupan, kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sebuah semangat dan kegigihan mengajak masyarakat agar kembali ke pangkal jalan dan membangun kembali revolusi bathin masing-masing, mendisiplinkan diri dengan baik, untuk menemukan kendali dan penguasaan diri.

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu kemampuan untuk menyeimbangkan antara kemakmuran lahiriyah dengan kehidupan ruhaniyah.

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah semangat mempersiapkan generasi penerus yang mampu melihat lebih dari kepentingan diri sendiri serta memiliki perspektif yang jelas untuk kemajuan masyarakatnya.

Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan, sebagai asas kehidupan. Sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia sempurna, yakni manusia yang berperadaban. Manusia yang berperadaban tentunya lebih mudah menerima kebenaran dengan tulus, dan lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang teratur, yang mengenal hukum. Hidup dengan hukum dan peraturan adalah ciri masyarakat berperadaban dan berkebudayaan.

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah semangat membangun pandangan tentang kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan dengan usaha gigih.

Kemanusiaan yang adil dan beradab menimbulkan semangat universal yang mewujudkan sikap bahwa semua bangsa dapat dan harus hidup dalam harmoni penuh toleransi dan damai. Kemanusiaan yang adil dan beradab akan menghantar kehidupan menjadi bermakna, karena dicapai dengan berbakti tanpa mementingkan diri sendiri demi kebaikan bersama.

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu sikap revitalisasi diri, untuk memupuk dinamisme kreatif kehidupan, yang menghantarkan seseorang menjadi selalu dinamis, selalu sensitif dan peka pada gerak perubahan dan pembaharuan.

Revitalisasi diri sebagai buah kemanusiaan yang adil dan beradab, tidak terbatas bagi pemeluk agama tertentu siapa pun dengan agama apa pun dapat melakukannya. Semakin teguh seseorang menempuh kemanusiaan yang adil dan beradab, semakin rendah hati, dan semakin teguh keyakinannya semakin murah hati pula. Dalam hal ini, misi tulen agama adalah untuk memupuk pembentukan sifat dan menggalakkan usaha menguasai diri, yakni toleran dan damai.

Persatuan Indonesia Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian yang telah bersatu. Persatuan Indonesia adalah suatu landasan hidup bangsa atau sistem, yang selalu mementingkan silaturahim, kesetiakawanan, kesetiaan, dan keberanian.

Syaykh dan rombongan sebelum acara diskusi dan sharing Gema MAKehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Indonesia wujud dan hidup untuk mewujudkan kasih sayang sesama bangsa maupun antarbangsa.

Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dengan dunia luar. Suatu upaya untuk mengimbangi kepentingan diri dengan kepentingan bangsa lain, atau dalam tataran yang lebih mendalam antara individu bangsa dan alam sejagad, yang merupakan suatu ciri yang diinginkan sebagai warga dunia.

Dalam jangka panjang, prinsip persatuan Indonesia harus menjadi asas ruhaniah suatu peraturan-peraturan dan struktur membangun satu orde antarbangsa yang adil. Persatuan Indonesia harus mampu menanamkan pemikiran terbuka dan pandangan jauh bagi bangsa Indonesia, sebab hanya mereka yang berpandangan jauh dan berpikiran terbuka yang dapat mendukung aspirasi ke arah internasionalisme maupun globalisme.

Persatuan Indonesia seperti ini, akan menghantar rakyat Indonesia memiliki kebanggaan yang tulus tentang identitas mereka sebagai warga negara maupun warga dunia. Pandangan dan sikap seperti ini tidak akan melenyapkan ciri-ciri unggul suatu bangsa, malahan akan dapat memantapkan ciri-ciri unik sebuah masyarakat bangsa, yakni masyarakat bangsa yang sadar terhadap tanggung jawab global, bersatu dalam mewujudkan persatuan universal, masing-masing menyumbangkan keistimewaannya.

Persatuan Indonesia seperti ini akan mampu menyingkirkan permusuhan internal bangsa, sebab pencapaiannya tidak melalui kekuatan militer, melainkan melalui tuntutan ilmu, dan peradaban yang membudaya dalam kehidupan masyarakat. Persatuan Indonesia yang berpegang pada prinsip bahwa kemajuan kebudayaan dapat menyamai nilai-nilai universal, sehingga dapat menjadi kekuatan yang dapat mengangkat harkat martabat rakyat untuk menjadi warga negara dan seterusnya warga dunia yang baik.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Suatu landasan yang harus mampu menghantar kepada prinsip-prinsip republikanisme, populisme, rasionalisme, demokratisme, dan reformisme yang diperteguh oleh semangat keterbukaan, dan usaha ke arah kerakyatan universal.

Prinsip-prinsip kerakyatan seperti ini, harus menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia meyadari potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Yakni kerakyatan yang selalu memberi nafas baru kepada bangsa dan negara dalam menciptakan suatu kehidupan yang penuh persaingan sehat.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan adalah kerakyatan yang dipimpin oleh pendidikan yang mumpuni. Sebab pendidikan merupakan prasyarat untuk menyatukan rohaniah. Pendidikan adalah tonggak utama makna daripada hikmah kebijaksanaan. Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan akan mewarnai kerakyatan yang penuh harmoni, toleransi dan damai, jauh daripada sikap radikalisme apatah lagi terorisme.

Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan, mampu menciptakan interaksi dan rangsangan interdependensi antarmanusia dalam lingkungan bangsa yang multikultural dan majemuk. Sebab manusia berpendidikan akan selalu menghormati suatu proses dalam segala hal.

Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan menjadi pedoman kerakyatan, sebab ia merupakan cara yang paling lurus dan pasti, menuju ke arah harmoni, toleransi dan damai. Pendidikanlah yang memungkinkan kita selaku rakyat suatu bangsa dapat bersikap toleran atas wujud kemajemukan bangsa.

Hikmah kebijaksanaan menampilkan rakyat berfikir pada tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri daripada belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran tertentu yang sempit.

Karenanya membangun hikmah kebijaksanaan adalah membangun pendidikan, dan itulah hakekat membangun kerakyatan yang berperadaban yang kaya akan kebudayaan, yakni kerakyatan yang terhindar dari saling curiga dan permusuhan.

Mewujudkan Suatu Keadilan Sosial Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah merupakan tujuan dari cita-cita bernegara dan berbangsa, menyangkut keilmuan, keikhlasan pemikiran, kelapangan hati, peradaban, kesejahteraan keluarga, keadilan masyarakat dan kedamaian.

Itu semua bermakna mewujudkan keadaan masyarakat yang bersatu secara organik yang setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya. Dengan mewujudkan segala usaha yang berarti yang diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga memiliki pendirian dan moral yang tegas.

Mewujudkan suatu keadilan sosial, juga berarti mewujudkan azas masyarakat yang stabil yang ditumbuhkan oleh warga masyarakat itu sendiri, mengarah pada terciptanya suatu sistem teratur yang menyeluruh melalui penyempurnaan pribadi anggota masyarakat, sehingga wujud suatu cara yang benar bagi setiap individu untuk membawa diri dan suatu cara yang benar untuk memperlakukan orang lain.

Karenanya, mewujudkan suatu keadilan harus menjadi suatu gerakan kemanusiaan yang serius, dan sungguh-sungguh dilakukan oleh rakyat, dengan metoda dan pengorganisasian yang jitu sehingga tujuan mulia ini tidak berbalik menjadi paradoks dan kontradiktif yakni menjadi gerakan pemerkosaan terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

Ini pemaknaan dari nilai-nilai dasar negara yang kami sampaikan untuk menjadi landasan kiprah kita di dalam mencari format ideologi yang ideal bagi Gema-MA menghadapi tantangan zaman. Saudara, tantangan zaman sekarang dan ke depan itu hanya beda bentuk saja, hakikatnya sama. Maka cara menghadapinya itu dengan cara satu ideologi yang sama. Coba kita masukkan ideologi ini dengan perjuangan Mathla’ul Anwar. Demikian Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang.(Al-Zaytun, 14 Rajab 1431 H, 25 Juni 2010 M) (Berita Indonesia 78)

Indonesia Cerdas dan Kuat

Pengantar: Indonesia Cerdas dan Kuat menjadi tema pokok dari rangkaian tulisan ‘Al-Zaytun Sumber Inspirasi’ dalam seri berikut ini. Tema ini ditinjau dalam beberapa aspek, baik geografis, SDA dan SDM (demografi dan pendidikan) maupun ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan-keamanan. Tentu saja merupakan kelanjutan dari tema sebelumnya, terutama Bagian Keenam tentang ideologi negara di bawah judul: Al-Zaytun dan Lima Nilai Dasar Negara.

Bagian Ketujuh ini merupakan prolog Indonesia Cerdas dan Kuat, memaparkan bagaimana Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang menginspirasi setiap orang untuk memusatkan perhatian pada proses pencerdasan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, ditinjau dari beberapa aspek tersebut di atas dengan menempatkan kebijakan perbaikan pendidikan  (politik pendidikan) sebagai jalan utama.

Sebagian dari aspek-aspek ini memang sudah pernah dipaparkan dalam seri (bagian sebelumnya) tetapi dalam perspektif lain. Seperti, pada Bagian Dua (Edisi 62), ‘Toleransi Sebagai Akidah’ yang tentu sangat menyatu dengan ‘Pelangi Keberagaman’ yang akan diuraikan dalam seri berikutnya berkaitan dengan aspek sosial budaya; dan pada Bagian Tiga (Edisi 65), ‘Laboratorium Indonesia Kuat’ sangat menyatu dengan tema pokok ‘Indonesia Cerdas dan Kuat.’ Namun, pemaparan dalam konteks ‘Indonesia Cerdas dan Kuat’ kali ini lebih dipandang dari perspektif pendidikan, yang merupakan tugas dan fungsi pokok lembaga pendidikan Islam modern Al-Zaytun yang dikelola oleh Yayasan Pesantren Indonesia di bawah pimpinan Syaykh Abdussalam Panji Gumilang.

Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang adalah seorang cendekia (cendekiawan) yang mengabdikan diri dalam jalur pendidikan (pemangku pendidikan). Dia seorang syaykh1 (guru besar) yang amat gigih mendorong, mewujudkan dan menginspirasi agar bangsa ini lebih cerdas dan arif dengan pengutamaan perbaikan pendidikan, supaya terwujud Indonesia yang cerdas dan kuat.

Sebagai seorang cendekia2 (cendekiawan) atau intelektual, Syaykh Panji Gumilang memiliki ketajaman berpikir secara sistematis (pemikir) dan bersikap terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya (intelektualisasi) untuk menggagas, mengkaji, menganalisis, merumuskan (solusi) suatu atau berbagai masalah dan menyumbangkannya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk kepentingan pencerdasan bangsa.

Dalam pandangan Syaykh al-Zaytun, bangsa yang arif akan memilih jalan perbaikan pendidikan secara mutlak bagi bangsanya. Sebab bangsa yang cerdas3, terdidik atau berkecerdasan pasti akan menjadi bangsa yang kaya dan sejahtera, bangsa yang amanah dan terhormat, dan bangsa yang dapat menyumbangkan ilmu pengetahuan bagi pencerahan dunia masa depan.

Bangsa (orang) terdidik atau berkecerdasan adalah mereka yang sanggup menyukuri nikmat Tuhan yang selalu diberikan kepadanya. Yang dalam visi Syaykh al-Zaytun, itulah budaya baru Indonesia yang harus diwujudkan dan itu juga yang dia maksudkan dengan kontrabudaya. Yakni melalui pendidikan kita wujudkan: Indonesia yang Cerdas, Indonesia Toleran, Indonesia Damai, dan Indonesia Cinta Hukum.

Indonesia yang cerdas yang kita maksudkan dalam konteks ini adalah bangsa (rakyat) yang sempurna perkembangan akal budinya, tajam pikirannya dan baik budinya serta sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat) untuk berpikir, visioner, mengerti, bertindak, berkarya dengan etos kerja tinggi, berdisiplin dan berorientasi pada dunia ilmu pengetahuan demi kesejahteraan rakyat dan kejayaan bangsa dan negaranya.

Syaykh Al-Zaytun: Bangsa yang arif akan memilih jalan pendidikan secara mutlak bagi bangsanyaKecerdasan yang meliputi kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Kecerdasan emosional yakni kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain dan alam sekitar; Kecerdasan intelektual yakni kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain; Kecerdasan spiritual yakni kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.

Pemahaman ini, kita maknai dari tujuan negara Republik Indonesia sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 1945 yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial; berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dalam konteks ini, Al-Zaytun sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam modern namun bersemangat pesantren di bawah pimpinan Syaykh AS Panji Gumilang, tentu lebih berperan dalam tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, yang justru dipandang sebagai jalan utama menuju pencapaian tujuan-tujuan negara lainnya yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut.

Menurut Syaykh Panji Gumilang4, lemahnya pendidikan suatu bangsa akan mengakibatkan kelemahan ekonomi, politik dan persatuan bangsa itu. Kelemahan produktivitas pengetahuan suatu negara (institusi) lebih dari apapun yang lain, merupakan pangkal dari kelambanan, erosi dan krisis yang tak berkesudahan pada sosial ekonomi negara. Kita di Indonesia jelas pengeluaran untuk produktivitas pengetahuan jauh lebih rendah dari pengeluaran lain-lainnya. Syukur dalam beberapa tahun terakhir ini telah diamanatkan dalam konstitusi tentang anggaran pendidikan sebesar 20% dari keseluruhan anggaran belanja negara.

Itulah sebabnya, menurut Syaykh Panji Gumilang, sehingga dalam segala bidang produktivitas pengetahuan di Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara manapun. Akibatnya, bangsa kita juga belum mampu masuk ke dalam produktivitas pengetahuan baru, bahkan gagal sekalipun hanya untuk mengubah pengetahuan yang telah ada menjadi inovasi yang berhasil, pengetahuan yang ada tetap merupakan informasi dan bukannya menjadi pengetahuan yang produktif.

Mestinya, kata Syaykh Panji Gumilang, kita tidak usah takut menjadi modern, menjadi “terwesternisasi” dalam ekonomi, teknologi, institusi-institusi politik dan kemiliterannya asalkan kita (khususnya ummat Islam tetap menjadi muslim yang taat) dan Indonesia yang utuh.

Syaykh Al-Zaytun: Budaya baru Indonesia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan bagi pencerahan dunia masa depanKemerdekaan telah mengantarkan Indonesia kepada pergaulan dan percaturan politik antarbangsa. Namun, dalam percaturan politik antarbangsa belakangan ini, Indonesia tidak banyak tampil berkesan. Hal ini menurut Syaykh Panji Gumilang, disebabkan berbagai krisis yang melanda di dalam negeri, baik ekonomi, keamanan, dan lain-lain (multidimensi). Daya saing sumber daya manusianya pun belum dapat diandalkan, memandangkan kualitas pendidikan yang dimiliki masih terus menjadi bahan diskusi. Semua itu merupakan pengalaman yang tidak mengenakkan namun harus dapat dijadikan pendorong untuk maju ke depan.

Padahal Indonesia, dilihat dari berbagai potensi yang dimilikinya, baik potensi geografis, potensi sumber daya alam (SDA) maupun potensi sumber daya manusia (SDM), sudah sepantasnya Indonesia menjadi sebuah negara besar yang berkemampuan memberi kontribusi besar dalam percaturan kehidupan dunia. Lalu kenapa Indonesia masih tergolong miskin dan terpuruk?

Ditinjau dari sudut pandang geografi5 (ilmu bumi) yang bertujuan6 untuk memperoleh pengertian yang lebih baik tentang dunia (bumi) di mana kita hidup, bahwa letak geografis Indonesia berada dalam posisi silang yang sangat strategis, yakni selain berada dalam garis khatulistiwa juga diapit dua benua (Asia-Australia dan dua samudera (Indonesia dan Pasifik).

Posisi silang ini tidak saja strategis secara fisik geografis, tetapi juga ideologis, politis, sosial-ekonomis, militer dan demografis. Syaykh AS Panji Gumilang sependapat dengan Hasnan Habib (1970)7 yang berpandangan bahwa hanya ada dua alternatif bagi bangsa yang berdiam di posisi silang seperti Indonesia, yakni: 1) harus kuat dan survive; atau 2) tenggelam dilanda oleh lalulintas yang lebih kuat. Untuk bisa kuat, Hasnan Habib lebih menekankan pada diperlukannya integrasi nasional, sementara Syaykh Panji Gumilang lebih menekankan pada perbaikan pendidikan sebagai jalan utama.

Menurut Syaykh al-Zaytun, dengan potensi ini, kita dapat meletakkan visi untuk Indonesia masa depan agar dapat bangkit, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah di tataran dunia antarbangsa. Membangkitkan Indonesia dari keterpurukan adalah mutlak melalui perbaikan kualitas bangsa, tak ada jalan lain hanya melalui peningkatan pendidikan.

Jika lebih dipertegas, pandangan Syaykh al-Zaytun ini menekankan pada pendekatan politik pendidikan sebagai jalan utama dalam rangkaian kebijakan geopolitik dan geostrategis Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan (nusantara) atau archipelago8.

Di mana Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih kurang 17.508 pulau, dan sekitar 6.000 di antaranya merupakan pulau yang dihuni 240 juta penduduk. Luas total daratan 1.922.570 km² (daratan non-air: 1.829.570 km² dan daratan berair: 93.000 km²) dan luas lautan 3.257.483 km². Ada juga yang mencatat luas laut Indonesia mencapai 5,8 juta km2, atau mendekati 70% dari luas keseluruhan luas negara Indonesia. Juga memiliki garis pantai terpanjang di dunia yakni 81.000 km yang merupakan 14% dari garis pantai yang ada di seluruh dunia.

Lemahnya pendidikan suatu bangsa akan mengakibatkan kelemahan ekonomi, politik dan persatuan bangsa itu. Tampak dalam gambar bursa buku murahDi samping itu, Indonesia sebagai negara tropis yang berada pada koordinat geografis 6°LU – 11°08’LS dan dari 95°’BT – 141°45’BT dan berlokasi sebelah tenggara Asia, di Kepulauan Melayu (Nusantara) antara Samudra Indonesia dan Samudra Pasifik, hanya memiliki dua musim, yakni musim hujan dan musim kering. Juga ekosistem di laut Indonesia sangat bervariasi, yang sangat menopang kehidupan dari sekian banyak spesies di dalamnya. Di samping perut bumi (laut dan daratan) Indonesia menyimpan sumber daya alam yang amat kaya. Serta luas wilayah udara yang amat luas dan strategis.

Posisi Indonesia sebagai negara kepulauan, kaya sumber daya alam dan berpenduduk 240 juta jiwa itu, menurut pandangan Syaykh al-Zaytun harus dengan cerdas dijadikan sebagai sesuatu kekuatan dalam menentukan arah kebijakan geopolitik dan geostrategi dalam visi wawasan nusantara.

Geopolitik9 yang dimaknai sebagai ilmu penyelenggaraan negara di mana setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah suatu bangsa; dan, Geostrategi yang merupakan suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana untuk mencapai tujuan nasional (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik); serta Wawasan Nusantara yang merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945, sebagai aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat dan bermartabat serta menjiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional.

Oleh Syaykh al-Zaytun, ketiga hal itu (geopolitik, geostrategis dan wawasan Nusantara) harus diperkuat dengan pengutamaan pencerdasan bangsa melalui pendidikan. Sehingga semakin banyak orang (warga negara) yang memiliki kecerdasan dalam memahami, menyikapi dan menjalankannya.

Geopolitik dan geostrategi Indonesia yang dilandasi perbaikan pendidikan sebagai jalan utama akan mencerdaskan setiap warga bangsa dalam cara memandang, cara memahami, cara menghayati, cara bertindak, berfikir dan bertingkah laku dalam berbagai aspek (geografis, SDA dan SDM, ideologi, politik, sosial-ekonomi dan pertahanan keamanan) dan bermuara kepada Indonesia yang cerdas dan kuat atau ketahanan nasional yang cerdas dan kuat.

Secara khusus, Syaykh Panji Gumilang memberi perhatian serius pada sumber daya manusia (insani) yang berjumlah sekitar 240 juta jiwa (perkiraan Sensus Penduduk 2010). Dalam pengamatannya, jumlah sumber daya insani yang harus mendapatkan perhatian serius ternyata sangat signifikan jumlahnya, yakni mencapai hampir 65% (Persentase pembagian umur (sensus 1990): 0-14=36,6%; 15-29=28,3%; 30-44= 18,1%; 45 -59= 10,6%; 60-74=5,2%; >75= 1,1%).

Menurutnya, jika Indonesia gagal menata generasi angkatan pertama dan dua ini (0-14 tahun dan 15-29 tahun), sudah barang pasti 20 tahun mendatang nasib bangsa Indonesia tidak dapat dibayangkan betapa nistanya di pergaulan antarbangsa, atau mungkin Indonesia hanya akan menjadi kenangan. Namun jika pendidikannya ditangani secara tepat dan serius, maka kegemilangan Indonesia akan menjadi kenyataan.

Visi Kontra Budaya Syaykh al-Zaytun berpendirian teguh bahwa melalui pendidikan yang benar dan tepat, budaya baru Indonesia dapat ditumbuhkan. Dia berpandangan bahwa budaya Indonesia hari ini, cenderung tidak dapat bersatu, tidak mempunyai etos kerja yang tinggi, tidak mandiri dalam membangun diri, kurang berorientasi pada ilmu pengetahuan, sumber daya tenaga kerja lemah dan rendah, tidak produktif, dan sebagainya. Semuanya itu merupakan indikator kemunduran kualitas bangsa (umat). Karenanya, menurut Syaykh, harus diciptakan kontra budaya, dan sekali lagi jalan satu-satunya adalah pendidikan.

Kampus Al-Zaytun: Indonesia yang kaya sumber daya alam dan penduduk harus dengan cerdas dijadikan sebagai sesuatu kekuatan dalam membuka arah kebijakanBangsa Indonesia harus sanggup menyisihkan segala yang dimiliki untuk mendidik bangsa. Memang terasa aneh, berbangsa dan bernegara kok hanya berbicara pendidikan. Bagi kelompok yang berpikir instan, memang hal itu merupakan keanehan, namun bagi bangsa yang berpikir kebaikan masa depan bangsanya yang hari ini sedang sengsara dilanda keterpurukan, maka perkara itu bukan merupakan hal yang aneh.

Bangsa yang arif, menurutnya, akan memilih jalan perbaikan pendidikan secara mutlak bagi bangsanya, sekalipun hasil yang akan diraihnya menunggu waktu yang sangat lama. Namun bila dilaksanakan dengan tekun dan penuh kesabaran, hasil yang diidam-idamkan, yakni kesejahteraan dan perubahan budaya dari budaya negatif menjadi budaya positif sudah pasti akan dirasakan. Masa 20 tahun memang panjang, namun masa menunggu perubahan budaya yang diakibatkan perbaikan pendidikan akan dapat dirasakan walau sebelum 20 tahun.

Dia berkeyakinan, kelak jika pendidikan dibangun dengan serius, budaya bangsa Indonesia akan menjadi cinta kesatuan dan persatuan karena manusia terdidik yang baik akan mendahulukan urusan kebersamaan (kekitaan) dari pada urusan pribadi dan golongannya. Manusia terdidik dengan baik akan bersikap mendahulukan kepentingan bangsa dan negaranya. Bangsa yang terdidik individu-individunya akan mempunyai etos kerja yang tinggi, karena semua yang mereka lakukan berdasar kalkulasi riil. Bangsa yang terdidik dengan baik akan menjadi bangsa yang mandiri.

Kemandirian, selalu mendapat penekanan khusus dari Syaykh al-Zaytun. Tidak hanya dalam kata atau tausiyah, tetapi dalam praktek pengelolaan Al-Zaytun. Dia juga selalu merasa prihatin tatkala melihat kebijakan yang diambil pemerintah yang sampai hari ini masih sangat gemar dan bangga mengandalkan utang. Dia tidak mempersoalkan apakah kegemaran dan kebanggaan berutang itu sebagai jalan ekonomi neoliberal atau tidak. Yang dia prihatinkan adalah kecerdasan bangsa ini, mulai dari pemimpin sampai rakyat paling jelata, yang lebih suka mengambil jalan pintas, instan.

Itulah sebabnya, pendiriannya amat teguh bahwa jalan utama untuk kebangkitan bangsa ini adalah perbaikan pendidikan. Dia berkeyakinan, jika bangsa ini semakin cerdas, maka tatkala mereka berkepentingan dengan bangsa lain, mereka akan mampu merumuskan dengan produk yang mereka hasilkan dan bukan mengandalkan utang, karena sesungguhnya kehidupan ini saling ketergantungan.

Menurut Syaykh al-Zaytun, Bangsa yang terdidik dengan baik, akan dapat: Pertama, menyumbangkan ilmu pengetahuan bagi pencerahan dunia masa depan, bersama-sama bangsa-bangsa dunia lainnya, sehingga mampu berinteraksi ilmu pengetahuan dan teknologi di tataran antarbangsa; Kedua, mempunyai tenaga kerja yang kuat dan produktif, karena lapisan dasar tenaga kerjanya terdiri dari sumber daya yang pengetahuannya sesuai dengan pekerjaannya;

Wawancara Syaykh al-Zaytun: Indonesia yang cerdas adalah rakyat yang sempurna perkembangan akal budinya, tajam pikirannya, baik budinya serta sempurna pertumbuhan tubuhnyaKetiga, akan menjadi bangsa yang amanah dan terhormat sehingga tanpa diminta, bangsa lain akan menghormatinya, dan mereka akan berhitung seribu kali jika akan mengambil kebijakan yang tidak tepat kepadanya, apalagi menghinanya; Keempat, akan menjadi bangsa yang kaya dan sejahtera, karena mereka sanggup mensyukuri nikmat Tuhan yang selalu diberikan kepadanya.

Keempat hal itulah, budaya baru Indonesia yang harus diwujudkan dan itu juga yang dia maksudkan dengan kontrabudaya itu: Indonesia Cerdas, Indonesia Toleran, Indonesia Damai, dan Indonesia yang Cinta Hukum.

Jika seperti itu kontrabudaya yang kita ciptakan melalui budaya baru Indonesia, maka menurut Syaykh Panji Gumilang, kebangkitan dunia Islam melalui dan dimulai dari Indonesia (kata banyak orang) bukan merupakan hal yang mustahil. Oleh karenanya, dia selalu mengajak seluruh civitas akademik Al-Zaytun dan para sahabatnya, sebagai sebagian kecil dari bangsa Indonesia  harus memulai ke arah itu. Dia mengajak dan menginspirasi semua orang supaya mengatakan dengan bahasa lisan, mulai melangkah membangun dan merealisasikan visi budaya baru Indonesia (kontrabudaya).

Syaykh al-Zaytun bersama seluruh komponen Al-Zaytun yang berlokasi di desa yang jauh dari keramaian, telah terbukti mengubah suatu paradigma bahwa: “hanya kotalah yang mampu mewujudkan fasilitas pendidikan yang memadai.” Ternyata desa jika ditata dan di-manage dengan amanah dan jujur perkembangannya jauh lebih cepat dari pada kota yang tidak berbudaya.

Maka dalam hal kebijakan dan anggaran pendidikan nasional, Syaykh al-Zaytun berpandangan agar jangan dibedakan antara pendidikan di kota maupun di desa, serta anggaran untuk sekolah negeri atau swasta.

Kadang-kadang pengamat mengatakan bahwa antara daerah dan kota itu mesti dibedakan. “Itulah yang mesti tidak ada beda, tidak boleh,” tegasnya. Menurutnya, membedakan daerah yang terpencil dengan daerah kota, itu bahaya. Mestinya yang terpencil itulah yang diberi suatu tekanan atau aksentuasi, baik pendekatan maupun sarana dan lain-lain sebagainya. Jadi rasanya tidak arif kalau harus dibedakan. Al-Zaytun yang berada di desa, paling jauh dari kota, paling sepi, paling hutan, paling tidak ada jalan, telah terbukti menjembatani antara perbedaan kualitas pendidikan di desa dan di kota.

Begitu pula mengenai sekolah negeri dengan sekolah swasta, tidak perlu ada pembatasan. Amanat Undang-Undang Dasar negara mengenai anggaran belanja negara bidang pendidikan 20 persen, tidak pakai dibatasi negeri dan swasta. Mestinya semuanya ini harus berimbang. Swasta, yang didirikan tanpa dana pemerintah itu malah harus dipandang sebagai menguntungkan negara. “Maka dalam penggunaan anggaran negara yang 20 persen tadi mestinya tidak pakai dibatasi swasta maupun negara,” kata Syaykh Panji Gumilang dalam wawancara dengan TokohIndonesia.com dan Majalah Berita Indonesia.

Syaykh al-Zaytun juga tidak sepaham dengan penggunaan istilah pendidikan gratis. Menurutnya, jangan dikatakan pendidikan gratis. Tapi pendidikan yang dibiayai oleh pemerintah sepenuhnya. Namun yang terpenting adalah bagaimana kebijakan membangun pendidikan yang baik dan modern. Apakah itu di desa maupun di kota, dilaksanakan oleh negara maupun swasta, tidak dibiayai negara maupun dibiayai sepenuhnya oleh negara.

Pendidikan Modern Membangun pendidikan yang baik, menurut Syaykh Panji Gumilang, berarti mendidik berorientasi masa kini dan masa depan. Itu pula yang dinamakan modern. Karenanya pendidikan modern tidak dapat difasilitasi dengan fasilitas yang tidak mempunyai nilai kekinian. Fasilitas modern bukan terbatas hanya dalam bidang fisik, namun segala yang memenuhi persyaratan modern.

Tausiyah Syaykh Al-Zaytun: Geopolitik, geostrategis dan wawasan Nusantara harus diperkuat dengan pengutamaan pencerdasan bangsa melalui pendidikanDalam pandangan Syaykh al-Zaytun, pendidikan modern bermakna 1) visioner, 2) berprogram jelas, 3) berorientasi ilmu pengetahuan, 4) berdisiplin dan 5) etos kerja. Pertama, visioner. Karenanya visi pendidikan mesti diarahkan kepada kebangkitan Indonesia yang dapat berdiri sama tinggi duduk sama rendah di tataran antarbangsa.

Kedua, program jelas. Program pencapaian pendidikan Indonesia harus diarahkan membangkitkan bangsa Indonesia menjadi setara dengan bangsa-bangsa lain dalam segala bidang dan aspek kemajuan dan perkembangan bangsa-bangsa menjadi bangsa yang arah berpikirnya berwawasan antarbangsa.

Ketiga, berorientasi pada dunia ilmu pengetahuan dan perkembangannya. Sebab budaya Indonesia ke depan adalah ditentukan oleh hasil pendidikan yang berorientasi ilmu pengetahuan yang tak kunjung henti, ilmu pengetahuan yang tidak pernah kenal titik berhenti.

Keempat, disiplin. Pendidikan modern harus mempunyai sarana disiplin. Dalam kehidupan modern, disiplin merupakan sesuatu yang mesti diwujudkan. Disiplin bukan milik kalangan militer atau sipil, semua bangsa modern pasti konsisten dengan disiplin. Bangsa akan hancur jika disiplin disepelekan dalam kehidupan kesehariannya.

Disiplin inilah yang akan mengantarkan suatu bangsa akan kenal prosedur hidup bermasyarakat dan berbangsa. Disiplin pula yang akan membawa bangsa akan mencintai kehidupan bertata hukum yang rapi. Masyarakat atau bangsa yang berdisiplin sebagai cermin masyarakat yang dapat menghormati hukum dan menegakkannya dalam tatanan hidup kesehariaannya, baik untuk dirinya maupun masyarakat dan negaranya.

Kelima, etos kerja. Dalam kehidupan pendidikan modern, diperlukan sarana yang dapat membawa kepada tingkatan hidup yang mengarah kepada etos kerja yang tinggi. Tanda masyarakat modern adalah mempunyai etos kerja tinggi dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Karenanya, menurut Syaykh al-Zaytun, semua sarana yang diperlukan untuk menunjang kehidupan pendidikan modern seperti itu harus kita adakan jika kita menginginkan Indonesia menjadi bangsa yang maju dan modern di masa kini dan mendatang.

Dia berkeyakinan tatkala bangsa Indonesia sudah memasuki era pendidikan modern seperti yang telah diuraikan tadi, tentu: 1) Bangsa Indonesia akan tampil dengan gagah, bangga menjadi bangsa Indonesia dengan kebanggaan yang beralasan. Bangsa Indonesia akan menjadi cinta persatuan dan kesatuan, sebab pikirannya sudah menjadi cerdas, wawasannya menerobos cakrawala yang tak terbatas oleh kekangan-kekangan tetek-bengek yang mematikan makna persatuan dan kesatuan bangsa.

2) Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang sanggup hidup berdampingan dengan sesama bangsanya dan bangsa-bangsa dunia lainnya. Solidaritasnya tak terbatas hanya oleh kepicikan isme-isme dan madzhab-madzhab yang membelenggu kehidupan. 3) Bangsa Indonesia yang terdidik ini akan menjadi bangsa yang sanggup berkorban demi kemajuan bangsa dan umat manusia secara keseluruhan.

Tentang pengorbanan, bangsa di dunia mana pun pada taraf kehidupan apa pun, di negara maju pun, mereka masih tetap dituntut untuk mempunyai jiwa pengorbanan yang tinggi terhadap perjuangannya.

Letak geografis Indonesia berada dalam posisi silang yang sangat strategisMaka dalam kesempatan mengisi dan memaknai perjalanan abad kebangkitan ini, Syaykh mengajak semua warga bangsa yang sadar akan hakikat masa depan dunia Islam, untuk terus mengasah jiwa kesadaran terhadap makna pengorbanan itu di tengah-tengah keadaan yang serba terbatas, serta memberanikan diri untuk tampil menata kehidupan pendidikan bangsa dan umat.

Menurutnya, ini adalah manifestasi dan bentuk sebuah pengorbanan. Pengorbanan yang takkan berbatas dengan suatu titik pencapaian. Dia memberi contoh, dengan izin Allah SWT, Al-Zaytun telah dapat menyelesaikan proyek pembangunan pendidikan di suatu tempat, maka akan melangkah ke berbagai tempat sesuai dengan program yang telah ditentukan bersama.

Dia pun mengajak semua komponen bangsa, khususnya ummat Islam, bertanya kepada diri masing-masing. Sudah lelahkah kita untuk berkorban demi kejayaan dan kebangkitan pendidikan dan kemajuan dunia Islam dan kemajuan bangsa? Bila kita tidak merasa lelah apa yang dapat kita buktikan untuk itu semua? Bangsa yang selalu siap dengan pengorbanan, itu tandanya bahwa umur bangsa ini akan menjadi panjang dan tak terbatas.

Selanjutnya kepada umat Islam bangsa Indonesia dan segenap warga bangsa lainnya, Syaykh al-Zaytun bertanya: Sanggupkah kita dengan segala daya dan upaya kita berperan aktif membangun bangsa Indonesia, demi kejayaan dan kegemilangan masa depan? Sanggupkah kita mendanai tanpa utang luar negeri untuk program pembangunan pendidikan bangsa dan umat?

Syaykh Panji Gumilang berharap baiklah ini menjadi statement dan pernyataan serta program yang harus kita lakukan secara konsekuen. Semoga kita dapat mengabdikan diri demi kebangkitan kembali bangsa dari keterpurukan, dan semoga dengan tekad dan kesanggupan kita untuk berbuat ini Allah SWT melapangkan segala cita-cita kebangkitan bangsa Indonesia, kebangkitan umat, dan kebangkitan dunia baru Islam yang penuh toleransi dan perdamaian yang dapat dirasakan oleh segala lapisan umat manusia tanpa kecuali. Indonesia yang cerdas dan kuat. Oleh Ch. Robin Simanullang (Bersambung) (Berita Indonesia 77)


1.Syaykh (Syekh) adalah gelar kehormatan bagi tetua, pemimpin, ulama besar dan guru  besar yang alim, arif-bijaksana, berwawasan luas dan mumpuni dalam bidangnya. Kini dalam dunia akademik, sebutan Syaykh (Syekh) juga digunakan untuk rektor atau guru besar, seperti Syekh al Jami ’al Azhar (Rektor Universitas al Azhar) di Kairo, Mesir. Seperti halnya lembaga pendidikan Islam Al-Zaytun, menyebut Syaykh bagi pemimpinnya, Syaykh al-Zaytun.

Kata Syaykh, dan varian lainnya Syaikh, Shaikh, Syekh, Sheikh,  Sheyh, Šeih, Šejh, Seyh dan shuyûkh adalah berasal dari kata atau istilah kehormatan dalam bahasa Arab yang secara harfiah berarti ‘tetua’, seorang penatua atau orang tua yang dihormati. Hal ini umumnya digunakan untuk menunjuk seorang tetua dari suku, seorang bijaksana yang dihormati, atau sarjana Islam. Meskipun sebutan ini umumnya mengacu pada seorang laki-laki, namun dalam jumlah yang sangat kecil syaykh perempuan juga ada dalam sejarah, lazim juga disebut syaykah. Syaykh juga dipakai sebagai panggilan kehormatan untuk seorang pemimpin atau yang mulia, terutama di Semenanjung Arab sebagai pemimpin suku tradisional. (http://en.wikipedia.org/wiki/Sheikh dan http://www.knowledgerush.com/kr/encyclopedia/Shaikh/ dan Ensiklopedi Islam).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Keempat, Pusat Bahasa Depdiknas (2008) kata Syaikh, Syekh diartikan sebagai 1) kata sapaan kepada orang Arab (terutama orang Arab keturunan sahabat Nabi); 2) kata sapaan kepada orang Arab yang berasal dari Hadramaut; 3) ulama besar: syekh jemaah, mualim (pemimpin) orang-orang yang naik haji.

2.Cendekia berasal dari kata Chanakya (Sansekerta), nama seorang penasihat dan perdana menteri pertama di Kekaisaran Maurya (340-293 SM) yang didirikan Chandragupta. Di dunia Barat, Chanakya disebut sebagai The India Machiavelli meskipun karya-karya Chanakya jauh lebih awal (sekitar 1.800 tahun) mendahului Machiavelli. Chanakya, seorang arsitek kepala yang karena keahlian dan kecerdasannya naik ke puncak kekuasaan dan telah dianggap sebagai pelopor bidang ekonomi dan ilmu politik. (Kulke, Hermann; Rothermund, Dietmar (1998) [1986]. A History of India (Third Edition). London: Routledge, ISBN 0-415-15481-2, p. 59)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Keempat, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Cetakan Pertama, 2008, C, hlm.258, cendekia, diartikan 1) tajam pikiran, lekas mengerti (kalau diberitahu tentang sesuatu), cerdas, pandai; 2) cepat mengerti situasi dan pandai mencari jalan keluar (pandai menggunakan kesempatan), cerdik; 3) terpelajar, cerdik pandai, cerdik cendekia, kaum cerdik. Sedangkan orang cerdik pandai, disebut cendekiawan. Cendekiawan juga diartikan 1) orang intelek; 2) Orang yang memiliki sikap hidup yang terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu.

3.Cerdas, berarti: 1) sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti dan sebagainya); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak-anak agar menjadi orang yang cerdas lagi baik budi; 2) sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat).

4.Syaykh al-Zaytun Dr. Abdussalam Rasydi Panji Gumilang. Pidato Penganugerahan Doctor Of Management in Education and Human Resources Development dari International Management Centres Association (IMCA) Buckingham, United Kingdom & Revans University, The University of Action Learning at Boulder Colorado, United States of America,  hari Sabtu, 24 Mei 2003 M – 23 Rabi’ al-Awwal 1424 H.

5.Geografi adalah ilmu tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gê (bumi) dan graphein (menulis atau menjelaskan). Geografi juga merupakan nama judul buku terkenal dan bersejarah yakni Geographia tulisan Klaudios Ptolemaios, pada abad kedua.

6.George B. Cressey, seorang ahli ilmu bumi kenamaan berpendapat bahwa tugas pokok geografi adalah untuk mengumpulkan keterangan (data) dari berbagai sumber yang terpencar-pencar untuk kemudian dirangkaikan menjadi satu kelompok keterangan yang secara khusus bertujuan untuk memberikan pengertian tentang sesuatu wilayah tertentu. (George B. Cressey: Asia’s Land and Peoples, McGraw-Hill Book Company, Inc., New York, 1944-1945, hlm.34-35)

7.Hasnan Habib, Wawasan Nusantara dan Hubungannya dengan Ketahanan Nasional, 1970, Bunga Rampai Ketahanan Nasional, Himpunan Lemhannas, 1980, hlm.101.

8.Archipelago, negara kepulauan, adalah sebuah rantaian atau sekelompok pulau yang terbentuk secara tektonik. Kata archipelago berasal dari Yunani arkhi, berarti kepala dan pelagos berarti laut. Di Italia, mengikuti tradisi kuno, archipelago mengacu pada Laut Aegean, yang kemudian penggunaan bergeser pada Kepulauan Aegean. Sekarang istilah archipelago umumnya digunakan untuk kelompok pulau yang dikelilingi laut atau laut yang di dalamnya terdapat sejumlah pulau, seperti Laut Aegea.

9.Geopolitik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yakni kata geo yang berarti bumi yang menjadi wilayah hidup; dan polis yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri atau negara; dan teia yang berarti urusan (politik) bermakna kepentingan umum warga negara suatu bangsa.

Sumber..>>:www.beritaindonesia.co.id

Oleh: cahayapelangi | November 19, 2011

Indonesia, Satu Keajaiban Dunia

Peringatan HUT RI ke-65 di Kampus Al-Zaytun diikuti oleh seluruh civitas akademika mulai dari tingkat Paud hingga mahasiswa, serta guru yang seluruhnya kira-kira 7.500 orangTempat bersatunya ribuan pulau, suku, bahasa dan budaya. Bermodalkan persatuan inilah cita-cita kemerdekaan bisa diwujudkan.

Hal itu dikemukakan Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang dalam pidato peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65, di hadapan segenap civitas akademika Al-Zaytun, Selasa (17/8). Syaykh AS Panji Gumilang mengajak untuk merenungkan hal terpenting yang harus dijaga bangsa ini setelah memperoleh kemerdekaannya yaitu Persatuan Indonesia.

 

Persatuan Indonesia harus ditegakkan! Itulah inti pidato Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang. Seruan itu disampaikan dengan penuh keyakinan kepada seluruh pelajar mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan mahasiswa, guru dan segenap civitas akademika Al-Zaytun yang semuanya sejumlah 7.500 orang agar tidak berpecah-belah.

Seruan ajakan untuk bersatu itu sejalan dengan tujuan keberadaan Al-Zaytun sebagai pembawa damai dan toleransi. Perdamaian dan toleransi adalah hal mutlak bagi bangsa Indonesia yang penduduknya berjumlah 240 juta jiwa, yang memiliki beragam bahasa daerah, kebudayaan, dan kepercayaan, agar masyarakatnya bisa hidup dalam persatuan. Artinya, jika masyarakat bangsa ini tidak memiliki keinginan untuk membawa damai dan memiliki toleransi terhadap perbedaan maka persatuan tidak akan bisa tercapai. Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu juga bisa terwujud dengan adanya perdamaian dan toleransi.

Pesta Karnaval Selain upacara pengibaran bendera merah putih oleh tim Paskibra dan pidato Syaykh, seremonial yang diselenggarakan di Stadion Sepak Bola Palagan Agung ini diisi dengan pesta karnaval yang menampilkan budaya khas 22 konsulat pelajar diiringi lagu-lagu perjuangan dan daerah masing-masing.

Misalnya Konsulat Sumatera Bersatu menampilkan peta pulau Sumatera hasil kreasi sendiri, Konsulat Jawa Barat membuat singaan, Konsulat Jakarta menampilkan tugu pancoran dan ondel-ondel, Konsulat Pusat menampilkan replika buah mangga, Jawa Tengah menampilkan Candi Borobudur dan sang Budha, Jatim dengan tugu Surabaya (Hiu dan Buaya), Kalimantan dengan replika bekantannya, Sulawesi dengan rumah adatnya, Bali dengan Ogoh-ogohnya, dan Papua dengan pakaian khas suku Asmat-nya.

Sedangkan konsulat luar negeri seperti Malaysia dan Afrika Selatan mengusung bendera negara masing-masing. Adapun Konsulat Singapura, selain mengusung bendera negaranya juga menampilkan replika pesawat terbang Singapore Airlines.

gegap gempita : Al-Zaytun selalu merayakan HUT RI dengan penuh semangat“Kita tidak boleh pecah, kita tidak boleh hancur, Indonesia harus tegak sampai kapanpun.” Kalimat itu menjadi keinginan Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang yang menunjukkan bahwa beliau adalah selain seorang tokoh agama juga seorang negarawan. Sebagai seorang negarawan, Syaykh sering menyampaikan keprihatinannya terhadap bangsa ini, dan pada momen peringatan 17 Agustus kali ini, Syaykh mengingatkan bahwa Ia ingin agar Indonesia bisa tetap tegak sampai kapan pun. “Ada satu modal yang kita miliki, kalau ini nanti hancur apa yang kita cita-citakan akan lebur. Satu-satu-satu saja bukan yang lain-lainnya, persatuan Indonesia,” seru Syaykh. Sebagai seorang pendidik, Syaykh tahu betul arti dan pentingnya cita-cita.

Syaykh sendiri pun punya cita-cita. Syaykh A.S Panji Gumilang, sejak kecil bercita-cita menjadi guru dan mendirikan lembaga pendidikan. Dengan maksud agar peradaban umat manusia tidak putus, maka dengan berbagai kemampuan yang ada padanya, ia berusaha menyambungnya. Itulah cita-citanya mendirikan pesantren ini, di samping untuk merangkum kehendak bangsa Indonesia sendiri, menjadi bangsa yang diperhitungkan di antara bangsa-bangsa lain.

Syaykh berpendapat bahwa peradaban tersebut harus disambung dengan manajemen ‘kekitaan’ bukan ‘keakuan’. Sebab menurutnya, keakuan umurnya sangat pendek, hanya terbatas. Tapi kalau kekitaan berumur lama dan tidak pernah putus. “Kekitaan itu mempunyai satu kekuatan yang tidak pernah dapat diruntuhkan oleh siapa pun kecuali oleh yang membuat kita itu sendiri,” katanya lebih jelas. Kekitaan itu pulalah yang dipakainya dalam membangun dan mengelola Ma’had Al-Zaytun ini.

Kalau persatuan ini hancur sambung Syaykh, jangan harap Indonesia akan tegak di masa mendatang. “Wahai generasi muda, tanamkan pada dirimu, kalau hari ini generasi yang sekarang belum mampu menunjukkan persatuan, kamu semuanya generasi penerus yang harus mampu mewujudkan persatuan Indonesia. Ini modal satu-satunya, sebab yang lain belum mampu kita tampilkan. Persatuan, persatuan dan persatuan harus kita tegakkan,” pekik Syaykh disambut tepuk tangan riuh seluruh peserta upacara.

Lebih jauh Syaykh mengupas, Indonesia adalah suatu keajaiban di dunia di mana terdapat berbagai pulau, suku bangsa, bahasa dan budaya, yang disatukan dalam sebuah bangsa dan negara yang bernama Indonesia sebagai satu-satunya wujud negara di dunia. Tapi amat disayangkan untuk mempertahankannya hari ini, bangsa ini belum memiliki apapun yang bisa dibanggakan.

Contohnya didalam pertahanan militer bangsa ini belum mampu membanggakan diri karena tidak memiliki berbagai sarana pertahanan yang mumpuni baik pertahanan laut, udara, maupun darat. Bukan itu saja, di sisi politik bangsa ini masih terus mencari bentuk. Terlebih lagi di sisi ekonomi yang dirasakan dari hari ke hari pergerakan perekonomian juga belum mampu tegak dan stabil.

Meski demikian, Syaykh mengajak seluruh hadirin bersyukur kepada Allah Swt atas karunia kemerdekaan yang telah berumur 65 tahun ini. Sejatinya kemerdekaan ini tidak jatuh gratis dari langit, tapi ditebus dengan perjuangan panjang para mujahid, pahlawan dan para pendiri bangsa dan Negara Indonesia.

Beliau juga mengajak generasi penerus pengisi kemerdekaan Negara Indonesia ikut berkiprah bersama-sama warga lainnya dalam mengisi dan mengimplementasikan dasar-dasar negara yang telah digariskan oleh para pendiri bangsa. Dan mendalami memikirkan kedepan, mempersiapkan untuk kedepan sebuah persiapan di mana Indonesia ini supaya tegak dan tetap tegak berdiri sampai kapanpun.

“Wujudkan hari ini, wujudkan hari ini, Hidup Indonesia! Bersatu Indonesia! Tegak Indonesia!” tegas Syaykh mengakhiri pidatonya.AZ-BI

Sumber>>:www.beritaindonesia.co.id

Oleh: cahayapelangi | Oktober 8, 2011

Tuhan Yang Maha Esa

Hai manusia…..

Lihat ayah–bunda kalian…
Lihat kakek–nenek kalian…
Lihat buyut–buyut kalian…
…belajarlah dari orang-orang sebelum kalian…
belajarlah dari sejarah…

Kalian sama-sama manusia…
Tuhan kalian adalah sama…Satu…
terserah kalian menyebut Tuhan kalian itu dengan nama–nama yg kalian mengerti…
Jangan sekali-kali kalian berdebat tentang apa dan siapa Tuhan kalian…
Setiap saat iblis dan kejahatan mengintai kalian…
Jika kalian berdebat… maka tunggulah kehancuran kalian…

Dari jaman nenek-nenek moyang kalian itu,
selalu banyak orang–orang yang tidak menghiraukan nasihat Tuhannya sendiri…
Setiap kali diberi nasihat…
selalu saja kalian dan nenek-nenek moyang kalian
BANYAK yang membangkang perintah SANG MAHA RAJA Penguasa Langit dan Bumi…!

Manakala telah Tuhan kalian turunkan suatu perintah, nasihat, dan larangan…
TERLALU BANYAK dari kalian yang tidak menghiraukannya…
bahkan diantara kalian ada yang berani menantang dan memperolok-olok…
padahal semua itu Tuhan kalian turunkan untuk kebaikan kalian…

Masing-masing kalian…
buka kitab kalian masing-masing…
baca semua nasihat yg telah diberikan utk keselamatan hidup kalian…
tapi kalian lebih suka menyombongkan diri dengan pola pikir kalian yg mengaku *modern* tetapi kolot…

Kalian semua banyak yg BUTA…!
Tidakkah kalian lihat bumi yg kalian injak-injak dengan kesombongan kalian ini…?
siapa yang menyirami seluruh pohon-pohonan di bumi nusantara ini…???
Kalian injak bumi-NYA…
Kalian injak-injak pula nasihat dan peringatan-NYA…

Sadarlah…
Sadar hai orang-orang buta yang sombong…
Begitu banyak nasihat Tuhan kalian yang tersebar di permukaan bumi…
Begitu banyak peringatan-peringatan yang Tuhan kalian tampakan di tanah yg kalian injak-injak ini…
Tapi kalian tidak juga menyadari diri…

Kalian semua sama seperti prilaku nenek-nenek moyang kalian…
Bodoh tapi sombong…!
Sesungguhnya Tuhan kalian… tidak perduli apapun agama dan keyakinan kalian…
sungguh Maha Perkasa untuk menghancurkan kalian…!!!
Apakah Tuhan kalian salah jika menghancurkan bumi kalian ini
karena banyak dari kalian telah membangkang nasihat-nasihat-NYA…???
Apakah salah jika Sang Maha Raja Diraja Penguasa Jagad Raya marah jika aturannya dilanggar…???
Memangnya siapa diri kalian…???
Berani-beraninya sombong di bumi-NYA ini…???

Sadarlah…
Bertaubatlah kalian…
Segala sesuatu ada waktunya…
Kalian semua, satu persatu akan mati…
Persiapkan diri kalian masing-masing…
ikuti semua nasihat kebaikan yg terkandung dalam kitab kalian masing-masing…
DIA-lah Tuhan kalian, Pencipta dan Penguasa Langit dan Bumi…
Dialah Zat Yang Maha Pengasih dan Menyayangi kehidupan kalian…

Sadarlah…
Sadarlah…

DIA………
Zat yang telah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh makhluk…
DIA……
Zat yang telah menciptakan orang-orang Kristen, Hindu, Budha, Islam, Yahudi, Atheis sekalipun…
DIA……
Sesungguhnya DIA telah menurunkan nasihat-nasihat kebaikan dalam “kitab-kitab suci” kalian masing-masing…
Sedemikian hebatnya DIA… Tuhan kalian itu…
yang mampu menurunkan nasihat-nasihat-NYA sesuai dengan jaman dan keadaan kalian…

Ada beberapa diantara kalian yang mengikuti nasihat-nasihat-NYA itu…
Ada beberapa kalian yang justru mengingkarinya…

Orang-orang yang mengikuti nasihat-nasihat kebaikan yang tertera dg jelas dalam kitab sucinya masing,
mereka tunduk dan patuh…
Mereka patuh pada Sang Maha Raja Penguasa Jagad Raya…

Sedangkan orang-orang yg membangkang nasihat-nasihat-NYA…
Orang-orang yang menyampaikan nasihat-nasihat Tuhannya dengan UPAH…
Disuruh Sang Maha Raja utk menyampaikan nasihat kebenaran tetapi malah mengambil keuntungan demi perutnya…
merekalah yang telah menghancurkan negri kalian…

Sangat menyedihkan… negri kalian hancur karena urusan PERUT…!!!

Sesungguhnya Tuhan kalian telah memberi peringatan keras kepada kalian untuk kembali kepada-NYA…
Peringatan-peringatan-NYA itu sudah tertera dalam kitab kalian masing-masing…

Peringatan-peringatan-NYA itu selalu DIULANG–ULANG…
tapi kalian tidak juga menyadari kesalahan-kesalahan kalian terhadap Sang Maha Raja…….

Langit-NYA ikut memberi kalian peringatan…
Bumi-NYA ikut memberi peringatan…
Lautan-NYA ikut memberi peringatan…
Hujan dan halilintar pun ikut memberi peringatan…
Angin disuruh-NYA memberi peringatan…
Lumpur ciptaan-NYA juga memberi peringatan…
Gunung-NYA pun sampai marah dalam memberi peringatan kepada kalian…

Langit – bumi…
Seluruh makhluk…
yang terlihat atau yang tidak terlihat…
SEMUA ikut memberi kalian peringatan…!!!
Tapi hati dan jiwa kalian memang KERAS…!!!
Semua peringatan itu… bukannya membuat kalian makin sadar diri… tetapi justru kalian berlari menjauhi…
———————————
Hai Rakyat Nusantara…!!!
Tuhan kalian itu SATU… Tidak ada yang boleh diabdi kecuali DIA yang telah menciptakan kalian dan seisi alam jagad raya…
DIA-lah Sang Maha Raja Yang Sesungguhnya…

Jika ada tuhan-tuhan lain di samping-NYA, sebagaimana yang kamu katakan dari jaman nenek moyangmu itu,
niscaya tuhan-tuhan yang kalian sembah itu akan mencari jalan menuju Langit di atas langit… mereka semua,
tuhan-tuhan kalian itu, akan sujud di hadapan Sang Maha Raja Yang Sesungguhnya…
DIA-lah Pemilik singgasana kerajaan langit dan bumi…!!!

Sungguh Maha Suci Tuhan kalian itu…
Maha Tinggi DIA dari tuhan-tuhan yang selama ini kalian sembah…
DIA… lebih tinggi… dan berada pada ketinggian yang setinggi-tingginya…
Semua lapisan-lapisan langit…
Semua isi bumi…
Semuanya mensucikan Tuhan kalian itu…
Mengapa kalian yang mengaku memiliki akal justru mengotori Zat Tuhan kalian sendiri…???
——————

Tuhan kalian itu…
Maha suci DIA…
tapi tetap saja DIA Maha Penyantun…
masih tetap memberikan hidup kepada beberapa orang dari kalian…
agar kalian sadar…
agar kalian mau mohon ampun…
Sesungguhnya Tuhan kalian itu Maha Pengampun…
————————

Ketahuilah…
Hati dan jiwa kalian telah mem–BATU…
Akal pikiran kalian sudah banyak yang kotor…
apabila kalian diajak untuk salng berbuat baik kepada sesama…
kalian malah lari dengan rasa benci dalam dada-dada kalian…

Jika kalian tetap membatu…
Jika kalian tetap bandel tidak mau diajak pada kebaikan dalam hidup…
maka rasakan oleh kalian…
Rasakan dalam kehidupan kalian sendiri-sendiri…
Akan kalian jumpai dinding-dinding yang kokoh… yang menutupi langit hati dan jiwa kalian…
Kalian semua akan TULI…
Tidak akan lagi kalian dengar nasihat-nasihat Tuhan kalian…

Selamat tinggal hai para MUNAFIK……!!!

Berterima kasihlah kalian semua kepada Tuhan kalian… kepada Sang Maha Raja… kepada Pencipta langit dan bumi…

hampir saja Nusantara HANCUR karena sebagian dari kalian telah BERKHIANAT…!!!
Kalian khianati ayah-ibu kalian sendiri…
kalian khianati nenek moyang kalian sendiri…
Kalian khianati masyarakat kalian sendiri…
kalian khianati bangsa dan negri kalian sendiri…
dan kalian khianati Sang Maha Raja Yang Agung Tuhan kalian sendiri…!!!

Bersujudlah kalian semua dengan rasa terima kasih yang mendalam…
Kalian telah diselamatkan…
Jika bukan karena sebagian dari kalian yang dengan tulus mengikuti
semua nasihat kebaikan dalam agama mereka masing-masing…
niscaya Nusantara hanya tinggal cerita…!!!

Tuhan kalian itu… Yang Menguasai semua permukaan bumi…
DIA yang telah menolong orang-orang yang berhati ikhlas dalam berbuat baik…

Jika kalian ingin selamat dalam hidup dan kehidupan kalian… maka ikuti mereka…
Ikuti mereka-mereka yang IKHLAS mengajak kalian menuju kebaikan dan kebajikan…
Apapun agama dan keyakinan kalian… ikuti mereka yang mengajak kalian IKHLAS menuju Tuhan kalian…

Jangan ikuti mereka-mereka yang menyampaikan nasihat Tuhan kalian tapi mengambiil keuntungan DUNIA…!!!

Sembahyanglah kalian dengan cara-cara kalian masing-masing…
Perhatikanlah saudara-saudara kalian yang miskin…
Cegahlah perbuatan jahat…
Ajak orang-orang di sekitar kalian untuk berbuat baik…
Sesungguhnya SEMUA URUSAN YANG ADA DI LANGIT DAN URUSAN YANG ADA DI BUMI akan kembali kepada Tuhan kalian…
yaitu ZAT yang menciptakan dan tempat kembalinya segala urusan…

Sesungguhnya…
siapa saja dari kalian yang membaca peringatan keras ini…
yaitu peringatan utk mengingatkan kalian akan keberadaan Tuhan kalian Yang SATU…
apapun agama dan keyakinan kalian…
tidak perduli kalian keturunan raja-raja…
tidak perduli kalian adalah orang-orang kaya…
tidak perduli kalian orang-orang sakti…
tidak perduli ilmu dan kepandaian kalian setinggi langit…
Barang siapa yang mau mendengar dan patuh, kalian akan beruntung dalam hidup dan kehidupan kalian…
beruntung di dunia saat sekarang kalian hidup… dan beruntung saat kematian dan sesudah kematian kalian…

Jika kalian mendapat musibah…
kalian tidak sendirian…
para penghianat itupun mendapat musibah yang sama…

Ada waktu senang… ada waktu susah…
Ada waktu siang… ada waktu malam…
Ada waktu kalian jaya… dan ada waktu kalian terperosok……
Setiap kalian akan mendapat giliaran yang sama…
semua itu sengaja diciptakan oleh Tuhan kalian itu… Yang saat ini sedang melihat kalian…

Dengan adanya berbagai musibah yang menimpa negri dan bangsa kalian…
sesungguhnya Tuhan kalian ingin membedakan “mana yang mau kembali pada Tuhannya…
dan mana yang tetap membatu hati dan jiwanya…”

Ada sebagian dari kalian yang wafat karena musibah itu,
dan jika sebelum kematian itu kalian telah berbuat baik,
maka kenikmatan hidup yang kalian rasakan di “alam kematian”
kalian… Tidak ada duka dan kesedihan kalian… Karena sebelum musibah itu datang,
kalian telah berbuat baik dalam kehidupan kalian…

Dengan berbagai musibah itu…
Sesungguhnya Tuhan kalian benci dengan perbuatan zalim…
Dengan musibah itu… Tuan kalian membersihkan hati dan jiwa kalian…
dan dengan musibah itu…
Tuhan kalian hendak membinasakan siapa-siapa saja yang telah membangkang pada Sang Maha Raja Diraja…

Dulunya…
ada diantara kalian yang telah mengadakan tipu daya-tipu daya untuk menghancurkan negri kalian…
Kalian bawa masalah suku kalian…
Kalian bawa masalah agama kalian…
Kalian bawa-bawa silsilah keturunan kalian…
Tapi kalian gunakan semua itu utk kepentingan kalian pribadi…

Kalian-kalian yang telah menghancurkan Nusantara ini,
sesungguhnya telah mengganggu kekuasaan Tuhan Langit dan Bumi…!!!

DIA… Penguasa Otoriter Yang Sesungguhnya…
Sesungguhnya DIA… Tuhan kalian itu… Maha Tahu apa yg dikerjakan oleh setiap kalian…
Hai semua orang yang ada di gunung-gunung…
Hai semua orang yang ada di pantai-pantai…
Hai semua orang yang ada di daratan diantara kedua daerah itu…
Apapun agama dan keyakinan kalian… Sesungguhnya Tuhan kalian Yang Satu mengetahui setiap hal yang kalian kerjakan…
Tidaklah setiap kedipan mata orang-orang di Nusantara ini, melainkan DIA mengetahuinya…
DIA… Tuhan kalian itu… telah memberikan tempat kepada setiap orang sesuai perbuatan kalian masing-masing…

Padahal mereka-mereka itu, termasuk kalian, yang telah memporak-porandakan bumi nusantara ini,
tidaklah disuruh oleh Sang Maha Raja Langit dan Bumi kecuali untuk memurnikan nasihat-nasihat kebaikan
yang telah diturunkan-NYA melalui agama dan kepercayaan kalian masing-masing…
Berbuatlah baik…

Sungguh amat sangat jelas bahwa gugatan kepada Orang-orang (PENGUASA)
yang telah menggunakan dana para PANDAWA dan keringat rakyat,
yang seharusnya untuk keadilan kemakmuran rakyat telah digunakan untuk kepentingan pribadi keluarga,
agama sebagai Topeng, dan golongan dan mempertahankan jabatan duniawi dan bersenang-senang diatas penderitaan rakyat.

Kamu boleh mempermainkan hukum dunia, menghalalkan segala cara dalam meraih jabatan dan kekuasaan .
Tetapi sebentar lagi TIDAK akan lama lagi KEMULIAANMU akan diambil..!!

Peringatan sudah amatlah JELAS…
Tunggulah kehancuranmu wahai Para Kurawa…
Pasukan Bayangan akan melibasmu..!!!
JAYA NUSANTARA (Dedi membawa Pedang)

Oleh: cahayapelangi | Oktober 3, 2011

Membangun Character Bangsa

KHUTBAH IDUL KURBAN 1431 H/2010 M DI KAMPUS AL-ZAYTUN

MEMBANGUN CHARACTER BANGSA

Hari ini, rabu 17 November 2010 kita mereyakan Idul
Qurban 1431 H. Alangkah baiknya jika kita sekarang ini lebih banyak melihat
kedalam hati nurani masing-masing, menyatakan introspeksi, bertanya kepada diri
masing-masing : untuk apa sebenarnya kita dilahirkan ke dunia ini ?

Kita dilahirkan bukan untuk yang lain-lain, kita
dilahirkan dan dihidupkan didunia ini, untuk mengabdi kepada Pencipta kita,
mengabdi kepada Pembuat sesama hidup, yaitu Tuhan Robbulalamin.

Kemudian dapatkah kita mengabdi kepada Tuhan
Robbulalamin kalau kita tidak memiliki moral hidup terhadap sesama, sesama
mahluk, sesama renik-penik yang hidup disemesta alam ini ?.

Pengabdian kepada Tuhan Robbulalamin mengandung makna :
Rukun damai sesama manusia dan sesama bangsa, karena pengabdian kepada Tuhan
Robbul�alamin kita mengajak semua manusia hidup rukun damai, saling kerjasama,
membantu satu sama lainnya, saling mengangkat derajat hidup masing-masing, baik
lahir maupun batin, jasmani maupun ruhani.

Dalam kaitannya dengan bangsa, kita harus memiliki
kemauan hidup sebagai bangsa yang kuat sehingga existensi kehidupan  bangsa ini terus berkelanjutan . Namun
berkelanjutan hidup sajapun belumlah cukup, Hidup bangsa barulah dinamakan
hidup sejati jika hidupnya memiliki arah dan mempunyai isi . Hidup bangsa
barulah sejati jika hidupnya tidak kosong, namun memiliki tujuan yang jelas,
sehingga menjadi bangsa yang berwatak .

Untuk itu diperlukan suatu pembinaan watak bangsa, yakni character
building
, yaitu membina watak membina rokh membina semangat, yang kaitannya
adalah membangun batin manusia, yang mempengaruhi segenap pikir dan tingkah
laku, budipekerti maupun tabiat.

Membangun character menjadi sangat diperlukan
dalam memaknai kehidupan merdeka yang telah dicapai oleh bangsa kita atas
karunia Allah. Pendahulu kita telah menghantarkan Hidup Merdeka dari kehidupan
kolonialis dan imperialis penjajah, karena mereka memiliki kegigihan. Gigih
telah menjadi watak mereka, sehingga mampu menghantar dan mewujudkan
Kemerdekaan kepada bangsanya, mereka itulah para pahlawan.

Para pahlawan telah membangun Gegap gempita kertaning
bumi Indonesia (kegigihan) . Diwujudkan dalam bentuk Proclamation of
Independence
  dan Declaration of
Independence
sekaligus !

Mengapa mereka bisa ? karena jasad mereka memiliki batin
yang penuh semangat, memiliki roh yang gilang gemilang dan watak yang gigih.

Membangun character bangsa adalah membangun
pandangan hidup, tujuan hidup, falsafah hidup, rahasia hidup serta pegangan
hidup suatu bangsa. Sebagai bangsa, bangsa Indonesia telah memiliki pegangan
hidup yang jelas. Dimulai sejak dikumandangkannya Proclamation of
Independence
Indonesia dan dicetuskannya Declaration of
Independence
daripada Indonesia, sebagai cetusan kemerdekaan dan dasar
kemerdekaan, sekaligus menghidupkan kepribadian bangsa Indonesia dalam arti
kata yang seluas-luasnya, meliputi kepribadian politik, kepribadian ekonomi,
kepribadian sosial, kepribadian kebudayaan atau kepribadian nasional .

Untuk mendalami nilai-nilai yang terkandung didalam Declaration
of Independence Indonesia
, ada baiknya kita membanding dengan Declaration
of Independence Amerika
, yang dicetuskan oleh Thomas Jefferson, dan Manifesto
Komunis
yang dicetuskan oleh Karl Marx dan Frederich Engles,
yang semuanya itu adalah sangat progresiif pada zamannya masing-masing. Declaration
of Independence Amerika
menuntut : Hak hidup, hak kebebasan, dan hak mengejar
kebahagiaan bagi semua manusia. Dan  Manifesto
Komunis
mengatakan bahwa : Jikalau kaum proletar diseluruh dunia
bersatu padu dan menghancurkan kapitalisme, mereka tak akan kehilangan
barang lain daripada rantai belenggunya sendiri, dan sebaliknya akan memperoleh
sutu dunia yang baru.

Kita bangsa Indonesia melihat bahwa Declaration of
Independence Amerika
itu tidak mengandung keadilan sosial atau sosialisme,
dan kita melihat bahwa  Manifesto
Komunis
itu masih harus dipertinggi jiwanya dengan Ketuhanan Y.M.E.

Oleh itu kita hormat kepada para pahlawan bangsa yang
telah meletakan nilai-nilai kemerdekaan dan nilai-nilai Declaration of
Independence Indonesia,
sehingga dengannya mampu mengikat Bangsa Indonesia
kepada beberapa prinsif sendiri, dan memberitahu kepada seluruh dunia apa
prinsip-prinsip kita itu.

Prinsip-prinsip itu dihimpun oleh pernyataan kemerdekaan
dan ketegasan jawab, untuk apa merdeka ! Untuk apa kemerdekaan itu ? Jawabannya
tegas !. Kemerdekaan untuk Bersatu. Kemerdekaan untuk Berdaulat. Kemerdekaan
untuk Adil dan Makmur . Kemerdekaan untuk Memajukan Kesejahtraan Umum.
Kemerdekaan untuk Mercerdaskan Kehidupan Bangsa. Kemerdekaan untuk Ketertiban
Dunia. Kemerdekaan untuk Perdamaian Abadi. Kemerdekaan untuk Keadilan Sosial.
Kemerdekaan yang Berkedaulatan Rakyat. Kemerdekaan yang didasari oleh Iman
kepada Tuhan Y.M.E. Kemerdekaan yang Berkemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Kemerdekaan yang berdasar kepada Persatuan Indonesia. Kemerdekaan yang berdasar
Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan. Kemerdekaan yang mewujudkan suatu Keadialn Sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia. Semua itu tercantum didalam Mukaddimah
Undang-undang Dasar Negara Indonesia (Declaration of Independence of
Indonesia
).

Prinsip-prinsip tersebut telah jelas ! Semua itu harus
menjadi kepribadian Bangsa Indonesia, menjadi sifat hakiki yang tercermin pada
sikap seseorang Indonesia, atau bangsa Indonesia, yang dapat membedakannya dari
orang atau bangsa lain.  Yakni watak yang
menonjol yang ada pada banyak warga suatu kesatuan bangsa Indonesia, yakni
kepribadian Nasional Indonesia.

Prinsip-prinsip tersebut, merupakan Amanat Kemerdekaan
Indonesia, Amanat Rakyat Indonesia, Amanat Bangsa Indonesia, yakni mereka yang
telah tiada, mereka yang hari ini ada dan mereka yang akan ada dikemudian hari,
yang sering disebut oleh Bangsa Indonesia sebagai   Amanat Penderitaan Rakyat” .

Disaat bangsa Indonesia dalam suasana memperingati Hari
Pahlawan 10 November, dan merayakan Idul Adha ini marilah kita sebagai bangsa,
bercermin, dan kaca cermin yang kita gunakan adalah cita-cita kemerdekaan
Indonesia, yakni : Merdeka untuk Bersatu, Berdaulat, Adil Makmur, Memajukan
Kesejahtraan Umum, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Ketertiban Dunia, Perdamaian
Abadi, Keadilan Sosial, Berkedaulatan Rakyat, Iman kepada Tuhan Y.M.E.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang di
Pimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawatan/Perwakilan , mewujudkan
Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Dari cermin tersebut kita dapat bertanya sudah seperti
yang dikehendaki oleh amanat kemerdekaankah Kepribadian Nasional Bangsa
Indonesia ?.

Kepribadian Nasional yang meliputi kepribadian politik
kepribadian sosial kepribadian kebudayaan, semu, semestinya berkiblat kepada
cita-cita utama atau amanat kemerdekaan dan deklarasi kemerdekaan Indonesia
yang jelas tersebut.

Oleh karenanya, menciptakan dan mewujudkan kesadaran
terhadap jiwa kemerdekaan dan deklarasi kemerdekaan itu, harus terus
diusahakan, dalam bentuk program nasional, dituangkan dalam bentuk pendidikan
yang jelas, yang dapat dijiwai oleh segala lapisan rakyat Indonesia. Diberikan
sejak usia dini, dibangku sekolah, dikancah organisasi massa, diarena partai
politik disegala kesempatan pelaksanaan kaderisasi, sehingga dapat dijiwai oleh
segenap warga negara.

Membangun chracter bangsa rujukannyapun jelas
yakni merujuk kepada jiwa proklamasi dan deklarasi kemerdekaan. Kita sebagai
bangsa harus yakin dan meyakini bahwa jiwa tersebut tetap relevan dengan perubahan
zaman yang sekarang terjadi. Cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia sangat
universal, manusiawi adanya, sehingga tidak akan terhambat oleh kemajuan zaman
apapun bentuknya. Adapun bila disaat-saat ini, terjadi kesunyisenyapan bangsa
Indonesesia terhadap cita-cita kemerdekaan dan deklarasi kemerdekaannya, itulah
suatu kelengahan, yang harus segera disadarkan kembali, digugah kembali,
diyakinkan kembali, tidak ada kata terlambat dalam membangun suasana sadar.

Adapun bentuk perubahan dunia, seluruh ummat manusia
didunia ini tetap mendambakan perikemanusiaan, perdamaian, persahatan antar
bangsa bebas dari penindasan antar sesama maupun antar negara, dan hal itu
merupakan kandungan cita-cita kemerdekaan dan deklarasi kemerdekaan Indonesia.

A. S. Panji Gumilang

Syaykh al-Zaytun

Oleh: cahayapelangi | Agustus 21, 2011

SELUK BELUK HUKUM KARMA / SEBAB AKIBAT

Para pembaca yang budiman, tulisan ini merupakan rangkuman dari rangkaian pengalaman lahir maupun batin. Serta hasil asah asih asuh dalam setiap kesempatan diskusi di berbagai acara, misalnya kumpul-kumpul bersama di manapun berada. Perdebatan tentang hukum karma sudah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu. Antara yang mempercayainya ada, yang meragukannya, yang belum paham samasekali, maupun yang tidak mempercayai. Sebelum melanjutkan tulisan berikut, seyogyanya kita berusaha memahami terlebih dahulu apa itu hukum karma. Dari berbagai keterangan yang ada, setidaknya dapat disimpulkan bahwa hukum karma atau karma sepadan dengan apa yang di maksud hukum timbal balik. Dalam falsafah Jawa senada pula dengan apa yang dimaksud hukum sebab akibat. Dalam literatur Barat, dikenal dengan istilah hukum kausalitas. Apakah hukum karma yang sedemikian menghebohkan dunia spiritual, filsafat, ilmu pengetahuan, sains dan teknologi ini kemudian layak dianggap tidak ada sama sekali ? Saya tidak ingin tergesa dalam menjawab pertanyaan tersebut, sebelum saya pribadi dapat membuktikannya sendiri, baik secara langsung, tak langsung, secara logika maupun pengalaman lahir dan batin.

Secara sederhana hukum karma atau sebab akibat dapat dipahami dengan logika sederhana pula. Sebagaimana dalam rumus yang mempunyai dalil “ada asap, berarti ada api”. Dalam bahasa yang sederhana dapat dikatakan “ada akibat, tentu ada penyebabnya pula”.  Yang jelas di dalam hukum karma terdapat pola hubungan erat antara penyebab dan akibatnya. Rumus ini dapat diterapkan untuk memahami setiap kejadian atau peristiwa dalam kehidupan sehari-hari kita. Dengan demikian, hukum karma dapat didefinisikan sebagai hubungan sebab-akibat atas perbuatan yang pernah kita lakukan (sebagai sebab) dan apa yang akan kita alami kemudian (sebagai akibatnya). Dengan demikian di dalam hukum karma terdapat pola hubungan yang bersifat positif atau baik, maupun negatif atau buruk. Hukum karma yang memiliki pola sederhana akan mudah dibaca, misalnya setelah kita berbuat jahat atau membuat masalah, selanjutnya kita akan tertimpa masalah atau balik dijahati orang lainnya. Misalnya, kita melakukan penganiayaan terhadap seseorang, maka akibatnya kita akan dimusuhi keluarganya, teman-teman dari seorang yang dianiaya tadi. Bahkan kelak anak turun seseorang yang dianiaya akan memusuhi anak turun kita sendiri.  Sebaliknya, setelah kita berbuat kebaikan, selanjutnya kita akan menerima kebaikan pula.  Kita menolong seseorang, maka ia atau keluarga yang kita tolong suatu waktu ingin gantian menolong kita di saat kita mendapat kesulitan. Bahkan anak turun yang kita tolong akan mengenang kebaikan yang pernah kita lakukan, dan ingin sekali mereka membalas budi-kebaik kita di waktu selanjutnya. Pola hubungan dalam hukum  karma atau hukum sebab-akibat dapat kita uji coba pula keberadaannya. Misalnya, para pembaca yang budiman gemar sekali membantu dan menolong orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Maka, Anda akan selalu mendapat kemudahan dalam setiap urusan. Sekalipun pernah terpentok saat-saat di mana Anda merasa tidak ada lagi jalan keluar, di saat Anda betul-betul sedang dalam keadaan yang sangat genting dan darurat  pada akhirnya datang lah “the last minute man” atau “dewa penolong”. Jika anda mereview perjalanan hidup anda ke belakang, disadari atau tidak Anda pernah  berperan menjadi “the last minute man” atau berperan sebagai “dewa penolong” disaat seseorang sedang dalam keputus-asaan.

“MISSING LINK” dalam KARMA

Dibutuhkan kecermatan dalam membaca “benang” yang menghubungkan antara suatu kejadian (sebagai akibat) dari kejadian sebelumnya (penyebab). Terkadang dalam hukum karma terdapat pola hubungan sebab-akibat yang sangat sulit dilacak bagaimana pola hubungan itu terjalin. Seolah tak ada hubungannya sama sekali. Sebagai contoh, seseorang tewas akibat bencana alam, misalnya diterjang gelombang tsunami. Jika tewasnya seseorang itu dikaitkan dengan hukum karma, tentu akan sulit sekali dilacak. Benarkah seseorang yang diterjang tsunami hingga tewas sedang menjalani karma? Jika tanpa pemahaman yang mendalam pada saat kita menelusuri pola-pola hubungan dalam hukum karma, kesimpulan yang mengkaitkan di antara dua kejadian tersebut (bencana alam dengan korban bencana) menjadi terasa janggal, seolah terlalu memaksakan diri menghubung-hubungkan dua hal yang tak ada hubungannya sama sekali. Seolah terdapat missing link, atau mata rantai hubungan sebab akibat yang terputus alias tak nyambung.

Hal itu disebabkan adanya pola hubungan yang sangat rumit. Yang membuat kemampuan untuk memahami menjadi terbatas. Dalam terminologi Jawa disebut,”datan bisa hanggayuh kawicaksananing gusti”. Tak mampu memahami kebijaksanaan alam semesta. Dua hal itu tak cukup dijabarkan melalui pola hubungan yang bersifat sederhana dan matematis. Misalnya ia tewas gara-gara terlelap dalam tidur, sehingga tidak dapat menyelamatkan diri saat terjadi tsunami. Jawaban seperti itu bersifat klise, hanya mengena pada “kulit” luarnya saja alias tidak menyentuh hal-hal yang esensial dan prinsipiil. Benar tetapi tidak tepat. Walau sulit, kiranya akan lebih bermanfaat bila kita berusaha menjawab pola hubungan yang jauh lebih mendalam, misalnya dengan menjawab pertanyaan, “kenapa ia tewas? Jawabnya tentu bukan jawaban sederhana, misalnya jawaban yang mengatakan,”oh, semua itu sudah kehendak tuhan”. Ini masih merupakan jawaban klise juga, konsepnya masih sangat lemah. Bagaimana kita tahu persis jika tuhan berkehendak atas tewasnya seseorang itu dengan cara dibuat tsunami? Tentu saja hal itu hanyalah kira-kira atau tindakan berusaha mengambil kesimpulan secara generalisir, gebyah uyah.  Selanjutnya tak ada lagi pelajaran hidup yang sangat berharga yang dapat digali. Orang menjadi hilang semangat berusaha (ikhtiar), yang terjadi adalah bukan kepasrahan melainkan sikap fatalistis, sikap tanpa mau berfikir, berusaha, melainkan  sikap apatis menghadapi segala sesuatu.  Yang rugi kita sendiri.

MENGUJI “MISSING LINK”

Dalam hukum karma, banyak pula terdapat pola hubungan yang sangat kompleks dan memiliki mata rantai sangat panjang serta memiliki rentang waktu sangat panjang pula. Marilah kita rentangkan logika dan pola pikir kita seluas samudra tanpa tepian. Perlu kita catat, bahwa suatu sebab tidak selalu memiliki konsekuensi akibat yang terjadi dalam jeda waktu yang dapat dihitung secara pasti. Antara sebab dengan akibat tidak selalu terjadi dalam siklus yang  dapat dibilang secara matematis. Jika dijabarkan akan terurai pola hubungan begitu kompleks, disebabkan oleh multifactor.  Pernahkah Anda berfikir, jika seseorang yang tewas akibat bencana alam karena ia sedang menjalani akibat dari segala perbuatan dan tindakan di masa lalunya ? Dalam falsafah Jawa disebut sebagai tidakan “Ngunduh wohing pakarti”. Dalam tradisi spiritual Budhis disebut sebagai karmayoga, dalam tradisi spiritual Islam disebutkan adanya khisab (hari hisab). Walau ternyata terjadinya khisab tidak musti menunggu setelah ajal atau setelah datang “hari akhir”. Kita semua bisa menyaksikan, pada kenyataannya “hari khisab” dapat terjadi setiap hari. Apa yang Anda alami hari ini, merupakan “buah” atas apa yang anda lakukan beberapa saat lalu, kemarin, pekan lalu, bulan lalu, tahun yang lalu, atau windu yang lalu. Karma jika didefinisikan sebagai hukum sebab akibat , berarti pula dalam hukum karma tercakup dua makna, yakni sebagai “buah”, atau hasil yang baik, bisa juga berupa akibat buruk (yang diartikan sebagai hukuman). Dalam tradisi samawiah, atau agama rumpun Abrahamisme, disebut sebagai pahala (kebaikan sebagai sebab) dan surga (prestasi sebagai akibat), atau dosa (keburukan sebagai sebab) dan neraka (keburukan sebagai akibat/hukuman).  Lantas dari mana datangnya ganjaran baik dan ganjaran buruk (hukuman) tersebut ? Hukuman maupun hasil baik, bukan datang dari orang lain, melainkan dari diri kita sendiri. Maksudnya, timbulnya akibat yang kita alami saat ini karena atas perbuatan yang telah kita lakukan sebelumnya. Untuk mempermudah pemahaman, saya kemukakan contoh, seorang korupor divonis penjara 7 tahun lamanya. Pertanyaannya, vonis tersebut datang dari mana? Apakah datang dari tuhan, atau dari lembaga legislatif yang membuat perundang-undangan ? Atau berasal dari lembaga yudikatif  atau hakim suatu perkara? Ataukah vonis itu diberikan oleh pihak-pihak lainnya di luar ketiganya? Jawabanya TIDAK SEMUANYA! Jika kita cermati, hukuman atau vonis itu datang tidak lain dari diri kita sendiri, yakni atas perbuatan yang kita lakukan sendiri.  Hakim hanya sebatas melaksanakan rumus-rumus yang berlaku di dalam hukum alam. Hal itu sepadan dengan bekerjanya mekanisme hukum di dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Selanjutnya rumus-rumus itulah yang akan bekerja dengan sendirinya melalui mekanisme alam yang begitu jujur. Sehingga ia akan bekerja secara tepat dan akurat, serta tak bisa “disuap”. Dapat dibahasakan bahwa hukum alam akan bekerja dengan kadar maha jujur, maha adil, tak pernah menyisakan ketidakadilan dan ketidakjujuran walau hanya sebutir biji sawi. Sebagal akibat tentu ada penyebabnya secara esensial. Bencana alam merupakan salah satu mekanisme hukum alam yang melakukan seleksi sangat ketat. Kita mudah menemukan orang-orang selamat dari bencana alam bagaikan keluar dari lobang jarum. Begitu pula para korban bencana alam yang luka berat, cacat, maupun tewas. Semua itu bukan lah peristiwa KEBETULAN saja. Bisa jadi para korban sedang menjalani karma-yoga, menebus kesalahan, sementara yang selamat sedang “menuai buah” atas apa yang pernah ia tanam jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan menuai buah kebaikan yang telah ditanam oleh para leluhurnya di masa lalu.

RUMUS BERCOCOK TANAM

Pada galibnya, uraian di atas membawa pada kesimpulan, kebaikan akan berbuah kebaikan, keburukan akan berbuah keburukan. Apapun kebaikan yang kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri, bahkan jika kebaikan itu berlimpah ruah kualitas dan kuantitasnya kelak akan meluber kepada anak turun kita juga. Bekerjanya rumus hukum sebab akibat tersebut, ibarat menuangkan air ke dalam gelas, apabila air yang Anda tuangkan banyak sekali, air akan tumpah meluber di seputar gelas. Pun demikian pula, jika kita menaman pohon, kita sendiri yang akan menuai buahnya, bahkan jika pohon yang kita tanam berkualitas super, buahnya akan berlimpah ruah, phon akan awet berbuah dan berumur panjang sehingga kelak anak cucu kita masih akan merasakan buahnya. Apa yang membuat tanaman kita menjadi tanaman super? Tentu perlu kita berikan pupuk dan teknik merawat yang tepat. Pupuklah setiap kebaikan dengan ketulusan tanpa batas, sirami dengan “air kasih sayang”, maka ia akan menjadi kebaikan yang berkualitas super, bahkan buahnya akan berlimpah ruah dapat dirasakan oleh anak turun kita.

WASPADA TERHADAP KARMA TURUNAN

Karma Turunan Bersifat Fisik

Sebaliknya, keburukan yang kita lakukan bukan saja akan berbalik pda diri kita sendiri, bahkan anak turun, anak cucu, akan ikut merasakan akibatnya. Hal ini yang dimaksud dengan karma turunan. Katanya, dosa akan ditanggung sendiri oleh si pendosa? Benarkah demikian? Mari kita uji. Kita kadang menyaksikan dengan mata kepala sendiri, adalah anak seorang pencoleng, perampok, pembunuh, yang dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Wajar saja, barangkali orang akan takut dicelakai, kalau-kalau si anak akan menuruni sifat-sifat orang tuanya yang menjadi penjahat kelas kakap. Bahkan bilamana anak seorang penjahat yang benar-benar berbisnis dengan jujur pun, orang yang mengetahui riwayat keluarganya akan  menjadi ragu dan takut. Manakala anak seorang penjahat kakap melamar pekerjaan, kemudian perusahaan melakukan screening melalui CurriculumVitae-nya untuk melacak asal-usul calon karyawannya apakah keturunan dari orang baik-baik, ataukah keturunan penjahat residivis. Jika kedapatan bukti, perusahaan biasanya akan menolak  secara halus. Semua itu merupakan bentuk karma atau “dosa” turunan.

Sisa-Sisa Karma

Saya pribadi termasuk orang yang MERAGUKAN bahwa suatu musibah yang dialami seseorang dapat terjadi secara independen, mandiri, tanpa rangkaian suatu sebab. Dengan kata lain musibah tidak akan menimpa seseorang yang tidak pernah bersalah di masa lalu, dan orang yang terbebas dari karma turunan. Namun apakah ada orang semacam itu? Menurut apa yang saya alami dan sejauh bisa saya saksikan sendiri bahwa, setiap musibah, merupakan akibat dari suatu sebab. Yakni merupakan konsekuansi logis dari kesalahan yang pernah dilakukan kemarin, minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu atau kesalahan yang pernah dilakukan (secara sadar maupun tidak) di masa lalu. Dan kenyataannya setiap orang pernah mengalami suatu musibah, karena bukankah semua orang tanpa kecuali pernah melakukan kesalahan ?!! Besar kecil, ringan beratnya suatu musibah, tentu saja sepadan dengan suatu kesalahan di masa lalu. Lebih berbahaya lagi karena kesalahan yang kita lakukan saat ini, apabila sampai mati kita baru sedikit menebus karmanya, maka hukuman itu tidak saja menimpa kita di alam sejati, namun bisa pula jatuh ke anak cucu kelak. Anak cucu bisa saja menanggung karma orang tuanya. Kita bisa pula dalam posisi sebagai anak turun yang masih menerima sisa-sisa karma para pendahulu kita. Sebaliknya, karma baik, bisa jadi kesuksesan dan kebahagian yang kita rasakan saat ini merupakan sisa-sisa karma baik para leluhur di masa lalu. Hal ini dapat untuk menjelaskan mengapa ada seseorang yang sering mencelakai orang lain, tetapi hidupnya kok bahagia dan sukses. Tentu saja kesuksesan dan kebahagiaan itu tidak akan berlangsung langgeng sampai akhir hayat. Karena hanya bersifat temporer, setelah sisa-sisa karma baik para leluhurnya habis, akan habis juga kebagahagiaan dan kesuksesan orang itu.

Karma Turunan bersifat Gaib

Wanita Baulawean. Uraian di atas merupakan contoh karma turunan yang mudah kita cermati pola hubungannya. Ada pula karma turunan yang sulit dibuka tabirnya. Terutama yang bersifat gaib. Misalnya wanita bahulawean. Tanda-tanda yang mudah disaksikan, jika wanita tersebut menikah, suaminya selalu meninggal dunia dalam usia perkawinan yang masih dini, antara 1 bulan hingga kurang dari 3 tahun. Mati bukan karena kecelakaan, biasanya karena sakit mendadak, atau menderita sakit ringan saja, tahu-tahu suaminya meninggal. Jika para pembaca telah memiliki kawaskitan yang memadai, akan dapat melihat, di dalam rahim wanita baulawean terdapat sebangsa ular dengan ukuran kecil, kira-kira sebesar pensil. Namun bukan sembarang ular, karena lebih bersifat metafisik atau bangsa alus. Tanpa disadari oleh istri maupun suami, ular metafisik itulah yang menjadi penyebab tewasnya si suami. Wanita bahulawean atau baulawean, memang biasanya ia tak tahu apa yang sedang dideritanya. Jika kita cari penyebab atau asal-usul keberadaan “ular” misterius tersebut, ternyata berasal dari karma. Celakanya, bukan karma akibat perbuatannya sendiri, melainkan karma turunan dari orang tuanya, bahkan dari kakek neneknya di masa lalu. Jika kita telusuri lebih dalam lagi kira-kira kesalahan atau dosa macam apa yang menjadi penyebab baulawean, saya pribadi menemukan benang merah, penyebab utamanya adalah mulut. Di mana mulut sering sekali lepas kontrol, tak disadari maupun disadari seringkali ucapannya menyakiti hati orang lain dalam kadar yang sudah sangat keterlaluan. Memutus karma seperti ini cukup sulit, karena yang dapat kita buang hanyalah “ular” misterius tersebut. Sementara karma bisa saja berubah dalam bentuk lain. Namun setidaknya, kita bisa menyarankan seroang baulawean untuk melakukan koreksi diri, dan berusaha untuk memperbaiki masa lalu para leluhurnya. Caranya antara lain, cari dan mintakan maaf kepada orang-orang atau keluarga yang dirasa memusuhi keluarganya, terutama para leluhurnya, atas segala kesalahan yang dulu pernah dilakukan oleh para leluhurnya. Walau hal itu tidak signifikan merubah “nasib” mereka yang telah pindah alam keabadian, namun setidaknya dapat mengurangi karma turunan yang menimpanya.

Nafas bau bangkai. Selain wanita baulawean, saya pernah secara tak sengaja menemukan seorang yang menderita nafas bau bangkai. Sudah puluhan dokter ia kunjungi. Sudah sekian macam obat dan jamu ia minum. Tapi penyakit itu tak kunjung sembuh, bau bangkai tetap keluar dari rongga mulutnya. Sampai sampai tak ada perempuan yang mau menikah dengannya, hingga usia tua. Alhasil, penyebabnya sama seperti wanita baulawean, berupa karma turunan. Orang itu akhirnya sembuh setelah memalui metode yang sama diterapkan untuk menangani perempuan baulawean. Bedanya hanya pada saat menyingkirkan “ular” misterius saja. Karena penderita nafas bau bangkai tidak ditemukan makhluk macam manapun di dalam tubuhnya.

Karma tak langsung. Masih dalam pola hubungan karma turunan. Yakni korban bencana alam, atau orang yang nasibnya terpuruk, sementara ia sudah menjalani hidup dalam batas kewajaran sebagai manusia yang gemar membantu dan menolong sesama, dengan ketulusan pula.

Masih banyak untuk dijabarkan di sini, adanya beragam penyakit sebagai akibat dari berlangsungnya karma atas perbuatan sendiri, maupun karena karma turunan. Tentu akan saya jabarkan pada kesempatan dan tulisan berikutnya. Misalnya suatu karma tentang berpindahnya penyakit dari orang yang sering dianiaya, kepada orang yang sering menganiaya lahir batinnya. Semua itu bukan lagi teori, tetapi pengalaman demi pengalaman yang terjadi disekitar kita.

Karma Turunan dan Ketidakadilan Hukum

Kita jangan tergesa menuduh dan menyimpulkan, jika hukuman atau karma turunan bersifat buruk dan selalu berarti azab atau musibah dan celaka bagi seorang yang ditimpanya. Telah saya singgung dalam tulisan terdahulu, kami kemukakan dalam tema,”merubah musibah menjadi anugrah”. Memang sekilas terasa merupakan sesuatu ketidakadilan. Namun anggapan demikian ini salah kaprah, karena disebabkan kurangnya pemahaman yang mendalam terhadap seluk-beluk karma turunan. Karma turunan bisa berubah menjadi ladang amal kebaikan, atau tanaman yang berkualitas baik yang dapat menghasilkan buah berlimpah ruah yang dapat kita tuai sendiri hingga anak cucu kelak. Namun semua itu tergantung si penerima karma turunan. Kita sendiri bisa memutus karma turunan itu dengan suatu kiat-kiat hidup. Tentu pemutusan karma turunan itu bisa dilakukan, dengan bekal kita harus mampu mengerti dan memahami apa sejatinya hidup dan kehidupan ini. Untuk itu dibutuhkan kesadaran spiritual yang memadai. Untuk mengurai karma turunan, saya mencoba menggunakan ngelmu Jawa, (maklum saya miskin pengetahuan lainnya). Kiatnya sederhana, tebuslah kesalahan ortu, atau para leluhur yang menjadi sumber karma. Cara penebusan juga cukup sederhana, lakukan kebaikan, ketulusan, welas asih kepada lingkungan alam dan seluruh isinya.  Kunci keberhasilannya, tentu saja masih harus disertai ketulusan tanpa batas. Tahap awal, kita harus menyadari bahwa apa yangs sedang  kita alami merupakan karma turunan, akibat kesalahan ortu dan para leluhur di masa lalu. Memang bukanlah kesalahan atas perbuatan yang kita lakukan sendiri. Tentu kesadaran ini dapat menyulitkan kita untuk menggapai keadaan tulus tanpa batas. Kita perlu menyadari suatu rumus berikutnya, yakni jika semakin tulus, semakin cepat selesai pula karma turunan. Menjalani karma, bagaikan menjalani vonis dalam lembaga pemasyarakatan (LP). Berlakulah baik selama di dalam lembaga pemasyarakatan, supaya mendapat remisi, atau potongan dan dispensasi masa hukumannya. Jangan suka grenengan, menggerutu, apalagi timbul sikap tidak terima. Justru akan membuat masa hukuman menjadi sia-sia. Seperti halnya gol yang dianulir wasit. Penderitaan yang anda alami akan menjadi sia-sia, ibarat anda sudah menginjak anak tangga paling atas, lantas terpuruk lagi jatuh, dan harus memulai memanjat anak tangga dari bawah. Hal itu menjadi penyebab, mengapa seseorang mengalami derita sepanjang masa, selama hidupnya selalu sial.

Di balik berlangsungnya karma turunan, sebagai bentuk keadilan hukum alam, maka mekanisme alam semesta telah menyiapkan derivasi rumus lainnya.  Karma turunan akan berubah menjadi segudang berkah anugrah yang berlimpah ruah. Anda sendiri tak akan bisa menghabiskan, sehingga akan meluber, sumrambah, mengalir kepada anak turunnya kelak. Apa yang dianggap musibah, akan berubah menjadi anugrah agung. Asal kita semua mau memahami, menghayati, dan mengimplementasikan kuni-kuncinya.

KEMANA JATUHNYA KARMA TURUNAN

Singkat saja, karma turnan akan jatuh kepada orang-orang atau anak turun yang paling dicinta atau paling disayang. Barangkali hal ini sebagai bentuk keadilan alam pula. Coba, lebih adil mana jika karma turunan jatuh ke anak yang paling tidak disayang. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Nah, tidak sayang atau pun kebencian belum tentu tepat pada duduk permasalahannya. Kadang hanya karena faktor emosi orang tua dan parameter yang begitu kompleks. Artinya, kebencian ortu pada anak belum tentu karena si anak bukan anak baik-baik. Bisa juga disebab faktor ortunya sendiri. Karena ortu tidak selalu pada pihak yang benar.  Sekalipun ortu di mana-mana sama saja, selalu bilang bahwa semua anak mendapatkan kasih sayang sama-rata. Tapi kenyataannya tidak demikian, kita bisa mencermati dari sikap tindaknya kepada masing-masing anak. Anggap saja hal itu sebagai sesuatu yang wajar dan biasa-biasa saja.  Coba cermatilah diri Anda, apakah sebagai anak yang paling disayang ortu? Jika di antara Para Pembaca yang budiman merasakan hal yang sama, bersyukurlah saja, karena di hadapan Anda sedang disajikan “ladang amal”. Manfaatkan agar betul-betul menjadi  ladang amal, toh Anda sendiri dan anak turun kelak yang akan mengunduh hasil panen atas apa yang anda tanam di ladang amal pada hari ini.

Nilai Utama ; Memenuhi Tanggungjawab Orang Lain

Nilai paling utama pada saat kita menebus karma turunan, karena kita menyelesaikan tanggungjawab orang lain, bukan tanggung jawab kita sendiri. Rumus ini berlaku pula manakala Anda mengangkat seorang bocah terlantar menjadi anak angkat anda. Kenapa anak angkat seringkali jauh lebih ngrejekeni (membawa rejeki) dibanding anak sendiri ? Itulah jawabnya, karena anda memenuhi tanggungjawab orang lain. Sepadan pada saat Anda membantu atau menolong orang yang sedang dalam kesulitan besar. Esnsi dari menolong dan membantu sesama, adalah Anda menghandle beban hidup orang lain menjadi tanggungjawab anda. Itulah nilai kebaikan paling utama. Silahkan dibuktikan sendiri. Karma baik dengan segera akan Anda rasakan. Ngunduh uwohing pakarti akan segera anda alami. Kebaikan yang anda lakukan akan berbalik pada diri anda sendiri, bahkan dengan rumus gema suara, kebaikan akan menjadi berlipat ganda. Asalkan dengan ketulusan & ikhlas tanpa batas.

Sampai di sini, saya menyimpulkan, bahwa “pagar gaib” yang paling kuat mampu membentengi diri kita sendiri dari segala macam marabahaya, musibah dan bencana, tidak lain adalah kebaikan yang kita lakukan. Semakin banyak kebaikan kita lakukan, semakin tebal dan kuat pula “pagar gaib” menyelimuti diri kita. So, tak perlu kita minta-minta dipagari dengan berbagai ilmu kebal. Karena yang mampu melakukan pemagaran paling kuat, adalah diri kita sendiri. Pemagaran yang dilakukan oleh orang lain, hanya bersifat temporer atau dapat bekerja untuk sementara waktu saja. Setelah itu akan pudar lagi, lantas menjadi mudah diguna-guna, disantet, tenung, dan dicelakai oleh orang lain.(Aki Sabda)

Sumber//>http://sabdalangit.wordpress.com

 
Oleh: cahayapelangi | Agustus 20, 2011

TUNE UP POTENSI DIRI !!

TINGKAT KESADARAN OTAK

Telah lama diteliti bahwa selama hidupnya, manusia hanya menggunakan kurang dari 10% potensi diri yang tersembunyi di dalam otak. Bahkan sebagian besar manusia menggunakannya di bawah bilangan 5%. Lalu kemana yang 90% ? Jawabannya adalah potensi diri tersebut menunggu untuk digali. Dua dekade terakhir, penelitian tentang potensi diri manusia mengalami peningkatan yang signifikan. Semakin banyak metode-metode up to date dengan hasil penelitian yang mengungkap potensi diri dengan cara pengembangan potensi otak manusia. Bagaimanakah hubungan antara potensi diri atau potensi otak ini dengan kehidupan anda ? Pada realitasnya keduanya mempunyai hubungan yang erat sekali. Hal ini berarti, kemampuan anda untuk mengoptimalkan daya  otak anda akan sangat membantu anda untuk meraih target kesuksesan anda.

JEMPUTLAH ANUGERAH TUHAN DENGAN POTENSI DIRI

Potensi diri manusia sungguh luar biasa dahsyatnya. Lihatlah hasil karya potensi diri manusia di muka bumi ini. Meliputi berbagai bidang disiplin ilmu mengeksplorasi luasnya jagad besar (makrokosmos), teori-teori fisika dan kimia yang membuat manusia mampu pergi menjelajah ke bulan, mengeksplorasi luasnya angkasa luar,  meluncurkan satelit dengan kemampuan membaca setiap detil peta bumi secara lengkap dan jelas, menciptakan pesawat terbang super canggih, pesawat ulang alik nan menghebohkan, menciptakan kapal selam super power, menemukan jejaring internet yang membuat dunia ini serasa mengkerut  seolah-olah bagaikan dalam  genggaman tangan. Begitu juga eksplorasi ke dalam jagad kecil (mikrokosmos) yang teramat rumit dan njelimet, temuan-temuan dalam bidang ilmu biologi, neuro science, neurologi, fisiologi, kimia mikro dan teknologi medis yang membuat manusia mampu  menciptakan organ-organ tubuh imitasi yang dapat mengganti fungsi organ ciptaan Tuhan yang telah rusak. Ilmu ekonomi yang mampu membuat imperium bisnis sangat besar dan kuat, digabung dengan ilmu sosial dan politik mampu menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara belahan bumi Eropa, Amerika dan Asia. Semua itu merupakan buah karya potensi otak manusia. Dahulu, sesuatu yang dianggap sebagai kodrat (harga mati) yang tak bisa lagi dirubah (diwiradat), kini manusia semakin membuktikan diri mampu membuat temuan-temuan dan hasil karya yang menakjubkan, boleh jadi dianggap mukjizat. Meciptakan lensa mata imitasi menggantikan lensa asli yang rusak terkena katarak atau aksiden, menganti jantung manusia dengan jantung binatang, bahkan dengan alat pemacu kerja jantung membuat seseorang mampu bertahan hidup puluhan tahun lagi.

Bukankah tugas manusia di bumi ini untuk membaca, memahami, lalu menghayati bahasa dan ilmu Tuhan yang Mahaluas tiada batasnya itu. Bukankah setiap ada kesulitan, manusia selalu tertantang berikhtiar menemukan jalan keluarnya ? Maka tak heran bila dalam teknologi elektronika-metafisika, manusia telah menemukan alat penyadap keberadaan roh halus dan eksistensi makhluk gaib lainnya. Bahkan mungkin manusia masa depan akan mampu mendeteksi dan menshooting dengan kamera khusus yang dapat menangkap berbagai wujud makhluk halus.

Perkembangan potensi manusia tentunya tidak akan berkembang pesat apabila mental spiritual, dan pola pikirannya masih terbelenggu oleh sistem nilai yang diam-diam mengikat kesadaran dari dalam alam bawah sadar Anda sendiri. Agama  pun sesungguhnya bukan untuk mengungkung mental, mengurung kesadaran dan kebebasan berfikir, serta membelenggu kemampuan jelajah spiritual manusia.  Sebaliknya, sungguh ideal di saat mana agama dipahami sebagai guidance (pemandu jalan) agar potensi dan prestasi manusia mampu mengembangkan kemampuan pikirnya secara maksimal, dengan orientasi yang terarah, bermanfaat sebagai berkah bagi alam semesta dan seluruh isinya. Pada hakekatnya peran semua agama bukan bertujuan untuk membatasi perkembangan potensi diri, kreatifitas dan kreativitas inovasi manusia. Melainkan menjaganya agar jangan sampai inovasi manusia disalahgunakan sehingga membuat kerusakan-kehancuran di muka bumi. Sebagai contoh, bila Anda percaya bahwa Tuhan itu berkah bagi alam semesta maka dinamit bukan untuk digunakan membunuh manusia lainnya, melainkan untuk menciptakan energi yang dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat, serta menjaga dan melestarikan anugrah Tuhan berupa lingkungan alam.

Dapat dibayangkan besarnya prestasi apabila manusia mampu mendayagunakan potensi diri yang lebih besar lagi, hingga mencapai 50 % nya saja. Sebab biar seberapapun kemajuan dan kedahsyatan potensi manusia seperti contoh di atas, kenyataannya bagian yang 90% potensi masih terpendam di dalam diri dan dibiarkan sia-sia begitu  saja. Maka tugas masing-masing kita adalah bisa membuka, menggali, mengenali, mengembangkan, lalu memanfaatkan potensi diri lebih baik daripada hari ini. Bukan untuk mengejar kepentingan pribadi, melainkan untuk menggapai kebaikan yang lebih utama, yakni menghayati makna berkah bagi alam semesta, dengan berprinsip memanfaatkan hidup kita agar berguna bagi sesama, seluruh makhluk, dan lingkungan alam. Apabila prinsip ini Anda terapkan dalam lembaga terkecil keluarga, niscaya keluarga anda akan harmonis, tenteram, selamat, sejahtera, dan selalu kecukupan rejeki. Kalis ing rubeda, nir ing sambekala. Terlindung dari segala kefakiran ; fakir kesehatan, fakir harta, fakir ilmu, fakir hati nurani, fakir budi pekerti.

Demikian pula apabila hal serupa terjadi di dalam lingkup wilayah yang lebih luas : kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi, dan negara, maka ketidak-tentraman, kekisruhan, perselisihan, percekcokan, konflik di antara warga bangsa, antara pemimpin dengan rakyatnya, antar pemimpin dengan pemimpin lainnya, hampir pasti selalu berakibat tertutupnya pintu rejeki dan pintu-pintu anugrah yang disiapkan alam semesta (Tuhan). Nasib bukan tergantung Tuhan, tetapi tergantung pada diri kita sendiri. Alam semesta (Tuhan) telah meletakkan dan menyiapkan rejeki serta anugrah “di suatu tempat”  dan tugas kita adalah menjemputnya. Maka tak pelak lagi, negeri ini akan menggapai konsep tatanan sosial “RATU ADIL” di mana nusantara menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja.

Secara teknis, untuk menjemput anugerah memerlukan kesadaran diri untuk mengembangkan potensi dalam diri. Untuk mengembangkan potensi diri, kita harus terlebih dahulu memahami 3 unsur utama yang mempengaruhi kepribadian manusia. Ketiga unsur tersebut sangat menentukan potensi diri dan  menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang, adalah sebagai berikut :

  1. Data InPut. Data input di antaranya mencakup  sistem kepercayaan, ilmu pengetahuan, tradisi, budaya, lingkungan pergaulan dan pengalaman hidup. Semua itu merupakan faktor yang menentukan pola pikir (mind set) seseorang. Sistem  kepercayaan mencakup seperangkat nilai, sesuatu yang dianggap berharga, segala sesuatu yang diyakini, dan segala sesuatu yang dianggap benar. Cara pandang agama dalam memahami kehidupan ini akan berpengaruh terhadap cara pandang atau pola pikir (mind set) yang dimiliki para penganutnya. Demikian pula ilmu pengetahuan, tradisi, budaya, pengalaman hidup semuanya merangkum seperangkat nilai yang berisi bagaimana tingkat kesadaran manusia memahami setiap lini kehidupan ini. Tingkat kesadaran ini tercermin dalam pola pikir setiap individu.
  2. Pola Pikir (mind set) atau dalam ilmu Jawa disebut Båwå : disebut pula sistem berfikir merupakan faktor penentu sistem perilaku atau kepribadian seseorang (behavior). Menentukan bagaimana seseorang mengambil atau menentukan suatu rencana tindakan. Pola pikir akan menentukan respon terhadap segala sesuatu yang terjadi di dalam diri (inner world) maupun lingkungan sosial dan lingkungan alamnya. Pola pikir setiap individu dipengaruhi oleh tingkat kesadarannya. Tingkat kesadaran ditentukan oleh pengalaman pribadi, lingkup pergaulan, ilmu pengetahuan, sistem kepercayaan, mitologi, dan kebudayaan. Pola pikir ini kemudian akan menentukan pola perilaku atau sistem perilaku.
  3. Sistem perilaku / Kepribadian (behavior) atau dalam ilmu Jawa disebut Solah :  adalah faktor yang menentukan tata cara berinteraksi, bertindak, berbuat atau penentu perbuatan terhadap dunia luar, lingkungannya, atau segala sesuatu peristiwa di dalam diri maupun lingkungan sosialnya.

Data in put ditampung dalam memori alam pikiran bawah sadar. Kadang data-data yang telah tersimpan di dalam alam pikiran bawah sadar akan muncul secara otomatis tanpa anda sadari, yang mewarnai sikap, tabiat, jalan pikiran, dan pendapat yang anda kemukakan. Alam bawah sadar bagaikan stockpile atau database yang menyimpan banyak potensi diri maupun impotensi diri. Alam pikiran bawah sadar  dapat muncul dalam kondisi darurat, atau dalam keadaan hening rileks, dan biasanya bekerja secara spontan.  Kiranya sebelum membahas lebih lanjut perlu diulas sedikit apakah alam pikiran bawah sadar itu ?

ALAM PIKIRAN BAWAH SADAR

Alam pikiran bawah sadar bukan berarti tiadanya kesadaran. Sebaliknya, justru di situlah kesadaran level lebih tinggi (higher consciousness) diri anda berada. Hanya saja kenapa disebut alam pikiran bawah sadar, karena pada saat kita memahami alam pikiran bawah sadar ini kita masih menggunakan perspektif alam pikiran sadar yang belum memahami kesadaran pikiran bawah sadar kita sendiri.  Apabila anda telah sukses mengoptimalkan alam pikiran bawah sadar, maka sudah tidak ada lagi “tembok penyekat” antara alam pikiran bawah sadar dengan alam pikiran sadar. Sebaliknya alam pikiran sadar anda selalu menyadari apa yang dipahami alam pikiran bawah sadar. Jika anda terbiasa mengolah batin, anda akan memiliki kemampuan tersebut.

Di manakah letak alam pikiran sadar dan alam pikiran bawah sadar berada ? Berdasarkan pengukuran melalui alat yang dinamakan Electro-encepalograph dan perangkat eletronis pengukur kinerja otak lainnya, pada dasarnya otak memiliki 4 Fase Gelombang yaitu Bheta, Alpha, Theta, dan Delta. Sementara itu, terdapat pula gelombang gamma, di mana diindikasi sebagai gelombang tak beraturan. Namun gelombang gamma perlu pengkajian yang lebih mendalam dan panjang lebar, sehingga tak perlu untuk kita bahas di sini. Mungkin akan bisa kita bahas  pada thread selanjutnya.

Bheta

 

Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 12 – 40 Hz/Second. Di saat mana anda sedang sangat aktif seperti mengobrol, memikirkan banyak hal, mengerjakan sesuatu, gugup/gelisah atau keadaan aktif lainnya. Gelombang Bheta sangat diperlukan jika kita harus memikirkan beberapa hal sekaligus, tapi TIDAK dibutuhkan  jika kita ingin menyerap informasi secara cepat, tepat dan akurat. Kemampuan analisa gelombang Bheta sangatlah terbatas, hanya mampu menampung sekitar 7-10 bit data dan masalah per session. Gelombang bheta biasanya cepat menemui jalan buntu. Buktinya, jika anda sedang banyak masalah dan pekerjaan yang anda pikirkan, maka anda akan mengalami perasaan panik, risau, kalut, hingga jalan buntu tidak bisa lagi mikir jalan keluar.

Alpha

Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 12-8 Hz/Second. Fase otak penuh kreatifitas, di mana otak dalam keadaan yang lebih rileks. Fase ini sangat baik untuk belajar, menyerap informasi, melakukan terapi, mempercepat proses penyembuhan, meningkatkan kekebalan tubuh, juga mengurangi stress mental-emosional dan fisik. Sering disebut sebagai keadaan Meditasi Dasar. Fase alpha merupakan jembatan antara kesadaran bheta dengan theta. Pada saat semedi/meditasi Anda dapat menangkap sinyal-sinyal akurat yang dipancarkan oleh kesadaran theta. Buktikan, jika anda sedang kalut, panik, resah, gelisah, pikiran menemui jalan buntu, lalu lakukan penurunan gelombang otak ke level alpha. Caranya lakukan konsentrasi dan relaksasi dengan hanya memikirkan satu hal saja yang membuat anda senang dan gembira. Bisa pula anda melakukan posisi meditasi, semedi atau zikir, semuanya targetnya sama yakni keheningan pikir. Setelah itu anda akan benar-benar menemukan jalan keluar, pikiran anda terbuka dan menjadi jernih cemerlang.

Theta

Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 8-4 Hz/Second. Fase gelombang otak yang lebih dalam, yaitu saat anda ada dalam kesadaran meditatif atau trance. Fase ini sangat bagus untuk proses auto-sugesti/auto-hypnosis. Pada fase inilah “mimpi” terjadi, sehingga dengan teknolgi yang mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh mimpi “Extra-Sensory Perception” atau biasa disebut kewaskitaan/wangsit. Melalui fase ini anda dapat menemukan jawaban yang tepat atas suatu permasalahan yang rumit dan berat. Dapat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, tanpa harus susah payah melakukan penelitian dan pengumpulan data terlebih dulu. Namun kelemahannya, jawaban yang muncul dari alam pikiran bawah sadar biasanya masih berupa SIMBOL yang masih harus anda jabarkan dan maknai secara tepat. Kesalahan dalam memaknai dan menjabarkan bahasa SIMBOL akan berakibat suatu pemahaman dan tindakan yang tidak tepat. Kiat suksesnya sederhana saja; berusahalah untuk menjabarkan dalam kadar nilai yang bersifat universal dan netral, bebas dari rasa egoisme, etnosentrisme, rasisme, dan pilih kasih. Sebagai contoh; dalam kesadaran meditatif anda muncul gambaran sosok manusia seperti patung liberty. Anda tidak perlu mengartikannya sebagai malaikat, atau harus pergi ke Amerika untuk menemui patung tersebut. Tapi pahamilah HAKEKAT patung tersebut, yakni simbol dari kedamaian dan ketentraman hidup.

Delta

Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 4-0,1Hz/Second. Delta merupakan fase gelombang otak yang terakhir dan paling dalam. Keadaan ini diperoleh saat anda tidur nyenyak atau keadaan koma. Dengan mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh kondisi tidur yang nyenyak dan berkualitas. Dengan teknik tertentu, fase ini dapat menghubungkan antara theta Anda dengan Energi Kesadaran Astral. Melalui fase ini pulalah anda dapat mewujudkan energi pikiran menjadi materi. Bahkan dapat weruh sadurunge winarah, melihat sesuatu yang akan terjadi. Anda dapat berhasil menggapai Energi Kesadaran Astral di mana anda bisa mengalami MELEK SAJRONING TURU. Jiwa anda sadar walau dalam keadaan tidur pulas. Ciri-ciri awal keberhasilannya ; Anda dapat mendengar suara dengkuran atau suara nafas anda sendiri pada saat anda sedang tidur pulas.

DAPATKAH PIKIRAN SADAR MENYADARI ALAM BAWAH SADAR ?

Gelombang otak pada frekuensi bheta dan alpha berada di level alam pikiran sadar. Sedangkan frekuensi theta dan delta disebut sebagai alam pikiran bawah sadar. Sekali lagi, bukan berarti tidak adanya kesadaran otak/pikiran. Melainkan disebut alam bawah sadar, karena kesadaran delta dan theta belum mampu dipahami oleh kesadaran alpha dan betha (pikiran sadar). Fungsi alam bawah sadar merupakan stockphile atau memory card yang menampung dan menyimpan “bahan-bahan” jadi hasil olahan pikiran sadar yang sudah terseleksi oleh RAS (reticular activating system). Sedangkan pikiran sadar berfungsi sebagai “mesin produksi” bahan “olahan jadi” tersebut. Tugas pikiran sadar adalah memberi pemaknaan, lalu disaring mana yang dianggap memiliki nilai/value untuk dimasukkan ke dalam alam bawah sadar. Misalnya anda memaknai suatu yang hanya sekedar “keyakinan” tetapi Anda anggap sebagai kebenaran faktual, maka RAS anda akan menginstalnya ke dalam alam pikiran bawah sadar. Lalu tanpa anda sadari pola pikir dan perilaku anda akan diwarnai oleh makna/nilai yang tersimpan dalam alam pikiran bawah sadar.

PROSES PEMAKNAAN/PENILAIAN

Proses indoktrinasi, yang dilakukan oleh lembaga pendidikan-pengajaran agama, maupun lembaga militer pada umumnya memilih prinsip monolog, dan anti-dialog. Karenanya proses tersebut TIDAK BEBAS NILAI alias tetap berpegang pada asas kepentingan (naratif). Sementara pendidikan umum yang bersifat akademik-ilmiah-intelektual lebih memilih proses dialektika yang mengutamakan proses dialogis dengan mendasarkan diri pada prinsip BEBAS NILAI (deskriptif). Bukankah peristiwa alam, rumus-rumus alam yang ada adalah bebas nilai?!! Bukankah yang memberi nilai adalah pikiran dan kepentingan manusia ?!! Nah, RAS sangat dekat hubungannya dengan pemaknaan atau penilaian manusia terhadap suatu hal. RAS akan “menginstal” data matang (nilai/pemaknaan) yang dianggap penting dan bernilai ke dalam alam pikiran bawah sadar.

Sementara itu cara kerja RAS adalah sebagai berikut :

  • Data-data (stimulan) diolah oleh rasio/pikiran sadar, lalu masuk ke pikiran bawah sadar melalui proses penyaringan diri, dinamakan RAS (reticular activating system).
  • RAS tidak hanya menerima bahan jadi (nilai/pemaknaan) dari pikiran sadar, tetapi juga mengirim nilai/pemaknaan tersebut ke alam pikiran sadar. Kelemahannya : “Bahan jadi” yang telah diberi nilai oleh alam pikiran sadar dapat berupa “bahan jadi” yang konstruktif (positif/obyektif) bisa pula “bahan jadi” yang destruktif (negatif/distortif).
  • RAS bekerja otomatis tergantung pada kondisi gelombang otak, pemikiran dan emosi. Fungsi RAS adalah menginstalasi dan uninstalasi program ke atau dari dalam alam bawah sadar.
  • Kejadian /peristiwa bersifat netral bebas nilai. Sementara itu yang memberi nilai adalah pikiran sadar kita.

Persoalannya, bagaimana kita memilih program (nilai/pemaknaan) yang bermanfaat, bagaimana menentukan program positif. Positif bernilai universal dan positif bernilai individual. Program positif individual akan dipengaruhi oleh stimulus yang berasal dari luar diri. Sementara itu, program positif universal bersumber dari rahsa sejati yang menciptakan stimulan dalam otak sebelah kanan (spiritual spot). Misalnya nilai universal hukum sebab akibat yang memandang Puncak dari penyebab (penyebab sejati) dari seluruh kejadian di alam semesta ini disebut sebagai Tuhan (God) atau Causa Prima. Sesuatu yang ada (being) namun keberadaanya (eksistensi) tidak disebabkan oleh apapun juga.

Agar alam pikiran bawah sadar kita tidak keliru malah menumpuk “barang rongsok”, atau “racun dunia”. Oleh sebab itu diperlukan suatu prinsip yang paling sederhana dan aman sebagai pedoman dalam melakukan penilaian dan pemaknaan atas segala sesuatu. Yakni dengan prinsip ; apakah sesuatu itu memiliki faedah untuk diri kita, orang lain, dan lingkungan alam atau tidak. Salah satu patokan dasar yang biasa digunakan dalam falsafah Jawa adalah : sesuatu itu bagus/positif/baik kalau tidak ada efek menyakiti diri sendiri, menyakiti hati, mencelakai dan merugikan sesama/orang lain serta seluruh makhluk beserta lingkungan alam. Hal itu merupakan suatu prinsip kebaikan bersifat universal dalam rangka memberi nilai/memaknai segala sesuatu. Melampaui sikap rasialis, etnosentris, fanatis, egois, dan primordialisme. Dengan sikap demikian, RAS akan lebih akurat menyeleksi mana saja “bahan jadi” yang harus diinstal.

SULITNYA MENSORTIR DATA, MENGHILANGKAN DISTORSI

Sekali lagi, RAS hanya menginstal atau menguninstal data matang yang sudah dimasak (dinilai/dimaknai) oleh pikiran sadar / rasio. Kita masih perlu mensortir dan menghilangkan distorsi data yang disebabkan oleh kebodohan pikir dan lemahnya analisa. Semakin canggih dalam pensortiran, maka kita mampu menjadi insan yang waskita, permana, awas, cermat sehingga mampu membedakan mana “racun” mana pula “madu”. Jika ternyata “madu” maka RAS perlu menyimpan “database” ke dalam alam bawah sadar”. Atas dasar itu terdapat pepatah ; KEBODOHAN SANGAT DEKAT DENGAN KEJAHATAN DAN SEGALA MACAM KEFAKIRAN. Silahkan para pembaca yang budiman mencari orang yang mendem donga, mabuk agomo tapi bisa menciptakan teknologi super canggih. Kita cermati secara obyektif dan realistis saja, di Indonesia ini masih ada beberapa orang yang sibuk debat kusir soal sistem keyakinan, dogma, atau soal khalal-kharam, sementara bangsa lain tengah sibuk mencitakan teknologi serba digital, teknologi super nano, mengolah rumus fisika “hologram”,  yang semua itu dimaksud agar manusia lebih mampu memaknai apa sejatinya hidup ini, sehingga manusia menjadi bersikap lebih arif dan bijaksana. Sambil berharap-harap supaya dirinya bermanfaat bagi masyarakat dunia tanpa pilih kasih.

PENTINGNYA KEWASKITAAN, KECERMATAN HATI DAN PIKIRAN

Manusia waskita, awas, cermat, arif bijaksana akan mampu melakukan seleksi “data-data bahan jadi” secara akurat tepat, benar dan pas. Setahu saya, itu pula alasan mengapa tradisi Jowo mengutamakan mengolah dan mengasah ngelmu sastra jendra, supaya manusia pandai membaca “kitab teles” yang tergelar di jagad raya, tidak sekedar “produk” jarene, ujare, katanya. Data akurat yang sudah diseleksi dan benar-benar bersih dari “racun”, akan otomatis diseleksi untuk diinstal ke alam bawah sadar. Pernahkan anda merasa sudah tahu lebih dulu apa yang menjadi jawaban atas suatu kejadian sebelum rasio/logika anda melakukan analisa ? Jika pernah, berarti RAS dan alam bawah sadar anda dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Alam pikiran bawah sadar anda bukanlah sekedar keranjang sampah beracun melainkan berlian yang selalu memancarkan cahaya kebenaran, nur sejati, cahyo sejati.

CIRI ALAM BAWAH SADAR YANG MERDEKA

Alam bawah sadar yang MERDEKA, maksudnya adalah merdeka atau bebas dari belenggu distorsi yang disebabkan oleh berbagai macam polutan seperti ; imajinasi, reka-reka, ilusi, mitologi, dongeng bocah, ceunah ceuk ceunah, ujare, omonge, serta pemaknaan dan penilaian yang mengandung kadar SUBYEKTIVITAS tinggi. Bawah sadar anda pun akan menjadi “mata tembus pandang” yang mampu menyibak tirai rahasia. Membuka hijab yang bersifat lahir maupun batin. Sehingga terkadang anda heran sendiri, manakala menyadari keputusan spontan anda ternyata benar dan tepat padahal tanpa melibatkan analisa rasio anda lebih dulu. Hal itu terjadi karena alam bawah sadar anda telah menjadi “sumber mata air” kesadaran tinggi (higher consciousness) yang diam-diam tidak disadari oleh rasio/alam sadar anda sendiri. Kecepatan, ketepatan dan kemampuan analisanya jutaan kali lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan rasio/logika alam pikiran sadar anda sendiri. Alam bawah sadar sudah memuat data-data yang telah diolah menjadi bahan jadi, apabila sewaktu-waktu diperlukan akan menjadi MAKANAN INSTAN SIAP SAJI. Anda tak perlu lebih dahulu berbelanja dan memasaknya, anda tinggal menyantap saja. Sewaktu-waktu Anda perlukan, anda tinggal patrap jurus relaksasi, konsentrasi, hening lalu byarr…jawaban yang anda harapkan sudah tersaji dan siap santap. Kesadaran alam pikiran bawah sadar, ditandai dengan ide-ide yang inspiratif, inovatis, dan dinamis. Bila kita terbiasa mengolah keseimbangan antara alam sadar dan bawah sadar, kita akan mampu berfikir jernih, cepat, tepat, akurat walau dalam keadaan tertekan dan genting. Silahkan dibuktikan dan dinikmati hasilnya.

Pertanyaannya kemudian, apa saja faktor yang mempengaruhi cara menilai dan memaknai segala sesuatu ? Tentu saja hal itu disebabkan oleh suatu sistem nilai. Berikut ini saya ulas secara singkat beberapa faktor yang sangat mempengaruhi sistem nilai seseorang :

  1. Lingkungan terdekat misalnya : keluarga, orang-tua, saudara kandung, teman bermain, kelompok sosial, golongan, aliran/mazab. Misalnya anda memeluk suatu keyakinan tertentu, kenyataannya kejadian itu tidaklah spontan, atau tiba-tiba keyakinan yang anda anut sudah dibawa sejak procot lahir ke dunia. Melainkan karena faktor keturunan (kebetulan).
  2. Lingkungan sosial-budaya. Meliputi kebudayaan masyarakat, tradisi, sistem kepercayaan, falsafah/pandangan hidup, sub-kultur atau pola-pola perilaku masyarakat. Meliputi lingkungan sosial-ekonomi misalnya masyarakat agraris, maritim, atau industri. Lingkungan sosial terdekat (keluarga), lingkungan masyarakat, sistem pendidikan, dan sistem politik. Misalnya kita memiliki sistem nilai yang bersumber dari suatu keyakinan. Kita menganut suatu keyakinan bukan karena pilihan, namun karena faktor-faktor kebetulan, bahkan tak jarang karena faktor paksaan. Misalnya mengikuti agama orang tua, disebut juga sebagai agama warisan. Lalu dikembangkan sebagai keyakinan mutlak. Sementara yang lainnya menganut suatu keyakinan karena takut pada daulah THEOKRASI yang biasanyafasis-totaliter. Semua itu melahirkan sistem nilai, dan sistem nilai menjadi pedoman kita untuk menilai dan memaknai segala sesuatu.
  3. Generalized other. Atau figur yang dijadikan tulada/suri tauladan yang anda jadikan sebagai panduan dan komparasi dalam menilai dan memaknai kehidupan ini. Bisa berupa tokoh politik, agamawan, budayawan, negarawan, dan bisa jadi tokoh bajingan, namun semua itu pada prinsipnya adalah orang-orang yang dikagumi.
  4. Pengalaman hidup meliputi pengalaman spiritual, baik berupa pengalaman rohani maupun pengalaman jasmani. Kesimpulan-kesimpulan realitas maupun idealitas akan menentukan tingkat kesadaran dan pemahaman spiritual masing-masing individu. Kesadaran dan pemahaman itu akan menjadi sistem nilai yang dijadikan dasar atau patokan dalam menentukan baik buruknya segala sesuatu.

Manusia “Linuwih”

Manusia linuwih tidak lantas berarti orang yang sakti mandraguna. Linuwih adalah memiliki kelebihan dibanding rata-rata orang. Kelebihan itu terletak pada prinsip keseimbangan. Sebagaimana keseimbangan yang ada di dalam mikrokosmos (jagad kecil atau diri pribadi) dan keseimbangan yang ada dalam makrokosmos (jagad besar atau alam semesta). Manusia seperti ini disebut sebagai manusia kesadaran KOSMOLOGIS. Pada galibnya, hubungan keduanya juga saling cross cuting harmony atau saling silang-menyilang dalam hubungan yang seimbang. Yakni, manusia selaras, sinergis, dan harmonis dengan alam semesta (manjing ajur ajer dengan pusaka hasta brata) atau kesimbangan mikro-makro kosmos. Di sini pembahasan saya tekankan pada adanya keseimbang di dalam  mikro-kosmos terutama pada keseimbangan gelombang otak. Keseimbangan antara gelombang beta, alpha, tetha, dan delta. Untuk menyelarasakan 4 gelombang tidaklah mudah, karena banyaknya kendala yang harus dilenyapkan. Oleh sebab itu untuk menyeimbangkan gelombang otak, perlu proses pelatihan dengan menerapkan beberapa teknis melatih diri.

Manfaat Stimulasi Penyeimbangan Gelombang Otak

  • Memprogram ulang pola pikiran dan perasaan anda menjadi mudah meraih sukses.
  • Menjadi lebih produktif dan kreatif
  • Menjadi lebih relaks dan bebas stress
  • Meraih sukses lebih cepat di bidang apapun
  • Mearaih kredit poin lebih tinggi pada prestasi kerja anda
  • Memiliki daya tangkap dan daya ingat lebih baik, cepat, kuat dan permanen
  • Memiliki kepercayaan diri lebih baik
  • Memiliki kemampuan komunitas bisnis dan sosial yg lebih baik
  • Mampu memecahkan berbagai masalah secara kreatif
  • Menghilangkan berbagai macam kebiasaan dan tabiat buruk
  • Emosi dan mood lebih stabil
  • Meningkatkan kemampuan otak
  • Meraih hasil-hasil tersebut (perubahan diri) dalam waktu lebih cepat dan singkat.

 

EFEK MEDITASI

Pada saat kita berada dalam situasi panik, gagap, gugup, tidak percaya diri, kalut, atau beban pikiran yang terlalu banyak, akan membuat katub RAS mengunci rapat, sehingga memungkinkan pikiran anda justru mengalami jalan buntu. Sebaliknya pada saat anda melakukan meditasi, kemudian mencapai kondisi relaksasi (gelombang alpha), maka katup RAS akan membuka, menjadi celah untuk masuk dan keluarnya arus data dari alam pikiran bawah sadar menuju alam pikiran sadar, dan sebaliknya dari alam pikiran sadar menuju alam pikiran bawah sadar. Perhatikan anak panah berwarna orange adalah proses masuknya data ke dalam alam pikiran bawah sadar. Sebaliknya anak panah berwarna hitam adalah proses keluarnya data dari alam pikiran bawah sadar ke alam pikiran sadar.

salam karaharjan

semoga bermanfaat…

Sumber//>http://sabdalangit.wordpress.com

Oleh: cahayapelangi | Juli 31, 2011

Alter Terahasia Bangsa Melayu .IV

Siapakah Melayu?Darimanakah asalnya Melayu itu?Ketika ramai pengkaji memperdebatkan kaum-kaum yang hilang seperti The Lost Tribe of Israel,Atlantis,Lemuria,Sodom and Gomorrah malah masih mencari-cari siapakah Gog and Magog,rahsia bangsa misteri ini masih terpelihara di dalam tabut rahsia sejak beribu-ribu tahun.Tiada siapa yang tahu dari mana asalnya bangsa ini.Bagaimana bangsa ini boleh wujud di tanah paling selatan benua Asia,’di penghujung dunia’.Bangsa yang hilang masih tidur dan ditidurkan.’Di hujung dunia’,setelah penat mengembara,bangsa misteri berehat dan berehat…tidur dengan lenanya…senyap sunyi tanpa siapa mengganggu walaupun Hitler telah pergi ke Tibet menjejak bangsa misteri,tetapi dia juga ketinggalan jejak mereka…dimanakah bangsa misteri ini meneruskan perjalanan mereka?Masih adakah masa lagi untuk menjejaki mereka?

‘Dihujung Dunia’ bangsa ini masih nyenyak tidur!

At World’s End

Sudah penat menjejak bangsa ini.Ke mana lagi mereka ingin berjalan?Begitu teguh azam mereka.Begitu berani lelaki-lelaki mereka meredah panas padang pasir dan ribut salji,begitu setia wanita-wanita mereka mendukung anak dengan wajah tersenyum walaupun keletihan.Tidak terdaya kaki ini melangkah mengikut hayunan langkah mereka yang semakin laju.

Kemana mereka ingin pergi?

Dimanakah mereka ingin tujui?

Tunggu!

Tunggu aku!

Aku ingin ikut kamu!

Jangan tinggalkan aku!

Ke mana kamu semua ingin pergi?

Cakap!Ke mana kamu semua ingin pergi!?

Tidak seseorang pun mahu berkata-kata.Tidak seorang pun mahu menjawab pertanyaan itu.Semuanya menundukkan wajah mengikut langkah ketua mereka.Semakin laju.Semakin pantas.Apa yang ingin dikejar mereka pun langsung tidak diketahui.Kaki yang lemah tidak mampu lagi dihayun.

Lalu terjatuh.Mata hanya mampu memandang wanita terakhir yang berada di barisan paling belakang bangsa pengembara itu.

Mereka semakin jauh di hadapan.Diri ini masih merangkak-rangkak melambai-lambai ke arah mereka.

Tiada siapa peduli.Mereka semakin sayup.Mulut pun merintih…

“Kenapa tinggalkan aku…?”

Wanita terakhir di barisan paling belakang tiba-tiba menoleh.Sungguh ayu wajahnya.Dua mata saling bertentang.Redup matanya menggamit misteri yang paling aneh.

Wanita Melayu Terakhir.

Jika itulah nama yang ingin diberikan kepadanya.

Tiba-tiba wanita muda itu berpaling ke hadapan.Seorang lelaki tua memarahinya.Mereka pun meneruskan perjalanan tanpa mempedulikan diri ini yang kepayahan dan keletihan.Terjelepuk di dalam misteri dan persoalan.

Sayup…semakin sayup…hingga tinggal titik halus sahaja.

Badan yang masih lemah dihayun ke depan.Merangkak dan merangkak.Mentari masih kejam menyiksa diri ini.Kesendirian di tengah-tengah dunia asing.Kesepian tanpa cinta dan airmata.

Tiba-tiba di kejauhan,ada sesuatu beralun-alun di atas tanah gersang.

Sehelai selendang berwarna merah.

Di atas selendang tersulam cantik satu huruf rahsia yang aneh.Huruf yang dilihat dari jauh seperti ‘mem’ dalam Ibrani Kuno tetapi jika didekati seperti huruf ‘mim’ dalam tulisan Arab.Seakan-akan juga sebarisan hieroglif atau cuneiform yang ganjil.Unik sekali.

Selendang yang ditinggalkan gadis misteri dicium.Terasa wangi sekali.Amat wangi hingga terasa hilang segala penat dan lelah.

WANGIAN YANG HILANG DI TIMUR JAUH

Sebahagian besar pengkaji telah pun mengetahui tentang rahsia yang terpendam di dalam organisasi di sebalik cita-cita Hitler,Third Reich atau Fuhrer orang-orang Jerman dan Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei,Parti Nazi pimpinan Hitler.Siapakah Hitler?Apakah kaitan Hitler dengan Illuminati dan Zionis?

Jika kita ingin menjejak bangsa yang hilang ini,kita juga perlu tahu siapakah yang juga ingin menjejak bangsa ini,apa tujuan mereka dan mengapa mereka ingin mencari bangsa ini.

Di sebalik Hitler tegaklah Thule Society,Vril Society dan Kultus The Black Sun.Mereka adalah ‘secret societies’ (rujuk organisasi Dajjal) yang membiayai dan merangka kerjaya politik Hitler.Siapa sangka,di sebalik sifat diktator dan fahaman Nazisme Hitler yang atheis dan materialis tersembunyi amalan ritual paganisme dan mistik sesat seangkatan dengan Kabbalah.

Hitler diketahui amat meminati mistik dan agama-agama misteri kuno.

Tidak hairanlah lambang Parti Nazi,’swastika’ di ambil dari swastika dalam ajaran Vedic Kuno.Hindu dan Buddha memiliki pengertian masing-masing tentang swastika.Nazisme adalah fahaman ciptaan ‘The Hidden Hand’ digunakan untuk merangka plan jangka panjang:menubuhkan negara Zionis Israel.Holocaust adalah pembohongan semata,dan jika ada Yahudi yang dibunuh,itu adalah Yahudi Ortodoks yang menentang Zionis.Mereka dibunuh bersama-sama bangsa kulit putih Eropah yang dungu dan menjadi patsies di dalam kerja-kerja kotor mereka untuk menubuhkan Israel pada hari ini.MEREKA MENJADI KORBAN KEPADA BINTANG DAUD ‘THE DAVID STAR’ PALSU.Iblis Laknatullah hauskan darah manusia untuk merestui negara syaitan bagi mempersiapkan takhta ‘anaknya’ Dajjal Laknatullah AlMasih AlMuntazhor.


Siapakah Aryan,Hyperborean dan bangsa yang hilang?

Jean-Claude Frere menulis;

“The sons of the Outer Intelligences split into two groups, one following the ’Right Hand Path’ under the ’Wheel of The Golden Sun’, the other the ’Left Hand Path’ under the ’Wheel of the Black Sun’. The first preserved the centre of Agartha, that undefined place of contemplation, of the Good, and of the Vril force. The second supposedly created a new place of initiation at Shambhala, the city of violence in command of the elements and human masses, hastening the arrival of the ’charnel-house of time’.”

Menurut pengarang ’Nazisme et Sociétiés Secretès’ ini,bangsa Hyperborea selepas bermigrasi ke padang pasir Gobi lebih 6000 tahun yang lalu, telah mengasaskan sebuah penempatan baru,yang digelar Agartha.Walaubagaimanapun,satu bencana telah terjadi dan permukaan bumi telah musnah,tetapi puing-puing Agartha masih wujud,di bawah bumi.Legenda menyebut,bangsa ini (kemudiannya digelar sebagai Aryan) telah berpecah kepada dua:

-satu kumpulan bergerak ke barat laut,berharap dapat kembali kepada Hyperborea yang hilang.
-kumpulan kedua bergerak ke selatan,di mana mereka telah menubuhkan penempatan rahsia baru,di kaki gunung Himalaya.

Thule,bermaksud ibukota bagi bangsa yang hilang ini.Vril pula bermaksud kuasa sakti atau satu daya misteri yang digunakan oleh bangsa yang hilang bagi memerintah dan mentadbir negara.Semua mitos ini diajar oleh para okultisme Dajjal kepada Hitler sebagai hamba baru mereka ketika itu,menggalas tugas untuk menubuhkan Nazi-Jerman seterusnya mencetuskan Perang Dunia I dan II,menjadi alasan kepada penubuhan United Nation dan akhirnya penubuhan negara haram Israel.

Tetapi ada satu rahsia tersembunyi yang tidak diketahui ramai.Rahsia yang amat terpendam.Misi terahsia Hitler di Tibet.

Ketika Nazi memerintah Jerman,telah pun diketahui bahawa Hitler telah menghantar berpuluh-puluh ekspedisi rahsia ke Tibet.Ramai pengkaji tidak begitu jelas akan tujuan Hitler .Mereka cuma dapat mengagak Hitler mahu mencari bangsa Hyperborea atau bangsa Super-Aryan yang hilang.Ada juga berpendapat Hitler mahu mengkaji dan mempelajari mistik orang-orang Tibet dan mengaplikasikan ke dalam kultus sesatnya ‘The Black Sun’ bagi menambahkan aura kuasa ghaib mengikut fahamannya supaya pemerintahannya semakin hebat dan bertahan lama.

Tetapi siapa tahu,apa sebab Hitler mahu mencari bangsa Aryan yang hilang?

Sejak para rahib Illuminati mula mencari-cari ke manakah hilangnya ahli bait (keturunan Rasullullah s.a.w) selepas kejayaan meracun Hassan Al-Askari r.a,keturunan Rasullullah s.a.w yang digelar antara Imam 12 oleh Syiah (ini bukan sokongan terhadap Syiah,yang sesat tetap sesat,dan yang sesat dan mengada-adakan akan duduk dalam neraka),ternyata keturunan Rasullullah s.a.w seolah-olah lenyap tanpa berita,padahal Imam Iblis Tertinggi mereka memberitahu AlMahdi adalah dari keturunan Rasullullah s.a.w dan Hasan Al-Askari r.a bukanlah Mahdi yang dicari-cari.Semua ciri-ciri dan perwatakan AlMahdi telah dihafal oleh para rahib dalam ‘inner circle’ melebihi sesetengah orang Islam sendiri yang mengaku mencintai ahli bait.Begitu takutnya Dajjal akan orang yang akan membunuh dia kelak.AlMahdi perlu dihapuskan!!

Kesemua keturunan Rasullullah yang berketrampilan dan menjadi pemimpin masyarakat telah meninggal dunia akibat DIBUNUH!90% dari mereka telah DIRACUN!Ini bukan kebetulan tetapi satu konspirasi terancang.Ketika mencari-cari kerajaan Kristian yang disebut di dalam mitos berada di Timur,para pengembara Rosicrusian (satu ajaran sesat Dajal) Sepanyol dan Portugis akhirnya menemui lebih dari sebuah kerajaan Kristian Presto John yang digembar-gemburkan,tetapi sebuah kerajaan Islam yang kaya-raya di Timur Jauh.Bukan negara orang-orang Arab,tetapi satu bangsa yang mereka sendiri tidak pernah mengenalinya.Bagaimana terdapat sebuah kerajaan Islam ditengah-tengah pengaruh Hindu-Buddha di Timur Jauh yang jaraknya beribu kilometer dari negara Arab?

Mereka telah dapat mengagak,kemungkinan ahli bait lari ke Timur Jauh!

Dari situ mereka mula ingin belajar mengenali musuh baru mereka!

Lengkapkan puzzle ini:Keturunan Keturah dari Tanah Kanaan, Himalaya dan Tibet, Malai dan budaya Vedic-India dan Melayu di Nusantara.

Apa yang ingin mereka cari di Tibet?

Di sini mereka ingin mengetahui jejak bangsa ini yang setakat ini dapat dijejaki hingga ke kaki gunung Tibet.Tetapi Hitler tidak mengetahui rancangan sebenar bosnya.Mereka mungkin menemui jejak bangsa Mala di puing-puing kaki gunung Himalaya tetapi tidak diketahui ke mana seterusnya.KUNCI RAHSIA TELAH HILANG.Hyperborean telah tiada.Mereka menemui SHAMBHALA tetapi bukan SHANGRI-LA.Bangsa misteri telah membawa ‘Shangri-la’ mereka pergi bersama-sama.Yang tinggal hanyalah tapak kaki yeti yang bertaburan di permukaan salju putih.Di India mereka menemui Lucifer dalam bentuk yang lain, ‘Om’ yang disembah oleh para penganut penyembah berhala.Di sinilah bermula ajaran New Age dan Theosofi.Maka Hitler pun menjadi penganut New Age yang pertama.Betapa Iblis yang dipuja di India adalah sama dengan Iblis para Kabbalis dan Kultus The Black Sun.HITLER TIDAK BERJAYA MENCARI BANGSA YANG HILANG.Tidak lama selepas itu empayar Hitler mula hancur dan Hitler dikatakan membunuh diri (atau dibunuh?).

Bangsa yang hilang itu adalah Bangsa Gunung (Malai) yang telah lama meninggalkan Tibet;bergerak ke arah timur ke satu destinasi yang tidak diketahui.Illuminati ingin benar mengenali bangsa ini.Kerana di dalam kitab-kitab Yahudi Kuno dan manuskrip-manuskrip suci ada menceritakan bangsa yang hilang.Juga Bumi Mala…

BANGSA YANG HILANG (The Lost Tribe)

Apakah kepentingan mencari bangsa yang hilang bagi Yahudi?Bagi Yahudi Ortodoks tiada apa kepentingan yang amat perlu pun.Jika ada,hanyalah untuk menjejak sejarah mereka sahaja.Tetapi bagi Yahudi Zionis,teramat perlu.KERANA MEREKA AMAT PERCAYA DENGAN RAMALAN DI DALAM KITAB-KITAB AGAMA LEBIH-LEBIH LAGI DI DALAM ALQURAN.Mengikut daftar bangsa yang hilang di dalam Kitab Yahudi Kuno,terdapat 12 puak Yahudi di masa lalu:

1. Reuben
2. Simeon
3. Levi
4. Judah
5. Issachar
6. Zebulun
7. Dan
8. Naphtali
9. Gad
10. Asher
11. Joseph
12. Benjamin

Di dalam 12 puak yang hilang ini,hanya keturunan Nabi Yusuf a.s. sahaja yang hilang daripada rekod Yahudi.Keturunan Nabi Yusof a.s menurunkan dua puak yang lain iaitu Manasseh dan Ephraim.Mengikut satu kitab Yahudi, satu ‘lost tribe’ Bani Israel (yang mendapat petunjuk ILAHI, iaitu beragama Islam) akan membunuh Yahudi Zionis di Palestin.Di dalam kitab Yahudi kuno yang lain pula,ada mencatatkan golongan Manasseh (anak kepada Nabi Yusuf a.s.) bakal menyembelih Yahudi jahat (Zionis/Yahudi Kabbalah) di Palestin. Setelah Yahudi membuat pencarian, terdapat banyak puak golongan Manasseh di sebelah timur. Antaranya, Afghanistan , Pakistan Utara (Patan/Pashtun), sedikit India, sedikit Myanmar, sedikit China, sedikit Jepun, sedikit Filipina, sedikit Western Samoa, sedikit Tonga, sedikit Ecuador , sedikit Madagascar dan sedikit Hawaii.

Namun begitu kesemua mereka tahu tentang asal-usul mereka (bercanggahan dengan prinsip ‘lost tribe’). Termasuk di Afghanistan dan Pakistan Utara juga (namun yang beragama Islam cuma di Afghanistan dan Pakistan Utara – sebab itu mereka diserang oleh Yahudi Amerika dan Russia).Dalam pada itu, seorang professor di Amerika bernama Ralph Olssen telah membuat hipotesis baru. Pada mulanya Yahudi Zionis menyangkakan Red Indian Amerika adalah ibu bagi segala orang-orang Manasseh ‘the lost tribe’. Tetapi kesemua keputusan DNA adalah negatif. Kemudian Prof Ralph Olssen mengkaji secara mendalam tentang Book of Mormon (yang diselewengkan dari satu manuskrip kuno) dan membuat kajian DNA sekali. Keputusan beliau adalah, ibu bagi segala keturunan Manasseh adalah orang-orang Melayu di Semenanjung Tanah Melayu. Untuk menguatkan lagi cerita, tidak ada seorang Melayu pun yang tahu mengenai salasilah keturunan Bani Israel mereka.MALA ADALAH THE LOST TRIBE YANG SEBENAR,LEBIH TERSEMBUNYI DARI THE TRIBE OF DAN.Jadi kalau berpandu kepada kitab Yahudi tua bahwa ‘lost tribe’ dari kalangan Manasseh (anak Nabi Yusuf a.s.) yang bakal berada di barisan hadapan tentera Imam Mahdi dan bakal menyembelih orang-orang Yahudi di Palestin dan bakal juga memadamkan Israel daripada peta dunia adalah terdiri daripada orang-orang Melayu. Ini tidak bercanggahan dengan mana-mana hadis mengenai Imam Mahdi.

Mengikut manuskrip kuno yang diseleweng menjadi Book of Mormon itu lagi,sebahagian daripada Melayu Semenanjung (termasuk Selatan Thai) juga adalah dari keturunan Bani Israel , iaitu dari kumpulan Lehi (iaitu terus dari Manasseh , iaitu anak kepada Nabi Yusuf a.s. . Nabi Yusuf ada 2 orang anak sahaja, iaitu Manasseh dan Ephraim). Mengikut DNA yang dilakukan kepada 86 lelaki Melayu oleh seorang professor perempuan di UKM baru-baru ini, terdapat 27% variant Mediterranean dalam darah DNA Melayu. Dalam kamus sains, DNA Mediterranean adalah dari bangsa Euro-Semitik termasuk dari Bani Israel!

Hipotesis ini terdapat separuh kebenaran di dalam kesamaran.Orang Melayu bukanlah 100% berasal dari keturunan Manasseh (Yahudi Kuno) tetapi teori Ralph Olssen mengenai pengembaraan bangsa yang hilang ‘the lost tribe’ ke Bumi Mala adalah sesuatu yang menarik dan amat bertepatan dengan apa yang dibincangkan sebelum ini.Kenapa Ralph Olssen menyebut Tanah Melayu ini ‘Bumi Mala’?Apakah yang diceritakan di dalam manukrip kuno tentang satu bangsa misteri yang berjalan dan berlayar ke hujung dunia?

Bangsa Melayu Dalam Kesususasteraan Kuno

‘Malai’ adalah nama yang disebut dalam manuskrip-manuskrip purba India untuk satu bangsa yang tinggal di Kepulauan Melayu.’Malai’ bermaksud gunung atau bukit.Ini bermaksud pada masa silam bangsa ini tinggal di dataran-dataran tinggi atau,menunjukkan arah kedatangan mereka,dari sebelah utara India,dari arah perbatasan pergunungan.Bangsa ini disebut-sebut dalam kesusasteraan Avestan-Vedic-Sanskrit,bahawa salah satu suku terhormat bangsa Aryan yang berkasta Ksyatria,kasta pahlawan yang menurunkan kaum Sakya (yang berasal dari perbatasan Himalaya) yang membawa ajaran Veda bersama-sama suku kaum Aryan yang lain menyerang Benua Kecil India dan memaksa etnik asli India bergerak ke tanah lebih selatan.Kulit mereka lebih cerah dan mereka berperawakan tegap dan tampan.

Siapakah mereka?dari mana datangnya mereka?Untuk mengetahui siapakah mereka,mari kita telusuri salah satu suku Aryan yang lain, iaitu Mada.

Ingat!Jika membicarakan tentang Aryan,ia adalah berkaitan dengan budaya Parsi Kuno,lama sebelum Darius II memerintah.

Medes adalah nama Yunani yang merujuk kepada bangsa Iran Kuno,yang tinggal di sebelah barat laut Iran hari ini.Kawasan ini dikenali di Yunani (Greek) sebagai Media atau Medea.Dalam bahasa Iran Purba,ia dipanggil dalam sebutan Mada.Ketika pemerintahan raja-raja Assyria, kaum ini dikenali sebagai Madayu.Mereka telah memasuki kawasan ini bersama-sama gelombang pertama puak-puak Iran Purba,ketika lewat alaf sebelum masehi (ketika keruntuhan Zaman Gangsa).

Media,Midia,Midian dan Mada adalah sukukata yang sama yang menjelaskan tentang Madyan (dalam bahasa Arab) satu bangsa yang maju dan disebut dalam kisah Nabi Shuaib dan Kaum Madyan.Nabi Shuaiblah rasul yang diangkat dari kalangan bangsa Mada,di mana ketika itu kemajuan material telah melekakan bangsa Mada.

Ketika abad ke 6 Sebelum Masehi,selepas bersama-sama bangsa Babilon mengalahkan Empayar Assyria Baru,Bangsa Madayu telah mampu menubuhkan empayar mereka sendiri,yang mana membentang dari Laut Hitam dan daerah Aran (Azerbaijan sekarang) ke utara dan Asia Tengah,Afghanistan dan Pakistan yang mana terdiri dari banyak jajahan termasuk Tanah Parsi,yang mana akhirnya penduduk Parsi meresap masuk ke dalam Empayar Madayu/Media ketika zaman Empayar Achaemenid Parsi.Bangsa Madayu diiktiraf sebagai yang mengasaskan Empayar Iran pertama,yang terbesar sehinggalah Cyrus The Great menyatukan bangsa Madayu dan Parsi menjadi Empayar Achaemenid,dengan mengalahkan datuknya yang juga seorang Emperor,Astyages,Raja Media (Madayu).

Mari kita lihat kembali nama Bangsa ‘Mada’ (dalam sebutan Iran Kuno) ketika pemerintahan Assyria.Kenapa kita hendak mengkaji bangsa Mada/Media/Madyan ini?

“Now the sons of Keturah, Abraham’s wife:she bare Zimran, and Jokshan, and Medan, and Midian, and Ishbak, and Shuah. And the sons of Jokshan; Sheba, and Dedan.” (Genesis 1:32)

Bangsa Madayu adalah saudara kepada bangsa-bangsa dalam kelompok keturunan Keturah.Dalam bahasa Avestan (bahasa keagamaan kuno Parsi Purba) kata ‘yu’ adalah suffix yang merujuk kepada ‘mind’,'brain’ atau ‘mentaliti’.Ia adalah ‘instrumental suffix’ (sukukata yang ditambahkan dihujung perkataan) yang jika dilihat secara keseluruhan merujuk kepada ‘the mode of thinking’ atau identiti sesuatu berdasarkan pemikiran yang boleh juga sebagai menerangkan cara hidup,budaya atau peradaban.Jadi ‘yu’ dalam slanga bahasa Avestan yang juga adalah ibu kepada sanskrit, adalah merujuk kepada ‘bangsa’ atau ‘budaya’.Jadi perkataan ‘Madayu’ bermaksud ‘Bangsa Mada’.

Ingin pergi lebih jauh?Menjejaki jejak sendiri lebih sukar rupanya dari menjejak bangsa orang lain.

Sekadar renungan,siapa yang berhenti menjejak Melayu hingga ke Vietnam,maka hanya itulah asal keturunannya.Jika ada yang mendakwa Melayunya dari Yunnan,maka Yunnan lah Melayunya itu.Siapa yang berkata Melayu itu pernah tinggal di Tibet,di kaki gunung Himalaya,dia telah sampai ke separuh perjalanan bangsanya.Tidak mengapa.Jika semuanya betul pun masih tidak mengapa.Mengapa?KERANA MELAYU ADALAH BANGSA YANG MENURUNKAN PELBAGAI KETURUNAN ASIA YANG LAIN.

‘MALAY IS TRULY ASIA’

Mungkin mereka betul.

Mungkin tiada siapa yang salah dalam hal ini.Mungkin Teori Kapak Tua Dari Asia Tengah betul.

Atau gendang Dongson, juga puak Hoabihn.

Bukan sahaja para sarjana Barat malah kita sebagai pewaris Kemelayuan ini juga hanya mendapat serpihan puzzle yang berbeza-beza.

MARI KITA CANTUMKAN SEMUA JIGSAW PUZZLE KITA!

Kembali Kepada Ibunda Keturah

“Keturah adalah bunda kami,
wajahnya lembut tiada amarah,
berwatak tenang hilang hanahorragha
Budi pekerti pekerma diraja
Jika bersimpuh,bima diwani
Jika berkata,
sukkachitta
melapas dukka
sutramawarni
Keturah adalah bonda kami
seroja dilangit
kemboja berlayupan di darat
airmata hidangkan dengan senyuman
mentari jadi salju dedayu
Keturah adalah bonda kami
pelukan kasih seorang ibu
bagai syurgaloka
seri dharma”

(Tiada bernama)

Jejak telah hilang di sini.Dimana kunci-kunci rahsia?Tiada kunci rahsia lagi.Tiada peti yang perlu dibuka.Kembali.

Kembali kepada bonda.

Keturah,begitulah namanya.Gadis misteri dari Timur.Semisteri namanya.Keturah adalah nama yang ganjil bagi budaya Yahudi Kuno,bagi puak-puak bani Israel malah dalam sejarah Akkadia-Babylon.Dari manakah datangnya gadis misteri ini?Siapakah Keturah?

Mungkin jika bertanya pada gadis aneh yang berpaling tadi,kita mungkin akan tahu siapa moyangnya,Keturah yang misteri ini.

Tapi si dia ada meninggalkan sesuatu.Jejak.

Selendang wangi berwarna merah.

Dan huruf Ibrani Kuno ‘mem’ juga adalah ‘mim’ dalam tulisan Arab.Alter terahsia bangsa Melayu.


Tapi…siapakah Keturah??

Menurut satu versi dari sebuah manuskrip kuno,Keturah adalah isteri ketiga Nabi Ibrahim a.s.Setelah kewafatan Sarah, Nabi Ishak a.s. telah merayu Nabi Ibrahim a.s. untuk berkahwin dengan ibu angkat beliau dari kerajaan Champa Kuno (bukan Champa Baru di era Angkor). Akhirnya Nabi Ibrahim a.s. bersetuju dan berkahwin dengan Keturah dan telah dikurniakan ALLAH 6 orang anak. Nama anak-anak Keturah adalah Zimran, Jokshan, Medan, Midian, Ishbak dan Shuah .

Anak-anak mereka inilah menjadi pengasas kepada bangsa Melayu.Melayu diambil dari perkataan ‘Mala’ (nama bangsa asas Keturah).Lihat, nama ini sama dengan nama yang tertulis dalam manuskrip yang dikaji oleh Ralph Olssen.

Bukan itu sahaja, keturunan Keturah inilah yang ramai tinggal di Tanah Melayu, Sumatera, Jawa, Borneo, Sulawesi dan Mindanao. Kesemua tempat ini merupakan tempat yang mempunyai tulisan purba yang diadaptasi dari tulisan Semitik Purba (termasuk di dalamnya tulisan Aramaik Kuno dan Ibrani). Tulisan Rencong adalah tulisan rasmi Melayu.Jawa dan Bugis juga mempunyai tulisan yang hampir serupa. Agama rasmi Melayu adalah agama Jawi. Agama Jawi adalah agama Nabi Ibrahim a.s.Jawi dikatakan ada perkaitan dengan Levi,iaitu anak kepada Nabi Yaakob a.s.Levi merupakan ketua Ulama dan ketua Rahib bagi agama Nabi Ibrahim a.s. di kalangan Bani Israel.Sejak penggalian di sebuah daerah di Jordan menemukan kota purba yang bernama Jawi/Jawa (Jevi),minat sarjana Barat untuk mengkaji bangsa Mala semakin kuat.INGAT, YAHUDI/BANI ISRAIL BUKANLAH MELAYU TETAPI KEDUA BANGSA PURBA INI ADA INTERAKSI ANTARABANGSA PADA MASA SILAM.

Keturah bukanlah Melayu. Walaupun beliau melahirkan bangsa Melayu, Keturah adalah daripada bangsa Mala. MELAYU ADALAH BANGSA MALA YANG MEMPUNYAI DARAH KETURUNAN NABI IBRAHIM A.S.Sekiranya kita lihat orang-orang asli seperti Mahmeri dan Jakun, bahasa mereka adalah diambil dari bahasa Mala. Semua bangsa seperti Mahmeri, Jakun, Iban, Kadazan, Melanau, Bajau, dan seumpamanya adalah merupakan bangsa asal Mala.DNA bagi bangsa ini adalah 01m-19a.Ini menerangkan Keturah mungkin berasal dari satu kerajaan purba yang sedia ada di Timur ketika zaman Nabi Ibrahim a.s.(ada versi yang mengaitkan ‘Mala’ dengan ‘Mon’ tetapi ini bukan kaum Mon pada hari ini kerana pertama kaum Mon pada hari ini bukanlah Melayu pada ertikata sebenarnya dan yang kedua jika terdapat ‘benang-benang merah’ sekalipun antara Mon dan Melayu ia adalah proses asimilasi Mala/Melayu yang kompleks dengan etnik-etnik Indochina, perlu diingat Melayu juga boleh kehilangan identiti mereka akibat penjajahan, perang atau pemaksaan budaya seperti yang berlaku pada orang Melayu di Cape Town, Filipina, Thailand dan sebagainya jadi orang Mon pada hari ini bukanlah Melayu pada ertikata sebenarnya kerana akibat percampuran etnik yang kompleks walaupun cendekiawan mereka masih mencari-cari kerajaan purba mereka yang dinamakan ‘Suvarnabhumi’-menunjukkan mereka mungkin masih mahu menjejak moyang Mala mereka)

Jika kita lihat DNA Melayu Kedah dan Iban, kedua-dua mereka mempunyai persamaan. Tetapi kenapa Melayu Kedah (mewakili kepada semua Melayu di semenanjung dan Indonesia yang pernah mempunyai peradaban dan kerajaan) lebih bijak dan segak,ini adalah kerana mereka daripada keturunan Nabi Ibrahim a.s. dan Keturah. Begitu juga Melayu Selangor,Perak,Johor dll serta Mahmeri. Kedua-dua puak ini mempunyai DNA yang serupa. Namun Melayu Selangor jauh lebih bijak dan segak daripada Mahmeri. Punca perbezaan adalah daripada genetik Nabi Ibrahim a.s.Jadi jika kita menjejak Melayu dari susur galur Mala Kuno (iaitu jurai Keturah dari kerajaan misteri dari Timur Jauh ini), jejak akan menjadi lebih kompleks,merangkumi persoalan Ophir,Tanah Punt (The Land of Gods-nenek moyang Firaun Purba),kerajaan-kerajaan misteri sezaman atau lebih tua dari era Nabi Ibrahim a.s dan Akkadia-Babylon hinggalah era sebelum Banjir Besar,Lemuria dan Atlantis. INI ADALAH KISAH YANG LAIN.MISTERI YANG LAIN.

Jawab soalan ini.Bagaimana Ptolemy boleh mengetahui peta lengkap Semenanjung Tanah Melayu pada abad kedua Sebelum Masehi berserta gelaran Golden Chersonese (Semenanjung Emas) padahal mengikut sejarah moden orang-orang Barat hanya sampai di dunia sebelah sini selepas ekspedisi penjelajah Sepanyol dan Portugis seperti Magelland?Ada misteri di situ.Sama seperti Piri Reis yang membuat peta paling misteri di dunia berdasarkan manuskrip peta-peta kuno,Ptolemy juga mendapat sumber yang sama,dari manuskrip peta-peta kuno lama sebelum era Yunani.Sebahagiannya dari era Firaun kuno (ingat, perpustakaan Iskandariah yang terkenal,yang menyimpan sejumlah besar manuskrip purba)

Namun Mala bukanlah bangsa asal. Mala mempunyai ‘benang-benang merah’ dengan bangsa Scythia. Scythia merupakan bangsa asas kepada semua puak Eskimo, asli Yunan, asli Dai, asli Taiwan, hingga ke ke kaum Ainu di Jepun dan suku misteri di pulau-pulau Jepun sebelum kedatangan kaum Yamato (kaum dominan Jepun pada hari ini) Lembah Mekong, Tanah Melayu, Borneo, Sumatera, Jawa, Sulawesi , Filipina, Pasifik , Madagascar dan Amerika Latin.

Ini bermaksud sebelum sampai ke ‘homeland’ mereka dari sebelah ibu,perkahwinan campur mungkin sahaja berlaku dengan kaum-kaum di sepanjang perjalanan mereka yang mengambil masa beratus-ratus tahun itu.

Scythia merupakan sebuah bangsa nomad berkerajaan yang berasal daripada Asia Tengah (ingat Teori kapak Tua dan bangsa Kambuja?) berhampiran dengan Laut Hitam. Kaitan antara Melayu dengan Scythia telah dirumus oleh seorang arkaelogis Eropah di sekitar tahun 1830an lagi.Maka ada kemungkinan Scythia merupakan bangsa asal daripada Nabi Adam a.s. Ini kerana Nabi Adam a.s. mempunyai 22 pasang anak,atau bermaksud 22 bangsa asas (kemungkinan dari kajian setakat ini).

Namun kesimpulan yang lebih sederhana dan meyakinkan bahawa salahsatu sukukaum Mala dari keturunan Keturah telah berhubungan dengan Scythia ini melalui perdagangan atau peperangan. BUKAN UNTUK MENGATAKAN MELAYU ADALAH BERASAL DARI SCYTHIA.Bangsa Scythia diketahui umum menjadi askar upahan empayar-empayar di Sumeria dan Parsi.Jadi kebarangkalian untuk bertembung dengan keturunan Keturah dan Ibrahim amat tinggi.

Kambuja,Aryan,Mala,Manessah,suku Sakya dan Buddha

Di mana mahu kita mulakan?Pintu rahsia semakin banyak.Menunggu untuk dibuka.Huruf ‘Mim’ pada selendang wangi si gadis misteri begitu membantu.

HURUF MIM YANG TERAHSIA

Kita mulakan dengan Kambuja.Seperti yang dijelaskan dalam siri ketiga,sukukaum Aryan ini adalah kaum pahlawan yang memiliki kepakaran dalam kesusasteraan Vedic India/Parsi.Para sarjana geneologi dan antropologi telah mengkaji kaum Aryan ini sejarahnya dapat ditelusuri sehingga kerajaan purba Scythia iaitu satu kawasan yang melewati perbatasan Parsi-India,lebih utara dari Bactria.

Ramai sarjana mempercayai agama purba Zoroester berasal dari timur Iran di mana kaum Kambuja berasal.

Beberapa sarjana telah menjejak misteri kaum Aryan ini sehingga ke inkripsi purba Iran yang ada menyebut nama Kambujiya,satu keturunan diraja.Kambujiya adalah nama dalam Parsi Kuno.Nama Kambujiya di dalam bahasa Yunani ialah CAMBYSES.Kambujiya atau Kambaujiya adalah nama kepada beberapa raja-raja Parsi dalam dinasti Achaemenid.

Emperor Cambyses adalah warisan dari Madayu (Mada,Medes,Madyan,Midian,Medea) telah memerintah lebih lama sebelum Cyrus The Great menaiki takhta.

Lihat puzzle setakat ini:

Keturah,

Nabi Ibrahim,

Jawi,

Cambyses

Kambuja

Scythia

Manessah

Mala

Malai

Mada

Mada-yu

Mala

Mala-yu

Siapakah The Lost Tribe of Mala?Apa kaitan The Lost Tribe of Israel (Manessah dari jurai keturunan Joseph/Nabi Yusof) dengan bangsa Mala?APAKAH YANG BERLAKU ANTARA BANGSA MELAYU DAN YAHUDI 2000 TAHUN SEBELUM MASEHI?Jika Red Indian dan Tanah Amerika (sudah tentu konspirasi Yahudi yang ingin mengatakan bumi Amerika adalah bumi kaum Yahudi bukan gentile-kaum kulit putih) bukan ‘The Promised Land’ jadi dimanakah ‘The Promised Land’ sebenar?

Ralph Olssen mungkin tahu jawapannya.

Sesungguhnya Yahudi Zionis banyak bermain dengan ‘The Promised Land’.Mengapa?Selain Palestin,nampaknya banyak lagi ‘The Promised Land’ yang ingin dituntut mereka.SEBENARNYA BUKAN UNTUK DITUNTUT.

TETAPI UNTUK DICARI.

Mengapa?Kerana ‘The Lost Tribe’ telah bergerak ke ‘Promised Land’.Semua puak Yahudi yang 12 (puak Yahudi asli yang pernah mengikut Nabi Musa a.s dan terlibat pada peristiwa di Padang Pasir Sinai) telah dikenalpasti oleh Yahudi Zionis (Yahudi ke-13 iaitu Yahudi campuran dari kaum satanik-The Khazar dan Ashkenazi) namun masih terdapat satu puak Yahudi yang diketahui mereka mengamalkan ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Yusof,ajaran wahyu dari kitab Taurat.Pada istilah hari ini,mereka adalah orang-orang Yahudi Islam yang hilang dari rekod Illuminati dan Zionis.Di mana mereka?Jika semua jigsaw puzzle dicantumkan,maka ia akan jadi begini:

TERDAPAT MELAYU YANG BERASAL DARI HYBRID PUAK MANESSAH DARI KETURUNAN YAAKUB DAN ISHAK DARI SITI SARAH DAN KETURUNAN KETURAH.

Kombinasi hebat dan terbaik.Darah Siti Sarah dan Siti Keturah bertemu di sini.Mungkin bukan kesemuanya tetapi ‘The Lost Tribe’ telah hilang di Bumi Mala.Perkahwinan?Mungkin.

Jika berpandu pada petunjuk ini,’The Lost Tribe’ Manessah berkemungkinan besar telah terserap ke dalam bangsa misteri di Timur Jauh ini.Bersembunyi dan hilang begitu saja.

Ingat,ini bukan hendak mengatakan Melayu adalah Manessah tetapi Bangsa Melayu kemungkinan ada perhubungan dengan Manessah atau ‘The Lost Tribe’.

Dua petunjuk kepada dua Kunci Rahsia Imam Iblis Majlis Tertinggi Illuminati telah terbongkar sedikit demi sedikit.Jangan risau.Mereka telah lama tahu.

SEBAB ITU PANGKALAN ISRAEL HANYA SATU SAHAJA.IAITU DI SINGAPURA.Cuma Amerika sahaja yang membina banyak pangkalan di merata dunia.

APA YANG INGIN DIKAWAL MEREKA?MUNGKIN ANDA TAHU JAWAPANNYA.

Kunci rahsia yang retak di Altar Pemujaan Lucifer Illuminati telah dicantumkan.

DENGAR BAIK-BAIK RAHSIA INI.

Salasilah keturunan Imam Mahadi yang diketahui setakat ini adalah gabungan dua garis keturunan.Disebelah ayah adalah dari jurai Rasullullah s.a.w hinggalah ke Nabi Ismail dan Siti Hajar.Di sebelah ibu adalah dari jurai yang sama dengan Nabi Isa a.s,Nabi Sulaiman a.s,Nabi Daud a.s hinggalah bersaudara dengan Nabi Yusof a.s sampai ke Nabi Yaakub a.s,Nabi Ishak dan Siti Sarah.Kombinasi Keturunan yang terbaik.

Retakan bahagian atas pada kunci rahsia:

Jurai Yahudi dari keturunan Yusof a.s-Manessah (kaum yang mengikut ajaran Ibrahim dan Musa),’The Lost Tribe’ yang lari (Melayu juga bermaksud lari,pindah,hijrah dalam dialek satu sukukaum di Indonesia) bukan di Amerika seperti penipuan Mormon-Yahudi (menyelindungkan niat sebenar mereka) tetapi di Bumi Mala.INI BUKAN UNTUK MENGATAKAN MELAYU ITU YAHUDI TETAPI MELAYU ADALAH BANGSA BESAR YANG ADA SEJARAH DENGAN BANGSA YAHUDI.

Retakan bahagian bawah,pemegang kunci rahsia:

Ahli Bait yang lari dari pemerintahan kejam Umayyah dan Abbasiah,setelah kematian Hassan Al Askari r.a yang diracun, Ahli Bait keturunan Rasullullah s.a.w telah hilang,atau menyembunyikan identiti,kadang-kadang berselindung pada nama Syed dan Syarifah (namun kini semakin ramai orang Melayu memakai gelaran ini sehingga ia menjadi tidak ekskusif lagi kepada keturunan Rasullullah s.a.w).

TELAH LENGKAP RAMALAN DAN PERKIRAAN.HARI YANG DIJANJIKAN HAMPIR TIBA.

Dimanakah sasaran mereka selepas ini?TIdak perlu bertanya lagi jika semua muncung meriam Zionis di Singapura tepat menghala ke SINI.

Tinggalkan dulu ‘pergaduhan adik beradik jauh’ antara Yahudi dan Melayu.

Mari kita jejak lagi bangsa yang hilang ini.Ke mana ayunan langkah mereka selepas ini.

Sungguh kuat mereka mengembara.Mahu saja dibedung semua kaki mereka agar duduk diam sehingga diri ini tidak lagi tercari-cari makna Melayu.Supaya diri ini tidak lagi ditipu Barat juga diprovok oleh pendatang keparat yang mahukan Bumi Mala ini.

Ketika di perbatasan Himalaya,bangsa ini telah menurunkan kaum Kambuja yang tinggal di kaki gunung Himalaya.Mungkin terdapat puak Mala yang lain tetapi catatan sejarah hanya dapat mengesan suku kaum Kambuja sahaja.Kaum ini yang menguasai semua kesusasteraan Vedic mempunyai hubungan dengan kaum Sakya di utara India.Kaum Sakya juga diketahui umum sebagai berkasta Ksyatria-kasta yang sama dengan Kambuja.Kaum Sakya juga sebelum menetap di beberapa jajahan India Purba seperti di Benares adalah dikatakan berasal dari kaki gunung Himalaya.Apakah petunjuk rahsia yang menggabungkan antara Kambuja dan Sakya.

Di Perpustakaan Tun Sri Lanang, Universiti Kebangsaan Malaysia terdapat 2 naskhah agama Buddha yang berjudul Nan-Hai-Ji-Gui-Nei-Fa-Zhuan yang telah diterjemahkan ke bahasa Inggeris oleh Takakushu. Buku ini adalah berkenaan hal-hal peribadatan penganut Buddha.Satu maklumat penting dalam buku berkenaan adalah berkenaan guru I-Tsing di Sriwijaya yang bernama Sakyakirti. Tiga orang guru beliau yang lain adalah dari India.Sakyakirti,seorang pendeta Melayu beragama Buddha telah menjadi guru kepada I-Tsing selama pengajiannya di sebuah universiti Buddha di Sriwijaya.Seorang pendeta dan cendekiawan Cina belajar agama Buddha dari seorang pendeta Melayu.Mengapa?Lihat pangkal huruf namanya.Sakya-kirti.Nama Sakya menunjukkan keturunannya atau taraf kastanya yang tinggi.Begitu juga dengan penggunaan Dharma.

Sebuah manuskrip bertarikh kurun ke-11M di Tibet bertajuk Abhisamayalamkara-nama-prajnaparamitopadesasastravrrtti-durbodhaloka-nama-tika, yang merupakan ulasan oleh Dharmakirti Suvarnabhumi pada tahun 1005M. Beliau adalah seorang pendeta Melayu beragama Buddha di Suvarnabhumi/Sriwijaya. Ulasan ini diterjemahkan ke bahasa Tibet sebelum tahun 1069M oleh muridnya Atisa berjudul Shes rsb kyi phs rol tu phyin pa’i man ngag gi bstan bcos mngon par rtogs pa’i rgyan ces bya ba’i ‘grel pa stogs par dka’ ba’i snag ba zhes bya ba’i grel bshad. Buku ini diedit oleh Cordier pada 1915 di Paris, terbitan Imprimerie Nationale, dan juga diedit oleh Suzuki pada 1957 di Tokyo-Kyoto, terbitan Tibetan Tripitaka Research Institute.Perhatikan darjat ‘Dharma’ dipangkal namanya.Bayangkan jika ketika itu Atisa, seorang sami Buddha dari Tibet sedang tekun belajar di hadapan seorang pendeta Melayu!Karya pendeta Melayu telah pun sampai ke Tibet.Selama beratus tahun para pelatih sami Buddha di Istana Potala membaca dan mengkaji karya Melayu di Istana Potala.Kita tidak tahu.Kerana karya itu dalam bahasa Pali-Tibet yang diterjemahkan dari bahasa Melayu-Jawa Purba.

Sakya adalah keturunan yang menurunkan Siddharta Gautama Buddha.Kebetulan?Tidak sepenuhnya.Ia adalah geneologi dan sejarah.Kadangkala Buddha digelar Sakyamuni (bermaksud ‘orang bijaksana dari suku kaum Sakya’).Sebab itu pendeta Melayu berani memakai nama Sakya dipangkal namanya.Sebab itu I-Ching sanggup ke Sriwijaya bukannya ke India untuk mencari keturunan Sakya di Nusantara.

Hal ini sesuai dengan berita I-Tshing pada abad ke 8 bahwa di Sriwijaya terdapat 1000 orang pendeta yang belajar agama Budha di bawah bimbingan pendeta Budha terkenal yang bergelar Sakyakirti itu.

Begitu juga misteri yang menyelubungi Budidharma,pendeta misteri yang dikatakan sampai ke Shaolin Temple adalah seorang Melayu beragama Buddha.

Rekod tua dari Biara Buddha di Luoyang telah dikompilasi pada tahun 541 Masehi oleh Yáng Xuànzhī seorang penulis dan penterjemah Mahayana Buddha kepada bahasa Cina mencatatkan:

“At that time there was a monk of the Western Region named Bodhidharma, a Persian Central Asian…”

Rekod ini menyebut tentang sifat terpenting bangsa Melayu,sejak diketahui hubungan Melayu dengan bangsa Aryan.”A Persian Central Asian” adalah kata-kata yang tepat-seorang Parsi dari Asia Tengah (ingat Teori Kapak Tua dari Asia Tengah?) menunjukkan bukan pendeta India berkulit gelap tetapi pendeta Melayu berkulit cerah berkasta tinggi.

Kaum Ksyatria dari Kambuja-Sakya telah bergerak jauh hingga ke Sri Lanka,melalui jalan laut menuju ke Nusantara,lalu dikatakan mengasaskan Gangga Negara,kerajaan purba di negeri Perak yang terkenal itu.Kumpulan yang lain pula bergerak menyelusuri Sungai Mekong dan ada yang berjalan kaki sampai ke daerah Yunnan.Ingat!mereka bukanlah mengembara secara terus menerus tetapi berhenti dan membuat penempatan di satu-satu tempat,bercampur dengan etnik tempatan sehingga menurunkan hibrid bangsa-bangsa Asia.Yunnan,ya sebab itu kesan bangsa misteri ini masih ada di sana.Dari Yunnan mereka turun ke perbatasan Indochina dan mula mengasaskan empayar-empayar seperti Funan,Khmer dan Champa.Sebab itu raja-raja Khmer yang memerintah Kemboja dan yang membina Angkor wat mendakwa mereka adalah keturunan kaum pahlawan Kambuja.

Ahli-ahli sejarah di Malaysia pernah mendakwa bahawa Tamadun Funan yang diasaskan sekitar 190M ini adalah Tamadun Melayu Terawal, malah direkodkan dalam buku sejarah sekolah.Ketika kekalahan Funan di tangan Chenla sekitar 550M, rajanya dikala itu lari ke Jawa dan membuka Sailendra. Perkataan “Funan/Bnam/Phnom” mempunyai maksud yang sama dengan perkataan “Sailendra”, iaitu “gunung/tanah tinggi”. Negara Vietnam masih menggunakan perkataan “bnam” dihujung perkataannya. Mungkinkah bangsa Funan ini merupakan orang laut, seperti Bajau dan Sulu, sehinggakan menggelarkan negara sebagai tanah tinggi atau gunung. Tapi, mungkin juga bersebabkan konsep kosmologi Hindu-Buddha yang berpaksikan Gunung Meru yang dikelilingi oleh 4 dvipa, seluruhnya digelar Jambhudvipa, geometrinya seperti buah jambu air. Yang pastinya, bangsa Vietnam terpengaruh menamakan negara mereka sebagai “Vietnam” yang bermaksud “Gunung+Viet”, sedangkan mereka bukanlah orang laut. Seluruh kefahaman mereka berkenaan laut datang daripada bangsa yang mereka jajah hingga kini, Campa.Seorang profesor Melayu, Prof. Dr. Shaharir telah mengumpulkan sejumlah 600 perkataan Khmer Kuno yang dikatakannya adalah juga merupakan perkataan-perkataan Melayu Kuno.

SEMUANYA MENUNJUKKAN WARISAN DARI BANGSA GUNUNG YANG GAGAH. “THE DESCENDANT OF MOUNTAIN TRIBE”

Bangsa inilah yang membina Angkor Wat.Ketika ini bangsa yang berada di Jawa adalah sama dengan bangsa yang berada di Kambuja-Vietnam.Jayavarman II-pengasas kerajaan Angkor-Khmer mempunyai hubungan dengan kerajaan Sailendra Jawa malah pernah tinggal di sana beberapa lama.

SAILENDRA -GUNUNG
FUNAN -GUNUNG
NAM -GUNUNG
MALAI -GUNUNG

Bangsa ini juga yang membina Borobudur.Malah bangsa ini juga mampu membina kapal-kapal laut yang amat hebat.Para pengembara dan penulis Eropah terutama dari Sepanyol dan Portugis (Kedua-dua negara ini menerajui bidang pelayaran di Eropah ketika itu) seperti Tome Pires,Godinho De’Eredia dan Duarte Barbosa mencatatkan kapal-kapal Melayu yang amat besar dan saiz pelabuhan Melaka yang amat sibuk dengan kapal-kapal.Dicatatkan dalam Sulalatut al-Salatin itu tentang bahtera Sultan Mahmud Shah belayar ke Majapahit, berlaku dalam abad ke-15 M, adalah kapal yang cukup besar bernama Mendam Berahi yang lebih hebat dari Flor de la Mar,kapal Alfonso de Albuqarque.


Atau lihat sahaja kapal besar yang diukir di dinding candi Borobudur yang dibina pada abad ke-8 M itu.Bayangkan pada abad ke 8 (ini usia candi Borobudur) telah ada kapal sebesar itu yang seakan sama dengan rekabentuk kapal moden di era Caribbean Pirates.Malah mungkin teknologi kapal telah ada lama dari itu kerana Borobudur dibina bertahun-tahun dan apa yang diukir di dinding-dindingnya adalah penceritaan kepada kisah-kisah dalam agama Buddha juga keadaan semasa bangsa Melayu ketika itu.

*Lihat betapa hebatnya kapal bangsa Melayu pada zaman dahulu.Adakah Melayu ketika itu masih tinggal di ceruk-ceruk kampung beratap nipah?

Catatan Yunani, Portugis, Belanda, Sepanyol, Jepun dan China menunjukkan tamadun Melayu hebat dengan teknologi perkapalan dan persenjataan mengatasi bangsa-bangsa lain pada zaman abad ke-2 M hingga abad ke-16 M.

Sebenarnya dalam zaman Portugis itu memang tercatat dalam tulisan Portugis yang menyatakan tukang-tukang Melayu dalam membuat kapal yang dibawa ke negaranya untuk dipelajari teknologi perkapalan itu.

Cerita kehebatan Melayu dalam pelayaran terbukti dengan kisah rakaman Sepanyol terhadap seorang ahli pelayaran Melayu yang digelarnya ‘Si Henry Hitam’ (Henry The Black/Enrique) yang dijadikan pembantu penting Magellan mengelilingi dunia.

Catatan Belanda menyebut teknologi meriam Melayu Petani, iaitu Patani sekarang, warisan kerajaan Melayu Langkasuka pada abad ke-17, adalah lebih hebat daripada meriam Belanda apatah lagi Siam, iaitu Thailand sekarang yang pernah berpakat menyerang Petani beberapa kali tetapi gagal.

Catatan Portugis menyatakan kapal perang dan meriam tentera Melaka lebih canggih daripada ciptaan mereka dan bangsa Eropah lain tetapi kerana Melaka tetap dapat dikalahkan menerusi strategi perang,konspirasi kotor dan rasuah, maka jiwa-jiwa Melayu hingga sekarang pun merasakan bangsanya memang inferior dalam teknologi ini (ketika itu armada laut Melaka tidak menyertai peperangan akibat konflik Laksamana dengan Sultan,jadi peperangan di Melaka ketika itu hanya disertai oleh askar-askar darat.Ini menerangkan kenapa Sultan ketika itu terpaksa mengupah ramai askar upahan Jawa apabila semua armada laut Melaka tergesa-gesa meninggalkan pelabuhan Melaka menjelang kedatangan Portugis-mungkin dirasuah adalah salah satu faktor).Melaka adalah kerajaan Maritim bukan Agraria atau darat.Jadi tanpa angkatan lautnya,sudah tentu 60% kekuatannya telah hilang.

Bangsa ini terus mengembara hingga ke Segenting Kra.Sementara yang lain datang dari arah laut mengikut seorang raja bernama Mus,telah mendarat di Sungai Musi,Palembang.”Musi” bermaksud ‘Sungai Kepunyaan Mus’.Kumpulan darat menyusuri tanah sempit Segenting Kra,menepati ramalan-ramalan dan petunjuk tentang ‘The Promised Land’.

“akan melalui lorong sempit,hingga sampai ke hujung dunia”

Sampai di Semenanjung Emas,saki-baki dari bangsa yang meneruskan perjalanan ke hujung dunia “The Land of The East” berhenti dan mula menetap serta memulakan kehidupan baru di sini.Kisah pengembaraan yang memenatkan selama beribu tahun semakin lama semakin hilang di dunia yang aman damai di hujung dunia.Peperangan-peperangan di negarakota Babilon dan Ur serta serangan ke atas etnik India,masih terselit dicelah-celah mimpi bangsa misteri.Kehangatan padang pasir dan kesejukan ribut salji makin tidak dikenali di hutan hujan Khatulistiwa yang tenteram dan damai.Kicau burung,nyanyian mergastua kadangkala ngauman harimau adalah rentak hidup baru bagi bangsa hebat ini.

MEREKA TELAH BERJAYA SAMPAI KE ‘PROMISED LAND’

Di selat Melaka,kedua-dua kumpulan ini bertemu.Kumpulan yang tiba melalui jalan laut (yang banyak menetap di Kepulauan Indonesia) bertemu saudara mereka (kumpulan yang tiba melalui jalan darat-majoriti menetap di Semenanjung ‘Emas’ Tanah Melayu).Mereka adalah serumpun dan bersaudara.Sudah lama mereka terpisah. Mereka berpelukan dan menangis.Ramai yang hadir melihat peristiwa paling bersejarah ini.Mungkin cucu-cicit gadis misteri yang meninggalkan selendang merah tadi ada di situ.Bangsa Keturah telah bersatu di Selat Melaka di ‘Tanah Yang Dijanjikan’ The Land of The East’

Amanat Nabi Ibrahim a.s telah tertunai.Bangsa Jawi mula berehat dengan amannya di sini.Apa perlu berperang dan membina negarakota?Kata sesetengah dari mereka.Mereka pun kerap bermimpi dan tidur di Bumi Mala.Setengahnya membina peradaban dan kota.

Tiada siapa mengganggu.Bangsa yang hilang tetap bersembunyi di Bumi Mala.

Ajaran Ibrahim semakin dilupakan.Tiada siapa lagi yang mengetahui tentang Tuhan Yang Esa.

Tetapi bangsa ini tetap mahu mencari Tuhan di Bumi Mala.

Hindu

Buddha

Islam

Sampai di sini bangsa misteri telah menemui permata yang hilang sejak ribuan tahun.Agama Wahyu warisan daripada Ayahanda Ibrahim a.s.Kemudian datang ujian.

Portugis

Belanda

Inggeris

Falsafah ‘cukup makan’ semakin popular apatah lagi setelah dijajah oleh Imperialis.Melayu menjadi inferior dengan bangsa sendiri.Tidak bersemangat.Layu.

Bunga kemboja Mala-yu telah layu di tasik sendiri.

Sampai bila bangsa ini lupa jejak sendiri.

Sampai Israel mengarahkan meriamnya di Singapura ke atas bangsa yang hilang ini.

KAMI SUDAH JUMPA ANDA!YOU ARE ON TARGET.

Di manakah alter terahsia Melayu?Dimana?

Pada huruf ‘mim’

Bangsa Terbaik,Agama Terbaik

Mim itu Muhammad,Mim itu Mala

Apabila bangsa ini menghayati agamanya sendiri,maka akan terangkatlah

ALTER TERAHSIA BANGSA MELAYU

———————————————

Kepada anak-anak Melayu yang masih menuntut ilmu,tuntutlah ilmu semampu yang boleh kerana bangsa kamu adalah bangsa terbaik dan bijak.Jangan jadi penagih dadah atau merempit membuang masa.

Kelak kamu akan dapat menyusuri jejak Melayu itu sendiri.

Kepada para pencinta bahasa,berjuanglah pertahankan bahasa kamu kerana bahasa Melayu juga adalah kunci kepada jejak-jejak kamu yang hilang.

Kepada pemimpin politik Melayu,waspada,ada musuh yang menanti anda bukan sebab kekayaan anda tetapi sebab bangsa dan agama anda.

Kepada bangsa ‘Mala’ di Indonesia dan Malaysia,kita dipisahkan oleh penjajah-penjajah barat.Kita adalah serumpun dan bersaudara.Belanda dan Inggerislah dalang pemisahan kita.Hentikan segala sengketa yang terlampau bodoh dan merugikan,bersatulah.Biar bangsa Mala bangkit maju seperti masa-masa yang lalu.

Ini tanah kita.Ini bumi kita.Ini adalah “The Promised Land”.

Ke manakah mahu kita pergi,jika kita dihalau dari tanah ini?

Tiada perjalanan lagi selepas ini.Kita sudah pun berada di Timur Jauh.Di hujung dunia.

Sampai masa kamu akan mengerti semua rahsia ini.

Biarlah Melayu itu mengenal Mimnya sendiri.

Oleh: cahayapelangi | Juli 22, 2011

Meretas Perdamaian Umat Beragama

HKBP Tebet Nikmati Damai di Al-Zaytun

Pendeta Resort HKBP Tebet, Paresman Hutahaean, dan rombongan, sungguh merasa damai saat berkunjung ke Al-Zaytun. Di kampus lembaga pendidikan bersemangat pesantren tetapi bersistem modern itu, mereka menikmati toleransi dan perdamaian hakiki, bukan sekadar formalitas.

 

Syaikh Al-Zaytun dan Umi Farida Al-Widad (tengah) diapit oleh Pdt Paresman Hutahean dan Pdt DR SM Siahaan serta Pdt Very Siregar dan rombongan HKBP Tebet.

 

Pengakuan itu diutarakan oleh Pendeta Paresman Hutahaean setelah mengunjungi Al-Zaytun, Indramayu, Rabu, 3 Februari 2009. Setelah melihat Al-Zaytun secara langsung, Pendeta Resort Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tebet, Jakarta, itu mengaku sangat terkesan dengan Al-Zaytun. Dengan melihat Al-Zaytun, dia mengaku jadi merasa damai, menikmati damai. Karena, selama jadi pendeta di pulau Jawa, dia sebelumnya selalu merasa takut dan kuatir.

 

Dia sebelumnya selalu ragu jika hendak menjumpai umat muslim, karena menurut perasaannya, selama ini beberapa umat muslim sering kali menunjukkan ketidaksukaan pada umat Kristen. “Apalagi kalau diketahuinya kita itu seorang pendeta. Tampaknya mereka kurang segar kalau ketemu dengan kita,” katanya.

 

Pendeta Hutahaean yang selama lebih enam tahun sebelumnya melayani di HKBP Rawamangun, Jakarta Timur, kepada Berita Indonesia mengaku dengan sambutan persaudaraan yang diterimanya di Al-Zaytun, dia menikmati damai sejahtera. Sekaligus membangkitkan keyakinan dalam dirinya bahwa masih banyak ummat Muslim yang mencintai umat Kristen di negeri ini, masih ada orang-orang yang bisa saling mengerti dan memahami dalam semangat toleransi yang jujur dan ikhlas. “Dengan ini, mudah-mudahanlah ada bibit-bibit yang baik untuk terang di kemudian hari,” harapnya.

 

Pendeta Hutahaean menyatakan bahwa Pesantren Al-Zaytun ternyata sangat bersahabat. Jauh dari apa yang ada dalam bayangnya sebelumnya, yakni sebuah nuansa pesantren biasa dengan sarungnya, serban, celana yang setengah tanggung, jambang panjang dan sebagainya.

 

Syaikh Al-Zaytun dan Umi Farida saat diulosi.

 

Keramahtamahan para eksponen Al-Zaytun sendiri, menurut Hutahaean, sangat luar biasa. “Saya pikir orang Kristen saja banyak yang tidak begitu ramah. Di sini, naik tangga saja kita dibimbing, turun tangga pun kita dikasih tahu,” katanya.

 

Setelah mengunjungi Al-Zaytun, Hutahaean meyakini telah mendapat bibit-bibit persaudaraan dan persahabatan hakiki. “Mungkin inilah bibit-bibit persaudaraan yang tidak bisa dilupakan. Umur saya sekarang sudah 63 tahun. Ya mungkin, di umur saya yang saat ini, saya melihat ada bibit-bibit yang indah di negara kita ini. Semoga ada Al-Zaytun-Al-Zaytun yang lain di berbagai tempat di negeri ini. Untuk bisa menyatukan kita di negara ini. Untuk bisa sama-sama hidup dan sama-sama bersukacita di negara ini,” katanya.

 Tiga orang pendeta, tiga orang penatua, dan tiga jemaat HKBP Tebet berdo’a bersama di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Al-Zaytun Indramayu, untuk perdamaian manusia.

 

Pada saat bertemu dengan Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang, pendeta Resort HKBP Tebet ini mengungkapkan rasa haru saat mendapat ucapan selamat Hari Natal dari Al-Zaytun pada tanggal 23 Desember 2009 lalu. Ketika mendapat kartu Natal tersebut, dia mengaku sangat terkejut dan haru, karena baru sekali itu menerima ucapan selamat Natal dari sebuah pesantren.

 

Mendapat ucapan selamat demikian istimewa, lalu pada kebaktian malam Natal tanggal 24 Desember 2009, dia pun membacakan ucapan selamat Natal itu dari podium. ‘‘Waktu saya berkhotbah pada malam Natal yang dihadiri sangat banyak jemaat, saya baca langsung kartu ucapan selamat Natal itu dari atas mimbar, karena hal itu ditujukan untuk semua umat Kristen, “ akunya.

 Dengan ucapan Natal itu, dia mengaku hatinya sangat bersuka cita. “Karena selama ini, mulai dari tahun 2004, kalau saya tidak lupa, pada malam Natal itu sering kali kami was-was, jantungan. Apa nanti yang akan terjadi?” ungkapnya.

 Dengan kedatangan kartu Natal itu, perayaan Natal 2009 itu pun, sungguh dirasakannya berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya. Dia mengaku hatinya begitu damai. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya, dia dan umat Kristen lainnya kadang dibayang-bayangi rasa takut akan adanya teror bom dan lainnya.

 “Pada tahun 2005, misalnya, ada selebaran gelap yang menyebut Natal berdarah. “Kami merasa terancam semua. Tapi Natal 2009 ini, kok lain. Ada datang ucapan selamat Natal dari pimpinan pesantren. Itu sangat luar biasa bagi saya sendiri. Dan di hati saya, ada damai saat itu,” kata Hutahaean jujur.

 

Menikmati buah dari toleransi yang ditanamkan Al-Zaytun itu, Pendeta Hutahaean pun sangat mengharapkan adanya Al-Zaytun-Al-Zaytun yang lain lagi di berbagai tempat. “Itulah, kami sangat bergembira. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah ada Zaytun-Zaytun di tempat lain. Apakah cuma di sini saja. Karena kami sangat merindukan untuk hidup rukun bertetangga. Baik rumah, gereja, masjid dan sebagainya. Kami sangat merindukan. Itulah yang sangat kami (orang-orang Kristen) rindukan sebenarnya. Karena sampai saat ini kami seolah-olah was-was di negara ini. Apakah kami warga negara kelas dua? Itu yang sering kami renungkan,” ungkapnya saat menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan Syaykh Panji Gumilang bersama eksponen Al-Zaytun lainnya.

 

Ramah tamah rombongan HKBP Tebet dengan Syaikh Al-Zaytun serta eksponen lainnya di hotel Al-Islah Al-Zaytun.

 

Ditanya tentang pandangannya tentang toleransi beragama di Indonesia ke depan pasca kunjungannya ke Al-Zaytun, Pendeta Hutahaean mengatakan paling tidak sudah tumbuh pengharapan. Melihat banyaknya pelajar Al-Zaytun, Pendeta Hutahaean yakin setelah pendidikan mereka selesai, mereka akan tersebar ke seluruh Indonesia. Mereka pun akan berbicara (memberi contoh) nilai-nilai toleransi di lingkungannya masing-masing. “Ada sepuluh ribu siswanya sekarang, selesai kuliah, mereka ini, saya yakin akan menyebarkan bibit-bibit perdamaian dan toleransi,” katanya.

 Hutahaean sendiri berjanji akan terus mengkhotbahkan (memberitakan) ini kepada jemaatnya. Jadi menurutnya, pasti ada pengharapan yang lebih baik.

 Mengenai pendidikan di Al-Zaytun, Hutahaean juga berpendapat model dan program pendidikan Al-Zaytun itu luar biasa, termasuk kelengkapannya. ‘‘Memang sudah matang perencanaannya. Karena, semua sudah lengkap, semua kebutuhan siswanya disiapkan. Sampai-sampai cuci kain sudah pakai alat elektronik termodern. Waduh, luar biasa itu. Saya pikir HKBP masih jauh, belum bisa bikin begitu,’’ ungkapnya jujur.

 

Pendeta Paresman Hutahaean sebagai Pendeta Resort HKBP Tebet, berkunjung ke Al-Zaytun, Rabu 3 Februari 2010, bersama rombongan yakni Pendeta Tumbur Very Siregar, STh sebagai pendeta huria (gembala sidang) HKBP Tebet, Sintua O. Hutabarat, Sintua Kastina Simarmata boru Damanik, Sintua Sukartini Tri Rahayu Marpaung boru Matondang, Ny. Nely Hutasoit boru Siregar, Ny. Dahlia Silitonga boru Tobing, Ny. Pita Uli Hutabarat boru Tobing, serta didampingi Pendeta Dr. Sountilon M. Siahaan, mantan Sekjen HKBP dan Rektor STT HKBP Nommensen, yang saat ini menjadi anggota jemaat HKBP Tebet. Pendeta Dr. Sountilon M. Siahaan, dalam enam bulan terakhir aktif mengajar Bahasa Ibrani di Al-Zaytun.

 

Kado yang Indah

Setelah menerima kado yang indah dari Al-Zaytun berupa kartu Natal pada Natal 2009 lalu, juga sambutan hangat penuh damai dan kebersamaan. Dalam kunjungannya ke Al-Zaytun, rombongan HKBP Tebet juga memberikan kado sederhana namun cukup bermakna, yakni ulos dan persembahan nyanyian.

 Rombongan dari gereja etnis Batak ini menyerahkan ulos tanda kasih dan penghormatan dari pendeta dan majelis HKBP Tebet kepada Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang dan umi Farida Al-Widad. ‘‘Kami tidak membawa apa-apa. Kami datang ke sini hanya dengan sukacita. Tapi walaupun demikian, ada penghormatan menurut budaya Batak. Kami sampaikan ulos sebagai simbol (tanda) kasih, penghargaan dan pengharapan kami kepada bapak dan ibu,” kata Pendeta Hutahaean.

 

“Ini adalah penghormatan adat tertinggi bagi orang Batak, tanda kasih. Semoga panjang umur. Tuhan yang melindungi. Dengan ulos ini kami mengatakan, kami cinta dengan pesantren ini. Semua dengan pengasuh-pengasuh yang ada di sini. Apalagi dengan Bapak sebagai pemimpin bersama Ibu. Semoga Tuhan melindungi, panjang umur Bapak dan Ibu, juga dengan semua saudara-saudara kami yang ada di sini,” kata Pendeta Hutahaean seraya menguloskan ulos tersebut kepada Syaykh Panji Gumilang dan Ibu. Ulos itu bertuliskan ‘Semoga Persaudaraan Kita Dikekalkan oleh Allah Menuju Indonesia yang Penuh Toleransi dan Perdamaian. Puji Tuhan’.

 

Kemudian, empat orang ibu yang ikut dalam rombongan HKBP Tebet tersebut juga mempersembahkan nyanyian ucapan syukur kepada Sang Khalik. “Jadi, kami mau berbicara semua, tapi dengan satu bicaranya, dengan nyanyian. Kita mengucap syukur boleh sampai ke tempat ini dengan selamat dan boleh bersukacita melihat semua apa yang terjadi di tengah-tengah tempat ini. Kami akan menyanyikan Syukur pada-Mu ya Tuhan,” kata Ibu boru Tobing mengawali nyanyian mereka.

 

Syukur pada-Mu ya Allah atas segala rahmat-Mu.

Syukur atas kecukupan dari kasih-Mu penuh

Syukur atas pekerjaan walau tubuhpun lemah

Syukur atas kasih sayang dari sanak dan teman.

Syukur pada keluarga penuh kasih yang mesra.

Syukur atas perlindungan yang memberi sejahtera

Syukur atas kekuatan kala duka dan kesal

Syukur atas pengharapan kini dan selamanya.

 

Demikian syair lagu yang dinyanyikan ibu-ibu tersebut yang disambut meriah oleh seluruh hadirin.

 

Syaykh Al-Zaytun, Pemimpin yang Dipilih Tuhan

 

Syaikh Al-Zaytun berdiri menyambut rombongan HKBP Tebet sekaligus memperkenalkan eksponen Al-Zaytun yang mendampinginya.

 

Setelah rombongan HKBP Tebet berkeliling meninjau berbagai fasilitas infrastruktur serta sistem tata kelola pembelajaran, ekonomi dan lingkungan hidup di Al-Zaytun, kekaguman tertinggi akhirnya termuarakan kepada Syaykh AS Panji Gumilang yang diapresiasi sebagai pemimpin yang telah dipilih Tuhan.

 

Ketika acara temu ramah antara rombongan HKBP Tebet dengan Syaykh Al- Zaytun yang didampingi Umi Farida Al-Widad Panji Gumilang beserta para eksponen Al-Zaytun di Wisma Al-Islah, rombongan HKBP Tebet yang dipimpin Pendeta Paresman Hutahaean dan didampingi mantan guru Bahasa Ibrani di Al-Zaytun Pendeta Dr. SM. Siahaan, menyampaikan langsung apresiasi tersebut kepada Syaykh Panji Gumilang.

 

Dalam kesempatan memperkenalkan anggota rombongan sekaligus mengucapkan kesan dan terimakasih, Pendeta Very Siregar mengemukakan keyakinannya bahwa Syaykh Al-Zaytun adalah pemimpin yang telah dipilih Tuhan.

 Pendeta Very mengaku sangat terkesan dan mengagumi budaya toleransi dan perdamaian yang dibangun dan dikembangkan di Al-Zaytun. Sebab menurutnya, pada kenyataannya toleransi di Indonesia sebenarnya masih sangat sulit atau semu sekarang ini. Tapi di Al-Zaytun bisa konkrit terlaksana dengan baik. Antara lain terbukti dari keterbukaan Al-Zaytun menerima rombongan HKBP Tebet.

 Setelah berkeliling melihat berbagai fasilitas, sistem dan metode pengajaran terutama perihal manajemen di bawah kepemimpinan Syaykh Panji Gumilang, maka Pendeta Very menyampaikan kesannya, Syaykh adalah seorang pemimpin yang telah dipilih Tuhan.

 

“Ini kesan teologis. Karena Bapak pemimpin di sini, saya punya kesan bahwa Bapak adalah pemimpin yang dipilih Tuhan,” ujarnya. Pendeta Very menjelaskan, ada pemimpin yang dipilih Tuhan dan ada pemimpin yang dibiarkan Tuhan terpilih. Menurutnya, kalau pemimpin yang dipilih Tuhan, itu pasti berjalan dengan lancar dengan hikmat yang datang dari Tuhan. Tapi kalau pemimpin yang dibiarkan Tuhan terpilih, akan banyak masalah, karena dia hanya dibiarkan Tuhan terpilih. Tapi kalau pemimpin yang dipilih Tuhan, bagaimanapun hebatnya persoalan, dia bisa melaluinya, karena dia dipilih Tuhan. “Kami ucapkan selamat kepada Bapak, karena Bapak dipilih Tuhan. Itu penglihatan teologis kami,” lanjut Pendeta Very.

 

Mengenai toleransi, Pendeta Very menyebut toleransi di Indonesia masih sangat sulit, karena untuk mendapatkan izin pendirian gereja di negeri ini misalnya, masih begitu sulit. Bahkan lebih sulit dari mendapatkan izin mendirikan tempat hiburan dan panti pijat. Karena itu, dalam kesempatan itu, dia pun meminta agar hal itu bisa sebagai bahan masukan buat Syaykh.

Lebih lanjut, menurutnya, toleransi pada umumnya sulit untuk dilaksanakan karena tidak terjadi dialog. Tapi di Al-Zaytun, dialog itu tidak hanya didialogkan tetapi diimplementasikan dalam kehidupan keseharian antara lain dengan keterbukaannya menerima dengan penuh persaudaraan dan persahabatan orang yang berbeda agama.

 

Menambah kesan dan pesan yang diucapkan di hadapan Syaykh, Pendeta Very Siregar kepada Berita Indonesia juga mengatakan Al-Zaytun itu sangat luar biasa, amazing grace. Menurutnya, visi Al-Zaytun sebagai Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Peradamaian, itu tidak hanya slogan lagi, tapi sudah betul-betul dibuktikan. Dia berharap, toleransi yang sudah dilihat dan dirasakannya selama di kampus Al-Zaytun itu kiranya terus berjalan di kemudian hari.

 

Pendeta Very berdiri memperkenalkan rombongan dari HKBP Tebet kepada Syaikh Al-Zaytun dan eksponen lainnya.

 

Ditanya dalam hal apa saja toleransi dan perdamaian itu paling terasa dibuktikan di Al-Zaytun. Menurut Very, yang pertama adalah ketika santri menyanyi dalam bahasa Ibrani. Kedua, ketika di masjid, baik melalui kalimat-kalimat indah yang dipajang di pintu masuk, maupun ketika pendeta diminta berdoa di tengah masjid.

 

Mengenai pendidikan di Al-Zaytun, Very juga mengaku salut, karena pendidikan yang sudah sesuai dengan kurikulum dari Depdiknas itu ditambah lagi dengan beberapa muatan lokal. Mereka juga terbuka pada bahasa Inggris, bahkan bahasa Ibrani. “Sebelumnya, saya pikir kalau pesantren itu khusus bahasa Arab. Ini terhadap bahasa lain juga terbuka. Artinya, mereka terbuka pada masukan dari luar. Itu yang saya pahami,” katanya.

 

Ke depan, dia berharap perdamaian di negeri ini semakin terwujud. Khusus jemaat HKBP Tebet dan Al-Zaytun, hubungan keduanya diharapkannya semakin erat. Sama seperti Pendeta Hutahaean, Very juga berjanji akan mengkhotbahkan pertemuan itu dalam kebaktian minggu, kebaktian keluarga, kebaktian daerah atau wyik setiap kategorial. “Harus kita tanamkan sikap toleransi, terbuka dan damai,” ujarnya.

 

Kampus Kemakmuran

Perihal pengelolaan pondok pesantren modern (kampus) Al-Zaytun, Pendeta Very mengaku melihat semuanya diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai tambah. Sesuatu, yang menurutnya, justru tidak terdapat di banyak tempat di negara ini. “Pengelolaan seperti ini yang kurang dari bangsa kita,” katanya. Dia memberi contoh tentang pengelolaan air di Al-Zaytun. Dari sistem pengelolaan air tersebut, Pendeta Very mengaku, dalam pikirannya langsung timbul keyakinan bahwa di kampus ini ada kemakmuran.

 

Dalam kesempatan yang sama, Sukartini Sri Rahayu mengaku sungguh terkesan pada Syaykh, bahkan sebelum berkunjung ke Al-Zaytun. Sebab istri seorang Kombes kepolisian bermarga Marpaung, ini mengaku bahwa sebelumnya, persisnya pada Hari Natal 2009 lalu, dia mendapatkan kartu Natal dari Al-Zaytun dengan lengkap menyebutkan nama dan alamatnya.

 

Ketika itu, putri Jawa yang dinobatkan jadi Boru Matondang ini mengaku sempat merasa heran bercampur terharu dan bahagia setelah melihat ternyata kartu itu dari sebuah pesantren. Karena sebelumnya, saudaranya sekalipun, justru banyak yang tidak mau mengucapkan Selamat Natal kepadanya. Sejak dari situlah, ada keinginan di hatinya untuk datang berkunjung ke Al-Zaytun.

 

Maka, ketika bertemu dengan Pendeta DR. SM Siahaan, yang dia tahu mengajar Bahasa Ibrani di Al-Zaytun, dia pun mengemukakan niatannya untuk berkunjung ke Al-Zaytun. Ternyata niatnya direspon Pendeta Siahaan dan Pendeta Paresman Hutahaean, Pendeta Very Siregar serta penatua dan anggota jemaat HKBP Tebet lainnya baik yang menerima kartu ucapan Selamat Natal dari Al-Zaytun maupun tidak. Dari situ, dia pun yakin bahwa pertemuan kali ini merupakan jalan Illahi, seperti yang juga diyakini oleh Syaykh al-Zaytun.

 

“Jadi, saya sangat salut, dan saya percaya Tuhan memberkati Syaykh. Terutama kita terus berdoa, untuk persatuan Indonesia, dengan toleransi beragama dan perdamaian,” ujar Sri Rahayu. Dia pun mengutarakan Zabur 133 yang antara lain berbunyi bahwa, sungguh alangkah indahnya, bila kita bersama saudara hidup dengan rukun dan damai. “Di situ Tuhan akan memberkati bangsa Indonesia. Dan kami percaya, itu akan terjadi seperti Bhinneka Tunggal Ika yang mana dicita-citakan oleh pendahulu kita dan juga mungkin oleh Patih Gajahmada. Walaupun berbeda tetap satu. Percaya bahwa di dalam Tuhan itu tidak ada yang mustahil,” kata Sukartini Sri Rahayu.

 

Rombongan HKBP Tebet terkesan melihat dan mendapat penjelasan mengenai misi pendidikan di Kampus Al-Zaytun

 

Dipertemukan Illahi

Sebelumnya, dalam sepatah kata sambutan, Syaykh Panji Gumilang, menyebut kunjungan HKBP Tebet, Rabu, 3 Februari 2009, ini merupakan rencana Illahi yang awalnya dilatarbelakangi oleh keinginan Syaykh untuk belajar bahasa Ibrani. Lalu dalam perjalanan waktu kemudian menemukan Pendeta DR SM Siahaan sebagai pengajar. Seorang pendeta di HKBP yang sebelumnya tentu telah mengenal para anggota rombongan HKBP Tebet tersebut.

 

Berkaitan dengan itu, menjawab pertanyaan seorang ibu anggota rombongan yang menanyakan alasan Syaykh berminat memelajari Bahasa Ibrani, Syaykh yang menjawabnya dengan gaya bercerita mengatakan, bahwa dari kecil dirinya diajarkan oleh orangtuanya yang fanatik Bahasa Arab. Syaykh menuturkan, sejak masih kecil sudah diajarkan nyanyi dalam bahasa Arab. Sesungguhnya nyanyian itu adalah sebuah keyakinan. Namun, ketika artinya ditanya kepada ibunya, ibunya selalu mengatakan tidak usah dulu tahu artinya, sebab nanti kalau sudah sekolah pasti tahu.

 

“Ibu bukan guru, memaksa kami supaya hafal. Sudah hafal, ya sekolah. Di sekolah itu, ada empat kitab dari Tuhan. Yang pertama Zabur, yang kedua Taurat, yang ketiga Injil, dan keempat Quran. Harus diimani. Tambah lagi ada kitab-kitab. Ada lagi kutub-kutub, baik itu Musa maupun Ibrahim,” ujar Syaykh.

 

Mendapatkan perintah itu, Syaykh mengaku sempat berpikir keras. Sebab, kitab itu katanya harus diimani, tapi bahasa taurat tidak mengerti. Kemudian belakangan ini, walaupun sudah merasa terlambat, Syaykh pun mengambil keputusan harus mengetahui Bahasa Taurat dan Zabur yang tertulis dalam Bahasa Ibrani. “Coba kalau bahasa Ibraninya bersamaan dengan Arab dulu. Mungkin bisa lebih Elo kami. Itu namanya mungkin kan? Prakteknya kan belakangan baru sadar. Tapi daripada tidak sadar sama sekali, lebih baik sadar walaupun belakangan,” jelas Syaykh al-Zaytun.

 

Jadi intinya, mengapa Syaykh berminat belajar Bahasa Ibrani, karena Syaykh merasa tidak tepat harus mengimani sebuah kitab tapi tidak tahu isinya. Sementara untuk mengetahui isinya, sudah pasti harus tahu bahasanya.

 

Dalam proses rencana belajar bahasa Ibrani itu, Syaykh pun mencari ahli atau guru Bahasa Ibrani di Indonesia. ‘‘Kami cari di kalangan muslim yang pandai Ibrani, satu pun di Indonesia tidak ada. Dulu saya punya kakek, seorang Kyai, bisa bahasa Ibrani. Saya telusuri, sampai dimana bisa bahasa Ibraninya. Ah, katanya saja. Belum pernah saya mendengar, katanya. Ya sudah, berarti nggak ada,’’ kata Syaykh. Sampai akhirnya, atas perkenan Illahi, ‘menemukan’ Pendeta DR. SM Siahaan, mantan Sekjen HKBP dan mantan Rektor STT HKBP, pengajar Bahasa Ibrani.

 

Sementara itu, menyambut kedatangan rombongan HKBP itu serta membalas kesan, pesan dan ucapan terimakasih mereka, Syaykh dalam sambutannya mengatakan, alhamdulillah, puji Tuhan, bahwa hari Rabu tanggal 3 Februari 2010 Al-Zaytun mencatat satu kejadian yang khusus dengan datangnya jemaat HKBP Tebet. “Tentunya, kami menyampaikan syukur kepada Allah. Dan terimakasih untuk bapak dan ibu atas kunjungan ini,” katanya.

 

Syaykh mengatakan, dia dan semua civitas akademi Al-Zaytun yakin, bahwa pertemuan atau kunjungan rombongan HKBP itu ke Al-Zaytun merupakan keinginan yang digerakkan oleh Tuhan. “Tidak akan terjadi menurut iman kami, sesuatu keinginan baik, kalau tidak digerakkan oleh Tuhan. Karena kita semua memiliki keimanan yang semuanya kita serahkan pada Tuhan. Maka kebaikan ini disetir dan dibimbing oleh Tuhan. Dan kami yakin dan kita yakin, kebaikan yang dibimbing Tuhan itu positif juga adanya,” ujarnya.

 

Pdt. DR SM Siahaan (depan) bersama rombongan HKBP Tebet melihat pabrik pengolahan baja untuk keperluan internal Al-Zaytun

 

Selanjutnya, Syaykh sekilas memperkenalkan Al-Zaytun. Dijelaskan, Al-Zaytun mulai berdiri tahun 1999 dengan satu keinginan menciptakan sebuah sikap toleransi dan menjunjung tinggi perdamaian. Awalnya dalam mendidik. Kemudian, sikap itu dilanjutkan dalam kehidupan. “Sesulit apapun sesuatu, harus dimulai. Lingkungan yang besar seluas apapun, kita tidak usah khawatir,” kata Syaykh. “Kita mulai dari lingkungan yang paling kecil. Sehingga imbas dari yang paling kecil ini, sudah pasti akan sampai menyusup kepada lingkungan yang lebih besar dari ini,” lanjut Syaykh.

 

Untuk menciptakan itu, Syaykh mengatakan, dimulai dengan begitu berdiri, Al-Zaytun selalu saling terbuka dengan seluruh umat beriman. Bahkan, menurutnya, andai umat yang tidak punya iman-pun, Al-Zaytun ingin dekat supaya mau beriman. Jadi walhasil, Al-Zaytun ingin dekat dengan seluruh umat manusia agar dapat mengimani ajaran Ilahi. Apapun bentuk agamanya. Itulah menurut Syaykh yang pertama kali dilangkahkan Al-Zaytun sejak berdirinya.

 

Sedangkan mengenai surat-surat ucapan selamat, Syaykh mengatakan sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 1999 akhir. Kalaupun baru belakangan ini datang kepada HKBP Tebet setelah 10 tahun berdiri, menurut Syaykh, mungkin itu karena alamat baru sampai. “Kami selalu mencari mana yang bisa diberikan. Akhirnya, tercapailah alamat itu dan akhirnya sampailah kepada ibu dan bapak,” kata Syaykh.

 

Tapi, menurut Syaykh, tidak usah dicari penyebabnya, yang penting sudah bisa berjumpa. Itu semua penyebabnya diatur oleh Allah. “Kita kadang-kadang merancang juga tidak bisa. Nah, ini sudah diatur semua oleh Tuhan. Terimakasih pada Tuhan. Dan terimakasih pada bapak/ibu dan semua,” ujar Syaykh.

 

Syaykh mengatakan, kunjungan HKBP Tebet ini bagi Al-Zaytun punya makna yang besar. Kalau para pendeta tadi merasa ada gundah gulana terhadap persatuan ke-Indonesia-an ini, menurut Syaykh, sesungguhnya itu tidak dirasakan oleh sepihak saja. Banyak yang merasakan itu. Dan karena tumbuh rasa seperti itulah, kata Syaykh, maka Al-Zaytun ingin bersama-sama dengan yang lain untuk menciptakan, membuang gundah-gulana itu. “Maka perdamaianlah yang Al-Zaytun utamakan, karena perdamaian itu akan membuang gundah-gulana,” kata Syaykh al-Zaytun.

 

“Kalau kita hanya berfokus kepada sikap negara, maupun pemerintah, ini semakin membuat kita tidak bisa berdialog. Maka sebagai bangsa yang punya hidup yang sama dalam undang-undang, baik UUD dan aturan lainnya, mari kita terobos kesulitan-kesulitan itu dengan dialog seperti ini. Memang ini kecil, jumlahnya tidak banyak. Tapi kalau terus kita ciptakan, ini seperti kata pepatah Jawa, kriwikan dadi grojogan. Jadi sikap kita yang kecil-kecil ini, mula-mula kriwikan, artinya tetesan air. Yang kemudian karena sumbernya banyak, jadi menggrujuk. Kami yakin, tentunya banyak yang menginginkan itu. Kami ingin mula-mula menetes. Menetes dulu, karena banyak, nanti akan jebol dan jadi grojogan,” jelas Syaykh.

 

Zaenal Arifin menjelaskan berbagai program pendidikan di Al-Zaytun kepada rombongan HKBP Tebet

 

Syaykh mengatakan, adanya kekerasan dan sebagainya memang tidak bisa dihiraukan. “Tapi, itu proses menuju sesuatu yang indah. Maka, Al-Zaytun menyikapi itu dengan ajaran Ilahi. Mari kita tampil mengatasi semua kekerasan dan sebagainya itu dengan cara yang terbaik. Kita berbuat kebaikan yang lebih baik dari yang sudah. Terus seperti itu,” ajak Syaykh.

 

Dalam kesempatan itu, Syaykh juga mengatakan keinginannya membalas kunjungan HKBP itu dengan datang berkunjung ke HKBP Tebet. Keinginan itu pun langsung disambut senang oleh rombongan HKBP. “Permainan bola itu kalau sendiri saja, itu namanya tidak bermain. Jadi bermain bola ada yang menendang, ada yang jaga dan sebagainya,” kata Syaykh menganalogikan. “Itu namanya, saling berbalas. Artinya tepuk itu tidak sebelah tangan,” lanjut Syaykh.

 

Kemudian, setelah Syaykh memperkenalkan para eksponen yang bisa hadir pada saat itu yakni, Umi Farida al Widad, ustad Abdul Halim, Nazruddin Latief, Iskandar Syafullah, Mbah Furqon, Ruslan Noerdin Abbusabbit, Natsir Abdul Qoidir Suwaidi, Abdullah Al Hayi, Hilman Badar, Zaenal Arifin, dan Denny yang mengurusi bagian luar bandar, serta Ch. Robin Simanullang yang disebutkan juga merupakan keluarga besar Al-Zaytun yang bertugas di bagian media massa, memegang Majalah Berita Indonesia, Syaykh kemudian mengatakan, Al-Zaytun biarlah satu. Tapi misi Al-Zaytun, biarlah merata dimana-mana. Jadi visi dan misinya saja yang disebarkan.

 

“Jadi, bisa berdampingan Al-Zaytun dengan HKBP, tapi tanpa mendirikan bangunan. Itu yang bisa kami kehendaki, jadi bisa ketemu dengan Pak Hutahaean, Pak Siregar, ketemu Pak Hutabarat dan lain sebagainya tanpa ada fisik Al-Zaytun di sana. Tapi visi dan misi Al-Zaytun terus merayap-rayap dimana-mana. Sehingga kita semua menjadi makhluk Tuhan, hamba Tuhan, mengabdi untuk Tuhan, dan untuk kepentingan Tuhan. Selamat kita di dunia dan jaya pula kita di akhirat,” kata Syaykh mengakhiri sambutannya.

 

Al-Zaytun, Kebenaran dengan Kasih

Si Rahayu boru Matondang menambahkan apa yang diucapkannya di hadapan Syaykh itu kepada Berita Indonesia. Dia mengatakan, sangat kagum dengan Al-Zaytun. Seperti yang disebutkan Syaykh, penatua HKBP Tebet ini juga mengulangi ucapannya mengenai keyakinannya bahwa perjumpaan ini adalah dipertemukan Illahi. ‘‘Ya, saya percaya bahwa ini tidak kebetulan, karena di dalam kehidupan orang percaya tidak ada yang kebetulan, tapi Tuhan yang menghendakinya,” kata Sri Rahayu. Paling tidak, katanya, kita mempunyai satu beban untuk mereka, mendoakan supaya niat suci mereka untuk toleransi dan perdamaian Indonesia itu terwujud. “Saya pribadi komitmen akan mendoakan terus di dalam doa syafaat keluarga,” katanya.

 

Seluruh civitas akademi Al-Zaytun menyambut rombongan HKBP Tebet dengan terbuka dan bersahabat

 

Menurut keyakinannya, pada saatnya nanti, keturunan Ismail dan Ishak juga akan bersatu. Karena keduanya memang satu akar dari Abraham. Tentang harapannya pada perdamaian manusia di kemudian hari, dia mengatakan, harapannya adalah sama dengan keinginan Al-Zaytun yakni toleransi dan perdamaian itu dapat terwujud. “Kebetulan sebelum saya berangkat ke sini, saya membaca buku tentang keturunan Ismail, yaitu suku Kedar. Itu dinubuatkan bahwa mereka juga akan percaya,” katanya.

 

Sementara itu, Ibu St. Kastina Simarmata boru Damanik berpendapat, ke-Islam-an Al-Zaytun lebih nasionalis dari yang lain. Membandingkan langsung dengan yang dirasakan sendiri, Al-Zaytun menurutnya lain dengan yang lain. Jika umat Islam yang lain merasa diri mereka berbeda sekali dengan Kristen, tapi di Al-Zaytun perasaannya dekat sekali. Buktinya menurutnya, ketika pendeta Very Siregar mengatakan Kristen yang minoritas, sedangkan Islam yang mayoritas, Syaykh langsung mengatakan jangan dikatakan begitu. “Dari situ, kita bisa tarik bahwa Syaykh itu menganggap tidak ada perbedaan, dan toleransinya tetap tinggi terhadap kita. Dan dia merasa antara dia dan kita tidak ada perbedaan,” ujar Kastina.

 

“Dia kirim kartu Natal kepada Kristen. Kalau Muslim yang biasa saya lihat, salaman saja tidak mau. Itu membuktikan bahwa Tuhan itu memang adalah Tuhan bersama. Makanya simbol-simbol mereka tadi dibikin di situ adalah untuk semua. Nah, di situ saya kagum sama Syaykh al-Zaytun. Dan saya rasa, memang betul bahwa beliau dipilih oleh Tuhan. Dipilih oleh Tuhan menunjukkan bahwa di Indonesia ini walaupun banyak yang berbeda-beda, tapi masih ada manusia yang merasakan bahwa iman itu adalah satu di hadapan Tuhan untuk semua orang. Cuma orangnya saja atau oknumnya saja yang membikin dia berbeda satu sama lain, tapi pada hakekatnya, Tuhan di atas semuanya,” tegasnya.

 

Ditanya bagaimana menurutnya cara umat Kristen untuk mendukung misi toleransi dan perdamaian yang diusung Al-Zaytun, sekaligus menjaga hubungan dengan mereka, Ibu Kastina berpendapat, umat Kristen perlu mendoakan supaya Tuhan lewat RohNya bekerja di Al-Zaytun supaya mereka tetap mengikat persatuan dengan umat Kristen dan sesama manusia. Juga agar Al-Zaytun tidak melenceng dari iman yang dikehendaki Tuhan, supaya mereka tetap mengembangkan budaya toleransi dan perdamaian bersama umat beragama lainnya. Kemudian, HKBP bisa bikin beritanya di buletin internalnya Imanuel. Dan untuk yang sudah datang ke Al-Zaytun, menurutnya juga perlu menceritakan apa yang dirasakan di Al-Zaytun ini kepada teman-temannya di kalangan jemaat maupun di keluarga.

 

Sementara untuk menjaga hubungan antara HKBP Tebet dan Al-Zaytun, Kastina menyarankan agar keduanya terus menjaga silaturahmi dengan saling memberi ucapan selamat seperti yang sudah dimulai Al-Zaytun.

 

Rombongan HKBP Tebet bertambah kagum melihat peralatan-peralatan modern seperti mesin cuci di Al-Zaytun

 

Mengenai pendidikan yang diterapkan di Al-Zaytun, Kastina juga memberi apresiasi yang cukup tinggi. “Luar biasa, semuanya lengkap. Betul-betul bagus. Sampai drainase itu tadi ada, peternakan, pertanian. Di kita Kristen juga tidak ada yang seperti ini. Sekolah pemerintah juga tidak ada yang seperti ini. Yang saya tahu, untuk perguruan tinggi di Indonesia, hanya ini (Al-Zaytun) satu-satunya yang betul-betul bisa dibawa ke luar negeri untuk membawa nama harum bangsa Indonesia,’’ ujarnya.

 

Sementara itu, anggota rombongan lainnya, Ny. Nely Hutasoit boru Siregar, mengaku sangat tertarik pada semua yang dilihatnya di Al-Zaytun. Sampai kedisiplinan di jalan dan sebagainya. Menurutnya, itulah yang benar, yang dari kecil diajari disiplin, diajari kebenaran. Karena itu dia sangat setuju kepada Syaykh yang selalu mengatakan kebenaran dan kebenaran. “Kalau kita berani mengatakan kebenaran, kita pasti bisa menjalankan hidup ini,” ujarnya berfilsafat. Ny. Nely Hutasoit boru Siregar menyimpulkan bahwa di Al-Zaytun, kebenaran itu dijalankan dengan kasih.

 

Selain itu, Ny. Nely juga menyoroti ketokohan Syaykh sebagai pemimpin Al-Zaytun. Menurutnya, Syaykh Al-Zaytun sangat sederhana, padahal biasanya kalau seorang Syaykh itu, kalau datang harus disambut, dan sebagainya. Menurutnya, Syaykh al-Zaytun itu seorang pemimpin yang patut diteladani. Seorang Syaykh yang bersahaja dan sangat menghargai perempuan.

 

Nely boru Siregar mengaku salut dengan kesederhanaan Syaykh yang hanya beristri satu. “Jadi memang masih ada Syaykh yang menghargai wanita,” katanya. Dari itu semua, dia sepakat dengan yang dikatakan Pendeta Very Siregar, bahwa Syaykh al-Zaytun itu adalah pemimpin yang dipilih Tuhan. Berarti anugerah.

 

Tentang pengelolaan Al-Zaytun, Nely menyatakan rasa kagum. “Saya tanya, ini kok bisa mewah begini? Saya tanya juga sampai yang kecil-kecil. Potongan-potongan kayu juga semua mereka daur ulang. Dari mereka untuk mereka. Jadi di situlah kehebatan pemimpinnya. Di situlah kehebatan Syaykh-nya. Dia pemimpin dan jadi contoh,” kata Nely.

 

Sama dengan apresiasi tersebut di atas, St O Hutabarat, Pita Uli Hutabarat boru Tobing dan Dahlia Silitonga boru Tobing juga mengatakan kekaguman mereka dengan toleransi dan sistem pendidikan yang dilakukan Al-Zaytun serta kepemimpinan Syaykh al-Zaytun.

(Berita Indonesia)


Sekali lagi Ma’had Al-Zaytun dan GPIB (Gereja Protestan Indonesia bagian Barat) mengimplementasikan dan memancarkan misi toleransi dan perdamaian secara nyata.Kali ini, setelah Syaykh al-Ma’had Dr Abdussalam Panji Gumilang didaulat berpidato (khotbah) di podium altar gereja, Mars Universitas Al-Zaytun berjudul Ajaran Illahi untuk Semua pun berkumandang di gereja itu, dinyanyikan bersama seluruh jemaat dan eksponen Ma’had Al-Zaytun.

Hari itu, Sabtu malam 29 Oktober 2005, di gedung gereja GPIB Koinonia Jl. Matraman Raya, Jakarta, Badan Pelaksana Musyawarah Pelayanan (BP Mupel) GPIB Jakarta Timur periode 2000 – 2005 yang di ketuai Pdt Rudolf A Tendean, menyelenggarakan acara kebaktian peringatan HUT GPIB ke-57. Acara itu, dihadiri para eksponen Ma’had Al-Zaytun dipimpin Syaykh al-Ma’had Abdussalam Panji Gumilang atas undangan penyelenggara.

Acara itu dimulai pukul 18.00. Diawali kebaktian yang dihadiri para pendeta dan pelayan gereja GPIB se Jakarta Timur. Kemudian seusai acara kebaktian, rombongan eksponen Ma’had Al-Zaytun setelah sholat dan berbuka puasa, ikut bergabung masuk dalam gedung gereja. Ini kedua kalinya eksponen Ma’had Al-Zaytun bergabung bersama jemaat di dalam gedung gereja GPIB Koinonia itu.

Pertama kali Syaykh Panji Gumilang dan rombongan masuk dalam gereja itu pada Rabu malam 7 Juli 2004. Saat itu, seusai kebaktian bulanan khusus untuk memperlengkapi jemaat dengan tema aktual, Syaykh Panji Gumilang didaulat berpidato. Syaykh menjelaskan visi dan misi Ma’had Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian.

Setelah itu, Sabtu 31 Juli 2004, sekitar 200 orang jemaat GPIB Koinonia dipimpin Pendeta Rudolf Andreas Tendean, yang akrab dipanggil Pendeta Rudy, selaku Ketua Majelis Jemaat, mengunjungi Ma’had Al-Zaytun. Kala itu, rombongan ini disambut dengan hangat penuh persaudaraan dalam suatu upacara khusus yang dihadiri seluruh santri, guru dan eksponen Ma’had Al-Zaytun. Kala itu, Pendeta Rudy didaulat memimpin doa pada penghujung acara dan saat mengunjungi Masjid Rahmatan lil ‘Alamin yang tengah dibangun di kampus Al-Zaytun itu.

Hubungan persaudaraan ini, bermula dari ketulusan Syaykh al-Ma’had Panji Gumilang mengirimkan kartu ucapan Selamat Hari Natal ke berbagai pimpinan dan jemaat gereja di bulan Desember 2003. Kartu ucapan selamat Natal ini direspon Majelis Jemaat GPIB dengan membuka komunikasi langsung serta mengutus beberapa anggota Majelis Jemaat mengunjungi Ma’had Al-Zaytun.

Persahabatan pun kian akrab, untuk tujuan yang sama yakni toleransi dan perdamaian. Tidak sekadar diucapkan atau diwacanakan dalam retorika, tetapi diimplementasikan secara nyata dalam sikap dan perbuatan. Saling menghormati, mengasihi dan saling memberi dan saling mendoakan sesuai iman dan kepercayaan masing-masing.

Gereja Koinonia, Begitulah, pada bulan suci, Sabtu malam 29 Oktober 2005, rombongan eksponen Ma’had Al-Zaytun pun disambut hangat penuh persaudaraan oleh para pendeta dan pelayan gereja GPIB se Jakarta Timur yang berkumpul di gereja GPIB Koinonia, Jakarta. Pendeta Rudy dan Pendeta Kokali (yang mempim kebaktian) menyambut kedatangan rombongan dan menyampaikan sambutan selamat datang.

Pendeta Rudy menjelaskan tema acara HUT GPIB ke-57 malam itu, yang dihadiri para pendeta dan pelayan gereja GPIB se Jakarta Timur. Acara itu dilanjutkan 31 Oktober 2005 dihadiri para pendeta dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kemudian tanggal 17- 19 Nopember dilanjutkan sidang lima tahunan GPIB yang akan dihadiri utusan 271 jemaat dari 24 provinsi beserta undangan dari gereja-gereja di dunia. Sidang itu akan menentukan perjalanan lima tahun GPIB ke depan. “Dan dalam lima tahun ke depan itu, ada Pemilihan Umum tahun 2009, kita harap ada tampil dari Ma’had Al-Zaytun,” kata Pendeta Rudy.

Tuhan yang Sama
Setelah itu Syaykh Panji Gumilang, didaulat memberi sambutan. Diawali ucapan Assalamu’alaikum Wr. Wb. Kemudian Syaykh pertama-tama mengucapkan syukur kehadirat Allah SAW yang selama ini mempertemukan atau menjalinkan persahabatan di antara mereka.

Syaykh mengatakan bahwa pihaknya selalu menyukuri dan merespon setiap kali mendapatkan informasi apa pun bentuknya dari semua sahabat di GPIB. “Ini tanda syukur kami, kebahagian yang kami dapatkan dari Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Kepada para pimpinan gereja-gereja GPIB di Jakarta Timur, Syaykh menyampaikan salam hormat dari seluruh keluarga Al-Zaytun nun jauh di sebuah pedalaman Indramayu. Dia pun menjelaskan bagaimana komunikasi terjalin di antara mereka. Diawali dari beberapa hari sebelumnya, Syaykh saling kontak telepon dengan Pendeta Rudy. Pendeta menyampaikan ada ulang tahun GPIB ke-57.

“Tatkala beliau mengatakan Pak Panji siap datang, kami jawab apabila Bapak mengundang kami. Tapi andaikan tidak mengundang, kami akan berdiri di halaman kemudian mendengar khotbah-khotbah yang disampaikan Pak Pendeta Tendean,” kata Syaykh. Dan dilanjutkannya: “Terkadang undangan itu menjadi penting atau juga tidak penting. Tapi yang mempererat kita adalah kedekatan jiwa, itu yang penting kita tegakkan.”

Misi Damai: Syaykh Abdussalam Panji Gumilang menyampaikan peran dan misi damai di altar Gereja GPIB Koinonia, Jakarta.Dalam khotbahnya, Syaykh menjelaskan bahwa pihaknya, setiap habis sholat itu bercengkerama dengan Tuhan. “Kami menyampaikan pujian-pujian dan doa. Yang intinya seperti ini, kalau kita bahasa Indonesiakan: Ya Tuhan, Engkau adalah hakekat perdamaian dan sumber perdamaian itu, kemudian damai itu akan kembali padaMu. Dan kami mohon berikan kami hidup penuh perdamaian dan masukkan kami ke dalam sorga yang penuh damai. Itulah cengkerama kami secara bersama dengan Tuhan.”

Dia pun mempertegas ungkapan Pendeta Kokali, yang terlebih dahulu memberi sambutan, bahwa pertemuan ini laksana hidup damai di sorga. Bagi kami, katanya, ini tidak laksana lagi. Melainkan hidup damai seperti ini, itulah cerminan sorga yang hakiki. “Kami selalu minta agar di kehidupan kami diberikan damai laksana di sorga, dan hari ini kita rasakan,” ungkapnya.

Syaykh juga menyambut pernyataan Pendeta Kokali bahwa dengan pertemuan damai seperti ini, ke depan bangsa Indonesia yang akan berubah. “Kami juga bersama sahabat-sahabat di Indramayu mempunyai persepsi seperti itu dan makanya seperti ini. Kami yakin, karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang ber-Tuhan, Tuhannya sama. Ada orang yang mengatakan seperti agamanya itu berbeda, Tuhannya sama.”

Maka, kata Syaykh, tatkala terjadi pertikaian antaragama, ini menandakan kita belum kenal Tuhan. Karena mana ada bertikai antar Tuhan. Di mana ada Tuhan yang sama lantas bertikai? Satu mengatakan bertikai atas nama Tuhan, yang satu mempertahankan kehidupan atas nama Tuhan. Jadi Tuhan kontra Tuhan. Rasio kita tidak bisa menerima, irasional. Maka mari kita ciptakan hidup bersama karena Tuhan kita sama. Sumber perdamaian dari Tuhan yang sama.

Lantas bagaimana kita menyebut Sang Tuhan itu? Maka dalam ungkapan bahasa Arab ‘Allahumma antassalam’ – ‘Ya Allah, Engkau damai itu, perdamaian itu’. Maka tatkala kami yakin perdamaian itu dari Tuhan maka kami sampaikan Assalamu’alaikumDamai untukmu. Itu makna dari Assalamu’ alaikum.
Syaykh Panji Gumilang menegaskan, tatkala kami mengucapkan assalamu’ alaikum – damai untukmu, rambutmu tak boleh diganggu apalagi darahmu. Itulah yang kami yakini dan itulah yang kami sebarkan dalam kehidupan kami. Dan kita musti hidup bersama, lepaskan batas-batas yang tidak perlu membatasi kehidupan kita, karena Tuhan tidak pernah membatasi.”

Tuhanmu memuliakan umatNya sedangkan ummat adalah ciptaanNya. Mengapa kita yang bukan pencipta tidak menghormati ciptaanNya. Tuhan mengucapkan dan memberikan pernyataan, “Aku muliakan anak Adam.” Apapun bentuknya, apapun agamanya, Aku muliakan anak Adam, begitu tuntunan Illahi.

Syaykh Abdussalam Panji Gumilang.Maka, Syaykh menegaskan, ini berarti bahwa ajaran Illahi bukan untuk satu golongan, bukan untuk satu ummat, tapi ajaran Illahi adalah untuk semua. “Karena kita memegang ajaran Illahi, inti pertama kita ciptakan perdamaian dengan penuh semangat juang untuk menyebarkan visi dan misi perdamaian,” tegasnya.

Mars Universitas Al-Zaytun
Selanjutnya Syaykh Panji Gumilang menjelaskan perkembangan Ma’had Al-Zaytun. Pada 27 Agustus 2005 telah diresmikan Universitas Al-Zaytun Indonesia. Bersamaan dengan itu juga dibuka perguruan tingkat dasar, karena ijinnya keluar dari Departemen Agama maka dinamakan Madrasah Ibtidaiyah, artinya sekolah dasar.

Mengenai visi dan misi Universitas Al-Zaytun, Syaykh mengemukakan tertuang dalam syair lagu Mars Universitas Al-Zaytun berjudul: Ajaran Illahi Untuk Semua. Lagu itu kemudian dinyanyikan bersama. Teks dan notasi lagu itu dibagikan ke semua hadirin. Pertama-tama Mars Universitas Al-Zaytun itu dibawakan rombongan eksponen Ma’had Al-Zaytun.

Kemudian seorang pendeta tampil ke depan memimpin koor raksasa yakni semua pendeta dan pelayan gereja GPIB se Jakarta Timur yang hadir dalam gereja itu. Lebih dulu dinyanyikan dalam notasi. Setelah itu, diiringi keyboard dan organ, koor raksasa itu dengan mahir mengumandangkan Mars Universitas Al-Zaytun Indonesia di gedung gereja GPIB Koinonia itu.

Dialog Perdamaian
Sebelum Mars Universitas Al-Zaytun itu berkumandang, berlangsung dialog antara para pendeta dan pelayan gereja GPIB dengan Syaykh Panji Gumilang. Diawali pertanyaan dari Pdt Nyonya Ein Debel Pitoi, dari GPIB Agape. Dia pendeta wanita yang pernah melayani di Situbondo saat peristiwa menghebohkan di sana. Menurutnya, ternyata penyulut peristiwa itu bukan merupakan bagian dari orang-orang Situbondo.

Pdt Ein Debel menanyakan dua hal. Pertama, bagaimana Al-Zaytun mengakomodir perempuan. Apakah mereka juga memperoleh kesempatan yang sama dalam menghadirkan diri di tengah-tengah jamaah. “Saya sampaikan ini karena di gereja, kami perempuan bisa berkhotbah di mimbar dan kami juga boleh memegang jemaat.

Kedua, mengenai misi perdamaian. Dia mengungkap peristiwa di Ambon, Maluku, yang sebelumnya sangat bersaudara. Kami teriris dengan peristiwa yang terjadi pada tahun 1999 itu. “Tapi di bulan suci ini kita berharap, dengan perjumpaan ini perdamaian dan persaudaraan terwujud,” katanya.
Menjawab pertanyaan ini, Syaykh menjelaskan bahwa pihaknya di Al-Zaytun memproses. Karena kehidupan ini adalah proses untuk menuju peradaban yang dapat membawa manfaat kemudian mampu menjadi rujukan untuk pemecahan masalah-masalah sosial.

Pendeta Rudolf A Tendean memberi ucapan selamat datang pada kunjungan pertama Syaykh ke Gereja GPIB Koinonia, Juli 2004.Dijelaskan, di Al-Zaytun hari ini bukan lagi hanya diakomodir para wanita di tugas masing-masing namun diberi kebebasan sepanjang sang wanita itu memiliki kemampuan untuk tugas itu. Jadi dasarnya adalah kemampuannya. Satu contoh, proses yang sedang terjadi, organisasi pelajar di Al-Zaytun ada disebut presiden, ada kementerian-kementeriannya. Presiden yang terpilih itu wanita. Ini sebagai jawab bahwa di sana diakomodir.

Syaykh menjelaskan bahwa berdiri di mimbar, berkata menyampaikan pesan-pesan ada yang dinamakan khotbah, ada pesan-pesan yang dinamakan pidato. “Arti dalam lingkungan kami, antara khotbah dan pidato itu dibedakan. Jadi kalau khotbah itu biasanya di mimbar Jum’at, berdiri di depan menyampaikan pesan-pesan. Kemudian kalau pidato, pada hari apa saja di hadapan siapa saja. Padahal khotbah dan pidato itu sama, khotbah adalah bahasa Arab sedangkan pidato bahasa Indonesia. Begitulah lingkungan kami yang masih seperti itu, maka kami ikuti saja. Tapi proses budaya akan berubah. Khotbah dan pidato itu-itu juga. Namanya setali itu kata orang Jawa ‘telong uang’ maka menjadi bahasa Melayu,’‘setali tiga uang’’– sama saja.”

“Kami sedang menuju proses ke sana dan proses ke sana itu melalui pendidikan. Jadi kami sebarkan semua ide-ide bagus, ide-ide baik melalui pendidikan. Jadi insyallah kita sama, kami juga seperti itu, seperti ibu juga. Dan anak-anak didik kami, kami hantarkan ke sana. Bahkan kami sering diskusi di Mesjid dengan para putri-putri, kita sampaikan, kapan kamu akan menjadi khotib di mimbar Jum’at ini?”
Selanjutnya Pdt Engelina Marthatulaar, pelayan di GPIB Cililitan, menyampaikan sebuah harapan. “Saya boleh mengatakan bahwa ini pertama kali saya merasakan bahwa saya bukan minoritas di Indonesia ini karena bapak-bapak dan ibu-ibu dari keluarga besar Al-Zaytun yang begitu rendah hati menampakkan kedamaian,” kata Pdt Engelina mengawali.

Dia juga mengatakan kerinduan punya pemimpin seperti PM Malaysia, Badawi, yang begitu berani memperjuangkan keadilan, perdamaian dan keamanan. Pendeta ini berharap, Al-Zaytun sebagai lembaga pendidikan formal yang berdasarkan agama melahirkan calon-calon pemimpin bangsa.

Syaykh menyampaikan terimakasih atas harapan ini. “Kami juga berdoa semoga ibu mendapatkan pemimpin seperti yang ibu kehendaki,” ujar Syaykh. Kemudian, Syaykh menegaskan, sebaiknya jangan ada di dunia ini yang merasa mayoritas dan minoritas.

Tatkala Mars Universitas Al-Zaytun berkumandang.“Tatkala zaman perdamaian yang kita perjuangkan, kita menjadi minoritas kalau tidak cinta perdamaian dan kita menjadi mayoritas umat Tuhan yang suka perdamaian. Jadi ukurannya perdamaian. Tatkala kita tidak berdiri di atas perdamaain, kita menjadi minoritas karena dunia hari ini menghendaki perdamaian,” ujar Syaykh yang disambut tepuk tangan untuk kesekian kalinya.

Kemudian seorang pemuda gereja tampil ke depan menyampaikan pendapat dan pertanyaan. Dia mengatakan bahwa apa yang dicita-citakan oleh Syaykh Panji Gumilang adalah suatu hal luhur. Tapi, katanya, kadangkala kita juga tidak boleh memandang sebelah mata bahwa keadaaan kita di Republik Indonesia yang kita cintai ini ternyata masih sering agama itu bukan menjadi ajaran aturan hidup.

Dia pun menggambarkan bahwa sebagai umat Kristiani, memang selama ini banyak mengalami hal-hal yang membelenggu dalam hal untuk mengeluarkan citra kita sebagai rakyat berbangsa yang bermartabat. Menurutnya, sekarang kita sudah tidak bisa mengklaim diri kita sendiri di negara kita sendiri karena berbeda pendapat.

Dia cukup terharu dengan apa yang disampaikan Syaykh Panji Gumilang. Bukan bermaksud untuk memuji-muji. “Tetapi ini merupakan satu hal yang pertama dan kalau dikembangkan akan mempunyai nilai yang sangat strategis untuk bangsa ini. Bapak-bapak dan Ibu mau masuk di gereja ini, itu hal yang sungguh luar biasa karena masih banyak orang yang tidak menyetujui hal demikian,” katnya bersemangat.

Dia pun menguraikan apa yang pernah didengar tentang kisah bahwa Nabi Muhammad dan sahabat. Tatkala sahabatnya itu dalam perjalan membutuhkan persinggahan, nabi Muhammad mempersilahkan istirahat di Mesjid dan sahabatnya itu pun diperbolehkan beribadah. “Itu sangat luar biasa,” ungkapnya.
Kisah-kisah seperti itu pernah didengar sewaktu masih kecil karena dia bersekolah di sekolah Islam. Dia pun mengungkapkan pernah juara Qori tahun 1984-1985 di Mesjid Istiqlal dalam satu acara yang diselenggarakan oleh ibu-ibu Mesjid. “Ketika itu mereka sempat menanyakan saya karena mereka pikir saya seorang muslim. Saya bilang saya seorang Kristen tetapi bagi saya ini suatu hal yang bagaimana saya memuji Tuhan,” ungkapnya.

“Saya melantunkan ayat-ayat itu bersahajad, saya merasakan sahajad. Karena saya sependapat dengan bapak bahwa Tuhan kita itu sama. Kalau Tuhan itu dua berarti satu-satu, nanti berantam di udara atau di sorga. Kalau seperti itu berarti kita sudah tidak punya Tuhan sebagai pimpinan,” katanya.


Dia pun menjelaskan bahwa di gereja, sebagai seorang anak diajarkan tentang pendalaman Alkitab yakni tentang artinya. Setelah itu di sidi atau ditekukkan yang melambangkan bahwa dia sudah menguasai dan sudah bisa mempertanggungjawabkan segala perbuatannya sesuai dengan imannya. Mungkin, katanya, kalau di saudara-saudara kita Islam, belajar Qur’an atau hafal Al-Qur’an. Jadi kalau di Kristen, itu diartikan bahwa kita sudah bisa menjabarkannya dalam bentuk kasih.

Lalu Sang Pemuda itu pun mengajukan dua pertanyaan. Pertama, apakah perdamaian itu sudah dimasukkan dalam pengajaran mungkin dalam bentuk kurikulum ataupun seperti dalam pada bulan puasa menyambut Hari Raya Idul Fitri, contohnya seperti santri kilat?

Kedua, kita masih mendengar adanya teriakan saudara-saudara kita baik itu Kristen, Hindu maupun Budha yang memang masih teraniaya. Yang gerejanya dibakar, yang orangnya juga didiskriminasikan sebagai kelompok minoritas. Bagaimanakah peran Bapak di sini dari Ponpes Al-Zaytun. Apakah sudah pernah ada dialog atau memberikan masukan-masukan buat pemerintah?

Syaykh menjawab dengan memberi penjelasan bahwa sebagaimana misi Al-Zaytun dalam melaksanakan pendidikan sudah barang pasti cita-cita luhur dan mulia ini masuk dalam kurikulum. “Kurikulum yang kita berikan kepada peserta didik sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi, sudah kita perkenalkan apa yang dinamakan hak-hak azasi manusia. Kemudian kita praktekkan dalam kehidupan bersama, karena Al-Zaytun adalah merupakan kampus yang di dalamnya ada asrama-asrama, yang tinggal di dalamnya tidak kurang dari 13.000 penghuni setiap saat. Jadi untuk merealisir cita-cita damai untuk tersebar di seluruh masyarakat bangsa Indonesia, itu melalui penataan hidup yang ada di Al-Zaytun.”

Syaykh mengatakan, itu kita ciptakan, sehingga kekhawatiran-kekhawatiran yang ada tadi seperti agama dimasukkan dalam politik dan sebagainya, ini bisa kita berikan jalan keluar melalui penataan dalam kehidupan penyebaran damai tadi. “Sebab kalau kita sebagai pencinta damai menyebarkan kehidupan damai lantas kita merasa terserang oleh kehidupan yang hari ini ada, agama dipolitisir, itu nanti damai akan mundur dan susut.

Syaykh Panji Gumilang, yang oleh Tokoh Indonesia digelari Pelopor Pendidikan Terpadu dan Tokoh Pembawa Damai, itu, menegaskan kita tidak boleh susut dengan cita-cita penyebaran damai. “Jadi apapun yang terjadi, proses atau pun evolusi pasti terjadi karena bangsa terdidik itu mengalami evolusi diri dan evolusi cita-cita menuju yang lebih baik,” katanya.

“Kami yakin dan seyakin-yakinnya, Indonesia entah itu dalam tempo yang singkat atau tempo yang tidak terlalu cepat, evolusi cinta damai ini akan bergerak dan sekat-sekat yang kita khawatirkan tadi akan berubah. Kita akan terus bergerak mereformasi bangsa ini sampai menuju sesuatu yang lebih sempurna. Dan kehidupan ini tidak ada yang full stop, selamanya semicolon, titik koma. Dan yang memproses titik koma itu adalah kita pencinta damai ini, sehingga tatkala titik koma di satu dekade A, di situ kita merasakan damai.”

Syaykh mengatakan kejadian seperti malam ini nampaknya bagi yang belum pernah merasakan, ini merupakan baru kali pertama. Tapi kami-kami dan kita-kita yang sudah merasakan maka ini bukan kali pertama. Dan kala bangsa Indonesia merasakan, maka ini sesuatu yang lezat dalam kehidupan.
“Mari kita positif thinking dalam setiap bergerak menyampaikan damai dan kasih. Dan mari kita selalu senyum dalam menegakkan damai dan kasih.” seru Syaykh Panji Gumilang.

“Mudah-mudahan apa yang telah kita jalin ini akan semakin meluas dan menjadi panutan bagi bangsa Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke,” Syaykh Panji Gumilang mengakhiri. Acara pun dilanjutkan dengan makan bersama dan ramah tamah di aula gereja. Di depan aula gereja itu pun telah terpampang spanduk ucapan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1426 H. Mohon maaf lahir dan batin.
(Liputan Marjuka Situmorang/Berita Indonesia 05)

Mars Universitas Al-Zaytun
jaran Illahi untuk Semua Universitas Al-Zaytun Indonesia pusat pembelajaran hidup bersama.
Pusat pendidikan nilai universal dalam zona damai dan harmoni.

Menjadi budaya pribadi dan bangsa menuju pendidikan antar bangsa. Capai perdamaian, hak asasi, demokrasi, pembangunan berkelanjutan, dunia sejahtera. Membangun budaya pribadi yang mandiri. Siap trampil yang hakiki mengisi masa depan gemilang.

Membangun negara, hapus diskriminasi, lindungi lingkungan, padukan nilai kemanusiaan.
Kontemporer, tradisional secara berimbang, adil dan manusiawi.

Membangun dunia, terus tebarkan rahmat, tanamkan ta’aruf kemanusiaan.
Ajaran Illahi untuk semua. Ajaran Illahi untuk semua…

 

Oleh: cahayapelangi | Juli 17, 2011

Matrix-6: Matrix didalam Matrix

Matrix Di Dalam Matrix

 

Semakin lama manusia mengkaji tentang alam ini,semakin dekat hasil keputusan mereka dengan apa yang tertulis di dalam kitab-kitab yang diwahyukan.Lebih dalam mereka memahami setiap baris persamaan algebra dan aritmatik,lebih dekat maksudnya dengan dogma-dogma agama.SEgala persamaan matematik dan Fizik anehnya semakin menjelaskan bahawa alam ini tiada dan sementara;tidak kekal abadi.

Alam semesta kita tidak unik.Di dalamnya terdapat pelbagai alam yang berdimensi sama tetapi berlainan Matrix.Dan ia dibungkus di dalam Matrix yang lebih besar’Matrix lebih tinggi.

Matrix Di Dalam Matrix

Ketahuilah

tiada yang wujud selain Dia

tiada yang melihat selain Dia

tiada yang berkata selain Dia

tiada yang mendengar selain Dia

tiada yang berbuat selain Dia

(Kitab Taman Rahsia)

Manusia yang berakal semakin lama semakin memikirkan apakah sebenarnya alam ini?Dengan apakah Tuhan membikinnya?Dari mana asalnya alam ini?Sementara manusia-manusia ini mengkaji asal-usul alam ini,terdapat sekelompok manusia lain yang dianugerahkan hikmah dan pengetahuan,mengetahui hakikat alam ini beribu-ribu tahun sebelum manusia menemui partikel paling terkecil sekali;yang dikatakan adalah entiti paling asas membentuk alam semesta.

Di sini terdapat dua jenis manusia.Pertama mereka yang sampai kepada Tuhan dengan jalan mempelajari agama.Kedua orang yang sampai kepada Tuhan dengan jalan mencari-Nya di dalam kitab-kitab Matematik dan Fizik;melalui ilmu Sains.Kedua-duanya akan sampai,jika kena caranya.Tetapi jalan yang pertama pasti lebih sampai dahulu,kerana ia adalah jalan paling cepat.Yang kedua,melalui jalan-jalan yang berliku,bermain dengan segala persamaan,hipotesis dan teori.Hilang satu anu atau pekali dalam persamaan maka sesatlah jalan menuju Tuhan;mungkin jalan menuju syaitan.Sesetengah golongan kedua memperlekehkan golongan pertama,mempersoalkan logik tidak logik apa yang tertulis di dalam kitab-kitab agama.Golongan pertama;golongan agama tidak dapat menjelaskan secara saintifik apa yang ditulis dalam kitab mereka lantas terpaksa mempertahankan diri mereka dengan alasan agama tidak boleh difikirkan secara logik akal.Golongan kedua terus mengejek-ngejek sambil mengetawakan golongan pertama yang dianggap kolot,jumud dan tidak moden.Ketika zaman berganti zaman,golongan kedua tadi makin hebat mengkaji alam dengan segala kepandaian mereka dan peralatan yang semakin canggih.Suatu hari mereka menemui satu teori maha hebat yang menjelaskan asal-usul alam ini.Teori ini dicapai setelah beribu kali membaiki pelbagai persamaan Matematik dan Fizik,serta menggabungkan beberapa teori sains yang dibuat oleh pakar-pakar mereka sebelum itu.

Teori itu berbunyi:

“Bahawasanya alam semesta ini wujud melalui letupan titik tunggal ini dengan isipadu sifar. Letupan ini dinamakan ‘Big Bang’

Golongan kedua ini beramai-ramai mengusung segala kitab Matematik dan Fizik mereka ke surau dan masjid-masjid ‘menyerang’ golongan pertama setelah berabad-abad bertapa di dalam makmal dan balai cerap sambil ditimbuni segala kitab sains dan rumus-rumus,akhirnya mereka berjaya menemui asal-usul alam yang fana ini.Maka terhairan-hairanlah para ulama yang bertekur berzikir di dalam rumah Tuhan yang mulia gerangan apakah beramai-ramai datang sambil tersenyum bangga dan mendabik dada.Maka ditunjukkan mereka sebaris ayat yang di’frame’kan dengan kerangka emas bersalut berlian,ditulis dengan tinta berdakwat emas 24karat dan disembur harum-haruman mahal dari Paris.Maka berfikirlah dengan mendalam ulama di dalam masjid itu sambil merenung jauh.Memang tidak dapat dipecahkan masalah itu dengan kepalanya apatah lagi memahami segala persamaan matematik yang satu penyelesaian kuadratiknya sahaja mencapai 10 muka surat,yang disua-suakan oleh saintis Fizik itu untuk menerangkan teorinya.Maka dicapailah ia satu kitab berusia 1400 tahun lebih,dibukakan kitab kuno itu.Diselaknya lagi dan diselaknya,kemudian ditunjukkan kepada para saintis bijak pandai itu dua ayat dari kitab kuno itu.

“Dan apakah orang-orang yang kafir itu tidak mengetahui sesungguhnya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?”
(Surah al-Anbiya; 30).

“Dan langit Kami bangunkan dengan kekuasan Kami, dan sesungguhnya Kami meluaskannya.”
(Surah az-Zariyat; 47).

Maka tercenganglah semua saintis itu pada hari itu.Bagaimana satu kitab tua berusia 1400 tahun lebih boleh membicarakan masalah ‘Big Bang’??

Kita akan telusuri sejarah golongan kedua mencari rahsia alam dari Fizik Newton,Einstein hinggalah ke M-Theory atau Theory of Everything,menelusuri rahsia Kuantum dan String Theory.

Buah Apel dan Fizik Klasik

Suatu hari,seorang lelaki sedang enak-enak duduk di bawah sepohon pokok apel.Dia sedang memikirkan satu masalah yang amat berat;mengapa kita semua terlekat di tanah dan tidak terbang melayang-layang?Dia pun berfikir dan berfikir.Tiba-tiba suatu kemalangan yang tidak terduga menimpa lelaki malang ini.Sebiji epal jatuh menimpa kepalanya.Ketika menggosok-gosok kepalanya yang sakit,tiba-tiba dia mendapat ilham.Ilham ini yang akan membuka satu sejarah dalam bidang Sains Fizik,GRAVITI.Lelaki itu telah menemui graviti!!Dia pulang ke rumah dan mencatatkan penemuannya.Hari ini kita tahu lelaki ini ialah Isaac Newton.

Ketika itu Newton tahu bahawa daya gravitilah yang menyebabkan buah apel itu jatuh.Hari ini kita juga tahu bahawa daya inilah yang menyebabkan planet-planet dapat mengorbit matahari.Newton telah berjaya mengubah pandangan dunia dengan satu daya yang tidak dapat dilihat dan disentuh,kini dapat dihitung dan digunakan dalam pelbagai aplikasi.Catatannya dalam ‘Principia of Mathematica’ telah digunakan untuk menambahbaik prinsip kendalian meriam-meriam ketika perang dan masih digunakan orang untuk meluncurkan roket ke bulan dan menghantar Discovery ke angkasa.

Teori Relativiti

Seorang pemuda bekerja di sebuah pejabat paten sedang mengkaji berkenaan cahaya.Dia telah menemui bahawa cahaya merambat dengan kecepatan yang amat tinggi dan tidak ada satu objek pun yang mampu bergerak melebihi kecepatan cahaya.Pada tahun 1905,dia telah menerbitkan kajiannya itu dalam tulisan yang berjudul “On the Electrodynamics of Moving Bodies”;di mana lahirlah Teori Relativiti Khas.Teori ini mengatakan:

1. Hukum-hukum Fizik adalah sama bagi semua pemerhati di dalam satu kerangka rujukan relatif antara satu sama lain.

2. Kelajuan cahaya di dalam hampa gas adalah sama bagi semua pemerhati,tidak kira dari pergerakan relatif atau dari pergerakan dari sumber cahaya itu.

Ringkasnya jika anda pejamkan mata,kemudian seseorang membawa anda ke satu bilik yang berada di dalam kapal selam yang bergerak dalam kelajuan tetap,ketika anda membuka mata,anda tidak akan perasan sama ada anda berada di dalam bilik yang pegun atau berada di dalam kapal selam yang bergerak.Inilah dia relativiti.Bergantung kepada TITIK RUJUKAN.Pada anda,anda duduk di dalam bilik yang pegun.Tetapi bagi rakan yang membawa anda,anda berada di dalam kapal selam yang bergerak.Pada anda,sama ada anda berada di dalam bilik di atas tanah,atau berada di dalam bilik kapal selam itu,sama sahaja.Jika anda membaling bola dari atas ke bawah di dalam bilik kapal selam,bola itu juga akan berkelakuan sama di dalam bilik pegun.DENGAN KATA LAIN HUKUM-HUKUM FIZIK SAMA SAHAJA DI DALAM BILIK PEGUN ATAU DI DALAM BILIK KAPAL SELAM YANG BERGERAK ITU.

Kemudian dia menerbitkan satu lagi kertas kerja tentang relativiti pada tahun 1916.Teorinya kali ini digelar Relativiti Am.Anehnya lama sebelum itu ada seorang ahli Matematik Jerman yang bernama David Hilbert telah menulis persamaan yang sama. INI ADALAH KISAH LAIN.KONSPIRASI YANG LAIN.Teori ini menggantikan Teori Graviti Newton.Teori ini mengatakan sesuatu yang melangkaui kepercayaan orang tentang apakah graviti itu sebenarnya di mana Newton sendiri tidak dapat menjelaskannya.Teori ini menjelaskan bahawa graviti itu bukanlah suatu daya sebenarnya tetapi hasil dari ruang-masa yang dilengkungkan oleh jisim-jisim besar seperti matahari dan bintang.TEori ini menambah lagi,bahawa MASA BERGERAK LEBIH LAMBAT DALAM MEDAN GRAVITI YANG TINGGI.

Bayangkan satu trampolin yang permukaannya tegang.Kemudian dimasukkan satu bola boling ke dalamnya.Sudah tentu trampolin itu akan melendut ke bawah.INI ADALAH GAMBARAN JISIM BESAR AKAN MELENGKUNGKAN RUANG-MASA.Kemudian masukkan bola yang lebih kecil;bola tenis misalnya dengan dilepaskan perlahan-lahan bermula dari tepi trampolin bersama-sama bola boling merentasi trampolin itu,bola tenis itu akan bergerak ke tengah,tetapi membelok disebabkan bola boling tadi yang melendutkan permukaan trampolin.INI GAMBARAN MENGAPA PLANET BERGERAK MENGELILINGI MATAHARI.

Jadi orbit planet-planet disebabkan pergerakan planet yang bergerak lurus tetapi melengkung kerana kesan jisim matahari yang besar telah melengkungkan ruang-masa.

Pada tahap ini,graviti seolah-olah bukan satu daya yang misteri lagi,tetapi satu tindakbalas ruang-masa yang menakjubkan.Daya graviti akhirnya telah berjaya dijelaskan.Sehingga kini teori ini berjaya menjelaskan dengan baik pergerakan planet-planet,bintang serta objek-objek berjisim besar yang lain.TEORI RELATIVITI MENJELASKAN ALAM YANG BERUKURAN BESAR.Penemu teori ini yakin bahawa alam semesta berjalan mengikut peraturan-peraturan yang tertentu.

Tuhan tidak bermain dadu”,katanya

Lelaki ini telah mengubah pandangan orang tentang bagaimana untuk melihat ruang-masa.Baginya ruang-masa bagaikan selembar kain yang amat besar;dapat meregang,menguncup dan bergulung-gulung.Oh ya,lupa untuk memperkenalkan lelaki ini.Namanya Albert Einstein.

Era Fizik Kuantum

Pada tahun 1861,seorang ahli Fizik British,James Clerk Mazwell telah menerbitkan satu kertas kerja yang berjudul “On Physical Lines of Force”.Ini membuka satu penemuan yang besar,elektromagnet.Selepas itu di dalam siri kajiannya tentang daya elektromagnet,beliau merumuskan bahawa elektrik dan magnet adalah daya-daya.Kedua-duanya saling bergantungan dan inilah yang membentuk daya elektromagnatik.Maxwell telah berjaya menggabungkan kedua daya tersebut menjadi daya asas alam selain daya graviti.Daya elektromagnet dihasilkan alam setiap saat malahan setiap partikel membawa muatan elektrik yang mempengaruhi interaksi antara partikel.

Beberapa lama selepas kematiannya pada tahun 1879,ketika Einstein popular dengan relativitinya,kertas kerja Maxwell telah dikaji oleh para saintis dan ini diajukan kepada Einstein.Mereka yakin jika daya graviti memerlukan ruang untuk melengkungkannya maka daya elektromagnet juga perlukan satu medium untuk bergerak.Tetapi di mana?Untuk menjawab soalan ini para saintis telah mencadangkan satu dimensi ruang tambahan supaya daya tersebut merambat.Einstein menerima idea ini.Tetapi di mana dimensi tambahan ini?Mengapa kita tidak dapat melihatnya?

Seorang ahli Matematik berbangsa Polish-Jerman, Theodor Kaluza dan ahli Fizik Sweden Oskar Klein telah mencadangkan bahawa dimensi tambahan itu teramat kecil.Ia seperti satu kabel elektrik yang amat jauh dan anda memandangnya seperti satu benang halus yang hanya ada panjang tanpa lebar.Tetapi jika dari pandangan seekor semut misalnya,kabel ini menjadi 3 dimensi dan semut ini dapat bergerak ke depan atau ke belakang dan memutari kabel tersebut.Inilah dimensi yang tidak nampak itu.Kaluza dan Klein mengatakan dimensi tambahan ini berukuran sangat kecil di setiap lokasi pada ruang.

*James Clerk Maxwell

Dari sinilah Einstein mendapat ilham tentang ‘Unified Theory’nya.Beliau berpendapat untuk memahami alam ini secara menyeluruh maka daya elektromagnet ini mestilah disatukan dengan daya graviti.Sejak itu,Einstein telah menghabiskan seluruh hidupnya mengkaji Unified Theory.

Apabila Neils Bohr memperkenalkan model atomnya yang terdiri daripada proton,elektron dan neutron,orang mula berfikir tentang alam semesta yang kecil.Ini menghantar pemikiran manusia ke dunia sub-atomik.Di sinilah lahirnya FIZIK KUANTUM.

JIka Teori Relativiti membicarakan alam semesta yang besar,Kuantum bermain-main dengan alam semesta yang teramat kecil.

Di sinilah para saintis menemui kepincangan dalam Teori Relativiti.Di dalam dunia Kuantum yang teramat kecil,daya graviti seakan-akan tiada langsung.Malahan di dunia Kuantum para saintis menemui daya nuklear kuat dan daya nuklear lemah.Daya nuklear kuat adalah daya yang melekatkan inti-inti atom pada tempatnya manakala daya nuklear lemah yang mengakibatkan keruntuhan atom atau radiasi.Sampai di sini para pengkaji telah bersepakat mengatakan terdapat 4 daya asas alam semesta:

-Daya Graviti
-Daya Elektromagnet
-Daya Nuklear Kuat
-Daya Nuklear Lemah

Di antara keempat-empat daya ini,daya nuklear kuatlah yang paling terkuat.Ini terbukti dalam pembuatan bom atom,ledakan bom atom adalah kesan peleraian zarah-zarah atom secara paksa dan ini yang menyebabkan terbebasnya daya nuklear kuat tadi.Daya yang paling lemah adalah graviti.Graviti hanya dirasakan pada jisim-jisim amat besar seperti bintang dan planet.Di alam yang teramat kecil atau Kuantum,daya graviti hilang pengaruh sama sekali,kerana kekuatan daya yang teramat kecil untuk dibuat pengiraan.Graviti hanya ‘angkuh’ di alam semesta tetapi pengecut di alam Kuantum.

Singulariti dan Lorong Hitam

Dalam kesempatan yang lain,dua orang saintis,Roger Penrose dan Stephen Hawking telah mengkaji satu fenomena alam yang menarik,iaitu KERUNTUHAN BINTANG.Sebuah bintang akan runtuh jika setiap partikel yang membentuknya kehilangan tenaga.Elektron yang kehilangan tenaga akan runtuh ke pusat atom.Ukuran atom yang menyusut amat penting sehingga ukuran bintang itu juga ikut menyusut sebagaimana atom-atomnya.Namun begitu,daya gravitinya tidak berubah.Kesimpulannya, pada ukuran yang semakin kecil,daya graviti teramat kuat,mengakibatkan ruangmasa terlengkung ke ukuran tidak terhingga.

Bayangkan sebuah bola besi berukuran bola sepak beratnya 1kg dan sebuah guli besi juga beratnya 1kg.Letakkan bola sepak besi tadi ke dalam sebuah trampolin.Kemudian alihkan bola sepak besi tadi dan letakkan pula guli besi tadi.Pada fikiran anda,yang manakah lebih melendutkan permukaan trampolin?

Pada jisim yang sama,objek yang lebih kecil AKAN LEBIH MENUMPUKAN DAYA GRAVITI.

Oleh kerana kuatnya daya graviti ketika bintang runtuh maka semua yang ada di sekelilingnya akan ditarik sehingga cahaya pun tidak dapat lepas!Apabila ini terjadi,kita tidak dapat melihat kewujudan bintang runtuh itu.Kewujudannya hanya dapat dikesan di zon gelap di alam semesta yang memiliki graviti yang kuat.Inilah yang dipanggil BLACK HOLE (lorong hitam).

Partikel-partikel cahaya yang disebut foton yang jatuh ke dalam lubang hitam tidak akan dapat melepaskan diri.Namun pada jarak tertentu dari pusat lubang hitam dimana daya graviti tidak terlalu kuat sehingga cahaya masih dapat bertahan untuk tidak jatuh namun terlalu lemah untuk mampu lepas, maka cahaya tersebut hanya dapat melayang-layang di situ. Jarak ini disebut horizon peristiwa (event horizon). Dinamakan demikian karena dipercayai jika cahaya berhenti bergerak, maka waktu setempat ikut berhenti.

Big Bang

“Dan apakah orang-orang yang kafir itu tidak mengetahui sesungguhnya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?”
(Surah al-Anbiya; 30).

Penrose telah memberikan ideanya kepada Hawking tentang asal-usul alam semesta. IDEA TENTANG KEADAAN SEBENAR ALAM SEMESTA INI KETIKA MULA TERBENTUK.Menurut Penrose,di masa dahulu,alam ini berukuran teramat kecil.Dan setelah itu Hawking juga bersetuju mengatakan bahawa alam semesta ini bermula dari sebuah titik tunggal yang amat kecil.Sebuah singulariti.

Sebenarnya, permasalahan ini telah disingkap secara teori lebih awal. Albert Einstein, menyimpulkan dari pengiraan yang membawanya untuk merumuskan Teori Relativiti pada tahun 1915, telah merumuskan bahawa alam semesta bukanlah statik. Terkejut dengan penemuan ini, Einstein telah menambah satu faktor yang dipanggil ‘pemalar kosmologi’ (cosmological constant) ke dalam persamaannya dengan sengaja untuk mengelakkan persamaan ini daripada menjadi satu kesimpulan. Kerana diyakinkan oleh ahli astronomi lain bahawa alam semesta adalah statik, dia tidak ingin teori ini bertentangan dengan model ini (universe static). Pandangan ini, yang mana kemudiannya ditolak oleh Einstein sendiri –yang diakui sebagai satu kesilapan paling besar di dalam kariernya.

SEBENARNYA BIG BANG ADALAH HASIL KEPUTUSAN YANG AKHIR DARI RELATIVITI TETAPI EINSTEIN MEMBUANGNYA KERANA TIDAK DAPAT MENERIMA KENYATAAN YANG MENGGEMPARKAN INI.

Pada tahun 1920, di sebuah balai cerap di Mount Wilson, California, seorang ahli astronomi berbangsa Amerika bernama Edwin Hubble telah membuat satu penemuan yang besar di dalam sejarah astronomi. Ketika membuat pemerhatian terhadap bintang-bintang melalui teleskop gergasinya, dia mendapati bahawa cahaya yang dipancarkan dari bintang-bintang itu beralih kepada warna merah yang terletak di hujung spektrum cahaya dan bahawa peralihan ini semakin terang apabila bebintang itu semakin menjauhi bumi. Penemuan ini amat mengejutkan dunia sains ketika itu, kerana berdasarkan kepada hukum-hukum fizik yang diakui, spektrum cahaya yang bergerak menuju ke arah titik pemerhatian cenderung kepada warna ungu sementara spektrum cahaya ini akan cenderung berwarna merah ketika cahaya ini bergerak menjauhi titik pemerhatian itu. Ini bererti bahawa bintang-bintang itu secara tetap bergerak menjauhi kita.

Sebelum ini, Hubble telah membuat satu lagi penemuan penting; bintang dan galaksi bergerak menjauhi bukan sahaja daripada kita (bumi), tetapi juga antara satu sama lain. Satu-satunya kesimpulan yang boleh diputuskan dari sebuah alam semesta di mana setiap sesuatu bergerak menjauhi sesama mereka ialah alam semesta itu secara tetap ‘berkembang’. Untuk menerangkannya, keadaan alam semesta ini sama seperti permukaan sebiji belon yang ditiup. Sama seperti titik-titik di permukaan sebiji belon bergerak menjauhi antara satu sama lain ketika belon itu mengembang, dan begitu jugalah objek-objek di dalam ruang angkasa juga bergerak menjauhi antara satu sama lain ketika alam semesta terus berkembang.

Big Bang adalah penemuan teragung dunia Fizik,dan ini membuka ke banyak pintu rahsia.

Kajian ke atas bintang runtuh dan Lorong Hitam bagaikan melihat Big Bang dari arah terbalik.Lorong Hitam adalah singulariti.Oleh itu,untuk memahami bagaimana alam ini diciptakan adalah dengan menggabungkan 4 daya asas yang ada.Sehingga ke hari ini,manusia sudah berjaya menggabungkan daya Elektromagnet dengan daya nuklear lemah menjadi daya elektrolemah (Electroweak Force).Kemudian daya ini dapat pula digabungkan dengan daya nuklear kuat menjadikan satu asas kepada model yang standard kepada satu teori akhir yang mampu menjelaskan asal-usul alam semesta dalam satu teori tunggal;Teori Segalanya atau Theory of Everything.

Masalah di dalam Relativiti dan Kuantum

Teori Relativiti tidak berlaku di alam berukuran Kuantum kerana pada teori ini daya graviti sangat berperanan dan hanya melibatkan benda-benda besar. Teori Kuantum mampu menjelaskan alam sangat kecil ini namun ia tidak mampu melibatkan daya graviti.Inilah pertentangan antara Fizik Kuantum dan Teori Relativiti Einstein.

Tetapi secara aneh para saintis seakan terlupa melihat Lohong Hitam yang penuh misteri!

Ketika mereka terpaksa mengabaikan daya graviti kerana terlalu lemah di dunia atom atau Kuantum,tiba-tiba ketika bintang runtuh,daya graviti boleh muncul malah semakin ‘gagah’ dan kuat pula!Di depan mata mereka terpampang satu fenomena nyata tentang penyatuan daya-daya tersebut ke dalam sebuah singulariti.Bagaimana objek tidak terhingga kecilnya (Lohong Hitam-dalam kes ini bermaksud berukuran Kuantum) dapat menghasilkan graviti (yang tidak mungkin wujud di dunia Kuantum) yang begitu besar??Bagaimana untuk menjelaskan keanehan ini?Bagaimana untuk menjelaskan mekanisma Lohong Hitam?

Kesimpulannya hukum-hukum Fizik telah runtuh bersama-sama atom-atom di Lohong Hitam.Benar-benar sebuah Lohong Hitam teramat gelap sehingga tidak ada satu pun teori sains yang mampu menjelaskannya.

Para saintis terus kebingungan sehinggalah kemunculan satu teori yang agak pelik dan ditolak pada mulanya,tetapi dapat menjelaskan semua misteri ini.

Ia adalah String Theory.

“You have the sight now, Neo. You are looking at the world without time.”
(Oracle -Matrix Reloaded)

————————————
Bibliografi

‘Black Hole and Baby Universe and Other Essays” by Stephen Hawking
“Stephen Hawking: Quest For A Theory of Everything” by Kitty Ferguson
“A Brief History of Time” by Stephen Hawking
“Human Earth” by Erianto Rachman
“On the Electrodynamics of Moving Bodies” Paperwork 1905 by Albert Einstein.
“On the Elementary Regulations of Electric Quantities” (1863) by James Clerk Maxwell
“Theory of Everything” by Sandi Setiawan
“The Fabric Of The Cosmos” by Brian Greene

 
Oleh: cahayapelangi | Januari 31, 2010

Futra Sang Fajar muncul di upuk timur

Pembaca yang budiman, apa yang terpapar berupa tulisan-tulisan di dalam blog internet maupun buku ini adalah murni merupakan hasil “input spiritual” atau bisa dikatakan sasmita/ilham/isyarah/warid, yang kemudian di-cross check (cek silang) dengan beberapa wasiat karya leluhur berkenaan. Untuk diketahui pula sebelumnya bahwa setiap “input spiritual” yang diterima penulis selalu disertai dengan turunnya ayat Al Qur’an dari kegaiban (berupa “bisikan” atau “bimbingan” dalam membuka kitab Al Qur’an) sebagai hakekat penjelasannya. Secara jujur, penulis bukanlah seorang ahli kitab ataupun Al Hafidz. Ayat-ayat Al Qur’an yang turun itulah yang senantiasa penulis jadikan pijakan utama dalam melakukan setiap “perjalanan spiritual” selama ini. Termasuk “input spiritual” untuk menyuarakan semua ini ke dalam blog internet maupun buku ini, yaitu QS Asy Syua’raa’ : 5 – 9 yang berbunyi :

”Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. Sungguh mereka telah mendustakan (Al Qur’an), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu me­reka perolok-olokan. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia­lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

Dan juga QS An Nuur : 46 – 47 yang berbunyi :

”Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. Dan mereka berkata: ”Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”

Pada bulan Juli 2007 penulis pernah mengumumkan informasi di dalam blog internet tentang ”Cahaya Putih” yang terlihat di atas Alas Ketonggo pada tanggal 7 Juli 2007 yang lalu yang bergerak menuju ke arah timur dan berdiam di suatu tempat di timur. Fenomena spiritual itupun dibarengi dengan turunnya ayat Al Qur’an sebagai hakekat penjelasannya, yaitu QS Al Israa’ : 41 – 46, yang menyatakan :

”Dan sesungguhnya dalam Al Qur’an ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Katakanlah: ”Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai Arasy.” Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. Dan apabila kamu membaca Al Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup, dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur’an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.”

Dalam fenomena ini secara khusus arti dan maksud ”Cahaya Putih” itu dijelaskan melalui QS Al Hajj : 40 – 41 yang berbunyi :

” (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: ”Tuhan kami hanyalah Allah.” Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuat­an yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”
(Masya Allah la quwata ila billah..!!! Ayat ini menyiratkan gambar­an tentang ”seseorang” yang tersembunyi itu).

Mengapa pula pada waktu yang lalu yaitu tanggal 11 dan 12 Juli 2007 kami memberitahukan di dalam blog internet kepada para winasis dan waskita di negeri ini untuk bisa berkumpul di Bali pada hari Jum’at tanggal 13 Juli 2007 untuk bersama-sama membuktikan kebenarannya. Dalam fenomena ini, secara hakekat Alas Ketonggo sebenarnya adalah Pulau Dewata (Bali). Dan ”Cahaya Putih” di timur itu ternyata berada di Sad Kahyangan Jagad sisi timur yaitu di Pura Lempuyang Luhur (lambangnya Sang Hyang Iswara, melambangkan keputusan dan kebijaksanaan). Berkaitan dengan fenomena ini turunlah ayat yang menjelaskannya berupa QS An Nuur : 51 – 52 yang berbunyi :

Sesungguhnya perkataan orang-orang mukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya supaya diputuskan perkara di antara mereka* ialah ucapan: ”Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.”
(*: Maksudnya: Di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin dan antara kaum muslimin dengan yang bukan muslimin)

Saat itu di Pura Lempuyang Luhur – Karangasem, input spiritual lain yang menyertainya adalah input untuk menyelenggarakan suatu upacara ritual di Pura Tanah Lot pada bulan Agustus 2007. Dikatakan moment itu akan menandai kemunculan ”seseorang” itu dan sebagai forum pesaksian/pembuktian atas kebenarannya sebelum ”seseorang” itu mengemban amanah-amanah-Nya bagi kemaslahatan rakyat negeri ini.

Akhirnya bersama dengan rekan-rekan spiritualis di Bali terlaksana Upacara Guru Piduka yang telah berlangsung di Tanah Lot pada tanggal 26 Agustus 2007 yang lalu. Menurut kesaksian beberapa spiritualis dari Jakarta, Semarang dan Bali yang hadir dalam acara itu telah “melihat” fenomena spiritual yang sama tentang kemunculan “Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu” di tengah kita. Ya.. sinyal yang muncul menyiratkan bahwa “Sabdo Palon Noyo Genggong” telah muncul. Sungguh sangat rumit untuk menjelaskannya bagi konsumsi akal penalaran. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT berkehendak. Saat ini “Roda Cokro Manggilingan” tengah bergerak dan berputar. Walau secara kasat mata tidak terlihat, namun daya-dayanya akan terasa secara luas.

Bukanlah suatu kebetulan jika pada tanggal 26 Agustus 2007 malam itu (dini hari masuk tanggal 27 Agustus 2007) bulan purnama terlihat ada dua (yang satu sebenarnya adalah planet Mars). Fenomena ini melambangkan kemunculan “dua sosok” yang menjadi satu kesatuan, ibarat Semar dan Arjuna atau Begawan Abiyoso dan Prabu Parikesit. Dalam Al Qur’an dilambangkan kekuatan Nabi Musa dan Nabi Harun dalam menghadapi Fir’aun. Dan dalam konteks ini adalah : “Sabdo Palon dan Noyo Genggong”. Secara kegaiban Sabdo Palon adalah Dang Hyang Nirartha (Sang Hyang Ismoyo) dan Noyo Genggong adalah Gajah Mada (Dewa Gana/Ganesha). Aura “dua sosok” tersebut ada pada dua orang Jawa berdarah Sunda pengikut Rasulullah Muhammad SAW melalui Ki Santang, yang menjalankan ajaran Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati. Secara hakekat fenomena ini melambangkan bahwa “dua sosok” beliau adalah berasal dari Trah Pajajaran – Majapahit. Sehingga setidaknya terjawab sudah apa yang telah diwangsitkan oleh Prabu Siliwangi dalam “Uga Wangsit Siliwangi” berkenaan dengan sosok “Budak Angon dan Pemuda Berjanggut”. Dua sosok tersebut mewakili keturunan Prabu Siliwangi yang pergi menuju ke arah Timur.

Tak perlu penasaran siapa sejatinya beliau. Karena beliau “dua orang” tersebut tidak akan muncul di permukaan sebelum missi yang dijalankannya paripurna. Missi tersebut berkenaan dengan “Persatuan Umat” dan untuk ingat kembali akan “Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa”. Jangan dibayangkan “beliau” akan harus berhadapan dengan jutaan umat di nusantara ini. Namun dalil yang berlaku pada “beliau” adalah : “Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake”.

Sampai kapanpun “beliau” tidak akan mengaku dan tidak mengetahui bahwa dirinya sebagai sosok “Satria Piningit” itu. Jadi dalam kesempatan ini kami ingin mengatakan bahwa jika di permukaan ada pihak-pihak yang mengaku atau meng-klaim dirinya sebagai Satria Piningit ataupun Ratu Adil, semua itu adalah “Tipu Daya dan Kebohongan Belaka”. Apalagi ujung-ujungnya berkaitan dengan harta karun atau pusaka Bung Karno, semua itu adalah “Bohong Besar”.

Saat ini secara kegaiban “beliau” tengah berjalan dari Timur menuju Barat, meluruskan kembali apa yang salah diantara Majapahit dan Pajajaran, khususnya kejadian Perang Bubat. Karena secara spiritual terjadinya Perang Bubat bukanlah karena akal licik Gajah Mada untuk menaklukkan Pajajaran. Tetapi yang terjadi adalah kesalahpahaman karena Gajah Mada bersiasat untuk menghindarkan “perkawinan sedarah” yang membawa petaka/kutukan antara Dyah Pitaloka dengan Prabu Hayam Wuruk. Hakekatnya asal mula Majapahit (R. Wijaya) adalah dari trah Pajajaran (dulunya Kerajaan Sunda Galuh). Sehingga secara hakekat pula bahwa Pajajaran adalah “saudara tua” Majapahit. Dari penelusuran secara spiritual, Gajah Mada sebagai sosok yang misterius sejatinya adalah Rangga Gading (makam/petilasannya ada di Bogor).

Prinsipnya banyak hal yang perlu diluruskan berkenaan dengan sejarah nusantara ini. Karena kepentingan pihak-pihak tertentu pasca keruntuhan Majapahit, sampai dengan dekade ini banyak sejarah yang telah diputarbalikkan ataupun dibengkokkan. Secara empirik catatan atau bukti sejarah boleh hilang, namun di alam kegaiban catatan sejarah nusantara ini tidak dapat dihapus. Dan inilah peran kemunculan beliau “Sabdo Palon Noyo Genggong” yaitu meluruskan apa yang salah di negeri ini. Jika secara kegaiban hal-hal yang salah dapat diluruskan, maka aura ini akan berpengaruh besar dalam kehidupan manusia di bumi. Tak salah kiranya kembali apa yang tertulis di dalam Uga Wangsit Siliwangi :

“Dengarkan! Jaman akan berganti lagi, tapi nanti, setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi, Orang Sunda dipanggil-panggil, Orang Sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati.”

Pada kesempatan ini dapatlah penulis ungkapkan pasemon (sanepan) berupa syair dari Sabdo Palon tentang Jangka Joyoboyo yang terjadi saat ini (diterima melalui kegaiban), sebagai berikut :

”Semut ireng ngendog jroning geni,
(”Semut hitam bertelur di dalam api,)

Ono Merak memitran lan Baya,
(Ada Merak berteman dengan Buaya,)

Keyong sak kenong matane,
(Keong sebesar talempong matanya,)

Tikuse padha ngidhung,
(Tikusnya pada bernyanyi,)

Kucing gering ingkang nunggoni,
(Kucing kurus yang menunggui,)

Kodok nawu segara oleh Banteng sewu,
(Kodok menjaring di danau mendapatkan seribu Banteng,)

Precil-precil kang anjaga,
(Anakan katak yang menjaga,)

Semut ngangrang angrangsang Gunung Merapi,
(Semut Rangrang merangsang Gunung Merapi,)

Wit Ranti (meranti) woh Delima.”
(Pohon Meranti berbuah Delima.”)

Bebarengan dengan turunnya pasemon berupa syair ini, turun pula ayat-ayat yang menjelaskannya, yaitu QS Ali Imran : 140 – 141 :

”Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.”

Dan juga QS Ar Ra’d : 42 :

Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.”

Serta QS Al Bayyinah : 5 :

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

Hakekat spiritual yang tersirat adalah bahwa saat ini skenario Allah tengah berjalan. ”Pasukan Sirrullah” tengah bekerja memerangi kezaliman, kemunafikan dan keingkaran (kafir) di negeri ini. Sehingga secara kasat mata kita akan banyak menyaksikan berbagai macam bencana dan kejadian-kejadian di luar akal pikiran manusia sebagai hamba-Nya. Semuanya sudah sangat jelas. Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya. Semoga kita yang sadar akan semua fenomena yang terjadi ini menjadi hamba yang selalu Eling dan Waspada. Eling kepada leluhur dan senantiasa Eling kepada Allah Azza wa Jalla.>>>>>penulis Tri Budi marhaen Darmawan>sumber(sabdopalon.com)

Artikel terkait>siapakah-sabdo-palon-satrio-paningit/

 >7-tokoh-satrio-paningit-ronggowarsito/

 >hadirnya-putra-betera-indra-satrio-paningit/

 >ciri-2-hadirnya-budak-angonsatrio-paningit/

Oleh: cahayapelangi | Februari 1, 2010

SBY-Boediono Kecanduan Utang Asing?

Bukannya menghapuskan utang, pemerintah SBY-Boediono justru menambah utang baru. Ironisnya ini sudah terlaksana dalam program 100 harinya. Wajar jika International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) menilai Kabinet Indonsia Bersatu II sudah kecanduan utang baik bilateral maupun multilateral.

Demikian dikatakan Koordinator Advokasi INFID Wahyu Susilo dalam diskusi 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono: Timpangnya Kebijakan Makroekonomi dengan Kesejahteraan Rakyat. “Selama 100 hari, diplomasi ekonomi yang dilakukan semakin menambah utang. Sementara politik luar negeri tidak diarahkan pada pengurangan utang,” ujar Wahyu saat jumpa pers, Minggu (31/1/2010).

Dalam tahun 2009 saja, sambung Wahyu, total keseluruhan utang pemerintah pusat mencapai Rp. 1.618 triliun. Padahal beban utang tersebut dapat mengganggu anggaran pendapatan dan belanja negara.

Utang baru itu terlihat dari program pengentasan kemiskinan seperti PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), PKH (Program Keluarga Harapan), dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah), yang dilanjutkan dengan biaya utang luar negeri. Program ini sebelumnya menjadi program independen pemerintah tapi diserahkan ke asing.

Belum lagi beban utang kebijakan yang diberi nama Development Program Policy Support Program. Tambahan hutang ini didapat dari Bank Pembangunan Asia senilai 200 juta dollar AS dan Bank Dunia senilai 600 juta dollar AS.

Ironisnya lembaga donor tersebut sekaligus mendirikan lembaga baru untuk mempercepat program di atas.

Direktur Eksekutif INFID Donatus K. Marut menambahkan kecanduan pemerintah SBY pada utang nampak ketika memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan puncak perubahan iklim di Kopenhagen, Denmark, pertengahan Desember 2009. “Presiden SBY telah mendapatkan komitmen utang baru untuk perubahan iklim,” ujar Donatus.

Sumber(kompas.com)

Oleh: cahayapelangi | Februari 1, 2010

Nikmati dan syukuri

Dalam hidup ini kita harus hadapi,jalani,nikmati dan syukuri.karena hidup suatu anugrah dari sang maha pencipta…hadapi dan jalani apapun maslahnya,karena orang hidup tidak lepas dari suatu masalah jadikan hati kita seluas samudra yg bisa menampung dan menyelesaikan suatu masalah .

emang kadang hidup ini tidak adil,itu kenyataan yg tidak bisa dihindarkan mengeluhpun tidak ada gunanya dan tidak merubah suatu apapun..Kehidupan akan terus mengalir seperti air,begitu banyak orang mengeluh tentang dirinya mungkin begitu banyak masalah yg dihadapinya ada juga yg bilang dirinya tidak berguna dan menyalahkan Tuhannya…bagai mana bisa…!!!

Ingat …kita ini pemenang sejak lahir,kita ini salah satu seperma yg lolos keruang rahim,kita melawan ribuan seperma begitu banyak yg ingin lolos keruang rahim,cuman kita yg lolos keruang rahim karena kelincahan dan kecepatan kita sehingga berhasil masuk,kemudian Tuhan meyempurnakan kita lalu diberi ruh dan jiwa kemudian dikeluarkan ke alam ini seharusnya kita ini bangga dan bersyukur….Bergembiralah karena tuhan tidak pernah menyuruh tuk bersedih…dan bersedihlah bila melihat sesama(mahluk hidup termasuk alam) menderita dan rusak.

Allah swt menciptakan kita untuk digunakan dan berguna karena tuhan tidak pernah membuet sampah didunia ini hanya kita yg membuat sampah,jadi berbuat baiklah antar sesama..Begitu banyak alam ini memberi kepada kita,begitu juga alam ini membutuhkan perlindungan dan perhatian kita…kenapa kita hanya bisa merusak dan merusak kenapa hanya mau enaknya aja….??? kita sebagai manusia aja bisa marah tentu alam ini juga bisa marah kalo tidak diperhatiin dan tidak dijaga kelestariannya.

Sebenernya dalam hidup ini imbal balik/pantulan seperti kita melempar sebuah bole ke dinding kemudian bola itu balik lagi kekita…Apabila kita berupaya baik maka yg akan balik kekita lebih baik dan apa bila berbuat buruk maka yg akan balik keburukan….

Emang kadang hidup itu gak adil mengeluhpun tidak merubah suatu apapun…maka bertindaklah seperti orang lain lakukan dan berbuatlah yg tidak lajim yg tidak mungin menjadi mungkin itu yg membuat kita bernilai dan berharga…Ingat Tuhan tidak merubah suatu hambanya kecuali diri kita yg merubahnya itu dalam pirmannya…Tuhan hanya memberi petunjuk dan jalan,tentu dgn dua jalan dan kedua-duanya mempunyai resiko..maka ambilah yg resikonya memuliakan kita lakukanlah dgn jalan yg baik dan santun…perhatikan beribi-ribu tahun orang telah membuktikan hanya berupaya baik hasilnya akan baik…

Keberhasilan bukan sebuah takdir,tapi hasil kombinasi dari Do’a,Impian dan bersungguh-sunguh dalam berusaha dan bersukur apa yg sudah diberi dari sang maha kuasa…

Wujudkanlah impianmu,lakukanlah dan wujudkan impianmu yg terdekat/impian yg kecil2 dulu yg sesuai dgn kemampuan kita….dengan impian yg kecil-kecil lama-lama akan terkumpul menjadi besar dengan seiring jalannya waktu…Ingat keraguan adalah yg pertama kali membunuh impian kita,maka lakukanlah seakan kamu akan hidup lebih lama dan berdo’a seakan kamu akan mati besok…

Kegagalan bukan akhir dari segalanya..Perhatikan berapa banyak orang yg sering gagal menjadi orang hebat dan sukses….kalo mau gagal ,sekalian gagal yg besar…

Setialah pada kebaikan dan kebenaran…Sandarkan dan gantungkanlah kepada Allah swt karena dia maha segala-galanya….aminnnnn @_@

Oleh: cahayapelangi | Februari 5, 2010

Iqra (baca)

Oleh Prof Dr Nasaruddin Umar

Mengapa ayat pertama dalam Alquran berupa kalimat perintah iqra’ (bacalah)? Mengapa perintah itu untuk seorang yang buta huruf (ummy)?

Prof Hull dalam karya monumentalnya History and Philosophy of Science mengungkap salah satu misteri iqra’. Menurut Hull, siklus pergumulan antara agama dan ilmu pengetahuan terjadi setiap enam abad. Ia memulai penelitiannya dengan mengkaji abad VI SM sampai abad I M.

Periode ini ditandai dengan lahirnya tokoh-tokoh filsafat Yunani terkemuka, seperti Tales, Pytagoras, Aristoteles, dan Plato. Pada periode ini, para filsuf mengungguli popularitas pemimpin politik dan pemimpin agama. Tokoh agama hampir tidak ditemukan ketika itu.

Periode kedua diawali oleh lahirnya Nabi Isa (I M) sampai abad VI M. Periode ini ditandai dengan merosotnya popularitas filsuf atau ilmuwan dan menguatnya peran penguasa yang berkoalisi dengan gereja. Mereka mengaku wakil Tuhan di bumi. 

Pada periode ini, hampir tidak ditemukan filsuf dan ilmuan. Sebaliknya, tercatat sejumlah raja yang otoriter. Orang-orang tidak berani mengkaji ilmu pengetahuan karena itu berarti malapetaka baginya, terutama jika hasil pemikirannya bertentangan dengan pendapat istana dan gereja.

Akibatnya, muncullah zaman kegelapan dan kebodohan. Periode inilah yang melatari lahirnya agama Islam. Dari sini, dapat dipahami mengapa iqra menjadi starting point ajaran Islam.

Periode ketiga diawali dengan lahirnya Nabi Muhammad (abad VI M) sampai abad kebangkitan Eropa (abad XIII M). Rasulullah memadukan ilmu pengetahuan dengan agama, yang disimbolkan dalam iqra’ bi ismi rabbik! (Bacalah dengan nama Tuhanmu).

Iqra’ adalah simbol ilmu pengetahuan, sedangkan bi ismi rabbik sebagai simbol agama. Iqra’ tanpa bi ismi rabbik atau bi ismi rabbik tanpa iqra’ terbukti tidak mengangkat martabat manusia dan kemanusiaan.

Periode keempat diawali dengan melemahnya pusat-pusat kerajaan Islam dan kebangkitan Eropa di abad XIII M. Pada periode ini, dunia Barat hanya mengembangkan sains dan teknologi, tetapi melupakan agama sebagai pembimbingnya. Mereka mengambil kekayaan intelektual dunia Islam, tetapi meninggalkan agama. 

Periode kelima ditandai dengan kejenuhan manusia memuja pikirannya sendiri. Akhirnya, muncul berbagai gerakan dan filsafat yang bertema kemanusiaan, seperti gerakan posmodernisme. Menurut Hull, manusia tidak akan pernah mungkin melepaskan diri dari agama. Dan, agama yang tidak sejalan dengan ilmu pengetahuan tidak punya tempat di masa depan. Akankah Islam menjadi harapan agama masa depan?

Sumber>>/Republika.co.id

Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi.

Namun, tahukah Anda bahwa Teori Gujarat ini berasal dari seorang orientalis asal Belanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam? Orientalis ini bernama Snouck Hurgronje, yang demi mencapai tujuannya, ia mempelajari bahasa Arab dengan sangat giat, mengaku sebagai seorang Muslim, dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak seorang tokoh di zamannya.

Menurut sejumlah pakar sejarah dan juga arkeolog, jauh sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Nusantara, dan Arab. Jalur perdagangan selatan ini sudah ramai saat itu.

Mengutip buku Gerilya Salib di Serambi Makkah (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2006) yang banyak memaparkan bukti-bukti sejarah soal masuknya Islam di Nusantara, Peter Bellwood, Reader in Archaeology di Australia National University, telah melakukan banyak penelitian arkeologis di Polynesia dan Asia Tenggara.

Bellwood menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa sebelum abad kelima masehi, yang berarti Nabi Muhammad SAW belum lahir, beberapa jalur perdagangan utama telah berkembang menghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina. Temuan beberapa tembikar Cina serta benda-benda perunggu dari zaman Dinasti Han dan zaman-zaman sesudahnya di selatan Sumatera dan di Jawa Timur membuktikan hal ini.

Dalam catatan kakinya Bellwood menulis, “Museum Nasional di Jakarta memiliki beberapa bejana keramik dari beberapa situs di Sumatera Utara. Selain itu, banyak barang perunggu Cina, yang beberapa di antaranya mungkin bertarikh akhir masa Dinasti Zhou (sebelum 221 SM), berada dalam koleksi pribadi di London. Benda-benda ini dilaporkan berasal dari kuburan di Lumajang, Jawa Timur, yang sudah sering dijarah…” Bellwood dengan ini hendak menyatakan bahwa sebelum tahun 221 SM, para pedagang pribumi diketahui telah melakukan hubungan dagang dengan para pedagang dari Cina.

Masih menurutnya, perdagangan pada zaman itu di Nusantara dilakukan antar sesama pedagang, tanpa ikut campurnya kerajaan, jika yang dimaksudkan kerajaan adalah pemerintahan dengan raja dan memiliki wilayah yang luas. Sebab kerajaan Budha Sriwijaya yang berpusat di selatan Sumatera baru didirikan pada tahun 607 Masehi (Wolters 1967; Hall 1967, 1985). Tapi bisa saja terjadi, “kerajaan-kerajaan kecil” yang tersebar di beberapa pesisir pantai sudah berdiri, walau yang terakhir ini tidak dijumpai catatannya.

Di Jawa, masa sebelum masehi juga tidak ada catatan tertulisnya. Pangeran Aji Saka sendiri baru “diketahui” memulai sistem penulisan huruf Jawi kuno berdasarkan pada tipologi huruf Hindustan pada masa antara 0 sampai 100 Masehi. Dalam periode ini di Kalimantan telah berdiri Kerajaan Hindu Kutai dan Kerajaan Langasuka di Kedah, Malaya. Tarumanegara di Jawa Barat baru berdiri tahun 400-an Masehi. Di Sumatera, agama Budha baru menyebar pada tahun 425 Masehi dan mencapai kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.

Temuan G. R Tibbets

Adanya jalur perdagangan utama dari Nusantara—terutama Sumatera dan Jawa—dengan Cina juga diakui oleh sejarahwan G. R. Tibbetts. Bahkan Tibbetts-lah orang yang dengan tekun meneliti hubungan perniagaan yang terjadi antara para pedagang dari Jazirah Arab dengan para pedagang dari wilayah Asia Tenggara pada zaman pra Islam. Tibbetts menemukan bukti-bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara saat itu.

“Keadaan ini terjadi karena kepulauan Nusantara telah menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke negeri Cina sejak abad kelima Masehi, ” tulis Tibbets. Jadi peta perdagangan saat itu terutama di selatan adalah Arab-Nusantara-China.

Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok juga menyebutkan bahwa menjelang seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 M—hanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama atau sembilan setengah tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangan kepada bangsa Arab—di sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya.

Di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak–pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan pesantren, umumnya juga merupakan tempat beribadah (masjid).

Temuan ini diperkuat Prof. Dr. HAMKA yang menyebut bahwa seorang pencatat sejarah Tiongkok yang mengembara pada tahun 674 M telah menemukan satu kelompok bangsa Arab yang membuat kampung dan berdiam di pesisir Barat Sumatera. Ini sebabnya, HAMKA menulis bahwa penemuan tersebut telah mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknya agama Islam di Tanah Air. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakini kebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University di Amerika.

Pembalseman Firaun Ramses II Pakai Kapur Barus Dari Nusantara

Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat Pulau Sumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya. Namun ketika Sriwijaya mengalami kemunduran dan digantikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam, Barus pun masuk dalam wilayah Aceh.

Amat mungkin Barus merupakan kota tertua di Indonesia mengingat dari seluruh kota di Nusantara, hanya Barus yang namanya sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur-literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan sebagainya.

Sebuah peta kuno yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus, salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat di Aleksandria Mesir, pada abad ke-2 Masehi, juga telah menyebutkan bahwa di pesisir barat Sumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus.

Bahkan dikisahkan pula bahwa kapur barus yang diolah dari kayu kamfer dari kota itu telah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zaman kekuasaan Firaun sejak Ramses II atau sekitar 5. 000 tahun sebelum Masehi!

Berdasakan buku Nuchbatuddar karya Addimasqi, Barus juga dikenal sebagai daerah awal masuknya agama Islam di Nusantara sekitar abad ke-7 Masehi. Sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Barus, di batu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi. Ini memperkuat dugaan bahwa komunitas Muslim di Barus sudah ada pada era itu.

Sebuah Tim Arkeolog yang berasal dari Ecole Francaise D’extreme-Orient (EFEO) Perancis yang bekerjasama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) di Lobu Tua-Barus, telah menemukan bahwa pada sekitar abad 9-12 Masehi, Barus telah menjadi sebuah perkampungan multi-etnis dari berbagai suku bangsa seperti Arab, Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya.

Tim tersebut menemukan banyak benda-benda berkualitas tinggi yang usianya sudah ratusan tahun dan ini menandakan dahulu kala kehidupan di Barus itu sangatlah makmur.

Di Barus dan sekitarnya, banyak pedagang Islam yang terdiri dari orang Arab, Aceh, dan sebagainya hidup dengan berkecukupan. Mereka memiliki kedudukan baik dan pengaruh cukup besar di dalam masyarakat maupun pemerintah (Kerajaan Budha Sriwijaya). Bahkan kemudian ada juga yang ikut berkuasa di sejumlah bandar. Mereka banyak yang bersahabat, juga berkeluarga dengan raja, adipati, atau pembesar-pembesar Sriwijaya lainnya. Mereka sering pula menjadi penasehat raja, adipati, atau penguasa setempat. Makin lama makin banyak pula penduduk setempat yang memeluk Islam. Bahkan ada pula raja, adipati, atau penguasa setempat yang akhirnya masuk Islam. Tentunya dengan jalan damai (Rz, Bersambung)

Sumber:/akusuka.wordpress.com,/eramuslim.com
Tahukah Anda: Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup (Bag.1)
Senin, 26 Mar 07 14:01 WIB

Oleh: cahayapelangi | Februari 12, 2010

Anggaran Plesiran DPR untuk 2010 Capai Rp 122 M

Kunjungan anggota DPR ke luar negeri kembali menjadi sorotan. Untuk tahun 2010, anggota Dewan akan melakukan 58 kunjungan ke 20 negara dengan total nilai anggaran Rp 122 miliar.

Demikian hasil investigasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) yang disampaikan kepada detikcom, Kamis (11/2/2010).

Kordinator Investigasi dan Advokasi Seknas FITRA, Uchok Sky Khadafi, menjelaskan Rp 122 miliar itu 65 persen lebih besar dibandingkan anggaran Dewan untuk bencana alam sebesar Rp 8 miliar.

“Selain itu, Rp 122 miliar alokasi anggaran untuk kunjungan ke luar negeri naik 30 persen bila dibanding dengan alokasi anggaran kunjungan ke luar pada 2009 lalu,” kata Khadafi.

Fitra mengimbau Dewan untuk menghentikan kunjungan ke luar negeri itu baik berbentuk studi banding, kunjungan kerja, kunjungan delegasi. “Karena sangat boros anggaran dan lebih baik direlokasi ke
program-program yang merakyat seperti membantu masyarakat yang hanya makan nasi aking, jagung, dan singkong di berbagai daerah,” ujarnya.

Khadafi juga mengajak masyarakat untuk memberikan sanksi moral kepada anggota Dewan, jika ternyata bersikeras tetap berangkat plesiran ke luar negeri.

Dua puluh negara yang akan dikunjungi anggota DPR adalah Afrika Selatan, Meksiko, Korea utara, China (2 kali), Suriah (7 kali), Qatar, Australia, Vietnam (3 kali), Philipina, Iran, Turki, Kuwait, Belgia, Singapura, Korea Selatan, Uganda/Mali, Bangkok (2 kali), dan Venezuela, Amerika  Serikat (8 kali).

Khusus untuk bulan Februari ini, anggota Dewan diketahui akan berkunjung minimal sebanyak dua kali ke negara China, dan Uganda/Mali.

Sumber:>

Oleh: cahayapelangi | Februari 12, 2010

Tirta Sangga Jaya Nama Yang Bagus/mimpi untuk jakarta

Pemimpin Kampus Al-Zaytun, Syaykh AS Panji Gumilang memiliki mimpi besar tentang pengendalian air di Ibukota Negara, dengan berpijak pada proyek Waduk Windu Kencana yang sedang dikerjakan Al-Zaytun siang malam. Ia mengambil contoh pembangunan bendungan Azwan, di Mesir, yang berhasil mengendalikan kota Kairo dari ancaman air bah Sungai Nil dan serangan buaya-buayanya.

Berikut petikan wawancara mimpi Syaykh tentang Jakarta, disampaikan kepada Robin Simanullang dan Haposan Tam-
pubolon, serta fotografer Wilson Edward.

>Ibukota Negara selalu mengalami banjir berulang-ulang. Barangkali, Syaykh bisa memberikan sumbangsaran cara terbaik mengatasinya?

Kalau sumbang saran itu terlalu besar. Tapi, ada mimpi untuk Jakarta. Jakarta itu dikepung dan dialiri oleh berbelas-belas sungai yang besar maupun kecil. Selama itu sungai pasti dilalui air. Kalau tidak ter-manage, ya, menjadi melimpah dan bukan rizki.

Kalau kita ambil titik Jakarta dari Monas, sampai ke Cibinong, atau lebih sedikit, kemudian kita tarik dari Cibinong, atau lebih ke selatan sedikit kira-kira 60 kilometer dari titik Monas, di sana kita membuat sungai baru atau kanal.

Kanalnya jangan terlalu kecil, katakan 100 meter lebar, kemudian di kanan kiri ada 50 meter yang nantinya menjadi jalan raya di tebing atau bantaran sungai. Kemudian kedalaman disesuaikan dengan kontur tanahnya.

Kanal membentang ke barat, sampai lebih barat dari kota Tangerang. Katakanlah kalau diukur sampai ke Kresek, ditarik garis lurus mungkin sampai Cikupa. Itu kita buat lagi (kanal) yang sama 100 (meter), kanan-kiri ada jalan 50-50 meter.
Kemudian ke timur, kanal sampai ke Karawang yang lurusannya nanti Rengasdengklok. Keluar dari sana ada yang namanya Tanjung Jaya. Kalau di Tangerang sana ada Tanjung Kait.

Kalau itu dibuat maka terjadi, Ibukota Jakarta itu luasannya dari titik Monas 60 kilometer ke selatan. Kemudian dari titik Monas ke utara 30 atau kurang lebih 20 kilometer. Berarti hampir 80 atau 100 kilometer.

Kemudian timur-barat (dari Monas) sampai ke lurusan Kresek sana 60 kilometer, dari Kresek itu mungkin juga sampai lurusan Batu Jaya 60.

Berarti nanti akan ada sungai “Letter U” 60-60-60-60, yang totalnya menjadi 240 kilometer mengitari Ibukota.
Kitaran yang “Letter U” sudah barang pasti mencegat perjalanan aliran air yang 13-15 sungai itu. Dan yang terkenal kalau di tengah Ciliwung, di timur Citarum, dan di barat Cisadane sungai raksasa semua.

Itu sudah terbendung dulu. Bukan berarti tidak boleh mengalir (tapi) ada paras kontrol. Dengan adanya yang 240 kilometer ada penanggulangan lalulintas. Ada orang kurang senang jalan di darat, dia jalan di air. Sebab ada jalan yang mendukung kanan-kiri tadi, 240 kilo kali dua.

Sudah, manfaatnya besar bisa untuk rekreasi, bisa menghasilkan uang, secara estetikanya indah, arsitekturnya mendukung.

Mengapa sungai Nil bisa seperti itu, kita tidak bisa buat? Dulu sungai Nil kalau banjir bukan banjir air tetapi banjir buaya. Manusia Kairo banyak yang mati bukan tenggelam tapi dimakan buaya. Kalau Jakarta, banyak yang sengsara karena air.

Kemudian (sungai-sungai) yang masuk dalam kota dinormalisir. Tidak usah mengusir penduduk tetap saja di situ. Perumahannya tidak boleh horizontal, mulailah vertikal.

Sehingga di sisi-sisi sungai ada lahan yang luas. Katakan, Ciliwung yang dekat Tebet, nanti di pengkolannya, kampungnya masih Kampung Tebet, kelurahannya masih Kelurahan Tebet, kecamatan masih Kecamatan Tebet. Mereka tidak usah diusir karena sumber budaya ada di kampung-kampung itu.

Baru dibuat perumahan ke atas. Ada 1.000 kepala keluarga (KK) dalam satu rumah vertikal yang tadinya mendiami 200 meter lahan. Maka lahan yang ditinggalkan, 200 meter kali 1.000 KK sama dengan 200.000 meter persegi itu dijadikan halaman, tempat sekolah, tempat olahraga, tempat rekreasi, tempat penghijauan lingkungan. Rumah cukup naik ke atas untuk 1.000 KK. Untuk pengontrolan kependudukan lebih aman dan lebih terkontrol.

Jadi andainya seperti itu maka di dalam kota ada pilihan jalan. Ah, saya mau lewat Ciliwung saja, oh, saya mau lewat Ciliwung pinggiran kanan atau kiri. Maka tidak ada kesulitan jalan raya. Jadi bukan karena banyaknya kendaraan Jakarta macet, tapi manajemennya yang kurang tertata.

‘Oh, biayanya mahal’ (kata orang), oh memang mahal. Tapi lebih mahal jiwa satu orang yang terendam air, daripada kita menata seperti itu.

Katakan, ‘diperlukan puluhan miliar dollar’, oh sekali hutang saja 40 miliar (dollar), nah mengapa bukan itu.

‘Oh, darimana dananya’, orang Indonesia kaya. Karena jumlah penduduknya 240 juta. Ambil 10 persen yang punya uang diam, masing-masing 100 ribu dollar. Juallah obligasi kepada bangsa jangan ke luar negeri. Jangan pula mencetak obligasi yang cincai-cincai satu dollar dua dollar. Paling murah 1.000 dollar satu surat berharga, banyak orang yang bisa membelinya.

Lha, sejumlah itu apakah mungkin mengumpulkan 100 miliar dollar AS. Sangat mungkin. Bisakah kembali dengan tempo cepat? Sangat bisa, mengapa tidak? Sebab air berjalan. Ada transportasi air, ada wisata air, kemudian ada ketenangan jiwa. Terjadilah Ibukota menjadi tenang.

Kemudian tidak usah digembar-gemborkan istilah megapolitan dan sebagainya. Setelah dibuat seperti itu maka diputuskanlah oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ibukota Negara Indonesia adalah Jakarta yang dibatasi oleh sungai baru “Letter U”. Selesai. Rakyat tidak berdebat.

Gubernur Jawa Barat tidak akan melawan, Gubernur Banten tidak akan melawan. Gubernur Jakarta tidak akan bangga la wong keputusan, menjadilah Ibukota Negara Republik Indonesia.

Jakarta perbatasannya sungai yang baru dibuat, katakanlah “Tirta Sangga Jaya” atau “Air Yang Menyangga Jakarta Raya”.

>Tirta Sangga Jaya bermanfaat untuk Jakarta?

Bermanfaat sebagai Ibukota Negara.

>Hinterland-nya turut memperoleh manfaat, untuk wisata misalnya?

Untuk wisata, kemudian air untuk pertanian diambil oleh Jawa Barat dan oleh Banten. Kan, asyik. Di sungai Nil ada wisata air tengah malam sambil menari-nari, di sungai Tirta Sangga Jaya pun bisa nanti keliling.

Sungai Nil cuma berapa kilo, ini 240 kilometer. Sedangkan, satu malam cuma 12 jam nggak cukup, ‘ah, besok lagi’, datang lagi, karcis lagi, masuk retribusi.

Nanti orang tidak hanya datang ke Bali. Ke Bali suatu waktu tapi Tirta Sangga Jaya tidak boleh dilupakan, kan begitu nanti. Kemana wisatanya, ‘Ke Tirta Sangga Jaya’.

>Pendanaan, apakah lewat APBN?

Ya APBN dong. Kalau nanti nonbudgeter jadi rusak negara. Ditetapkan bahwa akan membuat obligasi jumlahnya sekian, masukkan anggaran belanja negara dan pendatapan, dikontrol, kalau tidak nanti ko and rup and si.

Dan untuk perbuatan itu jangan ditenderkan. Buatkan keputusan tertentu ditunjuk ataupun dilaksanakan oleh negara, dikontrol oleh masyarakat, negara luar pun menghormati, ‘Oh, putusan Majelis’.

>Perlu dibentuk semacam Otorita?

Ya, otorita khusus supaya ter-manage apa saja bentuknya. Integrated nanti dengan hinterland-nya. Dilindungi oleh payung yang sangat kuat yaitu keputusan Majelis sebagai keputusan politik. Kalau tidak, saling berkuasa nanti. Kata Jakarta, ‘Oh, ini milik saya’. Kata Jabar, ‘Milik saya’, kata Banten ‘Milik saya’.

>Berapa lama mewujudkannya sejak pelaksanaan?

Ah, kalau negara satu dua tahun selesai asal pendekatannya bagus. Sekarang rakyat tidak mau karena mereka memang tingggal di situ. Nanti, mereka tetap tinggal di situ.

>Dikasih ganti untung?
Bukan dikasih ganti, disediakan. Rumahmu tetap ini, tapi dinaikkan, lebih bagus, bisa tahu bulan lebih dekat. Kalau dari bumi kan jauh. Mungkin tingkat 30, ‘Lebih dekat kamu kepada bulan’. Jadi kalau angin lebih dekat ke angin yang lebih segar.
>Pembebasan lahannya mungkin yang sulit?

Jangan pernah dibebaskan lahan itu. Kalau dibebaskan tidak mau orang, bertahan. Ini dibuat sungai, rumahmu tetap di sini, lebih bagus, kampungmu tetap di sini, karena, Indonesia tanah airku/Tanah tumpah darahku. (Syaykh nyanyi dengan suara yang merdu).

Lah tanah tumpah darahnya dibuang, nanti ditanya dimana, ‘Itu sungai’. Tanah tumpah darahku di kampung ini, bercerita, dulu kampung saya di sini, yang sekarang dibuat sungai. ‘Lo, kok namanya tetap’. Iya, namanya tetap, nggak boleh dirubah.
Jadi, kalau dia orang di Tebet ya tetap di Tebet. Cuma dulu Tebetnya sini, sekarang Tebet sini (rumah vertikal). Jadi KTPnya enak. Ngontrolnya enak. Yang punya KTP jelas. Yang tidak punya KTPpun jelas. Budaya bisa ditata dengan baik. Bhineka Tunggal Ika bisa dimasukkan di situ. Jadi bukan hanya simbol, tapi ilmunya dan amalnya.

>Bagaimaan dengan Banjir Kanal Timur atau Kanal Barat yang sedang dikerjakan?

Itu tidak memadai, sama saja dengan ini ada kudis, tet, dipencet terus keluar, pindah ke sini, tet, keluar. Kalau ini nggak. Kasih jalan air, ‘kamu’ lewat sini. Oh terlalu melimpah, buka sedikit pintunya, masuk dalam kota. Kotanya sudah lurus, air sungainya bisa disambung dengan sungai Cikeas, bisa disambung dengan sungai Ciliwung, interdependen. Nanti dibuat interdependen. Kan asyik dalam kota ada perahu, ada boat seperti negara-negara besar lain.

>Mimpi yang sangat orisinil dari Syaykh?

Ya, tidak tahu, namanya juga mimpi.

>Konsep Belanda dulu, masih konsep feodal Banjir Kanal Barat dibangun untuk melindungi Menteng saja?

Karena dulu batasannya kecil maka dikatakan orang kampung Kali Deres. ‘Deres’ itu cepat larinya. Begitu masuk Banjir Kanal Timur sekarang dinamakan Kali Malang. Dinamakan Kali Malang karena melintang masuk kota. Mestinya utara-selatan, ini lari ke barat menjadi timur-barat malang-melintang, Kali Malang.

Di mana-mana sungai itu ke timur, ini ke barat. ‘Ah, sudah, kali malang-melintang’, gampang saja orang Indonesia kasih nama.

>Sekarang ada nama bagus Tirta Sangga Jaya?

Kalau Tirta Sangga Jaya agak sedikit pantas daripada Kali Deres atau Kali Malang. Masak orang segar-segar dikatakan Malang. Pantas banjir terus sebab kalinya malang. Coba kalau kalinya mujur.

>Waduk Windu Kencana mungkin bisa menjadi wujud awal Tirta Sangga Jaya?

Itu, aplikasi mimpi. Sebelum yang besar kan yang kecil dulu.

>Waduk Windu Kencana akan menjadi objek wisata juga?

Ya. Pembangunan itu harus punya nilai ekonomi, nilai hiburan, nilai rekreasi, nilai arsitektur, nilai kelestarian, baru namanya sustainable. Kalau cuma air, kaku.

>Selain menyangkut ketahanan terpadu pertanian, ada manfaat Waduk Windu Kencana untuk masyarakat sekitar?

Oh, pasti. Kalau Al-Zaytun tinggal di belantara padang pasir Azwan sana ya nggak ada (manfaatnya). Ini kan tinggal di masyarakat. Kalau berbicara Zaytun bicara masyarakat sekalipun agak jauh letaknya.

Sungai itu kan air, tidak diam, dia merambat. Setiap yang dirambati air pasti bagus karena air itu sumber kehidupan.

>Tirta Sangga Jaya sepertinya bukan mimpi sebab miniaturnya Windu Kencana sudah ada?

Yah, kalau bagi saya itu mimpi. Karena kita di sini.

Jakarta akan mengadakan Pilkada pada Agustus 2007. Tirta Sangga Jaya mestinya bisa menjadi isu andalan setiap kandidat?

Kalau sekadar oleh gubernur juga kurang. Harus oleh negara. Karena harus ada political will dari atas, kokoh sebagai payung yaitu MPR.

>Secara politis Al-Zaytun bisa berperan mendorong political will dari atas tadi?

Oh, kalau peranan, semua bangsa. Al-Zaytun kan sebagian kecil dari warga bangsa.

>Paling tidak calon gubernur Jakarta datang ke sini memperoleh masukan konsep membangun Jakarta?

Biasanya kalau datang ke sini, ‘Oh, ini kan tempat kecil, jadi gampang. Jakarta itu besar, jadi susah’. Selalu mengedepankan susah.

Kalau kita selalu mengedepankan, semua tidak ada yang susah kalau dikerjakan. Dan tidak ada besar tidak ada kecil pekerjaan itu. Karena nilainya sama. Kecil tidak selesai ya tambah rusak. Besar tidak dikerjakan juga susah.

>Tahun ini Al-Zaytun genap berusia sewindu. Syaykh bisa mengukur persentase pencapaian mimpinya, sudah berapa besar?

Kalau dipersentase kecil, wong mimpi itu besar. Kalau mimpi kecil ya sudah selesai. Mimpi kita kan besar. Daripada mimpi kecil mending mimpi besar. Tercapai sudutnya, lumayan. Jadi jangan pernah memprosentase pekerjaan. Lepaskan saja prosentase itu tapi terus perbesar mimpinya.

Karena mimpi besar belum terlaksana pun sudah gembira, ‘Ah, saya tadi malam mimpi,’ ya itu. (Syaykh kembali bernyanyi merdu). Waktu semalam bung aku bermimpi/Ketemu ular bung besar sekali/Ular menggigit jari kakiku/Aku menjerit aduh/Kenapa kok aduh/Mimpi. Jadi asyik, mimpi itu bisa jadi obat.

>Visi Pendidikan Al-Zaytun 2020 juga mimpi yang mengasyikkan?

Oh, iya. Harus mimpi 2020. Jangan lama-lama, 2030 kelamaan. Bangsa ini kuat kok. (Tahun) 2030 lama belum tentu itu dipimpin oleh yang mimpi.

Kalau mimpi ciptakan yang riil dalam konsep yang bisa dilaksanakan. Kalau suatu negara mimpinya tuangkan dalam keputusan majelis yang tertinggi. Kalau (diputuskan) oleh Presiden yang berjalan itu kan terbatas cuma lima tahun belum tentu dipilih lagi. Itu (Visi 2030) sebetulnya kampanye. Kampanye kan bisa saja ngomong setumpuk pelaksanaannya belum ada…

Sumber>http://www.tokohindonesia.com

Oleh: cahayapelangi | Februari 26, 2010

Hos Cokro Aminoto,Mercusuar Syareat Islam di indonesia

“Tjokroaminoto mempunyai keyakinan yang teguh, bahwa Negara dan bangsa kita tak akan mentjapai kehidupan jang adil dan makmur, pergaulan hidup jang aman dan tenteram, selama keadilan sosial sepandjang adjaran-adjaran Islam belum dapat berlaku atau dilakukan mendjadi hukum dalam Negara kita, sekalipun sudah merdeka. Terbukti sekarang, sekalipun Negara dan bangsa kita sudah merdeka dan berdaulat bernaung dibawah pandji-­pandji sang merah putih, namun rakjat jelata jang berpuluh-puluh jumlahnja belum merasakan kenikmatan dan kelezatan hidup dan kehidupan sehari-­harinja. Rakyat masih tetap menderita matjam – matjam kesukaran dan kemelaratan. Kekatjauan timbul dimana­-mana. Perampokan penggedoran. Pentjulikan dan pembunuhan seolah-ilah tak dapat diatasi oleh pihak (alat) pemerintahan.

Dikota-kota besar nampak pula kerusakan moral (budi pekerti) bangsa kita. Bukan sadja pelajturan jang meradjalela dari kota-kota sampai desa-­desa, tetapi pihak jang dikatakan kaum terpeladjar, pemuda dan pemudi tak ada batas lagi pergaulan hidupnja, pergaulan jang merdeka. Pergaulan jang mempengaruhi alam pikiran pada kesesatan.

    

Sumber-sumber pelatjuran telah menjadi pergaulan hidup yang modern. Kemadjuan jang mentjontoh dunia barat jang memang sudah rusak. Rusak budi­-pekertinja dan rochaninja. Tak ada kendali didalam djiwa jang dapat menahan hawa nafsunja. Inilah semuanja yang oleh ketua Tjokroaminoto dikatakan Djahiliah modern. Kalau alat-alat pemerintah RI jang memegang tampuk kekuasaan pemerintahan, baik pihak atasan maupun sampai bawahan sudah tidak takut lagi kepada hukuman Allah, jakinlah Negara akan rusak dan hantjur dengan sendirinja, sebab segala perbuatan djahat, korupsi, penipuan, suapan dan sebagainja jang terang terang merugikan Negara, dikerjakan dengan aman oleh mereka itu sendiri, rakjat mengerti sebab rakjat jang menjadi korban” 

   

  

(Petikan kata Wondoamiseno, Sekjen PSSI 1950)

  

Sang raja tanpa mahkota begitulah kaum Kompeni Belanda menyebutnya, lihai cerdas, dan bersemangat. Di takuti dan juga disegani lawan – lawan politiknya. Perjuangnya dalam membela hak kaum pribumi saat itu benar – benar menempatkan dirinya menjadi seoarang tokoh yang benar-benar dihormati pada saat itu. HOS Cokroaminoto lahir di desa Bakur, Madiun Jawa Timur 16 Agustus 1883. Ia anak kedua dari dua belas bersaudara putra dari Raden Mas Cokro Amiseno, seorang Wedana Kleco dan cucu RT Adipati Negoro bupati Ponorogo. Terlahir dari keluarga bangsawan tak membuatnya bersikap angkuh, justru karena itulah ia akhirnya menjadi sebuah motor penggerak kemerdekaan bagi Indonesia disaat semua manusia tertidur dalam belaian kompeni Belanda. Dialah tokoh politik yang berhasil menggabungkan retorika politik melawan penjajah Belanda dengan ideology Islam, sehingga mengenyahkan penjajah dari bumi Nusantara. Setelah menamatkan study di Oplayding School Foor Inladishe Ambegtenaren (OSVIA), sekolah pegawai pemerintahan pribumi Magelang. Setelah itu ia mengikuti jejak kepriayian ayahnya sebagai pegawai pangreh praja walaupun akhirnya ia tinggalkan karena muak dengan kebiasaan sembah jongkok yang baginya sangat melecehkan.

Tahun 1905 Cokro pindah ke Surabaya dan bekerja pada perusahaan dagang, di samping ia juga belajar di sekolah malam Hogore Burger School. Bersama istrinya, Suharsikin ia mendirikan rumah kost di rumahnya. yang nantinya melalui rumah inilah Cokro menyalurkan ilmunya dalam agama, politik dan berorasi yang akhirnya menjadi cikal bakal pembentukan tokoh – tokoh penting di Indonesia. Seperti Soekarno yang Nasionalis, SM kartosuwirjo yang Islamis Dan Muso-Alimin yang Komunis. R. A. Suharsikin adalah cermin wanita yang selalu memberikan bantuan moril, selalu menjadi kebiasaannya, jika suaminya bepergian untuk kepentingan perjuangannya, istri yang sederhana dan prihatin ini mengiringi suaminya dengan sholat tahajud, dengan puasa, dan do’a. perbedaan idiologi dari murid – muridnya tersebut secara tidak langsung memberikan warna sendiri bagaimana secara aktif ide-ide, ilmu dan gagasan Cokro menghujam kedada mereka. Walaupun dengan pemahaman yang beraneka ragam sesuai dengan latar belakang, pendidikan dan pekerjaanya masing masing. Jadi, pertarungan Soekarno, Kartosuwirjo dan Muso-alimin sejatinya adalah pertarungan tiga murid dari seorang guru Cokroaminoto. Hal ini mengisaratkan bahwa adanya perbedaan tafsir para murid terhadap guru dan kernudian mendorong kecenderungan yang berbeda pula. Dalam beberapa hal, ide Islam Cokro lebih dipahami oleh Kartosuwirjo dengan Darul Islamnya, ia melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh Cokro yakni menuntut Indonesia bersyariat. Dengan dasar itu ia akhirnya memproklamirkan Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949 di Jawa Barat, sebagai reaksi atas penghianatan Soekarno-Hatta terhadap piagam Jakarta.   

Untuk merealisasikan perjuangan menuntut Indonesia bersyareat ia masuk ke dalam Sarekat Dagang Islam (SDI) yang saat itu dipimpin oleh H.Samanhudi di Solo, sebuah pergerakan pertama Indonesia yang menggelorakan semangat kemerdekaan. Bukan Budi Utomo seperti yang diketahui saat ini, karena SDI lahir lebih muda yakni lahir pada tahun 1908 sedangkan SDI 1905 pendistorsian sejarah semacam ini jelas kejahatan yang dilakukan oleh musuh – musuh Islam untuk mengkaburkan perjuangan Indonesia bersyariat. Karena memang tujuan SDI adalah kemerdekaan dan pemberlakuan syareat Islam. Semenjak masuknya ia kedalam SDI, SDI berubah menjadi sebuah organisasi yang besar dan menakutkan bagi kolonial. Kemahirannya serta kepiawaiannya berpolitik dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia dan memihak kepentingan rakyat membuat SDI begitu di gandrungi Rakyat pribumi. Terlebih setelah SDI berubah menjadi SI dan ia menjadi pemimpin SI.   

Lewat Cokro tujuan SI mulai di perjelas yakni kemerdekaan Indonesia dan pemberlakuan Syareat Islam bagi segenap lapisan rakyat. Karena aktifitas politiknya Belanda akhirnya menangkap Cokro pada tahun 1921 karena dikhawatirkan akan membangkitkan semangat perjuangan rakyat pribumi walaupun akhirnya dibebaskan pada tahun 1922, sebuah cobaan yang lazim diterima para penegak syariat islam di seluruh dunia. Pada tanggal 14-24 juni 1916 diadakanlah kongres Nasional pertama di Bandung. Di dalam kongres tersebut Cokro mengupas tentang pembentukan bangsa dan pemerintahan sendiri. Sebuah langkah yang sangat berani saat itu karena bagi rakyat pribumi kemerdekaan adalah hal yang tabu untuk disampaikan. Suatu langkah politik yang benar-benar berani. Cokro membangun opini rakyat yang belum mengerti politik untuk berpihak terhadap perjuanganya. Yaitu menuntut Indonesia merdeka dan bersyariat Islam. Di tengah pemerintah kolonial yang masih kuat apalagi saat itu Belanda masih menerapkan peraturan Reegerings Reglement (RR) sebuah peraturan yang berisi larangan berpolitik, berkumpul untuk membahas perjuangan kemerdekaan. Yang otomatis Cokro saat itu harus berhadapan dengan dua lawan yaitu Belanda dan Pangreh Praja yang menjadi kaki tangan Belanda.   

Pada tahun 1924, Cokro mulai aktif dalam komite –komite pembahasan kekhilafahan yang dicetuskan pemimpin politik Wahabiah Arab, Ibnu Saud. Sebuah langkah untuk memperkuat barisan menuju kemerdekaan dan kekhalifahan dunia. Bagi Cokro, Islam adalah sesuatu yang harus di perjuangkan dan di persatukan, sebagai dasar kebangsaan yang hendak di proses menuju Indonesia. Tipikal Cokro, identik dengan AI-Afghani yang juga merupakan tokoh politik Pan-Islamisme (kebangkitan Islam). Cokro dan Afghoni juga sama-sama mengalami kegagalan dalam perjuangan Pan-Islamismenya. Namun, arti penting keduanya bukan pada kemenangan atau kekalahan. Keduanya menjadi penting karena menggulirkan momentum perubahan pemikiran dalam Islam. Keduanya juga menjadi ruh perjuangan bagi kepentingan politik Islam.   

Ruh Cokro akan masih terus bergerak menjadi spirit perjuangan ketika islam di artikulasikan sebagai penggerak yang aktif, tidak statis. Yang mengatakan ,” Setinggi­tinggi ilmu, semurni-murni tauhid , sepintar­-pintar siasat”. Beliau wafat pada tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakarta, dan dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta.   

Oleh: cahayapelangi | Februari 26, 2010

Pesantren Ma’had Al_zaytun Indonesia

 International Education CenterMembangun dan Mendidik Semata-mata Hanya untuk Beribadah kepada Allah

بسم الله الرحمن الرحيم

(QS. Annisaa : 9)
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya
meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah
yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.
Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah
dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar

SEKAPUR SIRIH

Kita bersyukur kepada Allah SWT, berkat karunia-Nya umat islam yang tergabung dalam Yayasan Pesantren Indonesia sejak tahun 1996 hingga hari ini telah terus berusaha memberikan sumbangsih yang berharga kepada bangsa dan Negara Indonesia berupa pendidikan.
Al-Zaytun yang diresmikan oleh Presiden RI ke 3, Prof. Ing. BJ Habibie pada tgl 27 Agustus 1999 adalah institusi pendidikan yang dibangun atas dasar cita-cita bersama akan kejayaan bangsa dan Negara Indonesia.

Pembangunan yang digagas oleh umat, dibangun oleh umat juga diperuntukan bagi umat adalah hal yang harus terus dikembangkan, dipelihara dan dipertahankan. Sejarah panjang tentang perjalanan umat manusia dan bangsa Insonesia sejak masa penjajahan Belanda sampai pencapaian kemerdekaan pada tahun 1945 telah mengilhami berdirinya Al-Zaytun yang sampai saat ini telah memasuki tahun ke 8.

Al-Zaytun sebagai lembaga pendidikan yang memiliki spirit kepesantrenan dan dikemas dengan system modern, diharapan dapat menghasikan generasi yang siap bersaing dalam tataran antar bangsa dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di dasari nilai-nilai akhlaqul Karimah dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu akan tercipta keseimbangan intelektual antar bangsa dan akan terwujud sikap toleransi dan damai yang menjadi kebutuhan hakiki setiap umat manusia.
Cita-cita untuk memajukan bangsa dan Negara Indonesia melalui pendidikan ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama.

Al-Zaytun adalah milik seluruh bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia, untuk itu mari bersama-sama kita tumbuh kembangkan semangat mendidik putra-putri banGsa Indonesia menuju tercapainya kejayaan Indonesia di masa hadapan sebagai bentuk darma bakti kita kepada bangsa tercinta dan pengabdian kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kepada Allah jualah semua kita kembalikan.

Walhamdulillahi

Al-Zaytun, 1 Juli 2007

Abdus Salam Rasyidi Panji Gumilang
Syaykh Al-Zaytun

Pendahuluan

Koordinator Al-Zaytun Wilayah Kalimantan Selatan menerbitkan website ini agar semua pihak mendapat gambaran tentang pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Pesantren Indonesia, Al-Zaytun.

Saat ini di Al-Zaytun terdapat lebih dari 7.000 siswa dan mahasiswa yang datang dari seluruh provinsi di Indonesia juga dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Timor Leste, Somalia dan Afrika Selatan.

Kegiatan Belajar mengajar pada tahun 2008 ini telah memasuki tahun ke 9 sejak diresmikan oleh Presiden RI, Prof. Ing BJ Habibie pada tahun 1999.

Al-Zaytun menata system perdidikan terpadu dan konprehensif (one-pipe education system) mulai dari tingkat usia dini, Tingkat dasar (Ibtidaiyah), Menengah (Tsanawiyah – Aliyah) dan Universitas (Jamiah).

Mengapa Mereka Memilih Al-Zaytun?

Sistem Pendidikan Terpadu

Proses pendidikan yang dilaksanakan di Al-Zaytun didasarkan pada sebuah sistem yang mampu mengarahkan peserta didik mengikuti suatu skema pendidikan yang disebut dengan one pipe education system, mulai dari level paling asas (elementary) sampai dengan level tertinggi dalam dunia akademik (doctoral) dalam sebuah sistem yang terpadu yang mengkombinasikan kerelegiusan, science technology, agriculture, sports, arts, culture dan information technology.

Boarding School

Hidup dalam budaya kemandirian, kebersamaan, gotong-royong dan cinta ilmu bagi siswa /mahasiswa secara efektif ditanamkan melalui sistem sekolah berasrama. Selain itu juga akan dapat meningkatkan efisiensi proses pembelajaran dan interaksi positif antara siswa/mahasiswa dan masyarakat sekitarnya.

Pesantren Spirit but Modern System

Dipilihnya pendidikan berspirit pesantren, yaitu suatu kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai kemandirian dan kebersamaan, dimaksudkan agar siswa secara penuh berada pada lingkungan pendidikan sehingga terbentuk pribadi yang mandiri dan bersahaja dengan mengembangkan nilai/prinsip manajemen modern, seperti bersikap berdasarkan ilmu pengetahuan, berorientasi pada program, mengikuti prosedur dalam organisasi, mempunyai etos kerja dan disiplin yang tinggi.

Area Pendidikan yang Luas dan Kondusif

Dalam mewujudkan sistem pendidikan yang terpadu, ketersediaan area kampus yang luas supaya siswa selalu terdidik dan berada sebuah arena pendidikan menjadi sebuah kewajiban bagi penyelenggara pendidikan. Area lebih dari 1200 ha disediakan untuk melaksanakan sistem pendidikan di Al-Zaytun.

Areal 200 ha disediakan bagi sarana kompleks pendidikan seperti gedung pembelajaran, gedung asrama siswa putra maupun putri, masjid, sarana olahraga yang lengkap dan sarana lainnya yang mendukung kegiatan pendidikan yang dihajatkan.

Sound In Mind Bodily Prowess

Pendidikan adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mengarahkan kepada full development of personality, yang berarti membangun, membentuk watak maupun kepribadian utuh dalam sistem pengasuhan peserta didik yang berkesinambungan, sehingga terwujud sound in mind and bodily prowes (basthotan fi al-‘ilmi wa al-jismi) tercermin dalam pribadi bangsa yang cerdas (intelektual, emosional, spiritual), bangsa yang bajik dan bijak mampu memposisikan diri dalam berbagai kondisi yang tersimpul dalam berbagai sikap (Panji Gumilang, 2004).

Komunitas Siswa Nusantara dan Dunia

Interaksi social diciptakan dalam lingkungan area kampus pendidikan Al-Zaytun yang begitu luas, melibatkan komunitas siswa /mahasiswa dari berbagai penjuru nusantara dari Sabang sampai Marauke dan juga siswa dari berbagai Negara.

Interaksi social antar siswa yang memiliki berbagai latar belakang, budaya, bahasa menjadi sebuah modal pendidikan luar biasa dan sangat berharga yang disediakan di area kampus yang luas ini. Pada akhirnya siswa dididik untuk bisa berinteraksi dan memahami manusia serta lingkungannya sehingga mampu menerapkan budaya toleransi dan budaya perdamaian.

International Qualification

International thinking, international setting, international solidarity adalah hal yang selalu diterapkan di Kampus Al-Zaytun karena merupakan cara pandang global, mendunia, internasional yang bermakna rahmatan lil ‘alamiin. Maka program pendidikan yang dijalankan pun selalu mengacu pada standar kualifikasi internasional.

Program ICDL (International Computer Driving Licence) dan ICCS (International Certificate in Computer Studies) dilaksanakan dengan jaminan standar berskala internasional.

International Language

Bahasa internasional seperti inggris, arab, mandarin diajarkan dengan dukungan laboratorium-laboratorium bahasa dan sistem pengajaran bahasa.

Siswa dengan pola pikir global, berbahasa internasional, dan berkemampuan skala dunia merupakan bekal yang terus dipersiapkan untuk membentuk pribadi yang utuh.

Mengenal Al-Zaytun

AL-ZAYTUN International Education Center.

Al-Zaytun terletak di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sangat aktif mengembangkan diri di berbagai sektor baik di sektor pertanian, industri, perdagangan, politik, maupun pendidikan. Banyak lembaga pendidikan bermutu tumbuh di provinsi ini dan Al-Zaytun merupakan satu lembaga pendidikan yang menjadi kebanggaan Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya.

Posisi kampus ini sangat strategis karena berada pada jalur Pantura yang merupakan penghubung utama antara Jakarta sebagai ibukota negara, dengan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki posisi penting dalam aktivitas perekonomian nasional Indonesia.

Pendiri Al-Zaytun

Al-Zaytun dibangun oleh bangsa Indonesia yang tergabung dalam sebuah Yayasan yang didirikan pada tgl 1 Juni 1993 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1413 H yaitu Yayasan Pesantren Indonesia (YPI).

Pemilik Al-Zaytun

Al-Zaytun adalah milik umat bangsa Indonesia dan umat bangsa lain di dunia, timbul dari umat, oleh umat dan diperuntukan bagi umat.

Arah dan Tujuan

Mempersiapkan peserta didik untuk beraqidah kokoh kuat terhadap Allah dan Syariat-Nya menyatu di dalam tauhid, berakhlaq alkarimah, berilmu pengetahuan luas,berketerampilan tinggi yang tersimpul dalam bashthotan fi al-ilmi wa al-jismi sehingga sanggup siap dan mampu untuk hidup secara dinamis di lingkungan Negara bangsanya dan masyarakat antarbangsa dengan penuh kesejahteraan serta kebahagiaan duniawi maupun ukhrowi.

Waktu Pendirian

Al-Zaytun merupakan usaha unggulan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) perkembangannya dimulakan pada 13 Agustus 1996. Beralamat di Desa Mekar Jaya, kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Pembukaan awal pembelajaran dilaksanakan pada 1 Juli 1999,dan peresmian secara umum dilakukan pada 27 Agustus 1999 oleh Presiden RI ke-3 Prof.Ing. B.J. Habibie.

Landasan

1. Pesantren spirit but modern system

Pesantren spirit atau semangat pesantren dapat menanamkan nilai-nilai kemandirian, kebersamaan dan cinta ilmu yang dilandasi oleh akhlaq al-karimah dan ketaqwaan kepada Tuhan.

2. Mendidik dan membangun semata-mata hanya beribadah kepada Allah.

Spesifikasi atau Ciri Khas

Siswa/Mahasiswa Al-Zaytun diharapkan dapat menguasai Al-Qur’an secara mendalam, trampil berkomunikasi menggunakan bahasa-bahasa antarbangsa yang dominan, berpendekatan ilmu pengetahuan, berketrampilan tinggi, menguasai teknologi, berbadan sehat, berjiwa mandiri, penuh perhatian terhadap aspek dinamika kelompok dan bangsa, berdisiplin tinggi serta berkesenian yang memadai.

Pendanaan

Dana pembangunan Al-Zaytun didapat dari bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain secara sukarela.

Visi dan Misi

Al-Zaytun Pusat Pendidikan Pengembangan Budaya Toleransi dan Pengembangan Budaya Perdamaian

FASILITAS

Gedung Pembelajaran dan Perkuliahan

Direncakan dibangun 12 unit bangunan, yang sudah selesai dibangun sbb:

1. Gedung Pembelajaran Unit 1

Dinamakan Gedung Abu Bakar Al-Siddiq. dibangun awal tahun 1996 selesai tahun 1999. Luas bangunan 10.000 m, terdiri dari 4 lantai bangunan, terdapat 42 lokal kelas dengan ukuran kelas 8 x 12 m, diisi 36 santri per kelas.

2. Gedung Pembelajaran Unit 2

Dinamakan Gedung Umar Ibnu Khaththab
Gedeung ini dibangun akhir tahun 1996 selesai tahun 2000 dan luas bangunan 12.500 m, terdiri dari 5 lantai bangunan, terdapat 58 lokal kelas dengan ukuran 8 x 12m, diisi 36 santri per kelas.

3. Gedung Pembelajaran Unit 3

Dinamakan Gedung Utsman ibnu Affan.
Gdeung ini dibangun tarikh 20 Mei 2000, selesai tarikh 30 Juni 2001.Luas bangunannya 16.000 m, terdiri dari 5 lantai bangunan, terdapat 100 lokal kelas dengan ukuran kelas 8 x 12 m, diisi 36 santri per kelas.

4. Gedung Pembelajaran Unit 4

Dinamakan Gedung Ali bin Abi Thalib.
Gedung ini dibangun tarikh 11 Mei 2001 selesai Jul 2002. luas bangunannya 18.800 m, terdiri dari 5 lantai bangunan, terdapat 100 lokal kelas dengan ukuran kelas 8 x 12 m, dilengkapi 2 buah aula di lantai 5 dan penginapan tamu sebanyak 26 kamar di basementnya.

5. Gedung Pembelajaran Unit 5

Dinamakan Gedung Jendral Besar H.M.Soeharto dengan ukuran yang sama seperti Gedung Ali bin Abi Thalib. Pemancangan Tiang Kolom dilaksanakan tarikh 7 Juni 2002 oleh Hj. Siti Hardiyanti Rukmana dan Jendral R. Hartono mewakili keluarga besar Jendral Besar H.M. Soeharto.
Gedung ini dirancang khusus untuk gedung perkuliahan.

Gedung untuk perkuliahan mahasiswa Universitas Al-Zaytun Indonesia (UAZ) menggunakan nama Jenderal Besar HM Soeharto (HMS), Presiden Indonesia ke-2.

Pak Harto meresmikan penggunaan Gedung HMS pada tanggal 23 Agustus 2005, dan 27 Agustus 2005 dibuka oleh Menteri Pendidikan Nasional RI Dr. Bambang Sudibyo.

Gedung-gedung pembelajaran dan perkuliahan yang dibangun sejak tahun 1996 ini, memiliki ketinggian empat sampai enam lantai dengan jumlah ruang kelas dari empat gedung sebanyak 300 lokal kelas.

Kelas-kelas yang memiliki luas 96 m2 yang juga dilengkapi dengan perpustakaan kelas dan jaringan komputer dapat menampung tiga puluh enam pelajar.

Selain itu setiap gedung pembelajaran dan perkuliahan dilengkapi dengan sarana-sarana pendukung untuk proses pembelajaran seperti ruang guru/dosen, laboratorium-labolatorium, perpustakaan dan lain-lainnya.

6. Gedung Pembelajaran Unit 6

Dinamakan Gedung DR. Ir. Ahmad Soekarno dengan ukuran sama dengan Gedung Jendral Besar H.M. Soeharto.

Pemancangan patok dilaksanakan pada tarikh 14 Mei 2003 oleh Kepala BIN, Jendral H. AM. Hendropriyono mewakili Ibu Presiden Megawati Soekarno Putri. (Belum selesai dibangun)

Ukuran Kelas yang Luas untuk 36 Santri

Ruang perkuliahan Universitas Al-Zaytun Indonesia

Asrama Pelajar dan Mahasiswa

Bagi keperluan tinggal seluruh pelajar dan mahasiswa direncanakan dibangun 12 unit asrama dilengkapi:

1. Kantor manajemen 130 yang berfungsi untuk pelayanan dan penanganan
masalah-masalah santri.
2. Ruang pelayanan kesehatan santri (kamar 131)
3. Wartel asrama (kamar 118) sebanyak 5 – 6 KBU, sesuai jumlah lantai asramanya.
4. Pelayanan loundry (kamar 112)

Gedung asrama yang telah selesai dibangun sebanyak 5 unit asrama yang diberi nama Al-Mustofa, Al-Fajr, Al-Nur, Al-Madani dan Persahabatan.

Gedung asrama ini dibangun dengan ketinggian lima sampai enam lantai yang juga ditambah satu lantai basement untuk gedung Persahabatan.

1. Gedung Asrama Unit 1

Dinamakan Gedung Al-Mushthafa. Gedung ini dibangun tarikh 27 Agustus 1997 dan selesai 30 Juni 1999. Luas bangunannya 22.000 m, terdiri dari 5 lantai bangunan, 170 kamar, masing-masing unit kamar tidur luasnya 72 m diisi 10 santri.

Kelengkapan unit kamar tidur terdiri dari 5 tempat tidur susun, lemari pakaian, ruang belajar, meja kursi belajar, rak buku perpustakaan lengkap dengan buku perpustakaan sejumlah pelajaran sesuai jumlah santri, tiga buah kamar mandi, washtafel, dan dispenser air minum santri.

Gedung asrama juga dilengkapi dengan komputer, laboratorium bahasa dan perpustakaan.

2. Gedung Asrama Unit 2

Dinamakan Gedung Al-Fajr, dengan ukuran dan fasilitas yang sama dengan Gedung Al-Mushthafa. Gedung ini mulai dibangun tarikh 20 Mei 1999 selesai 30 Juni 2000.
2. Gedung Asrama Unit 2

DAN MASIH BANYAK FASILITAS PENDUKUNG LAINNYA SILAHKAN KUNJUNGI SAJA SITE-NYA
http://www.alzaytun-indonesia.com/index.php

biar lebih jelasnya klik situs ini:http://video-alzaytun.blogspot.com/2010/08/about-mahad-al-zaytun.html

Oleh: cahayapelangi | Maret 1, 2010

Zone of peace and Democracy

Indonesia ini harus masuk dalam ‘zone of peace and democracy’ kalau ingin menjadi negara yang beradab dan bermoral di muka bumi ini bersama-sama dengan negara-negara lain. Di situlah baru ketahuan bahwa Indonesia akan strong. Pernyataan ini dikemukakan Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, pemimpin Ma’had Al-Zaytun dalam percakapan dengan Tim Wartawan TokohIndonesia DotCom, di Wisma Tamu Al-Ishlah Ma’had Al-Zaytun.

Dia didampingi dua orang staf (sahabat) yakni Abdul Halim dan Nurdin Tsabit serta seorang wartawan Majalah Al-Zaytun. Wawancara (percakapan) berlangsung Kamis malam 19 Februari 2004 setelah Wartawan Tokoh Indonesia, sejak pagi hingga menjelang magrib, meninjau hampir seluruh gedung dan lahan pertanian dengan segala aktivitas di Ma’had Al-Zaytun.

Menurutnya, manusia itu dipersiapkan untuk menjadi dirinya di masanya nanti dengan persiapan cerdas berpikir, punya bajik dan bijak, sains teknologi, cinta negara yang bertanggung jawab dan mampu hidup dengan bangsa-bangsa lain. Itu saja yang dibekalkan pada peserta didik dan mereka nanti akan berinovasi pada zamannya.

Sehingga nanti kita bertemu yang namanya ‘International Setting’ karena cita-cita seperti itu merupakan cita-cita pendidikan internasional. Nanti cara berpikir kita, “international thinking’. Cara solidaritas kita, international solidarity. Tatanan hidup kita, setingnya, “international setting’. Barangkali itulah yang dinamakan hidup global dan itulah yang dinamakan globalisasi. Kekuatan nasional, namun kita mampu mengakses kehidupan antar bangsa.

Beberapa bagian dari percakapan ini telah tertuang dalam tiga judul tulisan lainnya: Pelopor Pendidikan Terpadu, Ponpes Peradaban Berskala Dunia, dan Laboratorium Alam dan Kegiatan Ekonomi Terpadu. Dalam petikan wawancara ini, beberapa bagian itu juga kami tuangkan, dengan harapan, kiranya kejernihan dan keutuhan informasinya tersajikan kepada pembaca. Berikut petikannya:

M-TI: Kami sudah banyak mendengar dan membaca berita mengenai Ma’had Al-Zaytun ini termasuk adanya perbedaan pendapat mengenai kehadirannya. Kami sengaja datang dengan latarbelakang berbeda demi kemurnian penulisan. Salah satu yang ingin kami perjelas adalah mengenai ide dan tujuan awal berdirinya Ma’had Al-Zaytun ini, termasuk visi, filosofinya. Di samping itu kami ingin mendengar kisah keberhasilan Syaykh sendiri hingga bisa seperti sekarang ini.

SYAYKH: Yang pertama kita sampaikan terimakasih, Anda datang dengan niat memperdekatkan antara satu bangsa, warga bangsa Indonesia yang satu dengan warga lainnya. Sebagai satu bangsa Indonesia, kita sudah punya keyakinan, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Dan kejayaan kita ini justru ada di kebhinekaan tersebut. Ini yang harus kita syukuri, jadi kami tidak merasa berbeda.

Selanjutnya kalau Anda menginginkan cerita dari kami, kami ini tidak terlalu biasa untuk mengungkapkan suatu, yang kata orang, itu sebagai sukses, sebab kami merasa belum sukses. Sukses masih ada di depan kami, yang akan kami raih. Sukses masih ada di depan dan belum pernah kami raih, dan terus kami ingin meraihnya. Bila ada sesuatu yang kami capai hari ini, itu adalah untuk hari ini dan kemarin. Ke depan belum ada sukses.

Adapun tentang Ma’had Al-Zaytun yang Anda tanyakan tadi, seperti apa cerita mula berdirinya, visi, filosofi dan sebagainya, ini sebenarnya merangkum kehendak bangsa Indonesia. Di samping kita sendiri mempunyai satu gagasan bahwa peradaban umat manusia tidak boleh diputus, kita harus bersambung dengan berbagai kemampuan yang ada pada kita semua. Dengan satu manajemen ‘kekitaan’ bukan ‘keakuan’ sebab kekitaan itu mempunyai satu kekuatan yang tidak pernah dapat diruntuhkan oleh siapapun kecuali oleh yang membuat kita itu sendiri.

Jadi kita (Al-Zaytun), manajemennya untuk menyambung peradaban umat manusia ini dengan system kekitaan dan bukan keakuan, sebab aku umurnya cepat, hanya terbatas. Tapi kalau kita sangat lama dan tidak pernah putus.

Jadi, Al-Zaytun adalah cita-cita bangsa Indonesia yang ingin menciptakan suatu lembaga pendidikan yang excellent. Excellent di dalam pendidikan merupakan dorongan untuk mencapai national survival. Itu yang kita rasakan. Namun memulainya, banyak yang bertanya dari mana harus dimulai.

Dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia tatkala sebelum masa penjajahan, telah mempunyai satu sistem pendidikan yang dinamakan pesantren. Kami dan kawan-kawan memulainya dari sana. Namun kita tidak ambil fisik pesantrennya tapi ‘roh’ pesantrennya. Kita ambil ‘roh’ pesantren yang mereka simpulkan sebagai kemandirian. Enterpreneurship yang kita ambil dari jiwa pesantren itu.

Maka perjalanan Al-Zaytun itu dijiwai dengan semangat ‘pesantren spirit but modern system’. Dari pesantren itu yang diambil spirit kemandirian dan enterpreneurship-nya. Lalu dalam perjalanannya, kita masukkan nilai-nilai modern yang berazas kepada ciri-ciri modern itu: pertama, bergerak berdasar ilmu; kedua, program oriented; ketiga, kenal prosedur; keempat, mempunyai organisasi yang tegas/kuat; kelima, mempunyai etos kerja yang tinggi dan mempunyai disiplin yang ketat dan tegas. Modern inilah yang kami jadikan sistem di dalam membangun semangat pesantren ini.

Dan cita-cita ini sudah lama dalam benak kami, namun realisasinya baru bisa dilakukan di penghujung abad 20 yaitu pada tahun 1999 bulan Juli awal, dan diresmikan oleh Presiden Habibie 27 Agustus 1999. Jadi perjalanannya baru masuk tahun ke 5.

Tujuan kita membuat pendidikan seperti ini, tidak lain dan tidak bukan ingin mencapai kecerdasan bangsa. Supaya bangsa kita semua menjadi cerdas, menjadi bangsa yang bajik dan bijak. Bajik dan bijak dalam arti bangsa yang suka terhadap kebenaran, juga bangsa yang mampu menghormati orang lain, bangsa yang sanggup secara mendalam menghormati apa yang dinamakan ‘kemanusiaan’.

Pendidikan yang kita lakukan ini, juga menginginkan agar putra-putri bangsa Indonesia ini sanggup menguasai ‘science & technology’ dengan segala perkembangannya. Kemudian yang paling inti, sebagai warga bangsa, mereka mampu hidup di dalam negara ini dengan penuh tanggung jawab dan mampu menciptakan kestabilan dan keselamatan negara. Dan yang terakhir, sanggup hidup dalam tataran antar bangsa dengan penuh peradaban yang sempurna. Nah, itu cita-citanya. Jadi tidak terlalu jauh. Kalau dalam bahasa Al-Qur’an-nya disebut dengan ‘basthotan fil ‘ilmi wal jismi’ dan Al Qowiyyu al Amin.

Cita-cita seperti ini bukan kita rangkum sendiri, tetapi bersama-sama. Sebelum kita mendirikan ini, kita masuk ke dalam berbagai lembaga pendidikan yang ada di Indonesia maupun di luar. Kami berkelana untuk melihat, studi banding dan sebagainya.

Kita memasang motto, memberikan penjelasannya, dan tujuan kita. Motto kita yang utama kita sampaikan, bahwa di sini pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan pengembangan budaya perdamaian. Itu diterima.

Tampilnya Al-Zaytun ketika itu, di saat Indonesia sedang masuk di dalam situasi krisis total, baik politik, ekonomi dan lain-lain. Berbagai kekerasan terjadi ketika itu. Kita mulai di saat seperti itu.

Terus berjalan, tahun kedua semakin banyak, tahun ketiga, keempat, kelima dan hari ini (19 Februari 2004) santri sudah berjumlah 7000-an lebih, percisnya 7.329 orang dalam tempo 5 tahun. Dan saat ini, Departemen Agama mengakui bahwa Ma’had ini merupakan tempat pendidikan yang digolongkan terbaik. Kita mendapatkan sertifikat semacam itu, yang diberikan awal Januari 2004. Kemudian dalam ujian-ujian sekolah menengah pertama, Al-Zaytun terbaik di Jawa Barat. Itulah kalau cerita tentang Al-Zaytun, jadi enteng-enteng saja.

M-TI: Mengatakannya barangkali yang enteng, mewujudkannya tidak mudah?

SYAYKH: Kalau sudah ditarik rodanya, kereta itu akan berjalan dengan sendirinya.

M-TI: Al-Zaytun ini sebuah keajaiban, dalam lima tahun sudah bisa seperti ini?

SYAYKH: Mobil itu, kalau bannya sudah berjalan, justru kita harus pandai menyetirnya. Jadi sudah nggak ada yang berat lagi.

M-TI: Berarti yang menyetirnya yang hebat.

SYAYKH: Bersama-sama, sekali waktu kita berhenti di pokok-pokok yang rindang, sekali waktu kita berhenti di padang yang yang terang.

M-TI: Tapi tidak tanggung-tanggung tantangan yang dihadapi Syaykh dan sahabat-sahabat di sini dalam membangun dan mengelola Ma’had Al-Zaytun ini?

SYAYKH: Kalau mengenai tantangan, kita hidup tanpa tantangan maka kita tidak menemukan manisnya hidup. Tantangan hidup adalah ciri bahwa kita diberi kesempatan untuk men-solving.

M-TI: Dari sekian banyak tantangan itu, ada yang sampai menerbitkan buku tentang Syaykh dan Ma’had Al-Zaytun, yang mengatakan di sini sesat dan sebagainya. Mungkin ada sesuatu yang menjadi kiat Syaykh sendiri untuk menghadapi hal-hal seperti itu?

SYAYKH: Kita terus bergerak, bergerak maju, membangun, menata, mendidik. Tantangan itu kita solving dengan cara itu. Tampilkan dengan sesuatu yang lebih baik, sehingga tantangan itu justru akan memberikan satu nilai pada kita.
Bukan tidak dihiraukan. Sebanyak buku yang ada, itu kita baca semua, dan kita katakan, “oh…ini di sini ‘nih yang harus kita lalui, oh… ini di sini yang harus kita singkirkan, oh…di sini yang harus kita laju ke depan”. Itu kita jadikan tantangan, dan kita siap men-solving.

M-TI: Kalau diamati, tidak ada reaksi yang demikian rupa dari Syaykh tentang pendapat yang mengatakan bahwa Al-Zaytun ini menyesatkan?

SYAYKH: Reaksi kita harus membangun dan mendidik tanpa henti. Seperti yang Anda katakan, bahwa 5 tahun sudah seperti begini, ini adalah hasil reaksi. Kalau reaksi kita tuangkan dalam bentuk tulisan, itu tidak punya makna apa-apa dan akan mendapatkan warisan dari buku ke buku. Kita menginginkan reaksi itu dalam bentuk karya nyata, sehingga bangsa ini nanti menikmati karya bangsanya yang nyata itu.

Kemudian mengenai masalah adanya orang mengatakan di sini sesat dan sebagainya atau yang berbentuk macam-macam tadi, itu sejarah nanti yang membuktikan. Kalau kita yang menulis sejarah, kita bisa melihat dan merasakan. Kalau sejarah yang menulis dirinya sendiri, kehancuran yang terjadi.

Jadi ‘kan kita yang menulis sejarah itu, maka kita tulis sebaik-baiknya, dengan karya tentunya. Ini namanya karya sastra. Sastra itu macam-macam ‘kan? Bukan cuma tulis saja. Sastra itu termasuk seni dalam mengelola apa pun. Kebetulan saya mendalami sastra karena sekolah di sastra dulu.

M-TI: Kemarin Departemen Agama menentang Al-Zaytun, tapi sekarang sudah memberikan penghargaan. Bagaimana ceritanya?

SYAYKH: Bukan menentang, cuma berusaha untuk mencari tahu. Setelah tahu, ujungnya mereka juga salut. Ini juga sejarah, karena kita tulis. Andainya sejarah itu sendiri yang menulis, kita tidak bisa mengendalikannya.

M-TI: Bahkan ada salah satu yang menduga bahwa Al-Zaytun didirikan dalam rangka mendirikan Negara Islam Indonesia?

SYAYKH: Orang menduga boleh saja. Diduga di sini sesat pun tidak pernah dibantah. Menduga seperti itu pun kita tidak pernah bantah. Tapi dunia ini tidak boleh duga-duga, kita harus berpikir modern seperti tadi itu toh! Setiap bergerak harus berdasar ilmu.

Sekarang, antara ilmu dan duga tadi, ketemu apa tidak? Jika itu ketemu maka ‘ilmu’ yang salah dan ‘duga’ yang betul. Tapi di dunia ini, ‘duga’ itu tidak akan bisa mengalahkan ‘ilmu’.

M-TI: Sebelum kita kunjungi, sebenarnya kita menilai Al-Zaytun dari segi yang lain, apalagi setelah kita kunjungi sekarang ini. Maka dengan melihat segala sesuatu di sini, jadi timbul pertanyaan, kenapa orang menuduh seperti itu?

SYAYKH: Itu mestinya harus ditanya kepada penulisnya. Karena dia menulis buku sedangkan kita menulis sejarah dalam karya nyata.

M-TI: Di situlah menurut kita salah satu keunggulan dari Syaykh?

SYAYKH: Kita tidak merasa unggul atau tidak unggul, hidup ini datar saja. Apa yang diperintahkan konsep kehidupan, kita lakukan. Apa yang dilarang oleh konsep kemanusiaan, kita jauhi. Selamat. Tuhan pun akan suka.

M-TI: Dan ternyata di sini, dari gerbang saja sudah kelihatan motto Al-Zaytun ini yakni untuk pengembangan budaya toleransi dan budaya perdamaian?

SYAYKH: Maka Indonesia ini harus masuk dalam ‘zone of peace’ kalau ingin menjadi negara yang beradab dan bermoral di muka bumi ini bersama-sama dengan negara-negara lain.

M-TI: Dan itu yang dibangun di Al-Zaytun ini?

SYAYKH: Ya itu yang dibangun. Dan kita akan masuk ‘zone of peace and democracy’. Di situlah baru ketahuan bahwa Indonesia akan strong.

M-TI: Kami jadi ingin tahu lebih jauh. Ini tentu sebuah mimpi, dalam arti positif, yang mungkin tidak seketika timbul. Jadi walaupun baru di penghujung 1999 diresmikan, cita-cita ini mungkin sudah lama dalam pikiran Syaykh?

SYAYKH: Semua orang punya cita-cita untuk berlaku, berbuat dalam kebaikan.

M-TI: Tapi ini sebuah cita-cita yang terwujudkan?

SYAYKH: Saya ini, putera dari seorang ayah yang mempunyai nama banyak sekali karena beliau itu seorang pejuang. Seorang pejuang itu memang sengaja mempunyai banyak nama, sekali waktu dipanggil Panji Gumilang, sekali waktu dipanggil Syamsul Alam, sekali waktu dipanggil Mukarib, sekali waktu dipanggil Imam Rasyidi, tapi orangnya itu-itu juga.

Beliau ini seorang pejuang. Kita senang juga melihat orang tua yang kepala desa, yang konon setiap hari harus lapor kepada Belanda, tapi sekaligus juga pejuang dan mendirikan sekolah (Madrasah).

Petang kami belajar di Madrasah, pagi masuk ke sekolah rakyat (SR). Sejak saat itu saya sudah punya cita-cita ingin jadi guru. Padahal orangtua mengatakan harus jadi kepala desa.

Lalu, kami sekolah di Gontor tahun 1961. Di sana belajar, kami juga mengamati berbagai cara mendidik. Kami pernah mendapat didikan yang keras. Sekali waktu pernah ditempeleng guru, sekali waktu pernah rambut dicukur oleh guru. Maka dalam hati berkata, “Kalau saya punya tempat pendidikan, akan memberi kebebasan, tidak akan aku cukur rambutnya, tidak akan aku hukum dalam bentuk kekerasan fisik, aku hanya akan isyaratkan agar dimengerti”. Itu sebuah cita-cita.

Selesai di sana kita berjalan ke Jakarta, persis setelah peristiwa G 30 September yaitu tahun 1966. Di Jakarta, kami masuk ke IAIN di Ciputat. Di situ kita berkumpul dengan kawan-kawan, dan sudah mulai menginginkan mendirikan lembaga pendidikan yang bisa mewakili kemajuan Indonesia.

Tapi keinginan-keinginan itu tak kunjung tiba, namun kita terus bergerak, sampai membuat gambar dan lain sebagainya, kita dagangkan ke kawan-kawan. “Ah…kamu ini gila, bagaimana kita bisa membuat seperti ini” kata kawan. Kita bilang, ”Oh…bisa kalau kita buat, kalau nggak kita buat memang nggak bisa.” “Kapan?” tanya mereka. Kita jawab, “Jangan tanya kapan, tapi mau apa tidak?” Ternyata banyak yang mau. “Dimana tempatnya?” Kita jawab “kita belum punya, tapi harus kita cari”.

Kita cari ke seluruh Indonesia, sampai ke Lampung, Kalimantan, kita menemukan tempat yang luas tapi susah untuk dibangun. Sampai akhirnya ditemukan tempat ini (lokasi Al-Zaytun).

Ketika itu kita datang dan bincang-bincang di ujung kampung ini. Orang itu tanya, “cari apa pak di sini?”. Kita jawab, “jalan-jalan saja”. “Bukan cari tanah pak?” katanya lagi. Kita jawab, “oh…nggak”. “Di sini ada tanah pak, tapi jelek tanahnya,” katanya. Nah…mendengar jelek itulah kita tertarik.

Terus kita tanya, “Yang mana tanah jelek itu?” Ditariklah ke sini, dari ujung desa itu sampai ke sini kami jalan kaki. Dulu tidak ada jalan, tidak ada aspal. Jalan kaki masuk sebetis kalau musim hujan. Kemudian ditunjukkanlah sudut sana: “Nah, ini pak,” katanya.
“Kamu jual berapa tanah jelek begini?”
Dijawabnya sekian-sekian. Kemudian kita tanya, “Ada berapa?”.
“Bapak perlu berapa?” katanya balik bertanya. Kita bilang, “Ada seratus hektar nggak?” Dia jawab, “seribu pun ada”. Akhirnya kita keluarkan uang kontan pada waktu itu untuk 65 ha. Kemudian kita ke kantor Agama untuk membuat wakaf. Dan sejak itu, kita mulai hingga sampai terkumpul 1.200 ha hari ini.

Jadi seperti itu saja. Keinginan, didagangkan pada kawan, kawan terima, kita nggak punya uang, dia juga. Sama, kalau gitu kita punya cita-cita, uang belum punya. Ujungnya untuk memulai segala sesuatu itu harus dari kita, apa yang ada pada kita, kita dagangkan, kita dirikan tempat ini bersama-sama.

Untuk 65 ha lahan pada tahun 1996 itu, kita membelinya bersama sekitar 30 orang kawan-kawan. Caranya, dijajakan, dijajakan, dijajakan. “Saya sumbang sekian, saya beli tanah sekian,” kata kawan-kawan. Akhirnya terkumpul, terus diatasnamakan yayasan, berupa wakaf. Jadi nggak susah prosesnya. Bangsa Indonesia nggak susah, kalau sudah percaya, tidak susah. Yang susah itu kalau tidak dipercaya.

M-TI: Untuk menyampaikan ide itu barangkali yang susah?

SYAYKH: Susah seperti begini saja, orang bikin percaya. Ya…tentunya kadang ada yang sehari, ada yang setahun, ada yang sebulan. Tapi yang jelas, kami tidak pernah berhenti mengajak untuk kebaikan. Kalau hari ini belum mau, nggak usah dikatakan susah.

M-TI: Dan itu juga yang menjadi pertanyaan banyak orang yaitu darimana dananya Al-Zaytun sehingga begitu cepat berkembang?

SYAYKH: Sebenarnya pertanyaan itu wajar saja karena mengukur diri masing-masing. Padahal seseorang mengukur ukuran orang lain dengan dirinya, kadang tidak pas. Tapi kalau kita mengukur dengan parameter umum, itu (yang diperoleh Al-Zaytun) hal yang wajar-wajar saja. Sekarang parameter yang digunakan itu bukan umum. Kalau umum, gampang. Kami mengajak Anda, Anda suka, ‘kan jadi?

Kami mengajak Anda, jika Anda belum suka, besok didatangi lagi. Ya…begitu sampai dia suka dan ikut. Maksudnya ikut bersama-sama dalam pendidikan ini.

Dalam hal ini, termasuk Anda juga terpanggil dengan program ini sehingga Anda datang dengan bahasa yang indah seperti kita dengar tadi. Ini juga suatu kebersamaan. Ternyata Anda ingin menampilkan Al-Zaytun ini. Apalah artinya seorang Panji Gumilang, seorang Abdul Halim, seorang Nurdin Tsabit. Tapi Anda ingin menampilkan Al-Zaytun ini berarti menampilkan karya bangsa Indonesia.

M-TI: Apa yang Syaykh lihat dari sosok seorang guru sehingga begitu tertarik menjadi guru?

SYAYKH: Saya tidak bisa menjawab kalau ditanya itu. Tapi ketika masih kecil, ada pemberantasan buta huruf (PBB) antara tahun 1952 atau 1953, saya waktu itu masih SR. Ketika itu, begitu pulang sekolah, ditanya orang tua, “Kamu diajar apa tadi?”
Saya jawab, “Ini pak, diajari baca po,lo,wo, go, ro, no, go, sos, ro, to, mo, ho,…”. Jadi di Jawa dulu bukan a,b,c,d, tapi po, lo, wo, dan seterusnya.
Orang tua tanya lagi, “kamu sudah bisa nulis?”
Kita jawab, “Bisa Pak”.
“Nanti malam mengajar kamu ya…!” kata beliau. Disuruh mengajar pemberantasan buta huruf orang-orang yang sepuh-sepuh itu. Itu terasa enak, pagi-pagi ditanya pak guru, disuruh menulis, saya bisa. Orang yang kita ajak bicara tatkala kita belajar pun senang (tatkala mengajar PBB), karena belajar pada orang yang belum bisa memarahi kekurangan orang tua. Belajar dengan beliau-beliau sama saja mengulang pelajaran dari kelas. Dulu kalau dapat nilai 10 atau 9, tempel di pipi, lapor pada orang tua, “Pak! ini 9”.

Dari situ keluar rasa senang jadi guru. Bisa pintar ternyata jadi guru, karena kita masih sekolah, jadi merasa bisa belajar. Beliau-beliau kita tanya, “Pak! Bisa?”, dijawab, “Bisa karena kamu yang ngajar”. Jadi cerita awalnya seperti itu dan masih terngiang sampai hari ini. Guru yang mengajar kita itupun masih hidup. Kadang kalau Lebaran, kami datang, beliau masih teringat. “Dulu kamu yang mengajar PBB di saat kelas satu SR Ya?” kata beliau.

M-TI: Masihkah Syaykh terlibat aktif sebagai guru?

SYAYKH: Sampai hari ini saya mendidik. Ketika sekolah di IAIN, saya membuat sekolah di Rempoa. Waktu itu kita namakan Darussalam. Saya mengajar di Madrasah yang kita buat juga di sekolah lain yang berdekatan dengan Madrasah itu. Jadi malamnya mengajar, pagi sekolah. Hingga hari ini saya adalah seorang guru.

“Manusia itu dipersiapkan untuk menjadi dirinya di masanya nanti dengan persiapan cerdas berpikir, punya bajik dan bijak, sains teknologi, cinta negara yang bertanggung jawab dan mampu hidup dengan bangsa-bangsa lain.”
 

M-TI: Kehidupan berkeluarga Syaykh?

SYAYKH: Biasanya orang bertanya, berapa istrinya seorang yang memangku pesantren? Istri saya dari sejak pertama sampai hari ini, itu-itu juga.

M-TI: Peranan istri Syaykh bagaimana?

SYAYKH: Sangat membantu.

M-TI: Ada satu tadi dari pernyataan Syaykh, di mana ketika sekolah di Gontor sempat dipukul dan dicukur rambut oleh guru, bagaimana ceritanya?

SYAYKH: Waktu saya sekolah di sana, ada guru yang suka nempeleng. Nanti jangan dikatakan bahwa di Gontor pendidikannya begitu, nggak boleh. Tapi, ada guru yang suka menempeleng, itu yang mengajari kita untuk mengatakan dan berbuat “engkau jangan seperti itu tatkala kau jadi guru.”

Di sini, di Al-Zaytun, hal itu diterapkan. Bebas, sebebas-bebasnya, namun berdisiplin setinggi-tingginya.

M-TI: Melaksanakannya barangkali yang tidak mudah?

SYAYKH: Sangat mudah. Bangsa Indonesia ini bisa diajak berpikir dan berbuat seperti itu. Di sini, tidak dibiasakan merokok dan sejak awal diambil langkah-langkah pencegahan yang bisa mendekatkan masuk dalam narkoba. Sebab keluar atau masuk pesantren selalu kita test.

Dulu, kami di sekolah itu bebas merokok dan akibatnya kita rasakan sekarang. Jika dulu dari sekolah tidak merokok, mungkin sehat badan ini. Untung cepat kita sadari bahwa merokok itu cuma menyusahkan jantung dan paru-paru. Pengalaman itu kita tularkan ke anak-anak kita. Para karyawan juga syaratnya begitu. Sanggup tidak merokok boleh jadi karyawan. Ternyata dunia tanpa rokok itu nikmat. Paling tidak bebas bernafas.

M-TI: Bagaimanapun, memang Gontor itu telah banyak menghasilkan orang-orang berhasil ya?

SYAYKH: Ya, saya dari situ. Sekolah enam tahun dari sana. Anak saya yang pertama sampai yang keempat keluaran sana.

M-TI: Mungkin Al-Zaytun-lah yang menjadi lembaga pendidikan model baru untuk masa depan Indonesia?

SYAYKH: Kita tidak mengatakan seperti itu, tapi pendidik harus punya jiwa inovatif. Tidak boleh mengatakan cukup, tidak boleh mengatakan sukses.

M-TI: Bangsa ini kelihatan kurang inovasi sehingga menjadi pembeli sampai sekarang, bagaimana menurut Syaykh?

SYAYKH: Itu karena diawali dari pendidikan yang tidak ditanamkan rasa entrepreneurship yang tinggi. Makanya penyelenggara pendidikan dan peserta didiknya bercita-cita untuk menjadi pegawai bukan bercita-cita untuk mempunyai pegawai sebanyak-banyaknya, seperti yang kita cita-citakan di sini.

M-TI: Sehubungan dengan kurikulum dan sistem, mencetak manusia yang bagaimana cita-cita para pendiri dan para sahabat yang mengelola Al-Zaytun ini?

SYAYKH: Kita tidak ingin mencetak. Manusia tidak boleh dicetak. Manusia itu dipersiapkan untuk menjadi dirinya di masanya nanti dengan persiapan cerdas berpikir, punya bajik dan bijak, sains teknologi, cinta negara yang bertanggung jawab dan mampu hidup dengan bangsa-bangsa lain.

Itu saja yang kita bekalkan pada mereka dan mereka nanti akan berinovasi pada zamannya. Dan itu pula yang dicita-citakan bangsa di dunia. Sehingga nanti kita bertemu yang namanya ‘International Setting’ karena cita-cita seperti itu merupakan cita-cita pendidikan internasional. Nanti cara berpikir kita, ‘International Thinking’. Cara solidaritas kita, ‘International Solidarity’. Tatanan hidup kita, setingnya, ‘International Setting’.

Barangkali itulah yang dinamakan hidup global dan itulah yang dinamakan globalisasi. Kekuatan nasional, namun kita mampu mengakses kehidupan antar bangsa.

M-TI: Jadi globalisasi tahun 2020 itu sudah diantisipasi Al-Zaytun?

SYAYKH: Sebenarnya kita tidak mengantisipasi 2020. Itu hanya fase langkah. Tahun 2020 itu kita persiapkan seperti ini, seperti itu. Tentunya ini bukan hanya 2020 saja, tapi hanya sebuah proses. Kata orang, step by step.

M-TI: Kita lihat di workshop dan lainnya dibangun sedemikian rupa sampai segala sesuatunya mesti diciptakan di sini?

SYAYKH: Itu adalah mengekspos sebuah laboratorium alam. Kita ciptakan itu sebagai lab alam untuk diekspos ke benak anak-anak. Kita dulu diekspos oleh orang tua untuk jadi guru pemberantasan buta huruf saja, kita kemudian berinovasi, oh… nanti begini, begini, begini. Nah ini kita ekspos seperti itu. Zaman kita ini sudah sangat jauh dengan awal abad 20. Awal abad 20 sudah sangat jauh dengan awal abad 21 ini.

Kita ekspos seperti itu, nanti dalam benaknya dia berinovasi. Dulu kami buat sendiri itu yang namanya perahu, kenapa sekarang harus beli? Kita buat, ilmu ada, pengalaman ada. Maka pada zamannya, dia akan bersikap seperti itu.

Negara Indonesia, negara agraris, dan kita menjadi seorang yang sangat ketergantungan, mengapa kita tidak buat sendiri? Kita sudah bisa berinovasi. Sehingga kalau menjadi petani, seperti petani Amerika. Kita harus melihat petani Amerika yang jumlahnya sangat sedikit. Cuma 3 juta atau hanya 2,7% dari jumlah penduduk usia kerja, tapi mereka mampu memberi makan dengan perbandingan 1 petani untuk 411 orang. Jadi 3 juta petani Amerika mampu menghidupi 1,3 milyar manusia di dunia. Hal tersebut bisa terwujud karena satu petani menghasilkan 74 ton biji-bijian untuk dimakan manusia.

Sedangkan petani Indonesia yang jumlahnya 42,5% dari tenaga kerja usia kerja yang jumlahnya 40 juta lebih, cuma bisa menghasilkan 1,48 ton seorang petani. Jadi 74 ton berbanding 1,48 ton, atau 50 berbanding 1.

Mengapa begitu? Padahal pengalaman berbangsanya sama, mereka dulu menggali tanah dengan kuda, kita di sini dengan kerbau. Ternyata karena dibekali ‘knowledge’ maka dia menjadi ‘knowledge worker’.

M-TI: Jadi itulah sebabnya di Al-Zaytun dibuat suasananya seperti itu?

SYAYKH: Paling tidak kita tampilkan, seperti ini kamu bisa menghasilkan 74 ton. Kalau seperti itu hanya bisa menghasilkan 1 ton. Diekspos begitu saja dulu. Dan ternyata bisa dibuat. Maka kita tata, supaya tanah ini mampu menghasilkan sekian ton. Bagaimana mengolahnya, kita buat konsolidasi lahan, air harus ada terus sepanjang tahun. Kita menanam tidak selamanya biji-bijian tapi kadang rumput-rumputan. Rumput pun kita tingkatkan proteinnya, sehingga nanti hewan memakannya. Makanannya rumput, tidak kanibal, sehingga jauh dari sapi gila, dan sebagainya. Itu cuma diekspos saja dulu.

Amerika juga dulu begitu, tatkala dihina oleh Jerman yang mengatakan “Amerika tidak bisa berbuat apa-apa” pada awal Perang Dunia Pertama. Mereka mendengar hinaan itu, dikerahkan semua bangsanya, membuat kapal selam, ternyata bisa, dan menjelajah seluruh Afrika, Amerika dan Asia. Dan kemudian menang pada Perang Dunia kedua. Mengapa kita tidak belajar itu?

Kemudian tatkala Jepang pada tahun 1945 menyerah pada sekutu. Pertanyaan Sang Kaisar bukan berapa tentara yang masih ada, tapi guru tinggal berapa. Kaisar memikirkan pendidikan. “Seperti apa sih supaya bisa menyamai mereka yang mengalahkan kita?” Itu yang ada dalam pikiran Kaisar.

M-TI: Kesadaran seperti itu kelihatannya masih sangat jauh pada pemimpin bangsa ini.

SYAYKH: Kita tidak harus sama-sama sadar baru berbuat. Tatkala kapal mau tenggelam, harus ada satu yang berani tidak tenggelam. Jangan semua mau tenggelam. Kalau semuanya tenggelam selesailah kapal kita ini. Jangan nunggu rame-rame.
Mau menumbangkan bupati saja, seluruh guru meliburkan sekolah. Anak disuruh demonstrasi, guru disuruh demonstrasi, pastur disuruh demonstrasi, kyai disuruh demonstrasi. Ini berpikiran yang belum sehat.

Padahal seorang guru menghadapi gubernur atau bupati cukup dengan diplomasi guru. Guru ‘kan punya Metodik Didaktik. Untuk menaklukkan murid yang bodoh saja bisa pintar, apalagi bupati yang sudah pintar. Kita kan punya Didaktik dan Metodik, jangan-jangan dengan senyum saja sudah selesai. Mengapa harus berpekan-pekan meliburkan di luar hari libur sekolah. Ini sudah kebiasaan yang tidak bisa ditolerir. Guru merusak sistem hanya alasan menjatuhkan bupati. Itu bukan area atau domain guru. Domain guru adalah mendidik, libur sesuai dengan waktu libur yang disepakati, itulah sistem. Guru melanggar sistem, dunia ini hancur. Contohnya yang di Kampar itu.

M-TI: Bagaimana kriteria nilai yang ingin diciptakan bagi seorang santri di Indonesia ini, bukan cuma kecerdasan intelektual, tapi emosi dan spiritualnya?

SYAYKH: Cerdas itu menyangkut pada intelektual, emosional dan spiritual. Kita gerakkan itu di sini. Itu yang ingin kita capai. Bangsa Indonesia nilainya harus seperti itu. Kemudian ia harus bajik dan bijak. Orang bajik dan bijak itu bisa memposisikan dirinya pada kondisi apa pun. Tidak usah terlalu diurai dengan harus berakhlak mulialah dan segala macamnya, itu terlalu retorik. Ia mampu memposisikan dirinya pada saat apa pun karena mempunyai kebajikan dan kebijakan.

M-TI: Visi Syaykh sebagai warga bangsa, melihat bangsa dan negara kita. Seperti apa negara ini maunya dalam benak atau sudut pandang Syaykh.

SYAYKH: Bangsa kita ini sampai detik ini, 57% rural, dan 43% urban. Urbannya bangsa Indonesia ini bukan seperti urban yang ada di Singapura. Bangsa Indonesia urbannya masih tidak menghormati hukum, masih kurang memahami HAM, jiwa toleransinya kurang tinggi, cinta damainya makin tidak nampak. Di sana (Singapura –red) tidak seperti itu.

Di Indonesia, ramai-ramai meninggalkan pekerjaan yang terpaksa yaitu bertani, bukan karena kecerdasannya meninggalkan itu tapi karena memang tidak bisa bergerak. Ia laksana terendam lumpur sebatas leher sehingga ada ombak kecilpun sudah tengge-lam. Sehingga bertani ditinggalkan. Dia masuk ke kota, jadi masyarakat urban yang belum mengenal nilai urban yang sebenarnya, dan peradaban urban yang sebenarnya.

Ini yang harus ditata sebenarnya yakni pemerataan kualitas penduduk urban dan rural. Jadi rural development dan urban development dijembatani oleh pendidikan yang berkualitas. Sehingga antara rural dan urban sedikit demi sedikit akan mendekat karena sistem pendidikannya dan kualitas pendidikannya sama.

Hanya satu itu yang harus kita tempuh, karena ternyata tidak ada jalan kecuali melalui pendidikan. Kita katakan dan ciptakan pendidikan itu sebagai gula, ekonomi sebagai semut. Jangan kita ciptakan ekonomi sebagai gula dan kita semutnya, nanti sakit gula kita. Tapi kita ciptakan pendidikan itu gula dan ekonomi sebagai semut. Semut mendatangi orang yang terdidik, karena semut itu adalah makhluk yang mengerti kualitas dirinya terhadap gula, sehingga tidak pernah terkena sakit gula.

Nah, sekarang bangsa Indonesia, karena mendahulukan ekonomi sebagai gula kemudi-an kita semutnya, kita jadi banyak yang kena sakit gula. Sakit gula ekonomi, sakit gula jiwa. Gulanya kelewatan, akhirnya diamputasi.

Sekarang kita ciptakan gula itu sebagai pendidikan, ciptakan sebanyak mungkin pendidikan berkualitas. Simpanan atau invesment yang paling besar adalah manusia yang sudah punya knowledge. Itu dibentuk dari pendidikan.

Jadi pertama kali seperti itu. Baru nanti di-pecah. Pendidikan itu seperti apa? Diarahkan kemana? Maka kita buat sistem 3 jalur, jalur kiri adalah pencapaian yang tanpa batas, jalur kanan profesional khusus kejuruan, yang tengah bisa ke kanan bisa ke kiri. Maka nanti terjadilah tenaga kerja yang terdidik.

Karena negara kita ini negara agragris, maka produk andalan kita buat dari hasil pertanian, karena ke depan lebih dari 50% hajat dunia itu adalah produk pertanian. Kalau kita tidak siap dengan itu maka kita akan import. Dan tatkala import, maka kita akan dimakan oleh kekuatan yang sengaja mau menenggelamkan kita. Jadi arahnya nanti tepat, produk pertanian ini. Tapi dikelola oleh manusia yang terdidik, tenaga mahir, jangan seperti sekarang ini.

Tadi ‘kan ukurannya cuma 1 petani menghasilkan 1,48 ton. Petani Amerika menghasilkan 74 ton itu baru biji-bijian, belum termasuk yang lain-lain, belum sapi, belum susu, belum telur, belum ayam. Jadi produk pertanian ini harus ditingkatkan, tentunya nanti kiblatnya bukan kiblat green revolution. Walaupun green revolution itu mempunyai makna besar dalam menata, menghilangkan kelaparan, tapi kita jangan itu.
Abad knowledge, masuk pada gen revolusi. Karena sudah terdidik masuk gen revolusi, dia akan menggetarkan dunia melalui kemampuan knowledge tadi. Dan itu tidak lama kalau dipersiapkan, 2020 sudah tercapai itu.

Jadinya nanti kita sudah mampu mencipta, “Ayo petani, ciptakan sapi Indonesia!”—”Oh boleh”. “Mau seperti apa?” Katakan, “saya minta merah putih di jidatnya”, ini bisa sudah ada gen revolusi. “Oh, saya mau merah putihnya di sebelah kanan ini, saya mau di dadanya”. Terangkan pada anak terdidik tadi. Tatkala kita mampu memberi sumber pakan yang cukup pada hewan, maka dengan sendirinya pangan yang aktual untuk bangsa ini akan tenang.

Sekarang semua sudah impor, padahal yang lain-lain kita juga belum mampu menyediakan. Singapura boleh impor karena dia punya kekuatan yang lain. Di sini kita punya kekuatan alam, tapi masih impor.

Kita harus sangat dekat ke masyarakat desa, untuk ditata pendidikannya, ditata perikehidupannya untuk didekatkan ke masyarakat kota. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial masyarakat kota dan desa. Dan pelan-pelan desanya menjadi kota, kotanya seperti masyarakat desa. Dan akhirnya Indonesia yang sangat luas ini menjadi berekosistem. Dan itu bisa kita buat bersama. Kita punya cita-cita yang sama.

M-TI: Al-Zaytun sudah melaksanakan-nya, tapi negara ini sendiri kelihatannya masih belum, bagaimana ya?

SYAYKH: Negara ini kan milik rakyat. Tatkala rakyat ini sudah cerdas, ya negara pasti juga cerdas. Negara itu bukan milik seseorang.

M-TI: Mudah-mudahan Al-Zaytun – Al-Zaytun yang lain lahir?

SYAYKH: Oh… tidak Al-Zaytun! Bangsa Indonesia ini jangan dijadikan Al-Zaytun, tapi jadikan bangsa Indonesia. Al-Zaytun, sebagian dari bangsa Indonesia. Nanti menjadi negara Al-Zaytun. Ini baru berdiri saja sudah dituduh macam-macam.

M-TI: Barangkali, sudah banyak yang studi banding ke sini?
SYAYKH: Banyak sekali. IPB praktek lapangannya di sini dan guru-gurunya yang terbagus mengajar di sini. Di sini mereka merasa punya kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya karena diberi kebebasan. Sesuatu yang belum dibuat di IPB sudah dibuat di sini.

Di IPB misalnya, belum mengembangkan yang namanya embrio transfer, di sini sudah berhasil melakukan embrio transfer. Di IPB belum mengembangkan bibit sapi unggul, di sini sudah dikembangkan dan sudah disebar, padahal tenaganya sebagian dari sana juga. Di sana tidak digunakan, sedangkan disini disuruh gerak, kalau mau lari-larilah, kalau mau lompat-lompatlah, asal jangan patah kakinya. Akhirnya penuh dengan persiapan dan kompetensi.

Bagaimana dananya? Gampang, setiap melompat ada harganya. Kalau kita tidak bisa menghargai, orang masih menghargai. Ada lompatan ini, itu, orang memberi apresiasi, oh ini sekian, itu sekian, kita bagi, yang melompatpun dapat. Jadi nggak susah dana itu, yang susah itu kalau kita tidak pernah berpikir mendanai ini.

Tiap hari, 3.500 sak semen yang harus kita buang di sini. Kalau dihitung sak, sebanyak 3.500 sak, tapi karena pakai kapsul itu, jadi pakai ton saja. Maka segala sesuatu yang ada di sini dihargai semen, orang nginap di sini 10 sak semen. Kalau orang mata duitan, kita mata semenan. Masalahnya di sini yang berguna bukan uang tapi semen, besi. Kalau orang mau bantu, jangan bantu duit tapi bantu semen, besi dan kayu.

Di sini, pupuk ternak (kotoran) itulah yang jadi produk sebab kita memerlukan yang cuma-cuma kan? Anak ini harus dikasih makan cuma-cuma. Nah, kalau itu kita nilaikan uang, ‘kan tinggi. Daging cuma-cuma. Maka di balik, ini poduknya adalah pupuknya, bukan limbah. Kita namakan pupuk biar terhormat.

Karena abad kita ini sudah bukan kimia lagi tapi organik, maka pupuk kita di sini organik 100%. Hanya untuk memacu kecepatan, kita kasih sekian persen pupuk non organik. Itulah yang bisa membuat daging di sini sangat murah. Di sini, jeroan tidak kita sajikan ke anak-anak, kita kirim ke kampung, di pasar harganya Rp 15.000-an, di sini Rp. 2.000 – 3.000. Penjagal di sini bertanya kok bisa begitu? Yah… di sini makanan murah, makanan lembu ditanam sendiri, jadi kenapa dijual mahal-mahal. Di sini susu murah nggak beli. Kalau minum selama di dalam Al-Zaytun boleh, kalau dibawa pulang bayar.

M-TI: Indonesia bisa nggak bikin begini?

SYAYKH: Sangat mungkin. Bangsa Indonesia ini kaya. Cuma nunggu menejer saja, memenej kekayaan bangsa ini.

M-TI: Terimakasih atas keterbukaannya?

SYAYKH: Terima kasih juga Anda sudi datang ke mari, tapi saya meminta jangan mengatakan beda aliran. Tuhan kita sama, udah selesai. Anda beriman kita beriman, itu kesamaannya. Nggak usah dikatakan benar tidak benar. Yang tahu benar itu cuma yang di atas sana (Tuhan). Yang penting kita praktekkan kebenaran, kita berjalan pada nilai-nilai kebenaran, nanti yang di atas sana yang akan menilainya. Indonesia kalau sudah begitu, udah beres. Karena kita majemuk. Kalau tidak begitu, susah. Justru saya yang minta Anda jangan pakai istilah beda aliran. Aliran kita sama karena kita sama-sama ciptaan Tuhan. Itu konsep Ilahinya.

biar lebih jelasnya liahtlah Vidio disitus ini silakan klik http://al-zaytun-in-video.blogspot.com/2008/10/blog-post.html

sumber//tokohindonesia.com

Oleh: cahayapelangi | Maret 6, 2010

Badai Matahari Terjadi Antara 2012-2015

Film fiksi ilmiah ’2012′ yang menceritakan tentang terjadinya badai matahari (flare) bukan isapan jempol belaka. Flare diperkirakan akan terjadi antara tahun 2012-2015. Namun, tak serta merta hal itu melenyapkan peradaban dunia.

“Lapan memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara 2012 hingga 2015. Pada puncak siklusnya, aktivitas matahari akan tinggi dan terjadi badai matahari,” ujar Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (4/3/2010).

Flare tersebut, imbuhnya, merupakan salah satu aktivitas matahari selain medan magnet, bintik matahari, lontaran massa korona, angin surya dan partikel energetik. Ledakan-ledakan matahari itu, bisa sampai ke bumi. Namun, flare yang diperkirakan akan terjadi itu tak akan langsung membuat dunia hancur.

“Masyarakat banyak yang menghubungkan antara badai matahari dengan isu kiamat 2012 dari ramalan Suku Maya. Ternyata dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia,” imbuhnya.

Efek badai tersebut, lanjut dia, yang paling utama berdampak pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.

“Efek lainnya, aktivitas matahari berkontribusi pada perubahan iklim. Ketika aktivitas matahari meningkat maka matahari akan memanas. Akibatnya suhu bumi meningkat dan iklim akan berubah,” jelas Elly.

Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim. Dampak ekstremnya, bisa menyebabkan kemarau panjang. Namun hal ini masih dikaji oleh para peneliti.

Lapan pun berniat mensosialisasikan dampak aktivitas matahari ini ke masyarakat. Sosialisasi Fenomena Cuaca Antariksa 2012-2015 pun akan digelar di Gedung Pasca Sarjana lantai 3, Universitas Udayana, Jl Jenderal Sudirman, Denpasar, Bali pada 9 Maret 2010 pukul 11.00 Wita.

Sumber:http://id.news.yahoo.com/dtik/20100304/tpl-lapan-badai-matahari-terjadi-antara-b28636a.html

Bismillahirrahmanirrahim……..
Subhanallah Walhamdulillah Wasyukurillah La haula Wala Quata illa Billahil aliyil ‘adziiim…….
Maha Suci ALLAH, Zat yang telah berkenan meng ISRA kan hambaNya Muhammad bin Abdillah Rasulallah SAW, pada Perjalanan Malam dari Masjidil HARROM ( Makkah ) ke Masjidil AQSHO ( PALESTIN ) untuk diPerlihatkanNya akan tanda tanda KeBesaran ALLAH dan KekuasaanNya. ( Maha Benar ALLAH & Maha MULIA ).
Dan Maha Suci Allah yang telah berkenan memBuka Tabir Ghaib yang menyelubungi Segenap TitahNya. Amiiiiiiiiin…………

Peristiwa ISRA MI’RAJ adalah “Kenyataan Persaksian Bathin & Ruhani” seorang hamba yang akan menjadi Pangkal & Sumber dari segala Kekuatan Lahir & Bathin, keSucian Ruh dan keBesaran Jiwa, juga merupakan Ketentraman ( rasa ISTIQOMAH ) & keSempurnaan Amal Shaleh, dan sebagai sebuah Penghambaan diri secara Murni & Total kepada Allah saja tanpa disertai hasrat yang lain.
Dan Sejatinya ini adalah sebuah ” Cita cita Mulia ” bagi segenap umat Islam yang mengakui dirinya telah “Taslim”. Yang dimaksud dengan cita cita disini : Bukan berarti kita sebagai kaum Muslimin harus melakukan ISRA MI’RAJ sama persis seperti peristiwa yang dialami Rasulallah, Tidak !” tetapi yang dimaksud adalah : Bagaimana cara kita untuk “mengaplikasikan” atau “mempraktekan” dari sebuah ayat yg menggambarkan sebuah “Perjalanan Malam” yang AGUNG & MULIA yg telah dilakukan oleh seorang Rasul Muhammad SAW yang Beliau ini adalah seorang “Uswathun Hasanah” bagi kita semua. Amiiiiin…..
Bagaimana mungkin akan dikatakan telah berUswah kepada NABI jika kita TIDAK memPRAKTEKannya ?!
Baiklah, mari kita mencoba membuka IBRAH dibalik peristiwa ISRA MI’RAJ ini.

* AD DIN & ILMU *
Ad Din adalah suatu “Aturan” atau “Sistem” yang diturunkan ALLAH kepada “manusia” untuk diterapkan di BUMI ALLAH ini. Dan memang sudah semestinya Bumi Allah ini diATUR langsung oleh ALLAH, karena memang DIA lah PEMILIK BUMI ini. Tujuannya adalah untuk Keselamatan,Kedamaian & Kesejahteraan bagi manusia itu sendiri, yaitu bagi mereka yang MAU & Melaksanakan Aturan Allah itu.
Manusia telah diberi AKAL & ILMU ( Pengetahuan ) oleh Allah SWT. Sebagai ALAT & PerSyaratan yang MUTLAK untuk hidup Dinamis dan Maju ke depan sesuai Zamannya. Dari AKAL & ILMU inilah kita “BerPROSES” untuk terus Maju ke arah yang “Lebih Baik” dari masa sebelumnya diberbagai Bidang dan dalam Hal apapun. Inilah yang disebut “Pengetahuan” ( WatensChap) ; yaitu suatu “Kumpulan” Pengalaman, Penjelajahan dan KeCerdasan AKAL manusia dalam kurun waktu yang telah mengalami masa TRY & ERROR.

Suatu ILMU baru akan dikatakan sebagai ILMU jika telah melewati masa ” UJI “. Dan kemudian diSEMPURNAkan dengan ” Praktek” atau “PemBUKTIan” yang dilakukan dalam kenyataan Hidup dan kehidupan. Itulah yang disebut “USAHA/ IKHTIAR” amalan, atau kerja nyata. Baru kemudian munculah “HASIL”. Dan Hasil ini bisa dalam wujud,bentuk & sifat sifat tertentu, yang dapat kita Rasakan, kita Nikmati,juga dapat kita Periksa & kita Teliti kembali atau kita Tinjau Ulang. Nah, “Praktek” inilah yang disebut “TEKHNIK”.
Antara “Pengetahuan & Tekhnik” atau antara ILMU & TEKHNOLOGI ( kedua bentuk KeCerdasan manusia ) ini, tidak dapat dipisahkan satu dengan yg lainnya. Keduanya saling berkaitan erat & tak terpisahkan.

Dan di abad 21 ini, ILMU & TEKHNOLOGI telah mengalami masa “Puncaknya”. Terbukti dengan terciptanya sebuah alat yang hampir menyerupai “Otak” manusia, yang dapat menyimpan ribuan bahkan jutaan “Data” didalamnya. ya apalgi jika bukan yang kita kenal dengan sebutan “COMPUTER”.
Di abad 21 ini , bolehlah kita sebut dengan ABAD COMPUTERISASI, karena dalam berbagai aspek kehidupan manusia dibelahan Bumi manapun, manusia hampir seluruhnya menggunakan alat yang disebut Computer.
KeCanggihan Penemuan inilah yang membuat manusia “LUPA” pada “Pemberi Kecerdasan” itu sendiri.
Lupa pada “Khaliq” nya, sehingga “Tidak ada KeInginan” di dalam “Jiwa” setiap manusia untuk “MAU” melaksanakan DIN ALLAH ( Sistem Tuhan) sebagai aturan yg selajimnya digunakankan dibelahan Bumi manapun. Karena Tuhan lah yg menCiptakan BUMI beserta ISInya ini, tentu sudah selayaknya ATURAN TUHAN pula yg seharusnya di pakai ( digunakan ). Sebab antara ILMU & DIN pun tidak dapat dipisahkan :
ILMU tanpa DIN —–> dia akan membabi buta.
DIN tanpa ILMU —–> dia akan Binasa.
Begitulah Sunnatullah.

* HIKMAH & I’TIBAR *
Mari kita tela’ah Hikmah & I’tibar dibalik peristiwa Isra Mi’raj yg telah Allah sampaikan kepada kita melalui ayat ayat Al qur’an yg sudah seWajibnya kita Imani dan kita Praktekan sebagai Wujud KeTa’atan dalam keYakinan kita sebagai Muslim yang berIman. Sebab “Tidaklah” akan Allah “Uraikan” sebuah “Kisah” jika tidak ada IBRAH didalamnya untuk kita semua.
Ilmu Allah telah tercantum didalam Al qur’an. Dan Ayat ayat Allah di dalam Al qur’an adalah ” RUH ” atau “Nyawa” untuk  Hati dan Fikiran kita.
Barang siapa yang “berpegang Teguh” pada ayat ayat Allah !” Niscaya ” Hati” & “Fikiran” nya akan HIDUP, tetapi jika sebaliknya !!!” maka “Hati” & “Fikiran” nya akan MATI !!!”
Jangan heran jika disekeliling kita banyak ” mayat hidup “. Artinya : meskipun dia bernyawa tapi JIWA nya MATI dari Cahaya ALLAH ( Petunjuk Allah ), karena telah “KeLUAR” dari Aturan / Ajaran ILLAHI. Na’udzubillahimindzalik !!!”
Jika kita telah mengakui sebagai umat ISLAM sudah seharusnya kita memiliki keSadaran untuk berDIN ISLAM ( ISLAM Minded ) atau berPOLA PIKIR/berATURAN/berSISTEM hanya ISLAM saja. Nah tingkat kesadaran inilah yg seharusnya membuat kita menjadi “PeMeluk ISLAM” ,dan bukan berdasarkan “Keturunan” atau hanya sebatas mengikuti adat kebiasaan semata ( ikut ikutan saja ).
Dari Tingkat keSadaran inilah yang kemudian akan muncul ” HASIL ” yaitu sebuah “Pengakuan” bahwa : ISLAM itu diatas segalanya.
( AL ISLAMU YU’LA wala YU’LA ‘ALAIH ) artinya : ISLAM itu TINGGI & TIDAK ADA yg dapat menyamai KETINGGIANnya . Amiiiiiin…………
Jika Hati & Fikiran kita telah terPOLA dengan ” ISLAM Minded ” tentu Insya Allah kita akan dengan mudah untuk memahami “Rahasia” dibalik peristiwa : ” Perjalanan Malam Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan “ISRA & MI’RAJ”. Sebab sudah merupakan “Janji ALLAH” ——-> Al Qur’an adalah Petunjuk bagi kita. Maka siapa pun yg berISTIQOMAH berpegang teguh pada AJARAN ILLAHI atau ILMU ALLAH ( yaitu :AL QUR’AN ), maka melalui ayat ayat NYA kita akan di PANDAIKAN oleh ALLAH. Amiiiiiin………

* Keadaan sebelum ISRA & MI’RAJ *
Sudah merupakan “Sunnatullah” dan “Sunnah Rasul” juga Sunnah para Nabi yang lainnya, jika akan menegakan DIN Allah ( AJARAN ILLAHI) maka mereka bahkan siapapun itu, pastinya akan mendapatkan “Penolakan” dari masyarakat sekitar. Penolakan ini bisa berbagai macam bentuknya, mulai dari Celotehan miring, caci maki, di Cerca, di Hina, di Benci, di Musuhi, di Cemo’oh, di Fitnah, bahkan di katakan “SESAT”. Hal ini akan terus berlangsung & terus berulang sampai kapanpun dan dibelahan Bumi manapun.
Demikian pula yang terjadi pada diri Rasulallah Muhammad SAW pun, mengalami hal yang sama, sebab ALLAH selalu akan menguji bagi siapa saja yang mengaku dirinya berIMAN.
Pada tahun 5 N ( tahun ke 5 sejak Muhammad SAW menerima Wahyu atau diangkat sebagai NABI ), terjadilah HIJRAH yang pertama,yaitu yang dilaksanakan oleh para Sahabat / Pengikut Rasul yang SETIA ke wilayah Habsyi, yaitu suatu Negeri yang dikuasai oleh seorang Raja Najas dari kalangan Nasrani, yang jumlahnya seramai 11 orang Pria dan 4 orang Wanita.
Mereka meninggalkan kampung halamannya, sanak saudaranya, negeri dan tanah air yang mereka cintai. Mereka lakukan itu semua hanya semata mata untuk memeluk ISLAM secara “Murni” dan mentaati perintah Allah. Begitulah seterusnya yang terjadi pada Hijrah hijrah yang lain, selalu dan akan selalu menghadapi UJIAN dari Allah SWT. Suhanallaaah………
Setiap ujian tentu akan ada masa PUNCAKnya, demikian pula yang dialami oleh Rasul dan para Sahabat Beliau yaitu dengan di berlakukannya “Boikot Sosial” oleh masyarakat sekitar, hingga di riwayatkan sampai sampai Dapur Rasulallah pun tidak mengepulkan asap.Boikot sosial itu berlangsung kurang lebih 3 tahun lamanya, yaitu sejak 7 N sampai 10 N ( tahun pengangkatan Nabi ).
UJIAN seberat itu sepertinya masih belum cukup, maka Allah tambahkan lagi dengan ujian lain yaitu dengan wafatnya “Paman Nabi” Abu Tholib, beliau adalah seorang paman Rasul yang amat setia, dia adalah pelindung & pembela Nabi, dan Nabi Muhammad SAW pun sangat menyayangi dan mengasihi beliau. Disaat suasana “Duka” belum lagi sirna, suasana Sedih, Pahit, Getir tengah dirasakan Nabi, bersamaan itu pula maka turunlah ujian dari Allah yang lain,ujian yang “Maha Berat” bagi diri “Pribadi Rasul” yaitu berpulangnya Istri terCinta ke Rahmatullah, beliau adalah seorang wanita yang selalu setia mendampingi Nabi, yang selalu menghibur disaat suka maupun duka, seorang Wanita (manusia) yang paling “Pertama” mengakui keNABIan dan keRasulan Muhammad SAW, ya’ dialah SITI KHADIJAH, seorang istri yang teramat sangat beliau sayangi. Maka lengkaplah sudah ujian yang Allah turunkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, itulah tahun “Duka Cita” yang mendalam, yang kita kenal dengan sebutan tahun “ AM ‘UL HUZN”. Subhanallaaaah……….lahaula walaquata illa billaaaah……….

Meskipun suasana duka masih menyelimuti pribadi Nabi, tapi bagi Rasulallah SAW, TUGAS menSYIARkan ISLAM adalah yang UTAMA, maka Beliau pergilah ke kota “Thoif”, tetapi di kota itu Rasul belum mendapatkan sambutan sesuai harapan, baru kemudian ketika Rasul Hijrah ke “Yastrib”, di kota inilah Rasulallah mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakatnya. Terbukti dengan adanya : “ Bai’at AQOBAH” yang pertama & kedua, yang masing masing berlangsung pada 11 N dan akhir 12 N (tahun keNabian). Itulah sebabnya mengapa kota “YASTRIB” diganti dengan sebutan “MADINAH” (Ma = Tempat, Dinah = Tegaknya DIN). Jadi artinya MADINAH itu adalah : suatu Wilayah tempat tegaknya DIN. Amiiiiiin…….ya Robbal’alamiiiiiin……….

NUZULUL AYAT & TERJADINYA MU’JIZAT
Sepanjang penyelidikan Tarikh Islam dan penjelajahan Ilmu Nuzulul Qur’an, maka peristiwa yang “ Setengah Ghaib” berwujudkan Perjalanan Suci : ISRA MI’RAJ Rasulallah SAW ini terjadi pada malam tanggal 27 Rajab pada tahun 12 N. Peristiwa inilah moment yang sangat penting dalam Sejarah Rasullah SAW. Sebuah perjalanan Suci yang terjadi disaat suasana Duka Cita yang mendalam baik itu yang dirasakan Rasulallah SAW secara Pribadi, maupun Ujian berat bagi para Sahabat Beliau yang Setia.
Peristiwa Isra Mi’raj ini terjadi, kurang lebih 8 bulan sebelum Hijrah Rasulallah SAW dari kota MAKKAH ke MADINAH, yaitu pada tanggal 4hingga 12 Rabi’ul awal, pada tahun ke 13 N atau tahun 1 H (Hijriyah), atau pada pertengahan tahun 622 M (Masehi). Inilah salah satu “Titik Patok” dalam Sejarah Islam yang terkenal hingga sekarang. Tetapi sayangnya Peristiwa bersejarah ini hanya sebatas diperingati saja, tanpa mau memahami arti terdalam “Makna” yang sebenarnya.
Menurut sebagian Ulama Mufassirin dan sebagian Hukama (para ahli Hukum Islam), bahwa kedua peristiwa penting ini (1) Isra Mi’raj dan (2) Hijrah Rasul ; ini adalah “Dua Hal” yang tidak dapat dipisah pisahkan satu dengan yang lainnya. Ibarat rasa Manis dengan Gula atau rasa Asin pada Garam atau Bathin dengan Dlohir’nya atau Sebab dengan Akibatnya.
Mari kita tinjau sejenak : Peristiwa Isra Mi’raj ini adalah MU’JIZAT bagi Nabi Muhammad SAW, ini adalah Sebuah Peristiwa Besar yang Luar Biasa, Peristiwa Hebat yang Mencengangkan bagi siapapun yang mendengarnya. Terlebih lagi peristiwa ini terjadi di jaman dahulu yang belum pernah tercipta atau bahkan terkhayalkan adanya PESAWAT terbang.
Peristiwa ini terjadi bukan karena Nabi Muhammad SAW itu seorang yang berIlmu Tinggi atau seorang yang “Sakti Mandraguna”, melainkan “MU’JIZAT” itu adalah : “Suatau tanda Kekuasaan Allah yang diNYATAkan, atau dipertunjukan Allah kepada para Nabi dan Rasul Nya atau kepada hambaNya yang terpilih. Tujuannya adalah untuk MemperTeguh dan MemperKuat keYakinan dan kePercayaan orang tersebut Betapa Maha Kuasa dan Maha Besar nya ALLAH atas segala sesuatu dimuka Bumi ini. Dan juga untuk memBersihkan Tekad dan Niatnya dalam melaksanakan TUGAS ILLAHI, agar Sepi dari Syak wa Sangka, lepas dari Duga dan Curiga. Tetapi Penuh dengan Keyakinan akan Benarnya segenap apa yang diturunkan Allah dan juga rasa Yakin pada Janji janji Allah SWT yang selalu Pasti akan menepati JanjiNya. Amiiiiiin………ya Robbal’alamiiiiiin…………….
Nah maka selanjutnya Hikmah & Ibrah yang dapat kita petik : kita pun wajib melaksanakan Isra Mi’raj ini, tetapi tentunya dalam konteks yang berbeda, tetapi dengan INTI dan Tujuan yang sama. Sebab seluruh kisah yang terjadi pada para Nabi & Rasul Allah, yang Allah sampaikan di dalam AL QUR’AN memiliki tujuan yang sama yaitu : Menegakan DIN Allah atau AJARAN ILLAHI. Subhanallah…………….

MAKNA UMUM & MAHFUM atas beberapa ISTILAH.
Sebelum menginjak pada persoalan I’tibar Ma’ani dan Majazi, selintas kita urai makna umum dari Isra Mi’raj Rasulallah SAW :
1. ISRA : adalah perjalanan Malam Rasullah pada tanggal 27 Rajab tahun 12 N, dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsho (Baitul Maqdis) dengan melewati beberapa kota yaitu : (1) Yastrib, (2) Gunung Tursina, (3) Betlehem (Baitullah ). QS : Bani Isra’il : ayat 1.
2. MI’RAJ : makna Mi’raj dalam ajaran Islam adalah : TANGGA atau “Wasilah” yang digunakan oleh Arwah para Nabi & para Rasul dan para Sholihin lainnya untuk bermunajat tinggi naik ke hadapan ALLAH, dalam kisah ini kita kenal dengan : Rasul menaiki tangga 7 lapis langit :
Di langit yang pertama Nabi nerjumpa dengan Nabi MUSA AS, disini Nabi Muhammad SAW mendapatkan ILMU dari Nabi Musa AS.
Di langit yang ke 2 Nabi bertemu IBRAHIM AS, disini Nabi Muhammad SAW mendapatkan ILMU dari Nabi Ibrahim AS.
Di langit yang ke 3 Nabi bertemu SHOLEH AS, disini Nabi Muhammad SAW mendapatkan ILMU dari Nabi Sholeh AS.
Di langit yang ke 4 Nabi bertemu HUD AS, disini Nabi Muhammad SAW mendapatkan ILMU dari Nabi Hud AS.
Dilangit yang ke 5 Nabi bertemu NUH AS, disini Nabi Muhammad SAW mendapatkan ILMU dari Nabi Nuh AS.
Di langit yang ke 6 Nabi bertemu IDRIS AS, disini Nabi Muhammad SAW mendapatkan ILMU dari Nabi Idris AS.
Di langit yang ke 7, yaitu langit yang tertinggi Nabi bertemu ADAM AS, disini Nabi Muhammad SAW mendapatkan ILMU dari Nabi Adam AS.
Setelah melalui tangga (Mi’raj) yaitu 7 lapisan langit, barulah kemudian Nabi Muhammad SAW memasuki “SIDRATUL MUNTAHA” . Dikisahkan Sidratul Muntaha ini adalah tempatnya para “Malaikat”, dia adalah sebuah “Pohon Besar” yang terang benderang, dengan cabang yang terbentang luas,dan mengalirnya Sungai sungai yang penuh Rahmat dan Kautsar dibawahnya. Itulah puncak tertinggi yang dapat kita gali dibalik “Rahasia Ghaib” dari perjalanan Isra & Mi’raj Rasulallah SAW,dan selanjutnya setelah itu wallahu’alam bishawab.

Dikisahkan, sebelum terjadinya keberangkatan menuju Isra Mi’raj, dada Rasulallah di bedah dan dibersihkan, ini menandakan untuk melaksanakan perjalan “Suci” ini dada atau Jiwa Rasulallah harus benar benar “Bersih” dari segala noda noda.

* BURAQ *
Dikisahkan pada saat Isra Mi’raj, kendaraan yang digunakan oleh Beliau adalah “Buraq”. Buraq digambarkan berwarna Putih Bersih, bergerak “seCepat Kilat” dan berdasarkan perintah dari Tuannya (Pimpinannya), dia Sami’na wa ‘Atho’na, Buraq juga bersifat sangat hati hati & teliti dalam melaksanakan “Tugasnya” sekaligus juga sebagai Penjaga Nabi Muhammad SAW dalam perjalan Suci tersebut.
Hikmah dan Ibrah bagi kita adalah : Jika Buraq merupakan “Sarana” yang digunakan dalam perjalan Nabi, maka “Sarana” bagi kita ada di dalam “Hati” kita. Jadi artinya Hati kita haruslah seperti Buraq, yaitu Putih Bersih, bergerak cepat dalam merespon Tugas, hati hati dan teliti, sekaligus juga sebagai penjaga Pimpinannya. Amiiiiiin…………

MALAIKAT JIBRIL & MIKA’IL
Pada perjalan suci Isra Mi’raj, Rasulallah selalu didampingi oleh malaikat Jibril dan Mika’il sepanjang perjalanannya menuju Sidratul Muntaha, kita semua telah kenal benar bahwa tugas malaikat Jibril adalah Pemberi Wahyu, artinya sepanjang perjalanan Suci itu Nabi Muhammad tidak pernah lepas dari bimbingan Wahyu ILLAHI.
Dan tugas malaikat Mika’il adalah : Pemberi Rizki, artinya dalam melaksanakan Tugas Suci tersebut, jangan pernah takut akan kelaparan, karena Allah sudah memiliki petugas khusus yang akan mengontrol Rizki Hamba Nya.

YASTRIB atau MADINAH
Tempat pemberhentian pertama adalah Yastrib, dan setelah melaksanakan Isra Mi’raj, Rasul pun Hijrah ke kota Yastrib dan kemudian diganti namanya menjadi MADINAH yang artinya : Tempat tegaknya DIN Allah.

Gunung TURSINA
Setelah melakukan persinggahan pertama di Yastrib selanjutnya Rasul melakukan persinggahan di Bukit Tursina, yaitu tempat Nabi MUSA AS menerima Wahyu Illahi, dan masih di sekitar wilayah itupun ada suatu tempat yang bernama : MADIAN yang kurang lebih artinya sama dengan Madinah yaitu Tempat tegaknya Din Allah.

BETHLEHEM
Tempat persinggahan ke tiga adalah Bethlehem yaitu tempat kelahiran Nabi ISA AS.
Bathlehem atau dalam bahasa Arabnya “BAITULLAH” yang artinya di tempat itu pernah ada Rumah Allah atau Kerajaan ALLAH.

BAITUL MUQADIS atau JERUZALEM
Ujung dari perjalanan Isra yang Suci ini adalah Rasulullah SAW singgah di Jeruzalem. Di tempat ini Rasulullah singgah ke Masjidil AQSHO, Masjid Aqsho ini sempat menjadi Kiblat pertama bagi Nabi SAW. Selesai melakukan Sholat di Masjidil Aqsho perjalanan Rasul dilanjutkan dengan Mi’raj ke Sidratul Muntaha.
Kota Jeruzalem dalam bahasa Arabnya adalah DARUSSALAM yang artinya NEGERI SEJAHTERA.
Demikianlah kiranya Hikmah & I’tibar atau Ibrah yang dapat kita petik dari perjalanan Suci Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Semoga kita sebagai umat Islam dapat meneladani segala yang telah di Sunnahkan Nabi Muhammad SAW kepada kita semua. Semoga kita dapat melaksanakan Sunnah sunnah Nabi Muhammad SAW. Amiiiiin…

Oleh: cahayapelangi | Maret 15, 2010

Toleransi Akidah dalam Beragama

Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang;Pengakuan adanya kekuatan Yang Maha Tinggi, yaitu Tuhan, Allah, God, Yahweh, Elohim, yang disertai ketundukan itu, merupakan fitrah (naluri) yang dimiliki oleh setiap manusia. Kendati demikian, manusia tetap memerlukan adanya pemberi peringatan agar tidak menyeleweng dari fitrahnya, mereka adalah para nabi dan rasul.

Perasaan tunduk kepada Yang Maha Tinggi, yang disebut iman, atau itikad, yang kemudian berdampak pada adanya rasa suka (rughbah), takut (ruhbah), hormat (ta’dzim) dan lain-lain, itulah unsur dasar al-din (agama). Al-din (agama) adalah aturan-aturan atau tata-cara hidup manusia yang dipercayainya bersumber dari Yang Maha Kuasa untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Berbagai agama telah lahir di dunia ini dan membentuk suatu syariat (aturan) yang mengatur kehidupan manusia, yang termaktub di dalam kitab-kitab suci, baik agama samawi (yang bersumber dari wahyu Ilahi) maupun yang terdapat dalam agama ardli (budaya) yang bersumber dari pemikiran manusia. Semua agama-agama, baik samawi maupun ardli, memiliki fungsi dalam kehidupan manusia. Berbagai fungsi tersebut adalah: (i) menunjukkan manusia kepada kebenaran sejati; (ii) menunjukkan manusia kepada kebahagiaan hakiki; dan (iii) mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan bersama.

Dari hakikat dan fungsi agama seperti yang disebutkan itu, maka pemeluk agama-agama yang ada di dunia ini, telah memiliki strategi, metoda dan teknik pelaksanaannya masing-masing, yang sudah barang tentu dan sangat boleh jadi terdapat berbagai perbedaan antara satu dengan lainnya. Karenanya, umat manusia dalam menjalankan agamanya, sang Pencipta agama telah berpesan dengan sangat, “Kiranya umat manusia tidak terjebak dalam perpecahan tatkala menjalankan agama masing-masing, apalagi perpecahan itu justru bermotivasikan keagamaan”.

Kembali kepada Fitrah Beragama

Dalam kesempatan ini, kami mengajak pembaca untuk fitrah beragama, yaitu toleransi yang harus ditegakkan sebagai keyakinan pokok (akidah) dalam beragama.

Itu maknanya, pengamalan toleransi harus menjadi suatu kesadaran pribadi dan kelompok yang selalu dihabitualisasikan dalam wujud interaksi sosial. Toleran maknanya, bersifat atau bersikap menghargai, membiarkan pendirian, pendapat pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan lain-lain yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

Toleransi/toleran dalam pengertian seperti itu terkadang menjadi sesuatu yang sangat berat bagi pribadi-pribadi yang belum menyadarinya. Padahal perkara tersebut bukan mengakibatkan kerugian pribadi, bahkan sebaliknya akan membawa makna besar dalam kehidupan bersama dalam segala bidang, apalagi dalam domain kehidupan beragama. Toleran dalam kehidupan beragama menjadi sangat mutlak adanya, dengan eksisnya berbagai agama samawi maupun agama ardli dalam kehidupan umat manusia ini.

Dalam kaitan ini Tuhan telah mengingatkan kepada umat manusia dengan pesan yang bersifat universal, dalam Q.S. 42 A. 13: “Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama, apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh, dan apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah diwahyukan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah dalam urusan agama.”

Pesan lainnya terkandung dalam Q.S. 3 A. 103: “Dan berpegang teguhlah kamu kepada agama Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.”

Pesan universal ini merupakan pesan kepada segenap umat manusia tidak terkecuali, yang intinya dalam menjalankan agama harus menjauhi perpecahan antarumat beragama maupun sesama umat beragama. Pesan dari langit ini menghendaki umat manusia itu memeluk dan menegakkan agama, karena Tuhan sang Pencipta alam semesta ini telah menciptakan agama-agama untuk umat manusia, kehendak-Nya hanyalah jangan berpecah-belah dalam beragama maupun atas nama agama.

Tegakkanlah agama dan jangan berpecah belah dalam beragama, merupakan standar normatif Ilahiyah, sebagai patokan baku untuk pembimbingan perilaku umat manusia dalam beragama. Standar yang bersifat universalistik ini bermakna ruang lingkupnya berlaku di mana pun dan kapan pun. Yakni umat beragama dalam berinteraksi antaragama wajib mengutamakan standar universal ini.

Jangan Berpecah
 

Tegakkan agama dan jangan berpecah belah dalam beragama. Perintah ini juga merupakan standar yang bersifat partikularistik, yang ruang lingkupnya berlaku bagi kelompok pemeluk agama tertentu di tempat mereka berada. Dalam menjalankan agama hendaknya menjauhi perpecahan sesama agama, terlebih perpecahan itu dibungkus oleh orientasi motivasional maupun orientasi nilai keagamaan.

Tindakan manusia beragama itu selalu memiliki orientasi, berarti selalu diarahkan kepada tujuan. Ada dua elemen penting dalam orientasi tindakan manusia termasuk tindakan manusia dalam beragama yaitu orientasi motivasional dan orientasi nilai. Orientasi motivasional adalah yang berhubungan dengan keinginan individu yang bertindak itu untuk memperbesar kepuasan dan mengurangi kekecewaan, atau dalam makna lain, motivasi untuk memperbesar kepuasan jangka panjang dan jangka pendek.

Sedangkan elemen lainnya adalah orientasi nilai. Orientasi ini menunjuk kepada standar-standar normatif yang mempengaruhi dan mengendalikan pilihan-pilihan individu terhadap tujuan yang dicapai dan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan itu.

Walhasil, kebebasan individu dalam bertindak, dibatasi oleh standar-standar normatif yang ada dalam masyarakat, baik yang bersifat Ilahiyah maupun budaya. Segala norma-norma itu bukan berarti mengeliminir kebebasan manusia dalam beragama, justru menawarkan berbagai alternatif dalam bertindak, bermakna juga bahwa manusia itu dalam beragama mempunyai kebebasan penuh yang dibatasi oleh kebebasan yang dimiliki orang selainnya.

Itu berarti bahwa setiap umat beragama dalam interaksi sosialnya mempunyai kebebasan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pemeluknya. Interaksi seperti ini sudah barang pasti berkonsekuensi, minimal saling singgung. Sebab strategi, metoda dan teknik interaksi masing-masing agama dan para pemeluknya bahkan dalam kalangan suatu agama dan para pemeluknya, sangat mungkin terjadi perbedaan baik secara prinsip maupun nonprinsip.

Ini bermakna, dapat kita lihat bahwa individu-individu itu dalam beragama memungkinkan dapat menggunakan agama sebagai kekuatan yang mempersatukan dan sebaliknya juga dapat menggunakannya sebagai pencerai-beraian, yang mengakibatkan timbulnya konflik.

Toleransi sebagai Nilai dan Norma

Toleransi dalam pengertian yang telah disampaikan, yang merupakan keyakinan pokok (akidah) dalam beragama, dapat kita jadikan sebagai nilai dan norma. Kita katakan sebagai nilai karena toleransi merupakan gambaran mengenai apa yang kita inginkan, yang pantas, yang berharga, yang dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu.

Dan nilai (toleransi) akan sangat mempengaruhi kebudayaan dan masyarakat. Demikian juga toleransi, dapat kita jadikan suatu norma, yaitu suatu patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Norma memungkinkan seseorang menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang.

Karena toleransi sudah kita jadikan nilai dan norma, dan juga menyangkut sifat dan sikap untuk menghargai pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan dan kelakuan, dan lain-lain yang berbeda bahkan bertentangan dengan pendirian sendiri, maka sifat dan sikap sebagai nilai dan norma itu mesti disosialisasikan. Maknanya, ialah proses memelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.

Sifat dan sikap toleran ini perlu disosialisasikan, agar setiap individu mampu mengamalkan dalam kehidupan nyata di masyarakat luas. Dalam lingkungan keluarga, kehidupan yang toleran harus disosialisasikan sejak dini terhadap anggota keluarga (anak-anak). Dan inilah yang menjadi sosialisasi dasar dalam kehidupan umat manusia, yang dari padanya dikembangkan sosialisasi lebih lanjut sebagai follow-up.

Hidup beragama yang toleran sekaligus menjadi sikap dasar dalam kehidupan sosial masyarakat, yang selalu disosialisasikan dalam tingkat rumah tangga, merupakan sosialisasi primer, dan sosialisasi sekunder terjadi sesudah sosialisasi primer itu terjadi. Dan sesungguhnya sosialisasi primer itu merupakan dasar bagi sosialisasi sekunder. Jika yang berperan dalam sosialisasi primer adalah seluruh keluarga dalam rumah tangga, maka yang berperan dalam sosialisasi sekunder adalah luar rumah tangga, yang dalam kehidupan sekarang ini adalah arena pembelajaran sekolah.

Di sekolah kita mendapatkan bekal pengetahuan, kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk dapat hidup dalam kehidupan sosial yang lebih luas, mengenal negara, undang-undang, aturan agama dan kehidupan antarbangsa dan lain-lain. Setelah pembelajaran formal di bangku sekolah selesai, sosialisasi sekunder masih terus dilakukan dalam kehidupan yang lebih luas, kita harus menyesuaikan diri dengan berbagai norma dalam kelompok kerja maupun masyarakat.

Ternyata sosialisasi terhadap sikap hidup toleran dalam berbagai bidang kehidupan (agama dan lain-lain), baik primer maupun sekunder, berlangsung seumur hidup karena kehidupan kita umat manusia dari hari ke hari adalah kehidupan yang ditandai oleh penambahan pengetahuan, dan untuk itu kita harus terus belajar, dan berusaha mencari sesuatu yang baru dalam kehidupan berpengetahuan. Itulah maknanya bahwa sosialisasi terhadap kehidupan toleran itu merupakan proses yang tak henti-hentinya, dan terus mencari dan mendapatkan yang lebih baik. Terus berlangsung seumur hidup umat manusia.

Toleran dan Prinsip Hidup

Berinteraksi dengan jiwa toleran dalam setiap bentuk aktivitas, tidak harus membuang prinsip hidup (beragama) yang kita yakini. Kehidupan yang toleran justru akan menguatkan prinsip hidup (keagamaan) yang kita yakini. Segalanya menjadi jelas dan tegas tatkala kita meletakkan sikap mengerti dan memahami terhadap apapun yang nyata berbeda dengan prinsip yang kita yakini. Kita bebas dengan keyakinan kita, sedangkan pihak yang berbeda (yang memusuhi sekalipun) kita bebaskan terhadap sikap dan keyakinannya.

Dialog disertai deklarasi tegas dan sikap toleran telah dicontohkan oleh Rasulullah dalam Q.S. 109: “Wahai orang yang berbeda prinsip (yang menentang). Aku tidak akan mengabdi kepada apa yang menjadi pengabdianmu. Dan kamu juga tidak harus mengabdi kepada apa yang menjadi pengabdianku. Dan sekali-kali aku tidak akan menjadi pengabdi pengabdianmu. Juga kamu tidak mungkin mengabdi di pengabdianku. Agamamu untukmu. Dan agamaku untukku.”

Prinsip yang telah dibela oleh Rasulullah sangat jelas, dengan sentuhan deklarasi yang tegas. Sedangkan prinsip yang harus dipegang oleh mereka yang berbeda (penentangnya) juga dijelaskan dengan tegas. Namun diiringi dengan sikap toleransi yang sangat tinggi: Kamu pada prinsipmu dan aku pada prinsipku. Yakni sepakat untuk berbeda.

Sikap tegas penuh toleran, tanpa meninggalkan prinsip seperti itu dilaksanakan pada saat masyarakat lingkungannya tampil dengan budaya represif, yang sistem sosialnya dalam proses tidak menghendaki perubahan, bertahan dengan struktur yang ada (morfostatis). Sedangkan Nabi Muhammad saw sedang memulai pembentukan kelompok (formation group) menuju perubahan. Ternyata sikap toleran sangat menentukan proses terjadinya bentuk serta perubahan atau perkembangan suatu sistem maupun struktural atau penyederhanaannya (morfogenesis).

Sikap toleran membuahkan kemampuan yang sangat signifikan dalam menetapkan pilihan yang terbaik. Mampu mendengar berbagai ungkapan dan menyaring yang terbaik daripada semua itu.

Sikap toleran juga melahirkan kemampuan mengubah perilaku individu (self correction) terhadap pola yang selama itu dilakukan, yang tak berdaya mengubah masyarakat tradisional, tertutup dan represif, sehingga tujuan yang dicita-citakan dapat dicapai. Toleran, tidak menciptakan individu yang wangkeng, yang tidak mau mengubah perilakunya, walau tujuannya tidak tercapai. Secara apologi bersikap dan mengatakan bahwa: Tujuan itu tidak tercapai karena belum waktunya, atau nasibnya memang demikian dan tidak mau mengubah diri.

Sikap toleran, mampu menemukan jalan keluar dan problem solving yang pantas dan mengangkat martabat dan harga diri dalam berbagai bidang kehidupan.

Dengan sikap toleran, Rasulullah bermigrasi (hijrah) meninggalkan kehidupan dan tatanan sosial tradisional represif yang belum mampu diubahnya menuju kepada tempat dan kelompok masyarakat yang telah dipersiapkannya untuk dapat menerima perubahan dan bahkan menjadikannya sebagai agen perubahan di zamannya serta zaman selanjutnya. Bersama kelompoknya kemudian berinteraksi membaur ke dalam berbagai kelompok dalam masyarakat yang majemuk baik ras maupun agama. Interaksi yang sedemikian itu mampu menciptakan kehidupan yang saling membutuhkan dan saling memerlukan, dalam bentuknya yang saling bertanggung jawab dalam membela masyarakatnya.

Para Rasul Allah sebagai Rujukan Bertoleransi

Para rasul Allah telah memberi teladan dan menunjukkan serta mengajarkan bersikap toleran. Darinya tumbuh berbagai norma yang mencerminkan sikap toleran. Nabi Muhammad saw mencontohkan, setibanya ke tempat tujuan migrasi (Yatsrib/Madinah), yang ditempuh pertama kali adalah terciptanya brotherhood dan penyatuan diri antara kelompok migran dengan berbagai kelompok penghuni asal (pribumi).

Kemudian menciptakan sistem sosial baru, sebagai wahana berbagai kegiatan dari berbagai orang dan kelompok yang saling berhubungan secara konstan. Sistem baru itu dilegalisir dalam bentuk norma timbal-balik untuk menciptakan keseimbangan yang memadai antara berbagai kelompok yang terlibat dalam hubungan sosial di tempat yang baru (Yatsrib). Norma itu terpatri dalam Sohifah al Madaniyyah (lebih kita kenal dengan Piagam Madinah).

Piagam Madinah di samping bersifat norma hubungan timbal balik yang memadai bagi masyarakat berbilang kaum, juga merupakan perjanjian, undang-undang politik, tatanan bernegara yang mengandung aturan-aturan kehidupan bersama dalam sistem sosial besar berbentuk negara, bagi segenap warganya yang berbilang kaum: Muslim, Yahudi, Nasrani, dan lain-lain di sebuah negara yang bernama Madinah.

Di tengah kemajemukan masyarakat (negara Madinah), Nabi Muhammad SAW sebagai pimpinan negara, berusaha sedaya-upaya untuk meletakkan dan mendasarkan filosofi misi yang diembannya dalam membangun tatanan hidup bersama yang mencakup seluruh golongan, sehingga penduduk negara dapat hidup berdampingan secara damai dan sejahtera.

Prinsip-prinsip umum Piagam Madinah:
1. Monoteisme, Ketuhanan Yang Maha Esa, Tauhid.
2. Persatuan dan kesatuan; penegasan bahwa seluruh warga Madinah adalah satu umat, perlindungannya adalah satu, seluruh warga menanggung pembiayaan negara.
3. Persamaan keadilan bagi seluruh warga negara, semua berstatus sama di hadapan hukum, penegakan keadilan bagi semua.
4. Kebebasan beragama, semua pemeluk agama bebas menjalankan agamanya, sebagaimana Muslim menjalankan agamanya.
5. Pembelaan negara, merupakan kewajiban bersama.
6. Pengakuan dan pelestarian adat kebiasaan yang baik.
7. Supremasi aturan dan ajaran Ilahi.
8. Politik damai dan proteksi internal.

Piagam Madinah merupakan manifestasi sikap toleran, penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia, keadilan, dan kedamaian, yang permanen adanya. Masyarakat modern dan sehat manapun pasti mengakui hakikat maknawinya secara jujur. Toleransi dan perdamaian yang terkandung di dalamnya sangat kental, masyarakat kontemporer patut mengadopsinya, demi terciptanya dunia yang penuh toleransi dan perdamaian.

Berkaitan dengan Q.S. 42 ayat 13 yang telah disampaikan terdahulu, Allah menyebut nama-nama para utusannya yang bertugas membimbing umat dengan syariat agama-Nya, yaitu Nuh AS, Muhammad SAW, Ibrahim AS., Musa AS, dan Isa Almasih. Dari para utusan Allah inilah agama samawi berkembang sampai hari ini dan kelak kemudian. Mereka memiliki sifat-sifat toleran dan kesabaran yang prima yang perlu diteladani terus-menerus.

Pertama, Nabi Nuh AS. Beliau adalah bapak leluhur umat manusia setelah sirnanya hampir seluruh manusia di muka bumi. Dijuluki sebagai Pahlawan Air Bah. Nuh disifati sebagai seorang yang benar, benar bersumber dari keteguhan imannya, dekat kepada Tuhannya, orang tidak bercela di antara orang-orang sezamannya yang telah terbenam dalam taraf hidup moral yang sangat rendah dan hina, dan kepada orang-orang semacam inilah Nuh AS menyampaikan dakwah tentang kebenaran abadi.

Dalam dakwahnya Nuh AS tergolong tidak berhasil membawa mereka kepada iman, namun dalam menata kembali umat manusia dan peradabannya setelah kehancurannya dari libasan air bah, Nuh menjadi pahlawan umat manusia dan lingkungannya. Membangun bahtera yang tatkala air bah pasang, beberapa pasang putranya dan berbagai pasang binatang dan tumbuh-tumbuhan dapat diselamatkan, yang selanjutnya menjadi pelanjut generasi pengisi bumi babak selanjutnya.

Nabi Nuh AS juga disebut sebagai Abu al-Basyar setelah Adam AS, berumur 950 tahun, hampir satu milenium. Setelah air bah (kehancuran makhluk di bumi) Nabi Nuh AS, ditengarai membangun kembali bumi ini dan menatanya dengan bertani, sampai wafatnya. Nabi Nuh AS, terkenal dengan doanya yang diabadikan dalam Al-Qur’an : S. 71 A. 26,27 , 28.

Nuh berkata: “Ya, Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir: Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.

Kedua, Nabi Ibrahim, adalah leluhur bangsa Yahudi, Arab, dan bangsa-bangsa lain. Imannya sangat teguh, terkenal sebagai Khalilullah (sahabat Allah), keturunannya melalui Ismail dan Ishaq. Hidupnya dijadikan teladan iman terhadap Tuhan oleh orang-orang Yahudi, Kristen, dan Islam. Namanya dalam bahasa Ibrani Avram (Abram) dan selanjutnya berganti menjadi Abraham dan Ibrahim (bahasa Arab) yang berarti bapak sejumlah besar bangsa. Ibrahiem berakidah monoteis, mentauhidkan Allah bertentangan dengan politeisme nenek moyangnya. Iman Ibrahiem kepada Allah totalitas dalam bentuk ketaatan dan kesiapannya melakukan apapun perintah Tuhan.

Ibrahim tergolong orang yang banyak harta milik, pemberani, sangat kasih sayang terhadap keluarga, berhasil dalam membina dan menuntun anak-anak dan keturunannya, supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dengan menerapkan kebenaran dan keadilan. Ibrahim suka menjamu tamu dan siapa pun orang yang tidak beliau kenal, bersifat murah hati dan tanpa pamrih. Sebagai Nabi Akbar yang menerima perjanjian Tuhan, Ibrahim memainkan peranan yang unik baik dalam tradisi Yahudi dan Islam.

Ketiga, Nabi Musa, disebut sebagai pemimpin ulung pemberi hukum, perantara (Allah) membawa orang-orang Israel keluar dari Mesir. Ia membina mereka menjadi suatu umat untuk mengabdi kepada Allah, dan membawa mereka sampai ke perbatasan negeri yang dijanjikan Allah kepada nenek moyang mereka. Musa bukan berasal dari keturunan yang dapat dicatat dengan jelas oleh sejarah, hanya putra seorang pembantu di istana Firaun.

Musa adalah salah seorang putra yang terselamat dari maklumat Firaun (yang memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki Ibrani), sang ibu menyelamatkan Musa dengan berbagai cara yang dimiliki sebagai penghuni pinggiran sungai. Yang dalam ceriteranya putri (istri) Firaun memperanakkannya (mengadopsinya), yang dalam kesehariaannya justru diasuh oleh sang ibu di dalam istana Firaun, sampai menjadi dewasa tanpa diketahui oleh siapa pun.

Musa dibesarkan di istana, karenanya dia mengikuti pendidikan intelektual meliputi sastra, tulisan, dan tata administrasi kerajaan Firaun, namun karena dia dalam asuhan ibu kandungnya, maka budaya Ibrani tetap dimilikinya. Dari pemahamannya yang mendalam akan bangsanya, tumbuh solidaritas yang tinggi atas bangsanya yang ditindas oleh Firaun dalam bentuk kerja paksa. Ia membunuh mandor Mesir yang dia saksikan menganiaya seorang pekerja Ibrani.

Karenanya, ia lari dari istana setelah diketahui oleh Firaun, lari ke arah timur menyeberangi perbatasan menuju Median. Di sana Musa berjumpa dua orang putri penggembala, putri seorang pemimpin Median bernama Syueb (Rehuel), dan Musa menikah dengan salah satu gadis penggembala tersebut. Dari tokoh Median inilah Musa mendapat pengetahuan tentang Sinai dan Median yang dalam perjalanannya membawa makna besar baginya.

Sebagai pemimpin umatnya, Musa tidak hanya diperlengkapi secara teknis dengan pertumbuhannya dan pendidikannya di Mesir. Tapi dalam hal yang jauh lebih asasi, ia juga dibina menjadi pemimpin ulung berkat kesetiaannya mengikuti Allah dengan landasan iman. Orang seperti itulah yang dibangkitkan Allah untuk memimpin umatnya dari perhambaan dan penindasan. Dalam perjalanannya Musa menghadapi tingkah pola serangan Firaun dan juga kaumnya yang selalu menentang dan mencemoohkannya.

Namun Musa tak pernah putus asa menghadapi bangsa yang tegar tengkuk dan pencemooh itu. Musa memiliki iman dan ketegaran baja kepada Allah, dan sangat bergiat bekerja atas nama Allah. Musa juga diceritakan sebagai orang yang berkemampuan jurnalistik, menulis berbagai dokumen ringkas tentang hukum Allah, kitab perjanjian, risalah perjalanan di padang gurun dan lain-lain, Q.S. 87 A. 18-19 mengabadikan kemampuan jurnalistik Musa itu.

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Keempat, Nabi Isa Almasih, diimani oleh kaum muslimin sebagai salah seorang nabi besar utusan Allah, yang dilukiskan di dalam Q.S.6la.6: Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “ Ini adalah sihir yang nyata. “

Bagi umat Islam mengimani para nabi Allah adalah merupakan rukun iman yang asasi. Keimanan terhadap para nabi Allah tidak dibeda-bedakan dalam inti kandungan ajaran Islam.

Dalam Alkitab dijelaskan bahwa topik pokok ajaran Yesus Kristus adalah total baru dan revolusioner dan pada dasarnya ajarannya bukan hanya baru tapi juga unik. Selanjutnya dijelaskan bahwa ajaran Nabi Isa bin Maryam bukanlah seperti filsafat, teologi, atau etika. Disimpulkan, bahwa ajarannya berbeda sekali dari ajaran setiap orang sebelum dan sesudah dia.

Ensiklopedi Alkitab Masa Kini menyatakan bahwa ajaran Yesus dapat diklasifikasikan dengan judul-judul sebagai berikut: etika, metafisika dan teologi, sosial, penyelamatan dan eskatologi (ajaran teologi mengenai akhir zaman, seperti hari kiamat, kebangkitan segala manusia dan sorga). Dan seluruh ajarannya menyatu pada dirinya sendiri. Inti ajarannya ialah pengumuman mengenai dirinya sebagai juruselamat dunia.

Dan yang kelima adalah Rasul Allah Muhammad saw. Ia adalah penerus ajaran para nabi Allah sebelumnya, nabi akhir dan penutup para nabi dan para rasul Allah, membenarkan keberadaan para nabi terdahulu dengan segala ajarannya, yang dideklarasikan sebagai pemegang kitab Allah, yang penganutnya disebut sebagai ahlul kitab. Ajarannya mempunyai ciri:
1. Ajaran Tauhid, tentang keesaan Allah, yang harus diyakini setiap pemeluknya.
2. Bersifat universal, yakni Islam untuk semua umat manusia tanpa batasan teritorial.
3. Menghapus sistem perbudakan.
4. Persamaan hak bagi umat manusia.
5. Ajaran moral, sebagai sesuatu yang sangat penting dalam pergaulan umat manusia di dunia.
6. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dengan wujudnya berbagai syareat yang mampu menciptakan tolong menolong antar sesama manusia. Dan sikap adil dalam segala kehidupan, dan lain-lain kebaikan yang dapat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

Perkembangan Agama Dunia Kini dan Mendatang

Apa yang telah diuraikan itu barulah agama-agama yang bersifat samawi, tentunya masih banyak agama-agama ardli, sama-sama berkembang pesat sepesat agama samawi. Bahkan dalam kehidupan umat manusia di masa kini masih sangat banyak mereka yang tidak memeluk agama apapun, termasuk umat manusia yang meletakkan dirinya pada pilihan sebagai ateis.

Jika umat manusia dengan agamanya, kemudian mengembangkannya, itu sudah menjadi fitrah manusia. Sebab semua orang beragama merasa wajib untuk mengembangkan dan menyampaikan keyakinannya kepada siapapun di dunia ini. Di sinilah letaknya sebuah toleransi, siapapun umat beragama bebas untuk mendakwahkan agamanya dan siapapun manusia bebas menerima maupun menolak ajakan itu. Rambu-rambu untuk itu dalam tatanan hidup antarbangsa dan agama telah dimiliki oleh umat dan bangsa sedunia. Sikap toleran akan dapat meminimalkan segala konsekuensi negatif penyebaran agama.

Sesuatu yang menjadi sangat penting dan terpenting adalah tertanamnya suatu sikap bagi seluruh umat beragama, bahwa tujuan dasar beragama adalah tercapainya kebahagiaan (kedamaian) dunia maupun dalam kehidupan setelah dunia, kiranya sesuatu yang sangat esensial ini tidak ternodai oleh perselisihan justru atas nama kesejahteraan dunia akhirat tersebut, hal yang sangat ironis jika hal itu justru yang dikedepankan dalam sikap hidup umat beragama. Sekali lagi sikap toleransi yang dapat mengatasinya.

Kita coba membaca perkembangan umat manusia dengan keagamaannya dewasa ini. Dari data yang dapat dikumpulkan dari “Ensiklopedi Britannica” tahun 2001, tercatat bahwa penduduk dunia yang tersebar di dalam 238 negara di lima benua dan Oceania berjumlah 6.128.512.000 orang.

Dari sejumlah ini, pemeluk Agama Kristen (Katolik, Protestan, Ortodoks, Anglikan, Independen, Kristen Marginal dan Kristen yang tidak berafiliasi) berjumlah 2.019.052.000 orang = 32,9% yang tersebar di seluruh negara dunia (238 negara).

Muslim, 1.207.148.000 orang (belum termasuk mereka yang pernah menjadi penduduk di bawah pengawasan komunis Uni Soviet Rusia) = 19,7%, terdiri dari 83% Sunni dan 16 % Syi’i serta 1% lain-lain, tersebar di 204 negara di seluruh dunia.

Hindu, 819.689.000 = 13,4 %, tersebar di 114 negara di dunia. Tidak beragama 771.345.000 orang, tersebar di 236 negara dunia = 12,6%. Agama Rakyat Cina, 387.167.000 orang = 6,3 %, tersebar di 99 negara dunia. Buddhists, 361.985.000 orang = 5,9% yang tersebar di 126 negara. Atheist, 150.252.000 orang = 2,5% tersebar di 161 negara. Sedangkan Jews (Yahudi) 14.484.000 orang = 0,2%, tersebar di 134 negara.

Dari catatan perkembangan agama-agama dunia yang ada pada abad ini, agama samawi menduduki tempat teratas, baik Kristen maupun Islam, sedangkan Yahudi persentasenya di bawah 1 %, dan agama-agama ardli menduduki posisi 3 besar dunia. Namun orang-orang yang tidak beragama dan atheis justru lebih besar jumlahnya jika dibandingkan dengan agama Hindu = 15,1 %.

Inilah gambaran perkembangan agama-agama dunia, dengan dipaparkannya gambaran seperti ini, kiranya kita dapat mengerti apa yang harus dilakukan umat beragama, khususnya kita selaku Muslim.

Posisi Umat Islam Bangsa Indonesia

Hampir seluruh Muslim di Asia Tenggara membentuk bagian dari wilayah budaya Melayu. Komunitas Muslim di wilayah ini adalah yang terbesar di dunia, tersebar di Indonesia, Malaysia, Philipina, Thailand, Singapura, dan Brunei Darussalam, jumlahnya tidak kurang dari 206.584.000 orang = 17,11 % dari jumlah umat Islam sedunia. Benang merah yang menghubungkan praktik dan keyakinan keagamaan mereka di wilayah ini adalah ungkapan budaya yang dimiliki bersama termasuk penggunaan bahasa Indonesia maupun Melayu yang dapat dipergunakan sebagai bahasa komunikasi keagamaan.

Dalam menegakkan kehidupan keagamaan yang toleran dan damai di muka bumi ini peranan Muslim Asia dimotori oleh Indonesia, mestinya dapat lebih mewarnai Dunia Islam kontemporer. Berbagai syarat untuk itu ada dalam lingkungan wilayah ini baik berupa bahasa, budaya dan adat kebiasaan yang dimiliki oleh Muslim di wilayah ini.

Pengembangan dan pembentukan diri bagi Muslim di wilayah ini tidak lagi harus tergantung pada wilayah tempat asal mula munculnya agama Islam (Timur Tengah). Kemampuan untuk berkembang membentuk diri untuk tampil sebagai umat beragama yang toleran dapat ditunjang oleh kemampuan Muslim di wilayah ini, sejalan dengan perkembangan peradaban umat manusia yang semakin maju yang dapat diakses oleh setiap Muslim di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Untuk menuju ke arah itu, kita sebagai masyarakat/kelompok sosial ini harus menanamkan visi pada diri kita masing-masing, kiranya dengan aktivitas yang selama ini kita tekuni sebagai masyarakat pendidikan, terus bergerak ke arah kehidupan beragama atau kegiatan lainnya selalu mengedepankan sikap toleran. Ini maknanya, lingkungan kita ini harus sangup menjadi wahana pengkaderan bangsa dan umat yang orientasinya adalah terciptanya sikap toleran dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Kita harus yakin bahwa penanaman sikap toleran ini akan tercapai dengan seksama hanya melalui pendidikan, dalam artian pembiasaan yang tiada hentinya, sampai sikap itu menjadi darah daging yang tak terpisahkan (akidah). Dari tempat yang kita wujudkan bersama ini pasti akan tumbuh kader-kader bangsa dan umat, yang akan membawa kehidupan bangsa dan seluruh warga serantau Asia Tenggara ini menjadi bangsa warga dunia pelopor kehidupan penuh toleran dan damai. Berbahagialah umat yang mencita-citakan kehidupan yang dicita-citakan oleh seluruh warga dunia, yaitu kehidupan yang toleran dan damai.

sumber//tokohindonesia.com

Oleh: cahayapelangi | Maret 20, 2010

Ditangkap Kakek Pembantai Harimau Sumatra

Liputan6.com, Pekanbaru: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menangkap seorang pria berusia 92 tahun asal Kabupaten Indragiri Hilir. Kakek bernama Wiryo Asmadi sudah lebih dari 75 tahun menjadi pemburu harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae).

“Awalnya kami tak percaya Kakek Wiryo adalah pemburu harimau. Namun setelah dilakukan pengintaian, akhirnya kami menangkap tersangka beserta barang bukti sampai tiga karung,” kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Edi Susanto di Pekanbaru, Jumat (19/3) siang.

Edi menjelaskan tersangka diringkus dengan barang bukti selembar kulit, tulang hingga rangka tengkorak harimau yang beratnya sekitar sembilan kilogram. Tersangka mengakui harimau dijerat pada 3 Maret silam di Kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan, Indragiri Hulu.

Barang bukti yang disita berasal dari harimau berkelamin jantan berusia 23 tahun dengan panjang 215 sentimeter dan tinggi 160 cm. Petugas juga menyita alat jerat yang dipasang tersangka. “Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku membunuh lebih dari 50 ekor harimau,” katanya.

Menurut dia, Wiryo sedikitnya sudah membunuh harimau Sumatera di Riau sebanyak 44 ekor sejak tahun 1960. Sedangkan, sisanya hasil buruan di Sumatra Barat dan harimau Jawa yang kini sudah punah. “Mungkin kakek ini sudah sesepuhnya pemburu harimau,” ujarnya.

Sanksi pidana yang dikenakan kepada Wiryo berdasarkan pasal tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya adalah penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta. Ia menambahkan, modus perburuan diduga kuat adalah perdagangan yang melibatkan jaringan internasional.

Sementara itu, Wiryo mengakui perbuatannya dan mengatakan melakukan perburuan harimau karena adanya pemesanan dari pembeli di Singapura. Ia juga mengakui telah puluhan tahun menjadi pemburu harimau. “Saya menjadi pemburu harimau sejak umur 17 tahun,” katanya.

Oleh: cahayapelangi | Maret 20, 2010

Keputusan DPR Menjadi Pepesan Kosong/kasus century

Hasil voting Paripurna DPR terkait dengan Bank Century ibaratnya seperti pepesan kosong. Karena sesudah menjadi keputusan politik DPR, tak ada dampaknya apa-apa. Hanya ramai ketika mengambil keputusan. Sebatas menjadi sebuah keputusan politik. Tapi tidak ada tindakan yang dapat diharapkan. Apalagi, partai-partai yang memilih opsi C, seperti sudah merasa cukup dan tidak ingin melanjutkans sampai ke tingkat hak menyatakan pendapat.

Keputusan DPR yang mayoritas (325) suara, yang memilih opsi C, hanya menjadi sebuah komedi panggung, dan durasinya diputar sangat pendek, dan sekadar rakyat tahu, bahwa DPR masih serius terhadap kasus balit out Bank Century, yang mengeruk uang negara Rp 6,5 triliun. Keputusan DPR itu juga eksplisit adanya dugaan pelanggaran, yang harus dilanjutkan dengan proses hukum. Tapi, sampai sekarang tak ada yang menyentuh terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dengan bail out Bank Century.

Mestinya DPR melanjutkan dengan langkah-langkah serius, agar keputusan itu tidak menjadi sebuah ‘pepesan kosong’, yang pasti akan membuat rakyat semakin tidak percaya kepada DPR. DPR seharus mendorong lembaga-lembaga penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaaan dan KPK untuk menindak lanjuti keputusan DPR. Tapi semua menjadi macet.

KPK sampai sekarang tidak menentukan langkah-langkah yang jelas menanggapi keputusan DPR. Bahkan DPR mensinyalir KPK telah terkena intervensi politik, sehingga menjadi mandul. Tidak berani bertindak dengan tegas sesudah adanya keputusan DPR. Kepolisian lebih fokus dengan masalah teroris, yang dianggap lebih bisa melambungkan namanya, dibandingkan harus mengurus kasus Bank Century, sementara itu, Kejaksaan, tak terlihat langkah-langkahnya untuk merespon keputusan DPR.

Sikap partai-partai politik menjadi sangat beragam. Kalangan Partai Demokrat dan pihak Presiden SBY, juga berusaha habis-habis melakukan langkah penyelamatan, agar keputusan DPR yang terkait dengan Bank Century itu, tidak berdampak sampai ke pemakzulan. Maka sekarang sebuah ‘operasi’ dilakukan dengan sangat serius dan gencar, mendekati pimpinan partai-partai politik yang ada, dan tentu dengan tawaran kekuasaan, dan kursi di kabinet.

Sangat terlihat dengan jelas, bagaimana para piminan partai politik yang ada sekarang ini, bersikap ‘wait and see’, menunggu, dan tidak bertindak apa-apa, sampai keadaan menjadi sangat jelas. Mestinya partai-partai yang sudah mendukung opsi C itu, terus mendorong para penegak hukum (Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK), agar bertindak cepat untuk memproses secara hukum terkait dengan kasus bail out Bank Century, yang sudah jelas-jelas merugikan negara.

Memang masalah ini menjadi sangat mengkawatirkan, dan mempunyai efek domino yang luas, kalau sampai masuk ke ranah hukum dan politik, serta berdampak kepada pemakzulan. Karena sesudah DPR mengambil keputusan opsi C, dan jelas-jelas disebutkan adanya pelanggaran, justru Presiden SBY menyatakan bertanggung jawab.

isini kasus ini akan mempunyai efek serius. Seperti dikemukakan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, kasus Century ini, ujung-ujungnya, pasti sampai ke Presiden SBY. Tidak mungkin hanya berhenti sampai Sri Mulyani dan Boediono, sebagai fihakyang paling bertanggung jawab. Dengan adanya pernyataan Presiden SBY, yang menyatakan bertanggung jawab, berarti Presiden harus mempertanggungjawabkan kasus Bank Century ini.

Memang tidak mudah sampai ke tingkat pemakzulan itu. Tetapi, keputusan politik DPR itu mestinya diikuti dengan hak menyatakan pendapat, dan sekaligus mendorong lembaga-lembaga penegak hukum untuk melakukan penyidikan kepada pihak-pihak terkait dan terlibat dalam bail out Century. Anehnya sekarang yang ramai malah kasus teroris dan suap, yang melibatkan 19 orang anggaota DPR dari FPDIP, yang diduga menerima suap dari pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia (BI), dan menerima uang Rp 9,8 miliar.

Perlahan-lahan kasus Century menjadi redup, karena tak ada lagi yang mau memperjuangkan lebih lanjut, dan merasa sudah cukup sampai tingkat paripurna, dan keputusannya mayoritas anggota DPR sudah selesai tugasnya dengan menolak bail out, yang memilih opsi C. Justru faktanya sekarang kasus Century itu menjadi mandeg, tak ada kelanjutannya.

Jadi rakyat hanya disuguhi oleh para anggota DPR yang terhormat dengan ‘pepesan kosong’ yang hanya ramai saat akan voting, tapi tidak sampai menghasilkan sebuah penyelesaian tuntas dan tindakan hukum. Lagi-lagi rakyat disuguhi sebuah drama atau komedi, yang tak membawa manfaat apa-apa bagi kepentingan mereka.

Pantaslah kalau Indonesia masih tetap diperingkat paling atas dalam masalah korupsi, atau Indonesia tetap yang paling korup di dunia, berdasarkan Transparancy Internasional. Wallahu’alam.

Oleh: cahayapelangi | Maret 20, 2010

Ujian Untuk Menjadi Lebih Mulia

Kata orang, hidup ini layaknya roda kehidupan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Ada pula yang bilang hidup ini seperti ombak di pantai. Kadang tenang, namun tak jarang pula menghantarkan gelombang yang begitu kencang. Apa pun perumpamaan manusia terhadap kehidupan ini, intinya adalah hidup ini takkan setenang air di dalam kolam. Akan ada goncangan-goncangan, hambatan-hambatan, dan ujian-ujian yang bermacam-macam bentuknya.

Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Bahkan banyak pula yang tak menyadari bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.

Mungkin anda pernah dengar cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. *

Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat karena merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa. Belum lagi kondisi lingkungan, keluarga, dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak perduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing.

Tapi cobalah kita lihat kisah si gelas cantik tadi. Lihatlah, betapa setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik. Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di keluarga, orang tua, teman-teman, tempat kerja, bahkan amanah dakwah sekalipun, tapi percayalah bahwa Allah sedang membentuk anda. Bisa jadi anda tidak menyukai bentukan itu, tapi anda harus sabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin topan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali.

Dulu, seorang teman pernah bilang, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ingat bahwa Allah selalu menurut persangkaan hamba-Nya. Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, anda sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percayalah, kalau anda berhasil menghadapi ujian ini, anda akan berhasil naik tingkat di mata Allah, menjadi mukmin sejati. Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri?

Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya.

Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Allah di dalam dirinya? Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya.

sumber>>//eramuslim.com

Oleh: cahayapelangi | Maret 21, 2010

Teror Bom, itu Kejahatan Kemanusiaan

WAWANCARA: Teror bom bunuh diri adalah kejahatan kemanusiaan. Bukan sekadar teror. ”Kalau teror itu hanya menakut-nakuti. Tapi ini sudah pelaksanaan pembunuhan, terencana. Jadi itu adalah kejahatan kemanusiaan,” tegas Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang kepada TokohIndonesia.com, Senin (21/9/2009).

Teror bom bunuh diri itu, menurut pemahaman Syaykh, bukan jihad. ”Pendalaman saya, jihad itu adalah membentengi diri dengan terus mendalami ilmu-ilmu Ilahi, ajaran ilahi. Terus mendalami ajaran Ilahi, sampai menemukan bahwa manusia ini harus saling hormat-menghormati. Sampai ketemu satu nilai bahwa, tolonglah orang yang zolim dan yang dizolimi. Yang zolim ditolong, yang dizolimi pun ditolong,” jelas Syaykh Panji Gumilang.

Berikut petikan Wawancara TokohIndonesia.com dan Majalah Berita Indonesia dengan Syaykh al-Zaytun Panji Gumilang, seputar masalah pertahanan dan keamanan. Mulai dari masalah ribuan pulau-pulau terluar Indonesia yang belum termanfaatkan sedemikian rupa. Juga masalah teroris, bom bunuh diri.

Mengenai pertahanan dan keamanan, terutama ribuan pulau-pulau terluar Indonesia yang belum termanfaatkan sedemikian rupa. Sehingga sudah ada yang mengambil dan yang lain sudah diklaim oleh negara lain. Apa pandangan Syaykh tentang ini?
Kalau saya ditanya tentang itu, mengawal dengan pertahanan maritim, memperkuat pertahanan maritim. Artinya, mulailah bangsa Indonesia menetapkan pertahanan itu bukan di darat saja, tapi pertahanan laut. Diberikan dana yang masksimal. Kalau perlu beberapa pulau yang ada di Indonesia, kemudian ukuran berapa pulau yang harus diberi kapal, untuk menyerbukah, yang cepat. Kemudian setiap berapa pulau, yang berdekatan jarak berapa, diberikan sebuah pertahanan khusus, angkatan laut. Satu, jadi memperkuat angkatan laut.

Yang kedua meningkatkan jalur transportasi laut sebanyak mungkin. Itu nanti kita bisa mengenal, bangsa ini bisa mengenal bagaimana kekayaan laut Indonesia.

Terus ketiga, memberikan nama kepada pulau-pulau yang ada. Sehingga tidak disebut pulau terluar, kalau sudah terluar itu berarti ‘kan tidak di dalam. Saya tidak sepakat dengan bahasa pulau terluar itu. Ya sudah di luar kenapa diklaim tiap orang mau. Memakai ter-ter itu menandakan paling besar dan paling luar koq diklaim sebagai pulaunya.

 Maka harus diberi nama, pulau ini-pulau ini. Saya rasa tidak memerlukan waktu banyak memberi nama itu. Sehingga tidak bahasa yang sangat sumir, karena negaranya sendiri koq terluar itu, bagaimana? Nah terus yang dalamnya mana. Nah bagi orang membahasakan terluar itu, ya sudah karena dianggap di luar, malah paling di luar ada ‘ter’ tadi. Untuk menandakan dahsyatnya itu.

Ada Dirjennya itu?
Ya, itu dirjennya pulau-pulau terluar. Itu artinya, menyerbu pulau orang lain. Maka berikanlah nama yang jelas. Atau pulau-pulau kecilkah harus ada nama. Kepulauan seribu, jangan hanya dikatakan kepulauan seribu, terlalu banyak, kalau memang seribu, satu-satu, terus diberi plang gitu. Inilah pulau-pulau Indonesia. Kibarkan bendera di sana, pengibaran bendera berarti ada penduduk.

Jadi intinya, tahap awal itu perkuat angkatan laut, kemudian jalur transportasi laut, kemudian penamaan pulau dan hapuskan nama pulau terluar itu. Ya tetangga kita ‘kan, sudah dikatakan terluar, ambil saja, mmpamanya.

Pemanfaatannya?
Dimanfaatkan semaksimal mungkin, tentunya untuk kesejahteraan. Jadi sebesar-besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia dan rakyat Indonesia.

Indonesia yang sebagai sebuah negara kepulauan, menurut pengamatan Syaykh sudah optimal mengelola perairan Indonesia?
Ya, tadi kan jelas sebelum kita mengusulkan tadi. Menamakan negaranya saja masih terluar gitu. Orang pulau sendiri juga, ah saya di luar ini. jadi kalau ingin masuk ke negara lain juga nggak salah. Orang terluar.

 Dalam hal pulau-pulau terluar itu, ada yang menyalahkan Malaysia ada juga yang menyalahkan diri sendiri Indonesia. Bagaimana pendapat Syaykh mengenai hal itu?
Kan ada diplomasi. Tingkatkan saja diplomasi, nggak terlambat. Diplomasi, curahkanlah kepakaran diplomasi kita dan kedekatan bertetangga. Dan janganlah diajak rakyat ini atau jangan dipanas-panasilah. Nanti besi habis arang binasa. Diplomasi saja, saya yakin seyakin-yakinnya dengan ketajaman diplomasi, semua selesai.
 

 Teror Bukan Jihad

Kemudian, masalah keamanan ini, bahwa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir itu sering menjadi sasaran teroris, lewat bom bunuh diri. Dan kelompok yang dianggap melakukan itu ada kaitannya dengan jaringan Islamiyah yang punya link juga dengan Al-Qaidah. Mengamati hal atau kejadian ini, apa pendapat Syaykh?
Kalau saya tidak melihat itu link-nya ke mana. Tapi melihat perbuatan teror, yang bahasa orang umum teror. Bahasa saya ‘kejahatan kemanusiaan’. Kalau teror itu hanya menakut-nakuti gitu ‘kan. Tapi ini sudah pelaksanaan pembunuhan, terencana. Jadi itu adalah kejahatan kemanusiaan.

Jadi kalau dikatakan itu ada link ke organisasi-organisasi tertentu, bila bangsa ini tidak siap untuk melaksanakan, pasti tidak terjadi. Atau mempunyai sikap tidak mau melaksanakan itu pasti tidak terjadi. Nah itu, ada kaitannya tadi dengan apa yang selalu kita sampaikan, mengapa harus kembali pada nilai-nilai dasar. Sedikit kelompok saja yang tidak memahami atau justru menolak, itu bisa berbuat seperti yang kita saksikan hari ini.

 Maka kita punya kepentingan dan kewajiban. Mengapa saya bedakan antara kepentingan dengan kewajiban, kepentingan Indonesia ini harus hidup terus jangan mati, jangan pecah. Kewajibannya adalah setiap manusia mengajak jangan berbuat kejahatan kemanusiaan.

Jadi di link-kan kemana saja, kalau bangsa ini kesadarannya terhadap berbangsa dan bernegara itu tinggi, nggak terjadi. Karena yang mengerem tadi itu yaitu kesadaran. Jadi pendapat saya, walau di link-kan kemana saja, kalau kesadarannya itu sudah mapan, mantap, tidak akan terjadi.

Kemudian para pelaku teror itu sering mengaitkan bahwa itu justru menjalankan ibadahnya yang sebagai seorang muslim dianggap sebagai suatu jihad. Bagaimana pandangan Syaykh?
Kalau dianggap oleh umat muslim, itu harus tanda petik. Yang mereka anggap, yang bagusnya yang mereka anggap. Nanti kalau dikatakan itu umat muslim beranggapan seperti itu, ya bahaya itu. Yang mereka anggap saja gitu ya.

Pelakunya mengaku ya?
Ya, pelakunya menganggap seperti itu. Itu dalam kebebasan berpikir, itu boleh-boleh saja menganggap seperti itu. Tapi harus ditimbang dong, ditimbang. Jadi kalau mereka beranggapan begitu, kita pun tidak beranggapan seperti itu. Jadi boleh mereka menganggap begitu karena memang dia, habitatnya dianggapan seperti itu.

 Nah itulah yang perlu kita berikan pemahaman. Dan pemahaman itu tidak harus ditujukan ke situ, karena pasti menolak pada generasi yang lebih banyak dari itu. Sehingga generasi inilah nanti yang lebih banyak dari yang berpikir seperti itu, ini yang akan membendung. Jadi jangan diserahkan hanya kepada pengaman negara, kepada bangsa ini semuanya ikut membendung.

Tatkala semua bangsa ini ikut membendung, paling tidak dia akan sempit ruang geraknya. Nah, ini kan menandakan kejadian-kejadian yang kemarin itu masih banyak bangsa kita yang seperti tidak masuk ke situ, tapi memberikan kehidupan, kesempatan. Paling tidak mentok maka bisa pindah seenaknya saja. Dan itu bukan ajaran, kalau ajaran dia, mungkin. Bukan setiap ada perbuatan yang seperti itu, ‘kan kalau tidak didahului dengan doktrin ‘kan kan tidak bisa. Jadi kalau dia punya doktrin seperti itu, ya, wajar-wajar saja memang dia kelompok di situ.

Cuma bangsa inilah yang harus kita bentengi supaya bisa menyetop kegitan mereka. Kalau hanya disetop oleh aparat keamanan, itu juga mengagetkan. Tapi kalau distop oleh bangsa ini, tentunya dengan satu perbuatan yang etis. Sehingga nanti menimbulkan kesadaran yang paripurna untuk bangsa ini.

Oh itu lambat? Memang lambat. Selambat kita menangkap, kan sembilan tahun. Lambat juga ini, kalau kita ukur waktu kan panjang begitu. Tapi kalau kita dialog bangsa, kebangsaan ini terus berjalan dengan sistematis, insyaallah.

Mereka tidak punya tempat lagi, walaupun punya pandangan yang…?
Belum pernah kan turun ke kampung-kampung, ke desa-desa dari tim keamanan untuk berdialog dengan rakyat. Dialognya jangan antara keamanan dengan rakyat, dialog antara warga negara yang punya wajib untuk mempertahankan keamanan dan warga negara yang semestinya juga ikut mempertahankan keamanan. Ini alat, kalau alat ‘kan wajib, mutlak kalau tidak ‘kan nggak dapat gaji. Ini rakyat yang berkewajiban secara moral tidak digaji pun harus berbuat. Nah keseimbangan ini yang harus diciptakan.

Dan itu masih belum dilakukan?
Belum, hanya informasi-informasi. Jadi seperti rakyat ini diposisikan bukan kolega. Kalau rakyat sudah diposisikan sebagai kolega, itu tidak disuruh oleh alat keamanan juga berbuat dan etis.

Kalau beberapa orang bilang ada yang mengaitkan masalah teroris ini kepada masalah ketimpangan sosial ekonomi dan ada juga yang berpendapat ini masalah ideologi?
Masalah ketimpangan juga nggak. Kalau ideologi-ideologi yang tadi itu, yang kelompok kecil itu.

Jadi tidak masalah sosial saja gitu?
Jadi kalau masalah itu, tidak tahu. Tapi kalau masalah sosial, banyak orang yang nggak bisa makan, nggak mau berbuat itu. Malah lebih baik minta-minta di Jakarta begitu ‘kan.

Jadi menurut Syaykh, ini masalah ideologi?
Masalah pemahaman yang tidak sama dengan pemahaman umum.

Terutama tentang jihad?
Ya, mungkin. Tapi sayang betul.

Mengakunya itu sedang melakukan jihad?
Tapi kan ada lagi orang yang mengatakan bahwa jihad itu tidak itu.

Kalau menurut Syaykh, jihad itu apa?
Saya tidak bisa mengatakan menurut saya, tapi pendalaman saya. begitu ‘kan. Kalau menurut saya itu nantikan, wah ini menjadi tuhan baru begitu ‘kan.

Pendalaman saya, jihad itu adalah membentengi diri dengan terus mendalami ilmu-ilmu Ilahi, ajaran ilahi. Terus mendalami ajaran Ilahi, sampai menemukan bahwa manusia ini harus saling hormat-menghormati. Sampai ketemu satu nilai bahwa, tolonglah orang yang zolim dan yang dizolimi. Yang zolim ditolong, yang dizolimi pun ditolong. Artinya yang zolim itu ditolongnya seperti apa? Ya, mbok jangan begitu kamu, nasehat keluar. Nah ini tujuan pendidikan yang tujuh tadi. Yang dizolimi kita, ya sudah kita buat suatu perbaikan. Ini berhenti nanti, ini sehat.

Itu bisa dilakukan dengan mendalami ajaran Ilahi. Terus, tidak pernah berhenti. Kenapa saya istilahkan ajaran Ilahi, karena ajaran Ilahi ini milik semua. Pendekatannya kadang-kadang berbeda-beda. Kemudian sampai menemukan hakekat manusia. Sehingga kita tidak diantarkan oleh suatu pemikiran yang memang pemikiran manusia itu, yang unsur jahat itu ada. Maka diperlukan ajaran Ilahi itu, karena di sini (sambil menunjuk dada) ada jahat. Nah, supaya tidak masuk kepada berat sebelah yang kejahatannya lebih tinggi. Nah sudah, ajaran Ilahi kita didalami, oleh siapa saja.

Kemudian setelah itu, menyampaikan ajaran Ilahi itu. Kita sampaikan, kemanusiaan itu mestinya begini. Nah, kita sudah ada tuntunan kemanusiaan di Indonesia ini seperti apa, yang adil dan yang beradab dan disepakati sudah. Nggak usah pakai kelompok anu, kelompok itu. Ndak, sudah disepakati itu. Tidak mengatakan itu ajaran agama tertentu, itu orang sudah menyepakati. Manusia itu harus adil dan beradab. Adil itu berarti, berikan hak semua untuk berbuat apa yang diyakini benar, menurut dasar-dasar yang telah disepakati.

Kemudian beradab, itu artinya punya peradaban. Punya peradaban itu, hidup berperadaban. Hidup itu artinya begerak, melangkah, maju, melompat. Nah hidup itu bergerak dengan peradaban. Ilmu yang tinggi, asah rasa yang tinggi.

Nah, itu namanya tidak saling menekan, tidak saling memosisikan kamu ini tidak punya hak karena kecil jumlahnya. Jadi bukan ada kecil ada besar. Yang ada, kemanusiaan yang adil dan beradab. Sampaikan terus, jangan pernah berhenti, berhenti vakum 10 tahun saja menganggap tidak ada nilai itu. Daripada tidak ada yang menyampaikan, sampaikan terus. Itu jihad!

Jihad itu, sebuah usaha besar yang terus untuk menghidupkan sebuah cita-cita besar. Kalau kita membunuh, menghentikan cita-cita. Sedangkan menghidupkan itu adalah melanjutkan cita-cita. Dan hak manusia ini diberi hak hidup, dan keinginan manusia yang sudah hidup ini, ingin hidup. Maka terus membuat suatu sistem untuk melanjutkan generasi baru. Berbuat seperti itu pun jihad.

Kemudian jihad seperti itu juga memerlukan kesabaran, karena tantangannya masih banyak, kurang cepat, kurang seru, nah gitu ‘kan. Itupun harus direspon dengan ketabahan. Artinya ada begini harus ditanggapi begini, tidak. Terus saja, sampaikan, mendapat tantangan, bersabar, itu pun jihad. Bersabar itu, bukan berarti berhenti untuk berbuat. Berbuat terus, sampaikan nilai-nilai tadi. Kepada suatu saat nilai-nilai itu kalau sudah disebarkan, mungkin hari ini tidak akan terdengar. Besok orang akan ingat, oh kemarin itu sudah diampaikan. Oh terimakasih, dulu saya ingat disampaikan itu. Nggak boleh berhenti. Nah itu jihad yang menurut pendalaman saya.

Sangat mulia, jihad harus menjunjung peradaban, menolong orang yang dizolimi dan yang menzolimi, mempertahankan diri dengan pendalaman ajaran Ilahi?
Itu yang pertama dulu, sehingga bisa berbuat banyak.

Kalau jihad dalam pengertian peperangan?
Itu sesungguhnya bukan jihad, ya peperangan. Digariskan oleh sebuah keputusan sebuah tempat yang memiliki otoritas. Contoh, negara kita membuat keputusan harus begini terhadap negara X, nah itu sah. Kenapa? Diumumkan. Nah alasan pengungumannya apa? Karena ada pelanggaran a,b,c,d, sudah diplomasi tidak bisa harus diadakan penyelesaian dengan perang. Sah menurut teori perang.

Bukan jihad?
Jihad itu ‘kan, bahasa itu. Sungguh-sungguh ini.

Kesabaran adalah jihad ya?
Kesungguhan untuk mencapai cita-cita itu juga, ya jihad.

Mungkin masih ada nilai-nilai jihad yang lain?
Lah, kalau yang tadi membunuh dan sebagainya itu masuk di situ, itu namanya simbol sendiri. Mengadakan pengumuman saja nggak. Saya dari organisasi ini mengumumkan perang gitu, nggak pernah ada. Tahu-tahu ngebom, itukan nggak fair.

Jadi kalau pengamatan Syaykh pemahaman tentang jihad ini di kalangan masyarakat sudah seperti apa?
Jangan disimpulkan kepada masyarakat. Pelan-pelan kita sampaikan ke masyarakat. Tadi ‘kan sudah bertanya, kenapa kok sering sekali mengucapkan itu, sesungguhnya itu bentuk menyampaikan jihad itu, itu menyampaikannya. Koq itu lagi, nilai-nilai dasar itu lagi. Ini menyampaikan terus jangan berhenti. Karena masih ada kejahatan manusia yang terus berjalan.

Sumber..//tokohindonesia.com

Oleh: cahayapelangi | Maret 21, 2010

Korsel Ciptakan Angkutan Listrik tanpa Kabel

 

Seoul: Korea Selatan berhasil menciptakan sistem alat transportasi publik yang ramah lingkungan menggunakan teknologi listrik tanpa kabel dan mengisi tenaga sendiri. Teknologi ini disingkap peneliti satu universitas teknologi terkemuka di Negeri Ginseng, kemarin.  

Tenaga untuk menjalankannya didapat dari listrik yang tertanam di lajur jalan. Aliran listrik ini ditransfer ke kendaraan melalui sambungan magnetik tanpa kabel.  

“Ide untuk konsep teknologi ini sebenarnya telah ada sejak 100 tahun lalu. Namun, kami telah menemukan cara yang lebih praktis untuk menghantarkan listrik,” kata BK Park, anggota proyek dari Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea.  

Institut yang terletak di sebelah selatan Seoul itu mengajukan gagasan kepada pemerintah agar negara itu dapat menggunakan sistem kendaraan listrik online dalam tiga tahun ke depan. Lajur yang terhubung dengan pusat tenaga listrik terdapat di jalur bus dan jalan hingga ke persimpangan. Karenanya, bila arus lalu lintas sedang melambat, kendaraan dapat mengisi tenaga dengan sendirinya.  

Setiap beberapa puluh meter, kendaraan akan menerima microcharges dari lajur tersebut. “Kendaraan ini tak seperti telepon seluler yang perlu di-charge selama berjam-jam. Microcharges cukup efisien,” kata Park.  

Namun tidak seperti sistem listrik yang digunakan untuk trem, kendaraan ini tak harus selalu terhubung dengan lajurnya. Bahkan orang yang menyentuh lajur tersebut tak akan tersengat listrik. Penginstalan sistem ini diperkirakan memakan biaya sekitar 400 juta won atau US$ 353.500 per kilometer. 

Sumber>>//karangjunti.wordpress.com

Oleh: cahayapelangi | Maret 30, 2010

Status facebook, harga diri kamu

Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu …’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih……mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih……ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ….’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.

Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya…..?”——kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh…”

Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa….habis malam jumat ya begini…:” kemudian komen2 nakal bermunculan…

Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi….”, —-kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya …., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu….” —-lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih…., ada yang mau menerima tantangan ?’—-langsung berpuluh2 komen datang.

Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit…”

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget…bakal tidur pake dalaman lagi nih” .

Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek…..padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab

Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria….

Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah…., yaitu Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bertanya pada Aisyah radhiallahu ‘anha

“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah radhiallahu ‘anha menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul shalallahu alaihi wa sallam dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah….

Ingatlah Abdurahman bin Auf radhiallahu ‘anhu mengikuti Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,

maka abdurahman bin auf radhiallahu ‘anhu mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menegaskan dengan sindiran keras kepada kita

“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).

Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

catatan
***”Iffah (bisa berarti martabat/kehormatan) adalah bahasa yang lebih akrab untuk menyatakan upaya penjagaan diri ini. Iffah sendiri memiliki makna usaha memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh dan tercela.”

Sumber : FTJAI

Judul Asli : Ketika Iffah mulai luntur (dibalik fenomena facebook)
————————–

——————————————————————-

Beberapa orang sering dgn mudahnya meng-up date status mereka dgn kata-kata yg tidak jelas” entah apa tujuannya selain untuk numpang beken, cari perhatian dan pengin ada komen-komen dari lainnya”.
> Dingin . . .
> B.E.T.E. . . .
> Capek
> Puanass buaget neh !
> Arghhh .. . !!!!
> Gile tuh org !
> . . .
> Aku masih menanti . . .
etc….

***************************************************************
Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.
Jazakallah khair
kutipan web; http://lautanilmu.ridhofitra.info

Oleh: cahayapelangi | Maret 30, 2010

Kumpulan 10 Misteri Besar Alam Semesta

10. Antimateri

sprite-6

Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.

9. Radiasi Kosmik Latarbelakang

sprite-71

Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).

8.Ekstrasolar Planet (Exoplanet)

sprite-8

Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.

7. Neutrino

Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.

6. Mini Black Hole

sprite-10

Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.

5. Energi Vakum

sprite-11

Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.

4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)

sprite-12

Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.

3. Materi Gelap (Dark Matter)

sprite-13

Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.

2. Quasar

sprite-14

Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.

.tahunT milyar 3 sekitar waktu dalam terjadi akan , yang kita galaksi Andromeda dan tabrakan simulasi merupakan atas di Gambar. kita Sakti Bima galaksi mendekati bergerak sedang Andromeda galaksi adalah mengejutkan lebih “memakan” satu sama lain. Yang saling dapat pun galaksi Ternyata

sprite-15

Galaksi1.abrakan Antar

sumber : http://priendah.wordpress.com

Oleh: cahayapelangi | Maret 30, 2010

Ternyata Air bisa Mendengar

UNTUK DI RENUNGKAN BERSAMA (^_^) Ternyata Air Bisa Mendengar… SUBHANALLAH Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (Q.S. Al Anbiya:30) … Lihat Selengkapnya Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan.

Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi.

Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk.

Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur. Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah. Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu.

Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit.

Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit. Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah.

Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas. Rasulullah saw. bersabda, “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya”. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah . Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan.

Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah. Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis. Wallahu a’lam ..

Oleh: cahayapelangi | April 18, 2010

BUMI HARUS DISELAMATKAN

KHUTBAH ‘IED AL-ADLHA
DI KAMPUS AL-ZAYTUN

Oleh :
Syaykh al-Zaytun

A.S. Panji Gumilang
Motto:
Al-Zaytun
Pusat Pendidikan, Pengembangan
Budaya Toleransi dan Perdamaian

ﻪﺗﺎﻛﺮﺑﻭ ﷲﺍ ﺔﲪﺭﻭ ﻢﻜﻴﻠﻋ ﻡﻼﺴﻟﺍ
ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﲪﺮﻟﺍ ﷲﺍ ﻢﺴﺑ
ﱪﻛﺃ ﷲﺍ ،ﱪﻛﺃ ﷲﺍ ،ﱪﻛﺃ ﷲﺍ ،ﱪﻛﺃ ﷲﺍ ،ﱪﻛﺃ ﷲﺍ ،ﱪﻛﺃ ﷲﺍ ،ﱪﻛﺃ ﷲﺍ
ﻟﺇ ﻻ ﺪﻤﳊﺍ ﷲﻭ ﱪﻛﺃ ﷲﺍ ،ﱪﻛﺃ ﷲﺍﻭ ﷲﺍ ﻻﺇ ﻪ .
- ﻦﻳﺪﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﻚﻟﺎﻣ ،ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﲪﺮﻟﺍ ،ﲔﳌﺎﻌﻟﺍ ﺏﺭ ﷲ ﺪﻤﳊﺍ .
- ﺭﻮﻨﻟﺍﻭ ﺕﺎﻤﻠﻈﻟﺍ ﻞﻌﺟﻭ ﺽﺭﻷﺍﻭ ﺕﺍﻮﻤﺴﻟﺍ ﻖﻠﺧ ﻯﺬﻟﺍ ﷲ ﺪﻤﳊﺍﻭ .
- ﺎﺟﻮﻋ ﻪﻟ ﻞﻌﳚ ﱂﻭ ﺏﺎﺘﻜﻟﺍ ﻩﺪﺒﻋ ﻰﻠﻋ ﻝﺰﻧﺃ ﻯﺬﻟﺍ ﷲ ﺪﻤﳊﺍﻭ .
- ﺍ ﻪﻟﻭ ﺽﺭﻷﺍﻭ ﺕﺍﻮﻤﺴﻟﺍ ﰱ ﺎﻣ ﻪﻟ ﻯﺬﻟﺍ ﷲ ﺪﻤﳊﺍﻭ ﺓﺮﺧﻷﺍ ﰱﻭ ﱃﻭﻷﺍ ﰱ ﺪﻤﳊ
ﲑﺒﳋﺍ ﻢﻴﻜﳊﺍ ﻮﻫﻭ .
- ﷲﺍ ﺎﻧﺍﺪﻫ ﻥﺃ ﻻ ﻮﻟ ﻯﺪﺘﻬﻨﻟ ﺎﻨﻛ ﺎﻣﻭ ﺍﺬﳍ ﺎﻧﺍﺪﻫ ﻯﺬﻟﺍ ﷲ ﺪﻤﳊﺍﻭ
- ﻪﻟﻮﺳﺭﻭ ﻩﺪﺒﻋ ﺍﺪﻤﳏ ﻥﺃ ﺪﻬﺷﺃﻭ ﻪﻟ ﻚﻳﺮﺷ ﻻ ﻩﺪﺣﻭ ﷲﺍ ﻻﺇ ﻪﻟﺇ ﻻ ﻥﺃ ﺪﻬﺷﺃ
- ﻪﻘﻠﺧ ﻦﻣ ﻪﺗﺭﺎﻴﺧﻭ ﷲﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﺪﻤﳏ ﺎﻧﻻﻮﻣﻭ ﺎﻨﻴﺒﻧ ﻰﻠﻋ ﻙﺭﺎﺑﻭ ﻢﻠﺳﻭ ﷲﺍ ﻰﻠﺻﻭ
ﲔﻴﺒﻨﻟﺍ ﰎﺎﺧ ﻡﻮﻳ ﱃﺇ ﻥﺎﺴﺣﺈﺑ ﻢﻬﻌﺒﺗ ﻦﻣﻭ ﻪﺑﺎﺤﺻﺃﻭ ﻪﻟﺃ ﻰﻠﻋﻭ ﲔﻠﺳﺮﳌﺍ ﻑﺮﺷﺃﻭ
ﻦﻳﺪﻟﺍ .
- ﻥﻮﻠﻓﺎﻐﻟﺍ ﻩﺮﻛﺫ ﻦﻋ ﻞﻔﻏﻭ ﻥﻭﺮﻛﺍﺬﻟﺍ ﻩﺮﻛﺫ ﺎﻤﻠﻛ ﺎﻨﻴﺒﻧ ﻰﻠﻋ ﷲﺍ ﻰﻠﺻﻭ .
- ﻦﻣ ﺪﺣﺃ ﻰﻠﻋ ﻰﻠﺻ ﺎﻣ ﻰﻛﺯﺃﻭ ﺮﺜﻛﺃﻭ ﻞﻀﻓﺃ ﻦﻳﺮﺧﻷﺍﻭ ﲔﻟﻭﻷﺍ ﰱ ﻪﻴﻠﻋ ﷲﺍ ﻰﻠﺻﻭ
ﻪﻘﻠﺧ , ﻣﺃ ﻦﻣ ﺍﺪﺣﺃ ﻰﻛﺯ ﺎﻣ ﻞﻀﻓﺃ ﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﺓﻼﺼﻟﺎﺑ ﻢﻛﺎﻳﺇﻭ ﺎﻧﺎﻛﺯﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﺗﻼﺼﺑ ﻪﺘ .
- ﺪﻌﺑ ﺎﻣﺃ , ﻰﻘﺗﺍ ﻦﻣ ﺯﺎﻓ ﺪﻘﻓ ﷲﺍ ﻯﻮﻘﺘﺑ ﻢﻛﺎﻳﺇﻭ ﲏﻴﺻﻭﺃ ﷲﺍ ﺩﺎﺒﻋ ﺎﻴﻓ , ﻰﻠﻋ ﻢﻜﺜﺣﺃﻭ
ﻥﻮﺤﻠﻔﺗ ﻢﻜﻠﻌﻟ ﻪﺘﻋﺎﻃ .
- ﱪﻛﺃ ﷲﺍ ،ﱪﻛﺃ ﷲﺍ , ﱪﻛﺃ ﷲﺍ , ﱪﻛﺃ ﷲﺍ ،ﱪﻛﺃ ﷲﺍ
- ﺪﻤﳊﺍ ﷲﻭ ،ﱪﻛﺃ ﷲﺍﻭ ﷲﺍ ﻻﺇ ﻪﻟﺇ ﻻ
BERKORBAN DEMI KEMANUSIAAN
YANG ADIL DAN BERPERADABAN

1. Pendahuluan
Bumi dan manusia merupakan suatu kesatuan yang tidak
terpisahkan, manusia sebagai penghuni planet bumi menjadi makhluk
ataupun satu kesatuan masyarakat ekologis yang interdependen dengan
para makhluk hidup lainnya di bumi ini. Bila terjadi ketidakserasian
ekologis, maka akan terjadi akibat yang merugikan semua penghuni
planet bumi ini.
Penciptaan manusia dan fungsinya di bumi dijelaskan oleh Tuhan;
Sesungguhnya Tuhan menjadikan khalifah / petugas-Nya di muka bumi
ini berwujud manusia,
(Q.S. 2/30)
Sesungguhnya Aku menjadikan seorang khalifah di muka bumi
Khalifah pertama adalah Adam a.s., sebagai nama diri, juga
mengandung arti “manusia”.
Tuhan menciptakan Taman untuk Adam a.s. dan pasangannya
yaitu Taman Eden, menempatkannya di Taman itu, untuk
mengusahakan dan memeliharanya yakni sebagai tempat yang dapat
dipergunakan untuk bekerja. Jadi, Adam a.s. diciptakan bukan untuk
menganggur. Makanan yang ada adalah buah-buahan dari berbagai
pohon, buah-buahan dan biji-bijian dari jenis semak-semak dan gandum/
beras dari jenis rerumputan,
(Q.S. 2/35)
Dan kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan pasanganmu taman ini, dan makanlah makananmakanannya
yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, karena
dapat menyebabkan kamu menjadi orang yang zalim.
Lalu Tuhan menampilkan berbagai binatang, burung, dan tumbuhtumbuhan
(fauna dan flora) agar ia memberi nama bagi mereka,
sehingga Adam a.s. dapat mengenali sifat-sifat dan kemampuankemampuan
semua yang dikenali itu,
(Q.S. 2/31)
Dan Tuhan mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya.
Teguran bahkan hukuman Tuhan bagi Adam a.s. berupa persona
nongrata dari taman Eden yang indah karena beliau memasuki batas
larangan yang telah ditetapkan, agar tidak mendekati suatu pohon
tertentu, apatah lagi memetik atau memakan buahnya. Itu merupakan
isyarat betapa penting mempertahankan ekosistem dalam masyarakat
ekologis di muka bumi.
Ketika Adam a.s. bersama pasangannya, menyentuh dan makan
buah dari pohon yang telah ditentukan Allah tidak boleh mereka sentuh,
akibatnya Adam a.s. diusir dari Taman Eden, mereka ternistakan,
digambarkan sebagai telanjang (tanda dipermalukan) yang
mengakibatkan perubahan kehidupan, bermula dari jerih payah untuk
mencari rizqi sepanjang umur hidupnya. Tanah subur di Taman Eden
telah ditingalkan dan harus terus menata tempat baru yang penuh
tantangan sepanjang zaman. Dan ia terus lakukan sekalipun dengan
pengorbanan dan kerja keras, kemudian dengan penuh kesadaran,
Adam a.s. bertobat kepada Tuhan atas segala kelengahan-Nya,
(Q.S. 3/37)
Kemudian Adam menerima beberapa ajaran bertaubat dari Tuhannya, Maka Allah menerima taubatnya.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Kemampuan Nabi Nuh a.s. membaca tanda-tanda alam yang
menjurus kepada terjadinya bencana air bah yang dapat memusnahkan
segala penghuni bumi. Sehingga dengan keterampilan yang dimilikinya
(atas petunjuk Tuhan) beliau mempersiapkan perahu pengaman
kehidupan penghuni bumi pasca air bah yang mematikan sekalipun
beliau tidak mendapat dukungan dari banyak kaumnya.
Nabi Nuh a.s. dalam menghadapi tantangan selalu berdo’a :
(Q.S. 23/29)
Ya Tuhanku, tempatkanlah Aku pada tempat yang diberkati, dan Engkaulah sebaik-baik Dzat yang memberi
tempat.
Nabi Nuh a.s. telah tampil sebagai pemimpin penyelamat generasi
makhluk hidup yang selalu memberi bimbingan dengan ajaran Ilahi, serta
contoh kongkrit berbentuk ﺕﺍﲑﳋﺍ ﻞﻌﻓ perbuatan kebajikan, sehingga
selamatlah perjalanan generasi kehidupan selanjutnya. Itulah contoh
kepemimpinan berwawasan masa depan,
(Q.S. 21/73)
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami
dan telah kami wahyukan kepada mereka, agar mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan
zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah,
Juga, betapa ketat regulasi yang ditetapkan oleh Muhammad
S.A.W. demi melindungi Madinah dari terpaan terik panas alam
lingkungannya. Dengan ketetapan regulasi yang tak kenal tawar
menawar berupa larangan mutlak menebang tegakan pohon apapun
jenis tegakan itu, ancamannya jelas. Barangsiapa berani melanggarnya,
akan mendapat laknat dari Allah, para malaikat, dan manusia sejagat.
Dalam hadits riwayat Bukhari dari sahabat Anas r.a. mengisahkan
undang-undang tentang larangan penebangan tegakan pohon di Negara
Madinah.
ﻪْﻨَﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻲِﺿَﺭ ٍﺲَﻧ ﹶﺃ ْﻦَﻋ ، ﹶﻝﺎﹶﻗ َﻢﱠﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴ ﹶﻠَﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠَﺻ ﻲِﺒ ﻨ ﻟ ﺍ ِﻦَﻋ : ْﻦِﻣ ﻡَﺮَﺣ ﹸﺔَﻨﻳِﺪَﻤﹾﻟﺍ
ِﻪﱠﻠﻟ ﺍ ﹸﺔَﻨ ْﻌﹶﻟ ِﻪْﻴ ﹶﻠَﻌﹶﻓ ﺎﹰﺛَﺪَﺣ ﹶﺙَﺪْﺣﹶﺃ ْﻦَﻣ ﹲﺙَﺪَﺣ ﺎَﻬﻴِﻓ ﹸﺙَﺪْﺤﻳ ﺎﹶﻟَﻭ ﺎَﻫﺮَﺠَﺷ ﻊﹶﻄﹾﻘﻳ ﺎﹶﻟ ﺍﹶﺬﹶﻛ ﻰﹶﻟِﺇ ﺍﹶﺬﹶﻛ
ﻨ ﻟ ﺍ َﻭ ِﺔﹶﻜِﺋ ﺎﹶﻠَﻤﹾﻟ ﺍ َﻭ َﲔِﻌَﻤْﺟﹶﺃ ِﺱﺎ * ) ﻩﺍﻭﺭ ﻱﺭﺎﲞ (
Rasulullah bersabda: Ditetapkan beberapa larangan di Negara
Madinah ini; Tegakan pohonan yang ada di dalamnya tidak boleh
ditebang, dan larangan ini tidak boleh diubah, barang siapa melanggar
dan mengubah larangan ini maka Allah, para malaikat, dan manusia
sejagat melaknat mereka.
Itulah suatu hakekat bahwa bumi, manusia, dan makhluk-makhluk
hidup lainnya di bumi ini merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Makhluk-makhluk hidup penghuni bumi ini sangat bergantung pada
kelestarian bumi/alam. Sedangkan kelestariannya dapat wujud menurut
kadar kearifan dan kesantunan ummat manusia dalam mempertahankan
ekosistem.
Dalam hal ini Tuhan telah memberi bimbingan kepada komunitas
ekologis di muka bumi ini bahwa: Bumi diciptakan sebagai hamparan,
dipergunakan sebagai akses transportasi, sebagai penampung air hujan
yang daripadanya tumbuh berbagai pasangan tanaman / tumbuhan,
daripadanya diproduksi pangan dan pakan untuk manusia dan ternak
dan makhluk hidup lainnya, sehingga kehidupan dapat terus berestafet
dan sustainable,
(Q.S. 20/53-54)
53. Tuhan Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang Telah menjadikan bagimu di bumi
itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis
dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
54. Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tandatanda
kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.
2. Bumi Harus Diselamatkan
Pesan hari raya kurban kali ini (1428 H) adalah: Suatu ajakan
meningkatkan karya nyata penyelamatan bumi tempat tinggal segala
makhluk hidup, dari kerusakan, kehancuran, akibat ulah dan keserakahan
manusia.
Suatu ajakan diikuti tindakan nyata oleh siapa saja, pemimpin,
rakyat, pemerintah, swasta, siapapun harus melakukan sekuat tenaga
dan kemampuan yang dimilikinya. Sikap dan tindakan penyelamatan
lingkungan hidup yang kita sikapi ini, menjadi pertanda ketakwaan kita
kepada Tuhan Y.M.E. oleh itu mari kita lakukan dan wujudkan sikap:
(Q.S. 11/88)
Yang aku maksudkan hanyalah mendatangkan perbaikan dan penyelamatan selama aku berkemampuan. dan
kesepakatanku terhadap sikap ini hanyalah karena Allah, Tuhan tempat aku berserah diri dan aku kembali.
Mengapa bumi harus diselamatkan dari kerusakan maupun
kehancuran? Sebab bumi (tanah) adalah asal kehidupan manusia dan
makhluk hidup lainnya, ke dalam bumi pula disemayamkan, dan pergantian
generasi selanjutnya bersumber dari bumi yang kita huni ini.
Ajaran Tuhan membimbing kita bahwa,
(Q.S. 20/55)
Dari bumi (tanah) lah kami menjadikan kamu semua makhluk hidup dan kepadanya aku akan mengembalikan
kamu semua dan daripadanya kami akan mengeluarkan / menjadikan lagi.
Menurut keyakinan ummat beriman maupun manusia secara
keseluruhan, bumi dan isinya adalah karunia Ilahi, karunia paripurna
yang dianugerahkan kepada ummat manusia. Dilengkapi dengan
petunjuk pemanfaatannya, untuk itu manusia dikarunia akal, naluri, dan
kodrat alamiah untuk kelanjutan hidup masing-masing.
Agar kita memiliki rasa tanggung jawab yang setinggi-tingginya
terhadap bumi karunia Ilahi ini, kita harus menanamkan sikap dan
tanggung jawab itu pada diri kita masing-masing. Bahwa Tuhanlah yang
telah menganugerahkan semua itu,
(Q.S. 20/50)
Tuhan kami lah yang telah menganugerahkan segala sesuatu kepada makhluknya dan diikuti segala petunjuknya
Dari situ jelas, manusia merupakan makhluk yang sangat
bertanggung jawab atas segala kelestarian maupun kerusakan planet
bumi ini. Manusia berdasar kodratnya diciptakan berpasangan, male dan
female yang selanjutnya membentuk suku dan bangsa, dari situ tercipta
interdependensi ummat manusia sejagat raya ini. Terciptalah kehidupan
mozaik global, tersusun dari negara bangsa yang masing-masing
memiliki kedaulatan, kebebasan, dan kemerdekaannya, dalam mengatur
negara bangsa masing-masing.
Interdependensi ummat manusia berdasar perwujudan
kebangsaannya, menjadikan interdependensi antarnegara bangsa
secara global. Maka jika dalam memanfaatkan bumi ini yang kemudian
terjadi berbagai kerusakan akibat ulah manusia, maka penanganan dan
penyelamatannya menjadi tanggung jawab bersama, tanggung jawab
antarbangsa. Kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab bersama,
(Q.S. 30/41)
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, karenanya Allah
menampakkan berbagai akibat buruk yang mereka rasakan akibat perbuatan mereka, kiranya mereka mau
kembali kepada aturan yang benar.
Karena ummat manusia ataupun bangsa-bangsa di dunia ini saling
ketergantungan dalam memakmurkan bumi karunia Tuhan maka
memakmurkannya pun menjadi hak bersama.
(Q.S. 11/61)
Tuhan telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya, Karena itu jika terjadi kesalahan
mohonlah ampunan-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat rahmat-Nya lagi selalu mengijabah segala
permohonan .
Dari sejumlah negara bangsa di dunia berdasar kadar usaha dalam
menata dan memajukan kehidupannya, terciptalah kelompok-kelompok,
ada yang tampil dengan kemampuan dan kemajuan dalam berbagai
aspek kehidupan, yang sering disebut sebagai negara-negara maju,
adapula yang sebaliknya, belum berkeupayaan menciptakan
kesejahteraan hidupnya, yang sering disebut sebagai negara sedang
berkembang, bahkan terbelakang.
Selamanya Tuhan selalu memosisikan ummat / bangsa yang
paling gigih dan patuh pada tatanan-Nya menjadi bangsa yang terdepan
dalam kemajuan berbagai bidang
(Q.S. 49/13)
Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Tuhan adalah siapa yang paling takwa (yakni orang yang paling
taat kepada tatanan Ilahi). Sesungguhnya Tuhan Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
3. Bangsa Indonesia Ikut Bertanggung Jawab
Bangsa Indonesia telah selamat mencapai kemerdekaan Negara
Indonesia, menjadi negara merdeka, bersatu, berdaulat, menuju keadilan
dan kemakmuran. Semua itu atas berkat rahmat Allah Yang Maha Esa
dan atas dorongan keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan
yang bebas dan merdeka.
Sejak dikumandangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia 17
Agustus 1945, bangsa Indonesia dengan tegas menyatakan ikut serta
melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial. Oleh sebab itu, gejolak apapun yang terjadi di
muka bumi ini, Indonesia berkewajiban ikut meredamnya, itu sebuah
konsekuensi.
Isu pemanasan global, perubahan iklim, dan berbagai akibat yang
ditimbulkan keduanya, merupakan isu besar ummat manusia seluruh
penghuni bumi ini, ummat manusia seluruhnya merasa risau, dan
seluruh bangsa-bangsa di dunia mencari solusinya, Indonesia menjadi
tempat diskusi antarbangsa tentang hal tersebut. Apapun kesepakatan
yang telah dicapai dalam diskusi internasional, biasanya tidak serta
merta dapat dilaksanakan. Namun, dalam menghadapi isu pemanasan
global dan perubahan iklim ini, tentunya Indonesia pun tidak terhindar
dari akibatnya.
Oleh sebab itu, bangsa Indonesia telah membentuk dan memiliki
Pemerintah Negara, yang fungsinya untuk melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tanah air Indonesia sudah sewajibnya bertindak
arif dan bijak menetapkan kebijakan-kebijakan dan rencana strategis
berbentuk program aksi yang jelas dan terkontrol dalam menghadapi isu
besar pemanasan global yang sudah pasti akan menimpa negara
kepulauan Indonesia ini.
Pemanasan global dan perubahan iklim, telah terjadi dan terus
bergerak. Kenyataan yang telah kita rasakan di negara kita, bahwa
cuaca semakin memanas, musim semakin tidak menentu. Hutan-hutan
semakin menipis bahkan semakin habis. Sungai semakin tidak
berkemampuan menampung air diwaktu hujan. Banjir melanda berbagai
tempat dan kota-kota besar. Desa-desa dan kota-kota tidak memiliki
tegakan hutan yang mampu melindungi dan meneduhi lingkungan.
Walhasil terlalu luas areal tanah air kita tidak terlindungi oleh rimbunnya
tegakan rimba/hutan. Di berbagai negara duniapun merasakan seperti
yang kita rasakan.
Dalam menghadapi kejadian/peristiwa semacam ini, kita sebagai
manusia beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, semestinya tidak
saling mencari kesalahan, siapa yang paling bersalah, negara mana
penyebab segala yang sedang terjadi. Sebab diskusi global/internasional
telah diselenggarakan. Semestinya tindakan lokal, untuk mengurangi
pemanasan dan mengantisipasi perubahan iklim itu harus kita mulai dari
titik dan lokasi paling kecil, dari desa, kota, dan seluruh tanah air.
Gerakan utama yang harus kita lakukan segera adalah
menciptakan Payung Tanah Air berupa Gerakan Penghijauan Nasional.
Suatu gerakan yang didukung oleh kekuatan Undang-undang yang jelas
dan tegas. Pemerintah bersama rakyat, bahu-membahu
melaksanakannya. Ditetapkan target dari tahun ke tahun, dilindungi
kelestarian hidup tumbuhnya tegakan yang telah ditanam, pemerintah
dan rakyat melaksanakan perawatannya.
Gerakan selanjutnya adalah revitalisasi sungai, danau, waduk serta
menciptakan cekungan-cekungan tampungan air, agar dapat berfungsi
sebagai penyalur dan penampung air pada musim yang diperlukan.
Sesungguhnya jika semua itu kita lakukan, hakekatnya adalah
suatu kewajaran belaka. Sebab, tegakan-tegakan pohon raksasa yang
telah kita tebang, semuanya itu adalah hasil tanaman pendahulu kita,
dan jika kita kini menanam itu maknanya kita secara wajar berbuat untuk
generasi penerus kita, penerus kelangsungan Indonesia Raya. Disini
Penghijauan Nasional bermakna: usaha membangun jiwa raga bangsa
Indonesia untu kelangsungan hidup Indonesia Raya yang kuat dan
damai.
ﺎﻨﻠﺒﻗ ﻦﻣ ﺱﺮﻏ ﺪﻘﻟ ﺎﻧﺪﻌﺑ ﻦﻣ ﻞﻛﺄﻴﻟ ﻦﳓ ﺱﺮﻐﻧﻭ ﺎﻨﻠﻛﺄﻓ
Pendahulu kita telah menanam dan kita menikmatinya, maka kini giliran
kita menanam agar generasi penerus kita dapat merasakan nikmatnya.
4. Membangun Kesadaran Bersama
Kesadaran individu menuju terciptanya kesadaran bersama dalam
menghadapi segala macam tantangan kehidupan harus terus dibangun.
Musibah, bencana, kecelakaan dalam kehidupan, datangnya selamanya
tidak pernah memilih dan memilah obyek/sasaran maupun korbannya.
Banjir bandang akibat penebangan tegakan rimba secara liar,
menerpa lingkungan sekitarnya tanpa pandang bulu, boleh jadi
penjahatnya justru dapat menyelamatkan diri dari ulah jahatnya itu.
Bahkan dalam masyarakat negara yang belum sadar lingkungan
penjahat semacam itu masih dapat lolos dan selamat dari tuntutan
hukum.
Hutan gundul, areal luas yang tidak diselimuti oleh rimbunnya
tegakan pohon, mengakibatkan peningkatan tekanan suhu udara,
semakin panas, mematikan banyak makhluk hidup. Terpaan panas
semacam itu, juga tidak memilih korbannya. Walhasil bencana tidak
memilih korban! Penjahat, orang baik-baik, pemimpin, rakyat jelata,
istana, maupun gubug reot, semua dapat menjadi sasaran bencana.
Tuhan berpesan dalam ajaran-Nya: ( (Q.S. 8/25)
Dan hindarilah bencana yang tidak khusus menimpa orang-orang yang berbuat zalim angkara murka saja.
Di sini kesadaran individu harus dibangun, untuk terciptanya
kesadaran bersama yang selanjutnya menjadi kesadaran nasional.
Ajaran Ilahi berkenaan dengan kesadaran bersama atau kesadaran
Nasional dapat menimbulkan kekuatan yang sangat absolut mampu
mencegah dari berbagai hal negatif. Pesan Tuhan:
(Q.S. 5/105)
Hai orang-orang yang beriman, tingkatkan kesadaran dirimu, jika kamu memiliki kesadaran bersama maka tidak
siapapun yang mampu memberi mudharat kepadamu apabila kamu tetap sadar pada petunjuk Tuhan.
Kesadaran yang kita bangun adalah: Kesadaran memelihara
lingkungan hidup, memelihara bumi di mana kita tinggal. Kita ciptakan
suasana lingkungan yang asri. Bumi yang memiliki dan mampu
menampung air yang bersih, penuh tegakan pohon rimba yang tertata
kerimbunannya, berisi berbagai macam ternak yang sihat dan
menyihatkan, penuh dengan tanaman pangan yang dapat membantu
pangan dan pakan menuju pertumbuhan kesihatan bangsa dan ummat
manusia serta makhluk hidup lainnya.
Memelihara lingkungan asri, memelihara bumi agar tetap asri sama
halnya dengan menata taman syurgawi, dalam kehidupan di dunia ini.
Sebab taman syurga yang telah ditamsilkan oleh Tuhan Y.M.E., meliputi
keasrian lingkungan hidup.
Mulai hari ini, hidupkan kembali kesadaran kita untuk peduli
lingkungan hidup, mulai dari diri kita masing-masing membangun
kebaikan untuk menyelamatkan bumi tempat kita tinggal, menanam
tegakan pohon di lingkungan kita dan memeliharanya adalah sama
dengan menghidupkan kebaikan, menyelamatkan bumi dari terpaan
panas yang mematikan. Tuhan akan selalu menyertai kehendak kita,
sebesar usaha kita menata lingkungan hidup sebesar itu pula
pertolongan Tuhan akan kita rasakan, dan bencanapun akan dapat
diminimalkan. Tanamlah tegakan pohon di halaman-halaman tempat
tinggal kita, di lokasi / areal-areal kosong yang kita punyai. Ciptakan
lingkungan yang penuh dengan tegakan pohon yang tertata dan
terpelihara rapi. Semua kelak akan menjadi payung peneduh dari
terpaan panas yang pasti datang masanya.
Mari kita ciptakan Taman Surgawi di dunia ini, sebagaimana tamsil
yang diberikan Tuhan.
( (Q.S. 47/15)
Perumpamaan Taman Surgawi yang dijanjikan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan adalah Taman
yang di dalamnya ada sungai-sungai berisi air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai yang berisi air
susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai berisi anggur yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungaisungai
dari madu yang jernih tersaring; dan mereka mendapatkan di dalam taman itu segala macam buah-buahan
dan ampunan Tuhan
Karenanya, menunjuk tamsil di atas sudahkah Taman atau tempat di
mana kita tinggal hari ini memiliki ciri-ciri tamsil dari Tuhan itu ?
Sudahkah Negara kita memiliki sungai yang berair bersih berfungsi
air sebagai sumber kehidupan ? kalau kita punyai, maka Negara kita
patut dijuluki Taman Surgawi. Sudahkah Negara kita memiliki sumber
susu segar yang melimpah, sehingga kita dapat menikmati untuk
meminum dan memberi minum pada bangsa lain ?
Anggur sumber minuman segar, madu, dan buah-buahan
sudahkah berproduksi di Negara kita ? Semuanya pertanyaan yang
mesti kita wujudkan jawabannya. Itu pun kalau kita ingin menjadi
penghuni surga di dunia ini, apatah lagi di akhirat kelak. Kalau tidak,
maka menjadi sebaliknya, menjadi neraka kehidupan. Sungainya
mendidih yang mampu memotong tenggorokan dan usus kehidupan,
maknanya sengsara abadi di dunia ini, dan jika seperti itu, bagaimana
kelak di akhirat ?
Jika kehidupan taman surgawi / lingkungan hidup yang asri yang
kita ingin wujudkan, maka sesungguhnya diperlukan pengorbanan yang
tiada henti. Pengorbanan dalam bentuk mempertajam konsistensi
tindakan menata generasi penerus yang tetap sadar terhadap cita-cita
kesatuan dan persatuan berbangsa dan bernegara. Pengorbanan dalam
bentuk terciptanya cita-cita bersama Indonesia yang damai asri nikmat
untuk dihuni oleh segala warga bangsa tanpa kecuali.
Semoga kita dapat terus berkorban demi kemanusiaan yang penuh
keadilan dan berperadaban. Insya Allah. ﲔﻣﺍ
- ﲔﻌﲨﺃ ﷲﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﺔﺑﺎﺤﺻ ﻞﻛ ﻦﻋ ﱃﺎﻌﺗ ﷲﺍ ﻰﺿﺭﻭ ﻢﻠﺳﻭ ﺪﻤﳏ ﻰﻠﻋ ﻞﺻ ﻢﻬﻠﻟﺍ
ﲔﳌﺎﻌﻟﺍ ﺏﺭ ﷲ ﺪﻤﳊﺍﻭ .
- ،ﻡﻼﺴﻟﺎﺑ ﺎﻨﺑﺭ ﺎﻨﻴﺤﻓ ،ﻡﻼﺴﻟﺍ ﺩﻮﻌﻳ ﻚﻴﻟﺇﻭ ،ﻡﻼﺴﻟﺍ ﻚﻨﻣﻭ ،ﻡﻼﺴﻟﺍ ﺖﻧﺃ ﻢﻬﻠﻟﺍ
ﻡﺍﺮﻛﻹﺍﻭ ﻝﻼﳉﺍ ﺍﺫ ﺎﻳ ﺖﻴﻟﺎﻌﺗﻭ ﺎﻨﺑﺭ ﺖﻛﺭﺎﺒﺗ ،ﻡﻼﺴﻟﺍ ﺭﺍﺩ ﺔﻨﳉﺍ ﺎﻨﻠﺧﺩﺃﻭ .
- ﻼﻓ ﻮﺟﺮﻧ ﻚﺘﲪﺭ ﻢﻬﻠﻟﺍ ﻪﻟﺇ ﻻ ﺎﻬﻠﻛ ﺎﻨﻧﻭﺆﺷ ﺎﻨﻟ ﺢﻠﺻﺃﻭ ﲔﻋ ﺔﻓﺮﻃ ﺎﻨﺴﻔﻧﺃ ﱃﺇ ﺎﻨﻠﻘﺗ
ﺖﻧﺃ ﻻﺇ .
- ﺭﺍﺮﻘﻟﺍ ﺭﺍﺩ ﰱ ﻢﻬﻌﻣ ﺎﻨﻜﺳﺃﻭ ﺭﺍﺮﺑﻷﺍ ﲔﻘﺘﳌﺍ ﻦﻣ ﺎﻨﻠﻌﺟﺍ ﻢﻬﻠﻟﺍ , ﺭﺍﺩﻭ ﻡﻼﺴﻟﺍ ﺭﺍﺩ
ﺭﺍﺮﺑﻸﻟ ﻡﻼﺳﻹﺍ .
- ﺓﺭﺩﺎﺒﳌﺍﻭ ﻚﺘﻋﺎﻃ ﰱ ﻥﻭﺎﻌﺘﻠﻟ ﺎﻨﻘﻓﻭﻭ ﻚﻴﻟﺇ ﺎﻐﺻﻹﺍﻭ ﻚﻴﻠﻋ ﻝﺎﺒﻗﻹﺍ ﻦﺴﲝ ﺎﻨﻘﻓﻭ ﻢﻬﻠﻟﺍ
ﺏﺍﺩﻷﺍ ﻦﺴﺣﻭ ﻚﺘﻣﺪﺧ ﱃﺇ ﻚﺋﺎﻀﻘﺑ ﺎﺿﺮﻟﺍﻭ ﻙﺮﻣﻷ ﻢﻴﻠﺴﺘﻟﺍﻭ ﻚﺘﻠﻣﺎﻌﻣ ﰱ

ﻚﺋﺎﻤﻌﻨﻟ ﺮﻜﺸﻟﺍﻭ ﻚﺋﻼﺑ ﻰﻠﻋ ﱪﺼﻟﺍﻭ ﲔﻤﻠﺴﳌﺍ ﻊﻴﻤﳉﻭ ﺎﻨﻳﺪﻟﺍﻮﻟﻭ ﺎﻨﻟ ﺮﻔﻏﺍﻭ
ﻰﻠﻋ ﷲﺍ ﻰﻠﺻﻭ ﲔﲪﺍﺮﻟﺍ ﻢﺣﺭﺃ ﺎﻳ ﻚﺘﲪﺮﺑ ﺕﺍﻮﻣﻷﺍﻭ ﻢﻬﻨﻣ ﺀﺎﻴﺣﻷﺍ ﺕﺎﻤﻠﺴﳌﺍﻭ
ﲔﻌﲨﺃ ﻪﻟﺃﻭ ﺪﻤﳏ .
- ﻬﻠﻟﺍ ﻢ ﻞﺴﻜﻟﺍﻭ ﺰﺠﻌﻟﺍ ﻦﻣ ﻚﺑ ﺫﻮﻌﻧﻭ ﻥﺰﳊﺍﻭ ﻢﳍﺍ ﻦﻣ ﻚﺑ ﺫﻮﻌﻧ ﺎﻧﺇ ﻦﻣ ﻚﺑ ﺫﻮﻌﻧﻭ
ﻝﺎﺟﺮﻟﺍ ﺮﻬﻗﻭ ﻦﻳﺪﻟﺍ ﺔﺒﻠﻏ ﻦﻣ ﻚﺑ ﺫﻮﻌﻧﻭ ﱭﳉﺍﻭ ﻞﺨﺒﻟﺍ .
- ﲎﻐﻟﺍﻭ ﻑﺎﻔﻌﻟﺍﻭ ﻰﻘﺘﻟﺍﻭ ﻯﺪﳍﺍ ﻚﻟﺄﺴﻧ ﻢﻬﻠﻟﺍ
- ﺎﺒﻴﻃ ﻻﻼﺣ ﺎﻗﺯﺭ ﺎﻨﻗﺯﺭﺍﻭ ﺎﻨﻓﺎﻋﻭ ﺎﻧﺪﻫﺍﻭ ﺎﻨﲪﺭﺍﻭ ﺎﻨﻟ ﺮﻔﻏﺍ ﻢﻬﻠﻟﺍ
- ﻊﻴﲨﻭ ﻚﺘﻤﻘﻧ ﺓﺄﺠﻓﻭ ﻚﺘﻴﻓﺎﻋ ﻝﻮﲢﻭ ﻚﺘﻤﻌﻧ ﻝﺍﻭﺯ ﻦﻣ ﻚﺑ ﺫﻮﻌﻧ ﺎﻧﺇ ﻢﻬﻠﻟﺍ
ﻚﺘﺨﺳ .
- ﻢﻬﻠﻟﺍ ﻦﻣﻭ ﻊﺒﺴﻳ ﻻ ﺲﻔﻧ ﻦﻣﻭ ﻊﺸﳜ ﻻ ﺐﻠﻗ ﻦﻣﻭ ﻊﻔﻨﻳ ﻻ ﻢﻠﻋ ﻦﻣ ﻚﺑ ﺫﻮﻌﻧ ﺎﻧﺇ
ﻚﻨﻳﺩ ﻰﻠﻋ ﺎﻨﺑﻮﻠﻗ ﺖﺒﺛ ﺏﻮﻠﻘﻟﺍ ﺐﻠﻘﻣ ﺎﻳ ﺎﳍ ﺏﺎﺠﺘﺴﻳ ﻻ ﺓﻮﻋﺩ .
- ﺎﻣﻭ ﺭﺎﻨﻟﺍ ﻦﻣ ﻚﺑ ﺫﻮﻌﻧﻭ ﻞﻤﻋﻭ ﻝﻮﻗ ﻦﻣ ﺎﻬﻴﻟﺇ ﺏﺮﻗ ﺎﻣﻭ ﺔﻨﳉﺍ ﻚﻟﺄﺴﻧ ﺎﻧﺇ ﻢﻬﻠﻟﺍ
ﻪﻨﻣ ﺎﻨﻤﻠﻋ ﺎﻣﻭ ﻪﻠﺟﺃﻭ ﻪﻠﺟﺎﻋ ﻪﻠﻛ ﲑﳋﺍ ﻦﻣ ﻚﻟﺄﺴﻧﻭ ﻞﻤﻋﻭ ﻝﻮﻗ ﻦﻣ ﺎﻬﻴﻟﺇ ﺏﺮﻗ ﺎﻣﻭ
ﺀﺍﺪﻋﻷﺍ ﺔﺗﺎﴰﻭ ﺀﺎﻀﻘﻟﺍ ﺀﻮﺳﻭ ﺀﺎﻘﺸﻟﺍ ﻙﺭﺩﻭ ﺀﻼﺒﻟﺍ ﺪﻬﺟ ﻦﻣ ﻚﺑ ﺫﻮﻌﻧﻭ ﻢﻠﻌﻧ ﱂ .
- ﺎﻬﻛﺯﻭ ﺎﻫﺍﻮﻘﺗ ﺎﻨﺴﻔﻧﺃ ﺕﺃ ﻢﻬﻠﻟﺍ , ﺎﻫﺎﻛﺯ ﻦﻣ ﲑﺧ ﺖﻧﺃ , ﺎﻫﻻﻮﻣﻭ ﺎﻬﻴﻟﻭ ﺖﻧﺃ .
- ﺎﻨﻤﺻﺎﺧ ﻚﺑﻭ ﺎﻨﺒﻧﺃ ﻚﻴﻟﺇﻭ ﺎﻨﻠﻛﻮﺗ ﻚﻴﻠﻋﻭ ﺎﻨﻣﺁ ﻚﺑﻭ ﺎﻨﻤﻠﺳﺃ ﻚﻟ ﻢﻬﻠﻟﺍ .
- ﺖﻧﺃ ﻻﺇ ﻪﻟﺇ ﻻ ﺓﺰﻌﺑ ﺫﻮﻌﻧ ﺎﻧﺇ ﻢﻬﻠﻟﺍ . ﻻ ﻯﺬﻟﺍ ﻰﳊﺍ ﺖﻧﺃ ﺕﻮﳝ ﻪﻠﻛ ﻕﻮﻠﺨﳌﺍﻭ ﺕﻮﳝ .
- ﻚﻧﺇ ﺕﺍﻮﻣﻷﺍﻭ ﻢﻬﻨﻣ ﺀﺎﻴﺣﻷﺍ ﺕﺎﻤﻠﺴﳌﺍﻭ ﲔﻤﻠﺴﳌﺍﻭ ﺕﺎﻨﻣﺆﳌﺍﻭ ﲔﻨﻣﺆﻤﻠﻟ ﺮﻔﻏﺍ ﻢﻬﻠﻟﺍ
ﺕﺍﻮﻋﺪﻟﺍ ﺐﻴﳎ ﺐﻳﺮﻗ ﻊﻴﲰ .
- ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﺏﺍﻮﺘﻟﺍ ﺖﻧﺃ ﻚﻧﺇ ﺎﻨﻴﻠﻋ ﺐﺗﻭ ﻢﻴﻠﻌﻟﺍ ﻊﻴﻤﺴﻟﺍ ﺖﻧﺃ ﻚﻧﺇ ﺎﻨﻣ ﻞﺒﻘﺗ ﺎﻨﺑﺭ .
- ﺭﺎﻨﻟﺍ ﺏﺍﺬﻋ ﺎﻨﻗﻭ ﺔﻨﺴﺣ ﺓﺮﺧﻷﺍ ﰱﻭ ﺔﻨﺴﺣ ﺎﻴﻧﺪﻟﺍ ﰱ ﺎﻨﺗﺃ ﺎﻨﺑﺭ .
- ﺤﺒﺳ ﻳ ﺎﻤﻋ ﺓﺰﻌﻟﺍ ﺏﺭ ﻚﺑﺭ ﻥﺎ ﺼ ﲔﳌﺎﻌﻟﺍ ﺏﺭ ﷲ ﺪﻤﳊﺍﻭ ﲔﻠﺳﺮﳌﺍ ﻰﻠﻋ ﻡﻼﺳﻭ ﻥﻮﻔ
ﲔﳌﺎﻌﻟﺍ ﺏﺭ ﷲ ﺪﻤﳊﺍﻭ ﺎﻨﻈﻔﳛﻭ ﺎﻧﺎﻋﺮﻳ ﷲﺍﻭ ﺍﺬﻫ
Al-Zaytun,

Syaykh al-Zaytun,
A. S. Panji Gumilang

Oleh: cahayapelangi | April 18, 2010

Sejarah Islam Nusantara,Sumatra-Jawa

Islam adalah agama di Indonesia yang paling banyak pemeluknya, bagaimana sih kok islam dapat masuk ke Indonesia? bagaimana kah sejarah islam di Indonesia ini?agama islam masuk ke Indonesia secara besar besaran terjadi sekitar abad XIV dan XV, masuk dan berkembanganya islam di Indonesia ini juga tidak lepas dari kerajaan-kerajaan islam di Indonesia, seperti kesultanan Samudra Pasai, Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, Ternate dan lain-lain. agar lebih jelas dalam menyimak sejarah islam di Indonesia, bagian pertama ini mari kita simak tentang sejarah kerajaan Islam Kesultanan Perlak

* Kesultanan Perlak

Pada tahun 30 Hijriyah atau 651 masehi, Khalifah Usman bin Affan mengirim delegasi ke Cina. delegasi tersebut bertugas memperkenalkan agama islam. Waktu itu hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW. dalam perjalanan laut yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan usman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 Masehi, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat sumatra.
Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Agama Islam. Sejak saat itu, para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah. lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk agama islam, meskipun belum secara besar-besaran. Aceh daerah paling barat di kepulauan Nusantara adalah yang pertama kali menerima ajaran agama islam. bahkan di acehlah kesultanan atau kerajaan islam pertama di Indonesia berdiri, yakni kesultanan Perlak (Memang ada perbedaan pendapat, di versi lain menyebutkan kerajaan islam yang pertama adalah Samudra Pasai)
Kesultanan Perlak adalah kerajaan islam pertama di Nusantara, kerajaan ini berkuasa pada tahun 840 hingga 1292 Masehi di sekitar wilayah Peureulak atau Perlak. Kini wilayah tersebut mask dalam wilayah Aceh Timur, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
Perlak Merupakan Suatu daerah penghasil kayu perlak, adalah kayu yang digunakan sebagai bahan dasar kapal. Posisi strategis dan hasil alam yang melimpah membuat perlak berkembang sebagai pelabuhan niaga yang maju pada abad VIII hingga XII. sehingga, perlak sering disinggahi oleh Jutaan kapal dari arab, persia, gujarat, malaka, cina, serta dari seluruh kepulauan nusantara. karena singgahannya kapal-kapal asing itulah masyarakat islam berkembang, melalui perkawinan campur antara saudagar muslim dengan perempuan setempat.
Pendiri kesultanan Perlak adalah sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Azis Shah yang menganut aliran atau Mahzab Syiah. Ia merupakan keturunan pendakwah arab dengan perempuan setempat. Kerajaan perlak didirikannya pada tanggal 1 Muharram 225 H atau 840 masehi, saat kerajaan Mataram Kuno atau Mataram Hindu di Jawa masih berjaya. sebagai gebrakan mula-mula, sultan Alaiddin mengubah nama ibu kota kerajaan dari bandar Perlak menjadi Banda Khalifah.
Ketika pemerintahan Sultan Alaiddin Sayid maulana Abbas Shah, sultan ketiga, ulama-ulama bermazhab Sunni mulai masuk ke perlak dan menebarkan pengaruh. setelah wafatnya sultan pada 363 H atau 913 masehi, terjadi ketegangan antara kaum Syiah dengan kaum Suni, sehingga selama dua tahun berikutnya kesultanan Perlak vakum kekuasaan, tidak memiliki sultan.
Setelah masa dua tahun tersebut, kaum syiah memenangi persaingan, kemudian pada tahun 915 M atau 302 H, Sultan Alaiddin Sayid Maulana Ali Mughat Syah naik tahta. Pada akhir pemerintahannya, terjadi lagi ketegangan antara kaum Syiah dan kaum Suni, yang kali ini membawa kaum suni pada keunggulan. Akibatnya, para sultan berikutnya diangkat dari golongan Sunni.
Tahun 956 masehi atau 362 H, setelah meninggalnya Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Syah Johan berdaulat atau sultan ketujuh, terjadi lagi ketegangan selama kurang lebih empat tahun antara golongan Syiah dan Sunni, yang diakhiri dengan perdamaian dan pembagian kerajaan menjadi dua bagian ; yaitu Perlak Pesisir (Syiah) dipimpin oleh Sultan Alaiddin Sayid Maulana Syah (986 – 988) dan Perlak Pedalaman (Sunni) dipimpin oleh Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Johan berdaulat (986 – 1023).
Pada tahun 988, Kerajaan Sriwijaya Menyerang Perlak. Sultan Alaiddin Maulana Syah meninggal karena serangan itu. Namun demikian, sebagai akibatnya, seluruh perlak justru bersatu kembali di bawah pimpinan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Berdaulat. Sultan Makhdum melanjutkan perjuangan melawan kerajaan Budha Sri Wijaya hingga tahun 1006.
Para Sultan Perlak dapat dikelompokkan menjadi dua dinasti, yaitu Dinasti Sayid Maulana Abdul Azis Syah dan Dinasti Johan Berdaulat. Di bawah ini merupakan nama-nama sultan yang memerintah kerajaan perlak ;
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Azis Syah (840 – 864
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Rahim Syah (864 – 888)
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abbas Syah (888 – 913)
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Ali Mughat Syah (915 – 918)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir (928 – 932)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin (932 – 956)
- Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik (956 – 983)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim (986 – 1023)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud (1023 – 1059)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik mansur (1059 – 1078)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah (1078 – 1109)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad (1109 – 1135)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik mahmud (1135 – 1160)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad (1173 – 1200)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Jalil (1200 – 1230)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin (1230 – 1267)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz (1267 – 1292)

Berita dari marcopolo menyebutkan, pada saat persinggahannya di Pasai pada tahun 692 H atau 1292 M, telah banyak ulama arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Batuttah, Pengembara Muslim dari Maghribi (sekarang maroko). Ketika Singgah di aceh pada tahun 746 H atau 1345 M, ibnu Batuttah menuliskan bahwa di Perlak dan Pasai telah tersebar Mazhab Syafi’i.
Pada awal abad ke-13 di Ujung barat Sumatra berdiri kerajaan baru di bawah Sultan Malik Al-Saleh, bernama Samudra Pasai. Sementara di malaka, seorang pangeran asal Sri Wijaya membangun kerajaan baru bernama Malaka. Artinya situasi politik saat itu sedang memanas. Untuk itu, Sultan Makhdum Alaiddin mallik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (1230 – 1267) sebagai sultan ke 17 menjalankan politik persahabatan. Jalan yang ia tempuh adalah dengan menikahkan dua orang putrinya dengan para penguasa negeri tetangga. Putri ratna Kamala dinikahkannya dengan raja kerajaan Malaka yaitu Sultan Muhammad Syah Parameswara, sementara itu ganggang dinikahkan dengan raja kerajaan Samudra Pasai, malik Al-Saleh.
Meski telah menjalankan politik damai dengan mengikat persaudaraan, ketegangan politik itu rupanya tetap saja mengancam kedaulatan kesultanan Perlak. Perlak goyah, Sultan makdum Aliddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267 – 1292) menjadi sultan yang terakhir. Setelah ia meninggal, perlak disatukan dengan kerajaan Samudra Pasai di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Malik Al-Zahir, putra Al-Saleh.

Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudra Pasai terletak di pesisir timur laut aceh, saat ini menjadi kabupaten Lhokseumawe atau Aceh Utara. Kerajaan ini merupakan kerajaan islam kedua di Indonesia setelah Perlak. Untuk waktu yang lama, Pasai dianggap oleh kerajaan islam lain di Nusantara sebagai pusat Islam.
Lahirnya samudra pasai sebagai kerajaan islam diperkirakan dimulai dari awal atau pertengahan abad ke 13, sebagai hasil proses islamisasi daerah-daerah pantai yang pernah disinggahi ulama-ulama muslim sejak abad ke 7. fakta tentang berdirinya Kerajaan islam Samudra Pasai pada abad ke 13 ini didukung oleh data-data sejarah yang nyata. Yang terpenting di antaranya adalah batu nisan yang memuat nama sultan Malik Al-saleh, rajanya yang pertama, berangka tahun 696 H atau 1297 M. Di jawa, pada saat itu sedang berdiri Kerajaan Majapahit yang sangat berpengaruh (1293 – 1478 M).
Data ini dikuatkan oleh kitab Hikayat raja-raja pasai. Hikayat ini menyebutkan bahwa raja pertama dan sultan pendiri kerajaan Samudra Pasai adalah malik Al-Shaleh. Adapun namanya sebelum menjadi raja adalah Marah Sile atau Marah Selu. Ia masuk islam atas bimbingan Syekh Ismail, seorang ulama utusan Syarif Mekkah yang kemudian memberinya gelar Sultan Malik Al-Shaleh.
Marah Selu adalah putra Marah Gajah. Nama marah adalah gelar bangsawan yang lazim di Sumatra utara, setingkat dengan raden di jawa. Kata Selu berasal dari sungkala yang artinya berasal dari bahasa sansekerta. Kepemimpinan marah selu yang menonjol telah menempatkan dirinya menjadi raja, setelah sebelumnya selalu ditolak dalam pengembaraannya dari satu tempat ke tempat lain.

Sultan Malik Al-shaleh adalah raja pertama dan pendiri kerajaan Samudra Pasai. Fakta ini dapat diketahui melalui Hikayat Melayu. Dalam hikayat itu disebutkan juga bahwa Marah Selu mengembara dari satu tempat ke tempat lain dengan penolakan dari daerah-daerah yang bersangkutan, akan tetapi kemudian ia menjadi raja di suatu daerah.
Hikayat itu menyebutkan,
“Suatu hari Marah Selu Pergi berburu. Maka ada seekor anjing dibawanya, bernama pasai. Maka dilepaskannya anjing it. Maka dilihatnya ada seekor semut besarnya seperti kucing , maka ditangkapnya oleh Marah Selu itu lalu dimakannya. Maka orang yang menyertainya berburu itu disuruh untuk membersihkan tanah tinggi untuk dibuat istana.
“setelah selesai maka marah selu pun dudukalh di sana dengan segala hulu-balangnya dan segala rakyatnya. Tempat itu dinamai oleh Marah Selu Negeri Samudera, artinya semut yang amat besar”

Tentang Nama pasai, Hikayat melayu menyebutkan,
“setelah sudah jadi negeri itu, maka anjing perburuan yang bernama si Pasai itu pun matilah pada tempat itu. Maka disuruh tanamkan dia di sana juga. Maka dinamai baginda dengan nama anjing itu”. Nama Samudera lama kelamaan disebut sebagai Sumatra, dan menjai nama pulau itu.

Hikayat itu juga menceritakan,
“Suatu ketika Marah Selu bermimpi seseorang memegang dagunya dengan kuat dan matanya ditutup dengan empat jarinya, lalu berkata. ‘hai Marah Selu, katakana olehmu dua kalimat syahadat’. Maka sahut Marah Selu, ‘Tiada hamba tahu mengucap akan hal itu.’ Maka ujarnya, ‘bukakan mulutmu.’ Maka dibukakan mulut Marah Selu, maka diludahinya mulut Marah Selu itu, rasanya lemak manis. Maka ujarnya akan Marah Selu, ‘hai Marah Selu, engkaulah sultan Malik al-Shaleh namamu sekarang. Islamlah engkau dengan mengucapkan dua kalimat itu…”

Sejak itulah, Marah Selu menjadi sultan sebuah kerajaan islam yang bernama Samudera Pasai, dengan gelar sultan malik Al Shaleh. Apa yang terdapat dalam hikayat raja-raja pasai dan Hikayat melayu sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Snouck Hurgronje, Moquccte, Moens, Hushoff Poll, Rouffacr dan Cowan, yang menyebutkan bahwa kerajaan islam Samudera pasai berdiri pada pertengahan abad ke 13, dan pendirinya adalah sultan Malik al-Shaleh. Tempat yang pertama menjadi pusat kerajaan Samudra Pasai adalah muara sungai pasangan. Sungai pasangan adalah sebuah sungai yang cukup panjang dan lebar sepanjang rute pantai, yang memudahkan perahu-perahu dan kapal-kapal mengayuhkan dayungnya ke pedalaman.
Ada dua kota besar yang berada bersebarangan di muara sungai pasangan itu, yakni kota Pasai dan Samudra. Kota samudra terletak agak lebih ke pedalaman, sedangkan kota Pasai terletak agak lebih ke muara sungai. Sultan Malik al-Shaleh memimpin dan menyatukan kedua wilayah itu.
Kerajaan samudra pasai adalah sebuah kerajaan maritime. Sumber-sumber cina menyatakan bahwa pada awal tahun 1290, kerajaan itu telah mengirim kepada raja Cina duta-duta yang disebut dengan nama-nama muslim, yaknik Husein dan Sulaiman. Dalam kehidupan perekonomiannya, samudra pasai pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam di Indonesia tidak mempunyai basis agrarian, melainkan perniagaan dan pelayaran.
Pengawasan terhadap perniagaan dan pelayaran merupakan sendi-sendi kekuasaan yang memungkinkan kerajaan memperoleh penghasilan yang besar dari pajak. Hal itu dibenarkan oleh Tome Pires, wartawan portugis. Ia melaporkan, di pasai pada tahun 1513, setiap kapal yang membawa barang-barang dari barat dikenakan pajak. Ia juga menceritakan bahwa pasai memiliki mata uang drama atau dirham yang berukuran kecil. Adanya mata uang tersebut membuktikan bahwa pada saat itu Samudra Pasai merupakan kerajaan yang makmur.
Ditinjau dari segi geografi dan social ekonomi, Samudra Pasai memang merupakan suatu daerah yang penting, sebagai penghubung antara pusat-pusat perniagaan yang terdapat di kepulauan nusantara, Malaya, India, Cina dan Arab. Posisi yang strategis tersebut menjadikan kerajaan ini pusat perniagaan yang sangat penting.
Mata uang dirham dari Samudera Pasai itu menjadi bukti yang menunjukkan sejarah raja-raja pasai. Sebab, mata uang tersebut menerangkan nama-nama Sultan Alauddin, Sultan Manshur Malik al-Zahir, Sultan Abu Zaid, dan Sultan Abdullah. Pada tahun 1973, ditemukan lagi sebelas mata uang dirham, di antaranya ada yang memuat nama Sultan Muhammad Malik al-Zahir, Sultan Ahmad, dan Sultan Abdullah. Semuanya adalah raja-raja Samudera Pasai pada abad ke 14 dan ke 15. Atas dasar mata uang emas yang pernah ditemukan itu, dapat diketahui nama-nama raja SAmudera Pasai. Berikut nam-nama mereka :
- Sultan Malik al-Saleh (1292 – 1297)
- Sultan Muhammad Malik al-Zahir (1297 – 1326)
- Sultan Mahmud Malik al-Zahir (1326 – 1345)
- Sultan Manshur Malik al-Zahir (1345 – 1346)
- Sultan Ahmad Malik al-Zahir (1346 – 1383)
- Sultan Zainal Abidin Malik al-Zahir (1383 – 1405)
- Sultanah Nahrasiyah (1405 – 1420)
- Sultan Abu Zaid Malik al-Zahir (1420 – 1455)
- Sultan Mahmud Malik al-Zahir (1455 – 1477)
- Sultan Zain al-Abidin (1477 – 1500)
- Sultan Abudullah Malik al-Zahir (1501 – 1513)
- Sultan Zain al-Abidin (1513 – 1524)

Pada tahun 746 H atau 1345 Masehi, Ibnu Batuttah, pengembara asal Maroko, mengunjungi Samudra Pasai dalam perjalanannya dari Delhi ke Cina. Ia menggambarkan bahwa penduduk kota di sana berjumlah sekitar 20 ribu jiwa. Di kesultanan tersebut terdapat istana yang ramai, dengan ratusan ilmuwan dan ulama yang menghidupkan aktivitas pengembangan ilmu pengetahuan. Pada masa itu, sultan yang berkuasa adalah Ahmad Malik al-Zahir (1326 – 1371). Ia mewarisi kekuasaan dari Sultan Muhammad Malik al-Zahir (1297 – 1326)
Berdasarkan berita Ubnu batuttah, juga diketahui bahwa kerajaan samudra pasai ketika itu merupakan pusat studi agama islam dan juga tempat berkumpul ulama-ulama dari berbagai negeri islam. Para ulama tersebut berkumpul untuk mendiskusikan masalah-masalah keagamaan dan keduniawian sekaligus. Ibnu Batuttah menyatakan bahwa islam sudah hampir satu abad lamanya disiarkan di sana, sedangkan kaum muslim di sana mengikuti Mazhab Syafi’i.
Namun demikian, ada sumber lain berisi berita yang cenderung berbeda. Ada dua buah naskah lokal yang ditemukan di Aceh, yaitu idah Haqq fi Mantakat Peureula karya Abu Ishaq Makarani dan Tawarikh Raja-raja pasai. Menurut sumber-sumber ini, kerajaan Samudra Pasai sudah berdiri pada tahun 433 H atau 1042 Masehi. Kerajaan yang dikuasi oleh Dinasti Marah Khair ini terus berjaya hingga tahun 607 H atau 1210 masehi. Pada tahun tersebut baginda raja meninggal dunia dan tidak meninggalkan putra. Setelah itu, negeri Samudra pasai menjadi rebutan antara pembesar-pembesar istana.
Keadaan politik yang tidak stabil itu berlangsung kurang lebih 50 tahun. Kondisi itu membaik setelah naiknya Marah Selu, yang kemudian bergelar Malik al-Shaleh. Berbeda dengan Hikayat Raja-raja pasai yang mengatakan bahwa pada mulanya Mara Selu beragama Hindu kemudian baru masuk islam atas bimbingan syekh Ismail, sumber ini menyebutkan bahwa Marah Selu berasal dari keturunan Raja Islam Perlak. Marah Selu juga dikatakan sebagai anak Makhdum Malik Abdullah Marah Seulangan anak Makhdum Malik Ibrahim Marah Silo anak Makhdum malik Mesir Marah Mersa anak Makhdum Malik Ishak marah Ishak anak Sultan Makhdum Malik Ibrahim Syah Johan Berdaulat, Sultan Kerajaan Perlak yang memerintah pada tahun 365 – 402 H atau 976 – 1012 M. Pendukung pendapat ini berpendapat bahwa kerajaan islam pertama nusantara bukanlah Samudera Pasai, melainkan kerajaan Perlak.

Nasib kesultanan Samudera Pasai akhirnya hanya berlangsung hingga tahun 1524. pada tahun 1521, kerajaan tersebut ditaklukkan oleh bangsa Portugis yang mendudukinya selama tiga tahun. Setelah itu, pada tahun 1524 dan seterusnya, kesulitanan Aceh Darussalam di bawah pimpinan Sultan Mughayat Syah merebut kerajaan ini dan mengusir orang-orang portugis. Samudera pasai kemudian berada di bawah pengaruh kesultanan Islam Aceh yang berpusat di Banda Aceh Darussalam.

* Kerajaan Aceh Darussalam

Sejarah Islam, Kesultanan aceh berdiri pada tahun 1514, terletak di ujung utara pulau Sumatra. Pendirinya adalah sultan Ali Mughayat Syah yang bertakhta dari tahun 1514 – 1530. Pada tahun 1520, beliau memulai kampanye militernya untuk menguasai bagian utara Sumatra. Dalam sejarah ini Kampanye pertamanya dilakukan di Daya, di sebelah barat laut, yang menurut Time Pires belum mengenal islam. Selanjutnya, Ali mughayat Syah melebarkan sayap sampai ke pantai timur yang terkenal kaya akan rempah-rempah dan emas.
Untuk memperkuat perekonomian rakyat dan kekuatan militer laut, didirikannya banyak pelabuhan. Penyebrangan ke Deli dan Aru adalah perluasan daerah terakhir yang dilakukan oleh sultan Ali Mughayat. Sultan juga mampu mengusir garnisun POrtugis dari daerah Deli, yang meliputi Pedir dan Pasai. Namun saat penyebrangan terhadap Aru (1824), tentara Ali Mughayat dapat dikalahkan oleh Armada Portugis.
Selain mengancam portugis sebagai pemilik kekuatan militer laut di kawasan itu, aksi militer Sultan Ali Mughayat Syah ternyata juga mengancam Kesultanan Johor. Pada tahun 1521 kesultanan Aceh diperluas sampai Pidie, dan pada tahun 1524 ke pasai dan Aru, kemudian menyusul Perlak, Tamiang, dan Lamuri. Kesultanan Aceh Darusalam merupakan kelanjutan dari kesultanan Samudra pasai yang hancur pada abad ke 14.
Ada beberapa versi sejarah lain mengenai terbentuknya Kerajaan Aceh Darussalam. Menurut Hikayat Aceh, Aceh Darusalam adalah persatuan dua kerajaan yang masing-masing diperintah oleh Sultan Muzaffar Syah (Pidie) dan raja Inayat Syah (Aceh Besar), dua orang bersaudara. Suatu saat pecah peperangan antara keduanya, dan dimenangi oleh Muzaffar Syah. Dia menyatukan Pidie dan Aceh Besar, lantas memberinya nama Aceh Darussalam.
Kesultanan Aceh Darussalam membawahkan enam kerajaan kecil; kerajaan Perlak, Kerajaan Samudra Pasai, Kerajaan Tamiang, Kerajaan Pidie, Kerajaan Indrapura, dan Kerajaan indrajaya. Kitab Bustanus Salatin, kitab kronik raja-raja aceh, menyebut Sultan Ali Mughayat Syah sebagai sultan aceh yang pertama. Ia mendirikan Kesultanan Aceh dengan menyatukan beberapa kerajaan kecil tersebut. Pusat kesultanan adalah . Banda Aceh, yang juga disebut Kuta Raja.

Banda Aceh sebagai Bandar niaga tidak terlalu kecil untuk pelabuhan kapal-kapal besar pada abad ke 16. pelabuhan banda aceh mudah dirapati oleh berbagai jenis kapal dagang. Maka, aceh pun semakin ramai. Apalagi sejak Malaka jatuh ke tangan Portugis, para saudagar muslim lebih memilih berlabuh di Banda Aceh. Tak hanya pedagang Muslim, pedagang asing non portugis pun juga turut meramaikan pelabuhan Banda Aceh, sehingga kesultanan Aceh mendapatkan banyak keuntungan.
Dalam sejarah selama masa pemerintahannya, kesultanan Aceh telah diperintah oleh banyak sultan. Mereka adalah
- Sultan Ali Mughayat Syah (1514 – 1530)
- Sultan Salahuddin (1530 – 1538)
- Sultan Alauddin Ri’ayat syah Al-Qahhar (1538 – 1571)
- Sultan Husain (1571 – 1579)
- Sultan Muda (masih kanak-kanak) (1579, hanya beberapa bulan)
- Sultan Sri Alam (1579)
- Sultan Zainul Abidin (1579)
- Sultan Buyung (1586 – 1588)
- Sultan Alauddin Ri’ayat Syah Sayid al-Mukammal (1589 – 1604)
- Sultan Ali R’ayat Syah (1604 – 1607)
- Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636)
- Sultan Iskandar Tsani (1636 – 1641)
- Sultanat Safiatuddin Tajul Alam (1641 – 1675)
- Sultanat Naqiyatuddin Nurul Alam (1675 – 1678)
- Sultanat Inayat Syah (1678 – 1688)
- Sultanat Kamalat Syah (1688 – 1699)
- Sultan Badrul Alam Syarif hasyim jamaluddin (1699 – 1702)
- Sultan Perkasa Alam syarif Lamtury (1702 – 1726)
- Sultan Jauharul Alam badrul Munir (1703 – 1726)
- Sultan Jauharul Alam Aminuddin (hanya beberapa hari)
- Sultan Syamsul Alam (hanya beberapa hari)
- Sultan Johan (1735 – 1760)
- Sultan Mahmud Syah (1760 – 1781)
- Sultan Badruddin (1764 – 1765)
- Sultan Sulaiman Syah (1773)
- Sultan Alauddin Muhammad (1781 – 1795)
- Sultan Alauddin Jauharul Alam (1795 – 1815)
- Sultan Saiful Alam (1815 – 1818)
- Sultan Jauharul Alam (1818 – 1824)
- Sultan Muhammad Syah (1838 – 1870)
- Sultan Mansyur Syah (1838 – 1870)
- Sultan Mahmud Syah (1870 – 1874)
- Sultan Muhammad Daud Syah (1878 – 1903)

Pada tahun 1521, kesultanan Aceh di serah oleh armada Portugis yang dipimpin oleh Jorge D. Britto. Akan tetapi, serangan itu dapat dipatahkan oleh sultan Ali Mughayat Syah.
Pada tahun 1530, Ali Mughayat Syah meninggal dunia, lalu tahta Aceh Darussalam dipegang oleh putra sulungnya, Sultan Salauddin. Pada masa Salahuddin, tepatnya pada tahun 1537, Aceh Darussalam Aceh melancarkan serangan ke malaka yang dikuasai protugis.
Sayang sekali, sultan Salahduddin dipandang bersikap terlalu lunak dengan memberi peluang kepada misionaris portugis untuk bekerja di tengah-tengah batak di daerah pantai timur sumatra. Ia juga dipandang kurang memperhatikan urusan Pemerintahan. Maka kemudian Salahuddin diganti oleh saudara, Sultan Alauddin Ri’ayat Syah al-Qahhar, pada tahun 1538.
Pada masa pemerintahan sultan Alauddin al-Qahhar, kesultanan Aceh menyerang malaka sebanyak dua kali, yaitu pada tahuhn 1547 dan 1568. menurut Musafir portugis, Mendez Pinto, pasukan aceh kala itu memiliki tentara dari berbagai negara, diantaranya dari Turki, Cambay dan malabar. Hal itu menunjukkan bahwa hubungan diplomatik yang baik telah dijalankan oleh sultan Alauddin al-Qahhar. Bukti lain tentang hubungan diplomatik yang baik telah dijalankan oleh sultan Alauddin al-Qahhar. Bukti lain tentang hubungan diplomatik tersebut adalah kabar bahwa Sultan juga mengirism utusan diplomatik ke luar negeri. Misalnya pada tahun 1562 utusan dikirim ke istambul untuk membeli meriam dari sultan Turki. Sultan Alauddin al-Qahhar pun mendatangkan ulama-ulama dari India dan Persia untuk menyebarkan risalah Islam, membawa para ulama ke pedalaman Sumatra, mendirikan pusat Islam di ulakan, serta membawa islam ke minangkabau dan indrapura, sultan al-Qahhar meninggal dunia pada tanggal 28 September 1571.

Menyusul meninggalkanya sultan Alauddin, terjadilah ketegangan dalam proses pergantian kekuasaan, hingga kemudian seorang ulama tua bernama Sayyid al-Mukammil disepekati menjadi raja. Kemudian pada masanya, Ali R’ayat Syah muncul menggantikan al-Mukammil.
Pada tahun 1607, aceh diserbu Portugis. Sultan Ali Ri’ayat syah gugur dalam serbuan itu. Untunglah kemudian seorang pemuda yang cemerlang muncul mengatasi keadaan. Dialah Iskandar muda, keponakan Sultan. Iskandar muda bangkit memimpin perlawanan, hingga mampu menendang Portugis keluar dari Aceh Darussalam. Kitab Bustanun Salatin menyebutkan bahwa kemudian Iskandar Muda dinobatkan sebagai sultan pada 6 Dzulhijjah 1015, atau awal April 1607.
Iskandar muda merupakan sosok yang tegas dan keras. Para bangsawan kerajaan dikontrolnya dengan ketak. Mereka diharuskan ikut melaksanakan tugas jaga malam di istana setiap tiga hari sekali, tanpa membawa senjata. Setelah semua terkontrol, iskandar muda memegang kendali produksi beras. Di masanya, kesultanan Aceh Darussalam mengekspor beras ke luar wilayah. Sultan memperketat pajak kelautan bagi kapal-kapal asing, mengatur pajak perniagaan, bahkan juga mengenakan pajak untuk harta kapal haram.
Dalam bidang militer, iskandar muda membangun angkatan perang yang sangat kuat. Seorang asing bernama Beaulieu mencatat jumlah pasukan darat Aceh sekitar 40 ribu orang. Untuk armada laut diperkirakan memiliki 100 – 200 kapal, diantaranya kapal selebar 30 meter dengan awak 600 – 800 orang yang dilengkapi dengan tiga meriam. Ia juga mempekerjakan seorang asing kulit putih sebagai penasehat militer, yang mengenalkan teknik perang bangsa eropa. Diperkirakan, penasehat tersebut berasal dari Prancis.
Dengan kekuatan militer yang begitu ampuh, aceh menjebol benteng Deli. Beberapa kerajaan lain juga ditaklukkan, seperti Johor (1613), Pahang (1618), Kedah (1619), Serta Tuah (1620).

Kesultanan Aceh mengalami zaman keeemasan pada periode kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636). Sebagaimana telah disebutkan, Iskandar Muda berhasil memukul mundur kekuatan Portugis dari tanah Aceh. Permusuhan Aceh dengan portugis tidak berhenti di situ saja. Sebab pada masa kepemimpinannya Iskandar muda pula, Aceh Darussalam menyerbu portugis di selat malaka.
Pada tahun 1629, kesultanan Aceh melakukan penyerangan besar-besaran terhadap Portugis di Malaka. Dengan armada yang terdiri atas ratusan kapal perang dan puluhan ribu tentara laut, Aceh menghantam Portugis. Serangan dilakukan dalam upaya memperluas pengaruh politik dan perdagangan Aceh atas selat Malaka dan Semenanjung Melayu. Sayang sekali, meski aceh telah berhasil mengepung malaka dari segala penjuru, penyerangan ini berhasil ditangkis Portugis.
Selain dalam bidang militer, aceh pada zaman Iskandar Muda juga berjaya di lapangan ilmu pengetahuan. Dalam sastra dan ilmu agama, aceh melahirkan beberapa ulama ternama. Dua yang menonjol adalah Hamzah Fansuri dan Syamsuddin as-Sumatrani. Keduanya merupakan ilmuwan-ilmuwan yang mendalami ilmu-ilmu tasawuf atau mistik islam.
Iskandar Muda meninggal dunia pada 29 rajab 1046 H atau 27 Desember 1636. dua tahun sebelumnya, iskandar muda telah menunjuk Iskandar Tsani sebagai penggantinya. Sang pengganti tersebut adalah menantu iskandar muda. Sebelum mengangkat menantunya itu, Iskandar Muda terlebih dahulu memerintahkan agar anaknya sendiri (yang berkah menjadi sultan) untuk dibunuh.
Sultan Iskandar Tsani (1634 – 1641) berperangai lebih lembut dari pada pendahulunya, dan tidak memrinah dengan tangan besi. Iskandar muda lebih menitik beratkan pembangunan negerinya pada masalah keagamaan ketimbang kekuasaan. Begitu pula istrinya, Sultanah Taju al-Alam Syafiatuddin Syah (1641 – 1675), yang menjadi pengganti Iskandar Tsani setelah suaminya itu wafat.
Pada awal pemerintahan Sultanah Taju al-Alam Syafiatuddin Syah, kegemilangan Aceh di bidang politik, Ekonomi dan militer mulai menurun. Sebab, sebagian orang tidak cukup senang dengan kepemimpinan perempuan. Sehingga, kekuasaan para uleebalang (hulubalang) juga meningkat karenanya.
Setelah Sultanah Taju al-Alam Syafiatuddin Syah, tiga perempuan memegang kendali kerajaan Aceh. Mereka Sultanah Nurul Alam Zakiatuddin Syah (1675 – 1677), Ratu Inayat Zakiatuddin Syah (1677 – 1688), dan Ratu Kamalat (1688 – 1699).
Saat kesultanan Aceh dipimpin oleh sultan Iskandar Tsani, di Aceh tinggal ulama Asal Gujarat, yakni Syekh Nuruddin ar-Raniri. Ulama ini menulis kitab Siratal Mustaqim, mengenal ibadah dalam islam. Atas permintaan sultan, ia menulis pula kitab Bustanus Salatin, yang menjadi karya terpopulernya.
Atas perlindungan Sultan Iskandar Tsani, Nuruddin ar- Raniri menyatakan terlarangnya ajaran-ajaran Hamzah Fansuri dan Syamsuddin as-Sumatrani. Menurut fatwa Nuruddin, pemahaman keagamaan hamzah dan Syamsuddin tidak sesuai dengan ajaran islam yang asli. Lebih jauh lagi, Nuruddin ar-Raniri memimpin pembakaran buku-buku karya kedua ulama pendahulunya itu.
Saat tahta sultan Iskandar Tsani beralih ke Sultanah Taju al-Alam Syafiatuddin Syah, Nuruddin ar-Raniri meninggalkan Aceh. Posisinya sebagai ulama besar kerajaan digantikan oleh Abdurrauf as-Singkeli. Ulama ini juga dikenal dengan nama Teungku Syiah Kuala. Atas permintaan Sultanah, pada tahun 1663 Abdurrauf as-Singkeli menulis kitab Mir’at at-Tullab fi tahsil Ma’rifat Ahmad asy Syari’iyyah li al Malik Wahhab atau cermin bagi mereka yang menuntut ilmu Fikih pada memudahkan mengenal segala hkum Syara Allah.
Mengiringi penulisan kitab-kitab karya Abdurrauf, Sultanah Taju al-Alam juga menggalakkan pendidkan Agama Islam melalui Jamiah Baiturrahman di banda Aceh, dan mengirim Al-Qur’an serta kitab-kitab karangan ulama aceh kepada raja-raja ternate, Tidore, dan Bacan di Maluku, selain mengirimkan pula guru-guru agama Islam.
Sultanah berikutnya adalah Sri Ratu Niqiyatuddin Nurul Alam, kemudian inayat syah, dan terakhir Kamalat Syah. Pada tahun 1699, pemerintahan sultanah atau sultan perempuan dihentikan. Sebab yang melatarbelakanginya cukup serius, yakni fatwa dari Mekah yang menetapkan bahwa syariat islam melarang wanita untuk memerintah negara.
Kesultanan aceh pada permulaan abad ke 18 mengalami serangkaian perebutan tahta. Beberapa sultan yang saling bersaing berasal dari golongan Sayid, yaknik keturunan Fatimah binti Nabi Muhammad SAW, yang lahir di Aceh. Salah satu Sayid yang menjadi sultan adalah Jamalul Alam badrul Munir, yang memerintah pada tahun 1703 – 1726. sultan ini dijatuhkan pada tahun 1726, lalu setelahnya melancarkan perlawanan terhadap sultan-sultan sesudahnya, termasuk Sultan Ahmad Syah (1727 – 1735) dan putranya, Sultan Johan (1735 – 1760). Jamalul Alam akhirnya meninggal dalam pertempuran melawan Sultan Johan.
Di tahun 1816, Sultan Saiful Alam bertikai dengan Jauharul Alam Aminuddin. Jauharul Alam memenangi suksesi dan menjadi sultan Aceh dengan bantuan Inggris. Setelah itu, aceh mengikat perjanjian dengan Inggris yang diwakili oleh Thomas Stamford Raffles. Lewat perjanjian itu, inggris mendapat kesempatan berniaga di Kesultanan Aceh, dengan imbalan jaminan keamanan bagi Aceh dari Inggris. Perjanjian ini dibuat pada tanggal 22 April 1818.
Pada tanggal 17 Maret 1824, Inggris dan belanda membnuat perjanjian di london yang antara lain berisi penghormatan kedaulatan aceh oleh pihak Belanda. Pada tanggal 2 November 1871 ditandatangani Traktat Sumatra, perjanjian baru antara belanda dan Inggris dengan membatalkan perjanjian London. Perjanjian ini memberi kebebasan bagi Inggris untuk mengembangkan kekuasaan di Malaya, dan bagi Belanda untuk memperluas kekuasannya di Sumatra.

Pemerintahan kesultanan Aceh terus berjalan. Namun, pamornya lambat laun menyurut. Pertikaian internal terjadi tak kunjung henti. Sementara, pusat kegiatan ekonomi dan politik bergeser ke selatan ke wilayah Riau – Johor – Malaka. Aceh baru muncul lagi dua abad kemudian, yaknik pada akhir abad 19. saat itu, belanda berusaha menguasai wilayah tersebut. Perlawanan para bangsawan Aceh pun terjadi. Sekali lagi, sejarah aceh diwarnai oleh kepemimpinan kaum perempuan, yakni melalui perlawanan Tjut Nya’ Dhien. Dengan alasan mengalahkan Tjut Nya’ Dhien, belanda melanggar kedaulatan Aceh dengan menyerbu ibukota Kesultanan Aceh pada tahun 1873, menduduki Banda Aceh, serta kota-kota pantai lainnya. Pada januari 1874, istana kesultanan aceh dapat direbut Belanda. Sehingga, belanda menyatakan Aceh menjadi kepunyaan pemerintah Hindia beladan dan Kesultanan Aceh Darussalam dihapuskan.
Dalam kondisi demikian, perjuangan rakyat aceh belum berhenti. Sultan Mahmud syah yang berhasil meloloskan diri dari penyergapan Belanda masih terus bergerilya. Setelah akhirnya Mahmud Syah meninggal karena sakit, perjuangan melawan penjajah dilanjutkan oleh rakyat aceh beserta para panglima tanah Rencong, sampai tahun 1903.

* Kerajaan Demak Bintara

Demak adalah kesultanan atau kerajaan islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478, Raden patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara, Demak. Pamor kesultanan ini didapatkan dari Walisanga, yang terdiri atas sembila orang ulama besar, pendakwah islam paling awal di pulau jawa.

Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, Raden patah sebagai adipati Islam di Demak memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, Majapahit memang tengah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Dengan proklamasi itu, Radeh Patah menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar Sultan Syah Alam Akbar.

Pada awal abad ke 14, Kaisar Yan Lu dari Dinasti Ming di China mengirimkan seorang putri kepada raja Brawijaya V di Majapahit, sebagai tanda persahabatan kedua negara. Putri yang cantik jelita dan pintar ini segera mendapat tempat istimewa di hati raja. Raja brawijaya sangat tunduk kepada semua kemauan sang putri jelita, hingga membawa banyak pertentangan dalam istana majapahit. Pasalnya sang putri telah berakidah tauhid. Saat itu, Brawijaya sudah memiliki permaisuri yang berasal dari Champa (sekarang bernama kamboja), masih kerabat Raja Champa.

Sang permaisuri memiliki ketidak cocokan dengan putri pemberian Kaisar yan Lu. Akhirnya dengan berat hati raja menyingkirkan putri cantik ini dari istana. Dalam keadaan mengandung, sang putri dihibahkan kepada adipati Pelembang, Arya Damar. Nah di sanalah Raden Patah dilahirkan dari rahim sang putri cina.

Nama kecil raden patah adalah pangeran Jimbun. Pada masa mudanya raden patah memperoleh pendidikan yang berlatar belakang kebangsawanan dan politik. 20 tahun lamanya ia hidup di istana Adipati Palembang. Sesudah dewasa ia kembali ke majapahit.

Raden Patah memiliki adik laki-laki seibu, tapi beda ayah. Saat memasuki usia belasan tahun, raden patah bersama adiknya berlayar ke Jawa untuk belajar di Ampel Denta. Mereka mendarat di pelabuhan Tuban pada tahun 1419 M.

Patah sempat tinggal beberapa lama di ampel Denta, bersama para saudagar muslim ketika itu. Di sana pula ia mendapat dukungan dari utusan Kaisar Cina, yaitu laksamana Cheng Ho yang juga dikenal sebagai Dampo Awang atau Sam Poo Tai-jin, seorang panglima muslim.

Raden patah mendalami agama islam bersama pemuda-pemuda lainnya, seperti raden Paku (Sunan Giri), Makhdum ibrahim (Sunan Bonang), dan Raden Kosim (Sunan Drajat). Setelah dianggap lulus, raden patah dipercaya menjadi ulama  dan membuat permukiman di Bintara. Ia diiringi oleh Sultan Palembang, Arya Dilah 200 tentaranya. Raden patah memusatkan kegiatannya di Bintara, karena daerah tersebut direncanakan oleh Walisanga sebagai pusat kerajaan Islam di Jawa.

Di Bintara, Patah juga mendirikan pondok pesantren. Penyiaran agama dilaksanakan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Perlahan-lahan, daerah tersebut menjadi pusat keramaian dan perniagaan. Raden patah memerintah Demak hingga tahun 1518, dan Demak  menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa sejak pemerintahannya.

Secara beruturut-turut, hanya tiga sultan Demak yang namanya cukup terkenal, Yakni Raden Patah sebagai raja pertama, Adipati Muhammad Yunus atau Pati Unus sebagai raja kedua, dan Sultan Trenggana, saudara Pati Unus, sebagai raja ketiga (1524 – 1546).

Dalam masa pemerintahan Raden Patah, Demak berhasil dalam berbagai bidang, diantaranya adalah perluasan dan pertahanan kerajaan, pengembangan islam dan pengamalannya, serta penerapan musyawarah dan kerja sama antara ulama dan umara (penguasa).

Keberhasilan Raden Patah dalam perluasan dan pertahanan kerajaan dapat dilihat ketika ia melanklukkan Girindra Wardhana yang merebut tahkta Majapahit (1478), hingga dapat menggambil alih kekuasaan majapahit. Selain itu, Patah juga mengadakan perlawan terhada portugis, yang telah menduduki malaka dan ingin mengganggu demak. Ia mengutus pasukan di bawah pimpinan putranya, Pati Unus atau Adipati Yunus atau Pangeran Sabrang Lor (1511), meski akhirnya gagal. Perjuangan Raden Patah kemudian dilanjutkan oleh Pati Unus yang menggantikan ayahnya pada tahun 1518.

Dalam bidang dakwah islam dan pengembangannya, Raden patah mencoba menerapkan hukum islam dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, ia juga membangun istana dan mendirikan masjid (1479) yang sampai sekarang terkenal dengan masjid Agung Demak. Pendirian masjid itu dibantu sepenuhnya oleh walisanga.

Di antara ketiga raja demak Bintara, Sultan Trenggana lah yang berhasil menghantarkan Kusultanan Demak ke masa jayanya. Pada masa trenggan, daerah kekuasaan demak bintara meliputi seluruh jawa serta sebagian besar pulau-pulau lainnya. Aksi-aksi militer yang dilakukan oleh Trenggana berhasil memperkuat dan memperluas kekuasaan demak. Di tahun 1527, tentara demak menguasai tuban, setahun kemudian menduduki Wonosari (purwodadi, jateng), dan tahun 1529 menguasai Gagelang (madiun sekarang). Daerah taklukan selanjutnya adalah medangkungan (Blora, 1530), Surabaya (1531), Lamongan (1542), wilayah Gunung Penanggungan (1545), serta blambangan, kerajaan hindu terakhir di ujung timur pulau jawa (1546).

Di sebelah barat pulau jawa, kekuatan militer Demak juga merajalela. Pada tahun 1527, Demak merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran (kerajaan Hindu di Jawa Barat), serta menghalau tentara tentara portugis yang akan mendarat di sana. Kemudian, bekerja sama dengan saudagar islam di Banten, Demak bahkan berhasil meruntuhkan Pajajaran. Dengan jatuhnya Pajajaran, demak dapat mengendalikan  Selat Sunda. Melangkah lebih jauh, lampung sebagai sumber lada di seberang selat tersebut juga dikuasai dan diislamkan. Perlu diketahui, panglima perang andalan Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana.

Di timur laut, pengaruh demak juga sampai ke Kesultanan banjar di kalimantan. Calon pengganti Raja Banjar pernah meminta agar sultan Demak mengirimkan tentara, guna menengahi masalah pergantian raja banjar. Calon pewaris mahkota yang didukung  oleh rakyat jawa pun masuk islam, dan oleh seorang ulama dari Arab, sang pewaris tahta diberi nama Islam. Selama masa kesultanan Demk, setiap tahun raja Banjar mengirimkan upeti kepada Sultan Demak. Tradisi ini berhenti ketika kekuasaan beralih kepada Raja Pajang.

Di masa jayanya, Sultan Trenggana berkunjung kepada Sunan Gunung Jati. Dari Sunan gunung jati, Trenggana memperoleh gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. Gelar Islam seperti itu sebelumnya telah diberikan kepada raden patah, yaitu setelah ia berhasil mengalahkan Majapahit.

Trenggana sangat gigih memerangi portugis. Seiring perlawanan Demak terhadap bangsa portugis yang dianggap kafir. Demak sebagai kerajaan islam terkuat pada masanya meneguhkan diri sebagai pusat penyebaran Islam pada abad ke 16.

Sultan Trenggan meninggal pada tahn 1546, dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuran. Ia kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Setelah sultan trenggana mengantar Demak ke masa jaya, keturunan sultan tersebut silih berganti berkuasa hingga munculnya kesultanan pajang.

Masjid agung Demak sebagai lambang kekuasaan bercorak Islam adalah sisi tak terpisahkan dari kesultanan Demak Bintara. Kegiatan walisanga yang berpusat di Masjid itu. Di sanalah tempat kesembilan wali bertukar pikiran tentang soal-soal keagamaan.

Masjid demak didirikan oleh Walisanga secara bersama-sama. Babad demak menunjukkan bahwa masjid ini didirikan pada tahun Saka 1399 (1477) yang ditandai oleh candrasengkala Lawang Trus Gunaning Janma, sedangkan pada gambar bulus yang berada di mihrab masjid ini terdapat lambang tahun Saka 1401 yang menunjukkan bahwa masjid ini berdiri pada tahun 1479.

Pada awalnya, majid agung Demak menjadi pusat kegiatan kerajaan islam pertama di jawa. Bagunan ini juga dijadikan markas para wali untuk mengadakan Sekaten. Pada upacara sekaten, dibunyikanlah gamelan dan rebana di depan serambi masjid, sehingga masyarakat berduyun-duyun mengerumuni dan memenuhi depan gapura. Lalu para wali mengadakan semacam pengajian akbar, hingga rakyat pun secara sukarela dituntun mengucapkan dua kalimat syahadat.

Cepatnya kota demak berkembang menjadi pusat perniagaan dan lalu lintas serta pusat kegiatan pengislaman tidak lepas dari andil masjid Agung Demak. Dari sinilah para wali dan raja dari Kesultanan Demak mengadakan perluasan kekuasaan yang dibarengi oleh kegiatan dakwah islam ke seluruh Jawa.

* Kerajaan Pajang

Dalam sejarah Pajang adalah pemegang kendali kekuasaan kerajaan islam jawa setelah demak. Ada sejarahwan yang mengatakan bahwa sebenarnya pajang belumlah berbentuk kesultanan dan rajanya tidak bergelar sultan. Pajang, kata sejarahwan tersebut masih berbentuk kadipaten. Namun, demi mudahnya, kita memakai pendapat pertama dengan menyebut pajang sebagai kesultanan.
Kesultanan pajang terletak di daerah kartasura (dekat surakarta atau solo), Jawa tengah. Kesultanan ini merupakan kerajaan islam pertama yang terletak di daerah pedalaman. Sebelumnya, kerajaan islam selalu berada di daerah pesisir, karena islam datang melalui para pedagang dari asia barat yang berlabuh di pesisir.
Sultan pertama pajang adalah mas kerebet. Ia berasal dari pangging, desa di lereng Gunung Merapi sebelah tenggara. Mas kerebet adalah anak penguasa pengging terakhir, handayaningrat, yang dihukum mati oleh sultan Kudus. Hukuman mati itu diberikan karena Handayaningrat mengikuti ajaran syekh Siti Jenar yang dianggap sesat. Mas karebet memiliki nama lain, yakni Jaka Tingkir. Tingkir adalah nama tempat mas Kerebet dibesarkan.
Syahdan, seekor banteng mengamuk di demak. Sebuah sayembara pun diadakan di Demak. Kesultanan demak menyatakan bahwa siapa saja yang dapat menaklukkan banteng itu, akan diangkat sebagai punggawa kesultanan. Jaka tingkir mengikuti sayembara tersebut, dan ia berhasil melumpuhkan si banteng. Karenanya, Jaka Tingkir diterima mengabdi, bahkan kemudian menjadi menantu Sultan Trenggana dan diberi sebuah wilayah bernama pajang, dengan Jaka Tikir sebagai adipatinya.
Setelah sultan trenggana meninggal pada tahun 1546, anaknya yang bernama Sunan Prawoto diangkat sebagai penggantinya. Akan tetapi, ia kemudian meninggal terbunuh dalam perebutan kekuasaan oleh keponakannya sendiri, yaitu Arya Panangsang.
Selanjutnya, Arya Penangsang menjadi penguasa demak. Namun karena kadipaten pajang juga telah beranjak kuat dan memiliki wilayah yang luas terjadilah pertentangan antara jaka tingkir dan arya penangsang. Dengan bantuan dari kadipaten-kadipaten lainnya yang juga tidak menyukai arya penangsang, jaka tingkir akhirnya berhasil membunuh Arya Penangsang.
Kisah menaklukan arya penangsang terekam di dalam cerita babad, tentu saja dengan bumbu-bumbus mitos. Dikisahkan dalam Babad Tanah Jawi, Jaka Tingkir mendapat bantuan dari tiga orang yaknik Ki Ageng Pemanahan, Ki Penjawi, Ki Juru Mertani. Arya Penangsang terkenal sakti, karena merupakan murid utama sunan Kudus, senapati perang kerajaan demak. Untuk menghadapi kesaktian penangsang, ketiga orang itu membuat strategi.
Taktik dijalankan, awalnya dengan menangkap dan melukai telinga kuda kesayangan Arya Penangsang, Gagak Rimang. Kuda itu kemudian dikembalikan ke kandangnya. Mengetahui hal itu, Arya Penangsang sangat murka, dan langsung mencari yang dianggap bertanggung jawab.
Dilihatnya, orang yang melekuia Gagang Rimang lari ke tepi Bengawan Solo, Maka arya penangsang mengejarnya. Di sana pasukan ki pemanahan, Ki Penjawi, dan Ki Juru Martani sudah menunggu. Saat itu danang Sutawijaya anak ki Gede Mataram, sudah menunggu di balik gerumul semak di seberang sungai.
Ketika Arya penangsang tiba di tepi bengawan, diseberang dilepaskan seekor kuda betina. Maka, gagak rimang langsung mengejar kuda betina tersebut tanpa bisa dikendalikan, dan menyeberangi bengawan solo. Di seberang bengawan, Danang Sutawijaya sudah siap, menghunus tombank Kyai Plered. Begitu posisi dekat, Arya Penangsang ditikam dengan tombak di tangan Sutawijaya. Ia terjatuh, ususnya terburai. Namun, arya penangsang bangkit lagi, dan melilitkan ususnya di kerisnya, Kyai Setan Kober. Lantas ia menerjang sutawijaya, sambil menghunus kerisnya. Tetapi ia lupa, keris sakitnya terlilit ususnya sendiri, hingga malah menggores ususnya itu. arya penangsang tewas seketika.

Sebagai raja pajang, jaka tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya (1568 – 1582). Gelar itu disahkan oleh sunan Giri, dan segera mendapat pengakuan dari para adipati di jawa tengah dan jawa timur. Sebagai langkah pertama peneguhan kekuasaan, hadiwijaya memerintahkan agar semua benda pusaka demak dipindahkan ke Pajang. Setelah itu, ia menjadi salah satu raja yang paling berpengaruh di Jawa.
Sultan Hadiwijaya memperluas kekuasaannya di jawa pedalaman ke arah timur sampai daerah madiun, di aliran anak bengawan Solo yang terbesar. Tahun 1554, Blora, dekat Jipang, diduduki pula. Kediri ditundukannya pada tahun 1577. tahun 1581, sesudah usia sultan Hadiwijaya melampaui setengah baya, ia berhasil mendapatkan pengakuan sebagai sultan islam dari raja-raja terpenting di jawa timur.
Meskipun sultan hadiwijaya sangat berpengaruh dan kuat, akan tetapi pajang tidak mampu memperluas wilayah kekuasaannya ke daerah lautan. Bahkan madura pun tidak masuk dalam wilayah kekuasaan pajang. Mungkin, ini merupakan salah satu akibat posisi pajang yang berada terlalu masuk ke pedalaman jawa.
Meskipun perluasan wilayah tidak dapat dijalankan secara maksimal, selama pemerintahan hadiwijaya, bidang kesusastraan dan kesenian yang sudah maju di Demak dan Jepara lambat laut dikenal di pedalaman jawa. Pengaruh islam yang kaut di daerah pesisir pun menjalar dan tersebar ke pedalaman.

Hadiwijaya meninggal dunia pada tahun 1587. jenazahnya dimakamkan di Butuh, suatu daerah sebelah barat taman keraton pajang. Ia digantikan oleh menantunya, Arya Pangiri, anak Sunan Prawoto. Sebelum diangkat ke tahta pajang, Arya Pangiri adalah penguasa demak. Sementara itu, anak sultan Hadiwijaya, pangeran Benawa, disingkirkan oleh Arya Pangiri, dan dijadikan Adipati Jipang.
Pangeran Benawa lantas meminta bantuan danang Sutawijaya penguasa mataram, untuk menggulingkan Arya Pangiri. Mereka berhasil dan pangeran Benawa naik ke singgasana pajang. Meski demikian, benawa mengakhiri kekuasaannya dengan mengundurkan diri dari tahta, lalu memilih hidup mengabdi untuk agama.
Selanjutnya, kesultanan pajang kalah pamor terhadap kekuasaan Mataram. Sebagai pengganti pengeran benawa, raja mataram mengangkat Gagak bening. Namun, posisinya hanyalah sebagai adipati Pajang. Sayang, usianya tidak panjang. Ia meninggal pada tahun 1591. akhirnya, raja mataram mengangkat putra pangeran benawa sebagai adipati pajang. Riwayat kerajaan pajang bearkhi di tahun 1618.

* Kerajaan Mataram

Kerajaan mataram berdiri pada tahun 1582. pusat kerajaan ini terletak di sebelah tenggara kota Yogyakarta, yakni di Kotagede. Para raja yang pernah memerintah di Kerajaan mataram yaitu penembahan senapati (1584 – 1601), panembahan Seda Krapyak (1601 – 1677).
dalam sejarah islam, Kesultanan mataram memiliki peran yang cukup penting dalam perjalanan secara kerajaan-kerajaan islam di Nusantara (indonesia). Hal ini terlihat dari semangat raja-raja untuk memperluas daerah kekuasaan dan mengislamkan para penduduk daerah kekuasaannya, keterlibatan para pemuka agama, hingga pengembangan kebudayaan yang bercorak islam di jawa.
Pada awalnya daerah mataram dikuasai kesultanan pajang sebagai balas jasa atas perjuangan dalam mengalahkan Arya Penangsang. Sultan Hadiwijaya menghadiahkan daerah mataram kepada Ki Ageng Pemanahan. Selanjutnya, oleh ki Ageng Pemanahan Mataram dibangun sebagai tempat permukiman baru dan persawahan.
Akan tetapi, kehadirannya di daerah ini dan usaha pembangunannya mendapat berbagai jenis tanggapan dari para penguasa setempat. Misalnya, Ki Ageng Giring yang berasal dari wangsa Kajoran secara terang-terangan menentang kehadirannya. Begitu pula ki Ageng tembayat dan Ki Ageng Mangir. Namun masih ada yang menerima kehadirannya, misalnya ki Ageng Karanglo. Meskipun demikian, tanggapan dan sambutan yang beraneka itu tidak mengubah pendirian Ki Ageng Pemanahan untuk melanjutkan pembangunan daerah itu. ia membangun pusat kekuatan di plered dan menyiapkan strategi untuk menundukkan para penguasa yang menentang kehadirannya.
Pada tahun 1575, Pemahanan meninggal dunia. Ia digantikan oleh putranya, Danang Sutawijaya atau Pangeran Ngabehi Loring Pasar. Di samping bertekad melanjutkan mimpi ayahandanya, ia pun bercita-cita membebaskan diri dari kekuasaan pajang. Sehingga, hubungan antara mataram dengan pajang pun memburuk.
Hubungan yang tegang antara sutawijaya dan kesultanan Pajang akhirnya menimbulkan peperangan. Dalam peperangan ini, kesultanan pajang mengalami kekalahan. Setelah penguasa pajak yakni hadiwijaya meninggal dunia (1587), Sutawijaya mengangkat dirinya menjadi raja Mataram dengan gelar penembahan Senapati Ing Alaga. Ia mulai membangun kerajaannya dan memindahkan senapati pusat pemerintahan ke Kotagede. Untuk memperluas daerah kekuasaanya, penembahan senapati melancarkan serangan-serangan ke daerah sekitar. Misalnya dengan menaklukkan Ki Ageng Mangir dan Ki Ageng Giring.Pada tahun 1590, penembahan senapati atau biasa disebut dengan senapati menguasai madiun, yang waktu itu bersekutu dengan surabaya. Pada tahun 1591 ia mengalahkan kediri dan jipang, lalu melanjutkannya dengan penaklukkan Pasuruan dan Tuban pada tahun 1598-1599.
Sebagai raja islam yang baru, panembahan senapati melaksanakan penaklukkan-penaklukan itu untuk mewujudkan gagasannya bahwa mataram harus menjadi pusat budaya dan agama islam, untuk menggantikan atau melanjutkan kesultanan demak. Disebutkan pula dalam cerita babad bahwa cita-cita itu berasal dari wangsit yang diterimanya dari Lipura (desa yang terletak di sebelah barat daya Yogyakarta). Wangsit datang setelah mimpi dan pertemuan senapati dengan penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul, ketika ia bersemedi di Parangtritis dan Gua Langse di Selatan Yogyakarta. Dari pertemuan itu disebutkan bahwa kelak ia akan menguasai seluruh tanah jawa.

Sistem pemerintahan yang dianut kerajaan mataram islam adalah sistem Dewa-Raja. Artinya pusat kekuasaan tertinggi dan mutlak adaa pada diri sulta. Seorang sultan atau raja sering digambarkan memiliki sifat keramat, yang kebijaksanaannya terpacar dari kejernihan air muka dan kewibawannya yang tiada tara. Raja menampakkan diri pada rakyat sekali seminggu di alun-alun istana.
Selain sultan, pejabat penting lainnya adalah kaum priayi yang merupakan penghubung antara raja dan rakyat. Selain itu ada pula panglima perang yang bergelar Kusumadayu, serta perwira rendahan atau Yudanegara. Pejabat lainnya adalah Sasranegara, pejabat administrasi.
Dengan sistem pemerintahan seperti itu, Panembahan senapati terus-menerus memperkuat pengaruh mataram dalam berbagai bidang sampai ia meninggal pada tahun 1601. ia digantikan oleh putranya, Mas Jolang atau Penembahan Seda ing Krapyak (1601 – 1613).
Peran mas Jolang tidak banyak yang menarik untuk dicatat. Setelah mas jolang meninggal, ia digantikan oleh Mas Rangsang (1613 – 1645). Pada masa pemerintahannyalah Mataram mearik kejayaan. Baik dalam bidang perluasan daerah kekuasaan, maupun agama dan kebudayaan.
Pangeran Jatmiko atau Mas Rangsang Menjadi raja mataram ketiga. Ia mendapat nama gelar Agung Hanyakrakusuma selama masa kekuasaan, Agung Hanyakrakusuma berhasil membawa Mataram ke puncak kejayaan dengan pusat pemerintahan di Yogyakarta.
Gelar “sultan” yang disandang oleh Sultan Agung menunjukkan bahwa ia mempunyai kelebihan dari raja-raja sebelumnya, yaitu panembahan Senapati dan Panembahan Seda Ing Krapyak. Ia dinobatkan sebagai raja pada tahun 1613 pada umur sekitar 20 tahun, dengan gelar “Panembahan”. Pada tahun 1624, gelar “Panembahan” diganti menjadi “Susuhunan” atau “Sunan”.
Pada tahun 1641, Agung Hanyakrakusuma menerima pengakuan dari Mekah sebagai sultan, kemudian mengambil gelar selengkapnya Sultan Agung Hanyakrakusuma Senapati Ing Alaga Ngabdurrahman.

Karena cita-cita Sultan Agung untuk memerintah seluruh pulau jawa, kerajaan Mataram pun terlibat dalam perang yang berkepanjangan baik dengan penguasa-penguasa daerah, maupun dengan kompeni VOC yang mengincar pulau Jawa.
Pada tahun 1614, sultan agung mempersatukan kediri, pasuruan, lumajang, dan malang. Pada tahun 1615, kekuatan tentara mataram lebih difokuskan ke daerah wirasaba, tempat yang sangat strategis untuk menghadapi jawa timur. Daerah ini pun berhasil ditaklukkan. pada tahun 1616, terjadi pertempuran antara tentara mataram dan tentara surabaya, pasuruan, Tuban, Jepara, wirasaba, Arosbaya dan Sumenep. Peperangan ini dapat dimenangi oleh tentara mataram, dan merupakan kunci kemenangan untuk masa selanjutnya. Di tahun yang sama Lasem menyerah. Tahun 1619, tuban dan Pasuruan dapat dipersatukan. Selanjutnya mataram berhadapan langsung dengan Surabaya. Untuk menghadapi surabaya, mataram melakukan strategi mengepung, yaitu lebih dahulu menggempur daerah-daerah pedalaman seperti Sukadana (1622) dan Madura (1624). Akhirnya, Surabaya dapat dikuasai pada tahun 1625.
Dengan penaklukan-penaklukan tersebut, Mataram menjadi kerajaan yang sangat kuat secara militer. Pada tahun, 1627, seluruh pulau jawa kecuali kesultanan Banten dan wilayah kekuasaan kompeni VOC di Batavia ttelah berhasil dipersatukan di bawah mataram. Sukses besar tersebut menumbuhkan kepercayaan diri sultan agung untuk menantang kompeni yang masih bercongkol di Batavia. Maka, pada tahun 1628, Mataram mempersiapkan pasukan di bawah pimpinan Tumengggung Baureksa dan Tumenggung Sura Agul-agul, untuk menggempur batavia.
Sayang sekali, karena kuatnya pertahanan belanda, serangan ini gagal, bahkan tumengggung Baureksa gugur. Kegagalan tersebut menyebabkan matara bersemangat menyusun kekuatan yang lebih terlatih, dengan persiapan yang lebih matang. Maka pada pada 1629, pasukan Sultan Agung kembali menyerbu Batavia. Kali ini, ki ageng Juminah, Ki Ageng Purbaya, ki Ageng Puger adalah para pimpinannya. Penyerbuan dilancarkan terhadap benteng Hollandia, Bommel, dan weesp. Akan tetapi serangan ini kembali dapat dipatahkan, hingga menyebabkan pasukan mataram ditarik mundur pada tahun itu juga. Selanjutnya, serangan mataram diarahkan ke blambangan yang dapat diintegrasikan pada tahun 1639.

Di luar peranan politik dan militer, Sultan Agung dikenal sebagai penguasa yang besar perhatiannya terhadap perkembangan islam di tanah jawa. Ia adalah pemimpin yang taat beragama, sehingga banyak memperoleh simpati dari kalangan ulama. Secara teratur, ia pergi ke masjid, dan para pembesar diharuskan mengikutinya. Untuk memperkuat suasana keagamaan, tradisi khitan, memendekkan rambut bagi pria, dan mengenakan tutup kepala berwarna putih, dinyatakan sebagai syariat yang harus ditaati.
Bagi sultan Agung, kerajaan mataram adalah kerajaan islam yang mengemban amanat Tuhan di tanah jawa. Oleh sebab itu, struktur serta jabatan kepenghuluan dibangun dalam sistem kekuasaan kerajaan. Tradisi kekuasaan seperti sholat jumat di masjid, grebeg ramadan, dan upaya pengamanalan syariat islam merupakan bagian tak terpisahkan dari tatanan istana.

Sultan agung juga berprediksi sebagai pujangga. Karyanya yang terkenal yaitu kitab Serat Sastra Gendhing. Adapun kita serat Nitipraja digubahnya pada tahun 1641 M. Serat sastra Gendhing berisi tetang budi pekerti luhur dan keselarasan lahir batin. Serat Nitipraja berisi tata aturan moral, agar tatanan masyarakat dan negara dapat menjadi harmonis. Selain menulis, Sultan Agung juga memerintahkan para pujangga kraton untuk menulis sejarah babad tanah jawi.
Di antara semua karyanya , peran sultan agung yang lebih membawa pengaruh luas adalah dalam penanggalan. Sultan agung memadukan tradisi pesantren islam dengan tradisi kejawen dalam perhitungan tahun. Masyarakat pesantren biasa menggunakan tahun hijriah, masyarakat kejawen menggunakan tahun Caka atau saka. Pada tahun 1633, Sultan Agung berhasil menyusun dan mengumumkan berlakunya sistem perhitungan tahun yang baru bagi seluruh mataram. Perhitungan itu hampir seluruhnya disesuaikan dengan tahun hijriah, berdasarkan perhitungan bulan. Namun, awal perhitungan tahun jawa ini tetap sama dengan tahun saka, yaitu 78 m. Kesatuan perhitungan tahun sangat penting bagi penulisan serat babad. Perubahan perhitungan itu merupakan sumbangan yang sangat penting bagi perkembangan proses pengislaman tradisi dan kebudayaan jawa yang sudah terjadi sejak berdirinya kerajaan demak. Hingga saat ini, sistem penanggalan ala sultan Agung ini masih banyak digunakan.
Sejak masa sebelum sultan Agung pembangunan non-militer memang telah dilakukan. Satu yang layak disebut, panembahan Senapati menyempurnakan bentuk wayang dengan tatanan gempuran. Setelah zaman senapati, mas jolang juga berjasa dalam kebudayaan, dengan berusaha menyusun sejarah negeri demak, serta menulis beberapa kitap suluk. Misalnya Sulu Wujil (1607 M) yang berisi wejangan Sunan bonang kepada abdi raja majapahit yang bernama Wujil. Pangeran Karanggayam juga menggubah Serat Nitisruti (1612 m) pada masa mas jolang.

Menjelang akhir hayatnya. Sultan Agung menerapkan peraturan yang bertujuan mencegah perebutan tahta, antara keluarga raja dan putra mahkota. Di bawah kepemimpinan Sultan Agung, Mataram tidak hanya menjadi pusat kekuasaan, tapi juga menjadi pusat penyebaran islam.
Sultan agung meninggal pada Februari 1646. ia dimakamkan di puncak Bukit Imogiri, Bantul ,Yogyakarta. Selanjutnya, mataram diperintah oleh putranya, Sunan Tegalwangi, dengan gelar Amangkurat I ( 1646 – 1677). Dalam masa pemerintahan Amangkurat I, kerajaan mataram mulai mundur. Wilayah kekuasaan mataram berangsur-angusr menyempit karena direbut oleh kompeni VOC. Yang paling mengenaskan, pada tahun 1675, Rade Trunajaya dari Madura memberontak. Pemberontakannya demikian tak terbendung, sampai-sampai Trunajaya berhasil menguasai keraton Mataram yang waktu itu teletak di Plered. Amangkurat terlunta-lunta mengungsi, dan akhirnya meninggal di Tegal.
Sepeninggal Amangkurat I, Mataram dipegang oleh Amangkurat II yang menurunkan Dinasti Paku Buwana di Solo dan Hamengku Buwana di Yogyakarta. Amangkurat II meminta bantuan VOC untuk memadamkan pemberontakan Trunajaya.
Setelah berakhirnya Perang Giyanti (1755), wilayah kekuasaan mataram semakin terpecah belah. Berdasarkan perjanjian giyanti, mataram dipecah menjadi dua, yakni mataram sukrakarta dan mataram yogyakarta. Pada tahun 1757 dan 1813, perpecahan terjadi lagi dengan munculnya Mangkunegara dan pakualaman. Di masa pemerintahan Hindia Belanda, keempat pecahan kerajaan mataram ini disebut sebagai vorstenlanden.
Saat ini, keempat pecahan Kesultanan Mataram tersebut masih melanjutkan dinasti masing-masing. Bahkan peran dan pengaruh pecahan mataram tersebut, terutama kesultanan Yogyakarta masih cukup besar dan diakui masyarakat.

* Kerajaan Cirebon

Kesultanan Cirebon adalah sebuah kerajaan islam yang ternama di Jawa Barat. Kerajaan ini berkuasa pada abad ke 15 hingga abad ke 16 M. Letak kesultanan cirebon adalah di pantai utara pulau jawa. Lokasi perbatasan antara jawa tengah dan jawa barat membuat kesultanan Cirebon menjadi “jembatan” antara kebudayaan jawa dan Sunda. Sehingga, di Cirebon tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi oleh kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda.
Pada awalnya, cirebon adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. Demikian dikatakan oleh serat Sulendraningrat yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda. Lama-kelamaan cirebon berkembang menjadi sebuah desa yang ramai yang diberi nama caruban. Diberi nama demikian karena di sana bercampur para pendatang dari beraneka bangsa, agama, bahasa, dan adat istiadat.
Karena sejak awal mata pecaharian sebagian besar masyarakat adalah nelayan, maka berkembanglah pekerjaan nenangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai, serta pembuatan terasi, petis dan garam. Dari istilah air bekas pembuatan terasi (belendrang) dari udang rebon ini berkembang sebutan cai-rebon (bahasa sunda : air rebon), yang kemudian menjadi cirebon.
Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya Alam dari pedalaman, cirebon menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara jawa. Dari pelaburan cirebon, kegiatan pelayaran dan perniagaan berlangsung antar-kepulauan nusantara maupun dengan bagian dunia lainnya. Selain itu, tidak kalah dengan kota-kota pesisir lainnya Cirebon juga tumbuh menjadi pusat penyebaran islam di jawa barat.

Al kisah, hiduplah Ki gedeng Tapa, seorang saudagar kaya di pelabuhan Muarajati. Ia mulai membuka hutan, membangun sebuah gubuk pada tanggal 1 Sura 1358 (tahun jawa), bertepatan dengan tahun 1445 M. Sejak saat itu, mulailah para pendatang menetap dan membentuk masyarakat baru di desa caruban. Kuwu atau kepala desa pertama yang diangkat oleh masyarakat baru itu adalah Ki Gedeng Alang-alang. Sebagai pangraksabumi atau wakilnya, diangkatlah raden Walangsungsang. Walangsungsang adalah putra prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang, putri Ki Gedeng Tapa. Setelah ki gedeng alang-alang meninggal walangsungsang bergelar Ki Cakrabumi diangkat sebagai Kuwu pengganti ki Gedeng Alang-alang dengan gelar pangeran Cakrabuana.
Ketika kakek ki gedeng Tapa meninggal, pangeran cakrabuana tidak meneruskannya, melainkan mendirikan istana Pakungwati, dan membentuk pemerintahan cirebon. Dengan demikian yang dianggap sebagai pendiri pertama kesultanan Cirebon adalah pangeran Cakrabuana (…. – 1479). Seusai menunaikan ibadah haji, cakrabuana disebut Haji Abdullah Iman, dan tampil sebagai raja Cirebon pertama yang memerintah istana pakungwati, serta aktif menyebarkan islam.
Pada tahun 1479 M, kedudukan Cakrabuana digantikan oleh keponakannya. Keponakan Cakrabuana tersebut merupakan buah perkawinan antara adik cakrabuana, yakni Nyai Rarasantang, dengan Syarif Abdullah dari Mesir. Keponakan Cakrabuana itulah yang bernama Syarif Hidayatullah (1448 – 1568 M). Setelah wafat, Syarif Hidayatullah dikenal dengan nama sunan Gunung Jati, atau juga bergelar ingkang Sinuhun Kanjeng Jati Purba Penetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatura Rasulullah.
Pertumbuhan dan perkembangan kesultanan Cirebon yang pesat dimulai oleh syarif Hidayatullah. Ia kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti kesultanan cirebon dan banten, serta menyebar islam di majalengka, Kuningan, kawali Galuh, Sunda Kelapa, dan Banten. Setelah Syarif Hidayatullah wafat pada tahun 1568, terjadilah kekosongan jabatan pimpinan tertinggi kerajaan Islam cirebon. Pada mulanya, calon kuat penggantinya adlah pangeran Dipati Carbon, Putra Pengeran Pasarean, cucu syarif hidayatullah. Namun, Pangeran dipati carbon meninggal lebuh dahulu pada tahun 1565.
Kosongnya kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat istana yang memegang kenali pemerintahan selama syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati melaksanakan Dakwah. Pejabat tersebut adalah Fatahillah atauFadillah Khan. Fatahillah kemudian naik tahta, secara resmi menjadi sultan cirebon sejak tahun 1568.
Naiknya Fatihillah dapat terjadi karena dua kemungkinan pertama, para sultan Gunung Jati, yaitu Pangeran Pasarean, pangeran Jayakelana, dan pangeran Bratakelana, meninggal lebih dahulu, sedangkan putra yang masih hidup, yaitu sultan Hasanuddin (pangeran Sabakingkin), memerintah di Banten berdiri sendiri sejak tahun 1552 M. Kedua, Fatahillah adalah menantu Sunan Gunung Jati (Fatahillah menikah dengan Ratu Ayu, putri sunan Gunung Jati), dan telah menunjukkan kemampuannya dalam memerintah Cirebon (1546 – 1568) mewakili Sunan Gunug Jati. Sayang, hanya dua tahun Fatahillah menduduki tahta Cirebon, karena ia meninggal pada 1570.
Sepeninggal Fatahillah, tahta jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati, yaitu pangeran Emas. Pangeran emas kemudian bergelar panembahan ratu I, dan memerintah cirebon selama kurang lebih 79 tahun. Setelah panembahan ratu I meninggal pada tahun 1649, pemerintahan kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang bernama pangeran Karim, karena ayahnya yaitu panembahan Adiningkusumah meninggal dunia terlebih dahulu. Selanjutnya, pangeran karim dikenal dengan sebutan Panembahan Ratu II atau panembahan Girilaya.
Pada masa pemerintahan Panembahan Girilaya, Cirebon terjepit di antara dua kekuatan, yaitu kekuatan Banten dan kekuatan mataram. Banten curiga, sebab cirebot dianggap mendekat ke mataram. Di lain pihak, mataram pun menuduh cirebon tidak lagi sungguh-suingguh mendekatkan diri, karena panembahan Girilaya dan Sultan Ageng dari banten adalah sama-sama keturunan pajajaran.
Kondisi panas ini memuncak dengan meninggalnya panembahan Girilaya saat berkunjung ke Kartasura. Ia lalu dimakamkan di bukit Girilaya, Gogyakarta, dengan posisi sejajar dengan makam sultan Agung di Imogiri. Perlu diketahui, panembahan Girilaya adalah juga menantu Sultan Agung Hanyakrakusuma. Bersamaan dengan meninggalnya panembahan Girilaya, Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya, yakni para putra panembahan Girilaya di tahan di mataram.
Dengan kematian panembahan Girilaya, terjadi kekosongan penguasa. Sultan ageng tirtayasa segera dinobatkan pangeran Wangsakerta sebagai pengganti panembahan Girilaya, atas tanggung jawab pihak Banten. Sultan ageng tirtayasa pun kemudian mengirimkan pasukan dan kapal perang untuk membantu trunajaya, yang pada saat itu sedang memerangi Amangkurat I dari mataram. Dengan bantuan Trunajaya, maka kedua putra penembahan Girilaya yang ditahan akhirnya dapat dibebaskan, dan dibawa kembali ke Cirebon. Bersama satu lagi putra panembahan Girilaya, mereka kemudian dinobatkan sebagai penguasa kesultanan Cirebon.

Panembahan Girilaya memiliki tiga putra, yaitu pangeran murtawijaya, pangeran Kartawijaya, dan pangeran wangsakerta. Pada penobatan ketiganya di tahun 1677, kesultanan cirebon terpecah menjadi tiga. Ketiga bagian itu dipimpin oleh tiga anak panembahan Girilaya, yakni :
1. Pangeran Martawijaya atau sultan Kraton Kasepuhan, dengan gelar Sepuh Abi Makarimi Muhammad Samsudin (1677 – 1703)
2. Pangeran Kartawijaya atau Sultan Kanoman, dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677 – 1723)
3. Pangeran Wangsakerta atau Panembahan Cirebon, dengan gelar pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677 – 1713)

Perubahan gelar dari “panembahan” menjadi “sultan” bagi dua putra tertua pangeran girilaya dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Sebab, keduanya dilantik menjadi sultan Cirebon di Ibukota banten. Sebagai sultan, mereka mempunyai wilayah kekuasaan penuh, rakyat, dan keraton masing-masing. Adapun pangeran wangsakerta tidak diangkat sebagai Sultan, melainkan hanya panembahan. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri, akan tetapi berdiri sebagai kaprabonan (paguron), yaitu tempat belajar para ilmuwan keraton.

Pergantian kepemimpinan para sultan di cirebon selanjutnya berjalan lancar, sampai pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798 – 1803). Saat itu terjadilah pepecahan karena salah seorang putranya, yaitu pangeran raja kanoman, ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama kesultanan Kacirebonan.
Kehendak raja kanoman didukung oleh pemerintah belanda yang mengangkatnya menjadi Sultan Cirebon pada tahun 1807. namun belanda mengajukan satu syarat, yaitu agar putra dan para pengganti raja Kanoman tidak berhak atas gelar sultan. Cukup dengan gelar pangeran saja. Sejak saat itu, di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi, yaitu kesultanan Kacirebonan. Sementara tahta sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803 – 1811).
Sesudah kejadian tersebut, pemerintah kolonial belanda pun semakin ikut campur dalam mengatur Cirebon, sehingga peranan istana-istana kesultanan Cirebon di wilayah-wilayah kekuasaannya semakin surut. Puncaknya terjadi pada tahun-tahun 1906 dan 1926, ketika kekuasaan pemerintahan kesultanan Cirebon secara resmi dihapuskan dengan pengesahan berdirinya Kota Cirebon.

* Kerajaan Banten

Berdirinya kesultanan Banten diawali ketika kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke jawa barat. Pada tahun 1524, Sunan Gunung Jati alias Syarif Hidayatullah bersama pasukan demak menaklukkan penguasa banten, dan mendirikan kesultanan banten yang berada di bawah pengaruh demak.
Kota banten terletak di pesisir selat sunda, dan merupakan pintu gerbang yang menghubungkan Sumatra dan jawa. Posisi banten yang sangat strategis ini menarik perhatian Demak untuk menguasainya. Di tahun 1525 – 1526 pasukan demak bersama Sunan Gunung Jati berhasil menguasai baten.
Sebelum banten berdiri sebagai kesultanan, wilayah ini termasuk bagian kerajaan pajajaran yang beragama hindu. Pada awal abad ke – 16, yang berkuasa di banten adala prabu Pucuk Umum dengan pusat pemerintahan kadipaten di banten Girang. Adapun daerah Surasowan hanya berfungsi sebagai kota pelabuhan. Menurut berita Joad Barros (1616), wartawan Portugis, diantara pelabuhan yang tersebar di wilayah pajajaran, pelabuhan sunda kelapa dan banten merupakan dua pelabuhan terbesar yang dikungjungi para saudagar dalam dan luar negeri. Dari sanalah sebagian besar lada dana hasil negeri lainnya diekspor.
Pada masa lalu, banten adalah semacam kota metropolitan. Ia menjadi pusat perkembangan pemerintahan kesultanan banten, yang sempat mengalami masa keemasan selama kurang lebih tiga abad. Menurut babad pajajaran, masuknya islam dibanten dimulai ketika Prabu Siliwangi sering melihat cahaya yang menyala-nyala di langit. untuk mencari tahu tentang arti itu, ia mengutus kian Santang, penasehat kerajaan pajajaran yang mengatakan bahwa cahaya di atas banten adalah cahaya islam. Kian Santang pun memeluk islam dan kembali ke pajajaran untuk mengislamkan masyarakat. Upaya kian santang hanya berhasil untuk beberapa orang saja, sedangkan yang lainnya menyingkirkan diri. Akibatnya, pajajaran menjadi berantakan.

Pada tahun 1526, gabungan pasukan Demak dan Cirebon bersama dengan laskar marinir maulana Hasanuddin (putra Syarif Hidayatullah) tidak banyak mengalami kesulitan dalam menguasai banten. Bahkan ada yang menyebutkan, Prabu Pucuk Umum menyerahkan banten dengan Sukarela. Pusat pemerintahan yang semula berkedudukan di Banten pun dipindahkan ke Surasowan. Pemindahan pusat pemerintahan ini dimaksudkan untuk memudahkan hubungan antara pesisir melalui selat sunda dan selat malaka. Hal ini berkaitan pula dengan situasi asia tenggara kala itu. perlu dingat, malaka telah dikuasi portugis, sehingga pedagang yang enggan berhubungan dengan portugis mengalihkan rute niaga ke selat sunda.
Sejak itu, pelabuhan banten semakin ramai. Atas penunjukkan Sultan Demak, pada tahun 1526 maulana Hasanuddin diangkat sebagai Adipati Banten. Di tahun 1552, banten diubah menjadi negara bagian Demak, tetap dengan Maulana Hasanuddin sebagai pemimpinnya. Pada waktu demak runtuh dan diganti Pajang (1568), Maulana Hasanuddin memproklamasikan banten sebagai Negara Merdeka.
Sultan maulana Hasanuddin memerintah banten selama 18 tahun (1552 – 1570). Ia telah memberikan andil besar dalam meletakkan fondasi islam di Nusantara. Selain dengan mendirikan masjid dan pesantren, Maulana Hasanuddin juga mengirim ulama ke berbagai daerah yang telah dikuasainya. Usaha penyebarluasan Islam dan pembangunan Banten itu dilanjutkan oleh para penerusnya. Pada masa jayanya, wilayah kekuasaan Kesultanan Banten Meliputi Serang, Pandeglang, Lebak, dan Tangeran.
Saya sekali kejayaan itu mulai berakhir pada masa sultan Ageng Tirtayasa. Kesultanan Banten mengalami kehancuran Akibat ulah anak kandung Sultan Ageng Sendiri, yaitu sultan Haji. Pada waktu itu, Sultan Haji diserahi amanat oleh ayahnya sebagai sultan muda yang berkedudukan di Surasowan. Namun, sultan haji berdekat-dekat dengan kompeni, bahkan memberi mereka keleluasaan untuk berdagang di pelabuhan banten. Hal itu sangat tidak disukai oleh Sultan Ageng. Hingga akhirnya Sultan Ageng menyerang Istana Surasowan pada 27 Februari 1682. terjadilah perang dasyat , Sultan Ageng Tirtayasa melawan kompeni yang mendukung Sultan Haji. Istana Surasowan mengalami kehancuran pertama akibat perang tersebut.
Meskipun istana Surasowan dibangun kembali dengan megah oleh Sultan haji atas bantuan Arsitek Belanda, namun pemberontakan demi pembrontakan oleh rakyat banten tidak pernah surut. Sultan Ageng Tirtayasa memimpin perang gerilya bersama anaknya yang setia, Pangeran Purbaya, serta Syekh Yusuf, seorang ulama dari Makassar sekaligus menantunya. Akan tetapi, akhirnya Kompeni mengerahkan kekuatan penuh, dan Sultan Ageng dapat dikalahkan.

Setelah kekalahan itu, para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa menyebar ke berbagai daerah untuk berdakwah. Syekh Yusuf dibuang ke Srilanka, tempat ia memimpin gerakan perlawan lagi, sebelum akhirnya dibuang ke Afrika Selatan. Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf menyebarkan Islam, sampai wafatnya.
Sementara itu, banten jatuh menjadi boneka belanda. Daendels yang membangun jalan raya Anyer – Panarukan kemudian memindahkan pusat kekuasaan Baten ke Serang. Istana Surosowan ia bakar habis pada 1812. dapat dikatakan, pada tahun itulah Kesultanan Banten runtuh.

Keberadaan dan Kejayaan Kesultanan Banten pada masa lalu dapat dilihat dari peninggalan sejarah, seperti Masjid Agung Banten yang didirikan pada masa pemerintahakan Sultan Maulana Hasanuddin. Arsitektur masjid tersebut merupakan perpaduan antara arsitektur asing dan jawa. Bangunan lain yang membuktikan keberadaan Kesultanan Banten masa lampau adalah bekas istana Surasowan, yang letakkanya berdekatan dengan Masjid Agung Banten. Istana Surasowan yang kini tinggal puing-puing itu dikelilingi oleh tembok benteng yang tebal dengan luas kurang lebih 4 hektare, berbentuk persegi empat panjang. Benteng tersebut kini masih tegak berdiri, di samping beberapa bagian kecil yang telah runtuh.
Dalam situs kepurbakalaan banten, masih ada beberapa bangunan lain, misalnya menara banten, masjid Pacinan Tinggi, Benteng Speelwijk, Meriam Ki Amuk, Watu Gilang, dan pelabuhan perahu karangantu.

Sumber>>//ridwanaz.com

 

Quantcast

//

Oleh: cahayapelangi | April 19, 2010

Gajah Mada masa Kerajaan majapahit

Gajah Mada (wafat k. 1364) adalah seorang panglima perang dan tokoh yang sangat berpengaruh pada zaman kerajaan Majapahit.[1][2][3] Menurut berbagai sumber mitologi, kitab, dan prasasti dari zaman Jawa Kuno, ia memulai karirnya tahun 1313, dan semakin menanjak setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti pada masa pemerintahan Sri Jayanagara, yang mengangkatnya sebagai Patih[1]. Ia menjadi Mahapatih (Menteri Besar) pada masa Ratu Tribhuwanatunggadewi, dan kemudian sebagai Amangkubhumi (Perdana Menteri) yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya.[4]

Gajah Mada terkenal dengan sumpahnya, yaitu Sumpah Palapa, yang tercatat di dalam Pararaton[5]. Ia menyatakan tidak akan memakan palapa sebelum berhasil menyatukan Nusantara. Meskipun ia adalah salah satu tokoh sentral saat itu, sangat sedikit catatan-catatan sejarah yang ditemukan mengenai dirinya. Wajah sesungguhnya dari tokoh Gajah Mada, saat ini masih kontroversial.[6] Pada masa sekarang, Indonesia telah menetapkan Gajah Mada sebagai salah satu Pahlawan Nasional dan merupakan simbol nasionalisme[7] dan persatuan Nusantara[8].

 

*Awal karier

Sebuah arca yang diduga menggambarkan rupa Gajah Mada. Kini disimpan di museum Trowulan, Mojokerto.

Tidak ada informasi dalam sumber sejarah yang tersedia saat pada awal kehidupannya, kecuali bahwa ia dilahirkan sebagai seorang biasa yang naik dalam awal karirnya menjadi Begelen atau setingkat kepala pasukan Bhayangkara pada Raja Jayanagara (1309-1328) terdapat sumber yang mengatakan bahwa Gajah Mada bernama lahir Mada[9] sedangkan nama Gajah Mada[10] kemungkinan merupakan nama sejak menjabat sebagai patih. [11]

Dalam pupuh Désawarnana atau Nāgarakṛtāgama karya Prapanca yang ditemukan saat penyerangan Istana Tjakranagara di Pulau Lombok pada tahun 1894[12] terdapat informasi bahwa Gajah Mada merupakan patih dari Kerajaan Daha dan kemudian menjadi patih dari Kerajaan Daha dan Kerajaan Janggala yang membuatnya kemudian masuk kedalam strata sosial elitis pada saat itu dan Gajah Mada digambarkan pula sebagai ”seorang yang mengesankan, berbicara dengan tajam atau tegas, jujur dan tulus ikhlas serta berpikiran sehat”.[4][13][14]

Menurut Pararaton, Gajah Mada sebagai komandan pasukan khusus Bhayangkara berhasil memadamkan Pemberontakan Ra Kuti, dan menyelamatkan Prabu Jayanagara (1309-1328) putra Raden Wijaya dari Dara Petak. Selanjutnya di tahun 1319 ia diangkat sebagai Patih Kahuripan, dan dua tahun kemudian ia diangkat sebagai Patih Kediri.

Pada tahun 1329, Patih Majapahit yakni Aryo Tadah (Mpu Krewes) ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Dan menunjuk Patih Gajah Mada dari Kediri sebagai penggantinya. Patih Gajah Mada sendiri tak langsung menyetujui, tetapi ia ingin membuat jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan Keta dan Sadeng yang saat itu sedang memberontak terhadap Majapahit. Keta dan Sadeng pun akhirnya dapat ditaklukan. Akhirnya, pada tahun 1334, Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih secara resmi oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi (1328-1351) yang waktu itu telah memerintah Majapahit setelah terbunuhnya Jayanagara.

* Sumpah Palapa

Ketika pengangkatannya sebagai patih Amangkubhumi pada tahun 1258 Saka (1336 M) Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang berisi bahwa ia akan menikmati palapa atau rempah-rempah (yang diartikan kenikmatan duniawi) bila telah berhasil menaklukkan Nusantara. Sebagaimana tercatat dalam kitab Pararaton dalam teks Jawa Pertengahan yang berbunyi sebagai berikut[15]

Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa

bila dialih-bahasakan mempunyai arti[15] :

Beliau, Gajah Mada sebagai patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, Gajah Mada berkata bahwa bila telah mengalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa

* Invasi

Walaupun ada sejumlah pendapat yang meragukan sumpahnya, Gajah Mada memang hampir berhasil menaklukkan Nusantara. Dimulai dengan penaklukan ke daerah Swarnnabhumi (Sumatera) tahun 1339, pulau Bintan, Tumasik (sekarang Singapura), Semenanjung Malaya, kemudian pada tahun 1343 bersama dengan Arya Damar menaklukan Bedahulu (di Bali) dan kemudian penaklukan Lombok, dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kendawangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Sulu, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.

Pada zaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) yang menggantikan Tribhuwanatunggadewi, Gajah Mada terus melakukan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwu, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.

* Dilema

Terdapat dua wilayah di Pulau Jawa yang seharusnya terbebas dari invasi Majapahit yakni Pulau Madura dan Kerajaan Sunda karena kedua wilayah ini mempunyai keterkaitan erat dengan Narrya Sanggramawijaya atau secara umum disebut dengan Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit (Lihat: Prasasti Kudadu 1294 [16] dan Pararaton Lempengan VIII, Lempengan X s.d. Lempengan XII [17] dan Invasi Yuan-Mongol ke Jawa pada tahun 1293) sebagaimana diriwayatkan pula dalam Kidung Panji Wijayakrama.

* Perang Bubat

Dalam Kidung Sunda[18] diceritakan bahwa Perang Bubat (1357) bermula saat Prabu Hayam Wuruk mulai melakukan langkah-langkah diplomasi dengan hendak menikahi Dyah Pitaloka putri Sunda sebagai permaisuri. Lamaran Prabu Hayam Wuruk diterima pihak Kerajaan Sunda, dan rombongan besar Kerajaan Sunda datang ke Majapahit untuk melangsungkan pernikahan agung itu. Gajah Mada yang menginginkan Sunda takluk, memaksa menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan Majapahit. Akibat penolakan pihak Sunda mengenai hal ini, terjadilah pertempuran tidak seimbang antara pasukan Majapahit dan rombongan Sunda di Bubat; yang saat itu menjadi tempat penginapan rombongan Sunda. Dyah Pitaloka bunuh diri setelah ayahanda dan seluruh rombongannya gugur dalam pertempuran. Akibat peristiwa itu langkah-langkah diplomasi Hayam Wuruk gagal dan Gajah Mada dinonaktifkan dari jabatannya karena dipandang lebih menginginkan pencapaiannya dengan jalan melakukan invasi militer padahal hal ini tidak boleh dilakukan.

Dalam Nagarakretagama diceritakan hal yang sedikit berbeda. Dikatakan bahwa Hayam Wuruk sangat menghargai Gajah Mada sebagai Mahamantri Agung yang wira, bijaksana, serta setia berbakti kepada negara. Sang raja menganugerahkan dukuh ”Madakaripura” yang berpemandangan indah di Tongas, Probolinggo, kepada Gajah Mada. Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa pada 1359, Gajah Mada diangkat kembali sebagai patih; hanya saja ia memerintah dari Madakaripura.[19]

* Akhir hidup

Disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama bahwa sekembalinya Hayam Wuruk dari upacara keagamaan di Simping, ia menjumpai bahwa Gajah Mada telah sakit. Gajah Mada disebutkan meninggal dunia pada tahun 1286 Saka atau 1364 Masehi.

Hayam Wuruk kemudian memilih enam Mahamantri Agung, untuk selanjutnya membantunya dalam menyelenggarakan segala urusan negara.

* Penghormatan

Lukisan kontemporer Gajah Mada karya I Nyoman Astika.

Sebagai salah seorang tokoh utama Majapahit, nama Gajah Mada sangat terkenal di masyarakat Indonesia pada umumnya. Pada masa awal kemerdekaan, para pemimpin antara lain Sukarno sering menyebut sumpah Gajah Mada sebagai inspirasi dan “bukti” bahwa bangsa ini dapat bersatu, meskipun meliputi wilayah yang luas dan budaya yang berbeda-beda. Dengan demikian, Gajah Mada adalah inspirasi bagi revolusi nasional Indonesia untuk usaha kemerdekaannya dari kolonialisme Belanda.

Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta adalah universitas negeri yang dinamakan menurut namanya. Satelit telekomunikasi Indonesia yang pertama dinamakan Satelit Palapa, yang menonjolkan perannya sebagai pemersatu telekomunikasi rakyat Indonesia. Banyak kota di Indonesia memiliki jalan yang bernama Gajah Mada, namun menarik diperhatikan bahwa tidak demikian halnya dengan kota-kota di Jawa Barat.

Buku-buku fiksi kesejarahan dan sandiwara radio sampai sekarang masih sering menceritakan Gajah Mada dan perjuangannya memperluas kekuasaan Majapahit di nusantara dengan Sumpah Palapanya, demikian pula dengan karya seni patung, lukisan, dan lain-lainnya.

Sumber://wikipedia.org

Oleh: cahayapelangi | April 28, 2010

Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki?

Ilustrasi perahu Nabi Nuh

Kemarin, 26 April 2010 mereka mengumumkan mereka menemukan  perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan klaim mereka.

Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah.

Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah.

“Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen,” kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, 27 April 2010.

Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu.

Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu.

Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah — begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan.

Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO — agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh.

Awalnya, direncananya para arkeolog akan menggali perahu itu dan memisahkannya dari gunung. Namun, hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski nilai sejarah penemuan ini sangat tinggi.

***

Gunung Ararat, lokasi penemuan perahu Nabi Nuh
Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas Gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan misinya.

Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun kota-kota lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat.

Apalagi, pilot pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki.

Pada 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju.

Beberapa ahli lain berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari pemukiman manusia – yang selamat dari bencana banjir bah.

Namun, peneliti yang mengklaim penemu perahu Nuh membantahnya. “Kami tak pernah menemukan ada manusia yang bermukim di ketinggian 3.500 meter dalam sejarah umat manusia.”

Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para penemu diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun.

sumber>>/VIVIAnews.com

Oleh: cahayapelangi | April 29, 2010

Ringankan beban dengan kerjasama

Kita tidak akan bisa hidup tanpa orang lain dengan  kerjasama  sesuatu  yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.

Bekerjasama dengan orang lain bukanlah tanda kelemahan kita melainkan bukti bahwa kita sebagai manusia  yang cerdik untuk melipat gandakan suatu hasil

Ada sebuah keluarga yang mempunyai tiga anak laki-laki seiring dengan berjalannya waktu sang bapak merasakan dirinya sudah tidak sekuat dulu lagi badanpun mulai terasa  sakit-sakitan karena dimakan usia sementara ke tiga anaknyapun sudah beranjak dewasa satu rentang waktu yang terlewati sudah cukup panjang namun tidak terasa karena waktu tidak pernah  berhenti sedikitpun.

Semakin hari hati sang Bapak semakin risau melihat ketiga anaknya tidak pernah hidup rukun. Sepanjang hari selalu dihabiskan dengan bertengkar dan berantem.Sang bapak terus memeras otak agar kelak kalau dirinya sudah tidak ada, anak anaknya dapat hidup berdampingan dengan rukun dan saling membantu. Setelah sekian lama, akhirnya Sang bapak pun menemukan caranya maka di kumpulkanlah ketiga anaknya.

” Anak anaku bapak merasa sudah tua dan usaha yang bapak rintis harus ada penerusnya maka bapak akan memilih diantara  kalian siapa yang paling berhak mewarisi usaha keluarga kita ”, sang bapak menyampaikan dengan suara yang tenang sedangkan anak anaknya sudah mulai gaduh

” Aku yang paling berhak karena diantara kami akulah yang paling tua ”, kata anak pertama. ” Tidak, Akulah yang paling berhak karena selama ini akulah yang paling banyak membantu bapak ”, timpal anak kedua. ” He dengar ya, akulah yang paling pantas karena diantara kalian semua karena akulah yang paling pintar ”, anak ketiga pun tidak mau kalah.

” Alasan kalian semuanya masuk akal, begini saja bapak akan mengetes kalian dan yang menang dialah yang berhak, bagaimana kalian setuju ? ” , tanya sang bapak . ” Setuju ”, jawab ketiga anaknya serempak dan mereka pun saling menyombongkan diri dan penuh percaya diri untuk memenangkan ujian yang akan di berikan oleh bapaknya meskipun mereka belum tahu ujian apa yang bakalan mereka hadapi.

Sang bapak pun mengeluarkan tiga batang sumpit bambu yang kemudian di serahakan kepada anak anaknya ” Apabila ada diantara kalian yang bisa mematahkan ketiga sumpit ini sekaligus maka dialah pemenangnya”, sang bapak menjelaskan aturan mainnya dengan penuh wibawa

Anak yang pertama pun diberi kesempatan terlebih dahulu dilanjutkan anak yang kedua dan yang terakhir adalah si bungsu mereka berusaha keras untuk mematahkan sumpit tersebut dengan  sekuat tenaga tapi akhirnya mereka tidak ada yang berhasil kesombongan yang awalnya berapi api sekejap sirna dan mereka tertunduk malu sang bapak tenang dan tersenyum dan sang bapak pun mengambil kembali ketiga sumpit itu lalu di bagikan satu satu kepada mereka, ” Coba sekarang kalian patahkan perintah sang bapak ! ”

Dan ketiga anaknya sama sekali tidak mengalami kesulitan untuk mematahkan ketiga sumpit yang telah dibagi tiga itu, ” Kalian paham kan sekarang ketiga sumpit bisa di patahkan kalau kalian bekerja sama, bapak harap kedepannya masalah apapun yang kalian hadapi, Hadapilah bersama sama, saling membantu satu sama lainnya, seberat apapun suatu pekerjaan kalau di kerjakan bersama pasti akan berhasil sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi mungkin jika kalian selalu bergandengan tangan

Sejak saat itu mereka pun tidak pernah bertengkar dan berantem lagi mereka selalu bersama sama hingga sang bapak wafat usaha mereka terus berkembang pesat berkat kerja sama mereka mereka telah mengerti nilai nilai yang di ajarkan oleh sang bapak

Kaum yang tertindas adalah kaum yang tercerai berai sedangkan kaum yang kuat adalah kaum yang selalu mengutamakan kebersamaan

Sahabatku, dalam hidup kita tidak bisa hidup sendiri kita selalu membutuhkan orang lain untuk itu jangan pernah menganggap semua hal di dunia ini dapat diselesaikan sendiri manusia terlalu kecil laksana sebutir  debu mana mungkin bisa melakukan semua hal

Kerja sama memegang peranan yang sangat penting dalam hidup manusia, di dalam sebuah keluarga ada bapak yang mencari nafkah dan ibu yang mengurus rumah tangga dan akan menjadi berat bila kedua hal tersebut di kerjakan sendiri oleh ibu atau bapak

Demikian juga dalam dunia kerja yang membutuhkan teamwork, keberhasilan suatu proyek tentu bukan berkat satu orang melainkan berhasil karena ada kerja sama antara sesama penghuni perusahaan, sepintar apapun seorang pemimpin tanpa adanya dukungan dari bawahan  maka akan sia sia lebih baik berpikir dengan banyak kepala dari pada di pikir dengan satu kepala manusia hanya memiliki dua kaki dan dua tangan karena kita membutuhkan seribu tangan yang di maksud seribu tangan adalah bahwa suatu perkerjaan bila dikerjakan  bersama sama maka akan cepat selesai dan berhasil atau juga bisa di ibaratkan dengan sapu lidi jika hanya satu batang ia tidak akan ada gunanya jika di gabungkan dalam segenggam maka ia dapat membersihkan sampah yang berserakan

Ribuan tahun yang lalu nenek moyang kita sudah mengenal apa yang di namakan dengan gotong royong dan di saat kehidupan yang serba teknologi ini pun kita masih tetap membutuhkan semangat gotong royong sekali lagi segala  sesuatu akan terasa mudah jika di lewati bersama
Dan mengenai kerja sama sama sekali tidak ada sisi negatif nya karena pada prinsip nya kerja sama adalah membuat sesuatu menjadi ringan dalam bidang apapun

Orang yang tidak mau bekerja sama dengan orang lain adalah manusia kerdil dan selamanya tidak akan berhasil sahabatku jangan pernah takut bahwa dengan  bekerja sama dengan orang lain keuntungan atau hasil yang kita peroleh akan berkurang karena sesungguhnya prinsip kerja sama bukan membagi hasil melainkan membagi beban sebaliknya dengan bekerja  sama akan menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda dengan sendiri kita akan memperoleh satu bahkan nol tetapi  dengan bekerja sama akan menghasilkan puluhan bahkan ratusan

Suami istri yang saling bahu membahu akan menciptakan rumah tangga yang harmonis, Guru dan murid yang saling bekerjasama akan menciptakan sekolah yang berprestasi Pemimpin perusahaan dengan karyawan yang seiring sejalan akan melahirkan perusahaan yang bonafid, Pimpinan negara dan rakyat yang saling mendukung akan membawa kemakmuran kesejahteraan dan keadilan bagi bangsanya

Bagaimana dengan anda?

Oleh: cahayapelangi | April 29, 2010

Negeri Para Penjahat dan Koruptor

Hidup di Indonesia ini sepertinya sudah tidak ada lagi keberkahannya. Hidup penuh dengan kedustaan, kebohongan, kepalsuan, menipu, dan segela bentuk kejahatan dan perilaku yang menyimpang. Sogok dan suap sudah menjadi ‘aqidah’.

Tak ada lagi para penegak hukum yang tak pernah ‘menelan’ sogok dan suap. Sepertinya tidak ada setitikpun harapan yang dapat diharapkan bagi masa depan Indonesia. Seakan semua manusia bergerak ke arah perbuatan yang nista itu.

Belum usai kasus Bank Century, yang diputuskan DPR, dan sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya, dan mungkin dibiarkan, tanpa ada langkah-langkah konkrit, khususnya terhadap para penanggung jawab yang telah menggelontorkan dana bailout kepada Bank Century Rp 6,7 triliun, sekarang semua orang membicarakan sosok Gayus Tambunan, yang hanya golongan III A dari pegawai Dirjen Pajak, menjadi seorang milyarder, yang kekayaannya sangat fantastis, dan yang diungkap dari hasil  korupsi/sogokan mencapai Rp 25 miliar. (berita Republika,30/3/2009, jumlahnya Rp 28 miliar)

Lalu, ada yang membuat rekaan analisis, bila  pegawai pajak jumlahnya 32.000, seandainya yang bermental seperti Gayus Tambunan 10 persen saja, maka 3200 dikalikan Rp 25 milyar, hasilnya sudah Rp 80 triliun. Bagaimana seandainya yang bermental seperti Gayus Tambunan itu, misalnya 90 persen, maka 28.000 dikalikan Rp 25 miliar, maka hasilnya mencapai 720 triliun. Sungguh luar biasa.

Inilah kisah negeri yang dihuni para penjahat, koruptor, tukang tipu, tukang sogok dan suap, para maling uang negara, dan semuanya tak ada yang merasa malu sedikitpun, di raut wajah mereka. Para koruptor dan maling uang negara, dan tukang sogok, ketika di pengadilan tak sedikitpun ada rasa penyesalan mereka, dan wajah mereka tetap ceria, dan menebar senyum ke mana-mana, dan wajah mereka tegas-tegas menatap kamera saat bertemu dengan para wartawan.

Negeri ini benar-benar aneh. Negeri yang para birokrat dan pejabat serta penguasanya sangat aneh dan ajaib. Mereka mempunyai prinsip, watak orang Indonesia itu, suka ‘pelupa’. Jadi, kalau mereka korup, maling uang negara, menerima sogok dan suap, lantas kasusnya dibawa ke pengadilan, prinsipnya pasti rakyat akan lupa, tak akan ingat lagi peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya. Maka mereka mempunyai hobi ‘menilep’ uang negara, dan menerima sogok dan suap.

Lihat saja kasus pemilihan deputi senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Miranda Gultom, yang sangat menyesakkan dada, ada anggota dewan dari PDIP, Golkar, PPP, dan Fraksi TNI/Polri, yang menerima uang ‘balas budi’ nilainya bermilyar-milyar, dan dijelaskan dengan gamblang dan terang benderang. Tapi, sampai sekarang yang ditekuk di pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) hanya yang menerima travel cheque, tapi yang menyogok, masih dapat tertawa-tawa di rumahnya.

Sesudah mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji, membuat ‘nyanyian’ tentang Gayus Tambunan tentang raibnya uang Rp 25 miliar yang raib, seakan-akan petir disiang bolong, dan semuanya menjadi ‘kiamat’, tapi itu hanya sebentar saja. Karena mereka yang sudah mendarah daging dengan kejahatan, pasti mereka tak akan pernah jera dengan berita dan siaran di media, siang dan malam. Bahkan tak segan-segan mereka berani membela diri.

Buktinya tak akan ada pengadilan yang menjatuhkan hukuman berat bagi mereka yang telah melakukan kejahatan, yang berkaitan dengan korupsi, sogok, suap, dan maling uang negara. Kasus yang paling spektakuler dalam sejarah bangsa ini, yaitu kasus BLBI yang menghabiskan Rp 650 triliun, dan tidak ada yang dihukum berat, dan hanya beberapa gelintir orang. Disusul kasus bail out Bank Century Rp 6,7 triliun, sepertinya kasus  ini akan berlalu bersamaan dengan waktu.

Para pejabat dan penagung jawab dibidang penegakkan hukum, hanya sibuk membuat pernyataan di media eletronik dan media cetak. Tidak ada tindakan yang konkrit dan nyata terhadap mereka. Para penjahat itu, tak ada yang jera, karena mereka sudah tahu hukumannya, dan hukumannya itu dapat diatur, seperti yang dilakukan Gayus Tambunan yang di vonis bebas oleh pengadilan. Untuk apa takut berbuat kejahatan, dan melakukan korupsi serta maling uang negara, faktanya tak akan ada hukuman yang berarti.

Denny Indrayana yang menjadi sekretaris Satgas Pemberantasan Makelar Kasus, hanya setiap malam ada di TV, dan menjadi seakan ‘bintang film’, dalam sebuah film yang bernama Gayus Tambunan. Betapa absurdnya kehidupan para pejabat di negeri ini, buktinya, Gayus Tambunan, sebelumnya sudah bertemu dengan orang-orang Satgas Pemberantas Makelar Kasus, seperti Deny Indrayana dan lainnya, tapi mengapa masih dapat pergi meninggalkan Indonesia, dan tidak ditangkap serta di tahan? Sesudah pergi dari Indonesia baru keluar dari Polri, tindakan pencekalan. Inilah yang menjadi sebuah bukti ketidak seriuasan para pejabat penegak hukum di Indonesia dalam menangani kasus korupsi.

Dari kasus Gayus Tambunan ini terungkap seluruh aparat penegak hukum terlibat, polisi, jaksa, , aparat pajak, dan aparat penegak hukum lainnya, secara sistemik terlibat dalam terlibat dalam kasus ini. Ini hanyalah salah satu kasus telah merembet ke semua institusi penegak hukum, dan lembaga lainnya.

Denny Indrayana selaku sekretaris Satgas Mafkelar Kasus, mengusulkan agar dilakukan pembuktian terbalik.  Tapi, ada yang memberikan komentar, ketika berlangsung diskusi di TV swasta di Jakarta, presenternya mengomentari gagasan Denny, kalau itu dilakukan adanya pembuktian terbalik terkait dengan kekayaan pajabat, maka Indonesia akan bubar. Tidak ada penjabat yang dapat kalis, dari kasus sogok, suap, dan maling uang negara. Salah bukktinya Gayus Tambunan yang hanya golongan III A, faktanya dapat menjadi milyader. Bagaimana pejabat yang lebih tinggi?

 Menkeu Sri Mulyani, sering mendapatkan pujian setinggi langit, bahwa berhasil melakukan reformasi birokrasi Depkeu, tapi dengan Gayus Tambunan, sebenarnya reformasi apa yang dikatakan berhasil oleh Menteri keuangan itu?  Kenyataannya menjadi ‘abal’, walaupun gajinya para pegawai pajak sudah dinaikkan, tak menutup tindakan korup mereka.

Gayus Tambunan hanyalah golongan III A dari pegawai Dirjen Pajak, lalu pejabat-pejabat lainnya bagaimana? Bagaimanan kalau dilakukan pembuktian terbalik atas segala kekayaan yang mereka miliki itu? Dari mana sumbernya? Apakah mereka yang menjabat sebagai birokrat dan penjabat dapat mempertanggungjawabkan harta kekayaan mereka?

Salah seorang mantan Dirjen Pajak, yang sekarang menjadi pejabat di BPK, memiliki kekayaan yang bermilyar-milyar, dan berdasarkan pengakuannya, sebagian kekayaan yang dimilikinya berasal dari hibah. Pantaslah kalau Indonesia tidak pernah naik peringkatnya sebagai negara paling korup di muka bumi ini. Wallahu’alam.

Oleh: cahayapelangi | Mei 14, 2010

Sekarang Jadi Presiden Paling Enak

Jakarta 7/6/2009: Sekarang jadi presiden itu paling enak, bisa berbuat semaunya dan tidak harus mempertanggungjawabkannya kepada MPR. Lain dengan dulu. Kalau dulu sebelum habis masa jabatannya harus dipertanggungjawabkan kepada MPR, sekarang tidak. Jadi salah atau tidak, begitu saja seenaknya, bisa bagi-bagi uang tunai langsung seenaknya.

Pengusaha nasional H. Probosutejo mengemukakan hal itu kepada Berita Indonesia (Jumat 12/6/09) di rumah kediamannya Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Sekarang ini, kata Probo, seakan-akan presidennya baik sekali membagi-bagi duit yang dinamakan dengan BLT atau bantuan langsung tunai, Rp 100.000 tiap bulan kepada 19 juta kepala keluarga, dibagi-bagi uang saja.

“Uangnya pemerintah, bukan uangnya Presiden Yudhoyono sendiri. Dibagi-bagi tetapi tidak dipertanggungjawabkan kepada MPR. Uangnya dari mana tidak ditanyakan, ngak ada yang tanya, DPRnya juga ngak bertanya, MPR juga tidak bertanya. Asalnya uang darimana koq segitu banyak dibagi-bagi saja, ternyata pinjaman. Ternyata pinjamannya juga pinjaman komersil dengan bunga yang tinggi sampai 12%. Tapi pinjaman itu siapa yang bayar? Yang bayar kan rakyat,” kata adik kandung satu ibu Pak Harto itu.

Berikut ini petikan pandangan Probosutejo tentang berbagai hal, di antaranya, tidak adanya GBHN, tidak adanya pertanggungjawaban presiden, BLT dan utang untuk makan, ekonomi kerakyatan dan neolib, serta HTI (hutan tanaman industri). Menurutnya, jika kondisi demikian terus, Indonesia bisa bangkrut.

***

Reformasi itu berlebihan sehingga pertanggungan jawaban presidenpun tidak ada. Rencana pembangunan tidak ada, GBHN juga tidak ada. Setelah menghabiskan uang begitu banyak, bagaimana cara mempertanggungjawabkannya juga tidak ada. Pada masa Megawati juga begitu.

Nah, kalau jamannya Kak Harto dulu ada pinjaman luar negeri tapi, untuk membangun infrastruktur untuk membangun waduk-waduk air, irigasi sawah meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan pekerjaan. Itulah ekonomi kerakyatan yang sesuai dengan UUD 1945. Di situ disebutkan ekonomi disusun sebagai usaha bersama. Yang paling cocok waktu dulu itu adalah koperasi dan itu tidak jalan sama sekali sekarang. Sekarang malah sudah berlaku neoliberal.

Neoliberal, pengusaha-pengusaha asing boleh masuk Indonesia, boleh bersaing dengan pengusaha-pengusaha kecil. Seperti bank-bank asing, kalau jamannya Pak Harto tidak boleh, hanya boleh di Jakarta saja. Sekarang di tiap-tiap daerah provinsi bahkan kabupaten sudah buka City Bank dan bank-bank asing yang lain.

Sekarang itu kita betul-betul sedang melakukan neoliberal. Jadi kalau Budiono ngak senang dikatakan neoliberal, sebenarnya SBY yang sedang melakukan neoliberal. Pengusaha asing boleh masuk ke Indonesia dengan bebas. Contohnya, Carrefour di mana-mana, bangunannya yang begitu megah. Dan di sana dijual dari yang terbesar-besar sampai yang terkecil-kecil, sampai lengkuas, serei pun ada di jual di situ. Bagaimana pengusaha kecil, pengusaha pribumi mau bersaing dengan itu, itukan neoliberal?

Belum lagi dengan pendidikan, sekolah asing diperbolehkan buka di Indonesia. Terus biaya pendidikannya mahal. Jadi nasionalismenya itu sudah ngak ada. Itulah akibat reformasi yang bukan kebablasan tapi memang tidak punya program.

Reformasi itu dulunya tidak direncanakan. Sampai mengobrak-abrik Undang-Undang Dasar. Coba, di negara mana pun tetap ada GBHN, kerakyatan. Kecuali kalau negara maju, di situ ngak ada GBHN, Amerika barangkali ngak ada, Inggris, Eropa ngak ada. Tapi kalau negara Rusia dan China sekarang masih ada. Nah, Indonesia ini sekarang GBHN sudah tidak ada. Begitu jadi presiden, diangkat jadi presiden langsung kerja. Kerjanya apa ya, sesuka hati.

Pak Harto, Kasar
Dulu dalam sidang kabinet Soeharto, pernah ada yang mengusulkan dana pinjaman yang hanya untuk memberi makan. Lalu bagaimana jawaban Pak Harto, kasar. “Kalau kita minjam-minjam untuk bikin tai saja akan percuma, harus digunakan untuk hal yang produktif atau infrastruktur. Sehingga nanti kita harus bisa kembalikan,” kata Pak Harto.

Jadi pinjam dari luar negeri boleh, tapi harus produktif, bukan konsumtif, dan dipertanggungjawabkan. Tidak bisa asal begitu, harus bisa kita pertanggungjawabkan semua. Nah, sekarang BLT itu disuruh makan-makan saja sama 19 juta keluarga.

Dulu ada pinjaman usaha kecil dan menengah (UKM), tetapi dipertanggungjawabkan kembali, tidak sama sekali habis begitu saja. Padahal kita diajarkan untuk memberikan sesuatu kail kepada orang miskin, orang yang minta-minta itu tidak boleh.

Tidak tahu siapa yang berani bisa mengembalikan kepada ekonomi kerakyatan di antara calon presiden saat ini. Kalau Yudhoyono terang ngak ada. Jadi kalau sampai presidennya Yudhoyono makin parah lagi, utangnya Indonesia ini. Sekarang utang pemerintah sudah Rp.17.000 triliun, tiap orang Indonesia menanggung kira-kira Rp.12. Utang itu pun berbunga komersial sampai 12-13 persen, bukan pinjaman lunak yang berbunga 6 persen.

Lalu, biarpun begitu, presiden tidak mempertanggung jawabkan itu. Itulah enaknya jadi presiden sekarang. MPR tidak tanya darimana uangnya yang dibagi-bagi itu. Sekarang DPR menerima laporan, tapi tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang tidak ada undang-undangnya bahwa presiden harus mempertanggungjawabkan. Jadi seenaknya saja, DPR juga tidak mempertanggungjawabkan, tidak ada yang mempertanggungjawabkan. Anggota DPR juga sia-sia, cuma mengontrol tapi tidak ada sanksinya. Presidennya juga begitu.

Saat ini MPR sudah tidak mempunyai kuasa. Sudah diamandemen semua. Jadi kalau presiden sudah habis waktunya ya begitu saja. Padalah habis-habisin uang. Negara ini lama kelamaan bangkrut betul. Kalau presiden yang gelagatnya seperti itu bisa bangkrut nanti. Habis dimakan semuanya. Pembangunan tidak ada. Padahal kalau bantuan liqiuditas yang terakhir Rp 70 triliun, digunakan untuk membangun hutan yang rusak dan yang tidak produktif, seperti yang saya lakukan itu sampai-sampai saya dipenjara, itu paling tidak bisa membangun sepuluh juta hektar.

Satu hektar itu membutuhkan tujuh juta biayanya jadi bisa sampai sepuluh. Jadi sepuluh juta hektar tiap tahun, dari sepuluh juta hektar yang dibuka, diratakan dengan traktor, lalu diolah, itu bisa menghasilkan apa saja. Bisa menghasilkan padi, singkong untuk tapioka, jagung, kacang, kedelai. Sudah Indonesia bisa berlebihan hasil bumi, dan bisa diekspor, jadi ada hasilnya. Tapi sekarang tidak ada pemikiran begitu. Jadi kasihan rakyat kecil, rakyat miskin.

Jadi betul-betul kalau begini caranya memerintah, seperti sekarang yang kelihatannya dianggap baik, dan dalam tempo lima tahun lagi nanti yang menggantikan begitu juga, Indonesia bisa jadi habis, bangkrut.

Jadi kalau mau negara ini berlanjut, kembali ke UUD 1945, memikirkan nasib rakyat. Jadi semuanya kerjasama, seluruh rakyat Indonesia membangun ekonomi bangsa, tidak memikirkan diri sendiri.

Neolib, Bukan Ekonomi Saja
Keuangan jaman sekarang ini, yang pertama yang paling untung itu adalah dari minyak. Jamannya Pak Harto, tidak mau naikkan harga minyak karena rakyat memerlukan minyak tanah untuk masak. Nah, sekarang minyak itu dinaikkan dengan harga yang tinggi, tidak peduli rakyat bisa beli atau tidak. Harganya sama dengan harga minyak di Amerika. Dulu harganya separuh dari harga minyak Amerika. Uangnya juga ke mana tidak ada pertanggungjawaban. Ngak ada keharusan untuk mempertanggungjawabkan. Presiden tidak mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya.

Padahal, dulu dalam Undang-Undang Dasar 1945, sebelum diamandemen, presiden harus mempertanggungjawabkan kepada MPR. Kalau pertanggungjawaban diterima MPR, kemudian baru bisa dicalonkan lagi. Sekarang ini tidak mempertanggungjawabkan. Rakyat juga diatur masah bodoh.

Saat ini neoliberal bukan hanya ekonomi saja, pendidikan juga termasuk neoliberal. Jadi sudah jalan. Jadi kalau orang ketakutan Budiono adalah orang neoliberalis, sebenarnya sudah jalan sekarang, pemerintah sudah menjalankan itu. Pengusaha-pengusaha asing, pengusaha besar menguasai perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Seharusnya pusat-pusat perbelanjaan seperti Carrefour tidak diperbolehkan, kalau tidak mau dikatakan neoliberal. Kalaupun sudah terlanjur, mereka itu (Carrefour dan sejenisnya) harus dapat menerima barang-barang bikinan rakyat dan harus dibayar kontan, jangan konsinyasi yang berarti modalnya dari rakyat. Seperti misalnya, beli cabe, sekarang umumnya konsinyasi. Konsinyasi dibayar kemudian, satu bulan. Kalau begini, rakyat yang memodali Carrefour.

Padahal seharusnya, Carrefour memodali rakyat untuk menanam dan hasilnya harus dibeli Carrefour dengan harga pantas. Begitu pula Indofood, rakyat disuruh menanam, ada kentang dan cabe, dibiayai dan hasilnya dijual sama Indofood.

Air juga sekarang sudah dikuasai Prancis. Padahal dengan Aqua itu bisa menghasilkan uang yang luar biasa. Jadi sumber daya alam yang bisa menghidupi rakyat banyak itu mesti dikuasai oleh pemerintah untuk keperluan rakyat sebanyak-banyaknya, tapi sekarang sudah dikuasai asing. Tidak lagi sesuai dengan UUD 1945, dan tekad kemerdekaan.

Jadi kalau Indonesia ini mau bersatu terus, menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), ekonomi kerakyatan harus dijalankan. Tanpa itu, suatu ketika, tinggal menunggu waktunya saja, bisa bangkrut.

Sekarang bagaimana mau jalankan koperasi, ada Carrefour, Giant, Hypermart dan macam-macam. Persaingannya terlalu berat. Mestinya seperti Carrefour dan Giant itu kerjasama sama petani dan koperasi mesti diharuskan. Nah, undang-undangnya bagaimana. Jadi semuanya harus melakukan itu, baru orang miskin itu tertolong.

Kalau seperti sekarang, kemiskinan akan tidak teratasi. Apalagi dengan cara kasih BLT itu, jadi manja. BLT itu sama saja melestarikan kemiskinan. Ya, miskin terus. Ngapain kerja, nanti terima tiap bulan Rp 100.000. Dan uang seratus itu memang untuk di desa-desa besar sekali.

Hutan Tanamanan Industri
Tetapi sebenarnya, Indonesia kalau mau bangkit ekonominya, harus memanfaatkan tanah-tanah yang sudah tidak produktif, luasnya 60 juta hektar. Dulu, tahun 1998, waktu Menteri Kehutanannya Jamaluddin, yang sudah tidak produktif itu sebanyak 57 juta hektar, jadi sekarang itu kira-kira paling sedikit 60 juta hektar. Itulah yang bisa segera dikerjakan.

Untuk membangun hutan yang rusak menjadi kebun kepala sawit atau karet dan sebagainya, uang senilai BLT saja sudah cukup, lebih dari cukup. Bahkan kalau pinjam dengan dana komersil juga bisa kembali. Pinjam saja sama China. China kan uangnya sangat banyak, sekarang uangnya US$1.7 triliun.

Nah, caranya mengolah datangkan traktor. Sekarang mau beli traktor 10.000 juga tidak sulit dari Jepang dari Korea. Hutan yang rusak dan tidak produktif kalau diolah dengan cara menggunakan mesin-mesin modern, biayanya rendah. Nah, supaya biayanya rendah, tenaga kerjanya, selain penduduk setempat, diambil dari TNI. TNI itu tidak ada kerjaannya, suruh kerja itu, menjalankan traktor mengolah tanah ditanami padi, singkong, jagung, hasilnya banyak, kelebihan. Nah, hasilnya bisa diekspor dengan harga murah, bersaing. Sebab dengan harga murah pun sudah untung.

Langsung TNI suruh jalankan traktor, itu dwi fungsi. Jadi orang tidak iri lagi, kalau mau jalankan traktor ya silahkan. Dulukan iri karena (TNI) ada yang jadi gubernur, bupati dan sebagainya. Tapi waktu itu menjadi gubernur, bupati memang untuk menjadi stabilitas keamanan dan kenyataanya bisa tertib.

Sekarang jalankan traktor saja. Nanti kalau hari minggu latihan perang di situ, bikin barak-barak di situ. Tentaranya jadi tentara modern juga, ada hasil, jadi bisa beli pesawat terbang, bisa beli macam-macam. Bisa jadi contoh, dunia nanti akan bisa melihat Indonesia itu luar biasa (dan bersatu dengan rakyat). Nanti dari pemanasan global akan terkagum sama Indonesia. Kesejahteraan prajurit naik dan negara mendapat devisa.

Indonesia mempunyai tenaga banyak, orang-orang yang kerja ke Malaysia bisa kembali semua. Tidak seperti sekarang ini, pemerintah tidak punya rasa malu sama sekali. Punya rakyat yang kerja di negara asing dan sering-sering menderita.

Untuk segera membangun hutan yang rusak dan tidak produktif diperlukan sekitar 10.000 traktor. Dibagi-bagi untuk Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Aceh, Riau, Jambi dan lain-lain. Jadi dibagi-bagi, tiap-tiap provinsi itu seribu. Dengan cara begitu maka pengelolahannya akan lancar sekali. Dan tanahnya subur, tidak usah dipupuk saja tanah Indonesia ini sudah subur. Apa saja ditanam bisa hidup. Jadi kalau mau bekerja betul-betul pasti bisa.

Sekarang ini dunia sangat kekurangan bahan baku kertas. Padahal, Indonesia sangat kaya bahan bakunya, apalagi bila hutan tanaman indudtri (HTI) dikembangkan. Jadi pasti bisa menghasilkan devisa yang banyak.

Tapi, malah saya dipenjara karena HTI. Sebenarnya saya tidak salah, cuma karena orang yang tidak mengerti makanya saya dipenjara. Jadi sebenarnya, HTI penghasil bahan baku kertas itu luar biasa masa depannya. HTI di Indonesia, lima tahun sudah bisa ditebang, sudah menghasilkan. Sementara kalau di China paling tidak ditanam 40 tahun baru bisa ditebang. Eropa malah 80 tahun. Demikian Probosutejo.

sumber>>//Tokohindonesia.com

Oleh: cahayapelangi | Mei 21, 2010

Millah Ibrahim Induk Agama Samawi

Syaykh al-Zaytun A.S. Panji Gumilang: semua agama yang benar adalah agama yang mengajarkan sikap pasrah kepada AllahSyaykh al-Zaytun A.S. Panji Gumilang menguraikan tentang Millah Ibrahim sebagai induk agama samawi. Ibrahim yang berarti: bapak sejumlah besar bangsa, perubahan dari nama awal Abram yang berarti “bapak yang dimuliakan”. Hidupnya dijadikan teladan iman terhadap Tuhan oleh lapisan orang-orang muslim, baik Islam, Yahudi, juga Nasrani.

Menurutnya, semua agama yang benar adalah agama yang mengajarkan sikap pasrah kepada Allah. “Karenanya setiap orang beragama juga seorang muslim, tetap dituntut untuk terus mengembangkan dalam dirinya kemampuan dan kemauan untuk tunduk patuh serta pasrah dan berserah diri kepada Tuhan dengan setulus hatinya, hanya dengan itu keagamaan seseorang dapat diterima oleh Allah,” urai Syaykh al-Zaytun.

Islam dalam pengertian seperti ini, jelas Syaykh Panji Gumilang, mesti dengan iman, seperti Ibrahim a.s. yang seluruh hidupnya membuktikan, bahwa ia sungguh-sungguh percaya kepada Allah dengan iman yang mendalam dan pasrah yang sepenuhnya. “Dan itulah Islam,” tegas pendiri dan pemimpin Al-Zaytun bermoto: Pusat Pendidikan, Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian, itu.

Syaykh mengemukakan, Idul Kurban, yang hari ini kita rayakan, dengan melaksanakan shalat dan disusul dengan pemotongan binatang kurban merupakan tuntunan Nabi Muhammad S.A.W. yang dirujuk dari ajaran Ilahi yang telah dicontohkan oleh nabi Allah Ibrahim a.s. yang dalam Al-Qur’an diistilahkan dengan “millah Ibrahim”.

Dalam bagian awal, Syaykh al-Zaytun mengemukakan respon umat manusia terhadap ketakwaan kepada Tuhan Y.M.E berefek pada timbulnya berbagai bentuk dan macam ibadah (peribadatan) dan wujudnya berbagai agama. Maka, dalam hal ini, menurutnya, menjadi mustahil suatu agama akan menjadi dominan dengan totalitas tunggal dalam menata kehidupan moral maupun sosial.

“Namun jika para penganut agama-agama (umat manusia) terus berkemauan merujuk kepada ajaran Ilahi, maka agama-agama (umat manusia) akan dapat masuk dalam lingkaran kebersamaan dalam usahanya mencapai tatanan moral maupun sosial kehidupan ini.

Interdependensi umat manusia, ternyata harus merambah sampai ke dalam ranah keberagamaan,” kata Syaykh Panji Gumilang. Hal itu dikemukakan Syaykh Panji Gumilang dalam Khutbah ‘Ied al-Adlha 1430 H/2009 M di Kampus Al-Zaytun, pada tarikh 10 Dzu al-Hijjah 1430 H / 27 November 2009 M. Untuk memahami secara utuh Khutbah ‘Ied al-Adlha 1430 H/2009 M tersebut, berikut kami sajikan lebih lengkap:

Pendahuluan
Pesan takwa kepada Allah S.W.T. dan menjauhi kejahatan, menjadi inti utama khutbah/taushiyah, yang disampaikan kepada jamaah oleh imam/khatib, sebab: Bertakwa kepada Tuhan Y.M.E., itulah pencapaian hikmat, dan menjauhi kejahatan, itulah kematangan akal budi.

Hikmat adalah: Kepintaran dan kepiawaian mencapai hasil, menyusun rencana yang benar untuk mencapai hasil yang dikehendaki. Tempat kedudukan hikmat adalah hati, pusat keputusan moral dan intelektual.

Syaykh AS Panji Gumilang: Semua agama yang benar adalah agama yang mengajarkan sikap pasrah kepada AllahKarenanya, memperoleh hikmat adalah: Memperoleh pengertian, yang dikumpulkan dari pengetahuan tentang berbagai ajaran ilahi dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari, merupakan gabungan antara pengetahuan maupun pengertian dengan ketaatan, yang dipandu oleh penekanan bimbingan dari para nabi Allah.

Dari kepercayaan kepada semua itu maka timbullah ungkapan lahiriah/jasadiah yang sering disebut sebagai ibadah/dharma bhakti, atau sering disebut sebagai agama. Respon umat manusia terhadap ketakwaan kepada Tuhan Y.M.E berefek pada timbulnya berbagai bentuk dan macam ibadah (peribadatan) dan wujudnya berbagai agama.

Dalam hal ini menjadi mustahil suatu agama akan menjadi dominan dengan totalitas tunggal dalam menata kehidupan moral maupun sosial. Namun jika para penganut agama-agama (umat manusia) terus berkemauan merujuk kepada ajaran Ilahi, maka agama-agama (umat manusia) akan dapat masuk dalam lingkaran kebersamaan dalam usahanya mencapai tatanan moral maupun sosial kehidupan ini. Interdependensi umat manusia, ternyata harus merambah sampai ke dalam ranah keberagamaan.

Sasaran Ajaran Ilahi
Oleh sebab itu sasaran ajaran ilahi adalah: rahmatan lil ‘alamin, yang maknanya: Rahmat-Nya merambah segala penghuni alam raya ini. Maknanya rahmat Ilahi itu tidak eksklusif bagi kelompok maupun kultur tertentu saja, namun sangat majemuk, merambah bagi segala umat manusia yang fitrahnya multikultural.

Karenanya, memaknai rahmatan lil ‘alamin seharusnya bukan universalistik, sebab universalistik itu mengandung makna ke arah totalistik tunggal, yang sesungguhnya bertolak belakang dengan fitrah manusia yang multikultural.

Misi ajaran Ilahi adalah rahmatan lil ‘alamin, dari sejak dikumandangkan oleh para nabi Allah hingga kapanpun, para nabi Allah selalu merujuk tuntunannya kepada ajaran Ilahi yang sama. Sekalipun pada prakteknya para pengikut nabi-nabi yang kemudian mengelompok dalam berbagai agama yang kita saksikan kini banyak terjadi “perbedaan” penghayatan maupun interpretasi.

Mengimani Keberadaan Para Nabi adalah Ajaran Ilahi
Para nabi Allah menurut keyakinan dan iman yang diajarkan oleh ajaran Ilahi yang terkandung di dalam Al-Qur’an adalah wajib diimani keberadaannya. Lebih detail lagi ajaran Al-Qur’an secara rinci menyebut nama sebagian mereka yang mesti diimani itu, dari Adam a.s. (nabi pertama) sampai dengan Nabi Muhammad S.A.W. nabi terakhir, walaupun masih ada nama-nama nabi selain sejumlah yang disebutkan itu.

Dalam hal ini Islam mengajarkan penekanan penghormatan kepada para nabi dan dengan segala ajaran Ilahi yang dibawanya. Sebagai ungkapan penghormatan, dalam setiap menyebut nama nabi Allah itu seorang muslim ditekankan agar selalu mengiringi sebutannya itu dengan ungkapan do’a baginya, seperti: alaihis salam atau alaihi sholatu wassalam, yang maknanya: Semoga Tuhan selalu melimpahkan keselamatan dan kedamaian padanya.

Sebagai nabi besar, yang menerima perjanjian Tuhan, Ibrahim a.s. memainkan peranan yang unik, baik dalam tradisi Islam maupun Yahudi. Di dalam Islam, orang beriman diperintah Tuhan agar bersalawat dan berdo’a selamat untuk nabi (Al-Qur’an), kemudian Nabi Muhammad S.A.W. mengajarkan matan lafalnya kepada sahabat beliau: quuluu : “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa’ala aali Muhammad, kama shollayta ‘ala Ibrahim. Wa barik ‘ala Muhammad wa’ala aali Muhammad, kama barokta ‘ala Ibrahim.

Yang artinya, dalam bershalawat ucapkan: Semoga Tuhan mencurahkan rahmat dan berkat-Nya kepada Nabi Muhammad sebagaimana Tuhan mencurahkan rahmat dan berkat-Nya kepada Nabi Ibrahim. Rahmat dan berkat Tuhan untuk Ibrahim a.s. menjadi acuan dalam ungkapan do’a shalawat tersebut. Sebab berbagai tuntunan dan bimbingan keagamaan dalam agama Islam banyak mengacu kepada millah Ibrahim (agama Ibrahim).

Ibrahim a.s. sebagai panutan keagamaan, sekaligus silsilah kenabian atau pribadi nabi-nabi Allah. Nabi Muhammad S.A.W. bernasab kepada silsilah Ibrahim a.s. dari putra beliau Nabi Ismail a.s. sedangkan nabi-nabi bani Israel bernasab kepada Ibrahim a.s. dari putra beliau Nabi Ishak a.s.

Selanjutnya tradisi sunat (khitan) bagi pria, merupakan amalan yang mesti dilaksanakan oleh kalangan muslim, orang-orang Ibrani (Yahudi) juga melakukan amalan ini.

Sering kita dengar seseorang muslim merasa risi dan belum tenang jika putranya belum dikhitan. Juga kepada seseorang pria yang baru memeluk Islam, hal yang sering dipertanyakan adalah, sudah dikhitan atau belum? Tradisi sunat (khitan) menjadi sangat penting, sekalipun dalam kitab fikih tidak dibahas secara detail.

Sesungguhnya tradisi sunat (khitan) yang telah mengakar ini muaranya adalah dari Nabi Ibrahim a.s.. Kutipan dari Suhuf Ibrahim yang terhimpun dalam Alkitab Perjanjian Lama, surat Kejadian 17:9-14, terjemahannya antara lain sebagai berikut: Firman Allah kepada Ibrahim:
“Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun (9) – Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu pegang, perjanjian antara aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat (dikhitan)(10). Haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu(11). Anak yang berumur 8 hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun, baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu(12). Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal(13). Dan orang-orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khitannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, ia telah mengingkari perjanjian-Ku(14).

Perjanjian Tuhan tentang sunat (khitan) ini terjadi tatkala Ibrahim a.s. berumur 99 tahun, sedangkan Ismail a.s. berumur 13 tahun (Kej. 7:24-25). Semua perjanjian ini dilaksanakan pada dirinya, putranya (Ismail) dan seluruh kaum laki-laki yang di bawah tanggung jawabnya.

Millah Ibrahim tentang sunat (khitan) ini menjadi tradisi (sunnah) yang terus dilaksanakan dalam Islam, yang tujuannya adalah untuk mencapai ridha Ilahi, sebagai pertanda kedudukan di hadapan Ilahi, bukan semata-mata tradisi yang bersifat sosial.

Sunat/khitan menjadi penjelmaan, penerapan janji, dan mengajak orang untuk hidup dalam ketaatan sesuai dengan perjanjiannya kepada Tuhan. Sebagian orang Jawa menamakan sunat/khitan dengan nama “selam” (mungkin Islam) berarti ketaatan atau penyerahan diri.

Tertumpahnya darah dalam sunat merupakan ungkapan tuntunan yang mahal yang dibuat oleh Allah bagi mereka yang dipilih dan dipanggil-Nya dan dicirikan dengan tanda perjanjian-Nya itu (khitan).

Ajaran sunat ini juga menuntut realitas penerapan hidup keseharian, agar seseorang sesuai dengan tanda perjanjiannya dengan Tuhan, dari mengingatkan bahwa tanpa kenyataan berupa ketaatan kepada Tuhan, maka tanda sunat itu menjadi hampa arti.

Selanjutnya Tentang Ajaran Kurban
Idul Kurban, yang hari ini kita rayakan, dengan melaksanakan shalat dan disusul dengan pemotongan binatang kurban merupakan tuntunan Nabi Muhammad S.A.W. yang dirujuk dari ajaran Ilahi yang telah dicontohkan oleh nabi Allah Ibrahim a.s. yang dalam Al-Qur’an diistilahkan dengan “millah Ibrahim”. Ibrahim yang berarti: bapak sejumlah besar bangsa, perubahan dari nama awal Abram yang berarti “bapak yang dimuliakan”. Hidupnya dijadikan teladan iman terhadap Tuhan oleh lapisan orang-orang muslim, baik Islam, Yahudi, juga Nasrani.

Pada Idul Kurban kali ini ingin disampaikan tentang kesinambungan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W., dengan ajaran Nabi Ibrahim a.s. , bukan tentang riwayatnya yang sebagian (kalangan Islam) menetapkan bahwa putra yang akan dikorbankan itu adalah Ismail a.s. bersumber daripada nash Al-Qur’an 37:102: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Dalam ayat ini tidak secara shorih menyebut nama Ismail a.s. namun oleh mufassir dengan isyarat anak yang sudah sampai batas umur dapat/sanggup berusaha, yang sudah mampu diajak tukar pikiran ketika firman pengorbanan itu turun, Ismail a.s. sudah mencapai umur ± 16/17 tahun, sedangkan Ishak baru berumur sapih ± 4 tahun. Penafsir ayat ini menetapkan Ismail a.s. yang dimaksud dengan perintah Tuhan itu.

Sedangkan pihak lain bersumber dari Suhuf yang terdapat dalam Perjanjian Lama Kej. 22:2, ayat ini dengan jelas menyebut nama: anak tunggal yakni Ishak a.s.. Dari kebiasaan yang berlaku pada zaman itu, putra yang dianggap dapat menjadi putra mahkota penerus kepemimpinan adalah anak yang dihasilkan dari pernikahan yang resmi, bunda Sarahlah yang dikatagorikan istri resmi, sedangkan bunda Hajar adalah wanita Mesir yang dijadikan pembantu oleh Sarah untuk keluarga Ibrahim a.s.

Tatkala keluarga Ibrahim a.s. dan Sarah menyimpulkan bahwa mereka mandul maka Sarah mempersilakan Ibrahim untuk menikahi Hajar pembantunya itu, dan itu menurut budaya pada zamannya sebagai istri yang tidak dapat mewariskan anak sebagai putra mahkota.

Kedua-dua sumber ini tampaknya terdapat “perbedaan” dalam menyebut nama putra yang dikorbankan. Namun dalam prinsip kesediaan menerima ujian besar itu, jawaban dari putra yang akan dikorbankan itu adalah sama, baik dari sumber pertama maupun sumber kedua, yakni, taat setia dengan penuh kesabaran, melaksanakan perintah Tuhan untuk dijadikan korban sembelihan.

Prinsip tunduk patuh, pasrah, dan berserah diri secara tulus kepada Tuhan dengan segala kudrat dan iradat-Nya sebagaimana yang dilakukan oleh Ibrahim a.s. dan kedua putra baginda Ismail a.s. dan Ishak a.s. dalam menerima perintah-Nya melaksanakan penyembelihan terhadap putranya kemudian putranya pun menyambut dengan tulus dan setia hati untuk menerimanya. Sehingga oleh Allah, Ibrahim a.s. yang tulus itu dikisahkan dalam Al-Qur’an S. 3:67
Bahwa Ibrahim bukanlah orang Yahudi dan bukan pula orang Nasrani, namun dia adalah orang yang lurus, lagi berserah diri kepada Allah (muslim) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang musyrik.

Agama seluruh nabi keturunan Ibrahim a.s. khususnya anak cucu Ya’kub a.s. (bani Israel), dilukiskan oleh Allah dalam kitab suci Al-Qur’an S. 2:133. Adakah kamu menyaksikan tatkala maut datang kepada Ya’kub, dan ketika ia bertanya kepada anak-anaknya: Apakah yang akan kamu sembah sepeninggalku? Mereka menjawab: Kami menyembah Tuhanmu dan Tuhan leluhurmu Ibrahim, Ismail, dan Ishak, dan kepada-Nya kami semua pasrah (muslimun).

Kemudian, Nabi Musa digambarkan melalui pertobatan Fir’aun bahwa Nabi Musa, membawa ajaran agar manusia pasrah (muslim) kepada Tuhan. Fir’aun berusaha tobat setelah melihat kebenaran, dilukiskan oleh kitab suci Al-Qur’an S. 10:90. Aku percaya bahwa tiada Tuhan kecuali yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang pasrah.

Juga digambarkan tentang Nabi Isa dan para pengikutnya, menunjukkan bahwa agama yang diajarkannya pun adalah agama yang mengajarkan sikap pasrah kepada Allah, diurai dalam Al-Qur’an S. 3:52: Maka tatkala Isa merasakan keingkaran mereka (kaumnya) berkatalah ia: Siapakah yang akan menjadi pendukungku kepada Allah? Para pengikut setianya menjawab: Kamilah para pendukung (menuju Allah), kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (muslimun).

Semua agama yang benar adalah agama yang mengajarkan sikap pasrah kepada Allah. Karenanya setiap orang beragama juga seorang muslim, tetap dituntut untuk terus mengembangkan dalam dirinya kemampuan dan kemauan untuk tunduk patuh serta pasrah dan berserah diri kepada Tuhan dengan setulus hatinya, hanya dengan itu keagamaan seseorang dapat diterima oleh Allah. Islam dalam pengertian seperti ini mesti dengan iman, seperti Ibrahim a.s. yang seluruh hidupnya membuktikan, bahwa ia sungguh-sungguh percaya kepada Allah dengan iman yang mendalam dan pasrah yang sepenuhnya. Dan itulah Islam.

Sumber>>//beritaindonesia.co.id

“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, lalu Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri. Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.” (Al-An’am: 6)

Sudah sekian kali Allah membinasakan bangsa-bangsa yang mendustai agama. Sebelumnya, mereka dikokohkan Allah kedudukannya dengan harta, keturunan, dan kesejahteraan. Allah juga menurunkan air hujan yang deras. Allah jadikan sungai-sungai mengalir sehingga menumbuhkan tanaman dan kebun buah-buahan. Mereka benar-benar merasakan kesenangan duniawi. Namun mereka tidak pandai bersyukur. Mereka tidak dapat mengendalikan nafsu. Justru mengikuti syahwat. Setiap datang Rasul yang diutus, mereka dustakan. Karena itu, Allah membinasakan mereka lantaran dosa-dosa dan kemaksiatan itu. Lalu Allah mengganti mereka dengan generasi yang lain. Ini adalah sunnatullah bagi orang-orang yang mendustai agama.

Di antara bangsa yang telah dianugerahkan Allah kekuatan dan kesejahteraan hidup adalah Fir’aun. Fir’aun memiliki struktur kenegaraan dan kekuatan militer yang hebat. Tapi, karena berpaling dari ajakan Nabi Musa, Allah tidak segan-segan membinasakan mereka dengan menenggelamkan di lautan. Begitu juga Kaum ‘Ad. Penduduk kota Iram ini diberi Allah kekuatan konstruksi bangunan nan kokoh. Lalu Allah binasakan mereka dengan mengirimkan angin puyuh yang mematikan karena pembangkangan mereka terhadap aturan Allah.

Demikian pula Kaum Tsamud. Mereka diberikan Allah kemampuan yang fisik prima. Mereka mampu memecahkan bebatuan di lembah-lembah, kemudian Allah membumihanguskan mereka dengan mengirimkan petir halilintar yang menyambar mereka dalam keadaan sadar. Juga kaum Nuh yang dengan sangat mudah ditenggelamkan Allah lantaran dosa-dosa mereka. Allah Maha Kuat Maha Perkasa tiada tandingan bagiNya. Apapun kekuatan dan kemampuan yang dimiliki makhlukNya, jika Allah berkehendak untuk menghancurkannya, niscaya dalam waktu sekejap saja dapat dilakukanNya.

Imam Al-Maraghi menjelaskan dalam tafsirnya, “Apakah orang-orang kafir itu tidak sadar bahwa Allah telah berkali-berkali membinasakan bangsa-bangsa para pendusta rasul. Allah pun menganugrahkan mereka kesejahteraan, kebebasan di bumi dan fasilitas hidup lainnya, tetapi disayangkan nikmat-nikmat tersebut membuat mereka sombong tidak menerima kebenaran. Bahkan ketika Allah menurunkan air hujan dan sungai-sungai mengalir di perkebunan dan pertanian mereka, sehingga mereka dapat bersenang-senang dengan nikmat-nikmat tersebut. Tetapi mereka tidak mensyukuri nikmat-nikmat itu, mereka lupa bahkan melakukan perbuatan dosa dan maksiat.” (Al-Maraghi 7:75-76).

Selanjutnya Al-Maraghi menjelaskan 2 macam dosa, ada dosa berupa pendustaan terhadap ajaran rasul dan dosa berupa kufur nikmat dengan melakukan kezaliman-kezaliman dan perbuatan destruktif.

Dari penjelasan di atas, bencana alam yang menimpa suatu bangsa merupakan teguran Allah swt. kepada bangsa yang melakukan salah satu dari dua kategori dosa sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Al-Maraghi.

Secara spesifik Rasulullah saw. pun menerangkan keterkaitan antara bencana dengan moralitas dalam sebuah haditsnya yang artinya, “Wahai sahabat Muhajirin, lima perkara ini apabila kalian diuji dengannya maka kalian akan menerima cobaan dan berbagai siksaan. Aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya: Apabila masyarakat itu banyak melaksanakan perbuatan keji (zina), maka penyakit kolera dan penyakit yang tidak pernah menimpa umat terdahulu akan mewabah. Apabila masyarakat tidak mau mengeluarkan zakat, maka mereka telah menahan tetesan air dari langit andai saja bukan untuk memberi minum binatang, mereka tidak akan diberi air hujan. Apabila masyarakat itu melanggar janji Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan membuat musuh-musuh menguasai mereka, kemudian musuh tersebut akan merampas sebagian hak milik mereka. Apabila pemimpin masyarakat itu tidak memutuskan hukum berdasarkan kitab Allah dan ‘memilih-milih’ apa yang diturunkan Allah, maka Allah akan mengirimkan malapetaka kepada mereka.” (Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya, demikian Imam Adz-Dzhabi menyepakatinya).

Hadits tersebut juga sebagai penjelasan dari firman Allah swt., “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Rum: 41)

Al-Fasad (kerusakan) yang muncul di suatu masyarakat, baik di darat maupun di lautan semata-mata karena ulah dan laku manusia yang destruktif. Allah sengaja ingin menegur mereka, dengan harapan mereka dapat meninggalkan perbuatan mereka yang mengakibatkan kerusakan, sehingga mereka memperbaiki diri kemudian istiqomah dalam ketaatan dan ketakwaan. (Taysir 6/135).

Dengan kata lain agar dapat keluar dari krisis yang melanda suatu bangsa adalah dengan kembali ke jalan yang benar. Lebih tegas dan konkret lagi Allah menjelaskan maksud jalan yang benar itu adalah ad-din al-qayyim, yakni agama yang lurus (baca: Ar-Rum 43) dengan mengarahkan wajah dan wijhah (orientasi hidup) kita kepada ajaran Allah yang benar, yaitu Al-Islam. Karena Allah Sang Pencipta manusia, Allah pula Sang Konseptor Al-Islam, Allah jua Sang Pencipta dan Pengatur kehidupan manusia, maka Dia-lah Sang Maha Mengetahui kunci dan rahasia kebahagiaan hakiki.

Bangsa kita kini tengah menghadapi berbagai permasalahan serius akibat krisis yang berkepanjangan dan tidak menentu. Akhir-akhir ini di banyak wilayah Indonesia dilanda banjir, tidak sedikit masyarakat yang terjangkit busung lapar atau kurang gizi. Negara yang dahulunya dikenal dengan kesuburan tanah dan keindahan panoramanya, kini seakan semua kebaikan itu sirna dan pupus.

Dalam keyakinan setiap muslim, bahwa gejala alam tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi ada yang mengatur dan memerankannya. Bangunan langit yang begitu megahnya, hamparan bumi yang demikian menakjubkan, hidup berpasangan dari makhluk-makhluk yang unik, semua itu tidak terjadi “sim sala bim”, tetapi Allah swt. lah yang menciptakan, mengatur dan memerankan keajaiban-keajaiban alam itu.

Karenanya, upaya hujan buatan dalam penanggulangan kekeringan, menyantuni korban bencana alam, peduli kepada kaum papa dan nestapa hanyalah sebagai solusi praktis yang bersifat sementara dan sesaat atau bersifat insidentil.

Sebenarnya solusi mengakar dan jalan keluar hakiki adalah kembali kepada Allah saat kita menghadapi permasalahan hidup dengan berbagai kendala dan rintangannya. Kembali kepada Allah artinya meninggalkan segala perbuatan maksiat dan segala bentuk dosa, memperbaiki kesalahan-kesalahan pribadi dan konstitusi, baik pada tataran masyarakat maupun tataran pemimpin.

Karenanya menjadi urgen bagi kita untuk memiliki pemimpin –di semua level– yang tangguh, baik lahir batin, sehat mental spiritual dan fisikal. Memilih pemimpin yang mampu menebarkan rahmat bagi semesta adalah sebagian dari misi Islam yang hakiki. Semoga kita bisa melakukannya.

Oleh: cahayapelangi | Juni 11, 2010

pidato seorang anak yang menggetarkan para pemimpin PBB

 

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah
lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun “

Oleh: cahayapelangi | Juni 20, 2010

Potret Islam di Museum Kita

Wajah orangtua itu bersungguh-sungguh. Mimik mukanya sangat serius. Ada sedikit kesedihan terpancar di kedua matanya. Bibirnya bergetar. “Negara ini sangat zalim dalam merekam perjalanan sejarah bangsanya sendiri, ” ujarnya.

Orangtua itu melanjutkan ceritanya. Dia bilang jika reformasi telah gagal di banyak bidang. Salah satunya, yang paling nyata, adalah di bidang penulisan sejarah bangsa. “Bagaimana generasi muda bangsa ini bisa bercermin pada sejarah bangsanya, bila yang ditemukan atau dikisahkan kepada mereka adalah kebohongan  demi kebohongan. ”

Orangtua itu adalah Letnan Jenderal (Purn) Zaini Azhar Maulani atau yang biasa ditulis dengan ZA. Maulani saja. Mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) di era Presiden Habibie itu tengah berdiskusi dengan segelintir anak muda di suatu daerah di Jakarta, pertengahan 2002.

Menurut lelaki kelahiran Marabahan, sebuah kota kecil di Kalimantan Selatan, tahun 1939, penulisan sejarah bangsa Indonesia telah banyak menyimpang dari fakta yang sesungguhnya terjadi.

“Siapa pun tak kan bisa menolak fakta bahwa perjuangan umat Islam-lah yang menjadikan negara ini merdeka dan mampu mempertahankannya. Semangat jihad-lah yang membuat bangsa dan negara ini kuat menghadapi berbagai gempuran para musuhnya. Tapi apakah hal ini ditulis dengan benar dan apa adanya dalam sejarah kita? Sama sekali tidak!” tegasnya.

Jenderal yang sangat bersahaya ini melanjutkan, “Jika tidak percaya dengan apa yang saya ucapkan ini, silakan Anda semua pergi ke museum. Lihat apa yang ditulis di dalam museum-museum kita tentang perjalanan sejarah bangsa ini. Apa yang mereka tulis tentang umat Islam Indonesia dan perjuangannya?”

Pernyataan akhir dari lelaki tegar ini sungguh menyesakkan dada. “Museum-museum kita menuliskan bahwa umat Islam Indonesia tidak lebih sebagai para pemberontak. Ada DI/TII dan NII Kartosuwiryo, Daud Beureueh, Kahar Muzakar, Gerombolan Imron ‘Woyla’, peledakan Borobudur, dan sebagainya. Umat Islam Indonesia dilukiskan sebagai teroris. Tidak lebih. ”

Saya, salah satu anak muda yang ikut dalam acara diskusi malam itu, pulang dengan berjuta pertanyaan di kepala. Setelah pertemuan itu, setiap saya berkesempatan mengunjungi museum, pernyataan Pak Maulani kembali terngiang di kepala. Menurut saya, Museum ABRI Satria Mandala yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, bisa merepresentasikan dengan baik apa yang dikatakan Pak Maulani. Karena di museum yang menempati lokasi bekas rumah pribadi Ratna Sari Dewi, salah satu isteri Presiden Soekarno ini, memang disengaja untuk memotret perjalanan sejarah bangsa ini  sejak kemerdekaan tahun 1945 hingga masa Orde Baru.

Satria Mandala
Sejak awal Orde Baru hingga sekarang, Museum ABRI Satria Mandala merupakan satu-satunya museum yang dianggap terlengkap memotret perjalanan sejarah rakyat dan TNI di dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Ada istilah ‘dianggap’ karena secara kuantitas maupun kualitas, museum ini pun sesungguhnya tidak representatif dijadikan pedoman bagi bangsa ini di dalam menelusuri jejak sejarahnya.

Begitu memasuki ruang pertama museum ini, kita akan disuguhkan dengan sejumlah panji-panji angkatan. Lalu ada ruang diorama yang diawali dengan penggambaran pembacaan teks proklamasi yang dilakukan Soekarno-Hatta di Jalan Pegangsaan Jakarta, 17 Agustus 1945. Diikuti dengan diorama lainnya dan diakhiri dengan peristiwa Pertempuran Surabaya, 10 November 1945, yang begitu heroik dan oleh pemerintah RI diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Tidak ada satu pun kalimat yang menyinggung peranan umat Islam di dalam deret diorama pertama ini. Padahal, ini salah satu contoh saja, pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dicetuskan oleh Deklarasi Jihad para ulama se-Jawa pada bulan Oktober 1945 untuk bertekad mengusir penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia.

 semangat arek-arek Suroboyo dengan pidato jihadnya di depan corong RRI Surabaya, dengan berkali-kali memekikkan takbir “Allahu Akbar” hingga bergema di angkasa Kota Pahlawan itu juga sama sekali tidak disinggung. Padahal nyaris seluruh arek-arek Suroboyo rela berkorban jiwa dan raga karena semata-mata didasari adanya semangat jihad fi sabilillah, bukan semangat lainnya.

Dan ini bukan satu-satunya. Diorama lainnya yang juga secara hambar menggambarkan sejarah perjuangan umat Islam Indonesia adalah diorama tentang Palagan Ambarawa, 15 Desember 1945. Di dalam plat kuning yang berisikan informasi secara garis besar tentang Palagan Ambarawa, tidak ada sedikit pun yang menyinggung tentang peranan para Kiai dan Pasukan Santri yang sesungguhnya merupakan pasukan inti pemukul kekuatan pasukan Inggris, wakil dari pasukan Sekutu, yang baru saja mabuk kemenangan di dalam Perang Dunia II.

Sejarawan Islam dari Bandung, Ahmad Mansyur Suryanegara, mengisahkan, “Sejarah kita tidak menuliskan dengan benar soal Palagan Ambarawa. Padahal momentum itu merupakan momentum yang sangat penting, karena ketika itulah pasukan santri yang dipimpin para kiai berhasil memukul mundur pasukan Inggris yang merupakan pasukan pemenang Perang Dunia II. Pasukan santri ini juga berhasil merebut sejumlah benteng peninggalan  Belanda dan membuat Sekutu yang dipimpin Mayjen Hawthron, Panglima Divisi India ke-23, pontang-panting melarikan diri menuju kapal-kapal perang mereka yang bersandar di pelabuhan Semarang. ”

Sebuah buku berjudul “Rumpun Diponegoro dan Pengabdiannya” melukiskan suasana pertempuran saat itu: “Ambarawa memerah bagain lautan api. Sambil terus mundur, musuh membakari rumah-rumah penduduk. Pasukan Sekutu terus dilabrak pasukan kita sampai lari keluar kota…. ”

Kedahsyatan Pertempuran Ambarawa ini kemudian oleh  TNI Angkatan Darat dijadikan sebagai Hari Infanteri. Sebuah hari kebangaan dari korps yang dikenal di dunia sebagai The Queen of the Battle, Ratu Medan Tempur, yang memiki makna sebagai penentu kemenangan dalam setiap pertempuran. Kemenangan di Ambarawa-lah yang kemudian menaikkan tokoh religius Soedirman, mantan ustadz Muhammadiyah, sebagai Panglima Tentara Republik Indonesia (TRI). Sejumlah tokoh juga naik namanya berkat Ambarawa yakni Ahmad Yani, Pranoto, dan Soeryosoempeno.

Kedahsyatan Palagan Ambarawa juga tercermin dalam laporan  pihak Inggris yang menulis: “The battle of Ambarawa had been a fierce struggle between Indonesian troops and Pemuda and, on the other hand, Indian soldiers, assisted by a Japanese company….” Yang juga ditambahi dengan kalimat, “The British had bombed Ungaran intensively to open the road and strafed Ambarawa from air repeatedly. Air raids too had taken place upon Solo and Yogya, to destroy the local radio stations, from where the fighting spirit was sustained…”

Sayang beribu sayang, oleh sejarah resmi yang beredar sekarang, Palagan Ambarawa dianggap sebagai kesuksesan tentara semata, menghapus peran ribuan laskar santri dan para kiai yang sesunguhnyalah berperan besar dalam pertempuran ini. Monumen dan Museum Palagan Ambarawa saja yang didirikan di kota yang berhawa sejuk itu, 35 kilometer selatan Semarang, pada tahun 1973-1974 juga tidak menyinggung fakta sejarah ini.

Dalam tulisan kedua, kita akan menengok Museum Waspada Purba Wisesa, sebuah gedung bertingkat yang masih terletak di areal Museum ABRI Satria Mandala. Di Museum ini, umat Islam Indonesia digambarkan tidak lebih dari seorang teroris. Diorama pertama saja sudah menggambarkan penghilangan tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, yang digambarkan dengan penuh kesyukuran. Padahal, peristiwa ini tidak lebih sebagai bentuk pengkhianatan. Tidak lebih. (Bersambung/Rizki Ridyasmara/eramuslim)

Galery Museum Satria Mandala

Setelah ‘menengok’ Museum ABRI Satria Mandala, kita akan mengunjungi Museum Waspada Purba Wisesa, sebuah museum kecil yang menempati dua lantai dari sebuah gedung berlantai lima yang masih berada di dalam areal Museum ABRI Satria Mandala.

Museum ini, sesuai dengan namanya, merupakan sebuah ‘situs peringatan’ kepada bangsa ini agar tidak melupakan aneka pemberontakan terhadap negara. Terdiri dari puluhan diorama yang menggambarkan hal tersebut.

Dalam satu artikel yang dimuat Harian Sinar Harapan (2003) berjudul “Museum TNI dan Polri, Obyek Wisata Pemerintah”, museum ini dikatakan sebagai, “Isinya berupa fakta sejarah tentang gerombolan pengacau dan juga gambaran bangsa Indonesia yang Pancasilais. Meskipun berkesan propaganda dari Pemerintah Orde Baru, namun buat informasi sejarah masih layak digunakan. ”

Siapa yang dimaksud dengan istilah ‘Gerombolan Pengacau’? Pertanyaan ini seakan dijawab dengan deretan diorama yang ada. Begitu kita memasuki pintu utama, diorama yang pertama menampilkan peristiwa dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945. Secara atraktif, bahkan norak, dengan memakai lampu sorot yang berkedip-kedip berwarna merah, terdapat tulisan, “…dengan kewadjiban mendjalankan sjariat Islam bagi pemeloek-pemeloeknja. ”—yang kemudian diberi tanda silang.

Hal ini seolah mengatakan bahwa dihapusnya tujuh buah kata tersebut merupakan sebuah kemenangan bagi bangsa Indonesia, yang berhasil menghapuskan Islam dari nafas legal-formal kenegaraan dan kebangsaan, sehinga Republik Indonesia berdiri di atas dasar sekularisme.

“Padahal, dihapuskannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945 itu merupakan sebuah pengkhianatan founding fathers kita terhadap cita-cita kemerdekaan, yang direbut dan dipertahankan dengan susah-payah, dengan perjuangan di bawah gemuruh takbir Allahu Akbar dan semangat jihad fisabilillah!” tegas KH. Firdaus AN.

Peristiwa pengkhianatan para founding fathers negara ini terhadap amanah rakyatnya sendiri digambarkan dengan  begitu jumawa dan tanpa perasaan malu sedikit pun. Diorama ini nyata-nyata telah menafikkan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan umat Islam. Padahal, tanpa perjuangan umat Islam, tak kan pernah ada sebuah negara bernama Republik Indonesia.

Diorama-diorama selanjutnya berisi aneka peristiwa pemberontakan yang kebetulan dilakukan atas nama Islam seperti Komando Jihad dengan peristiwa Woyla, DI/TII, Kahar Muzakar, Daud Beureueh, peledakan Candi Borobudur, pemberontakan Yon 427 yang terdiri dari mantan Laskar Sabilillah dan Hisbullah, dan sebagainya.

“Di museum-museum kita, perjuangan umat Islam Indonesia dihapuskan begitu saja, sama sekali tidak pernah dianggap ada. Jika pun ada maka hal itu hanya terkait dengan peristiwa pemberontakan atau  terorisme. Ini yang harus diubah, ” papar ZA. Maulani.

Resolusi Jihad para ulama yang kemudian meletus menjadi peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Palagan Ambarawa yang dipimpin oleh ribuan laskar santri di bawah komando para ulama, tingginya religiusitas seorang Jenderal Soedirman yang setiap pidato dan surat-suratnya senantiasa diawali dengan takbir Allahu Akbar dan sarat mengutip ayat-ayat jihad dari Al-Qur’an, dan sebagainya, semua itu dihapuskan dari catatan sejarah negeri ini.

Seolah-olah Indonesia bisa merebut kemerdekaan dan mempertahankannya dari gempuran pasukan Sekutu pemenang  Perang Dunia II hanya berbekal bambu runcing dan kalimat ‘Merdeka atau Mati’! Hal ini sangatlah naïf.

Mudah-mudahan, seiring dengan berjalannya waktu, penulisan sejarah kita bisa diluruskan dan diperbaiki. Hitam katakan hitam, dan putih katakan putih. Jangan seperti sekarang, di mana banyak koruptor malah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, dan banyak para pahlawan yang sesungguhnya dimakamkan di areal pemakaman umum. Itu pun banyak yang kemudian digusur karena ahli warisnya tidak sanggup membayar pajak dan retribusi makam.

Letnan Jenderal (Purn) ZA. Maulani wafat pada hari Selasa, 5 April 2005. Namun keinginannya, meluruskan sejarah tentang perjuangan umat Islam Indonesia, semoga dilanjutkan generasi muda bangsa ini. Amien.

Sumber>//eramuslim.com

Oleh: cahayapelangi | Juni 20, 2010

Imam Mahdi/Pemuda Bani Tamim, Siapakah dia?

Suatu kali, Rasulullah SAW bersabda, “Konstantinopel akan jatuh ke atas tangan seorang Amir (ketua) yang baik lagi beragama, tentaranya tidak melampaui batas, tidak mencuri dan rakyatnya tidak penipu dan tidak bergaul bebas (baik)”. (Hadits riwayat Imam Abul Hasan Ahmad bin Jaafar).

Rasulullah SAW menyebut kejatuhan Konstantinopel tersebut secara umum, tanpa menyebut tahun, kurun mana, siapa, kaum mana dan siapa pemimpin tersebut.

Karena yang memberitahu peristiwa tersebut adalah Rasulullah SAW sendiri, maka sejak jaman Nabi SAW masih hidup, banyak di antara sahabat yang sangat bergairah dan berlomba-lomba untuk mewujudkan janji tersebut. Mereka berharap kemenangan tersebut akan terjadi di tangan mereka, di antara sahabat yang mencobanya ialah Abu Ayyub Al Ansari, Ahmad Al Ansari, Hamidullah Al Ansari dan Abu Tsabit Al Hudri. Makam-makam mereka berada di kota yang menjadi benteng kerajaan Romawi tersebut.

Pada saat itu, para sahabat belum berhasil merebut Konstantinopel, namun perjuangan tersebut terus berlangsung dari generasi ke generasi, hingga akhirnya kota tersebut jatuh hanya dalam waktu satu malam di tangan Muhammad Alfateh dari keturunan Bani Utsman, dalam kurun 600 tahun setelah sabda Rasulullah SAW di atas.

Namun demikian, perjuangan dan pengorbanan para sahabat bukanlah sesuatu yang sia-sia, dengan segala keyakinan mereka telah berusaha untuk mewujudkan janji-janji Allah SWT yang diucapkan lewat lisan Rasulullah SAW.

***

Diantara peristiwa yang akan terjadi di akhir jaman yang diberitahukan oleh Rasulullah SAW, adalah kemunculan seorang pemuda Bani Tamim beserta jamaahnya yang akan menyiapkan sebuah landasan yang kuat bagi munculnya seorang pemimpin umat di akhir jaman yaitu Imam Mahdi.

Seorang ulama hadits yang banyak mengkaji tentang pemuda ini adalah Imam Suyuti dalam kitabnya Jamiush Shaghir, bahkan karena saking inginnya beliau mewujudkan janji Rasulullah SAW itu, beliau juga berusaha untuk membentuk satu jamaah yang mendekati sifat-sifat pemuda Bani Tamim dan jamaahnya. Namun, seperti dalam peristiwa Konstantinopel, beliau belum ditakdirkan untuk dipilih menjadi pemuda tersebut.

Hadits Rasullah SAW mengenai pemuda ini diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW, sambil memegang tangan Saidina Ali RA, beliau bersabda : “Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu hendaklah bersama Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.” (Hadis riwayat At Tabrani).

Di antara sifat-sifat yang melekat pada Pemuda Bani Tamim adalah :

* Dia berketurunan Suku Tamim atau Bani Tamim ; Siapa sesungguhnya keturunan Bani Tamim, untuk hal ini terdapat perbedaan ijtihad di kalangan ulama. Di kalangan bangsa Arab ada satu kabilah yang bernama Tamim. Kabilah Tamim ini adalah satu kabilah dari bangsa Quraisy yang mendiami kawasan sekitar kota Makkah. Di antara sahabat yang berasal dari kabilah Tamim ialah sahabat yang paling setia kepada Rasulullah SAW,yaitu Abu Bakar as-Siddiq RA. Ulama lain berpendapat bahwa pemuda Tamim ini adalah berasal dari keturunan Ahlul Bait.
* Keturunannya sudah bercampur dengan bangsa Timur ; Pemuda ini adalah seorang yang keturunan Bani Tamimnya telah bercampur dengan bangsa dari timur, ia lebih dikenal sebagai orang dari bangsa Timurnya daripada suku Tamimnya. Jika orang bertanya kepadanya, “Darimana engkau berasal?” Ia akan menjawab, “Dari Timur.” Jika ditanya pula, “Apa kebangsaanmu?” Pemuda Bani Tamim akan menjawab, “Aku dari bangsa Timur.” Keterangan ini dijelaskan oleh Imam Suyuti dalam kitabnya al-Jami’us Soghir.
* Pemuda itu bernama Syuaib bin Soleh ; Menurut para penafsir nama tersebut bukan nama yang sebenarnya tetapi merujuk kepada suku bangsanya (suku kecil dari suatu bangsa), dia adalah seorang pemuda yang baik dan berasal dari keluarganya yang terkenal berakhlak baik. Dari segi bahasa Arab, kata Syu’bun berarti suku bangsa atau puak dari suatu bangsa. Sedangkan kata Syu’aibun berarti suatu suku kecil dari sebuah kabilah. Kata Bin berasal dari Ibnun artinya anak lelaki, sedangkan kata Soleh berarti orang yang baik, baik namanya, kepribadiannya, akidahnya, keturunannya, agamanya, pemikirannya dan juga akhlaknya.

* Kulitnya tidak terlalu gelap dan tidak terlalu putih ; Dikatakan kulitnya berwarna kuning, bahwa Nabi SAW menjelaskan bahawa Pemuda Bani Tamim itu memang bukan berkulit Arab karena orang Arab biasanya berkulit merah atau putih kemerah-merahan.
* Dia bertutur dengan bahasa Ajam bukan bahasa Arab ; Pemuda ini sehari-harinya bertutur dengan bahasa lokal tempat ia hidup. Namun dia juga tetap bisa bertutur dalam bahasa Arab dengan baik dan fasih, sesuai dengan pendidikan dan suasana keluarganya yang mendorongnya mampu menguasai bahasa Ajam dan Arab.

*Dari Sauban radhiyallahu ‘anhu berkata: Bersabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….”
(HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

 

*

Dari Nu’man bin Basyir, dari Hudzaifah radhiyallahu ’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Akan ada fase kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase Khilafah berdasarkan metode kenabian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudia akan ada fase penguasa yang zalim. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Lalu akan ada fase penguasa diktator. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.”
(HR. Ahmad dan Ath-Thabarani)


Hadits ini menjelaskan bahwa Khilafah akan tegak kembali setelah fase penguasa yang zalim (mulkan ’adhan), dan fase penguasa diktator (mulkan jabariyan). Dan Khilafah yang akan tegak itu adalah Khilafah ‘ala minhaji an-nubuwah, Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian, yakni Khilafah yang menilai dirinya seperti Khilafah pada masa Khulafaur Rasyidin. Sehingga dengan izin Allah, Khilafah yang akan tegak adalah Khilafah Rasyidah. Inilah jawaban untuk pertanyaan masalah pertama. Sedangkan jawaban untuk pertanyaan masalah kedua adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya, sekalipun hadits-hadits an-nabawiyah asy-syarîfah menyebutkan bahwa Al-Mahdi akan menegakkan Khilafah, maka hal ini tidak menunjukkan bahwa kaum Muslim wajin menunggu Al-Mahdi sampai Al-Mahdi mendirikan Khilafah untuk mereka. Apa yang diwajibkan atas mereka tetap wajib, yaitu menegakkan Khilafah. Menegakkan Khilafah di samping wajib atas Al-Mahdi, wajib pula atas kaum Muslim selain dia. Sehingga, mereka yang masih kental dengan kehidupan beragama, seperti yang digambarkannya, tidak punya hujjah (alasan) yang dapat mereka jadikan dasar untuk berdiam diri, tidak beraktivitas untuk menegakkan Khilafah, hanya dengan mengajukan pernyataan bahwa Al-Mahdi yang akan menegakkan Khilafah, sebagaimana hal itu tampak dengan jelas. Oleh karena itu, mereka yang masih beragama, namun berdiam diri, tidak beraktivitas menegakkan Khilafah, maka mereka berdosa, akibat sikapnya yang berdiam diri, tidak berbuat apa-apa, dan Allah juga akan meminta pertanggungjawaban mereka atas sikap diamnya ini. Konsekwensinya, jika mereka mati sebelum tegaknya Khilafah, maka ia mati seperti matinya kaum jahiliyah (mati dalam keadaan berdosa). Sebab, ada riwayat dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhu yang berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang melepaskan ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang meninggal sedang di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).”
(HR. Muslim)

Sementara itu, orang yang selamat dari mati jahiliyah adalah orang-orang yang beraktivitas menegakkan Khilafah. Oleh karena itu, wahai orang-orang yang masih beragama waspadalah agar jangan sampai kalian mati jahiliyah, yang tentu kalian tidak menginginkannya.

 

Begitulah arahan dan perintah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Imam Mahdi merupakan Panglima ummat Islam di Akhir Zaman…. Dan bila ini telah menjadi jelas kitapun terikat dengan pesan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebagai berikut:

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)

Inilah sebagian dari ciri-ciri pemuda Bani Tamim yang dinubuwahkan oleh Rasulullah SAW. Lalu bagaimana kita menyikapinya ? Sebagaimana para sahabat RA, juga sebagaimana Imam Suyuti RA, maka kita seharusnya juga bergegas untuk menyambut dan mencari pemuda yang mempunyai ciri-ciri semacam itu.

Oleh: cahayapelangi | Juni 22, 2010

Sejarah Kerajaan Sunda

Kerajaan Sunda
Flag 669 – 1579Flag Flag
 
Location of Kerajaan Sunda

Wilayah Kerajaan Sunda

Ibu kota Pakuan Pajajaran, Kawali
Bahasa Sunda, Sansekerta
Agama Hindu, Buddha, Sunda Wiwitan
Pemerintahan Monarki
Sejarah  
 - Didirikan 669
 - Sunda Kelapa direbut Demak dan Cirebon pada tahun 1527, Serangan Banten pada tahun 1570-an 1579
Mata uang Mata uang emas dan perak

  

Kerajaan Sunda (669-1579 M), menurut naskah Wangsakerta merupakan kerajaan yang berdiri menggantikan kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Sunda didirikan oleh Tarusbawa pada tahun 591 Caka Sunda (669 M). Menurut sumber sejarah primer yang berasal dari abad ke-16, kerajaan ini merupakan suatu kerajaan yang meliputi wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Banten, Jakarta, Provinsi Jawa Barat , dan bagian barat Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan naskah kuno primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di Pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627), batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah Ci Pamali (“Sungai Pamali”, sekarang disebut sebagai Kali Brebes) dan Ci Serayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.

Tome Pires (1513) dalam catatan perjalanannya, Suma Oriental (1513 – 1515), menyebutkan batas wilayah Kerajaan Sunda di sebelah timur sebagai berikut:

Sementara orang menegaskan bahwa kerajaan Sunda meliputi setengah pulau Jawa. Sebagian orang lainnya berkata bahwa Kerajaan Sunda mencakup sepertiga Pulau Jawa ditambah seperdelapannya lagi. Katanya, keliling Pulau Sunda tiga ratus legoa. Ujungnya adalah Ci Manuk.

Menurut Naskah Wangsakerta, wilayah Kerajaan Sunda mencakup juga daerah yang saat ini menjadi Provinsi Lampung melalui pernikahan antara keluarga Kerajaan Sunda dan Lampung. Lampung dipisahkan dari bagian lain kerajaan Sunda oleh Selat Sunda.

 

Sejarah

Sebelum berdiri sebagai kerajaan yang mandiri, Sunda merupakan bawahan Tarumanagara. Raja Tarumanagara yang terakhir, Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirthabumi (memerintah hanya selama tiga tahun, 666-669 M), menikah dengan Déwi Ganggasari dari Indraprahasta. Dari Ganggasari, beliau memiliki dua anak, yang keduanya perempuan. Déwi Manasih, putri sulungnya, menikah dengan Tarusbawa dari Sunda, sedangkan yang kedua, Sobakancana, menikah dengan Dapuntahyang Sri Janayasa, yang selanjutnya mendirikan kerajaan Sriwijaya. Setelah Linggawarman meninggal, kekuasaan Tarumanagara turun kepada menantunya, Tarusbawa. Hal ini menyebabkan penguasa Galuh, Wretikandayun (612-702) memberontak, melepaskan diri dari Tarumanagara, serta mendirikan Kerajaan Galuh yang mandiri. Tarusbawa juga menginginkan melanjutkan kerajaan Tarumanagara, dan selanjutnya memindahkan kekuasaannya ke Sunda, di hulu sungai Cipakancilan dimana di daerah tersebut sungai Ciliwung dan sungai Cisadane berdekatan dan berjajar, dekat Bogor saat ini. Sedangkan Tarumanagara diubah menjadi bawahannya. Beliau dinobatkan sebagai raja Sunda pada hari Radite Pon, 9 Suklapaksa, bulan Yista, tahun 519 Saka (kira-kira 18 Mei 669 M). Sunda dan Galuh ini berbatasan, dengan batas kerajaanya yaitu sungai Citarum (Sunda di sebelah barat, Galuh di sebelah timur).

 Kerajaan kembar

Putera Tarusbawa yang terbesar, Rarkyan Sundasambawa, wafat saat masih muda, meninggalkan seorang anak perempuan, Nay Sekarkancana. Cucu Tarusbawa ini lantas dinikahi oleh Rahyang Sanjaya dari Galuh, sampai mempunyai seorang putera, Rahyang Tamperan.

Ibu dari Sanjaya adalah Sanaha, cucu Ratu Shima dari Kalingga di Jepara. Ayah dari Sanjaya adalah Bratasenawa/Sena/Sanna, Raja Galuh ketiga sekaligus teman dekat Tarusbawa. Sena adalah cucu Wretikandayun dari putera bungsunya, Mandiminyak, raja Galuh kedua (702-709 M). Sena di tahun 716 M dikudeta dari tahta Galuh oleh Purbasora. Purbasora dan Sena sebenarnya adalah saudara satu ibu, tetapi lain ayah.

Sena dan keluarganya menyelamatkan diri ke Pakuan, pusat Kerajaan Sunda, dan meminta pertolongan pada Tarusbawa. Ironis sekali memang, Wretikandayun, kakek Sena, sebelumnya menuntut Tarusbawa untuk memisahkan Kerajaan Galuh dari Tarumanegara. Dikemudian hari, Sanjaya yang merupakan penerus Kerajaan Galuh yang sah, menyerang Galuh dengan bantuan Tarusbawa. Penyerangan ini bertujuan untuk melengserkan Purbasora.

Saat Tarusbawa meninggal (tahun 723), kekuasaan Sunda dan Galuh berada di tangan Sanjaya. Di tangan Sanjaya, Sunda dan Galuh bersatu kembali. Tahun 732, Sanjaya menyerahkan kekuasaan Sunda-Galuh kepada puteranya Rarkyan Panaraban (Tamperan). Di Kalingga Sanjaya memegang kekuasaan selama 22 tahun (732-754), yang kemudian diganti oleh puteranya dari Déwi Sudiwara, yaitu Rakai Panangkaran. Rarkyan Panaraban berkuasa di Sunda-Galuh selama tujuh tahun (732-739), lalu membagi kekuasaan pada dua puteranya; Sang Manarah (dalam carita rakyat disebut Ciung Wanara) di Galuh, serta Sang Banga (Hariang Banga) di Sunda.

Sang Banga (Prabhu Kertabhuwana Yasawiguna Hajimulya) menjadi raja selama 27 tahun (739-766), tetapi hanya menguasai Sunda dari tahun 759. Dari Déwi Kancanasari, keturunan Demunawan dari Saunggalah, Sang Banga mempunyai putera bernama Rarkyan Medang, yang kemudian meneruskan kekuasaanya di Sunda selama 17 tahun (766-783) dengan gelar Prabhu Hulukujang. Karena anaknya perempuan, Rakryan Medang mewariskan kekuasaanya kepada menantunya, Rakryan Hujungkulon atau Prabhu Gilingwesi dari Galuh, yang menguasai Sunda selama 12 tahun (783-795).

Karena Rakryan Hujungkulon inipun hanya mempunyai anak perempuan, maka kekuasaan Sunda lantas jatuh ke menantunya, Rakryan Diwus (dengan gelar Prabu Pucukbhumi Dharmeswara) yang berkuasa selama 24 tahun (795-819). Dari Rakryan Diwus, kekuasaan Sunda jatuh ke puteranya, Rakryan Wuwus, yang menikah dengan putera dari Sang Welengan (raja Galuh, 806-813). Kekuasaan Galuh juga jatuh kepadanya saat saudara iparnya, Sang Prabhu Linggabhumi (813-842), meninggal dunia. Kekuasaan Sunda-Galuh dipegang oleh Rakryan Wuwus (dengan gelar Prabhu Gajahkulon) sampai ia wafat tahun 891.

Sepeninggal Rakryan Wuwus, kekuasaan Sunda-Galuh jatuh ke adik iparnya dari Galuh, Arya Kadatwan. Hanya saja, karena tidak disukai oleh para pembesar dari Sunda, ia dibunuh tahun 895, sedangkan kekuasaannya diturunkan ke putranya, Rakryan Windusakti. Kekuasaan ini lantas diturunkan pada putera sulungnya, Rakryan Kamuninggading (913). Rakryan Kamuninggading menguasai Sunda-Galuh hanya tiga tahun, sebab kemudian direbut oleh adiknya, Rakryan Jayagiri (916). Rakryan Jayagiri berkuasa selama 28 tahun, kemudian diwariskan kepada menantunya, Rakryan Watuagung, tahun 942. Melanjutkan dendam orangtuanya, Rakryan Watuagung direbut kekuasaannya oleh keponakannya (putera Kamuninggading), Sang Limburkancana (954-964).

Dari Limburkancana, kekuasaan Sunda-Galuh diwariskan oleh putera sulungnya, Rakryan Sundasambawa (964-973). Karena tidak mempunyai putera dari Sundasambawa, kekuasaan tersebut jatuh ke adik iparnya, Rakryan Jayagiri (973-989). Rakryan Jayagiri mewariskan kekuasaannya ka puteranya, Rakryan Gendang (989-1012), dilanjutkan oleh cucunya, Prabhu Déwasanghyang (1012-1019). Dari Déwasanghyang, kekuasaan diwariskan kepada puteranya, lalu ke cucunya yang membuat prasasti Cibadak, Sri Jayabhupati (1030-1042). Sri Jayabhupati adalah menantu dari Dharmawangsa Teguh dari Jawa Timur, mertua raja Airlangga (1019-1042).

Dari Sri Jayabhupati, kekuasaan diwariskan kepada putranya, Dharmaraja (1042-1064), lalu ke cucu menantunya, Prabhu Langlangbhumi ((1064-1154). Prabu Langlangbhumi dilanjutkan oleh putranya, Rakryan Jayagiri (1154-1156), lantas oleh cucunya, Prabhu Dharmakusuma (1156-1175). Dari Prabu Dharmakusuma, kekuasaan Sunda-Galuh diwariskan kepada putranya, Prabhu Guru Dharmasiksa, yang memerintah selama 122 tahun (1175-1297). Dharmasiksa memimpin Sunda-Galuh dari Saunggalah selama 12 tahun, tapi kemudian memindahkan pusat pemerintahan kepada Pakuan Pajajaran, kembali lagi ke tempat awal moyangnya (Tarusbawa) memimpin kerajaan Sunda.

Sepeninggal Dharmasiksa, kekuasaan Sunda-Galuh turun ke putranya yang terbesar, Rakryan Saunggalah (Prabhu Ragasuci), yang berkuasa selama enam tahun (1297-1303). Prabhu Ragasuci kemudian diganti oleh putranya, Prabhu Citraganda, yang berkuasa selama delapan tahun (1303-1311), kemudian oleh keturunannya lagi, Prabu Linggadéwata (1311-1333). Karena hanya mempunyai anak perempuan, Linggadéwata menurunkan kekuasaannya ke menantunya, Prabu Ajiguna Linggawisésa (1333-1340), kemudian ke Prabu Ragamulya Luhurprabawa (1340-1350). Dari Prabu Ragamulya, kekuasaan diwariskan ke putranya, Prabu Maharaja Linggabuanawisésa (1350-1357), yang di ujung kekuasaannya gugur saat Perang Bubat. Karena saat kejadian di Bubat, putranya – Niskalawastukancana – masih kecil, kekuasaan Sunda sementara dipegang oleh Patih Mangkubumi Sang Prabu Bunisora (1357-1371).

Prasasti Kawali di Kabuyutan Astana Gedé, Kawali, Ciamis.

Sapeninggal Prabu Bunisora, kekuasaan kembali lagi ke putra Linggabuana, Niskalawastukancana, yang kemudian memimpin selama 104 tahun (1371-1475). Dari isteri pertama, Nay Ratna Sarkati, ia mempunyai putera Sang Haliwungan (Prabu Susuktunggal), yang diberi kekuasaan bawahan di daerah sebelah barat Citarum (daerah asal Sunda). Prabu Susuktunggal yang berkuasa dari Pakuan Pajajaran, membangun pusat pemerintahan ini dengan mendirikan keraton Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati. Pemerintahannya terbilang lama (1382-1482), sebab sudah dimulai saat ayahnya masih berkuasa di daerah timur. Dari Nay Ratna Mayangsari, istrinya yang kedua, ia mempunyai putera Ningratkancana (Prabu Déwaniskala), yang meneruskan kekuasaan ayahnya di daerah Galuh (1475-1482).

Susuktunggal dan Ningratkancana menyatukan ahli warisnya dengan menikahkan Jayadéwata (putra Ningratkancana) dengan Ambetkasih (putra Susuktunggal). Tahun 1482, kekuasaan Sunda dan Galuh disatukan lagi oleh Jayadéwata, yang bergelar Sri Baduga Maharaja. Sapeninggal Jayadéwata, kekuasaan Sunda-Galuh turun ke putranya, Prabu Surawisésa (1521-1535), kemudian Prabu Déwatabuanawisésa (1535-1543), Prabu Sakti (1543-1551), Prabu Nilakéndra (1551-1567), serta Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana (1567-1579). Prabu Suryakancana ini merupakan pemimpin kerajaan Sunda-Galuh yang terakhir, sebab setelah beberapa kali diserang oleh pasukan Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten, mengakibatkan kekuasaan Prabu Surya Kancana dan Kerajaan Pajajaran runtuh.

Raja-raja Kerajaan Sunda-Galuh s/d Pajajaran

Di bawah ini deretan raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Sunda menurut naskah Pangéran Wangsakerta (waktu berkuasa dalam tahun Masehi):

  1. Tarusbawa (menantu Linggawarman, 669723)
  2. Harisdarma, atawa Sanjaya (menantu Tarusbawa, 723 – 732)
  3. Tamperan Barmawijaya (732 – 739)
  4. Rakeyan Banga (739 – 766)
  5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766 – 783)
  6. Prabu Gilingwesi (menantu Rakeyan Medang Prabu Hulukujang, 783 – 795)
  7. Pucukbumi Darmeswara (menantu Prabu Gilingwesi, 795 – 819)
  8. Rakeyan Wuwus Prabu Gajah Kulon (819 – 891)
  9. Prabu Darmaraksa (adik ipar Rakeyan Wuwus, 891 – 895)
  10. Windusakti Prabu Déwageng (895 – 913)
  11. Rakeyan Kamuning Gading Prabu Pucukwesi (913 – 916)
  12. Rakeyan Jayagiri (menantu Rakeyan Kamuning Gading, 916 – 942)
  13. Atmayadarma Hariwangsa (942 – 954)
  14. Limbur Kancana (putera Rakeyan Kamuning Gading, 954 – 964)
  15. Munding Ganawirya (964 – 973)
  16. Rakeyan Wulung Gadung (973 – 989)
  17. Brajawisésa (989 – 1012)
  18. Déwa Sanghyang (1012 – 1019)
  19. Sanghyang Ageng (1019 – 1030)
  20. Sri Jayabupati (Detya Maharaja, 1030 – 1042)
  21. Darmaraja (Sang Mokténg Winduraja, 1042 – 1065)
  22. Langlangbumi (Sang Mokténg Kerta, 1065 – 1155)
  23. Rakeyan Jayagiri Prabu Ménakluhur (1155 – 1157)
  24. Darmakusuma (Sang Mokténg Winduraja, 1157 – 1175)
  25. Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu (1175 – 1297)
  26. Ragasuci (Sang Mokténg Taman, 1297 – 1303)
  27. Citraganda (Sang Mokténg Tanjung, 1303 – 1311)
  28. Prabu Linggadéwata (1311-1333)
  29. Prabu Ajiguna Linggawisésa (1333-1340)
  30. Prabu Ragamulya Luhurprabawa (1340-1350)
  31. Prabu Maharaja Linggabuanawisésa (yang gugur dalam Perang Bubat, 1350-1357)
  32. Prabu Bunisora (1357-1371)
  33. Prabu Niskalawastukancana (1371-1475)
  34. Prabu Susuktunggal (1475-1482)
  35. Jayadéwata (Sri Baduga Maharaja, 1482-1521)
  36. Prabu Surawisésa (1521-1535)
  37. Prabu Déwatabuanawisésa (1535-1543)
  38. Prabu Sakti (1543-1551)
  39. Prabu Nilakéndra (1551-1567)
  40. Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana (1567-1579)

 Hubungan dengan kerajaan lain

Singasari

Dalam Nagarakretagama, disebutkan bahwa setelah Kertanagara menaklukkan Bali (1206 Saka), kerajaan-kerajaan lain turut bertekuk lutut, tidak terkecuali Sunda. Jika ini benar, adalah aneh jika di kemudian hari, kerajaan Majapahit sebagai penerus yang kekuasaannya lebih besar justru tidak menguasai Sunda, sehingga termuat dalam sumpahnya Gajah Mada.

 Eropa

Kerajaan Sunda sudah lama menjalin hubungan dagang dengan bangsa Eropa seperti Inggris, Perancis dan Portugis. Kerajaan Sunda malah pernah menjalin hubungan politik dengan bangsa Portugis. Dalam tahun 1522, Kerajaan Sunda menandatangani Perjanjian Sunda-Portugis yang membolehkan orang Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan Sunda Kelapa. Sebagai imbalannya, Portugis diharuskan memberi bantuan militer kepada Kerajaan Sunda dalam menghadapi serangan dari Demak dan Cirebon (yang memisahkan diri dari Kerajaan Sunda).

Sumber>>//http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda

Oleh: cahayapelangi | Juni 28, 2010

Berhijrah Perilaku dan Pola Pikir

 
KH. Dr. Tarmizi Taher

Gambaran Indonesia Sampai saat ini….
(kita kembali kepada zaman jahiliyah)

Tahun baru Hijriyah merupakan era baru dakam sejarah Islam yang sangat menentukan bagi perjuangan, penyebaran, dan dakwah Islam. Di bulan Muharram itu, Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah (Yastrib) untuk mengubah tatanan kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang.

Menurut Ketua Umum pimpinan Puast Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH. Dr. Tarmizi Taher, secara historis, hijrah merupakan titik awal kebangkitan Islam; Islam mengalami kemajuan pesat. Semangat nilai yang dikandung dalam hijrah itu pula yang mendasari khalifah kedua, Umar bin Khattab (memerintah : 634-644 M/13-23H) menetapkan penaggalan baru Islam yang dikenal dengan tahun baru Hijriyah. Berikut ini kutipan wawancara dengan mantan Menteri Agama RI itu:

Bagaimana Nabi Muhammad membangun umat Islam itu melalui semangat hijrah?
Di Madinah, Nabi Muhammad melakukan reformasi dan membangun masyarakat madani yang lebih bermartabat, berkeadilan, dan terbuka. Pertama-tama Nabi membangun Konstitusi Madinah (Piagam Madinah) yang dijadikan sebagai dasar bermasyarakat dan bernegara.

Reformasi bidang apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad?
Reformasi bidang politik, agama dan hukum. Nabi Muhammad memegang langsung tiga kekuasan negara : eksekutif, yudikatif dan legislatif (yang artinya Nabi Muhammad adalah kepala pemerintahan atau kepala negara, sekaligus beliau adalah sorang Rasulullah). Pada saat yang sama, negara mengakomodasi semua kepentingan masyarakat. Mereka tidak dibedakan berdasarkan suku, kelompok politik, maupun agama. Semua lapisan masyarakat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, sehingga ketiga lembaga itu berdiri secara kuat dan independen.

Dalam bidang agama, demi tegaknya civil society, ketika berdakwah – yang diarikulasikan secara rasional, arif dan bijak, penuh hikmah dan argumentatif – Nabi Muhammad semata-mata hanya bertujuan meningkatkan kualitas beragama, bukan untuk konversi penganut agama lain. Prinsip yang dikedepankan Nabi adalah prinsip kebebasan beragama bagi setiap individu (pasal 25-33, Konstitusi Madinah). Prinsip ini terefleksikan melalui pengakuan negara dalam melindungi kebebasan beribadah bagi umat beragama. Secara teologis, landasannya adalah : “Tidak ada paksaan dalam beragama“ (QS.2:256).

Dalam bidang hukum, prinsip Islam adalah menjadikan nilai keadilan di atas segalanya. Jadi, masyarakat madani adalah masyakarat yang tak berkelas (aclassless society). Artinya, hukum tidak membedakan antara the have dan the have not, semua memperoleh keadilan hukum. Sikap dan kebijakan Nabi Muhamad sebagai kepala negara dan masyarakat sekaligus mengakui persamaan hak setiap warga negara, tanpa pandang bulu. (Pasal 34,40 dan 46, Konstitusi Madinah).

Dalam konteks kekinian, bagaimana aplikasi hijrah bagi kaum muslim?
Sebagai salah satu konsep penting dalam Islam, hijrah dalam konteks kekinian bukan lagi sekadar berpindah tempat, melainkan menuju perubahan, perjuangan, dan menyampaikan visi Islam. Karena itu, hijrah yang harus dilakukan kaum Muslim saat ini bukan lagi hijrah secara fisik, tetapi lebih pada perilaku. Misalnya, ikut berpartisipasi memberikan solusi terhadap berbagai masalah yang datang silih berganti yang tengah dihadapi bangsa ini.

Dalam kaitan hidup keberagaman yang harmonis, bagaimana penerapan makna hijriyah pada masyarakat Muslim Indonesia?
Dahulu Nabi hijrah untuk menciptakan peradaban yang lebih baik dan membentuk masyarakat Madani yang berperilaku terpuji serta menjunjung tinggi toleransi beragama. Ketika itu, selain umat Muslim, penganut agama lain juga hidup berdampingan di Madinah, penganut agama lain juga hidup berdampingan di Madinah. Kemajemukan dan keharmonisan itu yang tampaknya serupa dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Perdamaian dalam masyarakat yang majemuk seperti itu patut kita teladani dari makna hijrah Nabi.

Kita harus kembali kepada komitmen ajaran agama masing-masing. Umat Islam kembali kepada ajaran Islam yang rahmatal lil alamin. Oleh karena itu, ajaran Islam harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Artinya, kita mesti hijrah dalam hal pola pikir?
Tentu. Hijrah dalam hal perbuatan harus dimulai dengan hijrah dalam hal pola pikir. (dari kufur/ingkar menjadi beriman). Yang tak kalah penting, hijrah yang harus dilakukan oleh umat Islam di Indonesia adalah hijrah untuk memperbaiki mutu pendidikan. Sebab, sistem pendidikan yang harus dikembangkan umat Islam adalah sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan pada kemampuan Iptek saja, tetapi juga tidak mengenyampingkan kemampuan iman dan takwa (imtak) anak didik. Jauhkan generasi kita dari sistem pendidikan yang sekuler.

Oleh: cahayapelangi | Juni 28, 2010

Merdeka Tanpa Andalkan Utang

Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, seorang tokoh yang merupakan personifikasi dari Al-Zaytun, dalam rangka kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Serta aplikasinya dalam proses belajar di Al-Zaytun dan dalam interaksi sosial di tengah masyarakat. Kami memberi judul utama: Mutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun. Tulisan ini merupakan bentuk pengenalan dan apresiasi kami, selaku wartawan Tokoh Indonesia (yang menganut jernalisme damai), kepada Al-Zaytun, yang mudah-mudahan berguna bagi pembaca dan keluarga besar Al-Zaytun sendiri.Penulis Syaikh AS Panji Gumilang pimpinan pondok pesantren Mahad Al-ZaytunIndonesia Harus Kuat! Seruan ini selalu bergema setiap kali ada upacara di Al-Zaytun. Seruan yang bermakna luas. Di antaranya: Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang merdeka. Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang mandiri. Bermakna: Merdeka adalah budaya mandiri! Yakni, Indonesia yang membangun dengan budaya mandiri, tanpa mengandalkan utang luar negeri.

Kemerdekaan dan kemandirian bukan hanya seruan dan slogan dalam kata-kata indah di Al-Zaytun. Tetapi sekaligus menjadi sikap dan aksi bahkan telah menjadi tradisi, etos dan budaya.

Syaykh AS Panji Gumilang yang selalu menyuarakan kemandirian untuk membangun Indonesia sangat yakin Indonesia mampu membangun diri menjadi kuat dengan menggalang budaya mandiri dan menghindari budaya utang.

Setiap kali berbicara mengenai pembangunan, baik dalam ruang lingkup yang kecil maupun ruang lingkup nasional, Syayk Panji Gumilang selalu mengedepankan budaya kemandirian. Bukan hanya dalam kata, tetapi dalam tindakan. Dalam ruang lingkup Al-Zaytun, Syaykh telah memberi contoh nyata bagaimana cara mengimplementasikan kemandirian dalam membangun.

Pembangunan Al-Zaytun yang dipandang berbagai pihak amat spektakuler, ternyata dibangun dalam budaya kemandirian dan kebersamaan. Bagi mereka yang belum mendalami aplikasi kemandirian dan kebersamaan secara utuh di lembaga pendidikan bersemangat pesantren dan bersistem modern ini, tak jarang beranggapan pembangunan Al-Zaytun menjadi amat mengejutkan.

Namun bagi mereka dan juga kami yang telah beberapa kali berdialog dengan Syaykh dan mengunjungi Al-Zaytun, justru akan sampai pada pengenalan bahwa Al-Zaytun adalah sebuah lembaga pendidikan budaya kemerdekaan dan kemandirian.
Di sini para generasi muda, sejak dini, dilatih berpikir dan bertindak merdeka dan mandiri. Merdeka dan mandiri dalam pemahaman luas. Yakni, kemerdekaan dan kemandirian dalam interaksi yang harmonis dengan kemerdekaan dan kemandirian orang lain atau bangsa lain (interdependensi).

Kemerdekaan yang bermakna budaya kemandirian, menjadi salah satu butir mutiara pemikiran Syaykh Al-Zaytun yang kami anggap sangat berharga untuk ditransformasikan bertepatan pada bulan kemerdekaan (17 Agustus 1945-17 Agustus 2006) ini.

Setidaknya, momentum inilah yang mendorong kami memilih judul di atas, menjadi bagian kedua dari rangkaian tulisan kami mengenai Mutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun. Berikut ini kami petik dan tuturkan pemikiran dan pandangan Syaykh tentang: Merdeka (membangun dalam kemandirian) tanpa andalkan utang luar negeri.

Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang merdeka. Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang mandiri. Bermakna: Merdeka adalah budaya mandiri! Yakni, Indonesia yang membangun dengan budaya mandiri, tanpa mengandalkan utang luar negeri.Membangun Tanpa Utang
Menurut Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, definisi siapapun, tujuan pembangunan adalah kemandirian. Tatkala kita membangun dengan budaya mandiri, itu berarti kita akan mendapat pengalaman untuk membangkitkan percaya diri, formula ini mungkin terasa berat dalam sepuluh tahun pertama.

Namun, kata Syaykh, setelah kemampuan kita sejajar dengan budaya mandiri yang kita miliki, kita akan menemukan suatu perkembangan baru, sebagai apa yang disebut dengan halawatul kasab (manisnya usaha mandiri).

Memang, menurut Syaykh, masuk dalam budaya mandiri dalam membangun, bagi negara yang pemerintahnya terbiasa dengan budaya utang, merupakan sesuatu pekerjaan yang dianggap tidak mungkin dilakukan.

Tokoh pendidikan terpadu ini mengatakan, budaya utang untuk pembangunan, itu maknanya budaya mengharap dibangun orang lain, melenceng dari makna dan hakekat membangun. Menurutnya, membangun maknanya menerima tantangan-tantangan kita sendiri.

Jika pembangunan bersandar kepada utang luar negeri (bahasa halusnya bantuan pembangunan), itu bermakna memberikan tantangan-tantangan atau menjadikan tantangan-tantangan itu direbut dari tangan kita oleh orang lain.

Dia menegaskan, bahwa pihak lain tidak dapat menjadi sebab dalam membangun diri. Juga pembangunan tidak boleh merugikan otonomi diri. Karenanya itu, menurutnya, membangun adalah menerima tantangan kita sendiri.

“Agar pembangunan berlangsung, kita harus menanamkan suatu budaya dalam individu maupun masyarakat. Sebab, kebudayaan merupakan kerangka kerja simbolik, pola pikir yang membentuk pemikiran kita, solah-bowo kita, tutur-warah kita, serta laku-lampah kita. Dengan demikian pencarian kebudayaan yang kufu’ (adequate) mumpuni dan memadai dengan pembangunan, merupakan suatu problematika yang tidak pernah berakhir, yang harus dilakukan adalah semua upaya harus dapat diselaraskan satu sama lainnya.”

Syaykh selalu mengajak, mari kita mencoba masuk ke dalam budaya mandiri dalam membangun. Sesuai dengan makna membangun adalah membangun diri. Orang lain tidak dapat menjadi sebab pembangunan dalam diri. Kita membangun bukan karena Jepang, Amerika, Eropa, dan lain-lain.

Sekali lagi, otonomi/mandiri adalah tujuan pembangunan. Kita membangun, kita membangun diri kita, masyarakat kita, negara kita, dan kita membangun satu sama lain.

Lalu, kondisi yang diperlukan bagi pembangunan jenis apapun, menurut Syaykh, adalah desentralisasi distribusi faktor produksi bagi semua. Sehingga semua orang menjadi partisipan potensial dalam produksi, bukan hanya dalam konsumsi.

Dalam kaitan ini, menurut Syaykh Panji Gumilang, pada dasarnya, bantuan pembangunan (utang luar negeri) adalah cara untuk memastikan reproduksi di seluruh dunia, bahkan kelangsungan hidup, budaya, dan struktur negara-negara donor, dengan memanfaatkan kemiskinan lokal untuk legitimasi.

Menurutnya, ketika bantuan pembangunan gagal mengurangi kemiskinan, tetapi sebaliknya mengarah kepada reproduksi kemiskinan, ini dilihat sebagai satu lagi alasan untuk melanjutkan bantuan pembangunan itu.

Ketua Masyarakat Ekonomi Pesantren Indonesia ini melihat, negara donor bertindak sebagai “Ayah” memanfaatkan kesempatan untuk berekspansi, kali ini secara ekonomis dan budaya dan bukan semata politik dan militer, dan dalam waktu yang sama bertindak sebagai “Ibu” merasa ringan untuk membagi-bagi begitu banyak amal dalam semua arah.

Perjuangan Menjadi Bangsa Mandiri
Pesan dan seruan untuk mandiri dari Syaykh AS Panji Gumilang, antara lain disampaikan pada puncak perayaan tahun baru Hijrah yang ke 1426 di Al-Zaytun, bertajuk: Membangun Merupakan Perjuangan untuk Menjadi Bangsa Mandiri.
Syaykh mengawali amanahnya dengan bersyukur kepada Allah dan berdoa semoga sepanjang tahun ini kita dikaruniai kesejahteraan, kemakmuran, kebaikan, keselamatan, dan kedamaian. Sehingga akidah hidup kita sebagai penyebar kehidupan bertoleransi dan perdamaian dapat semakin meluas dan terpenetrasi secara mendalam di dalam lingkungan kehidupan ummat manusia, terlebih lagi di dalam kalangan ummat dan bangsa Indonesia.

Setiap memperingati dan merayakan datangnya tahun baru Hijrah, kata Syaykh, pertanyaan selalu kita sampaikan kepada diri kita: Adakah tanda-tanda kemajuan yang telah kita capai selama ini? Untuk menjawabnya, sama sekali tidak cukup hanya dengan ungkapan verbal, melainkan dengan kegigihan amal perbuatan yang terbaik yang dapat dirasakan oleh segenap lapisan ummat manusia dalam lingkup kecil sampai dengan yang paling besar. Sebab amal perbuatan baik itu, tidak mengenal batas, atau boleh dikatakan lintas batas.

“Kita ummat muslim, merupakan komponen ummat manusia penghuni dunia yang majemuk, bertanggung jawab secara bersama, mewujudkan kehidupan penuh harmoni, toleransi dan damai, antar sesama ummat manusia,” kata pemangku pendidikan dan Doktor Honoris Causa bidang Management, Education and Human Resources dari IMCA-Revans University itu.

Dalam konsepsi nasional, menurutnya, kita merupakan warga bangsa yang mendiami sebuah negara Bhinneka Tunggal Ika, bertanggung jawab secara bersama dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup pewujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, sosial, budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan.

Karenanya, Ketua Ikatan Alumni IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta periode 2002-2004, ini menegaskan, tatkala kita bersikap, berbuat, berkarya dan berjuang, tidak keluar dari wawasan dan konsepsi nasional, sebagai partisipasi aktif kita mewujudkan Dunia Harmoni Penuh Toleransi dan Perdamaian, bersama ummat dan bangsa-bangsa lainnya di dunia ini. Itulah manifestasi Rahmatan lil ‘alamin, yakni: Berfikir Global dan Bertindak Lokal.

Sekilas Pembangunan Indonesia
Alumni Penpes Gontor ini kemudian menyoroti sekilas pembangunan Indonesia. Era pemerintahan Presiden Soekarno, membangun. Sukses mengumandangkan slogan-slogan pembangunan, dan jatuh tertimpa slogan pembangunannya, karena keberpihakan yang tidak seimbang terhadap ideologi-ideologi besar dunia.

Era Presiden Soeharto, “sukses gilang-gemilang” dalam menjalankan Rencana Pembangunan Lima Tahunannya (Repelita), sampai kepada era pembangunan yang diistilahkan dengan Tinggal Landas, namun juga jatuh/tertimbun oleh “kesuksesannya”.

Muncul Era Reformasi, seorang tokoh yang populer pada zamannya yang singkat, Amien Rais, mampu menjebol kekuasaan Presiden Soeharto, atas dorongan dari bawah, demonstrasi massa rakyat (mahasiswa), dan tekanan dari atas.

“Namun, tokoh reformasi ini tidak berkeupayaan menjabarkan konsep-konsep verbalnya dalam bentuk implementasi riel. Sehingga tidak mampu menghantarkan ambisinya menjadi Presiden Indonesia, karena secara demokratis mayoritas rakyat Indonesia belum menerima “pionir” reformasi ini. Beliau dipetieskan oleh kekuatan demokrasi,” kata alumni IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta itu.

Dia kemudian mengemukakan suatu kejadian di bekas Negara Uni Soviet, dimana para pemimpin negara tersebut ditekan dari atas dan bawah, dan jatuh, dan ada sebuah upaya untuk kembali, juga gagal. Namun penggagas dari keseluruhan proses ini, Gorbachev, juga dijatuhkan.

Menurutnya, ide-ide besar reformasi itu, sesungguhnya juga pembangunan.
Era presiden-presiden sesudah Presiden Soeharto juga berprogram membangun Indonesia ini, dari Presiden Habibie, Presiden Abdurahman Wahid, dan Presiden Megawati Soekarno Putri.

Demokrasi Progresif
Kini Era Baru telah datang, dalam tahun 1425 (2004). Bangsa Indonesia mengukir fenomena baru, masuk ke dalam budaya Demokrasi Progresif, sesuatu yang belum pernah dilakukan dalam agenda pembangunan demokrasi di masa lalu. Demokrasi progresif adalah suatu sistem yang terus bertumbuh-kembang. Rakyat Indonesia berkemampuan menyikapinya secara piawai.

“Kita rakyat Indonesia sedang dan terus membangun budaya, yakni Budaya Demokrasi. Berpijak dari budaya yang dibangun oleh rakyat secara bersama inilah kita memasuki Era Baru Indonesia. Kini Indonesia sedang menata dan memiliki pemerintahan yang berpijak pada rentetan sejarah dan budaya yang dibangun sendiri oleh rakyatnya,” ujarnya.

Syaykh menyebut pemilihan presiden dan wapres terlaksana secara demokratis, rakyat Indonesia telah memilih pemerintah negaranya secara demokratis, selanjutnya berpengharapan secara demokratis pula, yakni, segala perjalanan kini dan ke depan selalu berpijak pada ide besar demokrasi: Dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

Banyak orang (rakyat Indonesia) menyimpulkan, bahwa berbagai proses pembangunan Indonesia masa lalu disimpulkan “gagal”. “Jika kesimpulan itu benar, yakni proses pembangunan masa lalu kita itu gagal, jangan pernah menyerah, mari kita mulai lagi dari proses yang dianggap salah dan gagal itu, bahkan kalau perlu dari awal, sebab jika proses masa lalu itu berhasil pun, dalam abad yang penuh tantangan ini kita juga harus memperbaharui makna pembangunan itu,” kata Syaykh al-Ma’had yang dijuluki Tokoh Indonesia sebagai Pelopor Pendidikan Terpadu itu.

Menurutnya, kita tidak boleh memaksakan bahkan pura-pura berhasil, sekalipun beban semakin tak tertanggungkan lagi. Jika sepatu yang kita pakai sesak, jangan kita paksa memakainya, sepatu ukuran lain pasti mudah didapatkan. Karenanya, mari kita maknai kembali pembangunan Indonesia kita.

Membangun pada dasarnya adalah membangun diri. Untuk menciptakan kemajuan pada level personal maupun sosial; Yakni menciptakan personal-personal yang kuat, masyarakat-masyarakat yang kuat, menjadi bangsa yang kuat, diawali dengan penyingkapan suatu budaya dan merealisasikan budaya itu. Selanjutnya, karena ummat manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan, jika tidak terpenuhi maka mereka bukan lagi makhluk hidup.

Karenanya pembangunan juga pemenuhan kebutuhan-kebutuhan alam manusia dan non manusia, dimulai dengan mereka yang paling membutuhkan. Pada makna yang lain pula pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi, yang seharusnya tanpa mengorbankan siapapun. Sehingga tercipta perdamaian sebagai kondisi dalam ruang untuk pembangunan tanpa kekerasan.

Maka, menurutnya, setting pembangunan adalah, membangun suatu budaya: Budaya ingin maju, ingin kuat secara individual masyarakat, dan bangsa. Dilandasi oleh budaya dan peradaban yang kokoh, masuk ke dalam realisasi. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup dan kehidupan untuk ummat manusia, dan makhluk hidup lainnya yang non manusia, yang karenanya tercapailah pertumbuhan ekonomi yang merata dalam tataran individual, masyarakat maupun bangsa, bahkan bangsa-bangsa di dunia, yang dapat memancarkan perdamaian internal dan external dalam ruang pembangunan tanpa kekerasan.

Kelompok Dunia Ketiga
Kemudian Syaykh al-Ma’had mengatakan dalam menghadapi tantangan-tantangan, berbagai proses ditampilkan oleh masyarakat dunia.

Dunia Pertama, tantangan datang pada orang yang menangani modal, teknologi, atau manager, sebagai properti pribadi. Dunia Kedua (waktu itu Sosialis), tantangan diberikan kepada kelompok sangat kecil, perencana yang memiliki terlalu banyak tantangan sementara penduduk lain tetap kurang tantangan.

Dunia Ketiga, tantangan sangat sering dan selalu diberikan kepada pihak luar, dalam bentuk bantuan luar negeri, yang manfaatnya pergi kepada orang lain.
Dunia Keempat, tantangan diberikan kepada orang yang sama sebagaimana di Dunia Pertama, tetapi kemudian dibagi dalam kelompok-kelompok yang melibatkan para pekerja, akibatnya perusahaan mendapat manfaat dan negara diuntungkan dari pemrosesan bersama atas suatu tantangan.

Diperhatikan dari cara memroses tantangan-tantangan tersebut, menurut Syaykh, Indonesia masih masuk ke dalam kelompok Dunia Ketiga, yang selalu melepaskan tantangan-tantangan intern-nya seraya menyerahkannya kepada pihak luar, dalam bentuk Bantuan Luar Negeri (utang). Dalam setengah abad membangun, pemerintah Indonesia selalu melepas tantangan-tantangannya kepada luar negeri.

Menjadi kelompok Dunia Ketiga, selalu merasakan akibat/efek samping negatif dari aktivitas ekonomi (eksternalitas negatif), namun tidak berkeupayaan untuk menanganinya (seperti penanganan limbah, atau yang sangat jelas penanganan sampah di kota-kota besar).

Kemerosotan besar terus menggelinding dan mereproduksi keterbelakangan. Kegiatan ekspor barang jadi/olahan semakin terhenti, andalannya hanya pada bahan mentah dari sumber daya alam, yang keberadaannya semakin menipis. Dunia Ketiga selalu menjadi sasaran ekspor oleh Dunia Pertama, termasuk ekspor eksternalitas negatif (misalnya limbah atau barang-barang bekas).

Mewujudkan Bangsa Mandiri
“Mewujudkan bangsa yang lebih mandiri adalah sebuah perjuangan dan merupakan kerja keras yang tidak pernah berakhir,” kata pemangku pendidikan pembawa damai dan toleransi itu.

Kemandirian bagi bangsa Indonesia, katanya, bukan lagi diukur dari statement/proklamasi kemerdekaan, namun ukurannya lebih kepada upaya mengisi kemerdekaan, dengan sikap mandiri, berbuat mandiri, dan membangun secara mandiri.

“Jika itu tidak kita lakukan, kemudian kita tertinggal, maka pesaing kita akan maju. Jika kita tertinggal, yang mendapat keuntungan besar dari ketertinggalan kita adalah orang lain. Dan jika kita tertinggal maka terjadilah ketidaksingkronan sangat serius dalam ekonomi finansial – riil (F/R) dan arah ekonomi kita menjadi stel kendo dan mémblé (undercooled) bahkan juga dapat berirama sangat panas dan gila-gilaan (overheated), dimana finansial tidak mencerminkan bahkan tidak dapat melayani riil,” tegasnya.

Dengan Budaya Mandiri, menurutnya, akan tumbuh upaya menjadi bangsa yang berkecukupan, bahkan menjadi bangsa yang kuat dan kaya. Untuk menuju ke arah itu, Bangsa Mandiri selalu ingin membantu alam dengan keseimbangan lingkungan, dan terus meningkatkan kerja keras dalam peningkatan kesihatan dan pendidikan, tanpa pernah lupa bahwa tingkat pendidikan dan kesihatan 50% lebih lapisan bawah sama pentingnya dengan lapisan atas.

Bangsa Mandiri harus mampu mewujudkan aliran keseimbangan ekologi (hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan kondisi alam sekitar). Alam telah ada jauh lebih lama daripada manusia. Alam sebagai sumber pelajaran mengenai holisme, dinamisme, dan keberlanjutan, karenanya alam bersifat dasar, semua yang lain bergantung kepadanya, alam dapat bertahan tanpa manusia, kita bergantung kepada alam sedangkan alam sama sekali tidak bergantung kepada kita. Bahkan sering manusia menghancurkan alam, sebagaimana ditunjukkan oleh krisis lingkungan hari ini (khususnya banyak terjadi di Dunia Ketiga) yang karenanya alam juga dapat menghancurkan kita.

Bangsa Mandiri selalu memiliki kesadaran betapa makna kesihatan dan pendidikan bagi setiap warga bangsa. Membangun SDM sehat berarti menciptakan masyarakat-masyarakat Seger Waras, Sehat dan Waras. Seger dan Sihat biasanya berhubungan dengan fisik, sihat jasmani, cukup sandang-pangan dan papan, sedangkan Waras biasanya berkaitan dengan kemantapan jiwa dan rohani.

Bangsa Mandiri selalu sadar akan makna pelaksanaan pendidikan masyarakat-masyarakatnya, dalam segala lapisannya. Karena seluruh warga masyarakat dan bangsalah hakekat pelaksana dan pelaku pembangunan yang akan tampil sebagai bangsa dan individu-individu yang berjiwa enterpreneur yang tinggi, yang kemudian dapat berkiprah di dalam diplomasi geoeconomics, yang dibangun untuk menciptakan kebersamaan antar kekuatan ekonomi ummat manusia.

Pendidikan, kata Syaykh kelahiran Gresik 30 Juli 1946, itu merupakan wahana penanaman budaya. Pendidikan akan menciptakan sumber daya manusia “matang”. Manusia terdidik secara “matang” merupakan investasi yang sangat tinggi nilainya. Dari SDM yang “matang” inilah negara akan mampu menyelenggarakan perdagangan, dimana perdagangan itu sendiri adalah komunikasi.

Mengkomunikasikan kebudayaan adalah komunikasi pada tingkat yang lebih tinggi daripada mengkomunikasikan alam. Di samping itu, pada prinsipnya makin Padat-Budaya aktivitas ekonomi, makin tidak berbahaya bagi lingkungan. Aktivitas ekonomi Padat-Alam menghabiskan alam dan menimbulkan polusi.

SDM terdidik secara “matang” akan sanggup tidak terikat dengan bentuk-bentuk komunikasi Padat-Alam. Komunikasi elektronik mungkin dapat mewakili satu langkah maju. Selanjutnya SDM terdidik yang memiliki kemampuan Padat-Budaya akan dapat menggantikan ekspor tenaga kerja Indonesia yang selama ini hanya memiliki Padat-Dengkul. Ch. Robin Simanullang (Berita Indonesia 19)

Sumber>>//beritaindonesia.co.id
Oleh: cahayapelangi | Juli 13, 2010

Belajarlah & membacalah selalu

Menuntut ilmu adalah takwa…
Menyampaikan Ilmu adalah ibadah…
Mengulang-ngulang Ilmu adalah zikir…
Mencari Ilmu adalah jihad….
(Al-ghajali)

Dalam Islam sebenarnya kegiatan membaca sudah sejak belasan abad silam dikumandangkan kitab suci Al Qur’an, sebagaimana firman Allah berikut :

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam”. (QS.96:3,-4)

“Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi pria dan wanita.Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.”

Tidak dapat dimungkiri, satu-satunya ciri khas yang membedakan manusia dengan hewan ialah tertelak pada kemampuan proses pembelajarannya dalam menyiasati dan menyikapi kehidupannya. Itu sebabnya dari zaman purba hingga zaman modern sejarah dan perkembangan dunia hewan tidak ada perubahan sama sekali.Dengan kata lain, sekali sapi akan tetap sapi dan tidak pernah memberontak atau demonstrasi meski susunya diperas setiap hari dan tenaganya dipakai membajak sawah setiap hari.Saking rendahnya derajat dan martabat manusia yang tidak mau belajar sesuai fitrah dan kodrat kemanusiaanya maka tidak berlebihan jika Allah berfirman :

“Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat jalannya.” (QS54:44)

“Sesungguhnya makhluk yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang yang pekak dan tuli yang tidak mendengar apa pun.(QS.8:22)

Meski Allah telah menyindir tentang betapa rendahnya derajat manusia yang tidak mau belajar, namun dalam realitasnya banyak saja orang yang tidak tergerak hatinya memaksimalkan organ otak yang merupakan anugerah terbesar Tuhan itu. Dan perlu diinsafi, bahwa makna pengertian belajar itu sendiri bukanlah harus duduk dibangku pendidikan formal saja, sebenarnya alam dan kehidupan ini adalah sekolah yang tidak pernah habis-habisnya untuk dipelajari.Karena samudera ilmu pengetahuan itu sangat luas sekali dan tidak terhingga banyaknya, semakin banyak yang kita ketahui sebenarnya jauh lebih banyak lagi yang belum kita ketahui.Dan langkah awal untuk masuk ke dimensi pengetahuan itu sendiri ialah bahwa kita harus tahu bahwa kita memang belum tahu.Maka itu, kita bisa belajar pada siapa dan apa saja, pada tukang beca, pengemis, pengamen, perampok, anjing, kucing, semut, lebah,air, agin, padi, beringin dan banyak lainnya.

“Maka berpikirlah wahai orang yang berakal budi.” (QS.54:23)

“Apakah mereka tidak memikirkan segala kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah”. (QS.7:185)

“Apakah mereka tidak memperhatikan onta bagaimana ia diciptakan, serta langit bagaimana ia ditinggikan, dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan.” (QS.88:17)

Bagi kita yang kebetulan tidak mampu melanjutkan studi yang lebih tinggi tidaklah bukan berarti kita tidak memiliki kewajiban untuk belajar sama sekali, bukankah Nabi telah mengingatkan:

“Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi pria dan wanita.Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.”

“Secercah pengetahuan yang dipelajari dini hari lebih baik daripada shalat seratus rakaat.”

“Siapa yang mengembara untuk mencari ilmu adalah ia sedang mengembara di sepanjang lintasan menuju surga.”

Menyadari bahwa proses pembelajaran itu tidak harus duduk di pendidikan formal maka dengan demikian proses pembelajaran tersebut sebenarnya dapat dilakukan di mana dan kapan saja.Pendek kata, di halte, di sawah, di jalan, di halte, di kaki lima, di lokalisasi, di pantai, bahkan di dalam ruang WC sekali pun proses pembelajaran bisa dilalukan. Tidak berlebihan jika Gobind Vashdev,penulis buku Happines Inside berkata,” Jadikan setiap orang menjadi guru,setiap tempat menjadi sekolah dan setiap jam adalah jam pelajaran.

Satu-satunya solusi agar kita tidak ketinggalan zaman,maka tidak bisa tidak kita harus senantiasa belajar agar bisa mengantisipasi perubahan zaman terus terjadi.Jika tidak, maka kita tidak ubahnya bagaikan manusia purba (jadul) yang gamang dan grogi ketika harus berhadapan dengan berbagai temuan produk teknologi canggih. Sekali lagi, betapa pun juga proses pembelajaran itu harus disikapi setiap hari, sebagaimana pesan orang-orang bijak berikut ini:

“Dunia adalah sekolah, maka proses belajar harus berlangsung sepanjang hidup. (Comenius)

“Esensi belajar ialah mempelajari bagaimana cara belajar. Sekali Anda berhenti belajar Anda akan memasuki proses kamatian.”(Ronald Graham)

“Mereka yang buta huruf di abad 21 bukanlah orang-orang yang tidak bisa membaca atau menulis, tapi mereka kaum terpelajar yang tidak mau belajar kembali dan melupakan ajaran-ajaran masa lalu.”
(Alfin Toffler)

Di tengah derasnya arus informasi, aktifitas membaca adalah “windows of the world” dalam memahami segala perubahan dan perkembangan informasi dan teknologi yang terjadi. Hanya dengan membacalah kita bisa menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan.Adanya ungkapan yang mengatakan bahwa “siapa yang menguasai informasi maka merekalah yang menguasai dunia”, dan ungkapan yang mengatakan “apa yang kita baca sekarang, seperti itulah kita 20 tahun yang akan datang”, adalah suatu hal tidak terbantahkan.

Majunya negara-negara seperti Amerika, Jepang, Korea, Cina, Malaysia dan lain sebagainya adalah berkat dipelopori tingginya minat baca masyarakatnya dalam menguasai informasi, yang akhirnya mengantarkan mereka pada pencapain penguasaan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, dan mampu menciptakan produk-produk teknologi baru yang dibutuhkan masyarakat dunia modern sekarang ini.

Dalam Islam sebenarnya kegiatan membaca sudah sejak belasan abad silam dikumandangkan kitab suci Al Qur’an, sebagaimana firman Allah berikut :

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam”. (QS.96:3,-4)

Kalimat imbauan membaca dalam firman Allah di atas tentulah tidak sekadar membaca yang tersurat saja, tetapi membaca yang tersirat, yakni dengan melakukan berbagai penelitian,pengkajian atau riset ilmiah dan sebagainya terhadap fenomena alam dan sosial yang ada di sekitar kita.

Dalam kitab suci Al Qur’am ada sekitar 750 ayan (1/8 dari isi kitab suci Al Qur’an) yang mengimbau orang untuk berfikir, merenung dan menjadikan “olah otak” sebagai aktifitas yang terpisahkan dalam hidup keseharian.Boleh dibilang tidak ada kitab suci agama lain yang memberi porsi begitu besar terhadap kegiatan berpikir itu.Kitab Weda, kitab agama Hindu misalnya, sebagian besar isinya adalah sekumpulan doa’,himne atau kisah-kisah alegori yang menceritakan mitos para dewa dan para pahlawan Hindu.Naskah Kanonik, kitab suci agama Budha sebagian besar isinya menceritakan sejarah kehidupan Sidhart Gautama yang penuh dengan mitos-mitos.Kojiki, Nihongi dan Yengishi, kitab suci agama Jepang, sebagian besar isinya menceritakan adat-istiadat kebudayaan Jepang yang syarat dengan jimat-jimat.Al Kitab (ajaran Paulus) kitab sucinya agama Kristen sebagian besar isinya menceritakan mitos-mitos Yunani zaman dahulu.

Dari sekian banyak ayat-ayat kitab Suci Al Qur’an yang menganjurkan betapa pentingnya makna esensi berpikir tersebut antara lain:

“Apakah mereka tidak memikirkan segala kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah.” (QS.7:185)

“Apakah mereka tidak memperhatikan onta, bagaimana ia diciptakan, serta langit, bagaimana ia ditinggikan,dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan.” (QS.88:17)

“Dan pada bumi ini terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang yakin dan juga pada dirimu sendiri.Maka apakah kamu belum memperhatikannya.” (QS.51:21-22)

“Maka berpikirlah wahai orang yang berakal budi.” (QS4:23)

Dan Nabi juga bersabda:

“Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi pria dan wanita.”

“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.”

Mempelajari sepatah kata ilmu lebih baik daripada mengerjakan shalat seratus rakaat.”

Sejarah pernah mencatat bahwa pada zaman kekhalifahan Abbasyiah dunia Islam pernah mengalami masa kejayaan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Semua kejayaan dan kemajuan zaman Abbasyiah itu adalah berkat dipelopori tokoh-tokoh pemikir muslim yang pada masa itu sangat antusias mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, sehingga pada masa itu banyak orang-orang Eropa yang belajar untuk menuntut ilmu di berbagai cabang pengetahuan dari para tokoh-tokoh pemikir besar muslim.

Betapa pun juga sejarah kejayaan muslim yang pernah diraih belasan abad silam bukan hanya sekadar untuk dikenang dan penghias lembaran sejarah dunia saja, tetapi bisa dijadikan cemeti agar umat muslim bisa mengulang kembali kejayaan tersebut yakni dengan semangat “iqra” yang tinggi dalam menguasai ilmu pengetahuan sebagaimana yang telah disikapi tokoh-tokoh pemikir besar muslim terdahulu.

Bagi kita selama ini kurang menghargai pentingnya esensi membaca bagi pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan dan kebijaksanaan kita, semoga kata-kata bijak berikut ini bisa memotivasi diri kita agar lebih rajin lagi membaca buku :

“Saya pilih menjadi orang miskin yang tinggal di pondok penuh buku daripada menjadi raja yang tak punya hasrat untuk membaca.”(Thomas Babington Macaulay)

“Selayaknya setiap orang berpikir tetap menggunakan pakaian lama tetapi dapat membeli buku baru daripada bisa membeli pakaian baru tapi tidak dapat membaca buku baru (Austin Phelps)

Oleh: cahayapelangi | Juli 15, 2010

Bintang Ini 20 Kali Lebih Besar dari Matahari

 

Bintang muda IRAS (kiri atas) difoto oleh Teleskop Spitzer milik NASA

VIVAnews - Suatu teleskop luar angkasa berhasil memotret sekumpulan bintang yang berada di galaksi lain. Salah satunya adalah sebuah bintang muda yang diyakini berukuran 20 kali lebih besar dari matahari.

Demikian ungkap ilmuwan yang bekerja sama dengan peneliti dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Peneliti NASA, Stefan Kraus dan astronom dari Universitas Michigan, Ann Arbor, mengungkapkan bahwa penemuan itu dalam rangka meneliti bagaimana bintang-bintang besar lahir di jagat lain.  

Seperti dikutip di laman resmi NASA, Rabu 14 Juli 2010, Kraus mengungkapkan bahwa Teleskop Luar Angkasa milik NASA, Spitzer, berhasil merekam gambar suatu bintang yang dinamakan IRAS 13481-6124. Gambar dari Teleskop Spitzer itu juga didukung oleh pantauan dari stasiun teleskop di Chile.

Bintang itu berlokasi di konstelasi Centaurus, yang berjarak 10.000 tahun cahaya. Massa IRAS 20 kali lebih besar dari matahari. “Ini merupakan kali pertama benda seperti itu bisa terpantau,” kata Kraus.

Melalui pencitraan Spitzer, para peneliti juga menyaksikan bahwa bintang itu dikelilingi oleh kumpulan gas dan debu sehingga menyerupai cakram. Fenomena seperti juga terjadi pada bintang-bintang yang lain. “Cakram itu sangat mirip dengan apa yang telah kami lihat pada bintang-bintang muda, yang bentuknya lebih kecil, namun tetap saja besar,” kata Kraus.

Menurut dia, gambar dari Spitzer kali ini menghasilkan citra yang lebih jelas dari yang pernah diperlihatkan sehingga membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik akan lahirnya bintang di jagat lain.

Sumber>>//vivaNews.com

Oleh: cahayapelangi | Juli 24, 2010

Merindukan Tegaknya Khilafah Islamiyah

Sejak keruntuhan Daulah Khilafah Islamiyah 82 tahun yang lalu (3 Maret 1924 M) di Turki Ustmani, isu kebangkitan Islam telah menjadi sorotan dan menjadi perhatian utama dalam hidup setiap muslim.

Hilangnya sistem Khilafah berarti hilangnya sebuah sistem Islam yang menyatukan Dunia Islam di bawah satu kepemimpinan berlandaskan syariat Islam, juga berarti hilangnya Negara Islam yang-menurut Dr. Yusuf Qaradhawi-merupakan perwujudan dari ideologi Islam.
bendera

Karena itu, keruntuhan Khilafah Islam 82 tahun lalu, yang antara lain akibat dari berbagai konspirasi jahat Barat imperialis dan Yahudi selama puluhan tahun terhadap Khilafah, sesungguhnya merupakan tragedi terbesar yang belum pernah dialami oleh kaum Muslim sebelumnya. Bagaimana tidak?! Khilafahlah yang selama 13 abad (632-1924 M)-jika dihitung dari masa Khulafaur Rasyidin, Khilafah Bani Umayah, Khilafah Bani Abbasiyah hingga Khilafah Utsmaniyah-menjadi institusi pelayan dan pelindung umat manusia, yang wilayah kekuasaannya pernah meliputi hampir 2/3 bagian dunia, dengan berbagai kesuksesannya di berbagai bidang kehidupan.

Oleh karena itu, fenomena benih kebangkitan Islam telah menyebar secara sporadis di seluruh penjuru bumi ini. Namun musuh-musuh Islam, tak tinggal diam. Segala upaya senantiasa mereka gencarkan dengan mengarahkan moncong-moncong ’senjata’ mereka tuk dapat menutupi dan memberangus gejolak kebangkitan ini dari tubuh kaum muslimin.

Kaum muslimin seharusnya sadar bahwa sesungguhnya pihak-pihak yang tidak menginginkan kebangkitan Islam ini tidak akan pernah diam untuk meredupkan (bahkan mematikan) cahaya Islam.

Nasib Dunia Kini, Tanpa Khilafah

Bagaimana dengan dunia setelah 82 tahun tanpa Khilafah yang mengemban ideologi Islam, tetapi dipimpin oleh negara-negara Barat pengemban ideologi Kapitalisme? Inilah sebagian faktanya:

Bidang Ekonomi.

Di bawah sistem Kapitalisme, terdapat 1,214 miliar orang miskin pada tahun 1997 saja (20% dari penduduk dunia); 1,6 miliar jiwa (25%) penduduk dunia lainnya hidup hanya dengan 1-2 dolar AS perhari. Kesenjangan pendapatan antara 1/5 penduduk dunia di negara-negara kaya dengan 1/5 penduduk di negara-negara termiskin pada tahun 1998 adalah 78:1. Aset 3 orang terkaya di dunia lebih besar daripada gabungan GNP 48 negara terbelakang. Seperlima orang terkaya di dunia mengkonsumsi 86% semua barang dan jasa, sementara 1/5 orang termiskin di dunia hanya mengkonsumsi kurang dari 1% saja. [The United Nations Human Development Report, 1999].

Pada tahun 1997, 78% anak-anak di bawah usia 5 tahun yang kekurangan gizi di negara-negara sedang berkembang sebenarnya hidup di negara-negara yang mengalami surplus pangan. [United Nations Food and Agriculture Organization, 1998]. Dewasa ini 826 juta manusia menderita kekurangan pangan yang sangat kronis dan serius, kendati dunia sebenarnya mampu memberi makan 12 miliar manusia (2 kali lipat dari penduduk dunia) tanpa masalah sedikit pun. Setiap hari 11 ribu anak mati kelaparan di seluruh dunia, sedangkan 200 juta anak menderita kekurangan gizi dan protein serta kalori. Lebih dari 800 juta menderita kelaparan di seluruh dunia dan 70% di antara mereka adalah wanita dan anak-anak. Di seluruh dunia kira-kira 50 ribu orang meninggal setiap hari akibat kurangnya kebutuhan tempat tinggal, air yang tercemar, dan sanitasi yang tidak memadai. [Shukor Rahman, New Straits of Malaysia Times, 2001]. Jumlah orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan gizinya diperkirakan bertambah besar hingga 3%, dari 1,1 miliar pada tahun 1998 menjadi 1,3 miliar orang pada tahun 2008. [US Departemen of Agriculture, Food Security Asessment, 1999]. IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru ataupun rudal, tetapi dengan wabah kelaparan. [Carlos Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000].

Pada akhir 1998, kira-kira 1 miliar pekerja (1/3 dari tenaga kerja dunia) menjadi pengangguran atau setengah pengangguran. [World Employment Report 1998-1999, International Labor Organization]. Di Indonesia, menurut Center for Labor and Development Studies (CLDS), diperkirakan total pengangguran 42 juta pada 2002, dan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sekitar 3%, jumlah yang menganggur 43,6 juta pada 2003, dan 45,2 juta pada 2004 (Republika, 13/05/02).

Bidang sosial.

Harian Newsweek edisi bulan Januari tahun 1997 menulis: Lebih dari separuh anak yang dilahirkan di Swedia adalah hasil perzinaan. Di Prancis dan Inggris angka ini mencapai sepertiganya. Adapun di Amerika, tingkat kehamilan sebagai hasil perzinaan lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan yang terjadi di negara-negara Barat lainnya. Di AS angka perceraian meningkat dengan tajam sejak tahun 1960-an. Tahun 1980 jumlah anak yang dibesarkan oleh kepala keluarga wanita telah mencapai 50%. Tahun 1997 angka perceraian tercatat 1,164 juta dan tahun 1998 sebanyak 1,94 juta. Tahun 1999 jumlah laki-laki yang dicerai 8,57 juta (8,3%) dan wanita 11,3 juta (10,2%). (www.swaramuslim.net). Di Inggris dan umumnya negara-negara Eropa angka perceraian juga tergolong tinggi.

Data United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) menyebutkan, pada akhir tahun 2004, terdapat 39,4 juta orang dengan HIV/AIDS di seluruh dunia. Sebanyak 17,6 juta (45%) adalah perempuan dan 2,2 juta adalah anak-anak berusia kurang dari 15 tahun. Di Indonesia, meski bukan penyebab utama, perilaku seks bebas memberikan konstribusi terhadap mewabahnya virus HIV/AIDS di Tanah Air. Hingga akhir September 2005, negeri yang berpenduduk 220 juta jiwa ini sudah memiliki 8.251 kasus HIV/AIDS, terdiri dari 4.065 kasus HIV dan 4.186 kasus AIDS. (Cybermed.cbn.com, 4/12/2005). Kebanyakan yang terjangkit adalah PSK (pekerja seks komersil). (Tempointeraktif.com, 18/11/2005).

Bidang keamanan.

Dalam banyak penelitian terungkap bahwa angka kriminalitas-pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, penyalahgunaan narkoba, bunuh diri, dll-di AS dan sejumlah negara Barat menempati peringkat tertinggi di dunia. Di luar negaranya, menurut laporan majalah kesehatan Inggris The Lancet, AS dan sekutunya telah menewaskan sekitar 100 ribu warga sipil Irak. (BBC online, 29/10/2004). Sebelumnya, puluhan ribu rakyat Afganistan lebih dulu meregang nyawa akibat serangan brutal AS dan sekutunya. Sejarah juga mencatat bahwa sejak dulu AS-yang notabene merupakan pengemban ideologi Kapitalisme-begitu agresif dalam menciptakan konflik di dunia. AS juga telah menyerang lebih dari seratus negara di seluruh dunia; di antaranya adalah operasi militer di Yunani (1947-1949), Italia (1948), Korea (1950-1953), Iran (1953), Guatemala (1954), Kongo (1960), Kuba (1961), Vietnam (1969-1975), Laos (1961-1975), Dominika (1965), Kamboja (1969-1971), Chili (1973), Granada (1983), Lebanon (1958 dan 1983), Libia (1986), Panama (1989), Irak (1991, 1993, 1998-1999 dan 2003), Somalia (1991-1992), Afganistan (1998-2002), dan Serbia (1999). AS pun bertanggung jawab atas terbunuhnya ratusan ribu rakyat Palestina karena selama ini AS-lah pihak yang paling mendukung penjajahan Israel atas Palestina. Wajar jika AS adalah pemegang rekor dunia sebagai negara yang telah berhasil membunuh jutaan manusia.

Itulah di antara kebobrokan yang diciptakan oleh ideologi Kapitalisme di dunia, dengan AS dan Barat sebagai pengemban utamanya.

Ketahuilah wahai saudaraku, memperjuangkan tercapainya kebangkitan Islam agar dapat hidup dalam naungan dan melanjutkan kehidupan Islam adalah manifestasi keimanan kita kepada Allah swt. Untuk itu, mari bahu-membahu bersama umat menuju negeri (Khilafah) yang diridhoi dan mendapat ampunan dari Allah swt.

Bukankah dalam Islam, wujud keta’atan yang sempurna kepada syari’ah Allah swt ialah tersemainya ketundukan dan kepatuhan diri atas segala aturan yang telah disyari’atkan-Nya? Konsekwensinya adalah apa yang menjadi aturan Islam, akan didengar dan dita’ati dengan penuh keikhlasan.

Begitu pula ketika Islam memang telah kita yakini kebenarannya, maka tak ada alasan lain bagi kita untuk kembali meragukannya. Dengan argumentasi apa sehingga patut kita carikan titik temu Islam dengan sistem thagut yang mungkar? Sedang Islam lebih shohih dalam memberikan pedoman. Jangan-jangan masih mencuat keraguan bagi diri kita atas keshohihan dan kemurnian syari’at Islam ini. Jika memang demikian, lantas apa bedanya kita dibanding orang-orang yang mengabaikan hukum Tuhan (sekuler) ? Na’uzhubillah…

Untuk itu mari bahu-membahu memperjuangkan tegaknya Dien ini, melanjutkan kehdupan Islam dalam naungan Daulah Khilafah yang diridhoi dan mendapat ampunan dari Allah swt.

Ya Allah, pilihlah kami sebagai prajurit-Mu yang mukhlish, amin. Allahuakabar! []

15 Responses to “Renungan : Telah 82 Tahun Umat Merindukan Tegaknya Khilafah Islamiyah”

1.
on 04 Mar 2006 at 9:30 am philosopher

Assalamu’alaikum…

Memang 82 tahun sudah kita tanpa khalifah resmi. Tapi sebenarnya sudah jauh sebelum itu kita kehilangan khalifah, di mana di bawah panji di tangan orang itu umat islam bersatu.

Kita sedang perang! Melawan gelombang kekafiran yang menyerang aqidah kita. Tapi masalahnya, sedikit sedikit saja yang berperang. Hanya perlawanan-perlawanan mikro saja. Itu hanya akan membentengi kita saja. Tapi kalau mau memberikan dampak yang signifikan dalam perang aqidah, mesti dilakukan sebuah perlawanan yang bersifat makro.
Marilah kita membangun kerjasama dengan semua lembaga islam di seluruh Jogja. Lalu jawa. Lalu nasional, dan internasional. Semuanya, ke dalam suatu sistem perlawanan yang terstruktur dan sistematis.
Kemudian barulah sebuah panji diberikan pada seseorang, yang akan menunggang kuda terdepan.
Bukan sebagai seorang yang memerintah kita. Tapi simbol bersatunya kita, sekaligus memimpin kita untuk memberikan perlawanan dasyat.

Kala islam bisa membanjir dan menghantam keras barisan kemungkaran, saat itu pula gema takbir menggelegar di udara.
Dan saat itu pulalah kita bisa merasakan apa itu kemenangan yang sesungguhnya.

Dan kematian akan menjadi sangat indah jika trjadi saat kemenangan itu tiba, atau saat memperjuangkannya.

Allah hu Akbar !!!!!
2.
on 04 Mar 2006 at 5:54 pm AL KIFAH

Yup, Islam harus bangkit, umat harus bersatu dalam mengampu dakwah Islamiyah tanpa kekerasan!
Allahuakbar!
3.
on 15 Mar 2006 at 11:03 am Ahmad Ghazali

Ada masalah yang bisa (dan harus) diselesaikan dalam tataran INDIVIDU, ada juga dalam tataran KELUARGA, dan tentu banyak masalah yang bisa (dan harus) dicarikan solusinya dalam tataran MASYARAKAT, hingga NEGARA.
Berteriak KHILAFAH ISLAMIYYAH bagus juga, bahkan itu bagian dari ajaran Islam. Tapi BERTERIAK saja tidak cukup. Harus ada amal real, paling tidak untuk menuntaskan permasalahan dan menghadirkan solusi dalam tataran INDIVIDU, KELUARGA, dan MASYARAKAT. Sehingga ISLAM ADALAH SOLUSI dirasa betul dalam semua level pemaknaannya.
Kesadaran yang muncul tentang khilafah, tidak sepatutnya memunculkan LAMUNAN dan KEKURANGPRODUKTIFAN kerja real.
Wallahua’lam bishshawab.
4.
on 21 Mar 2006 at 4:26 pm fuad

Cuman mau nanya, apakah khilafah zaman ummmayah dan abbasiyah dst bisa disebut sebagai khilafah islam dengan berbagai kesuksesannya, sedang kita tau klo waktu zaman mereka banyak kezaliman2 yang terjadi pada rakyat misal pembunuhan husain bin ali, dll
5.
on 22 Mar 2006 at 9:10 am AL KIFAH

Kendati pun pada masa kepemimpinan Umayyah, Abbasiyah mapun bani Ustaminyah terdapat kekurangan, satu hal yang tak terbantahkan adalah pada masa itu kaum muslimin tetap berada dalam satu payung Daulah sehingga segala urusan ummat tetap tertangani dalam khajanah sistem Islam yang mulia.

Arti pentingnya sebuah kepemimpinan umat Islam dalam supremasi Daulah Khilafah merupakan keniscayaan sebagaimana telah ter-syari’atkan dalam al-Qur’an dan Sunnah Saw. Bahkan jumhur ‘ulama pun telah menyepakati arti pentingnya Daulah ini yang akan menjamin keberlangsungan kehidupan Islam secara sempurna.

Sejarah Daulah Islam mari kita jadikan sebagai pelajaran. Kealpaan oknum pelaku sejarah tidaklah kemudian menggeneralisir kemunduran sebuah tatanan. Yang terpenting adalah sikap bijak kita dalam menyikapi kekurangan tersebut seraya mengerahkan sepenuh tenaga guna kembalinya khajanah kejayaan sebagaimana ia pernah tampil sebagai pemimpin peradaban, dengan Islam. Apakah masih terbesit keraguan?
6.
on 07 Apr 2006 at 11:33 am bukan apa-apa

Assalamualaikum
Subhanallah…!!! Renungan 82 tahun tanpa khilafah memang bukan sekedar renungan biasa!!!
taun 1924……..tepatnya,,
3 maret, tidak sama dng tgl2 yg laen
3 maret, terjadi peristiwa yg sangat mengerikan
3 maret, merupakan detik2 sakaratul maut kaum muslim sedunia
karena kehilangan payung pelindung,penjaga&pengayom kaum muslim
hingga sekarang…….
dampaknya sangat dahsyat………
musuh2 ISLAM dng mudahnya mengoyak2 tubuh kaum muslim

Sudah seharusnya-lah,ini dijadikan momen bwt kita,berjuang bersama u/ tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah

BUKAN UTOPIS…..TAPI LOGIS……..!!!

afwan…..&jazakumulloh
7.
on 07 Apr 2006 at 8:28 pm AL KIFAH

Benar saudaraku, bangkitnya Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah bukanlah hal yang utopis. Bahkan, hal tersebut adalah keniscayaan sebagaimana bangkitnya Islam telah dinubuwwahkan oleh Rasullah saw.

Yuk, galang persatuan umat tuk meneggakkan Islam!
8.
on 08 Apr 2006 at 6:58 am Trisno

Dakwah ini terlalu berat untuk dipikul sendirian. amal jama’i adalah keniscayaan dalam mewujudkan kejayaan islam. keep istiqamah!
9.
on 12 Apr 2006 at 11:11 am orang biasa

akh trisno benar. dakwah ini terlalu berat untuk dipikul sendiri. mari kita kuatkan kembali ukhuwah kita. cegah hal-hal yang menjadi kendala untuk bersatu. janganlah kita cari perbedaan-perbedaan yang ada dalam tubuh Islam itu sendiri, karena hal itu akan menjadi bumerang bagi umat Isalm sendiri.
introspeksi kembali apakah kita layak menegakkan syariat di muka bumi ini, sedangkan kita berdakwah sendiri-sendiri, keluarga terbengkalai, masyarakat awan pun tidak mengerti apa itu Khilafah Islamiyah. mari kita luruskan dulu akidah kita, keluarga kita, lingkungan sekitar kita, masyarakat Indonesia, baru kemudian masyarat dunia.
wallahu’alam bisshawab….
10.
on 13 Apr 2006 at 3:22 pm imel

Marotibul amal yang jelas siip, tugas, tuntas selesaikan masalah. Sepakat dengan yang dikatakan orang biasa, herusnya nt bukan orang biasa tapi Id nya diganti aja dengan orang luar biasa, :D
11.
on 13 Apr 2006 at 5:08 pm Hidayat

Assallammualaikum

Kerinduan akan tegaknya dinnul Islam harus diikuti dengan sikap pribadi kita yang Islami serta kesiapan masyarakat kita dalam penerimaan konsep Islami. Untuk itu tugas kita lah untuk terus berdakwah dalam semua lingkup lapisan Masyarakat, agar terjadinya proses konsep Islami menjadi proses yang seacara alami. ALLAHWUALLAM BISHAWAB(maafkan bila Ada Kata YG salah )

wassalam
12.
on 08 Mar 2008 at 6:57 am wawa

lebih baik kita perang saja kita sudahi saja dunia ini yang penuh dengan kebejatan sebelum kita terjerumus lebih dalam lagi…. hancurkan kemaksiatan…kekafiran….dan kebejatan moral bangsa ini….pejabat yang kaya anjing… artis indonesia yang hedonis umat yang kritis iman…kita sadarkan dengan jihad ….ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR
13.
on 30 Oct 2008 at 6:50 pm khilafahstuff

Alhamdulillah, kami saat ini menyediakan bendera ar Rayaa (Bendera daulah Islam Iraq pimpinan Abu Umar al Baghdadiy). Berikut spesifikasi bendera tersebut

berukuran : 75 cm x 100 cm.
warna : hitam
tulisan : kalimat tauhid لا إله إلا الله, محمد رسول الله
kain : mengkilap.
harga : Rp. 25.000,-
Barang TERBATAS !
14.
on 13 Feb 2009 at 11:33 pm Ilyasa Ihsani hayat

Mengingat pentingnya Khilafah ini, wajar kemudian kalau ulama-ulama dan pemimpin umat Islam terdahulu segera bereaksi saat Khilafah Islam diruntuhkan tahun 1924. Pemimpin Syarikat Islam (SI ) HOS COKROAMINOTO mengatakan Khilafah adalah hak bersama muslimin bukan dominasi bangsa tertentu, karenanya, bila umat tidak memiliki Khilafah, seperti badan tidak berkepala .

sejak kemerdekaan RI diproklamasikan (17 Agustus 1945), kaum nasionalis sekulerlah yang memegang tampuk kekuasaan negara dan berusaha menerapkan prinsip-prinsip kenegaraan modern yang sekuler. Semenjak itu kalangan nasionalis Islam tersingkir secara sistematis dan hingga akhir 70-an kalangan Islam berada di luar negara. Dari sinilah dimulainya pertentangan serius antara kalangan Islam dan kaum nasionalis sekuler. Karena kaum nasionalis sekuler mulai secara efektif memegang kekuasaan negara, maka pertentangan ini untuk selanjutnya dapat disebut sebagai pertentangan antara Islam dan negara.
Situasi yang kacau akibat agresi militer kedua Belanda, apalagi dengan ditandatanganinya perjanjian Renville antara pemerintah Republik dengan Belanda. Di mana pada perjanjian tersebut berisi antara lain gencatan senjata dan pengakuan garis demarkasi van Mook. Sementara pemerintah RI harus mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia, maka menjadi pil pahit bagi Republik. Tempat-tempat penting yang strategis bagi pasukannya di daerah-daerah yang dikuasai pasukan Belanda harus dikosongkan, dan semua pasukan harus ditarik mundur –atau “kabur” dalam istilah orang-orang DI– ke Jawa Tengah. Karena persetujuan ini, Tentara Republik resmi dalam Jawa Barat, Divisi Siliwangi, mematuhi ketentuan-ketentuannya. Soekarno menyebut “kaburnya” TNI ini dengan memakai istilah Islam, “hijrah”. Dengan sebutan ini dia menipu jutaan rakyat Muslim. Namun berbeda dengan pasukan gerilyawan Hizbullah dan Sabilillah, bagian yang cukup besar dari kedua organisasi gerilya Jawa Barat, menolak untuk mematuhinya. Hizbullah dan Sabilillah lebih tahu apa makna “hijrah” itu.
15.
on 04 Mar 2009 at 3:14 pm Widya

Khilafah adalah sesuatu yang sudah seharusnya dirindukan oleh setiap muslim yang paham tentang hakikat agama Islam. Tanpa khilafah umat manusia akan hancur dan kehilangan gelar kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya. NAmun, dalam mendirikan khilafah, setiap orang harus tetap menjaga dirinya agar tidak melenceng dari aturan yang telah ditetapkan Allah. Dan ini sangat sulit, di tengah perjalanan pasti ada yang menghalangi atau bahkan membuat kita berjalan di jalan yang salah. Oleh karena itu, HANYA ALLAHLAH yang patut dijadikan penolong dan berpegan teguhlah pada aturanNya. Insya Allah tak ada sseorangpun yang dapat mencelakakan kamu selama kamu yakin kepada janjiNya. Khilafah pasti berdiri. Oleh karena itu, lakukanlah perjuangan yang murni yang hanya menyerukan “Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusanNya” sehingga tidak ada lagi hukum terbaik selain hukum yang telah ditetapkan oleh ALLAH dan RasulNya.

Oleh: cahayapelangi | Juli 25, 2010

Apa pengertian Jahiliyah

Jalan pemikiran jahiliyah  modern dewasa ini adalah menganggap bahwa sifat daripada kebudayaan adalah  berkembang dari waktu ke waktu. Apa yang dulu 14 abad yang silam dianggap baik yang sesuai dengan kondisi pada saat itu belum tentu cocok untuk diterapkan  dalam  kehidupan masa kini, dimana hubungan antar bangsa sudah begitu rapat, sistem komunikasi yang begitu cepat serta perkembangan teknologi dan sains yang begitu maju, maka ide untuk kembali menempatkan ‘agama’ sebagai pedoman tata kehidupan umat manusia, menjadikan hukum-hukum ‘agama’ sebagai dasar hukum, menjadi ide yang tidak popular lagi. Satu-satunya langkah yang mungkin dapat dilakukan untuk menyelamatkan ‘agama’ adalah dengan jalan menempatkan pesan-pesan moralnya untuk dijadikan pelajaran budi pekerti, disamping hal-hal  yang berhubungan dengan ritual sebagi aktivitas rohani, bagi kehidupan akhirat nanti. Itulah pandang orang hari ini.

Kenapa Muhammad diutus di arab? Jawaban umum orang-orang hari ini adalah karena pada waktu itu bangsa arab adalah bangsa jahiliyah. Pengertian mereka tentang jahiliyah adalah hidup di tengah belantara padang pasir yang panasnya membakar sepanjang tahun, gunung-gunung batu yang tandus serta sifat masyarakatnya yang nomaden. Mereka dikatakan jahiliyah karena sifatnya yang kejam, bodoh, dan barbar. Mereka hidup dalam kabilah-kabilah (suku-suku) eksklusif. Jika satu suku bertemu dengan suku lainnya di padang pasir satu sama lain saling baku hantam. Mereka hidup dari berniaga dari satu dusun ke dusun lainnya, dan ditengah jalan seringkali mereka dicegat penyamun yang merampok barang-barang dagangan mereka. Mereka juga tidak mengenal Tuhan Allah, yang mereka sembah adalah  berhala-berhala yang ditempatkan disekitar rumah tua. Di sekitar rumah tua itu terdapat lebih dari 300 macam patung yang disembah oleh tiap kabilah yang datang ke rumah tua itu. Judi, miras, prostitusi, pemerkosaan, pembunuhan, perampokan adalah masalah-masalah biasa dan sudah menjadi kebudayaan mereka. Hal yang demikian dapat terjadi karena bangsa Arab adalah bangsa yang -ummi- yakni bangsa yang buta huruf. Bahkan Muhammad diakui oleh pengikutnya sebagai Nabi yang buta huruf. Itulah gambaran massal manusia tentang pengertian jahiliyah.

Kalau kita mau berfikir secara rasional pengertian jahiliyah bukanlah seperti   pemahaman tersebut di atas! Secara etimologi, kata jahala artinya bodoh, jahiliyah adalah kebodohan. Kenapa dikatakan bodoh? bodoh disini bukan berarti “tidak pandai”, atau tidak juga berarti “tidak bisa baca dan tulis”. Mari kita fahami apa yang dimaksud dengan jahiliyah di sini. Kita perhatikan surat ke-5 ayat ke-50 : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan siapakah yang lebih baik hukumnya dari pada hukum Allah bagi kaum yang yakin.”

Di sini kata jahiliyah dihubungkan dengan masalah pilihan hukum. Allah sebagai satu-satunya pengatur yang mempunyai aturan/hukum yang harus ditaati oleh seluruh makhluk-Nya termasuk manusia. Hukum yang diciptakan oleh Allah dalam kehidupan manusia mempunyai tujuan yang sangat mulia yaitu membebaskan seseorang dari dosa atau kesalahannya     agar orang tersebut kembali fitrah, tidak keluar dari garis fitrahnya, dengan demikian akan tercipta kondisi kehidupan manusia yang adil dan sejahtera.

Hukum yang diciptakan oleh Allah di alam semesta adalah untuk menjaga alam semesta dalam keadaan setimbang, sehingga kita bisa melihat alam semesta kita sangatlah teratur. Miliaran bintang dan galaksi bergerak dalam orbit mereka masing-masing dengan serasi. Galaksi terdiri dari hampir 300 miliar bintang yang saling berpindah sesamanya dan, yang mengagumkan, selama perpindahan dahsyat ini tidak terjadi satu pun tabrakan. Keteraturan tersebut menyebabkan tabrakan tidak terjadi. Lebih hebat lagi, kecepatan benda-benda di alam semesta berada di luar batas imajinasi manusia. Dimensi fisik luar angkasa sangatlah besar jika dibandingkan dengan  pengukuran yang digunakan di bumi. Bintang-bintang dan planet-planet, dengan massa miliaran atau triliunan ton, dan galaksi, dengan ukuran yang hanya dapat dipahami dengan bantuan rumus-rumus matematika, seluruhnya berputar dalam jalurnya masing-masing di ruang angkasa dengan kecepatan yang luar biasa.

Terdapat kesetimbangan yang luar biasa dalam seluruh gerakan dinamis ini dan hal tersebut mengungkapkan bahwa kehidupan di alam semesta berlandaskan pada keseimbangan yang sangat cermat. Pergeseran yang sangat sedikit pun pada orbit benda-benda langit, bahkan hanya beberapa milimeter, dapat membawa akibat yang sangat    serius. Beberapa di antaranya dapat sangat mengganggu sehingga  kehidupan di bumi tidak mungkin terjadi.

Secara nature/fitrah, manusia dilahirkan bukan untuk mengatur. Yang berhak mengatur suatu makhluk adalah Sang Penciptanya sendiri. Makhluk tidak berwenang untuk mengatur makhluk lainnya.       Jika Rasul Allah menghukum seseorang, itu dilakukannya dalam kedudukannya selaku mandataris Allah dan atas izin Allah, bukan atas kemauannya sendiri. Itulah landasannya               Allah membuat hukum yang kemudian diperintahkan kepada para rasulnya untuk ditegakkan di bumi manusia, agar manusia berhukum kepada hukum Allah.

Perhatikan surat ke-5 ayat ke-49 : “Dan hendaklah kamu menghukum dengan apa yang diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti keinginan rendah mereka.”

Di samping hukum Allah, ada hukum bikinan manusia. Apa dasarnya bahwa hukum bikinan manusia adalah sesuatu yang rendah. Salah satu sifat dasar manusia adalah keinginannya untuk menguasai           orang lain, atau nafsu berkuasa. Kekuasaan dalam segala aspek kehidupan adalah alat untuk memiliki. Nah, dalam rangka memiliki itulah manusia membuat peraturan-peraturanhukum. Hukum adalah alat yang paling efektif untuk melindungi kepentingan. Jika sebuah orde kekuasaan membuat aturan hukum, esensinya untuk memuaskan keinginan atau nafsu syahwatnya atau  kelompoknya.

Hampir semua ayat-ayat yang menyinggung istilah jahiliyah selalu dihubungkan dengan penolakan   manusia terhadap seruan utusan Allah agar hendaknya manusia jangan mengabdi kepada selain Allah.

Umat Musa yang mengusulkan dibuatnya ilah-ilah lain sebagai  pengganti Allah, disebut jahiliyah bukan karena bodoh dalam arti lawan dari kata pandai. Mereka disebut jahiliyah karena tidak mau ber-ilah kepada Allah, tidak mau tunduk patuh kepada hukum Allah.

Iman kepada Allah tidak sebatas percaya kepada Allah atau Allah itu ada. Tetapi Iman kepada Allah adalah taat kepada perintah Allah, taat kepada hukum Allah itu sendiri. Iman mengandung esensi sebuah ketaatan, tidak hanya sebatas ketaatan batiniyah semata tetapi juga ketaatan secara   fisik kepada hukumNya. Manakala hukumNya tidak diberlakukan, apakah bisa manusia taat kepada Allah?

Sebelum Muhammad mendakwahkan ajarannya kepada bangsa Arab, jangan disangka bahwa mereka (bangsa arab) tidak mengenal istilah Allah, mereka sebenarnya sudah mengenal nama Allah. Gambaran orang bahwa bangsa arab sebagai penyembah patung seperti kebudayaan yunani, adalah suatu khayalan yang tidak didukung oleh fakta maupun logika yang sehat. Sebenarnya bangsa arab bukanlah penyembah patung, karena mereka sudah mengenal nama Allah jauh sebelum Muhammad datang kepada mereka. Tetapi kenapa Allah mengatakan bahwa bangsa arab pada waktu itu adalah bangsa jahiliyah? bangsa yang mempersekutukan   Allah? Ini yang harus kita bongkar. Bukti bahwa bangsa arab pada waktu sebelum Muhammad diangkat menjadi utusan Allah sudah mengenal nama Allah, adalah sambutan yang diberikan oleh paman Muhammad yakni Abu Tholib dan seorang pendeta nasrani yakni Waroqah bin Naufal dalam acara  pernikahan  Muhammad dengan Siti Khodijah.

Sambutan Abu Tholib : “Segala puji hanya bagi Allah yang telah menciptakan kita dari keturunan Ibrahimdari bibit tanaman Ismael dari pokok Ma’aad dari cucu Mudar, yang telah menjadikan kita penjaga dan pemelihara rumahNya (Allah) yaitu ka’bah, pengurus dan pengatur tanah suciNya yang tanah dan Rumah itu untuk digunakan bagi ibadah haji dan untuk perlindungan yang mendatangkan keamanan, dan yang telah menjadikan kita sebagai hakim bagi segenap umat manusia. Kemudian daripada itu, sesungguhnya anak saudaraku ini Muhammad bin Abdillah, tidaklah dapat ditimbang dan dibanding dengan seorang laki-laki  lain, baik kemuliannya, keutamaannya, keluhuran budi pekertinya, maupun kebangsawanannya, melainkan pasti dapat kemenangan, meskipun  dia seorang yang tidak mampu. Karena memang harta benda itu ringan dan mudah lenyap, urusan yang menutup kebenaran, yang mengganggu kebaikan, dan barang pinjaman yang musti diambil kembali oleh yang punya. Demi Allah , Muhammad ini kelak akan membawa berita gembira yang besar, kepentingan yang amat berguna, dan tuntunan yang amat mulia. Sesungguhnya pada hari ini, telah menggembirakan bagi saudara-saudara ialah khodijah bin khuwalid yang telah dipinang dan diambil istri oleh Muhammad bin Abdillah dengan mas kawin baik yang tunai maupun yang ditangguhkan dari harta bendaku sebesar dua belas setengah aqiyyah adanya.”

Seusai Abu Tholib memberikan sambutan, berdirilah Waroqah bin Nauafal untuk mnyambut pidato Abu Tholib.

“Segala puji dan sanjung hanya bagi Allah jua , yang telah menjadikan kita sebagai apa yang telah engkau nyatakan tadi, dan yang telah memuliakan kita sebagai apa yang telah engkau nyatakan tadi. Kita kepala bangsa arab dan pahlawan-pahlawannya adalah orang yang ahli tentang itu. Tidak ada orang arab yang mengingkari akan kemuliaan saudara-saudara dan tidak ada seorang pun yang menolak akan keluhuran saudara-saudara. Maka itu saksikanlah wahai saudara-saudara bangsa Quraisy bahwasanya Aku pada hari ini, telah menikahkan khodijah binti khuwalid dengan Muhammad bin Abdillah dengan menyediakan untuk peralatan perkawinan ini 400 dinar.

Kutipan yang panjang lebar ini sengaja disajikan dengan maksud sebagai data nyata, bukti sejarah, bahwa fitnah orang tentang bangsa arab tidak kenal tuhan allah adalah bohong atau tidak benar. Karena mungkinkah orang yang menyatakan segala puji bagi Allah atau segala puji dan sanjung hanya bagi Allah jua itu adalah penyembah patung-patung (yang terbuat dari batu atau kayu)?

Yang menjadi masalah besar sekarang adalah mengapa bangsa arab dan dunia pada umumnya dinamakan oleh Allah adalah bangsa jahiliyah? Bangsa yang mempersekutukan Allah? Bangsa yang berbuat kedzaliman atau kelaliman?

Abu Jahal (sebutan bagi pemimpin bangsa jahiliyah) adalah orang yang sangat kental imannya kepada Allah, sangat dominan dengan perkataan-perkataan agamis dan ritus-ritus agamis di Ka’bah. Tetapi dia adalah orang yang tidak percaya, bahwa mengabdi kepada Allah harus taat dan tunduk patuh kepada aturan atau hukum Allah. Abu Jahal adalah orang yang yakin dan percaya bahwa alam-semesta dan manusia adalah ciptaan Allah, adalah Kerajaan-Allah. Tetapi disebabkan Muhammad adalah utusan A llah   dia tidak mau mengimaninya. Kenapa dia tidak mau beriman kepada Muhammad? Karena Muhammad datang dengan membawa sistem kehidupan yang berdasarkan kepatuhan hanya kepada Allah, maka dia menolaknya, karena itu dia dikatakan orang yang ka fir kepada Allah dan utusanNya.

Bangsa Arab tinggal di jazirah Arabia, yang kita lihat pada peta dunia adalah satu titik tengah dunia atau jantungnya dunia. Pada saat itu mereka dijepit oleh dua kekuasaan besar. Di sebelah barat oleh imperium Romawi dengan Negara satelitnya, dan di sebelah timur oleh imperium Persia juga dengan seluruh daerah jajahannya yang merupakan Negara boneka. Kekuasaan politik adalah panglima dari aspek-aspek kehidupan lainnya. Artinya jika suatu bangsa yang berada di bawah kekuasaan Romawi, maka seluruh corak kehidupan manusia yang ada di dalamnya berkiblat ke Roma. Demikian halnya yang berada dibawah Persia, semua nilai-nilai budaya akan dipengaruhi oleh si Tuan Besar itu.

Yang perlu kita simak dari kedua imperium tersebut adalah perbedaan ideologi politiknya. Bangsa Romawi walaupun diperintah oleh raja-raja, namun corak kehidupannya liberal. Sebaliknya bangsa Persia, corak kehidupannya adalah komunis dengan peran militer sebagai         kekuatan  pengendali, namun demikian kedua imperium ini berakar pada ideologi yang sama, yaitu kehidupan materialism .     Dua model kekuasaan tersebut berebut supremasi politik dunia, tetapi keduanya tidak mampu menciptakan suatu bentuk masyarakat  international yang damai, adil, dan sejahtera. Mengapa demikian? Jawaban Allah sangat tegas, yaitu karena kedua sistem kekuasaan itu        (liberal dan komunis) adalah bathil. Bathil adalah istilah untuk menyatakan bahwa keduanya adalah isme-isme bikinan manusia yang tidak pernah ada buktinya dalam perjalanan umat manusia memberikan  keselamatan adan kesejahteraan, tetapi mereka tetap memujanya. Perhatikan Surat ke-53 ayat ke-23 : “(Dewa-dewa yang mereka puja) itu tidak lain hanyalah isme-isme yang kalian dan bapak-bapak kalian mengada-adakannya saja; Allah tidak pernah menurunkan ilmu seperti itu. Sesungguhnya yang mereka ikuti tidak lain hanyalah angan-angan belaka, dan sesuatu kebutuhan nafsu biologis, padahal sudah ada petunjuk untuk mereka yang berasal dari Pencipta mereka sendiri.”

Surat ke-2 ayat ke-177 : “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur (sistem timur) dan barat (sistem barat) itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah (menghadapkan diri kepada sistem Allah).

Bangsa Arab dari semenjak Abraham telah menata jazirah arab. Suku-suku yang ada di sana sudah memiliki simbol-simbol kehormatan semacam ini. Diantaranya adalah simbol Hubal, Latta, Uzza, Manaat, dan Nasr. Simbol-simbol tersebut adalah berbagai bentuk nama-nama, gambar atau bendera dari berbagai partai-partai yang ada. Ukir-ukiran dari kayu, batu, perunggu mewakili legenda seorang pemimpin atau mewakili norma-norma adat dan budaya leluhur / nenek moyang dari suku atau bangsa itu.

Surat ke-29 ayat ke-25 : “Dan berkata Abraham: “Sesungguhnya yang kamu jadikan pelindung selain Allah itu adalah berhala yang kalian jadikan lambang untuk menciptakan persatuan dan kasih sayang di antara kalian dalam kehidupan dunia ini, kemudian pada “hari tegaknya keadilan” sebahagian kamu mengingkari sebahagian yang lain dan saling menghujat satu sama lainnya dan tempat kembalimu ialah neraka, dan tak akan ada yang membela lagi.”

Budaya umat seperti ini adalah klasik, tak pernah hilang. Hampir semua bangsa yang katanya modern, eksis dengan budaya seperti itu.
Jadi demikianlah pemahaman jahiliyah, yakni dimana manusia atau bangsa mengaku atau merasa menjadi umatnya  Allah, menjadi umat kesayangan Allah, tetapi mereka mengabdi kepada hukum yang selain Allah, membuat tata aturan hidup sendiri yang tidak berdasarkan kitab-kitab Allah. Ajaran Allah hanya dijadikan sebagai ajaran budi pekerti, tidak dijadikan sebagai aturan hidup atau falsafah berbangsa dan bernegara.

Oleh: cahayapelangi | Agustus 27, 2010

Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia

Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah.Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar ”berdiri di atas berlian” langsung saja kita lihat profil negaranya.  

Wooww… Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat  kekayaan negara ini sesungguhnya.   

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan  kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.   

   

    

pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis= suranegara) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!! ada yang bisa bantu saya cara baca nilai tersebut? itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya.lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan  memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!   

2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.   

    

   

Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina.   

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.   

    

   

Letaknya di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi.sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buatmereka. tebang saja semua pohon di hutan itu makan bumi pasti kiamat.karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untukmenjaga   keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuatuntuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sedikitelah mengkancurkanya hanya   untuk segelintir orang yang punya uanguntuk perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.   

4. Negara ini punya Lautan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.   

    

   

Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.   

5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia.   

   

Bengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.   

6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi  garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.   

   

Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi  negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.   

7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.   

    

   

Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya INDONESIA! tapi apa yang terjadi?   

   TERIMA KASIH.   diucapkan, asing negara keuntungan untuk Bangsa kekayaan menjual yang NEGARA PEJABAT semua dan PETRONAS, SHELL, FREEPORT OIL, MOBIL EXXON untuk

dialah INDONESIA!

sebuah cerita mungkin akan   bisa  menggambarkan indonesia  saat ini silahkan disimak.

   

Judulnya Ketika Tuhan Menciptakan IndonesiaSuatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah  planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, “Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?” “Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi,” kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, “Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang”.Lalu Tuhan  menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil  berseru, “Lalu daerah apakah itu Tuhan?” “O, itu,” kata Tuhan, “itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni.”Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, “Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan  keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? “Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, “Wait, until you see the idiots I put in the government.” (tunggu sampai Saya menaruh ’idiot2′ di pemerintahannya)   

 

 

    

Dan untuk rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke 65 tahun, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.

   

   

“Indonesia tanah air betadisana tempat lahir beta,dibuai dibesarkan bunda,Tempat berlindung di hari Tua…HIngga nanti menutup mata”   

   

 

  

 

HIDUPLAH INDONESIA RAYA!!

Oleh: cahayapelangi | September 11, 2010

Tangga Menuju Surga

Hidup dengan Kualitas kesurgaan bisa dimulai didunia ini, dengan mulai membiasakan diri hidup dengan cara-cara yg akan kita gunakan disurga.

Disurga,disetiap pribadi dari kita akan berlaku santun terhadap kepada satu sama lain.

Di surga kita tidak membeda-bedakan orang berdasarkan Ras,suku,agama atau Nasionalitas. kita tidak saling membandingkan diri dalam status sosial,harta,tingkat pendidikan,siapa teman-teman kita,dimana kita tinggal.

Disurga kita mengisi pikiran dan hati kita dengan kebaikan dan kasih sayang.Kita hanya melakukan kebaikan dengan penuh kasih sayang. Kita tidak memiliki kemampuan lain kecuali kemampuan merasakan nikmat yang dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih.

Maka siapapun yang berkesungguhan untuk membiasakan diri dengan kualitas pikiran, perasaan   dan tindakan  indah yang pantas bagi pergaulan disurga,ia seperti telah memulai kehidupan  surga-nya didunia.

Dimanakah Tuhan berada…?

Tuhan berada dimana-mana .Maka ,dimanapun kita menghadapkan wajah kita ,sebetulnya kita   menghadap Kepada Tuhan.

Maka,Kita selalu,setiap saat  menghadapkan wajah kita kepada Tuhan.

Dan semua keadaandan kejadian ,ada diantara kita dan Tuhan.

Apapun yang terjadi ,terjadi terhadap anda dalam kehadiran Tuhan.Dan sadarilah bahwa anda sedang berada dalam pengamatan.

Apakah Anda akan tetap berlaku baik dihadapan kejadian yang buruk ,yang berada diantara anda dan Tuhan?

Apakah anda akan berlaku baik,karena anda sadar bahwa tuhan sedang mengamati anda?

Ataukah kejadian yang buruk itu memberikan alasan bagi anda untuk berlaku buruk dihadapan Tuhan ?

Apakah anda menyadari bahwa kejadian buruk buruk itu adalah untuk menguji kualitas   kesadaran anda bahwa Tuhan sedang mengamati ?

Bukankah anda yang selalu menasehatkan kepada orang lain bahwa tuhan Maha Melihat,Maha Mengetahui dan Maha Mendengar ?

Lalu mengapakah kejadian kecil yang tidak terlalu buruk seperti itu,cukup untuk membuat anda berlaku tidak hormat dihadapan Tuhan ?

Jika kita menyadari kesinambungan perhataian dan pengamatan Tuhan kepada kita,maka marilah kita menjaga kebersihan   pikiran kita,memelihara kebeningan hati kita,dan menetapkan keindahan prilaku kita.

Jika kita telah mengumumkan kepada diri sendiri dan kepada dunia,bahwa kita mencintai Tuhan ,maka marilah kita membuktikan   kecintaan kita kepada Tuhan dengan memuliakan kehidupan.

Bukti bahwa kita mencintai Tuhan ,adalah kita mencintai kehidupan dan semua pengisinya .

Ada orang yang tidak mampu membayangkan dirinya mencintai dunia,karena dia takut mengurangi kecintaannya kepada akherat.

Bagaimana mungkin kita  menyepelekan kehidupan dunia,padahal semua kualitas kehidupan kita  diakherat nanti ,ditentukan oleh kualitas kita sebagai pribadi dalam  dikehidupan didunia..?

Bukankah semua proses pemuliaan Tuhan yang akan mempantaskan diri kita bagi keindahan kehidupan akhirat-itu semua-kita lakukan didunia ini,saat kita masih hidup ?

Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah dia yang bermanfaat bagi orang lain?

Dimanakah kita membangun kemampuan untuk bermanfaat bagi orang lain itu…kecuali didunia?

bukankah semua do’a dan pujian kepada Tuhan menjadi semakin indah,jika doa dan pujian itu kita rambatkan kelangit sebagai pensyukuran kewenangan untuk  menjadi pribadi yang berguna bagi banyak orang.

Hidup ini memang sementara…

Tetapi tidak ada satu detik pun dalam kehidupan yang sementara ini yang boleh ditelantarkan.

Jika kita bicara serius,kita mengawalinya dengan ”demi Tuhan”.

Dan karena Tuhan juga seruis saat beliau berfirman tentang waktu,Tuhan mengawalinya dengan”demi masa”.

Jika kita menghitung penggunaan waktu kita,sebetulnya setiap orang sedang merugi.Kita rugi karena tidak mengisi waktu yang dihadiakan Tuhan itu,dengan pikiran baik,perasaan baik dan tindakan baik.

Hidup ini memang sementara.

Tetapi siapakah dari kita yang bisa menahan dari lapar selama empat hari saja ?

Hidup ini memang sementara.

Tetapi siapakah yang mengajarkan kepada kitauntuk memiskinkan keluarga hanya karena  pengertian kita mengenai ”sementara” itu kurang tepat ?

Jika hidup ini memang semntara,mengapa kita mengeluh dalam kelemahan   dan kekurangan?

Hidup ini memang sementara,jika kita bandingkan dengan panjangnya  keindahan kehidupan akherat kita.Karena kehidupan didunia ini tidak boleh ditelantarkan,hanya karena kita lebih memuliakan kehdidupan di akherat.

Marilah kita sadari,bahwa keindahan kehidupan kita di akhirat nanti ,dibangun oleh keindahan kehidupan kita di dunia ,karena kita menjaga kejernihan dari pikiran kita ,memelihara   kebeningan dari hati kita dan menetapkan keindahan dari perilaku kita ,agar kita menjadi sebaik-baiknya pribadi bagi Tuhan.

Karena kita menjadi pribadi yang bermanpaat bagi orang lain,karena kita menjadi pribadi yang memuliakan orang tua,keluarga dan siapapun yang kita layani,karena kita memelihara kelestarian alam dan karena kita hidup untuk Tuhan.

Agar kematian kita menjadi gerbang yang indah ,yang menghubungkan kehidupan didunia ini,dengan kehidupan kita diakherat(surga).

Maka marilah kita ikhlaskan diri kita kepada kebaikan,karena hanya  kebaikan yang membaikan,hanya kebaikan yang mengindahkan.

Maka,Jika kita hidup dengan indah ,sebetulnya kehidupan adalah  perjalanan indah yang tak terputus antara dunia dan surga.Mudah-mudahan kita menjadi lebih hadir dalam kehidupan kita ini ,yang keindahannya ditentukan oleh kesungguhan kita untuk mengindahkannya…(Mario Teguh)

 

Oleh: cahayapelangi | September 12, 2010

Atlantis itu ternyata Indonesia

Banyak orang kita yang sebal melihat iklan malaysia yang bagus itu, karena banyak hal-hal yang digambarkan dalam iklan itu sebenarnya lebih banyak dijumpai di pelbagai wilayah   Indonesia dari pada di   Malaysia . Yah, kita selalu ‘keduluan’ oleh mereka.  Hal lain yang menyebalkan menyangkut negeri tercinta ini adalah manakala ada yang mengatakan bahwa banyak orang di Amerika atau di luar negeri yang tidak mengenal   Indonesia . Katanya mereka tahu Bali, tapi   Indonesia itu dimana sih…., konon tanya mereka…..  Tapi perkembangan terbaru rada beda ; mempromosikan   Indonesia akhir-akhir ini mestinya ibarat mendayung perahu ke hilir, yang didorong arus sungai dari belakang. Banyak kemudahan yang didapat secara gratis.  Bukan hanya akibat kedatangan Hillary Rodam Clinton, tapi terutama oleh ulah Prof. Arysio N. dos   Santos yang menerbitkan buku yang menggemparkan : “Atlantis the Lost Continents Finally Found”. 

Dimana ditemukannya ?  Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (!)  Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari para Dewa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu.  Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng semata. 

Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah.  Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah   Indonesia , katanya. Dia mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29 tahun terakhir ini.  Ilmu yang digunakan   Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology.  Kualifikasi Santos dapat dilihat dengan cara di KLIK DISINI.  Buku Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di Internet, dan websitenya sendiri menurut   Santos selama ini telah dikunjungi sebanyak 2.500.000 visits.  Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan   Indonesia secara efektif ke dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari   Pemerintah   RI .  Sebagaimana dapat diikuti dari websitenya, Plato menulis tentang Atlantis pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia Barat (Western World).  Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah sebenarnya dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah realitas absolut ?  Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga.  Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi ambisius.   Para dewa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.  Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa setempat.  Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat.  Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon.  Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung   Malaysia dan benua Asia 

Gambar 2 : Atlantis (National Geographic Magazine)  selat yang mengikuti garis ‘Wallace’. Lihat gambar 1.  Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’.  Gunung utama yang disebutkan oleh   Santos , yang memegang peranan penting dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani.  Bencana alam beruntun ini menurut   Santos dimulai dengan ledakan dahsyat gunung   Krakatau , yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa.  Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan Kalimantan.  Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene) .  Abu ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu, es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan abu tersebut.  Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke seluruh bagian bumi yang rendah, termasuk   Indonesia .  Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan air laut naik sekitar 130 meter diatas dataran rendah   Indonesia . Dataran rendah di   Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal adalah dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi. Lihat Gambar 1.  Tekanan air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan gunung berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis.  Dalam bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah Zaman Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15 derajat Celcius lebih dingin dari sekarang.  Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah   Indonesia yang memang terletak di katulistiwa.  Plato juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…” Luas ini persis sama dengan luas kawasan   Indonesia ditambah dengan luas Laut China Selatan.  Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat, berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka. Tapi realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan   Indonesia dan bukan di tempat lain.  Santos telah menduga hal ini lebih dari 20 tahunan yang lalu sewaktu dia mencermati tradisi-tradisi suci dari Junani, Roma, Mesir, Mesopotamia, Phoenicia, Amerindian, Hindu, Budha, dan Judeo-Christian.  Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang sama.  Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas.  Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu.  Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene.  Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya.  Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!)  Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika.  Suku Aryan yang bermigrasi ke   India mula-mula pindah dan menetap di lembah Indus . .. Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara.  Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka.  Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di   India melalui tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam tersebut.  Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di   Indonesia .  Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution. Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida. Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika dan semantik.  Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya “sidik jari” dari   India yang pada masa itu merupakan bagian yang integral dari   Indonesia .  Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain.  Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala,   Thule , Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.  Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di   Indonesia .  Bukti-bukti yang menguatkan   Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan dengan lokasi alternative lainnya disimpulkan Profesor   Santos dalam suatu matrix yang disebutnya sebagai ‘Checklist’ (KLIK DISINI).  Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar ke Indonesia.  Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.  Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa   Indonesia sekarang sama sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu proses maju atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari sepuluh ribu tahun.  Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat populer tentang orang   Malaysia dan   Indonesia ; dimana 30 tahunan yang lalu mereka masih belajar dari kita, dan sekarang mereka relatif berada di depan kita.  Allah SWT juga berfirman bahwa nasib manusia ini memang Dia pergilirkan. Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan sebaliknya.  Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut guna membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit yang mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian (sebagaimana yang digunakan untuk menemukan kapal ‘Titanic’), dan beragam peralatan canggih lainnya diharapkannya akan mampu membantu mencari bukti-bukti pendukung yang kini diduga masih tersembunyi di dasar laut di Indonesia.  Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bangsa   Indonesia ?  Bagaimana pula pakar   Indonesia dari berbagai disiplin keilmuan menanggapi teori yang sebenarnya “mengangkat”   Indonesia ke posisi sangat terhormat : sebagai asal usul peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia ini ?  Coba dong beri pula perhatian yang memadai.  Atau coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan buruk lainnya (mungkin ‘korupsi’ salah satunya). Nah, salah-salah   Indonesia sang “mantan Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau tidak mau berubah seperti yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan sekarang ini.  Khususnya bagi warga Minang, ada juga ‘utak-atik’ yang bisa dilakukan. 

Santos mengatakan berdasarkan penelitiannya bahwa berbagai kisah tentang negara bak ‘surga’ yang kemudian menjadi hilang, bencana banjir besar, letusan gunung berapi, dan gempa dahsyat ditemui pada kisah-kisah berbagai bangsa di seluruh dunia. Kisah ini mirip satu dengan lainnya.  Apa pula kata Tambo Minangkabau tentang ranah Minang zaman baheula ? 

“….Pada maso sabalun babalun balun, urang balun pinangpun balun, samaso tanah ameh ko sabingkah jo Simananjuang, kok gunuang baru sabingkah batu, tanah darek balun lai leba……, lah timbua gunung Marapi” (Pada masa serba belum, orang belum pinangpun belum, semasa tanah emas ini masih menyatu dengan Semenanjung, gunung baru sebingkah batu, tanah daratan belum lebar, sudah timbul gunung Merapi).   Ada lagi “…waktu bumi basintak naiak, lauik basintak turun…” (Sewaktu daratan bergerak naik, laut bergerak turun). 

‘………Samaso tanah ameh sabingkah jo Simananjuang’ , ini adalah masa sewaktu Atlantis masih exist

Salah satu Menhir di Mahat 

Konon kabarnya pula, sejumlah menhir yang berjumlah 800an buah di Mahat posisinya menghadap kearah matahari terbit, atau kearah Timur.  Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.  Pulau Sumaterapun ternyata tertulis dalam kisah Atlantis, yang disebut sebagai Taprobane.  Dulu Taprobane ini diartikan sebagai Ceylon, tapi kalau melihat ukuran besarnya tidak syak lagi bahwa Taprobane adalah Sumatera yang dikisahkan kaya dengan emas, batuan mulia, dan beragam binatang termasuk gajah.  Itulah kira-kira teori   Santos secara sangat ringkas.  Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, dapat langsung ke website Profesor   Santos http://atlan.org/ atau membeli bukunya yang disebutkan diatas ke penerbit ‘Amazon.com’

Oleh: cahayapelangi | September 12, 2010

Alter Terahsia Bangsa Melayu BHG 1


Mengapa Israel bersusah-payah membina pangkalan dan pengaruhnya di Singapura?Apa kaitan Cina Singapura dengan Yahudi Zionis?Adakah terdapat apa-apa perancangan ketika Stamford Raffles menjejakkan kakinya di Pulau Singapura?Apa hubungan Bangsa Melayu dengan Bangsa Yahudi?Apakah dia alter terahsia Bangsa Melayu?.Apa yang terjadi 2000 tahun sebelum Masehi di antara Melayu dan Yahudi?

Semua persoalan ini akan terjawab di dalam siri artikel yang penuh dramatik ini.Artikel ini berasal dari kompilasi tulisan Lodgekeeper dan temuramah-temuramah yang dibuat dalam masa yang berasingan.

Selamat Membaca.

-M.O

ALTER TERAHSIA BANGSA MELAYU

“…sent them away from his son Isaac to the land of the east.”

(Genesis 25:6 New International Version)

Di atas adalah petikan dari Kitab Kejadian dari Kitab Injil yang merupakan penyimpan rahsia terbesar berkenaan satu bangsa yang bergerak ke Timur dunia bagi mengembangkan keturunan manusia seperti yang diperintahkan Tuhan.

Bangsa terahsia inilah yang menurunkan pelbagai bangsa Asia dari tempat asal mereka iaitu Asia Barat dan Asia Tengah di mana dari situlah bermulanya peradaban manusia.

Bangsa ini,yang merupakan pemegang rahsia akhir zaman adalah satu bangsa besar yang pernah membina kota-kota purba dan menyertai peperangan-peperangan agung sejak surutnya Banjir Besar bersama-sama bangsa agung yang telah pupus seperti Sumerian dan Akkadian.

Sesungguhnya kisah pengembaraan bangsa ini merupakan satu epik yang teramat panjang,lebih panjang dari epik Homer,The Iliad and the Odyssey.

Untuk mengkaji sifat dan karakter bangsa misteri ini,perlulah dicari dan dirintis sejarah panjang pengembaraan mereka dan apakah yang ditemui mereka di sepanjang epik perjalanan mereka itu.Faktor yang mewujudkan kepelbagaian dari segi wajah,bahasa dan personaliti bangsa ini.Faktor yang menjadi sumber ALTER TERAHSIA bangsa misteri ini.

Apakah yang dimaksudkan dengan alter?Alter dalam bahasa mudah adalah personaliti tambahan atau pun personaliti lain yang selalunya akan muncul apabila di’suis’ dalam keadaan tertentu.Istilah alter sebenarnya berasal dari istilah mindcontrol di mana alter ini muncul setelah seseorang individu mengalami teknik mindcontrol tertentu contohnya teknik berasaskan-trauma.

Contoh yang paling mudah ialah apabila seseorang dikejar oleh anjing yang garang.Secara tiba-tiba orang tadi akan berlari sepantas-pantasnya sehingga dia sendiri merasa hairan dengan kemampuan dirinya yang luarbiasa itu.Padahal setiap kali pertandingan larian 100 meter,dialah yang tercorot (misalnya).

Juga jika seseorang yang dianggap lemah dalam sesuatu perkara,secara tiba-tiba menjadi begitu bersemangat dan gagah bila menyentuh perkara yang lain.

Satu contoh yang baik tentang alter ialah dalam buku Norman Cousins berjudul Anatomy of an Illness, yang menceritakan kisah yang penuh dengan maklumat tentang Pablo Casals,salah seorang pemuzik yang terhandal dalam abad ke 20.Cousins menceritakan pertemuannya dengan Casals tidak lama sebelum hari jadinya yang ke 90 pemain celo yang handal itu.Cousins mengatakan bahawa adalah sangat menyiksakan untuk melihat orang tua itu semasa dia memulakan harinya.

“Dia sangat lemah dan artritisnya tambah melemahkannya sehinggakan dia memerlukan pertolongan untuk memakai pakaian.Emfisemanya sangat jelas semasa dia bertungkus lumus untuk bernafas.Dia berjalan dengan mengheretkan kakinya,badannya bongkok dan kepalanya menjunam ke depan.Tangan-tangannya membengkak dan jari-jarinya menggenggam.Dia kelihatan seperti seorang yang amat tua,dan tersangat letih”.

“Sebelum waktu makan,dia berjalan ke arah piano,iaitu salah satu alat muzik yang Casals cekap bermain.Dengan bersusah payah dia membetul-betulkan dirinya di atas kerusi piano.Dia nampaknya bersusah-payah berusaha untuk membawa jari-jarinya yang bengkak lagi tergenggam itu ke papan tanda.”

Kemudian sesuatu yang menakjubkan berlaku.Casals dengan tiba-tiba betul-betul dapat mengubah dirinya di depan mata Cousins.Dia telah masuk ke dalam keadaan yang pintar akal,dan semasa dia melakukannya,fisiologinya berubah ke tahap di mana dia mula bergerak dan bermain,menunjukkan di kedua-dua badan dan piano hasil yang sepatutnya hanya berlaku pada seorang pemain piano yang sihat,kuat dan fleksibel.Seperti yang dinyatakan oleh Cousins,

“Jari-jarinya terbuka dengan perlahan-lahan dan mencapai ke arah mata piano seperti tunas-tunas pokok bergerak ke arah cahaya matahari.Belakangnya ditegakkan.Dia nampaknya bernafas dengan lebih mudah”.

“Tubuh badannya tidak lagi kaku dan susut tetapi lemah lembut dan benar-benar bebas daripada lingkaran hidup atritisnya.Apabila dia meninggalkan piano,dia kelihatan benar-benar berubah daripada orang yang mula-mula duduk bermain.Dia berdiri dengan lebih tegak dan lebih tinggi;dia berjalan tanpa ada tanda-tanda mengheretkan kakinya.Dia serta-merta berjalan ke meja sarapan pagi,makan bersungguh-sungguh,dan kemudian keluar berjalan-jalan di sepanjang pantai”.

Alter selalunya tersembunyi dibelakang personaliti utama yang membayangi alter-alter tadi.Tetapi apabila subjek berada dalam keadaan tertentu di mana personaliti utama tidak mampu menanganinya,alter ini akan tiba-tiba muncul dan beraksi.Maka subjek tadi akan berubah menjadi alter lain,berbeza dari alter utama(personaliti utama).Tidak mustahil pula alter ini menggantikan pula alter sebelumnya sebagai personaliti utama subjek tersebut.

Alter inilah yang tersembunyi di dalam setiap orang Melayu yang kenal dirinya,asal-usulnya dan siapa dirinya yang sebenar.’Melayu’ adalah bangsa misteri yang dimaksudkan,telah banyak berubah dari karakter asal mereka ketika berada di wilayah Kanaan dan Sumeria (Mesopotamia) akibat perjalanan masa yang amat panjang selama beribu-ribu tahun dahulu,serta perubahan akibat cuaca dan pengembaraan yang merentasi beratus kilometer menuju ke arah timur untuk menuju ke arah ‘The Promised Land’ seperti yang diwahyukan Tuhan kepada Nabi Ibrahim a.s.


Menurut kajian geneologi setakat ini,Nabi Ibrahim (Abram,Abraham) mempunyai tiga orang isteri,iaitu Sarah,Hajar dan yang terakhir Keturah.Sarah telah melahirkan Ishak (Isaac) manakala Hajar (Hagar) pula melahirkan Ismail (Ishmael).Keturah pula melahirkan enam orang anak iaitu Zimran,Jokshan,Medan,Midian,Ishbak dan Shuah.Nabi Ishak menurunkan bangsa Yahudi manakala Nabi Ismail menurunkan bangsa Arab.Kebanyakan teks-teks Judeo-Kristian mahupun Islam banyak menceritakan riwayat kedua-dua orang isteri Nabi Ibrahim ini tetapi lain pula dengan Keturah,isteri bongsu Nabi Ibrahim.Sarah,iaitu mempunyai pertalian keluarga dengan Nabi Ibrahim diketahui jelas berasal dari Tanah Kanaan iaitu tempat Nabi Ibrahim tinggal,manakala Hajar pula berasal dari keluarga diraja Firaun Mesir.Namun majoriti teks-teks Yahudi dan Kristian mendefinisikan Keturah sebagai ‘unknown nationality’.Persoalannya,

“Siapakah Keturah ini?”

Dari mana dia berasal?.Telah ditakdirkan dari perut Keturah ini lahirlah bangsa-bangsa agung penakluk seperti Chaldea,Media dan Parsi yang mewarisi bangsa Sumeria,Akkadia,Assyria,Babylon dan lainnya dari kalangan Melayu cucu cicit Nabi Nuh dari jurai keturunan Heth bin Kanaan bin Ham bin Nuh a.s di mana di dalam teks Yahudi Kuno mengatakan kelak akan lahir bangsa-bangsa penakluk yang menjadi musuh orang Israel dari saudara mereka sebelah Keturah.Selama beribu-ribu tahun bangsa Yahudi diperangi,dibuli dan dikacau oleh bangsa-bangsa ganas dan kejam yang teramat gagah ini sehingga dibayangkan di dalam hikayat-hikayat mereka sebagai ‘raksasa’,'orang gasar(barbarian)’,'kaum yang ganas’ dan sebagainya.Jika kita lihat kisah Nabi Musa yang ingin kaumnya memasuki Tanah Palestin,di mana kaum Yahudi berkeras tidak mahu memasukinya kerana terdapat ‘kaum yang ganas’ di dalam Palestin dan sanggup mengeluarkan kata-kata,

“Biarlah engkau saja yang pergi berperang dengan mereka bersama Allah,dan kami menunggu di sini” (Kisah Nabi Musa)

Perlu diingat,akibat trauma dengan sejarah pedih bangsa mereka yang dibuli oleh saudara mereka yang ramai dari sebelah ibu tiri mereka Keturah,rabbi-rabbi Yahudi telah membeza-bezakan taraf isteri-isteri nabi Ibrahim di mana hanya Sarah saja disebut sebagai isteri (wife) manakala Hajar dan Keturah disebut gundik (concubine).Kita boleh lihat di dalam Perjanjian Lama (Taurat) dan Perjanjian Baru (Injil),di mana mereka telah mengubah tafsiran isteri-isteri nabi Ibrahim.Sesungguhnya Nabi Ibrahim selaku Rasul Allah yang teramat alim dan warak tidak pernah membeza-bezakan isterinya,meskipun di dalam peristiwa menghantar Siti Hajar dan anaknya Ismail ke lembah gersang di Mekah.Betapa pilu dan hancur hatinya melihat isterinya dan anaknya yang masih kecil terdampar di tengah padang pasir yang panas.Namun perintah Tuhan tetap dilaksanakan mengingatkan tanah yang dipijak Ismail ketika itu adalah Rumah Tuhan yang akan dibangunkannya bersama anaknya Ismail kelak.Adakah hanya Siti Khadijah sahaja sebagai isteri Nabi Muhammad s.a.w manakala isteri-isterinya yang lain hanya layak disebut gundik?TIDAK SAMA SEKALI.Walhal pada asalnya Siti Sarah adalah wanita yang mandul,sebelum Allah s.w.t mengurniakan Nabi Ishak kepadanya pada saat umur yang terlampau tua.Sebab itulah Siti Sarah berkeras mengahwinkan Siti Hajar (yang disangka hamba perempuan Firaun) dengan suaminya bagi meneruskan keturunan.Bukan sahaja disebut gundik,malah perasaan rasis mereka terhadap keturunan Keturah meleret-leret dengan mengheret keturunan Siti Hajar bersama-sama.Siti Hajar dikatakan hamba Firaun manakala sumber lain pula menyatakan ‘gundik Firaun’.Padahal Siti Hajar adalah PUTERI FIRAUN yang diserahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menebus rasa bersalah Firaun ketika itu yang ingin memperkosa Siti Sarah semasa Nabi Ibrahim dan Siti Sarah di dalam tahanannya .Dengan kuasa Allah setiap kali Firaun datang untuk memperkosa Siti Sarah,perbuatannya terhalang secara aneh berkat doa Nabi Ibrahim.Dari situ barulah Firaun sedar bahawa Nabi Ibrahim bukanlah sebarangan orang dan mungkin berasal dari orang suci yang harus dihormati.Akibat rasa bersalah yang teramat sangat,maka bukan sahaja Firaun membebaskan kedua-duanya malah membekalkan mereka dengan seorang perempuan muda yang bertutup wajahnya sebagai ‘kifarat’ dan hadiah kepada Nabi Ibrahim.Rahsia perempuan muda itu terbongkar ketika perjalanan pulang di mana Nabi Ibrahim membuka tutup kepala perempuan itu sambil bertanyakan asal-usulnya yang pada awalnya disangka seorang hamba yang dihadiahkan kepada mereka.Alangkah terkejutnya Nabi Ibrahim dan Siti Sarah bila mendengar pengakuan dari perempuan itu bahawa dia adalah anak perempuan Firaun bertaraf puteri diraja.Tersentuh hati Nabi Ibrahim sambil mengucapkan kesyukuran kepada Allah s.w.t yang sememangnya berkehendak menjaga keturunannya sebaik-baiknya.Jadi keturunan Nabi Ismail yang turun kepada Nabi Muhammad s.a.w adalah berketurunan diraja dari empayar agung Firaun yang pengaruhnya melewati Anatolia dan Kanaan ketika itu (Firaun ini berbeza langsung dengan Firaun di zaman Nabi Musa kerana Firaun ini hidup lebih lama dari Ramses II kerana sezaman dengan Nabi Ibrahim).

Perlu dingatkan bahawa semasa zaman Nabi Ibrahim tidak ada bangsa yang disebut sebagai Yahudi.Dan sesungguhnya Nabi Ibrahim bukanlah seorang Yahudi.Nabi Ibrahim adalah berasal dari satu kaum purba yang sezaman dengan bangsa Hittites yang telah pupus dan bangsa misteri di Mesir (Firaun tadi) yang mungkin mewariskan rahsia Piramid dan teknologi canggih zaman itu kepada bangsa Qibti yang menjadi pemerintah selepas itu termasuklah Ramses II di zaman Nabi Musa.

dalam Alquran ada disebut:

“Wahai ahli-ahli Kitab! Mengapa kamu berani bertengkar mengenai agama Ibrahim, pada hal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan kemudian daripada zaman Ibrahim; patutkah kamu berdegil sehingga kamu tidak mahu menggunakan akal?….Bukanlah Nabi Ibrahim itu seorang pemeluk agama Yahudi dan bukanlah juga baginda seorang Kristian”.
(Ali Imran: 65 – 68)

Bangsa Yahudi diturunkan dari jurai keturunan Nabi Ishak di mana anaknya Yaakub telah digelar sebagai isra’ yang bermaksud suka berjalan malam akibat dari kegemaran Nabi Yaakub yang berjalan malam.Dari Nabi Yaakub ini turunlah anak-anaknya termasuk Levi,Yusuf,Bunyamin dan Yahudza.Di sini kita dapat mengesan perkataan yang memaparkan karakter Yahudi seperti Levi dan Yahudza.Bunyamin (Benjamin) pula adalah adik kesayangan Nabi Yusuf,yang kembali bertemu dengan Nabi Yusuf setelah sekian lama terpisah ketika Nabi Yusuf pada waktu itu menjawat jawatan tinggi dalam kerajaan Raja Mesir (dalam hal ini pemerintah Mesir pada waktu itu digelar al-Aziz bermaksud raja).Pada waktu itu bangsa Yahudi masih menjadi bangsa belasahan dan di bawah pemerintahan bangsa purba lain sehinggalah menjadi semakin kuat dan berjaya menubuhkan kerajaan sendiri sepertimana di era Nabi Sulaiman dan Nabi Daud.Dalam pada itu keturunan dari saudara -saudara mereka yang enam orang tadi dari sebelah Keturah telah membina kekuatan yang amat dasyat,pada masa yang sama mereka telah mula maju sedikit demi sedikit lebih pantas dari bangsa Yahudi,mencipta pelbagai ilmu sains dan teknologi yang canggih,membina negarakota-negarakota yang bertembok tinggi dan tebal,membina organisasi-organisasi moden yang sistematik serta menyusun balatentera yang gagah dan teknik peperangan yang maju.Perlu dingat ketika ini dunia di sebelah lain seperti di Tanah Besar Cina dan Benua Kecil India masih mundur dan kurang berpenghuni.Adakalanya kaum-kaum dari sebelah Barat ini,(di mana pusat ketamadunan manusia purba bermula dari sini di sekitar Mesopotamia) telah mengembara ke India dan China untuk menangkap kaum asli yang masih bercawat di dalam hutan untuk dijadikan hamba atau buruh kasar membina tembok-tembok dan kota (peristiwa ini dapat dihayati jika kita menonton filem Apocalypse arahan Mel Gibson atau 1000000 B.C).Pada masa yang sama bangsa Yahudi masih ditakuk lama,hidup bermalas-malasan sambil mengharap belas ihsan bangsa-bangsa yang lebih gagah dari mereka.Sehinggalah mereka bertembung kembali dengan bangsa-bangsa keturunan Keturah seperti Media (Madyan) dan Babilon (Babil) serta Chaldea (Kaldan) yang mula merampas tanah-tanah mereka dan mula mengganas memusnahkan kediaman mereka.


Bangsa Yahudi menjadi bangsa hamba di bawah pemerintahan bangsa-bangsa hebat yang menjajah mereka berkurun lamanya secara bersilih ganti.Bangsa ini pernah dibawa beramai-ramai ke kota Babilon untuk dijadikan hamba,pencacai,buruh kasar,kuli dan orang gaji dibawah kekuasaan Emperor Nebuchadnezzar (Buktanassar) dalam keadaan hina dengan dirantai kaki dan tangan mereka.Pada masa ini semua suhuf-suhuf dan Taurat telah dibakar oleh pemerintah dan hanya segelintir dari mereka berjaya menyimpan dan menghafal isi kitab itu secara sembunyi-sembunyi.

Diwaktu pemerintahan Babilon inilah bangsa Yahudi telah banyak tersesat jauh dengan mengamalkan sihir dan penyembahan syaitan akibat kekurangan ajaran agama dan tekanan hidup yang tinggi.Mereka mula mengabdikan diri kepada amalan spiritual yang pelik-pelik dengan harapan syaitan akan membantu mereka melepaskan mereka dari penderitaan di bawah penjajahan bangsa Babilon.Disinilah bermulanya amalan ‘Babilonian Magic’ yang menjadi asas Sihir Gematria,Necronomicon,Kultus Pentagram,Ramalan Tarot dan Persaudaraan Ular Iblis menyebabkan terjadinya insiden Harut dan Marut seperti yang dikisahkan dalam AlQuran.


Kegilaan bangsa Yahudi ini dalam mempelajari sihir telah menjauhkan mereka dari hidayah Tuhan dan menyebabkan ramai nabi diutus kepada mereka bagi membetulkan akhlak mereka.Bangsa Yahudi adalah bangsa spiritual.Mereka peka kepada perkara-perkara bersifat ghaib dan misteri.Mereka percaya kepada makhluk halus dan kuasa sakti.Mereka gemar mempelajari sisi spiritual dari bangsa-bangsa gagah yang menjajah mereka silih berganti.

Berbalik kepada wanita misteri yang menjadi isteri ketiga Nabi Ibrahim,tidak banyak diketahui tentang kehidupannya malah berasal dari kawasan mana ataupun dari jurai keturunan mana walaupun sudah pasti berasal dari kelompok pengikut Nabi Nuh mahupun mungkin terus berasal dari kaum kerabat Nabi Nuh sendiri.Sumber-sumber kuno Yahudi juga masih samar-samar dalam membicarakan asal-usul Keturah,si wanita misteri ini.Tetapi jika disusur dari kehidupan Nabi Ibrahim sebagai ‘patriarch’ (gelaran yang diberikan kepada lelaki yang menjadi ketua keluarga yang sekaligus sebagai pemimpin atau raja bagi kaum kerabatnya yang terhormat dan besar) memungkinkan baginda hanya berkahwin dengan suku terhormat sahaja.Tambahan pula Keturah telah melahirkan anak-anaknya yang gagah-gagah dan hebat.

*Keturah di khemah sebelah kanan bersama-sama 6 anaknya.Diambil dari teks Yahudi kuno.

Keturah bermaksud kemenyan atau pun wangi-wangian yang kadangkala digunakan dalam upacara ritual.Dari sini kita dapat menyelusuri susurgalur bangsa Melayu sebagai bangsa spiritual.Tidak diketahui siapakah ibu bapa Keturah.Tetapi terdapat sumber yang mengatakan kemungkinan Keturah berasal dari kaum kerabat raja agung Sargon yang memerintah Akkadia (namun begitu teori yang paling meyakinkan setakat ini ialah Keturah berasal dari Timur Jauh;tempat di mana keturunan nabi Ibrahim diarahkan menyebar selepas itu).Jika demikian maka sahlah bangsa misteri ini sememangnya berasal dari keturunan raja-raja agung sepertimana Arab Quraisy yang berketurunan dari Raja Mesir dari bangsa misteri yang memerintah Sungai Nil ketika itu.Sesungguhnya Piramid Agung bukanlah dibina ketika pemerintahan Firaun Khufu (Cheops) tetapi telah dibina berkurun sebelumnya oleh kerajaan-kerajaan silam yang lepas.Firaun-firaun Mesir hanyalah membaikpulih sahaja piramid-piramid ini yang diwarisi mereka.Hakikat ini lama-kelamaan disedari oleh ramai pengkaji tetapi terlampau lama untuk dapat dipercayai oleh masyarakat dunia.Anda boleh tonton filem 1000000 B.C dimana terdapat kaum yang membina Piramid ditengah-tengah padang pasir untuk mendapatkan gambaran tentang hal ini.Arkiteknya dalam menentukan lokasi piramid terpaksa melihat jarak bintang dilangit dan koordinasi buruj-buruj dimana pada masa yang sama dia juga adalah ahli astronomi dan ahli nujum Istana.Kedudukan ketiga-tiga piramid termasuk Piramid Agung Giza adalah bertepatan dengan kedudukan buruj Orion di langit,dan mengarah tepat ke arah kiblat.Ini antara misteri paling terbesar dalam sejarah kemanusiaan.Siapakah bangsa agung yang mula-mula merencanakan pembinaan Piramid?Sesungguhnya Piramid Mesir adalah penunjuk kiblat paling besar yang terdapat dibumi di mana Allah Yang Maha Agung telah menciptakan bintang-bintang Orion sebagai tanda kiblat dilangit.Piramid Mesir adalah penunjuk arah ke Baitullah di bumi manakala bintang Orion adalah penunjuk arah ke Baitul Makmur di langit.Maha Suci Allah yang menciptakan segala sesuatu tanpa sia-sia.Bangsa misteri yang membina piramid terawal sudah tentu sebuah bangsa yang teramat bijak dan genius dan di zaman itu kemajuan material adalah setanding malah lebih maju dari apa yang kita dapati hari ini.Tidak percaya?.Cuba anda bayangkan kehidupan manusia sebelum Banjir Besar di zaman Nabi Nuh.Bayangkan kehidupan mereka adalah teramat canggih dengan kereta-kereta mewah dan kotaraya-kotaraya bercahaya serta pesawat-pesawat terbang seperti UFO yang bersimpang siur di udara.Setiap rumah ada sistem komputer yang canggih dan kemudahan internet kelajuan tinggi.Tetapi adakah semua itu berguna setelah banjir besar melanda seluruh dunia.TIDAK…TIDAK SAMA SEKALI.Nabi Nuh terpaksa memuatkan kapalnya dengan manusia,haiwan-haiwan yang berpasangan serta spesis-spesis tumbuh-tumbuhan yang terpilih.Di sini kita dapat mengetahui bahawa profesion Nabi Nuh bukan sahaja seorang pengembang agama tetapi juga pakar sains zoologi yang handal


Nabi Nuh boleh membina kapal yang teramat besar hanya berbekal pengikut yang tidak sampai 100 orang?FIKIRKAN.100 orang itupun ada yang wanita dan kanak-kanak jadi jumlah pekerja untuk membina bahtera nabi Nuh teramatlah sedikit.Malahan pula para pengikut nabi Nuh terdiri dari orang miskin yang lemah dan melarat sahaja.Nabi Nuh juga membina kapalnya dalam jangka masa yang terhad (sesetengah pendapat mengatakan dalam beberapa minggu sahaja).Misteri ini benar-benar memeningkan pengkaji malah ada pengkaji Barat mengatakan Bahtera Nabi Nuh dibina oleh makhluk asing.Sebenarnya kita tidak akan hairan dengan kemampuan Nabi Nuh ketika itu jika kita membayangkan kemajuan manusia sebelum Banjir Besar adalah seperti kemajuan pada masa kini sekurang-kurangnya.Kita boleh membayangkan yang Nabi Nuh membina bahtera di dalam hangar kapal yang besar berserta peralatan dan mesin-mesin yang canggih dibantu sistem perkomputeran yang termaju.


Masih tidak percaya?.Kalau kita lihat kronologi kemajuan manusia pun kita dapat melihat logik atau tidak kenyataan ini.Biar kita ambil jangkamasa dari lahirnya Nabi Isa mengikut kalendar Masehi iaitu 1 Masehi hingga 2009 Masehi.Bagaimana kehidupan manusia di zaman Nabi Isa hidup.Bagaimana kemajuan manusia selepas 2000 tahun selepas kelahiran Nabi Isa?Berapakah jangkamasa Adam manusia pertama sehingga peristiwa Banjir Besar di zaman Nabi Nuh.Katakanlah lebih kurang 2000 tahun (ini anggaran yang amat minimum memandangkan jangkamasa dari manusia pertama turun ke Bumi sehingga Banjir Besar boleh memakan masa beribu-ribu tahun),maka logiklah kemajuan manusia mencapai tahap terhebat dan maju ketika Banjir Besar.Maka jika berfikir seperti ini,kita tidak akan terkejut dengan kisah-kisah seperti Atlantis dan Lemuria serta Kerajaan Rama yang mempunyai pesawat-pesawat terbang seperti UFO.Peperangan pun melibatkan kuasa nuklear seperti kesan-kesan yang ditemui di Mohenjo-Daro dan Harappa.TETAPI ADAKAH SEMUA KEMAJUAN ITU BERGUNA APABILA TIBA BALA BENCANA?Semua kemajuan itu habis tenggelam bersama-sama orang musyrik yang mengingkari perintah Allah s.w.t setelah hanyut dalam arus kemajuan material dan kecanggihan teknologi yang mengkhayalkan.Manusia ketika itu semakin rakus dengan kebendaan dan berbuat maksiat secara terang-terangan.Tidak hairan jika terdapat parti bogel di sana-sini.Pesta-pesta mandi buih acapkali diadakan di festival-festival besar.Konsert-konsert muzik yang mengkhayalkan seringkali diakhiri dengan pesta seks yang menghairahkan dihadapan sembahan-sembahan berhala yang mereka pertuhankan.Dakwah Nabi Nuh dikesampingkan walaupun sering keluar di media-media antarabangsa.


Mungkin anda berasa lucu dengan senario yang dipaparkan di sini.Ini kerana anda memikirkan Nabi Nuh hidup seperti orang gua,bercucuk tanam dan mengembala kambing sahaja.TIDAK SAMA SEKALI.Lihatlah lukisan-lukisan misteri di dinding kuil-kuil Firaun yang menceritakan satu mitos purba tentang penghasilan tenaga elektrik siap dengan lukisan kabel bawah tanah dan filemen elektrik.Penemuan bateri purba di Iraq dan cakera padat purba Dropa (sehingga kini tidak diketahui sama ada ia berbentuk CD,CD-RW,DVD,DVD-RW atau sebagainya) di China.Dan yang paling menggemparkan adalah penemuan loji nuklear berusia lebih 2 juta tahun di Afrika!Apa maksud semua ini?Berapa umur Bumi sebenarnya?Berapa umur umat manusia sebenarnya?.Kita tidak boleh menganggarkannya berdasarkan kajian Barat yang dipengaruhi oleh The Hidden Hand seperti Illuminati dan Freemason.Mereka ada sebab untuk mengelirukan manusia.Segala kenyataan sebenarnya amat jauh dari apa yang kita dapat bayangkan.Maka setelah Banjir Besar,para pengikut Nabi Nuh pun bertebaranlah di muka bumi sehelai sepinggang setelah meninggalkan kehidupan moden dan canggih mereka ditelan banjir.Mereka kembali menjadi orang gua dan mula berburu,bercucuk tanam dan mengail ikan.Di waktu-waktu malam mungkin mereka berkumpul di tepi unggun api sambil mendengar cerita orang-orang tua dikalangan mereka tentang kehidupan moden dan canggih mereka suatu ketika dahulu seperti menaiki bas dan komuter (kebanyakan pengikut Nabi Nuh adalah miskin) dan ada juga yang pernah menaiki kereta.Mereka juga menceritakan bangunan-bangunan tinggi dan komputer.

Sudah tentu cucu-cicit mereka tercengang bangang mendengar ‘dongeng-dongeng’ ini dikala kehidupan mereka sekarang ditahap zaman Paleolitik.Maka keluarlah pelbagai mitos mengenai ‘keajaiban’ cerita-cerita ini.Dan tidak hairan jika ada di antara mereka yang ‘nakal’ mula berangan-rangan tentang dewa-dewi yang menaiki kenderaan terbang dan berperang menggunakan senjata nuklear seperti yang kita dapati dari kitab Hindu Mahabrata.Malah tidak keterlaluan jika ada pengkaji yang merumuskan dewa-dewi orang Hindu diambil dari anak-anak raja kerajaan Rama,Atlantis dan Lemuria yang tenggelam di dasar lautan.Cuba perhatikan patung-patung sembahan Hindu.Dewa-dewi yang termasyhur semuanya berkulit cerah dan segak-segak seperti raja-raja purba.Apakah yang dikatakan oleh orang-orang gua apabila bertemu seorang yang kacak turun dari helikopter sambil memegang telefon bimbit?Lelaki tampan tadi akan dianggap sebagi dewa yang berkuasa!!Itulah yang terjadi kepada orang-orang Hindu.Mereka sebenarnya menyembah raja-raja purba yang digambarkan melalui kitab-kitab purba mereka seperti Ramayana dan Mahabharata,Veda serta Upanishad.Sudah tentu cucu-cicit keturunan Nabi Nuh yang menurunkan bangsa-bangsa moden selepas itu yang menceritakan kisah-kisah ajaib nenek moyang mereka yang menaiki pesawat terbang,komputer,reaktor nuklear dan kereta mewah seperti Mercedes Sport dan Ferrari!FIKIR-FIKIRKAN….tidak rugi kita meluangkan masa sejenak untuk berfikir asal-usul kita.

———————————————————-

akan datang dalam siri Alter Terahsia Bangsa Melayu…

-Siapakah Keturah?
-Melayu dikalangan anak-anak Keturah
-Melayu dikalangan cucu cicit Nuh bangsa penakluk dan raja-raja agung
-Menjejak asal-usul raja-raja Melayu sehingga Cyrus The Great
-Cura si Manjakini bukti warisan Darius Emperor Parsi
-Negarakota Melayu di era Ur,Kish dan Uruk
-Hubungan Melayu dan Yahudi di era peperangan bangsa Sumeria
-’Bangsa Gunung’
-Pengembaraan ke Timur Jauh
-Perjalanan melalui jalan darat
-Jalan Sutera dan Kapak dari Asia Tengah
-Epik pengembaraan di padang pasir dan salju dingin
-Kenangan kehidupan silam di pergunungan Himalaya dan perkampungan Tibet yang damai
-Perjalanan melalui jalan laut
-Bahtera dan ilmu pelayaran bangsa misteri
-Astronomi dan rahsia bintang-bintang
-Bodhidharma,Dharmakirti,Sakyakirti dan pendeta-pendeta Melayu lainnya
-1000 rahib,sami dan arahat di Bukit Suci
-Misteri bangsa terahsia
-Siapakah dia Malai?
-Bumi Mala
-The Promised Land
-Tempat menyimpan rahsia
-Kunci-kunci rahsia
-Cucu-cicit Nabi

Sumber>>http://mistisfiles.blogspot.com

Oleh: cahayapelangi | September 18, 2010

Ucapan Pembukaan oleh Hermit tentang bangsa Melayu

Ucapan Pembukaan oleh Hermit

Ini adalah kata-kata pembukaan oleh Hermit,3rd Order dalam Mistis Organization bagi mengalu-alukan siri Alter Terahsia Bangsa Melayu V2.0

Siri Alter Terahsia Bangsa Melayu akan dibahagikan kepada 4 hingga 5 bahagian.Setiap bahagian akan menceritakan petunjuk-petunjuk berbeza disamping pada masa yang sama,mempunyai kaitan antara satu sama lain.Setiap bahagian terdiri daripada susunan tema-tema tertentu yang setiap satunya memerlukan petunjuk-petunjuk tadi untuk memimpin pembaca ke arah ‘gua rahsia’.Setiap petunjuk seakan-akan ‘puzzles’ yang amat sukar untuk difahami atau diselesaikan,sejak sejarah bangsa Melayu cuba untuk digelapkan dan dikelirukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Perlu juga dinyatakan di sini,apa yang dipaparkan bukanlah bertujuan untuk memaksa anda percaya 100% terhadap apa yang ditulis, tetapi lebih kepada mengajak anda berfikir dengan mendalam. Semua misteri yang terjadi ibarat satu ‘jigsaw puzzle’ yang berselerakan. Apa yang dilakukan kami ialah memberikan anda kepingan-kepingan ‘jigsaw puzzle’ ini. Kami sekadar ingin anda bersama-sama kami mencantumkan kepingan-kepingan ‘jigsaw puzzle’ tersebut. Mana yang salah akan dibuang dan mana yang betul sahaja akan memberikan satu gambaran kepada semua atau sebahagian persoalan.

Pemikiran yang positif dan menghormati sesama manusia adalah amat-amat digalakkan di dalam menghayati siri Alter Terahsia Bangsa Melayu ini.Namun tidak dinafikan,kebenaran itu adalah sesuatu yang pahit untuk ditelan.Kebenaran akan tiba jika fikiran dapat membaca segala situasi yang berlaku,sama ada bersifat konspirasi atau realiti.Pemikiran yang rasis akan menidakkan kebenaran dan pencapaian bangsa yang lain.Pemikiran yang ‘inferior’ adalah hasil dari sejarah bangsa yang berjaya digelapkan oleh tangan-tangan tersembunyi.Pemikiran yang pesimis hanya membuatkan pemikirnya kaku dan beku,juga boleh membekukan yang lain.Pemikir yang malas berfikir,hanya menerima sejarah yang ada,tidak kira sejarah realiti mahupun sejarah yang telah digelapkan,hasilnya sejarah baginya adalah susunan kronologi yang cacamarba dan tidak ketahuan punca;memimpin pemikirnya kepada perasaan ‘inferior’ yang kronik dan pesimis yang sadis.

Selagi kebenaran tidak mampu difahami,MANUSIA MENJADI MUSUH KEPADA APA YANG TIDAK DIKETAHUINYA.

-M.O

Salam sejahtera,

Syukur kepada Tuhan Yang Esa,kerana sekali lagi siri Alter Terahsia Bangsa Melayu dapat menemui para pembaca MistisFiles.Suatu ketika,hubungan dengan Lodgekeeper terputus begitu sahaja dan maklumat berharga darinya tidak dapat diakses.Namun,kesabaran dan keyakinan yang kuat adalah kunci sebenar kepada pengetahuan yang berharga.Jika bukan Lodgekeeper,pasti ada anak bangsa yang lain,yang mampu membaca segala konspirasi dan pengkhianatan ke atas sejarah agung bangsa Melayu.Telah terlampau lama kita didodoikan dengan kisah persejarahan yang memenatkan dan menyedihkan sehingga kini masih ada,malah memang ada dan terlampau ramai pula,dari kalangan Melayu sendiri yang teramat ‘merendah diri’ dengan sejarah bangsanya,menganggap bangsanya pemalas,bodoh,tidak kreatif dan kurang daya tahan,seolah-olah itulah kesimpulan akhir dari pemerhatian dirinya sebagai orang Melayu terhadap bangsanya sendiri,juga terikut-ikut rentak gendang yang dimainkan oleh orang lain yang dengki dan tidak berpuashati dengan bangsanya.Jika benar apa yang disangkakan oleh sesetengah orang Melayu ini,bagaimana bangsanya yang pemalas,bodoh,lemah dan kurang berfikir ini boleh wujud di muka bumi yang penuh persaingan ini dan bagaimana diri mereka mampu mengaku Melayu ketika ini di bumi bertuah ini?

Sesungguhnya perasaan ‘inferor’ sesetengah orang Melayu adalah kerana keputusan dari tumbesaran mereka di dalam arus sejarah yang majoritinya bernadakan kesedihan dan kemunduran umat Melayu.Jika kita membuka buku sejarah tempatan,atau lebih tepat buku teks Sejarah sekolah menengah yang diajarkan kepada anak-anak kita,hanya tidak sampai 30 peratus kisah kejayaan orang Melayu dipaparkan,ya anda sudah dapat membayangkan pada topik yang mana.Hanya bab Kesultanan Melayu Melaka sahaja dapat membangkit semangat orang-orang Melayu yang ‘inferior’ ini.Sebelum itu ada juga diceritakan kerajaan-kerajaan purba lain tetapi dengan fakta amat rapuh dan teramatlah sedikit,seolah-olah tidak penting.Sebelum itu lagi,adalah kisah orang-orang gua;Paleolitik,Neolitik,Mesolitik dan litik-litik yang lain,seolah-olah orang-orang gua di Tanah Melayu ini tiba-tiba berjaya menjadi Bendahara,Temenggung,Laksamana dan Syahbandar Empayar Melayu Melaka!!Orang-orang gua di Tanah Melayu yang berpindah-randah,mengamalkan cara hidup sara diri,hanya mampu membuat alat-alat membajak tanah,memburu binatang dan zasss!!!Tiba-tiba bertukar menjadi sultan-sultan Melaka,mampu membina pelabuhan antarabangsa yang mewah,mampu membina kapal-kapal sama ada untuk perdagangan atau peperangan,mampu menghantar utusan diplomatik dari jiran-jiran sekeliling seperti di Tanah Jawa sehinggalah ke Negeri China,Rom dan Parsi.

Apa yang dibuat oleh ahli sejarah negara kita di dalam bumi bertuah ini??

Adakah mereka duduk termenung di dalam bilik pejabat berhawa dingin?Atau minum-minum di kedai-kedai mamak di waktu awal pagi,pukul 10 pagi,makan tengahari dan kemudian balik rumah sambil melupakan sejarah bangsa sendiri?Adakah waktu mereka dihabiskan untuk membaca bahan sejarah yang ditulis oleh R.O Winsted,Raffles dan seangkatan dengan mereka?Siapakah Stamford Raffles itu?Beliau adalah ahli Freemason peringkat tertinggi dan ditahbiskan sebagai anggota pertubuhan syaitan itu pada 5 Julai 1813 di Lodge De Vriendschap,Surabaya.Apa yang ahli sejarah tanahair buat di dalam pejabat-pejabat mereka?Adakah di dalam tempurung minda mereka itu masih memikirkan bahawa Pulau Pinang dibuka oleh Francis Light?Damn!Bangsa yang tidak memiliki sejarah masa lalu adalah bangsa yang tidak punya cerita masa depan.Bangsa-bangsa lain berusaha menuliskan sejarah bangsa sendiri,memelihara tempat-tempat warisan sejarah mereka;mereka sanggup menghabiskan berjuta-juta dolar hanya untuk memastikan sejarah bangsa mereka terpelihara misalnya kerajaan Sweden sanggup menaikkan kapal perang kuno Vasa yang tenggelam di Laut Baltik pada tahun 1628 untuk dipamerkan di muzium supaya anak cucu meraka dapat melihat betapa nenek moyang mereka mampu membina kapal perang hebat itu.


Tetapi di manakah wang negara dihabiskan?Kononnya lebih baik wang digunakan untuk membantu rakyat marhaen dari memelihara tapak-tapak bersejarah,tetapi sebaliknya wang rakyat digunakan untuk membina projek-projek mega yang membazir yang akhirnya bukan orang Melayu yang memiliki projek-projek mega itu;contoh yang paling hampir di batang hidung Melayu ialah Iskandar Malaysia.Hakikatnya bangsa Melayu kini tidak mampu menghayati sejarah bangsa dan hilang semangat patrotik.Bermula dari atas,para pemimpin Elit Melayu yang majoritinya berpendidikan Barat tidak mampu mengangkat akal fikiran dan hujah bila berdebat tentang sejarah bangsa sendiri.Mereka terlalu lemah berhadapan dengan sejarah;menunjukkan penyakit buta sejarah juga berjangkit kepada para Elit Melayu ini.Tidak seperti membincangkan hal pilihanraya,kuasa,projek-projek mega,kontrak dan sebagainya,apabila ditunjal sedikit tentang sejarah yang sudah jelas menjadi haknya,mereka terhuyung-hayang dan gayat dengan bangsa asing.Contohnya kes Pulau Batu Putih,ya memang Malaysia khasnya orang Melayu sudah berputih mata,tetapi eloknya dikaji mengapa tiada seorang pun ahli sejarah yang bijak pandai di negara ini mampu menghalang wilayah sendiri jatuh ke tangan asing. ANDA SUDAH NAMPAK KEPENTINGAN SEJARAH?Lihat,bangsa asing sanggup mendidik dan menyekolahkan anak bangsa mereka di dalam bidang sejarah bersungguh-sungguh kerana kelak BUKAN PARA NEGARAWAN ATAU JENERAL TENTERA YANG MENGAMBIL ALIH WILAYAH NEGARA LAIN,TETAPI PAKAR-PAKAR SEJARAH.Ini adalah trend penjajahan masa kini.

Di manakah dokumen yang mengatakan dengan jelas Pulau Batu Puteh adalah hak Johor?Mengapa disenyapkan dokumen berharga itu?Mengapa para hakim luar negara berasa hairan pasukan Malaysia menyerahkan gambar Pulau Batu Puteh yang sebenarnya di ambil dari sebuah blog (copy paste @ download)??Padahal pasukan Singapura bertungkus lumus mengupah jurugambar profesional mengambil gambar ‘real’ malahan menggunakan kemahiran teknik fotografinya sekali (mungkin menggunakan photoshop dan ‘superimpose’) bagi membuatkan seolah-olah Pulau Pedra Branca (nama pulau itu pada sebutan Singapura) lebih dekat dengan Singapura.Betapa sambil lewanya mereka yang berkenaan dalam mempertahankan wilayah sendiri.Dan apabila kalah,sanggup pula mengatakan keputusan hakim itu adalah paling adil atau ‘win-win situation’ (difahamkan kata-kata ini lebih bersifat menyedapkan hati yang duka lara) padahal negara hanya layak mendapatkan terumbu batu yang bila air pasang terhapus terus dari pandangan (laksana biskut chipsmore-kejap ade kejap takde) sebaliknya orang lain pulang dengan gembira sambil menjinjing buah tangan Pulau Batu Puteh yang dapat dibina sebuah rumah api di atasnya!Mungkin mereka berkata,ala…tanah sekangkang kera itu pun nak berkira.Hei,orang asing bermati-matian mendapatkan sejengkal tanah orang-orang Melayu tetapi orang Melayu lebih gemar mengenyangkan perut sendiri daripada melihat maruah bangsa terbela.Jika kita lihat di Pulau Pisang juga sama.Orang luar sanggup bersusah payah membina rumah api di pulau-pulau Melayu dengan harapan merekalah nanti diiktiraf sebagai Tuan Punya pulau tersebut.Sifat orang Melayu yang suka membiarkan tanah sendiri semak samun dan sanggup bekerja di kilang-kilang berjangkit kepada para Elit Melayu.Alangkah baiknya mereka memantau setiap pulau di Malaysia dan membina rumah-rumah api atau apa saja supaya menjadi tanda pulau tersebut ada tuannya.Ini tidak,24 jam memikirkan apakah lagi cara untuk menipu bangsanya sendiri bagi mengangkatnya sebagai pemimpin politik,tidak kira hujah-hujah pembangunan yang sudah basi hinggalah alasan-alasan agama,juga mahu dipermainkan sesuka hati demi sekelumit pangkat dan jawatan.Tragedi ini samalah seperti orang Melayu yang dikurniakan anak,tetapi anak tersebut dibiarkan tiak terbela,kemudian orang asing datang mencubit-cubit pipi anak kita sambil membelikan permainan dan gula-gula.Kemudian kita membiarkan anak kita tinggal dengan orang asing dan dibesarkan oleh orang asing tadi.Apabila besar panjang dan anak kita tadi sudah bekerja dan berjawatan besar,barulah terhegeh-hegeh datang ke rumah orang asing tadi supaya diserahkan kembali anak kita itu.Apa kata orang asing tadi??Of course,NO WAY!!

Orang lain yang merampas tanah,orang lain yang dijadikan hakim,dan akhirnya orang lain yang dapat tanah…

Bidang-bidang yang dikejar oleh anak muda Melayu yang pandai-pandai biasanya sains,kejuruteraan,guaman,IT,perubatan,bidang kemahiran dan teknikal dan lain-lain tetapi berapa kerat anak Melayu yang dilatih menjadi ahli sejarah yang kritis dan dinamis (bukan menjadi pak turut Barat)?Penglibatan anak Melayu dalam bidang sejarah amatlah menyedihkan dan ini terbukti bahawa pakar sejarah Malaysia yang popular adalah berbangsa Cina dan mendapat gelaran profesor pula!Bukanlah hendak berpandangan negatif malah cukup bagus ramai bukan Melayu berminat mendalami sejarah negara sendiri dan menjadi lebih patriotik tetapi apa petandanya kepada orang-orang Melayu?MALAH KAUM LAIN YANG TINGGAL BERSAMA-SAMA MELAYU JUGA AMAT CINTAKAN WARISAN SEJARAH MALAYSIA dan berusaha belajar sejarah Malaysia dari buku teks Tingkatan Lima sehingga berjaya mendapat PhD dalam bidang sejarah di kala anak-anak Melayu lain terkial-kial menghafal nama-nama tokoh kemerdekaan lantas menghempas buku sejarah dan mengeluh sambil memikirkan betapa bosannya ilmu sejarah itu.


Sampaikan orang lain mereka-reka cerita mengatakan pahlawan mereka sendiri iaitu Hang Tuah,Hang Jebat dan lain-lainnya adalah keturunan Cina,maka sebilangan orang Melayu sudah begitu cepat menghidap demam kekeliruan dan mula mempercayainya padahal sebutan ‘Hang’ itu adalah gelaran kepada para pahlawan tersebut.Agaknya jika Hang Tuah berada di zaman kita dan berjumpa dengan Tan Sri-Tan Sri Melayu maka Hang Tuah juga mungkin mengatakan ini semua orang-orang Cina dari keluarga Tan,padahal itu semua adalah gelaran-gelaran sahaja.Adakah Hang Tuah sebenarnya bernama Hang Too Ah?Of course not!Ini semua adalah pemikiran bingung lagi membingungkan.Semuanya tidak habis-habis mahu mengusik perasaan orang Melayu,penduduk pribumi The Land of The East ini.


Ada pula orang-orang lain yang berusaha mengatakan orang-orang Melayu bukan pribumi dan juga golongan pendatang sama ada dari Yunnan atau dari lain tempat.Mereka bermurah hati pula mempertahankan Orang Asli dan Jakun yang sekian lama hidup dengan orang-orang Melayu beribu tahun yang silam dengan mengatakan kaum-kaum inilah yang layak dikatakan pribumi.Sebenarnya situasi yang sama akan menimpa Orang Asli dan Jakun jika mereka berada di posisi orang-orang Melayu dan orang Melayu pula tinggal di lereng-lerang bukit atau di dalam hutan.Bayangkan Orang Asli dan Jakun ini memegang politik Malaysia dan mempunyai raja-raja.Orang-orang ‘gila’ ini sudah pasti akan menukar pernyataan mereka dengan mengatakan Orang Asli atau Jakun ini adalah kaum pendatang dari Afrika atau Kepulauan Pasifik.Dan dengan murah hati,mereka akan membela orang-orang Melayu yang duduk di bukit-bukit tadi.SEBENARNYA MEREKA INGINKAN TANAH AIR MALAYSIA INI DAN KALAU BOLEH MAHU MENGHALAU BUKAN SAHAJA MELAYU MALAH PRIBUMI-PRIBUMI YANG LAIN.


Sesungguhnya Orang Asli,Jakun,Senoi,Temiar dan lain-lain mempunyai hubungan rapat dengan orang-orang Melayu laksana adik beradik.Sudah beribu-ribu tahun mereka tinggal serumah dengan bangsa Melayu,malah bangsa Melayu walaupun mempunyai empayar dan kerajaan tidak pula menjalankan ‘massacre’ atau membakar perkampungan pribumi yang lain.Mereka menghormati sesama sendiri,bukan seperti sesetengah pihak lain yang begitu tamakkan Tanah Melayu ini sanggup membunuh orang Melayu dan membakar kediaman mereka.Jika hendak mengatakan orang Melayu pendatang sekali pun,ini berlaku beribu-ribu tahun dahulu dan secara automatik tidaklah dikatakan pendatang kerana sememangnya majoriti bangsa-bangsa ketika itu masih menjalankan kehidupan secara nomad hatta orang-orang ‘gila’ ini juga mungkin berketurunan Monggol atau Xiong Nu yang berpindah randah.Sejarah bangsa Melayu di The Land of The East ini melangkaui beribu tahun sehingga mencapai era anak-anak Nabi Nuh a.s,Banjir Besar dan penaklukan Nineveh oleh Babilon,Media dan Parsi.Bukan setakat sejarah penubuhan negeri-negeri Selat,sejarah perlombongan bijih timah atau pembukaan Singapura.


Sebenarnya bangsa Melayu telah hidup di The Land of The East begitu lama.Mahukah Orang Asli berpisah dengan adik beradik mereka yang menjaga mereka sejak beribu tahun ini?Orang Melayu dan Orang Asli adalah dari rumpun yang sama,istilahnya Malayo-Polynesian.Malah kaum-kaum pribumi di Kepulauan Pasifik,Hawaii atau kaum Maori sekalipun mengaku nenek moyang mereka adalah berasal dari para pelaut Melayu yang gigih berlayar.Bahasa orang Melayu dan Orang Asli juga dikelompok dalam bahasa yang sama iaitu Austronesian.Mengapa orang-orang asing yang buta sejarah dan antropologi ini masih berdegil mahu memisahkan adik-beradik di Bumi Mala ini??MELAYU ADALAH SATU BANGSA YANG BESAR.Di dalamnya terdapat beratus-ratus etnik dan bahasa.Bangsa Melayu sebenarnya antara bangsa asas dan bangsa utama sebelum dan selepas peristiwa Banjir Besar.Mengapa para pengembara Eropah memanggil gugusan kepulauan di garisan Khatulistiwa ini yang jumlahnya beratus-ratus dengan Malay Archipelago yang mengandungi lapan buah laut termasuk Sulu dan Celebes,merupakan SISTEM KEPULAUAN TERBESAR DI DUNIA serta menganjur dari kira-kira 20° utara garis lintang ke kira-kira 10° selatan garis lintang. Ia terdiri daripada New Guinea,pulau kedua terbesar di dunia;pulau-pulau Filipina;Kepulauan Sunda,yang mana termasuk Sumatera,Jawa,Sulawesi,Borneo,Bali,dan Timor; the Moluccas (Maluku);dan beratus-ratus lagi pulau-pulau kecil.New Guinea, Borneo, and Sumatera adalah tiga daripada 6 pulau terbesar dunia dan Jawa adalah pulau yang paling padat penduduknya di dunia.Kawasan yang dinamakan Malay Archipelago ini berkeluasan 2.8 juta meter persegi (kira-kira 1.1 juta batu persegi)!!!

Sistem pulau terbesar di dunia diabadikan dengan nama bangsa misteri ini dan ini menunjukkan hubungan bangsa ini dengan laut adalah amat rapat.Tidak hairanlah King Solomon (Nabi Sulaiman a.s) mengimport emas dari sini dan para Firaun mengimport rempah ratus dan kapur barus dari Nusantara beribu tahun dahulu.Adakah bangsa yang terkenal dengan laut,kapal-kapal,perdagangan dan pulau-pulau masih difikirkan tinggal di ceruk-ceruk hutan menganyam atap rumbia atau melukis gambar monyet di dinding-dinding gua?


Juga,mengapa orang-orang Eropah ini menggelar tanah semenanjung yang menganjur dari Thailand dan Myanmar hingga ke Selat Teberau ini MALAY PENINSULAR setaraf dengan Italian Peninsular?THE LAND OF THE EAST ADALAH BUMI ORANG-ORANG MELAYU dan ini tidak boleh disangkal langsung oleh orang-orang Barat.Mengapa?Mengapa sejarah lain orang-orang Melayu seperti kerajaan-kerajaan purba,pencapaian Melayu dalam perdagangan,kemahiran Melayu membina kota-kota dan istana batu yang hebat-hebat dapat dipadamkan dengan jayanya?Tetapi bab nama kepulauan dan semenanjung,orang-orang Barat tidak mampu menulis satu peta pun atau satu manuskrip sejarah pun untuk menamakan semenanjung Tanah Melayu ini sebagai ‘Thai Peninsular’ atau ‘Indochina Peninsular’ atau ‘Polynesian Peninsular’.

Mengapa orang-orang Barat ini tidak menamakan Malay Archipelago ini dengan Austronesian Archipelago atau Polynesian Archipelago atau misalnya West Pasific Archipelago?Mengapa? INI KERANA NAMA DI MANA ORANG-ORANG MELAYU TINGGAL INI (HOMELAND) TELAH TERCATAT SEJAK BERIBU TAHUN DAHULU DARI MANUSKRIP-MANUSKRIP MESIR PURBA,KERAJAAN JUDEA (YAHUDI),ASSYRIA,BABILON,ARAB,PARSI SERTA CATATAN-CATATAN PARA PENGEMBARA EROPAH,sebahagiannya tersimpan di Perpustakaan Nineveh yang musnah pada tahun 612 sebelum Masihi,juga di Perpustakaan Iskandariah yang masyhur itu,Perpustakaan Baghdad,Arkib purba Maharaja China dan arkib-arkib seluruh dunia termasuk simpanan raja-raja Perancis,Sweden,Belanda,Inggeris,Vatikan dan juga terdapat di Perpustakaan kota Ayutthaya yang musnah semasa serangan Burma pada tahun 1767.

Jika mereka melukis peta yang menamakan semenanjung Tanah Melayu dan kepulauannya dengan nama lain maka peta itu tidak akan diiktiraf oleh pakar-pakar peta Eropah yang lain dan pelukis peta tadi akan diragui kelayakan dan pengetahuan sejarahnya.Mungkin pelukis peta itu tadi diminta belajar kembali di akademi pemetaan atau diarahkan bertanya para pengembara,pedagang dan pelayar Eropah yang berpengalaman.JIka mereka berdegil juga mengeluarkan peta yang menafikan nama Melayu ini,maka sudah pasti peta-peta purba dalam simpanan pelbagai kerajaan dunia kelak akan keluar satu persatu menafikan pembohongan ini.Mereka boleh mencari dan menyembunyikan segala khazanah kesusasteraan,kitab-kitab,peta-peta dan surat-surat bangsa Melayu ketika menjajah Tanah Melayu juga pulau-pulau Indonesia (rujuk dalam kisah Munsyi Abdullah yang mencatatkan di zamannya masih rancak para wakil Inggeris membeli dan mencari manuskrip dan kitab-kitab purba dari orang-orang kampung),tetapi bagaimana bukti dari tempat-tempat lain?Jenuhlah mereka mahu berkeliling seluruh dunia mencari peta-peta yang bertuliskan nama Melayu untuk disembunyikan atau dihapuskan.INI MENUNJUKKAN BANGSA MELAYU MEMANG TELAH LAMA MEMBINA EMPAYAR-EMPAYAR YANG MAMPU MENGHANTAR DELEGASI-DELEGASI KE LUAR NEGARA.

Mereka terpaksa mengakui bahawa The Land of The East ini berserta pulau-pulaunya adalah ‘homeland’ bangsa Melayu yang di dalamnya bertebaran etnik-etnik seperti Jawa,Banjar,Minangkabau,Batak,Sunda,Bugis,suku-suku kaum di semenanjung termasuk pribumi Asli seperti Jakun dan Temiar,juga The Lost Tribe of Malay yang dilupakan iaitu bangsa Siam (bukan Thai;ada beza di situ).

Orang yang pesimis akan mengatakan semua ini karut dan dongengan.Mereka masih berdegil mahu memikirkan orang-orang Melayu dari dahulu tinggal di ceruk-ceruk hutan membina pondok kayu beratap nipah sahaja.Orang yang berfikir akan mengkaji dan mengkaji.

Seperti yang telah disentuh d dalam siri Li Bloodline yang lalu,kedatangan Inggeris ke Tanah Melayu membawa misi teramat penting,kekayaan dan tanah adalah sebab kedua dan ketiga tetapi agama dan bangsa adalah sebab utama.Namun sebab-sebab agamalah yang menjadi tujuan utama kerana jika semua umat Melayu beragama Buddha atau Kristian,Inggeris tidak akan tergopoh-gapah diarah oleh The Hidden Hand untuk menjajah umat Melayu (di bahagian kepulauan,diserahkan kepada Belanda).Inggeris adalah pangkalan terbesar The Hidden Hand dan ‘Coat of Arms’ diraja Inggeris juga melambangkan ciri-ciri Kabbalah Yahudi dan segala kepercayaan karut mereka.Bermula dengan pendaratan Francis Light di Pulau Pinang,Perjanjian Pangkor hinggalah kemerdekaan Tanah Melayu,hampir 200 tahun adalah cukup untuk Inggeris dan sekutu-sekutunya memusnahkan kota-kota purba,tembok-tembok,masjid-masjid,istana-istana dan kesan-kesan sejarah yang lain,juga cukup untuk wakil-wakil Inggeris sama ada dari kalangan mereka mahupun anjing-anjing dari kalangan Melayu sendiri untuk mengumpulkan segala khazanah kesusasteraan yang tidak ternilai;kitab-kitab ilmu,peta-peta,surat-surat,manuskrip undang-undang,inskripsi,bahan sastera (puisi dan hikayat) serta watikah-watikah diraja,semuanya dimuatkan di dalam kapal-kapal besar untuk dibawa ke Eropah sepanjang tempoh penjajahan Inggeris itu dari pendaratan Francis Light 1786 hinggalah kemerdekaan 1957.


Kita sudah tentu pernah mendengar kisah kapal The Fame yang membawa khazanah persuratan Melayu yang tidak ternilai harganya,dikatakan terbakar dan tenggelam di tengah perjalanan.Padahal segala khazanah persuratan Melayu bertebaran di seluruh muzium-muzium dan universiti-universiti Eropah dan para pengkaji sejarah tempatan menganggarkan segala khazanah ini mencakupi beratus-ratus hingga beribu-ribu manuskrip,tidak termasuk khazanah Melayu dari Indonesia yang dicuri oleh Belanda.Soalannya,

Mengapakah Inggeris tidak membakar atau memusnahkan terus segala khazanah Melayu itu?

Mereka boleh meratakan kota A Famosa sehingga tinggal pintu gerbangnya sahaja (mengapa mereka tergopoh-gapah memusnahkan kota ini?),memusnahkan istana-istana purba kerajaan Melayu silam,kota-kota dan bangunan-bangunan sehingga ramai orang Melayu merasakan bangsa mereka hanya layak membina pondok buruk beratap nipah.

Berapa besar istana kota Melaka?Berapa lama Portugis membedil Kota Melaka?Apa maksud kota?Adakah sekadar kubu-kubu timbunan tanah dan daun-daun pisang sahaja?Jika Melaka hanya bertembokkan batang pisang dan pancang-pancang kayu,mengapa Portugis terpaksa merasuah para pedagang dan askar upahan Melaka?Mengapa armada tentera laut Melaka meninggalkan pelabuhan pada hari serangan Portugis??Jika istana Melaka bertembokkan daun-daun nipah kering,mengapa Alfonso De Albuquerqe terpaksa membawa kapal terhebatnya Flor De la Mar dan armada tentera laut Portugis untuk menyerang kota Melaka dan pelabuhannya yang lebih hebat dan mewah dari Port Royal dan Tortuga di era Pirates of Caribbean?Mengapa selepas mendapat Melaka,Belanda dan Inggeris tergopoh-gapah memusnahkan kota Melaka?Walhal mereka senang-senang mendapat satu kota yang hebat dan kukuh.Apa motif mereka? SEBENARNYA KOTA MELAKA TELAH ADA SEBELUM KEDATANGAN PORTUGIS,SIAP DENGAN TEMBOK-TEMBOK BATU YANG KUKUH DAN TERMINAL-TERMINAL MERIAM YANG STRATEGIK.ISTANA MELAKA BUKANLAH SERATUS-PERATUS DARI PAPAN DAN KAYU.Portugis hanya menambah bahagian-bahagian kota yang sedia ada,atau membaiki bahagian-bahagian tembok yang rosak akibat dibedil mereka ketika mahu menakluk Melaka.Tidak keterlaluan jika binaan pintu gerbang A Famosa itu sahajalah yang dibina oleh Portugis menggantikan pintu gerbang Kota Melaka.

Mengapa mereka tidak membuat perkara yang sama ke atas segala khazanah persuratan dan kesusateraan Melayu ini?Biar…biar orang Melayu tidak tahu bangsa mereka adalah bangsa yang gemarkan ilmu pengetahuan.Biar…biar orang Melayu kelak merasa lebih ‘inferior’ dan hilang jati diri.Biar..biar… bangsa ini hilang segala sejarahnya…hilang segala maruahnya…dan hilang segala warisannya.MENGAPA TIDAK DEMIKIAN WAHAI INGGERIS??

Sebenarnya,bangsa-bangsa Eropah adalah orang yang menghargai khazanah pengetahuan intelek.Bangsa Eropah adalah bangsa yang menghargai sejarah,walaupun sejarah orang lain.MEREKA TIDAK SAMPAI HATI MEMBIARKAN SEGALA KHAZANAH MELAYU INI DIMUSNAHKAN.Lebih baik mereka menjadikan segala khazanah Melayu ini bahan perdagangan dan perniagaan dari membakarnya.LIHAT BETAPA BERNILAINYA SEGALA MANUSKRIP PURBA MELAYU YANG DIBERI ATAU DIJUAL OLEH ORANG-ORANG KAMPUNG MELAYU YANG BUTA SEJARAH DAN ALPA WARISAN MEREKA SENDIRI,termasuk para kerabat diraja yang mengampu Inggeris untuk menyokong mereka berperang sesama sendiri.

Cagarannya…manuskrip purba Melayu.Segala persuratan Melayu ini teramat bernilai buat mereka sebagai bangsa penjajah dan sehingga kini ia disimpan di akademi-akademi ilmu pengetahuan seluruh Eropah.Mereka meneliti,mengkaji dan memelihara segala penulisan sastera orang Melayu ini dengan penuh kasih sayang.Mereka sanggup belajar segala tulisan Melayu purba termasuk tulisan Rencong,Kawi dan Jawi sendiri semata-mata mahu menyelami hasrat hati dan kekayaan jiwa bangsa yang dijajah mereka.YANG MENJUALNYA ADALAH PARA IMPERIALIS YANG TAMAK,YANG MEMBELINYA ADALAH PARA ILMUAN EROPAH YANG CINTAKAN ILMU,KESENIAN DAN SEJARAH.Jika anda mengkaji dan mengembara ke seluruh Eropah untuk mencari segala khazanah Melayu ini,anda pasti terkejut segala khazanah persuratan Melayu ini terdapat di merata-rata muzium dan universiti Eropah,yang paling terkenal ialah di Belanda iaitu di universiti tertuanya di Leiden,yang diasaskan oleh William of Orange pada tahun 1575,malah di Perancis,Itali dan sudah pasti di England sendiri,sehingga menjangkau ke negara-negara Skandinavia seperti Sweden dan Denmark dan sejauh Rusia.

Para ilmuwan dan cendekiawan Eropah ini sedar para Imperalis mereka sebenarnya telah menjajah satu bangsa aneh yang amat kaya kesusasteraan mereka.Bangsa-bangsa Eropah ini bukan sahaja berusaha mempelajari segala khazanah ini malah mengajarkan segala hikmah dan rahsia bangsa Melayu kepada keturunan mereka.Adakah universiti di Malaysia terdapat satu jabatan mengkaji kesusasteraan Viking atau bangsa Frank misalnya?Adakah Universiti Malaya ada mewujudkan Jabatan Pengajian Kesusasteraan Rusia di salah satu disiplin pengajian mereka?Tetapi di Rusia misalnya,terdapat jabatan pengajian Melayu yang bukan sahaja mengkaji hikayat-hikayat Melayu malah mereka telah beberapa kali menerbitkan buku-buku,jurnal-jurnal dan dokumen-dokumen kajian Alam Melayu!!Pernahkah anda melihat tulisan paling tua Melayu,yang digunakan oleh para sasterawan Melayu purba beratus malah mungkin beribu tahun lama sebelum tulisan Jawi?Tulisan ini hanya dipanggil Aksara yang di dalam dunia ini tidak sampai 10 orang yang dapat memahaminya.DAN YANG MEMERANJATKAN TIDAK ADA SEORANG MELAYU PUN YANG FAHAM TULISAN INI!Pakar-pakar tulisan purba Aksara Melayu adalah dari kalangan orang Inggeris,Belanda dan Rusia.Mengapa terjadi perkara yang aneh dan menyedihkan ini?

Bangsa yang menghargai sejarah dan warisan sastera bangsanya adalah bangsa yang bersemangat dan kental jati dirinya.Ini penting. DAN INI RAHSIA MENGAPA BANGSA-BANGSA EROPAH,JUGA BANGSA YAHUDI MAJU DI DALAM SEGENAP LAPANGAN ILMU.Bangsa yang melupakan warisan dan sejarah bangsanya adalah bangsa yang keliru dan cacat jati dirinya.Contoh yang paling jelas adalah BAHASA.Para pemimpin Jepun dan Korea sanggup membawa penterjemah apabila mahu bertukar-tukar pendapat di mesyuarat-mesyuarat luar negara seperti di Majlis Keselamatan PBB misalnya padahal takkanlah mereka tidak tahu ‘sepatah haram’ pun perkataan Inggeris.Dua bangsa ini adalah peneraju industri dunia.Iran misalnya hanya menggunakan bahasa Inggeris sewaktu menyambut tetamu,tetapi di forum-forum yang dikendalikan mereka,bahasa Iran diutamakan dan para peserta terpaksa menggunakan penterjemah untuk memahami ucapan penceramah.Dan bangsa ini mampu membina teknologi nuklearnya sendiri tanpa perlu berlutut pada Barat.Tetapi apakah yang terjadi kepada bangsa Filipina yang menjadikan bahasa Inggeris,sebagai idola mereka?Pembelajaran Bahasa Inggeris mereka lebih baik dari sesetengah pemimpin Malaysia sendiri tetapi apakah yang terjadi kepada Filipina?Filipina cuma mampu mengeksport para pembantu rumah dan segelintir ahli ekonomi yang gagal.Sebab itulah para pejuang bahasa Melayu bermati-matian mempertahankan kedaulatan bahasa mereka sendiri (isu PPMSI misalnya).Tetapi malangnya,perjuangan mereka tenggelam oleh isu politik;sama ada pihak yang mengambil kesempatan atas mereka atau pihak lain yang mempolitikkan perjuangan mereka.Begitu malangnya bahasa sendiri di tangan para pemimpin yang buta sejarah dan buta nilai warisan sendiri.Padahal kaum-kaum lain sanggup mempertahankan sistem sekolah sendiri semata-mata mahu menyelamatkan bahasa dan budaya mereka tetapi para pemimpin Melayu senang-senang sahaja menurunkan tandatangan menafikan bahasa sendiri di dalam pendidikan negara seolah-olah bermain buah catur sahaja.

Kalau roboh kota Melaka,
Papan di Jawa saya dirikan;
Kalau sungguh bagai dikata,
Badan dan nyawa saya serahkan

Asal kapas menjadi benang,
Asal benang menjadi kain;
Barang yang lepas jangan dikenang,
Sudah menjadi hak orang lain.

Tudung periuk pandai menari,
Menari lagu putera mahkota;
Kain yang buruk berikan kami,
Buat menyapu si air mata.

Hermit
3rd Order
Mistis Organization
Area 13.

Sumber:>>http://mistisfiles.blogspot.com

Oleh: cahayapelangi | September 19, 2010

The House of Bani Jawi

Ibnu Athir.seorang sarjana sejarah yang hidup pada zaman pemerintahan Khilafah Abbasiah telah menuliskan  tentang satu kelompok bangsa yang berasal dari keturunan Nabi Ibrahim a.s.Ahli-ahli psikik dan pertubuhan kerohanian Eropah telah lama menuliskan satu bangsa misteri yang berasal dari Tamadun Lemuria dan Mu,yang tenggelam dan bahasa serta budayanya menyebar ke kawasan kepulauan di Lautan Pasifik dan Lautan Hindi. 

Siapakah dia Bani Jawi?Pelbagai hipotesis tentang kehadiran kelompok Aryan-Kamboja,raja-raja India,orang Cina,pedagang dan pendakwah Arab,pengembara Parsi,imperial Eropah dan bermacam-macam lagi kaum dan bangsa yang dikatakan adalah percampuran yang menghasilkan apa yang digelar sebagai ’orang Melayu’,namun mengapa segala bangsa ini menjadi MELAYU? 

Siapakah induk di Nusantara yang MEMELAYUKAN mereka? 

Mencari rahsia Kemelayuan ibarat bertarung dengan segala misteri dan rahsia yang telah bersebati dengan angin laut dan kabus pagi.Mencari rahsia Kemelayuan itu bagaikan mencari mutiara terpilih di dasar laut yang kelam di tengah malam di hari mendung pekat kegelapan. 

Jika takut dilambung ombak,jangan berumah di tepi pantai… 

Dari Batu Bersurat Talang Tua… 

Prasasti-prasasti Champa dan ukiran-ukiran pada Angkor Thom. 

Dari nisan-nisan sepi yang ditemani bunga kemboja mewangi… 

dari puing-puing loji melombong besi Kedah Tua… 

Maksud-maksud dari kitab Sulalatus Salatin… 

dari Chiang Mai Chronicles,Khmer Chronicles,Mon Chronicles…juga rahsia-rahsia tersembunyi di dalam inskripsi Prasat Khna as Sri Narapativiravarman,inskripsi Ta Praya,Inskripsi Prasat Trapan Run…. 

juga dokumen-dokumen sulit di dalam bilik kebal Istana Dinasti Chakri… 

Dari Kakawin Negarakertagama dan Pararaton… 

Dari ukiran kapal dan keris di Borobudur dan Prambanan 

Dari ukiran gadis berkebaya di dinding Angkor Wat… 

Dari bisik-bisikan para pelaut Bugis,Bajau dan Orang Laut… 

Dari gerbang istana Srivijaya,dari catatan I-Tsing dan Atisa pendeta dari Tibet… 

Catatan-catatan pengembara Arab seperti Mas’udi dan Dulaf… 

Dari Tok Batin di pedalaman yang menyimpan peta ke Kota Gelanggi yang terahsia… 

rahsia dari dalam Tasik Chini… 

Dan Hutan Belum yang penuh misteri…. 

dan pusaka Ayahanda Ibrahim hingga kepada Baginda Rasulullah s.a.w… 

Bagai sirih pulang ke gagang,pinang pulang ke tampuk 

MistisFiles dan Mistis Organization
Dengan kerjasama Srikandi

 

“The Last Queen of Malay History”
 

Kami dengan penuh sukacita 

Membawakan kepada anda,rahsia dari peti pusaka kepunyaan Melati dan Mala… 

ALTER TERAHSIA BANGSA MELAYU
Version 3.5 

“THE HOUSE OF BANI JAWI”

Menampilkan, 

Siri Artikel Pengiring: 

-Dilema Melayu dan Siam II
#Analisis dakwaan Teori Siam Islam
#Bayinnaung:Raja atau permaisuri?
#Percanggahan antara Naim Firdausi dan Anai-anai
#Tentera upahan Portugis dan India Muslim di Burma dan Ayutthaya:Pembohongan istilah Portugis Islam
#Rahsia keturunan Syarif Abu Bakar Syah
#Siapa sebenarnya Siam Islam?
#Asal-usul gelaran Nai,Long,Khun dan Luang
#Perbezaan antara Siam,Siam Asli dan Thai
#Perbezaan antara orang Siam Thai yang mencedok budaya Siam Asli dengan orang Siam Asli/Melayu
#Kecelaruan budaya dan bahasa pendokong Siam Islam
#Cabaran Srikandi kepada pendokong Siam Islam supaya menetapkan identiti kaum sendiri
#Dilema perkahwinan campur Melayu dengan kaum asing 

-Pelajaran Pertama:Belajar tentang apa itu Malayo-Polinesian dan Austronesian
#subtopik:Belajar apa itu Mon-Khmer dan Tai-Kadai 

-Pelajaran Kedua:Belajar tentang hubungan antara kaum di Asia Tenggara
#subtopik:Belajar tentang kerajaan-kerajaan purba Asia Tenggara,menampilkan Dvaravati,Lavo,Thaton,Kedah Tua,Gangga Negara,Champa,Majapahit,Ayutthaya,Kutai dll 

-Pelajaran Ketiga:Kedudukan geografi etnik-etnik Malayo-Polinesian 

-Pelajaran Keempat:Belajar tentang kelompok pribumi Asia Tenggara
#menampilkan topik khas tentang asal-usul Orang Asli
#Dua kelompok utama Orang Asli Malaysia:Malayan Aborigine dan Aslian Mon-Khmer 

-Ucapan Alu-aluan dari Hermit 

-Ucapan Alu-aluan Dari Srikandi 

Artikel Utama: 

“Marjaya Sriwijaya!” 

-Siapakah Srivijaya?
-Dari mana kita tahu tentang Srivijaya?
-Pelbagai hipotesis tentang Srivijaya
-Siapakah Maharaja Zabag?
-catatan Mas’udi
-Siapakah Sribhoja?
-Dari mana asal-usul Srivijaya? 

The Federation of Maritime Powers and Seaports 


-Srivijaya sebagai sebuah empayar
-Penakluk Segala Pelabuhan
-”Maharaja Seluruh Kepulauan”
-The Guardian of Malacca Straits
-Srivijaya sebagai pengasas hegemoni perdagangan
-Monopoli dan prestij Srivijaya
-Siapakah orang Bugis,Bajau Laut,Orang Laut dan Sulu?
-Profesion purba Bangsa Melayu
-’The Eastern Norsemen and Phoenicia’
-Dari Madagaskar sehingga ke Hawaii 

Maulimalaraja dan Sri Dharmaraja 

 

-Keturunan Srivijaya
-Sejarah bangsa Melayu di Indochina
-Bayangan salasilah Melayu di istana Angkor
-Siapa Suryavarman?
-Bahasa Melayu di istana Angkor?
-Siapa Raja-raja Mala (Malaraja)?
-Adityavarman,raja Minangkabau,atau raja Angkor?
-Hubungan kerabat diraja Melayu dan Khmer
-Hubungan Funan dan Chenla 

Kambojaraja dan KambuSri

  

 

 

  

-Sejarah Khmer dan Kemboja
-Kaitan orang Khmer dengan Mon
-Kaitan orang Mon dengan Melayu Kedah
-Bahasa Melayu Tua dan Mon Purba
-Adakah Mon itu berasal dari sukukaum Melayu?
-Raja-raja Mon dan Melayu
-Keharmonian kerajaan purba Melayu dan Mon 

The Sailendras 

  

-Apa itu dinasti Sailendra?
-Dari mana asal-usul Keluarga Diraja Sailendra?
-Mengapa dinasti Sailendra menuliskan prasasti dalam Bahasa Melayu?
-Borobudur dan kejuruteraan senibina Melayu Sailendra
-Sailendra dan Srivijaya
-Sailendra dan Indochina
-Sailendra dan Melayu 

The Srivijayan 

  

-Raja-raja Srivijaya
-Wau Bulan Teraju Tiga
-Dewa Laut
-Batu Bersurat Keduka Bukit
-Perjanjian Sang Sapurba dan Demang Lebar Daun
-”Srivichai”
-Hikayat Thai Purba tentang raja-raja Melayu Srivijaya
-Apakah yang berlaku kepada orang Melayu 500 tahun Sebelum Masehi? 

DynastyKetomala Court and Mahidhara

  

 

 

-Salasilah Suryavarman I dan II
-Siapakah Jayavarman II?
-Kaitan orang Khmer dengan Sailendra
-Kaitan raja-raja Khmer dan Mon dengan Melayu Srivijaya
-Siapa Samala dan Vimala?
-Kerajaan Dvaravati dan Pegu
-Kerajaan Gelanggi,Kedah Tua dan Gangga Negara
-Siapakah Temagi?Mon atau Thai?
-Siapakah Dewasura?Mon atau Thai?
-Siapakah yang dimaksudkan sebagai ’SIAM ASLI’ dalam kitab Sejarah Melayu?
-Orang Mon dan Negeri Reman 

Champapura and Langkasuka 

-Hubungan Kedah Tua dengan Langkasuka
-Hubungan Srivijaya dan Langkasuka
-Siapakah orang Cham?
-Orang Champa berbahasa apa?
-”Urang Chempa”
-Raja-raja Champa
-Che Bonga ‘The Red King’
-Syair Siti Zubaidah dan legenda Kembayat Negara
-Hubungan Champa dengan Chenla
-Hubungan Champa dengan Funan
-The Javanese and The Kelantanese
-Wayang kulit Jawa dan wayang kulit Kelantan
-Batik Jawa dan batik Kelantan
-Kerajaan Majapahit Timur
-Hubungan orang Aceh dengan orang Cham 

Empayar Chermin dan Majapahit Timur 

-Betara Majapahit Timur
-Siapa Raja Mandalika?
-Misteri Batu Bersurat Terengganu
-Pendakwah dari Champa,bukan dari China
-Kelantan Serambi Makkah
-Kaitan Wali Songo dengan sejarah Jawa dan Kelantan
-Po Khun RamaKhamkhaeng,Raja Sukhotai yang dibunuh oleh Ratu Tanah Serendah Sekebun Bunga 

Sinar Hidayah di Bumi yang Diberkati 

-Sejarah Wali Songo
-Pendakwah Champa
-Pendakwah Arab
-Pendakwah Parsi
-Rahsia Batu Bersurat Terengganu
-Raja Patani dan Champa yang memeluk Islam
-Raja Srivijaya yang memeluk Islam
-Darah Ahli Bait
-Merah Silu dan mimpi bertemu Rasulullah
-Sirih pulang ke gagang;bangsa misteri dan agama Allah 

…rahsia sampin dan songkok di dalam majlis ‘coronation’ para Mason,makna ’preah’ dan ‘prah’,warisan Raja Perahu dan Permaisuri Hati,rahsia tanjak dan sampin dalam upacara ritual para Mormon,lagi kod-kod yang dipecahkan dari hiroglif di Kuil Hatsehepsut,Keturunan Raja Gunung dan Darah Naga,lagi rahsia yang digali dari The Egyptian Book of The Dead tentang rahsia budaya mengawet mayat dan hubungannya dengan ’para dewa’ di Nusantara,lagi…lagi… 

dan banyak lagi….! 

Rahsia Kemelayuan itu ibarat pekat merah darah yang mengalir ngilu di dalam urat kesatria anak-anak bangsa.Mereka yang tidak mahu memahami Melayu adalah mereka yang buta dan tuli kepada sejarah satu bangsa yang hidup begitu bersebati di dunia sebelah sini…hidup dan mati mereka bergalang nyawa di tanah tumpah darah,nusantara… Alam Melayu warisan tradisi. 

Sejarah adalah warisan.Sejarah juga adalah sumber kuasa.Sesuatu bangsa itu akan pupus tidak bersisa sekiranya mengabaikan sejarah bangsanya.Bagaimana?Perlahan-lahan dia akan meninggalkan budaya,bahasa dan jatidiri bangsanya kerana terlalu memandang rendah sejarah bangsanya dan mengkagumi sejarah orang lain,bahasa dan budaya mereka.Nama bangsanya hanya akan tersisa di buku-buku sejarah dan pemeran muzium.Hilangnya kedaulatan sesuatu bangsa adalah sejauh mana bangsa itu kental jatidiri dan semangat untuk terus maju.Dan semua itu…bermula dari sejarah sebagai sumber kuasa yang tidak terkalahkan. 

Sejarah bukanlah sekadar bacaan hikayat dan nota-nota untuk lulus peperiksaan.SEJARAH ADALAH SUMBER KEKUATAN DAN ROH KEBANGKITAN.Satu cara untuk meruntuhkan estim diri dan jatidiri sesuatu bangsa,ialah menghapus,memperkosa dan merompak sejarah bangsanya.Bangsa yang diperkosa,dihapus atau dirompak sejarahnya…perlahan-lahan akan mengalami perasaan rendah diri dan akhirnya pupus dari peta sejarah dunia. 

Sejarah Melayu adalah warisan bangsanya.Orang Melayu tetap wujud kerana berdiri di atas paksi sejarahnya yang tetap dipelihara zaman-berzaman di tengah-tengah imperialisme dan peperangan.Ketika tamadun Maya pupus dari kelangsungan hidup,orang Melayu masih kekal wujud segala bahasa dan budayanya sehingga ke hari ini.Ketika orang Mon dan Pyu,perlahan-lahan pupus dari persaingan kehidupan dunia dan tidak bernegara,orang Melayu masih punya tanahair dan tanah pusaka.Ketika orang lain tidak punya raja-raja atau dihapuskan warisan berajanya,orang Melayu masih mengekalkan sistem monarkinya sejak beribu-ribu tahun lalu… 

Menjejak sejarah Melayu…adalah seindah menjejak namanya.Bagai mempelai cantik beradu,budaya dan bahasa Melayu tetap terlestari sejak zaman-berzaman,adalah titis keringat dan lelehan darah para pejuangnya… juga buah fikiran dan usaha para pemikirnya.Segala bangsa datang ke nusantara,mencari-cari apakah dia Melayu itu?Apakah keistimewaan Melayu itu? 

Sehingga semua bangsa cair menjadi Melayu…dan beranak cucu,mereka masih tercari-cari sehingga ke akhir hayat,masih tidak mampu menjawab segala misteri, 

Siapakah Melayu itu sebenarnya? 

Mari kita,sebagai pewaris warisan Kemelayuan,kita cantumkan sejarah ini yang pecah berkeping-keping,kerana pelbagai bangsa di dunia JUGA datang ke sini untuk mencari-cari makna KEMELAYUAN itu,bercampurgaul,berkahwin dan tinggal di sini…menjadi Melayu, 

Namun,masih mencari-cari dan akhirnya meninggalkan dunia ini tanpa menggapai apa-apa jawapan kepada misteri Kemelayuan dan menjawab pertanyaan, 

Mengapa aku mesti menjadi Melayu? 

disusun dan diterbitkan oleh, 

~Srikandi

  

“The Guardian of Malay Tabernacles” 

Sumber:>>http://mistisfiles.blogspot.com 

Oleh: cahayapelangi | September 22, 2010

Apa itu The Matrix

Pengenalan :

AKAN DATANG DI MistisFiles!!

Persoalan Matrix.

Apakah Matrix itu?Filem?Permainan video?Matematik?
Ketika filem The Matrix telah ditayangkan di pawagam-pawagam seluruh dunia sekitar tahun 1999, pelbagai penafsiran telah dibuat mengenainya
oleh pelbagai lapisan masyarakat. Setengah pihak teruja dengan kesan khas dan kecanggihan teknik penggambarannya, setengah pihak pula mengaitkannya dengan mindcontrol dan konspirasi. Ada yang kebingungan hingga ke saat ini, ada yang mula mendekatkan diri dengan Al-Quran dan ajaran Tasawuf.

Apa pun penafsirannya, persoalan Matrix (kata ‘Matrix’ diambil dari fenomena filemnya) adalah salah satu masalah penting dalam arkib MistisFiles, sehingga diwujudkan satu jabatan penyelidik khas untuknya. Rahsia The Matrix menjangkau beribu-ribu abad ke belakang, merangkumi masa kini dan era-era masa hadapan dalam pelbagai tulisan dari pelbagai kepercayaan, agama dan falsafah. Antara kandungan Fail The Matrix:

*Kepercayaan pelbagai agama

*Rahsia Matrix

*Dimensi dan Kuantum

*Pengetahuan Izazil tentang Matrix

*Terlihat atau Halimunan

*Jenis-jenis makhluk dalam tingkatan Matrix

*Matrix lebih tinggi

*Hubungan Dimensi dan Matrix

*Reinkarnasi dan kehidupan selepas kematian

*Falsafah esoterik Barat tentang Matrix

*Kajian kes: Micheal Topper

*The Source

*Merovingian

*The One

*Sentinel dan Zion

*Pengajian Tasawuf

*Sufism, Rosicrusian dan Necronomicon

*Singulariti

*Superstring

*Jin dan Syaitan

*Reptilian, Plaeidean dan entiti lainnya

*Teori Masa

*Hukum Graviti

*Teknologi Maya

*Ilusi Komputer

*Counter Strike dan Half-Life

*Para Hacker dan Nmap

*Port, Backdoor dan Trojan Horse

*Teori Mindcontrol

dan seterusnya…..

The Matrix bukan sekadar filem, terdapat maksud tersirat disebaliknya, melangkaui kepercayaan pelbagai agama khasnya Islam, dimana para orientalis banyak belajar dari falsafah Tasawuf (Sufism mengikut terminologi Barat) untuk mengetahui rahsia alam ini. Pengetahuan Matrix terbahagi kepada dua; dari Allah S.W.T kepada para malaikat seterusnya para Kekasih-Nya (khasnya Nabi Muhammad S.A.W) hingga kepada insan-insan beriman dan yang kedua, Izazil (Iblis) menurun kepada syaitan, Dajal dan seterusnya kepada Secret Societies. Izazil pula belajar tentang Matrix ketika dia menjadi Ketua Malaikat dari The Source, Allah Rabbul Izzati. Nabi Adam A.S pula setelah diciptakan turut belajar silibus Matrix dengan codename: ‘NAMA-NAMA’ (sila rujuk Al-Quran). The Matrix adalah kisah pencarian makhluk Tuhan bernama manusia kepada asal-usul dirinya, di mana sebenarnya dia berada, ke mana dia akan pergi dan kepada siapa dia akan kembali.

Peringatan the Matrik.

Artikel-artikel dalam masalah The Matrix kebanyakan diluar kotak pemikiran biasa.Anda sebagai pembaca tidaklah dipaksa untuk mempercayainya 100%.Jika ada bahagian yang anda rasa mengganggu ketenteraman anda,anda tidak digalakkan untuk meneruskannya.

Pemikiran atau idea di dalam artikel The Matrix adalah pemikiran yang dapat disimpulkan masa ini .Bermakna pengetahuan manusia terhenti di sini hanya yang diketahuinya saja.Bermaksud,idea di dalamnya bukanlah bertujuan mengajar satu bentuk ajaran baru atau ajaran sesat tetapi lebih kepada proses pencarian kebenaran.Apa yang penting ialah BERFIKIR dengan mendalam.Mungkin idea-idea di dalamnya akan ketinggalan zaman (atau habis tarikh luputnya) apabila pengetahuan lebih baru dapat dicapai.Ini samalah seperti bumi yang dianggap leper pada masa dahulu,kemudiannya barulah diketahui berbentuk sfera setelah pengetahuan sains semakin maju.

Inilah yang dimaksudkan.Kebenaran sering berubah mengikut peningkatan dan perubahan kesedaran manusia.Apa yang kita sangka betul pada hari ini tidak semestinya betul 100 tahun akan datang.Jika ada bahagian-bahagian yang tidak betul atau salah sama sekali,anda boleh membetulkanya pada kolem comen. Ada artikel-artikel yang akan menyentuh soal agama,jadi jika ada pembaca yang sedar akan kesalahan tertentu di sepanjang perbincangan The Matrix,kami berbesar hati jika pembaca ’menegur’ SECARA MEMBINA kesalahan itu,demi tercapai suatu kebenaran.

Oleh: cahayapelangi | September 22, 2010

The Matrix-01(PENGENALAN KEPADA PENGAJIAN “THE MATRIX”

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama…” (AlQuran 2:31)

Apakah Matrix itu?Matematik?MLM?

atau kat matriks?;>

Matrix ialah bergantung kepada APA YANG ANDA PERCAYA.

Bagaimana rupanya? Apa yang ada di dalamnya?

Lama sebelum filem The Matrix yang pertama ditayangkan dinegar-negara seluruh dunia,beberapa kelompok pemikir dari kalangan Barat telah menemui sedikit kenyataan serta hakikat sebenar dari dunia dan alam kehidupan yang manusia alami.Kelompok pemikir ini telah mengkaji dari berbagai sumber;dan di sana ada dua sumber utama yang menjadi tunjangan kepada pengetahuan The Matrix,esoterik Hindu dan satu lagi sumber yang mereka rahsiakan kepada umum.

Asas kepada pengetahuan yang mereka gali dari kerohanian di dunia sebelah Timur inilah yang menjadi kuasa kepada pergerakan New Age dan Theosofi.

Selama beratus tahun sebelum pergerakan New Age wujud,berbagai aliran kerohanian telah muncul bak cendawan selepas hujan di beberapa bahagian Eropah.Rosicrusian,Martinism,Gnostic,Cathars dan banyak lagi termasuk pergerakan ‘illumination’ dan berasaskan Kabbalah yang berkembang selaras dengan pertembungan budaya Barat-Timur sama ada berpunca dari kegiatan perdagangan mahupun peperangan.Para pendiri aliran-aliran kerohanian ini telah mengembara ke seluruh pelosok dunia Timur;di mana dapat dipecahkan kepada dua destinasi utama sumber ajaran kerohanian dunia, Timur Tengah dan Indo-Asia.Mereka telah berguru dengan berbagai guru kerohanian Timur;shaman,tukang tilik,ahli sihir,ahli sufi,pemuka-pemuka agama,pendeta,para sami,dukun dan sebagainya semata-mata untuk menjawab pertanyaan ini:

“SIAPA KITA DAN APA TUJUAN HIDUP KITA?”

Inilah asal-usul bermulanya idea The Matrix sehinggalah Wachowski Brothers mula mengarahkan filem yang popular itu lewat menanti menjelangnya alat baru.

Sebenarnya,sebelum kesedaran dan pengetahuan rahsia ini timbul dari kalangan orang-orang Barat,pengetahuan rahsia alam dan kehidupan telah lama berlegar-legar di kalangan orang-orang sebelah Timur.Di dunia sebelah Timur di mana agama-agama besar dunia berasal,adalah sumber dan pusat kegiatan spiritual.Dalam pada itu masyarakat sebelah Barat masih teraba-raba dalam zaman gelap yang panjang,menganut fahaman animisme dan pagan,membersihkan diri dengan air kencing sendiri dan sekurang-kurang tamadun Yunani dan Rom lah lebih maju sedikit dengan sistem dewa-dewi yang lebih sistematik dan kelahiran ahli-ahli falsafah yang pada hakikatnya majoriti darinya bergurukan ahli falsafah Timur,sebahagian besarnya dimanfaatkan ketika perang seperti perang dengan Empayar Parsi dan kaum-kaum yang digelar mereka ‘barbarian’.berbagai falsafah dan pemikiran tentang hakikat dan rahsia disebalik kehidupan menjadi asam garam dan makanan di kalangan penduduk Asia kuno.Pengetahuan rahsia ini tidak syak lagi telah diajarkan oleh orang-orang yang bijak, pandai di kalangan mereka,kadangkala digelar ORANG SUCI.

Orang-orang suci inilah menjadi misteri.Di sebelah Benua Kecil,India telah muncul para rishi yang mengajarkan hikmah kehidupan kepada penduduk asli India yang kurang bertamadun.Pada awalnya mereka mengajarkan bahawa TUHAN ITU SATU,satu entiti yang digelar Brahman.Itulah hikmah pertama yang paling kuno di mana ketika itu ajaran tersebut tidaklah dikenali sebagai Hindu (di mana konotasi ‘Hindu’ sebenarnya dipopularkan orang-orang Barat) tetapi satu ajaran suci yang dipercayai berasal dari para utusan Tuhan.Kajian juga mendapati bahawa ajaran-ajaran yang lebih maju dan sistematik di dalam sejarah kuno Hindu sebenarnya dibawa ketika penaklukan bangsa Aryan dari kawasan Asia Tengah ke atas India Dravidia yaitu penduduk asli India yang masih bercawat dan duduk di pinggir-pinggir hutan beribu-ribu tahun dahulu.Bangsa Aryan yang lebih maju dan bertamadun ini membawa bersama-sama mereka ajaran kerohanian mereka;pengetahuan tentang entiti yang dikenali sebagai Tuhan dan rahsia kehidupan manusia.Teks-teks Sanskrit kuno ada menyatakan tentang rahsia penciptaan alam semesta dan para utusan Tuhan,di mana terdapat nama-nama yang menyebut perihal Ibrahim dan Muhammad dalam lenggok sanskrit kuno (rujuk Rig Veda).Ini tidaklah menghairankan apabila para pengkaji manuskrip Sanskrit-Hindu pada hari ini telah telah mendapati bahawa kitab Rig Veda yang merupakan paling tertua di antara kitab-kitab Veda yang lain mengandungi peristiwa-peristiwa berkenaan raja-raja Babilon dan Mesir serta peperangan mereka.Lebih menarik lagi,ditemui kenyataan bahawa seperlima daripada Rig Veda adalah berasal daripada kitab-kitab Babilon Kuno (Dr. Pran Nath,Times of India).

Terdapat banyak lagi kenyataan yang menggemparkan di dalam teks-teks kuno Hindu termasuk di dalam Upanishad,Purana dan Antharva Veda,menunjukkan satu bukti terahsia selama beribu-ribu tahun- bahawa pengetahuan The Matrix (merujuk kepada pengetahuan rahsia ini) sebenarnya telah diajarkan oleh para rishi bersumber dari wahyu yang diterima dari para utusan Tuhan;para nabi yang mulia.Dan akhirnya bersumber dari The Source;Allah Rabbul Izzati (sesetengah bukti dari manuskrip Hindu menunjukkan rishi yaitu guru kerohanian itulah para nabi).Kajian yang lebih lanjut ke atas teks-teks Babilon dan Sumeria pula,sebahagian besarnya masih dalam tulisan pepaku (cuneiform) menunjukkan kehadiran para utusan Tuhan yang mengajarkan hikmah kehidupan dan pengetahuan TUHAN YANG SATU.Ini tidak termasuk teks-teks kuno dari warisan Judeo-Kristian,yaitu Yahudi dan Nasrani seperti Injil dan Taurat berserta suhuf-suhuf serta zabur (psalms,hynms) nabi-nabi dari kalangan Yahudi seperti Ezekiel,Jeremiah,Ezra dan lainnya yang sudah dahulu ditemui tentang agama Tauhid,para Kekasih-Nya dan ‘The One’,Muhammad yang misteri;tercantum dalam ramalan-ramalan tua (prophecies),puji-pujian,hikayat serta nyanyian keagamaan (hymns) berusia beribu tahun.Benarlah bahawa agama Tuhan itu telah disebarkan ke seluruh dunia oleh orang-orang pilihan-Nya dan benarlah kata-kata AlQuran yang mulia:

“Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. (AlQuran 35:24)


Pengetahuan The Matrix (istilah ini diambil dari sensasi filemnya-mewakili perspektif terkini kerohanian) adalah rahsia turun-temurun dari Sang Pencipta kepada yang diciptakannya.Sang Pencipta yang Maha Tunggal apabila menciptakan makhluk-makhluk dari zatnya yang Maha Suci;berkehendakkan INGIN DIKENAL;maka pengetahuan mencari dan mengenali Sang Pencipta inilah menjadi rahsia yang teragung yang ingin dicari zat-zat yang tercipta dari Zat Induk;Allah Rabbul Izzati (The Source).

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam NAMA-NAMA seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku NAMA-NAMA itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”

“Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

“Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka NAMA-NAMA ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka NAMA-NAMA itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?” (AlBaqarah ayat 31-33)

Pengetahuan ini telah disebarkan oleh orang-orang pilihan-Nya yaitu para Nabi dan Rasul sejak Bumi diduduki manusia pertama Adam (juga salah seorang nabi) hinggalah ke nabi yang terakhir,Muhammad s.a.w dan disambung oleh para mukmin pewaris para nabi sampailah ke hari ini-zaman komputer,televisyen dan telepon gengggam(handphon).


The Matrix adalah bukan sekadar teknologi komputer dan aksi kungfu ala Hollywood,tetapi ada maksud tersirat darinya.Soalannya sekarang:

“Bagaimana Hollywood mengadaptasi pengetahuan rahsia ini ke dalam filem dan dari mana mereka mengetahuinya?”

Jika anda membaca bahagian awal artikel ini,anda akan tahu satu sumber para pemikir Barat ini…

Tetapi ada satu sumber lain yang dirahsiakan mereka…

Sumber rahsia ini pula berpecah kepada dua bahagian;satu sumber rahsia yang mereka rahsiakan kepada umum

dan satu lagi rahsia yang mereka tidak ingin dunia tahu inilah sumber rahsia mereka…

Keliru?

Di sini ada satu jigsaw puzzle.

Bahagian rahsia yang mereka rahsiakan kepada umum adalah rahsia yang mereka pelajari dari para syaitan dan Iblis Laknatullah,sebahagiannya melalui bantuan Dajal Laknatullah,’syaitan manusia’ kesayangan Iblis.Pengetahuan ini disebarkan melalui berbagai cara;melalui mimpi atau suara bisikan yang dimainkan oleh syaitan,penjelmaan Iblis atau syaitan peringkat tinggi kepada bentuk manusia dan bantuan Dajal Al-Masih Laknatullah.Pengetahuan ini biasanya telah diselewengkan di sana-sini,bertujuan menyesatkan manusia.Terdapat beberapa bahagian dikekalkan kebenarannya bagi menampakkan keaslian dan keunggulannya.Ada yang ditokok tambah menjadikannya ‘multilayer’ (rujuk jigsclue #001)

Iblis Laknatullah sebelum bergelar Makhluk yang Terkutuk adalah bekas Ketua Para Malaikat.Gelarannya Izazil(Azazel),dia adalah makhluk yang paling taat dan rapat dengan Tuhan Maha Perkasa.Sejak dari kecil dia telah diajar rahsia-rahsia dan pengetahuan agung menjadikan dirinya dihormati oleh para malaikat yang lain.TETAPI ILMU YANG BANYAK TIDAK CUKUP,IMAN YANG MANTAP DIPERLUKAN UNTUK MEMBACA SETIAP PERMAINAN DAN UJIAN TUHAN.Akhirnya dia tertipu nafsu sendiri dalam peristiwa dirinya dan Nabi Adam yang ketika itu baru diciptakan.

The Matrix adalah kisah pencarian manusia kepada asal-usulnya;dari mana dia datang,di mana dia dan ke mana dia akan pergi.

“You’re going to have to make a choice…”
(Oracle -The Matrix)

Setiap orang diberi masa dan pilihan.

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (Al–Balad 90:10)

MASALAHNYA IALAH PILIHAN.Dan setiap orang bertanggungjawab terhadap pilihan masing-masing.

“Choice. The problem is choice”
(Neo -MatrixReloaded)

Tetapi ada satu rahsia lain…

Di peringkat lebih tinggi,PILIHAN bukanlah permasalahan penting lagi

“Because you didn’t come here to make the choice, you’ve already made it. You’re here to try to understand why you made it…”
(Oracle – MatrixReloaded)

Hakikat yang paling mendalam sebenarnya TIADA PILIHAN.Pilihan adalah ilusi,digunakan untuk menguji manusia.

“No. Wrong. Choice is an illusion, created between those with power…”
(Merovingian -MatrixReloaded)

Zat-zat lain mencari-cari pilihan dan menghabiskan masanya membuat pilihan padahal mereka sebenarnya telahpun memilih

Zat-zat lain pula belajar memahami mengapa ia membuat pilihan itu…

Allah Swt berfirman: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu” (QS. Al A’raf: 172-173)

Rupa-rupanya di alam roh (‘the real world’),manusia telah pun mengaku “Allah adalah TUHAN” sebelum masuk ke “MATRIX” lagi!!….Bersambung

Sumber:>>http://mistisfiles.blogspot.com

Oleh: cahayapelangi | September 27, 2010

Kiat-Kiat Agar Rizki Anda Barokah

Pendahuluan

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala, Dzat yang telah melimpahkan berbagai kenikmatan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Amiin.

Betapa sering kita mengucapkan, mendengar, mendambakan dan berdoa untuk mendapatkan keberkahan. Keberkahan dalam umur, keberkahan dalam keluarga, keberkahan dalam usaha, keberkahan dalam harta benda, dll. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya, “Apakah sebenarnya keberkahan itu? Dan bagaimana keberkahan dapat diperoleh?”

Mungkinkah berkah itu hanya terwujud dalam “berkat” yang berhasil kita bawa pulang setiap kali kita menghadiri suatu pesta atau undangan?

Mungkinkah keberkahan itu hanya milik para kiyai, atau tukang ramal, juru-juru kuncen kuburan, sehingga bila salah seorang dari kita memiliki suatu hajatan, ia datang kepada mereka untuk “ngalap berkah”, agar cita-cita kita tercapai? ([1])

“Berkah” atau “Al Barokah” bila kita pelajari dengan sebenarnya, baik melalui ilmu bahasa arab atau melalui dalil-dalil dalam Al Qur’an dan As Sunnah, niscaya kita akan mendapatkan bahwa “al Barokah” memiliki kandungan dan pemahaman yang sangat luas dan agung. Secara ilmu bahasa, “Al Barokah” berartikan: “Berkembang, bertambah dan kebahagiaan. ([2])

Imam An Nawawi berkata: “Asal makna keberkahan ialah kebaikan yang banyak dan abadi.” ([3])

Adapun bila ditinjau melalui dalil-dalil dalam Al Qur’an dan As Sunnah, maka “Al Barokah” memiliki makna dan perwujudan yang tidak jauh berbeda dari makna “Al Barokah” dalam ilmu bahasa.

Untuk sedikit mengetahui tentang keberkahan yang dikisahkan dalam Al Qur’an, dan As Sunnah, maka saya mengajak hadirin untuk bersama-sama merenungkan beberapa dalil berikut:

Dalil Pertama:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاء مَاء مُّبَارَكًا فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدٌ {10} رِزْقًا لِّلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ -

“Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi (banyak membawa kemanfaatan) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu taman-taman dan biji-biji tanaman yang diketam. Dan pohon kurma yang tingo-tinggi yang memiliki mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Demikianlah terjadinya kebangkitan.” (Qs. Qaaf: 9-11)

Bila keberkahan telah menyertai hujan yang turun dari langit, tanah gersang, kering keronta menjadi subur makmur, kemudian muncullah taman-taman indah, buah-buahan dan biji-bijian yang melimpah ruah. Sehingga negri yang dikaruniai Allah dengan hujan yang berkah menjadi negri gemah ripah loh jinawi (kata orang jawa) atau,

بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ .

“(Negrimu adalah) negri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (Qs. Saba’: 15)

Demikianlah Allah Ta’ala menyimpulkan kisah bangsa Saba’, suatu negri yang tatkala penduduknya beriman dan beramal sholeh, penuh dengan keberkahan. Sampai-sampai ulama’ ahli tafsir mengisahkan bahwa: dahulu, wanita kaum Saba’ tidak perlu untuk memanen buah-buahan kebun mereka. Untuk mengambil hasil kebunnya, mereka cukup membawa keranjang di atas kepalanya, lalu melintas di kebunnya, maka buah-buahan yang telah masak dan berjatuhan sudah dapat memenuhi keranjangnya, tanpa harus bersusah-payah memetik atau mendatangkan pekerja yang memanennya.

Sebagian ulama’ lain juga menyebutkan bahwa dahulu di negri Saba’ tidak ada lalat, nyamuk, kutu, atau serangga lainnya, yang demikian itu berkat udaranya yang bagus, cuacanya yang bersih, dan berkat kerahmatan Allah yang senantiasa meliputi mereka.([4])

Dalil Kedua:

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang berbagai kejadian yang mendahului kebangkitan hari qiyamat, beliau bersabda:

يقال للأرض: أنبتي ثمرتك وردي بركتك، فيومئذ تأكل العصابة من الرمانة، ويستظلون بقحفها، ويبارك في الرِّسْلِ، حتى إن اللقحة من الإبل لتكفي الفئام من الناس، واللقحة من البقر لتكفي القبيلة من الناس، واللقحة من الغنم لتكفي الفخذ من الناس. رواه مسلم

“Akan diperintahkan (oleh Allah) kepada bumi: tumbuhkanlah buah-buahanmu, dan kembalikan keberkahanmu, maka pada masa itu, sekelompok orang akan merasa cukup (menjadi kenyang) dengan memakan satu buah delima, dan mereka dapat berteduh dibawah kulitnya. Dan air susu diberkahi, sampai-sampai sekali peras seekor onta dapat mencukupi banyak orang, dan sekali peras susu seekor sapi dapat mencukupi manusia satu kabilah, dan sekali peras, susu seekor domba dapat mencukupi satu cabang kabilah.” (Riwayat Imam Muslim)

Demikianlah ketika rizqi diberkahi Allah, sehingga rizqi yang sedikit jumlahnya, akan tetapi kemanfaatannya sangat banyak, sampai-sampai satu buah delima dapat mengenyangkan segerombol orang, dan susu hasil perasan seekor sapi dapat mencukupi kebutuhan orang satu kabilah.

Ibnul Qayyim berkata: “Tidaklah kelapangan rizqi dan amalan diukur dengan jumlahnya yang banyak, tidaklah panjang umur dilihat dari bulan dan tahunnya yang berjumlah banyak. Akan tetapi kelapangan rizqi dan umur diukur dengan keberkahannya.” ([5])

Bila ada yang berkata: Itukan kelak tatkala kiyamat telah dekat, sehingga tidak mengherankan, kerana saat itu, banyak terjadi kejadian yang luar biasa, sehingga apa yang disebutkan pada hadits ini adalah sebagian dari hal-hal tersebut.

Ucapan ini tidak sepenuhnya benar, sebab hal yang serupa –walau tidak sebesar yang disebutkan pada hadits ini- juga pernah terjadi sebelum zaman kita, yaitu pada masa-masa keemasan umat Islam.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: ”Sungguh dahulu biji-bijian, baik gandum atau lainnya lebih besar dibanding yang ada sekarang, sebagaimana keberkahan yang ada padanya (biji-bijian kala itu-pen) lebih banyak. Imam Ahmad telah meriwayatkan melalui jalur sanadnya, bahwa telah ditemukan di gudang sebagian khalifah Bani Umawiyyah sekantung gandum yang biji-bijinya sebesar biji kurma, dan bertuliskan pada kantung luarnya: “Ini adalah gandum hasil panenan masa keadilan ditegakkan.” ([6])

Seusai kita membaca hadits dan keterangan Imam Ibnul Qayyim di atas, kemudian kita berusaha mencocokkannya dengan diri kita, niscaya yang kita dapatkan adalah kebalikannya, yaitu makanan yang semestinya mencukupi beberapa orang tidak cukup untuk mengenyangkan satu orang, berbiji-biji buah delima hanya mencukupi satu orang,.

Dalil Ketiga:

“Dari sahabat Urwah bin Abil Jaed Al Bariqy radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberinya uang satu dinar agar ia membelikan seekor kambing untuk beliau, maka sahabat Urwah dengan uang itu membeli dua ekor kambing, lalu menjual salah satunya seharga satu dinar. Dan iapun datang menghadap Nabi dengan membawa uang satu dinar dan seekor kambing. Kemudian Nabi mendoakannya agar mendapatkan keberkahan dalam perniagaannya. Sehingga andaikata ia membeli debu, niscaya ia akan mendapatkan keuntungan padanya.” (Riwayat Al Bukhory)

Demikianlah sedikit gambaran tentang peranan keberkahan pada usaha, penghasilan, dan kehidupan manusia, yang digambarkan dalam Al Qur’an dan Al Hadits.

Sebenarnya, masih banyak lagi gambaran tentang peranan keberkahan yang disebutkan dalam Al Qur’an atau hadits, hanya karena tidak ingin terlalu bertele-tele, saya cukupkan dengan tiga dalil di atas sebagai contoh, sedangkan sebagian lainnya akan disebutkan pada pembahasan selanjutnya.

Bila demikian adanya, tentu setiap orang dari kita mendambakan untuk mendapatkan keberkahan dalam pekerjaan, penghasilan dan harta kita. Setiap kita pasti bertanya-tanya: bagaimanakah caranya agar usaha, penghasilan dan harta saya diberkahi Allah?

Sebagaimana peranan keberkahan dalam hidup secara umum, dan dalam usaha serta penghasilan, telah banyak diulas dalam Al Qur’an dan Hadits, demikian juga persyaratan dan metode mendapatkannya. Berikut saya akan sebutkan beberapa persyaratan dan metode tersebut:

1. Iman kepada Allah.

Inilah syarat pertama dan terbesar agar rizqi kita diberkahi Allah, yaitu dengan merealisasikan keimanan kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Andaikata penduduk negri-negri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al A’raf: 96)

Demikianlah imbalan Allah kepada orang-orang yang beriman dari hamba-hamba-Nya. Dan sebaliknya, orang yang kufur dengan Allah Ta’ala, niscaya ia tidak akan pernah merasakan keberkahan dalam hidup.

Diantara perwujudan iman kepada Allah Ta’ala yang berkaitan dengan penghasilan ialah dengan senantiasa yakin dan menyadari bahwa rizqi apapun yang kita peroleh ialah atas karunia dan kemurahan Allah semata, bukan atas jerih payah atau kepandaian kita. Yang demikian itu karena Allah Ta’ala telah menentukan jatah rizqi setiap manusia semenjak ia masih berada dalam kandungan ibunya. ([7])

Bila kita pikirkan diri dan negri kita, niscaya kita dapatkan buktinya, setiap kali kita mendapatkan suatu keberhasilan, maka kita lupa daratan, dan merasa itu adalah hasil dari kehebatan kita. Dan sebaliknya, setiap terjadi kegagalan atau bencana kita menuduh alam sebagai dalangnya, dan kita melupakan Allah Ta’ala.

Ketika Aceh ditimpa musibah Sunami, kita menuduh alam sebagai penyebabnya, yaitu dengan mengatakan itu karena akibat dari pergerakan atau benturan antara lempengan bumi ini dengan lempengan bumi itu, dst. Ketika musibah lumpur di porong menimpa kita, kita rame-rame menuduh alam dengan mengatakan itu dampak dari gempa yang menimpa wilayah Jogjakarta dan sekitar. Ketika banjir melanda Jakarta, kita rame-rame menuduh alam, dengan berkata: siklus alam, atau yang serupa.

Jarang diantara kita yang mengembalikan semua itu kepada Allah Ta’ala, sebagai teguran atau cobaan atau mungkin juga sebagai azab. Bahkan orang yang berfikir demikian akan dituduh kolot, kampungan tidak ilmiyah, atau malah dianggap sebagai teroris dst.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan Allah).” (Qs. Ar Rum: 41)

“Dari sahabat Zaid bin Khalid Al Juhani radhiallahu ‘anhu ia menuturkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kita shalat subuh di Hudaibiyyah dalam keadaan masih basah akibat hujan tadi malam. Seusai beliau shalat, beliau menghadap kepada para sahabatnya, lalu berkata: “Tahukah kalian apa yang difirmankan oleh Tuhan kalian?” Mereka menjawab: “Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Allah berfirman: Ada sebagian dari hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan kafir. Adapun orang yang berkata: Kita telah dihujani atas karunia dan rahmat Allah, maka itulah orang yang beriman kepada-Ku dan kufur dengan bintang. Dan orang yang berkata: kita dihujani atas pengaruh bintang ini dan itu, maka itulah orang yang kufur dengan-Ku dan beriman dengan bintang.” (Muttafaqun ‘alaih)

Bila demikian adanya, maka mana mungkin Allah akan memberkahi kehidupan kita?! Bukankah pola pikir semacam ini adalah pola pikir yang menyebabkan Qarun diazab dengan ditelan bumi?!

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ القُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْأَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ

Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.” Dan apakah ia tidak mengetahui bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak harta kumpulannya. (Qs. Al Qashash: 78)

Di antara perwujudan nyata iman kepada Allah dalam hal rizqi, ialah senantiasa menyebut nama Allah Ta’ala ketika hendak menggunakan salah satu kenikmatan-Nya, misalnya ketika makan:

Dari sahabat ‘Aisyah radhiallahu ‘anha: bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu saat sedang makan bersama enam orang sahabatnya, tiba-tiba datang seorang arab baduwi, lalu ia menyantap makanan beliau dalam dua kali suapan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketahuilah seandainya ia menyebut nama Allah (membaca Basmallah-pen), niscaya makanan itu akan mencukupi kalian.” (Riwayat Ahmad, An Nasai dan Ibnu Hibban)

Pada hadits lain Nabi bersabda:

أَمَا إِنَّ أَحَدَكُمْ إذا أتى أَهْلَهُ وقال: بِسْمِ اللَّهِ اللهم جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ ما رَزَقْتَنَا، فَرُزِقَا وَلَدًا، لم يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ

Ketahuilah bahwa salah seorang dari kamu bila hendak menggauli istrinya ia berkata: “Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami”, kemudia mereka berdua dikaruniai anak (hasil dari hubungan tersebut-pen) niscaya anak itu tidak akan diganggu syetan. (Riwayat Bukhory)

Demikianlah peranan iman kepada Allah, yang terwujud pada menyebut nama-Nya ketika hendak menggunakan suatu kenikmatan dalam mendatangkan keberkahan pada harta dan anak keturunan.

2. Amal Sholeh.

Yang dimaksud dengan amal sholeh ialah menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan syari’at yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah hakikat ketaqwaan yang menjadi persyaratan datangnya keberkahan, sebagaimana ditegaskan pada ayat di atas. Dan juga ditegaskan pada janji Allah berikut:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan Amal sholeh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barang siapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Qs. An Nur: 55)

Tatkala Allah Ta’ala menceritakan tentang Ahlul Kitab yang hidup pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُواْ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ إِلَيهِم مِّن رَّبِّهِمْ لأكَلُواْ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِم

“Dan sekiranya mereka benar-benar menjalankan Taurat, Injil dan (Al Qur’an) yang diturunkan kepada mereka, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.” (Qs. Al Maidah: 66)

Ulama’ ahli tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “mendapatkan makanan dari atas dan dari bawah kaki” ialah Allah akan melimpahkan kepada mereka rizqi yang sangat banyak dari langit dan dari bumi, sehingga mereka akan mendapatkan kecukupan dan berbagai kebaikan, tanpa susah payah, letih lesu dan tanpa adanya tantangan atau berbagai hal yang mengganggu ketentraman hidupnya. ([8])

Dan bila kita telah mendapatkan kemudahan hidup dari atas dan bawah kita, niscaya kehidupan kita akan penuh dengan kebahagiaan, kedamaian, ketentraman dan keberhasilan.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang beramal sholeh, baik lelaki maupun perempuan sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. An Nahl: 97)

Ibnu Katsir rahimahullah ketika menyebutkan hadits di atas tentang dikembalikannya keberkahan bumi, beliau menyatakan: “Tidaklah hal itu terjadi melainkan atas keberkahan penerapan syari’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setiap kali keadilan ditegakkan, niscaya keberkahan dan kebaikan menjadi melimpah ruah.”

Diantara contoh nyata keberkahan harta orang yang beramal sholeh ialah kisah Khidir dan Nabi Musa bersama dua orang anak kecil. Pada kisah tersebut Khidir menegakkan tembok pagar yang hendak roboh; guna menjaga agar harta warisan yang di miliki oleh dua orang anak kecil dan terpendam di bawah pagar tersebut, sehingga tidak nampak dan diambil oleh orang lain. Allah Ta’ala berfirman:

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ

“Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shaleh, maka Tuhan-mu menghendaki agar mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhan-mu.” (Qs. Al Kahfi: 82)

Ulama’ tafsir menyebutkan bahwa ayah yang dinyatakan dalam ayat ini sebagai ayah yang sholeh bukanlah ayah langsung kedua anak tersebut, akan tetapi kakeknya yang ketujuh, yang semasa hidupnya berprofesi sebagai tukang tenun.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Pada kisah ini terdapat dalil bahwa anak keturunan orang sholeh akan dijaga, dan keberkahan amal sholehnya akan meliputi mereka di dunia, dan di akhirat. Ia akan memberi syafa’at kepada mereka dan derajatnya akan ditinggikan ke tingkatan tertinggi, agar orang tua mereka menjadi senang, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.” ([9])

Akan tetapi sebaliknya, bila kita enggan untuk beramal sholeh, atau bahkan mengamalkan kemaksiatan, maka yang kita petikpun juga kebalikan dari apa yang telah disebutkan di atas. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barang siapa berpaling dari beribadah kepada-Ku/peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Qs. Thaaha: 124)

Ulama’ ahli tafsir menyebutkan bahwa orang-orang yang berpaling dari mengingat Allah dengan beribadah kepada-Nya, maka kehidupannya akan senantiasa dirundung kesedihan dan duka. Yang demikian karena mereka senantiasa disiksa oleh ambisi menumpuk dunia, sifat kikir yang senantiasa membakar hatinya, dan rasa takut akan kematian yang senantiasa menghantuinya ([10])

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ. رواه أحمد وابن ماجة والحاكم وغيرهم

“Sesungguhnya seseorang dapat saja tercegah dari rizqinya akibat dari dosa yang ia kerjakan.” (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim dll).

Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilintasi oleh rombongan pengusung janazah, spontan berliau bersabda:

“Apakah ia orang yang beristirahat atau diistirahati darinya?” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan orang yang beristirahat atau diistirahati darinya?” Beliau menjawab: “Seorang hamba yang beriman, akan beristirahat (dengan kematian) dari kepayahan dunia dan gangguanya. Sedangkan seorang hamba yang keji (fajir), para manusia, negri, pepohonan dan binatang akan teristirahatkan darinya.” (Muttafaqun ‘alaih)

مستريح ومستراح منه؟ قالوا: يا رسول الله، ما المستريح والمستراح منه؟ قال : (العبد المؤمن يستريح من نصب الدنيا وأذاها إلى رحمة الله، والعبد الفاجر يستريح منه العباد والبلاد والشَّجر والدَّواب.) متفق عليه

Ulama’ pensyarah hadits ini menyatakan: “Teristirahatakannya negri dan pepohonan dari orang keji ialah teristirahatkannya itu semua dari dampak kemaksiatan yang ia lakukan, karena kemaksiatannya itu adalah biang terjadinya kekeringan, sehingga menyebabkan tetumbuhan dan binatang menjadi binasa.”

Ibnul Qayyim berkata: “Dan diantara hukuman perbuatan maksiat ialah: kemaksiatan akan menghapuskan keberkahan umur, rizqi, ilmu, amalan, amal ketaatan. Dan secara global kemaksiatan menjadi penghapus keberkahan setiap urusan agama dan dunia. Karenanya tidaklah akan engkau dapatkan orang yang umur, agama, dan dunianya paling sedikit keberkahannya dibanding orang yang bergelimang dalam kemaksiatan kepada Allah. Tidaklah keberkahan dihapuskan dari bumi kecuali dengan sebab perbuatan maksiat manusia.” ([11]

Diantara contoh nyata akibat buruk yang harus diderita oleh manusia dari dicabutnya keberkahan dari kehidupannya ialah membusuknya daging, dan basinya makanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa itu semua terjadi akibat perbuatan dosa umat manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لولا بنو إسرائيل لم يخبث الطعام ولم يخنز اللحم. متفق عليه

“Seandainya kalau bukan karena ulah Bani Isra’il, niscaya makanan tidak akan pernah basi dan daging tidak akan pernah membusuk.” (Muttafaqun ‘alaih)

Para ulama’ menjelaskan bahwa tatkala Bani Isra’il diberi rizqi oleh Allah Ta’ala berupa burung-burung salwa (semacam burung puyuh) yang datang dan dapat mereka tangkap dengan mudah setiap pagi hari, mereka dilarang untuk menyimpan daging-daging burung tersebut. Setiap pagi hari, mereka hanya dibenarkan untuk mengambil daging yang akan mereka makan pada hari tersebut. Akan tetapi mereka melanggar perintah ini, dam mengambil daging dalam jumlah yang melebihi kebutuhan mereka pada hari tersebut, dan kemudian mereka simpan. Akibat perbuatan mereka ini, Allah menghukumi mereka, sehingga daging-daging yang mereka simpan tersebut menjadi busuk. ([12])

Al Munawi berkata: “Hadits ini adalah suatu isyarat yang menunjukkan bahwa membusuknya daging merupakan hukuman atas bani Israil, akibat mereka kufur terhadap kenikmatan Allah. Yaitu tatkala mereka menyimpan daging burung puyuh, sehingga menjadi busuk, padahal Allah telah melarang mereka dari hal itu, dan sebelum kejadian itu, daging tidak pernah membusuk.”([13])

Berikut beberapa amal sholeh yang nyata-nyata mendatangkan keberkahan pada harta:

A. Mensyukuri Segala Nikmat.

Tiada kenikmatan -apapun wujudnya- yang dirasakan oleh manusia di dunia ini, melainkan datangnya dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu Allah Ta’ala mewajibkan atas mereka untuk senantiasa bersyukur kepadanya, yaitu dengan senantiasa mengingat bahwa kenikmatan tersebut datangnya dari Allah, kemudian ia mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya ia menafkahkannya di jalan-jalan yang di ridhoi Allah. Orang yang telah mendapatkan karunia untuk dapat bersyukur demikian ini, akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa melipat gandakan untuknya kenikmatan:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan ingatlah tatkala Tuhanmu mengumandangkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Qs. Ibrahim: 7)

Dan pada ayat lain Allah Ta’ala berfirman:

وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ

“Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri.” (Qs. An Naml: 40)

Imam Al Qurthuby berkata: “Tidaklah manfaat syukur akan didapat selain oleh pelakunya sendiri, dimana dengannya ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari ni’mat yang ia dapat, dan nikmat tersebut akan kekal dan ditambah. Sebagaimana syukur juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai.” ([14])

Sebagai contoh nyata:

]لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ {15} فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَى أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ [ سبأ 15-16

"Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan disebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugrahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya.

(Negrimu) adalah negri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara." (Qs. Saba': 15-16).

Tatkala kaum Saba' masih dalam keadaan makmur dan tentram, Allah Ta'ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini menunjukkan bahwa dengan syukur, mereka dapat menjaga kenikmatan mereka dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.

B. Menunaikan Zakat (Shodaqoh)

Zakat, baik zakat wajib atau sunnah (shodaqoh) adalah salah satu amalan yang menjadi penyebab turunnya keberkahan. Allah Ta'ala berfirman:

يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah." (Qs. Al Baqarah: 276)

Pada ayat lain, Allah berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tidap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan bagi orang yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui." (Qs. Al Baqarah: 261)

Pada ayat lain Allah berfirman:

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta mereka karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimispun (memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat." (Qs. Al Baqarah: 265)

Pada ayat lain, Allah berfirman:

وَمَا آتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِندَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُم مِّن زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُون

"Dan sesuatu riba yang engkau berikan agar bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak bertambah pada sisi Allah . Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai Wajah Allah (keridhoan-Nya), maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan." (Qs. Ar Rum: 39)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

"Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berucap (berdoa): Ya Allah, berilah orang yang berinfaq pengganti, sedangkan yang lain berdoa : Ya Allah timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfaq) kehancuran." (Muttafaqun 'alaih)

Pada hadits lain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ. رواه مسلم

"Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba dengan memaafkan melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu'/merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya." (Muslim)

Para ulama' menjelaskan maksud hadits ini dengan menyebutkan dua penafsiran:

1. Maksudnya Allah akan memberkahi hartanya, dan menjaganya dari kerusakan, sehingga kekurangan yang terjadi dapat tertutupi dengan turunnya keberkahan. Hal ini dapat dirasakan langsung dan juga dapat dilihat contohnya di masyarakat.

2. Walaupun secara hitungan harta berkurang, akan tetapi pahala yang berlipat ganda dapat menutupi kekurangan tersebut, bahkan melebihinya. ([15])

Makna kedua ini selaras dengan hadits berikut:

“Anak keturunan Adam (senantiasa) berkata: ‘Hartaku, hartaku!’ Apakah engkau wahai anak Adam mendapatkan bagian dari hartamu selain yang engkau makan sehingga engkau habiskan, atau engkau pakai sehingga engkau rusakkan atau yang engkau shadakohkan sehingga engkau sisakan (untuk kehidupan akhirat)” (Muslim)

يقول ابن آدَمَ: مَالِي مَالِي قال: وَهَلْ لك يا بن آدَمَ من مَالِكَ إلاَّ ما أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أو لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أو تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ رواه مسلم.

Walau demikian, kedua penafsiran di atas sama-sama benar adanya, dan tidak saling bertentengan.

C. Bekerja mencari rizqi dengan hati yang qona’ah tidak dipenuhi oleh ambisi dan keserakahan.

Sifat qonaah dan lapang dada dengan pembagian Allah Ta’ala adalah kekayaan yang tidak ada bandingnya. Dahulu orang berkata:

“Bila engkau memiliki hati yang qona’ah, maka engkau dan pemilik dunia (kaya raya) adalah sama”.

إذا كنت ذا قلب قنوع، فأنت وصاحب الدنيا سواء.

“Qona’ah adalah harta karun yang tidak akan pernah sirna.”

القناعة كنز لا يفنى

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan keadaan orang yang dikaruniai sifat qonaah dengan sabdanya:

من أصبح منكم آمنا في سربه معافى في جسده عنده قوت يومه ؛ فكأنما حيزت له الدنيا بحذافيرها.رواه الترمذي وابن ماجة والطبراني وابن حبان والبيهقي.

“Barang siapa dari kalian yang merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan telah dikumpulkan untuknya dunia beserta isinya.” (Riwayat At-Tirmizy, Ibnu Majah, At Thobrany, Ibnu Hibban dan Al Baihaqy)

Al Munawi rahimahullah berkata: “Maksud hadits ini, barang siapa yang terkumpul padanya: kesehatan badan, jiwanya merasa aman kemanapun ia pergi, kebutuhan hari tersebut tercukupi dan keluarganya dalam keadaan selamat, maka sungguh Allah telah mengumpulkan untuknya seluruh jenis kenikmatan, yang siapapun berhasil menguasai dunia tidaklah akan mendapatkan kecuali hal tersebut.” ([16])

Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah, dan keridhoan dengan segala rizqi yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan akan dianugrahkan kepadanya:

إن اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يبتلي عَبْدَهُ بِمَا أَعْطَاهُ فَمَنْ رضي بِمَا قَسَمَ الله عز وجل له بَارَكَ الله له فيه وَوَسَّعَهُ وَمَنْ لم يَرْضَ لم يُبَارِكْ له ولم يزده على ما كتب له. رواه أحمد والبيهقي وصححه الألباني

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizqi yang telah Ia berikan kepadanya. Barang siapa yang ridho dengan pembagian Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barang siapa yang tidak ridho (tidak puas), niscaya rizqinya tidak akan diberkahi.” (Riwayat Imam Ahmad dan dishohihkan oleh Al Albany)

Al Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menyebutkan: “Bahwa penyakit ini, (yaitu: tidak puas dengan apa yang telah Allah karuniakan kepadanya-pen) telah banyak didapatkan pada pemuja dunia, sehingga engkau dapatkan salah seorang dari mereka meremehkan rizqi yang telah dikaruniakan untuknya, merasa hartanya itu sedikit, buruk, serta mengagumi rizqi orang lain dan menggapnya lebih bagus dan banyak. Oleh karenanya ia akan senantiasa banting tulang untuk menambah hartanya, hingga akhirnya habislah umurnya, sirnalah kekuatannya, dan iapun menjadi tua renta (pikun) akibat dari ambisi yang tergapai dan rasa letih. Dengan itu ia telah menyiksa tubuhnya, mengelamkan lembaran amalannya dengan berbagai dosa yang ia lakukan demi mendapatkan harta kekayaan. Padahal ia tidaklah akan memperoleh selain apa yang telah Allah tentukan untuknya. Pada akhir hayatnya ia meninggal dunia dalam keadaan pailit, ia tidak mensyukuri apa yang telah ia peroleh, dan ia juga tidak berhasil menggapai apa yang ia inginkan.” ([17])

Oleh karena itu Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga kehormatan agama dan dirinya dalam setiap usaha yang ia tempuh guna mencari rizqi. Sehingga seorang muslim tidak akan menempuh melainkan jalan-jalan yang dihalalkan dan dengan tetap menjaga kehormatan dirinya.

Dari sahabat Hakim bin Hizam radhiallahu ‘anhu, ia mengisahkan: Pada suatu saat aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliaupun memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliau kembali memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliaupun kembali memberiku, kemudian beliau bersabda: “Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini bak buah yang segar lagi manis, dan barang siapa yang mengambilnya dengan tanpa ambisi (dan tamak atau atas kerelaan pemiliknya), maka akan diberkahi untuknya harta tersebut. Dan barang siapa yang mengambilnya dengan penuh rasa ambisi (tamak), niscaya harta tersebut tidak akan diberkahi untuknya, dan ia bagaikan orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang. Tangan yang berada di atas lebih mulia dibanding tangan yang berada di bawah.” Hakim melanjutkan kisahnya dengan berkata: Kemudian aku berkata: “Wahai Rasulullah, demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan meminta harta seseorang sepeninggalmu hingga aku meninggal dunia.” (Muttafaqun ‘alaih)

Hadits ini menunjukkan bahwa sifat qona’ah, peras keringat sendiri untuk memenuhi kebutuhan, serta menempuh jalan yang baik ketika mencari rizqi akan senantiasa diiringi dengan keberkahan. Dan bahwa orang yang mencari harta kekayaan dengan ambisi dan keserakahan, sehingga ia tidak mengumpulkan dengan cara-cara yang dibenarkan, niscaya harta kekayaannya tidak akan pernah diberkahi, bahkan akan dihukumi dengan dihalangi dirinya dari kemanfaatan harta yang telah ia kumpulkan ([18])

Pada hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh nyata bagi pekerjaan yang terhormat dan tidak merendahkan martabat diri:

“Sungguh demi Dzat Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, seandainya salah seorang dari kamu membawa talinya, kemudian ia mencari kayu bakar dan memanggulnya di atas punggunya, lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang lain, kemudian meminta-minta kepadanya, baik ia diberi atau tidak.” (Riwayat Bukhory)

وَالَّذِي نَفْسِي بيده لَأَنْ يَأْخُذَ أحدكم حَبْلَهُ فَيَحْتَطِبَ على ظَهْرِهِ خَيْرٌ له من أَنْ يَأْتِيَ رَجُلًا فَيَسْأَلَهُ أَعْطَاهُ أو مَنَعَهُ.

Pada hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan wujud lain dari penjagaan terhadap kehormatan diri dan agama seseorang ketika bekerja, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من طلب حقا فليطلبه في عفاف واف أو غير واف.رواه الترمذي وابن ماجه وابن حبان والحاكم

“Barang siapa yang menagih haknya, hendaknya ia menagihnya dengan cara yang terhormat, baik ia berhasil mendapatkannya atau tidak.” (Riwayat At Tirmizy, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

Diantara metode yang diajarkan oleh Islam kepada umatnya agar usahanya diberkahi Allah Ta’ala dan mendatangkan keberhasilan ialah dengan menggunakan modal yang diperoleh dari jalan yang baik, serta diperoleh tanpa ambisi dan keserakahan:

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari hendak memberi umar bin Khatthab radhiallahu ‘anhu suatu pemberian, kemudaian Umar berkata kepada beliau: “Ya Rasulullah, berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkannya daripada aku.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: “Ambillah, lalu gunakanlah sebagai modal, atau sedekahkanlah, dan harta yang datang kepadamu sedangkan engkau tidak berambisi mendapatkannya tidak juga memintanya, maka ambillah, dan harta yang tidak datang kepadamu, maka janganlah engkau berambisi untuk memperolehnya.” Oleh karena itu dahulu Abdullah bin Umar tidak pernah meminta kepada seseorang dan tidak pernah menolak sesuatu yang diberikan kepadanya.” (Muttafaqun ‘alaih)

D. Istighfar/Bertaubat dari segala dosa.

Sebagaimana halnya perbuatan dosa adalah salah satu penyebab terhalangnya rizqi dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar adalah salah satu penyebab rizqi datang dan diberkahi. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh nabi Nuh ‘alaihissalam kepada umatnya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا {10} يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا {11} وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

Maka aku katakan kepada mereka: “Beristighfarlah kamu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirmkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Qs. An Nuh: 10-12)

وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ

“Dan hendaklah kamu beristighfar kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadanya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tia-tiap orang yangmempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (Qs. Huud: 3)

Berdasarkan ayat ini dan juga lainnya ulama’ ahli tafsir menjelaskan bahwa diantara manfaat istighfar dan taubat adalah mendatangkan kelapangan rizki, kebahagian hidup, terhindar dari berbagai bentuk petaka dan azab ([19]).

Pada ayat lain dalam surat yang sama, Allah menceritakan tentang Nabi Hud ‘alaihissalam bersama kaumnya:

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَ تَتَوَلَّوْاْ مُجْرِمِينَ

Dan (Hud berkata): “Hai kaumku, beristighfarlah kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Qs. Hud: 52)

Ulama’ ahli tafsir menyebutkan, bahwa akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum ‘Aad, mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanitapun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu nabi Huud ‘alaihissalam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar, karena dengan keduanya Allah akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan ([20]).

E. Menyambung Tali Silaturrahmi.

Diantara amal sholeh yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita ialah menyambung tali silaturrahim, yaitu menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang terjalin antara kita dan mereka hubungan nasab.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ. متفق عليه

“Barang siapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim.” (Muttafaqun ‘alaih).

Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk beramal sholeh, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat, dan terjaga dari menyia-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Ta’ala. ([21])

Sebagian dari kita -bila mendapatkan keberhasilan dalam usaha, sehingga memiliki rizqi yang berlebih dari kebutuhan- bukannya menyambung tali silaturrahim, akan tetapi malah memutusnya. Banyak dari kita yang siap untuk menjalin hubungan dengan siapapun, terkecuali dengan kerabat sendiri. La haula walaa quwwata illa billah.

F. Mencari Rizqi dari Jalan yang Halal.

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta kita ialah harta tersebut diperoleh dari jalan-jalan yang halal.

“Janganlah kamu merasa bahwa rizqimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rizqi terakhir (yang telah ditentukan) untuknya, maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram.” (Riwayat Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim)

لا تستبطئوا الرزق ، فإنه لن يموت العبد حتى يبلغه آخر رزق هو له، فأجملوا في الطلب: أخذ الحلال، وترك الحرام.

Diantara hal yang akan menghapuskan keberkahan ialah berbagai bentuk praktek riba:

يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (Qs. Al Baqarah 276)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Ia akan memusnahkan riba, maksudnya bisa saja memusnahkannya secara keseluruhan dari tangan pemiliknya atau menghalangi pemiliknya dari keberkahan hartanya tersebut. Dengan demikian pemilik riba tidak mendapatkan kemanfaatan harta ribanya, bahkan Allah akan membinasakannya dengan harta tersebut dalam kehidupan dunia, dan kelak di hari akhirat Allah akan menyiksanya akibat harta tersebut.” ([22])

Penafsiran Ibnu Katsir ini semakna dengan hadits berikut:

إن الربا وإن كثر، عاقبته تصير إلى قل. رواه أحمد الطبراني والحاكم وحسنه الحافظ ابن حجر والألباني

“Sesungguhnya (harta) riba, walaupun banyak jumlahnya, pada akhirnya akan menjadi sedikit.” (Riwayat Imam Ahmad, At Thabrany, Al Hakim dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dan Al Albany)

Bila kita mengamati kehidupan orang-orang yang menjalankan praktek-praktek riba, niscaya kita dapatkan banyak bukti bagi kebenaran ayat dan hadits di atas. Betapa banyak pemakan riba yang hartanya berlimpah ruah, hingga tak terhitung jumlahnya, akan tetapi tidak satupun dari mereka yang merasakan keberkahan, ketentraman dan kebahagiaan dari harta haram tersebut.

Diantara profesi atau pekerjaan yang diharamkan dan menghapuskan keberkahan dari penghasilan kita ialah sumpah palsu ketika bertransaksi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ .متفق عليه

“Sumpah itu akan menjadikan barang dagangan menjadi laris dan menghapuskan keberkahan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Diantara metode mencari rizqi yang diharamkan dan tidak diberkahi ialah metode minta-minta, sebagaimana dikisahkan pada hadits berikut:

Dari sahabat Hakim bin Hizam radhiallahu ‘anhu, ia mengisahkan: Pada suatu saat aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliaupun memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliau kembali memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliaupun kembali memberiku, kemudian beliau bersabda: “Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini bak bauh yang segar lagi manis, dan barang siapa yang mengambilnya dengan tanpa ambisi (dan tamak atau atas kerelaan pemiliknya), maka akan diberkahi untuknya harta tersebut. Dan barang siapa yang mengambilnya dengan penuh rasa ambisi (tamak), niscaya harta tersebut tidak akan diberkahi untuknya, dan ia bagaikan orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang. Tangan yang berada di atas lebih mulia dibanding tangan yang berada di bawah.” Hakim melanjutkan kisahnya dengan berkata: Kemudian aku berkata: “Wahai Rasulullah, demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan meminta harta seseorang sepeninggalmu hingga aku meninggal dunia.” (Muttafaqun ‘alaih)

Pada hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebagian dari dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta dengan bersabda:

ما يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ الناس حتى يَأْتِيَ يوم الْقِيَامَةِ ليس في وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ. متفق عليه

“Tidaklah seseorang terus-menerus meminta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari kiamat, dalam keadaan tidak sekerat dagingpun melekat di wajahnya.” (Muttafaqun ‘alaih) ([23])

G. Bekerja di waktu pagi.

Diantara metode agar keberkahan dari Allah dapat kita peroleh ialah dengan memupuk subur semangat untuk hidup sehat dan produktif serta menyingkirkan sejauh-jauhnya sifat malas. Yang demikian itu dengan cara memanfaatkan setiap waktu yang Allah karuniakan kepada kita pada hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita. Dan diantara waktu yang paling bagus untuk bekerja dan mencari rizqi ialah waktu pagi, oleh karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اللهم بارك لأمتي في بكورها. رواه أبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجة وصححه الألباني

“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka.” (Riwayat Abu Dawud, At Tirmizy, An Nasai, Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al Albani)

Para pensyarah hadits ini menyatakan bahwa hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, adalah karena waktu pagi adalah waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia, dan padanya seseorang merasakan semangat dan selesai dari beristirahat, oleh karenanya beliau mendoakan keberkahan pada waktu ini agar seluruh umatnya mendapatkan bagian dari doanya.

Sebagai penerapan langsung dari doanya ini, dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bila mengutus pasukan perang, beliau mengutusnya pada pagi hari, sehingga pasukan & dan peperangan tersebut menjadi pasukan dan peperangan yang diberkahi dan mendapatkan pertolongan serta kemenangan.

Contoh nyata kedua dari keberkahan waktu pagi ialah apa yang dilakukan oleh sahabat Shokher Al Ghomidy, beliau adalah sahabat yang meriwayatkan hadits ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah seorang pedagang, setelah ia mendengarkan hadits ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam iapun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya melainkan pada pagi hari, dan benar, keberkahan Allah dapat beliau peroleh, sehingga dinyatakan pada riwayat di atas, bahwa perniagaannyapun berhasil, hartanya melimpah ruah.

Berdasarkan hadits inipula sebagian ulama’ menyatakan bahwa tidur pada pagi hari adalah makruh hukumnya.

Hadits di atas juga merupakan bukti nyata bahwa agam Islam tidak mengajarkan kepada umatnya untuk hidup bermalas-malasan, lemah semangat, dan rendah cita-cita. Islam senantiasa mengajarkan kepada umatnya untuk hidup produktif, bermanfat, baik untuk diri sendiri atau orang lain, dan berjiwa besar dengan mewujudkan cita-citanya walau setinggi langit.

(على كل مسلم صدقة. قيل: أرأيت إن لم يجد؟ قال: يعتمل بيديه فينفع نفسه ويتصدق. قال: قيل: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: يعين ذا الحاجة الملهوف. قال: قيل له: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: يأمر بالمعروف أو الخير. قال: أرأيت إن لم يفعل؟ قال: يمسك عن الشر، فإنها صدقة). رواه مسلم

“Wajib atas setiap orang muslim untuk bersedekah.” Dikatakan kepada beliau: “Bagaimana bila ia tidak mampu?” Beliau menjawab: “Ia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia menghasilkan kemanfaatan untuk dirinya sendiri dan juga bersedekah.” Dikatakan lagi kepadanya: “Bagaiman apabila ia tidak mampu?” Beliau menjawab: “Ia membantu orang yang benar-benar dalam kesusahan.” Dikatakan lagi kepada beliau: “Bagaimana bila ia tidak mampu?” Beliau menjawab: “Ia memerintahkan dengan yang ma’ruf atau kebaikan.” Penanya kembali berkata: “Bagaimana bila ia tidak (mampu) melakukannya?” Beliau menjawab: “Ia menahan diri dari perbuatan buruk, maka sesungguhnya itu adalah sedekah.” (Riwayat Muslim)

Dan pada hadits lain, beliau bersabda:

المؤمن القوي خير وأحب إلي الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير. احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز، وإن أصابك شيء فلا تقل: لو أني فعلت كذا وكذا، لكان كذا وكذا، ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان. رواه مسلم

“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dibanding seorang mukmin yang lemah, dan pada keduanya terdapat kebaikan. Senantiasa berusahalah untuk melakukan segala yang berguna bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau menjadi lemah. Dan bila engkau ditimpa sesuatu, maka janganlah engkau berkata: seandainya aku berbuat demikian, demikian, niscaya akan terjadi demikian dan demikian, akan tetapi katakanlah: Allah telah mentaqdirkan, dan apa yang Ia kehendakilah yang akan Ia lakukan, karena ucapan ‘seandainya’ akan membukakan (pintu) godaan syetan.” (Muslim)

Masih banyak lagi amalan-amalan yang akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. Apa yang telah saya paparkan di atas hanyalah sebagai contoh. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq dan keberkahan-Nya kepada kita semua. Dan semoga pemaparan singkat ini dapat berguna bagi saya pribadi dan setiap orang yang mendengar atau membacanya. Tak lupa, bila pada pemaparan saya di atas ada kesalahan, maka itu adalah dari saya dan syetan, sehingga saya beristighfar kepada Allah, dan bila ada kebenaran, maka itu semua atas taufiq dan ‘inayah-Nya. Wallahu a’alam bis showaab.

————————-

Footnote:

[1] ) Ngalap berkah semacam ini adalah perbuatan yang diharamkan dalam Islam, karena keberkahan itu hanyalah milik Allah Ta’ala. Keberkahan yang terdapat pada selain para Nabi ‘alaihimussalaam adalah keberkahan yang diperoleh karena iman dan amalannya. Dengan demikian setiap orang yang beriman dan beramal sholeh, memiliki keberkahan sebesar iman dan amal sholehnya. Diantara dalil yang menunjukkan akan hal ini, ialah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

“Sesungguhnya diantara pepohonan ada pohon yang keberkahannya serupa dengan keberkahan seorang muslim.” (Riwayat Bukhory).

Para ulama’ menjelaskan bahwa keberkahan/kemanfaatan pohon kurma, serupa dengan keberkahan/ kemanfaatan seorang muslim, yaitu bersifat umum, sehingga dapat dirasakan dalam segala situasi dan kondisi dan dimanapun. (Lihat Fathul Bari 1/145-146)

Oleh karena itu metode untuk mendapatkan keberkahan seorang muslim ialah dengan meneladani iman dan amal sholehnya, bukan dengan mencium tangan, atau meminum bekas air minumnya, atau lainnya. Untuk lebih mengetahui tentang berbagai hal yang berkaitan dengan permaslahan tabarruk, silahkan baca kitab: Taisir Al Aziz Al Hamid, oleh Syeikh Sulaiman bin Abdillah hal 174-186.

[2] ) Al Misbah Al Munir oleh Al Faiyyumy 1/45, Al Qomus Al Muhith oleh Al Fairuz Abadi 2/1236, & Lisanul Arab oleh Ibnu Manzhur 10/395.

[3] ) Syarah Shohih Muslim oleh An Nawawi 1/225.

[4] ) Tafsir Ibnu Katsir 3/531.

[5] ) Al Jawabul Kafi karya Ibnu Qayyim 56.

[6] ) Zaadul Ma’ad oleh Ibnul Qayyim 4/363 & Musnad Imam Ahmad bin Hambal 2/296.

[7] ) Disebutkan dalam suatu hadits:

“Sesungguhnya salah seorang dari kamu disatukan penciptaannya di dalam kandungan ibunya selama empat puluh hari berupa nuthfah, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama itu juga, kemudian berubah menjadi segumpal daging selama itu juga, kemudian Allah akan mengutus seorang malaikat, lalu malaikat itu diperintahkan dengan empat kalimat, dan dikatakan kepadanya: “Tulislah amalannya, rizqinya, ajalnya dan apakah ia sengsara atau bahagia, kemudian ia diperintahkan untuk meniupkan ruh padanya.” (Muttafaqun ‘alaih)

[8] ) Baca Tafsir Ibnu Katsir 2/76.

[9] ) Tafsir Ibnu Katsir 3/99.

[10] ) Baca Adhwa’ul Bayan oleh Syeikh Muhammad Al Amin As Syinqithy 4/197.

[11] ) Al Jawabul Kafi 56.

[12] ) Ma’alim At Tanzil, oleh Al Baghawy 1/97, Syarah Shahih Muslim oleh Imam An Nawawi 10/59, & Fathul Bari oleh Ibnu Hajar 6/411.

[13] ) Faidhul Qadir 5/437.

[14] ) Tafsir Al Qurthuby 13/206.

[15] ) Lihat Syarah Muslim oleh An Nawawi 8/399, dan Faidhul Qadir 5/642.

[16] ) Faidhul Qadir oleh Al Munawi 9/387.

[17] ) Idem 2/236.

[18] ) Syarah Shohih Bukhori oleh Ibn Batthol 3/48.

[19] ) Baca Tafsir Al Qurthuby 9/4, & Adhwaaul Bayan 2/267.

[20] ) Baca Tafsir At Thobary 15/359, dan Tafsir Al Qurthuby 9/51.

[21] ) Syarah Muslim oleh Imam An Nawawi 8/350 & ‘Aunul Ma’bud 4/102.

[23] ) Bagi yang ingin mendapatkan penjelasan yang lebih luas tentang hukum meminta-minta, silahkan baca buku: “Haramnya meminta-minta” karya Syeikh Muqbil bin hadi Al Wadi’i rahimahullah.

إنَّ من الشجر لما بركته كبركة المسلم. رواه البخاري إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ في بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نطفة ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذلك ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذلك ثُمَّ يَبْعَثُ الله مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ له: اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أو سَعِيدٌ ثُمَّ يُنْفَخُ فيه الرُّوحُ متفق عليه

[22] ) Tafsir Ibnu Katsir 1/328.

Sumber: alisamanhasan.blogspot.com via salafiyunpad.wordpress.com

Oleh: cahayapelangi | Oktober 31, 2010

Matrix_02 -Terminologi Dalam Masalah Matrix

Peringatan

Artikel-artikel di dalam siri The Matrix kebanyakan di luar kotak pemikiran biasa.Ada yang menyentuh ilmu-ilmu kerohanian tertentu terutamanya Ilmu Tasawuf (Sufism).Sekiranya ada di antara artikel di dalam siri ini telah mengganggu ketenteraman anda,anda tidaklah digalak meneruskan pembacaan.Sekiranya anda merasa keliru atau sangsi setelah membaca isi kandungannya,terutama mengenai ajaran kerohanian,sila rujuk guru-guru agama yang mursyid dalam bidang Tasawuf.Sekiranya perlu sila rujuk AlQuran dan AlHadis serta kitab-kitab Tasawuf yang muktabar,sekadar menyebutkan contoh, kitab Sirus Salikin dan kitab Hikam.The Matrix adalah sekadar model untuk pemahaman masalah kehidupan manusia dari kaca mata terkini,di mana tidak mengubah sedikit pun konsep dan kepercayaan sebenar ilmu kerohanian itu sendiri.Dalam hal ini MistisFiles coba untuk menyederhanakan isi kandungannya sesuai dengan tingkat kefahaman awam.

“You take the red pill, you stay in Wonderland, and I show you how deep the rabbit hole goes”
(Morpheus -The Matrix)

Dalam membahas masalah di dalam Matrix,perlu diketahui dahulu istilah-istilah yang terlibat dalam perbahasan Matrix ini.Kelak apabila kita ‘mengembara’ ke dalam dunia Matrix ini lebih jauh,kita tidaklah tertanya-tanya istilah atau pengertian yang  aneyang memungkinkan kita sesat atau ditangkap oleh ‘ejen-ejen’ (rujuk ejen Smith) yang memang mencari mangsa untuk dikelirukan secukupnya.

“Pengajian The Matrix”

The Matrix adalah sekadar model untuk menerangkan masalah kerohanian dan pengetahuan Kuantum peringkat tinggi,dimana sebelum ditemui model ‘The Matrix’,para guru kerohanian,nabi-nabi,ahli sufi,orang-orang suci,para rishi,arahat,sami dan pendeta telah coba mengungkapkan rahsia kehidupan melalui perbagai model untuk memudahkan orang awam memahaminya sebagai contoh,’sarung’,'moksha’,'nirvana’,'reinkarnasi’,'karma’,'samsara,’pakaian’,'perut burung’,'karung’ dan sebagainya untuk mewakili bagian-bagian dalam masalah alam fizikal dan alam ghaib.Semakin tinggi pengetahuan manusia mengenai alam benda di sekelilingnya maka makin berubah dan makin mudah manusia MENGAITKAN masalah kerohanian dengan benda atau pun peralatan yang mereka biasa atau gunakan sehari-hari.

Model The Matrix mengambil perkakasan komputer sebagai asas pemahaman.Di dalam pengajian The Matrix,anda akan bertemu dengan istilah-istilah seperti kerangka utama (mainframe),port,plug in/plug out,hack,virus,trojan,reformat,virtual reality,program dan lain-lain.

“The Matrix”

Matrix sebenarnya suatu istilah umum,yang merujuk kepada dua kategori

*ruang fizikal di luar pikiran
*ruang esoterik di dalam pikiran

Ruang fizikal di luar pikiran ialah ruang-masa yang kita hidup sekarang.Ruang yang kita TAHU melalui indera kita;kita dapat lihat ia,rasakan,hirup/cium dan dengar.Ia adalah dunia fizikal yang kita rasakan sekarang ini.Perlu diketahui,di dalam teks-teks kerohanian tidak kira dari sumber Islam atau non-Islam,ada dicatatkan kewujudan perbagai alam dalam perbagai istilah seperti ‘kayangan’,'tusita’,'jabarut’ dan sebagainya.Di dalam kajian Fizik Kuantum dan Fizik Teori,alam yang kita rasakan sekarang adalah berbentuk 3 dimensi ruang dan 1 dimensi masa (3D-panjang,lebar,dalam).Jadi sudah tentu terdapat ruang dua dimensi (panjang,lebar) dan 1 dimensi (satu garisan).Dalam pada itu terdapat juga ruang yang lebih tinggi dari ruang 3 dimensi;4 dimensi,5 dimensi dan seterusnya di mana kajian Fizik Kuantum yang bergabung dengan Teori Kuantum-Graviti telah menjumpai keseluruhan jumlah dimensi adalah berjumlah 11 dimensi ruangmasa setakat ini (seterusnya akan dibincangkan di bawah silibus “Matrix Lebih Tinggi” serta “Hubungan Matrix dan Dimensi”)

Ringkasnya,dalam kata lain yang lebih sederhana,Matrix bermaksud ‘alam-alam’

Ruang esoterik di dalam pikiran merujuk kepada pengetahuan yang lebih tinggi dan abstrak.Subjek ini akan membincangkan perkaitan antara dunia fizikal dan rahsia pikiran.Masalah ‘Ruang di dalam pikiran” adakalanya berselisih (distort) dengan masalah ‘Ruang di luar pikiran’ tetapi jika diperhalusi,keduanya saling melengkapi dan menjelaskan kewujudan mereka masing-masing.Telah diketahui turun-temurun bahawa pikiran adalah entiti yang paling misteri di mana guru-guru kerohanian timur ada menerangkan mengenai ‘pikiran’ dan ‘tubuh’ yang terperincinya terdapat dalam ’3 Jenis Diri’:

-Diri Sendiri
-Diri Tersakiti
-Diri Sebenar Diri

Ini adalah salah satu definisi popular di mana konsep ini telah dikenali dengan perbagai istilah mengikut aliran kerohanian tertentu.Kaitan ‘pikiran’ dan ‘tubuh’ adalah misteri yang amat digemari dan dibahaskan selama beribu-ribu tahun oleh perbagai agama-agama besar,pendiri-pendiri aliran kerohanian,para pengkaji dan pakar-pakar perubahan di seluruh dunia.Di hujung pengembaraan nanti akhirnya dapat ditemui rahsia paling penting;bahawa sebenarnya segala sesuatu itu BUKANLAH DI LUAR PIKIRAN TETAPI DI DALAM PIKIRAN.

“The One”

Istilah ini merujuk kepada orang-orang pilihan Tuhan dalam menyampaikan ilmu pengetahuan ini.Orang-orang ini kerap disebut sebagai nabi,orang suci,peramal,pendeta agung,maitreya,avatar dan sebagainya biasanya merupakan orang yang disegani dari segi akhlak dan sikap yang terpuji.‘The One’ bukanlah orang yang mewar-warkan dirinya sebagai nabi atau utusan Tuhan melainkan setelah diarahkan begitu.Mereka sendiri tidak tahu pada awalnya bahawa diri mereka terpilih sehinggalah diberitahu secara wahyu,ilham atau cara-cara tertentu.’The One’ tidak suka orang disekelilingnya terlalu menyanjung dirinya.Mereka ini biasanya berperawakan tampan,bertubuh tegap dengan ketinggian yang optimum,berwajah manis dan menawan,tutur kata yang elok dan ada aura dan karisma diri.Ini penting untuk memudahkan para pengikut mereka mengikuti ajaran-ajaran mereka dengan rela dan konsisten.

“Plug in/Plug out”

‘Plug in’ bermaksud dilahirkan di dalam ‘Matrix’ terutamanya Matrix yang manusia hidup,mencari pilihan dan membuat pilihan.’Plug in’ juga bermaksud masuk ke dalam kesedaran yang lebih tinggi.Proses teknikal dalam penukaran antara Matrix juga disebut ‘plug in’.

‘Plug out’ pula bermaksud dimatikan dalam Matrix yang sedang dialami.Ia juga bermaksud dikeluarkan dari Matrix.’Plug out’ adalah simbol kepada ‘kematian’,'pengakhiran’ atau ‘selesai’.Proses teknikal dalam penukaran antara Matrix juga disebut ‘plug out’.

“‘The Source’The Source adalah sumber segala sesuatu.Dalam terminologi Matrix,The Source adalah sumber untuk membina kode-kode program di mana dalam hal ini ia digelar ‘source code’.Dalam tafsiran kerohanian tradisional,ia adalah mewakili sumber segala kejadian dan penciptaan makhluk.Ia juga digelar ‘supermind’,'overmind’ dan ‘The Mind’.Setiap pikiran manusia berhubung dengan ‘Mind’ ini.’The Source’ seringkali berhubungan dengan satu lagi entiti yaitu ‘The Architect’.Sesetengah kerohanian terutamanya dari Barat memisahkan ‘The Architect’ dengan ‘The Source’.Tetapi dalam disiplin kerohanian Sufism (tasawuf),’The Source’ itu adalah ‘The Architect’.

“‘The Architect’

The Architect adalah entiti yang membina Matrix;segala Matrix yang ada.Dialah yang menyusun program dan mengatur segala kode,trafik,protokol,port,format,codec,komunikasi dan lain-lain di dalam Matrix.Dialah yang menghidupkan program,mematikan program (shut down),memasukkan program serta mengeluarkan program.Dia juga yang menentukan jumlah program yang berjalan,protokol yang digunakan dan masa yang dihabiskan (‘The Architect’ tidak tertakluk pada ‘masa’ kerana ‘masa’ juga adalah sebuah program).’The Architect’ juga bersikap seperti pengaturcara (programmer).Dalam tafsiran kerohanian dan mungkin saja istilah yang biasa difahami manusia umum,’The Architect’ ini adalah apa yang digelar Maha Pencipta;Tuhan,’God’,'Lord’ dan sebagainya.

‘Programmer’

Pengaturcara.yaitu entiti yang tugasnya menyusun program yang berjalan di dalam Matrix.Setiap program ada pengatur cara yang menjaganya.’Programmer’ tidak dapat melaksanakan program tanpa ‘The Source’.Dari sinilah dia mendapat sumber kode untuk menjalankan tugasnya.’Programmer’ yang sebenar adalah ‘The Architect’ kerana dialah yang sebenarnya mempunyai kata kunci (password) untuk semua ‘source code’ dan tidak ada seorang pun ‘programmer’ yang dapat mengakses ‘mainframe’ (kerangka utama) kepada ‘source code’ ini tanpa keizinannya.Tetapi ‘The Architech’ telah membina ‘programmer-programmer’ yang lain,sebagai menunjukkan kebijaksanaannya dan kehebatannya mencipta (bukan untuk membantunya atau menunjukkan kelemahannya).Setiap parameter program dikawal oleh ‘programmer’ ini.Sebagai contoh,dalam dunia realiti manusia,setiap perjalanan material fizik mempunyai ukuran-ukuran tertentu untuk mampu berjalan lancar.Manusia dan benda-benda mampu bergerak stabil di atas bumi kerana dibekalkan dengan daya graviti yang mempunyai ukuran tertentu.Begitu juga jumlah titisan hujan yang turun,burung-burung yang terbang,pohon-pohon yang bergoyang dan kadar desibel guruh di langit juga kadar haba yang dipancarkan matahari,mempunyai parameter-parameter yang disedia oleh para ‘programmer’ ini.SETIAP SATU MEMPUNYAI UKURAN TERTENTU MENUNJUKKAN IA ADALAH DICIPTA,BUKAN TERJADI DENGAN SENDIRINYA.Dalam tafsiran yang sederhana dari disiplin kerohanian,para ‘programmer’ ini adalah para malaikat yang menjalankan perbagai tugas di semua Matrix yang dibenarkan khasnya Matrix yang manusia hidup sekarang.Setiap titisan hujan ada malaikat yang menjaganya.Begitu juga elektron-elektron yang berputar-berputar di orbitnya,setiap satu ada malaikat yang mengawalnya.Maha Suci Tuhan.


‘Program’Yaitu rancangan-rancangan,fasiliti,tema,peristiwa,subjek/objek dan sebagainya yang berjalan di dalam Matrix.Program adalah struktur kepada Matrix.Tanpa program,Matrix adalah satu ruang kosong yang menjemukan.Tiada apa-apa,Nothing.Program terdiri dari beratus-ratus,beribu hingga infiniti kode-kod yang diambil dari ‘The Source’ di ‘mainframe’.Kode-kode ini disusun menjadi parameter-parameter,peraturan perisian,masa dan struktur lain sehingga menjelma menjadi program.Setiap entiti yang wujud termasuk para ‘programmer’ itu sendiri adalah ‘program’.Segalanya ‘program’ sehingga Matrix pun merupakan ‘program’ yang dicipta.Hanya ‘The Architect’ saja bukan ‘program’.Dia adalah entiti yang memegang peranan ‘The Architect’,'The Source’ dan ‘Programmer’ sekaligus.Dalam tafsiran kerohanian tradisional,’program’ ini merujuk kepada makhluk,yaitu YANG DICIPTAKAN.Makhluk bukan saja bermakna yang bernyawa saja,tetapi juga yang tidak bernyawa.Kucing,sudu,pinggan,nasi goreng,tahi cicak,kambing,bantal busuk,komputer,matahari,Nebula Ketam,galaksi,elektron,proton,quark,bozon dan sebagainya adalah ‘program’,iaitu makhluk yang diciptakan.Makhluk diciptakan oleh Khaliq iaitu PENCIPTA.’Program’ berasal dari kode-kod eyang disusun,di mana kode-kode itu pula diambil dari ‘The Source’ yang bertempat di ‘mainframe’.


‘Mainframe’Kerangka utama.yaitu tempat dimana kode-kode disimpan dan dikawal rapi.’Mainframe’ bertempat di luar kode biasa Matrix dan mempunyai katakunci (password) yang teramat rahsia untuk memasukinya.’Mainframe’ menyimpan segala kode di dalam ‘memori’ nya yang khas.Tidak diketahui secara jelas adakah terdapat ‘programmer’ yang dapat mengaksesnya (apa pun dengan kebenaran ‘The Architect’) tetapi terdapat ‘The One’ yang dapat mencapai akses ke ‘mainframe’.Di dalam tafsiran kerohanian (sufism) ‘mainframe’ mewakili Lauh Mahfuz yang menyimpan ‘Kitab Yang Terpelihara’ iaitu berisi pengetahuan yang lepas,kini dan akan datang.

———————————————————————————————————–

Setakat ini dahulu MistisFiles memberikan definisi istilah-istilah yang dipakai dalam model kerohanian The Matrix.Istilah-istilah di atas adalah istilah dalam kategori asas yang perlu di beri penjelasan dahulu.Terdapat berpuluh-puluh lagi istilah tetapi lebih mudah kalau diterangkan istilah itu bersama-sama artikel kerana istilah-istilah ini lebih bersifat rumit dan mungkin akan menimbulkan anggapan negatif dari pembaca.

Anda sudah faham sekarang?Ok,sebelum memasuki ‘Matrix’,kami ingin memberitahu anda beberapa perkara.

Kita semua adalah pengemis kebenaran.Kita semua dilahirkan di dalam penjara. PENJARA PIKIRAN yang TIDAK berbau atau dapat dirasa,didengar dan dilihat.Ia adalah penjara yang sunyi sepi,gelap dan kosong.Malangnya,tidak seorang pun yang dapat memberitahu anda setepatnya apakah Matrix itu.Anda DAPAT CARI DAN KAJI SENDIRI.Ini adalah peluang anda yang terakhir,selepas ini tiada ruang untuk KEMBALI.Di sini ada dua biji pil;merah dan biru.

Anda ambil pil biru,semua cerita akan berakhir di sini;anda akan bangun dari tidur dan anda percaya apa yang anda ingin percaya.

Anda ambil pil merah,anda akan tetap di dunia yang benar-benar menakjubkan…kami jamin, dan kami akan bawa anda sedalam mana ‘lubang sang arnab’ itu pergi.

INGAT!Apa yang kami tawarkan di sini adalah bertujuan untuk mencari kebenaran semata-mata,tiada niat yang lain.
Bersambung…

Oleh: cahayapelangi | Desember 10, 2010

Al-Zaytun dan Masyarakat Cibanoang Bangun P4BI

 

AL_Zaytun, pusat pendidikan terpadu yang tak pernah tidur! Saban hari, siang dan malam, terus berkarya untuk membangun putra-putri bangsa Indonesia yang berpendidikan, bangsa yang kelak mampu bertoleransi dan bersikap damai dalam hidup dan kehidupannya. Memasuki usianya genap delapan tahun, dan bertepatan momentum Hari Kebangkitan Nasional 2007, Al-Zaytun melangkah melanjutkan karyanya membangkitkan semangat  Mmasyarakat Cibanoang, Mekarjaya, Gantar, Indramayu, Jawa Barat, untuk secara bersama membangun Pusat Pendidikan Putra-Putri Bangsa Indonesia (P4BI) di desa terpencil itu. Ditandai peletakan batu asas pembangunan P4BI tersebut, Sabtu, 19 Mei 2007.

Peletakkan batu asas pembangunan Pusat Pendidikan Putra-Putri Bangsa Indonesia (P4BI) itu dilakukan civitas akademika Al-Zaytun, dari santri, mahasiswa, guru, eksponen dan karyawan bersama-sama dengan masyarakat Cibanoang. Peletakan batu pertama bertambah istimewa, karena acara yang dilakukan di pelosok desa tersebut dihadiri oleh 11 wartawan dari Amerika, Malaysia, Vietnam dan Indonesia yang tergabung dalam East West Center (EWC). Rombongan yang dipimpin oleh Richard Baker ikut serta meletakan batu pertama P4BI yang rencana pembangunannya selesai dalam 31 hari.

Pembangunan P4BI ini merupakan realisasi janji Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang kepada Dirjen PLS (Pendidikan Luar Sekolah) Dr Ace Suryadi beberapa waktu yang lalu. Bangunan Pusat Pendidikan Putra-Putri Bangsa Indonesia yang akan dibangun ini berukuran 6 x 16 meter dilengkapi sarana olahraga, seperti lapangan basket dan sepakbola di atas lahan satu hektar. Rencananya gedung pertama ini akan diselesaikan dalam waktu satu bulan, dan akan diresmikan tanggal 23 Juni. Untuk itu karyawan Al-Zaytun bersama masyarakat Cibanoang bekerja siang dan malam untuk mewujudkannya. Pembangunan ini merupakan langkah awal dan nanti akan dibangun lagi dengan ukurannya lebih besar, untuk menampung kegiatan lainnya.

Syaykh Al-Zaytun memberikan kata sambutan saat peletakan batu asas pembangunan P4BI di Cibanoang

 

Dalam sambutannya, Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang mengatakan bahwa Pusat Pendidikan Putra-Putri Bangsa Indonesia yang akan dibangun merupakan pusat pendidikan untuk menciptakan  pembangunan bangsa. “Pembangunan bangsa yang berpendidikan dan mampu bertoleransi, bangsa yang mampu bersikap damai dalam hidup  dan kehidupannya,” ujar Syaykh AS Panji Gumilang dengan suara lantang.

“Kita mulai dari kampung yang sangat jauh dari kota, kampung yang tidak dipedulikan oleh banyak orang, tidak memiliki tempat pendidikan yang layak,” ujar Syaykh.

Asbab Al-nuzul dibangunnya P4BI di Cibanoang ini bermula dari keprihatinan Syaykh AS Panji Gumilang yang tiap pagi dan petang melewati daerah itu saat meninjau Proyek Ketahanan Terpadu  Pertanian Tanaman Pangan dan Hutan Tanaman Industri Al-Zaytun di Windu Kencana. Prihatin menyaksikan tempat belajar calon pemimpin bangsa Indonesia yang menyerupai kandang kambing.

“Sekolahmu tidak boleh dibangun di atas tanah seratus meter persegi, tidak boleh. Indonesia luas, sama dengan luasnya Amerika Serikat. Sekolahmu tidak boleh 100 meter persegi, sekolahmu minimal satu hektare,” kata Syaykh.

Cibanoang merupakan kampung yang sangat jauh dari kota, kampung yang tidak pernah dipedulikan banyak orang dan tidak memiliki tempat pendidikan yang layak. “Tempat mendidik calon pemimpin bangsa Indonesia yang tidak layak ini tidak bijak. Kita bukan bangsa yang besar kalau kita tidak memperhatikan pendidikan. Untuk itu masyarakat bersama-sama Al-Zaytun bertekad membangun pusat pendidikan ini untuk memajukan  bangsa melalui anak-anak muda,” ujar Syaykh Al-Zaytun. Untuk itu masyarakat Cibanoang bersama Al-Zaytun bertekad membangun pusat pendidikan ini untuk memajukan  bangsa Indonesia. Rakyat Cibanoang bangkit bersama masyarakat Al-Zaytun untuk membangun pendidikan. “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya,” Syaykh Al-Zaytun mengutip lagu Indonesia Raya.

Masyarakat Bangga dan Bahagia

Suasana ruang belajar sebuah madrasah di Desa Cibanoang yang sudah tidak layak

 

Masyarakat Cibanoang menyambut antusias dan merasa bahagia dibangunnya P4BI ini. “Saya sangat bahagia sekali dengan dibangunnya sekolah di desa saya. Selama ini saya bersekolah jauh, jalannya rusak dan kalau hujan enggak bisa sekolah,” kata Andi Arianto, Kelas IV Madrasah Diniyah Awaliyah.

James O’Toole, Poliyics Editor Pittsburgh Post Gazette, juga memberikan apresiasi dengan dibangunnya P4BI. “Ini merupakan contoh yang baik dan positif dan sungguh sangat menarik, dan saya bangga ikut meletakkan batu pertama,” katanya.

P4BI telah memberi angin perubahan ke arah perbaikan kualitas pendidikan di Desa Cibanoang yang selama ini tak pernah tersentuh pembangunan pendidikan oleh pemimpin negaranya. Selama ini, anak-anak harus mengecap pendidikan dengan kondisi kelas yang tak ubahnya seperti kandang kambing. Berlantai tanah, dinding anyaman bambu yang sudah banyak yang hancur, atap berlobang yang jika musim hujan bocor. “Sekarang masyarakat bangkit, 20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional, diawali oleh masyarakat Cibanoang membangun pusat pendidikan,” kata Syaykh. Dan, Cibanoang yang menurut Syaykh Al-Zaytun merupakan sungai yang bisa menghasilkan emas bisa tercipta. Tentu saja dengan pendidikan yang memadai.

Syaykh juga menyebut keistimewaan Cibanoang lantaran peletakan asas  itu dihadiri oleh wartawan dari Amerika Serikat. Syaykh memperkenalkan pimpinan rombongan Mr Richard, dari Amerika Serikat tapi bahasa Indonesianya lebih bagus dari pada masyarakat  Indonesia di Cibanoang.

Kepada rombongan wartawan yang tergabung dalam East West Center (EWC) Hawaii – Amerika Serikat, itu, Syaykh Al-Zaytun menjelaskan: “Ini namanya Cibanoang, sungai yang bisa menghasilkan emas. Banoang itu sebuah buah yang bisa menjadi emas. Tapi belum tersentuh oleh pembangunan pendidikan oleh  pimpinan negaranya. Sekarang masyarakat bangkit, besok tanggal 20 adalah hari kebangkitan nasional, diawali dari masyarakat Cibanoang membangun sebuah pusat pendidikan. Tidak terlalu besar, hanya seluas 6 x 16 meter di lahan 10 ribu meter. Dan ini tahap pertama, mudah-mudahan nanti Pak Richard datang lagi, dan akan kita bangun lagi, bangun lagi yang lebih besar.”

Syaykh berpesan, tolong sampaikan kepada bangsa Amerika, di Cibanoang ada sekolah yang baru dibangun karena tidak tersentuh oleh kebijakan pemerintahnya. Dibangun oleh rakyat sendiri, buat rakyat Indonesia yang ada di sini.

Denah pembangunan Pusat Pendidikan Putra-Putri Bangsa Indonesia (P4BI)

 

“Kita buktikan bahwa masyarakat Cibanoang mampu membangun. Kita bangun 31 hari, alias satu bulan. Hari ini kita mulai, dan tanggal 23 Juni kita akan resmikan. Kita undang pemimpin-pemimpin supaya paham, di sini masyarakatnya sudah tidak sabar menunggu apa kebijakan yang akan diberikan oleh pemimpinnya, sehingga membangun sendiri,” urai Syaykh Al-Zaytun.

Syaykh menyampaikan rasa iba, haru dan bangga karena masyarakat Cibanoang mampu membangun. “Kami hanya mendatangkan tukang, kami hanya mendatangkan batu, tidak pakai uang membangun, sama sekali tidak menggunakan uang, tidak penting uang itu. Yang penting ada batu, batu ada pabriknya, batu bata ada pabriknya, semen ada pabriknya, kayu ada hutannya, genteng ada pabriknya, tidak laku uang itu. Apalagi masyarakat tidak dipungut uang sesen pun, hanya mengumpulkan padi 20 Kg untuk memberi makan tukang selama satu bulan,” jelas Syaykh.

Syaykh memaparkan bangsa berpendidikan itu maknanya bangsa yang akan punya masa depan, akan mampu menginjak masa depannya dengan baik. Bangsa yang pendidikannya kurang akan suram masa depannya. “Maka anak-anakku rebut pendidikan, rebut toleransi. Akan kita dirikan sekolah tingkat dasar, kemudian nanti tingkat menengah, kemudian tingkat menengah atas, kemudian perguruan tingginya ke Universitas Al-Zaytun,” katanya.

Salah satu gedung sekolah di Desa Cibanoang yang tak tersentuh pembangunan

Lalu, Syaykh bertanya: “Siapa yang membiayai sekolah ini nanti?” Dan kemudian dijawabnya sendiri: “Kita bangsa yang kuat, masyarakat yang kuat, yayasan pesantren Indonesia yang kuat, karena didukung oleh masyarakat. Jangan kahwatir biaya pendidikan, paling-paling kita cuma urunan. Tidak usah membayar, tapi urunan.” Bagaimana caranya? “Karena di sini punya padi, urun pakai padi, yang punya jagung urun pakai jagung, tidak punya jagung tidak punya padi, hanya punya tenaga urun tenaga, tidak punya tenaga urun doa,” jelas Syaykh, lalu mengajak segenap hadirin berdoa dan berbasmalah.

Setelah ini Syaykh memimpin membaca Asmau Al-Husna sebanyak 100 nama-nama Allah, Alhamdulilah, tepat pukul 14.00 kurang dua menit peletakan batu asas dilakukan. Syaykh mempersilakan wakil ketua YPI, H Imam Suprianto maju ke depan, sekertaris Yayasan Ustadz Abdul Halim memegang tabir dan menunggu komando, sesuai sirine yang berbunyi.

Kemudian mempersilakan para pelajar putra-putri, masyarakat pemuda putra-putri, kemudian orang tua putra-putri, dan masyarakat lainnya, disusul oleh pelajar Al-Zaytun, mahasiswa Al-Zaytun, dan masyarakat Al-Zaytun serta rombongan dari masyarakat jurnalis Amerika Serikat memasang batu pertama sebagai kenang-kenangan tempat pendidikan yang akan go public, go international, dan go global..

Sumber>>//beritaindonesia.co.id

Oleh: cahayapelangi | Desember 10, 2010

RI Miskin dan Berutang Hingga Kiamat Tiba

Utang nan memblenggu kemiskinanBerutang untuk mengentaskan kemiskinan (memakmurkan rakyat). Benarkah? Atau hal itu hanya slogan! Kenyataan, utang kita (pemerintah Indonesia), baik utang luar negeri maupun dalam negeri, dari tahun ke tahun semakin membesar, dan kemiskinan pun masih terus membelenggu rakyat. Ditambah lagi beban utang luar negeri swasta yang semakin besar. Tampaknya, Indonesia telah masuk dalam perangkap utang permanen (permanent debt trap), yang memungkinkan Indonesia akan tetap miskin (permanent poor) dan berutang hingga kiamat tiba.

Bakyat diajak untuk bersabar, mengencangkan ikat pinggang. Pembangunan memerlukan waktu, bertahap dan jangka panjang. Membangun, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, pertanyaannya, berapa lama jangka panjang itu dan seberapa ketat ikat pinggang itu? Jangan-jangan saking lamanya jangka panjang itu, semua rakyat miskin sudah mati, serta saking ketatnya ikat pinggang, hingga rakyat miskin sudah tidak lagi punya pinggang.

Dalam kaitan ini, berangkali relevan dikutip apa yang dikemukakan John Maynard Keynes (Cambridge, 5 Juni 1883 – Sussex, 21 April 1946) seorang ahli ekonomi Inggris yang melontarkan ide-ide radikal dan berdampak luas pada ilmu ekonomi modern serta pemikiran dan filsafatnya biasa disebut dengan istilah Keynesianisme. Keynes mengatakan the long run is a misleading guide to current affairs. (Jangka panjang adalah panduan menyesatkan untuk urusan saat ini). Sebab menurutnya, in the long run we are all dead. (Dalam jangka panjang kita semua sudah mati).

Bisa saja pernyataan Keynes ini dipandang mengandung kelakar. Tetapi jika melihat kebijakan pemerintah yang menjanjikan pembangunan jangka panjang dan selalu mengejar angka dan persentasi laju pertumbuhan dengan mengandalkan utang seperti terjadi hingga saat ini, sampai kapan pun rakyat Indonesia akan dibelenggu kemiskinan. Atau, setidaknya, mustahil si pengutang lebih kaya dari pemberi utang, jika kebijakan utang-piutang itu dilakukan seperti selama ini.

Dalam pandangan pemerintah, sebagaimana dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan RI, perihal Perkembangan Utang Negara, Edisi Juni 2010, disebutkan utang merupakan bagian dari Kebijakan Fiskal (APBN) yang menjadi bagian dari Kebijakan Pengelolaan Ekonomi secara keseluruhan, yang bertujuan menciptakan kemakmuran rakyat dalam bentuk penciptaan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, dan menguatkan pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan keamanan.

Utang, katanya, adalah konsekuensi dari postur APBN (yang mengalami defisit), dimana penerimaan negara lebih kecil daripada belanja negara. Pemerintah berpandangan, pembiayaan APBN melalui utang merupakan bagian dari pengelolaan keuangan negara yang lazim dilakukan oleh suatu negara. Di mana utang merupakan instrumen utama pembiayaan APBN untuk menutup defisit APBN, dan untuk membayar kembali utang yang jatuh tempo (debt refinancing); serta refinancing dilakukan dengan terms & conditions (biaya dan risiko) utang baru yang lebih baik.

Renumerisasi: Salah satu contoh reformasi birokrasi yang dibiayai dengan utang luar negeri berupa dana tunjangan khusus bagi Kementerian KeuanganPenjelasan pemerintah ini, secara sengaja atau tidak, mengakui bahwa Indonesia telah terjebak dalam perangkap utang permanen. Gali lobang untuk menutup lobang. Utang untuk menutupi defisit anggaran serta membayar cicilan utang dan bunganya. Sehingga tujuan kebijakan pengelolaan ekonomi untuk menciptakan kemakmuran rakyat sering kali menjadi bukan prioritas utama.

Jumlah nominal utang luar negeri terus membesar berlipat-lipat, sementara penciptaan lapangan kerja dan upaya pengurangan kemiskinan merambat lambat, nyaris tak bergerak lebih baik. Angka laju pertumbuhan dikejar demi prestasi dan pencitraan, tanpa peduli apakah laju pertumbuhan itu bersinggulang langsung dengan pengurangan kemiskinan rakyat.

Nyatanya, kemiskinan pun kian merisaukan (Kompas, 12/7/2010). Laju penurunan angka kemiskinan semakin lambat. Di sisi lain, angka inflasi meningkat seiring kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Beban masyarakat termarjinalkan pun makin berat seiring kenaikan tarif dasar listrik per 1 Juli 2010. Menurut data pemerintah (Badan Pusat Statistik) jumlah penduduk miskin saat ini (Maret 2010) sebanyak 31,02 juta (13,33 persen), sedangkan Maret 2009 sebanyak 32,53 juta (14,15 persen). Penentuan jumlah penduduk miskin versi pemerintah ini didasarkan pada asumsi pengeluaran rata-rata per kapita penduduk per bulan adalah Rp.211,726, tergolong di bawah garis kemiskinan.

Bandingkan dengan garis kemiskinan yang ditetapkan oleh Bank Dunia USD 2 per kapita per hari. Jika Indonesia menggunakan garis kemiskinan USD 2 per kapita per hari atau Rp. 552.000 per bulan (kurs Rp.9.200/USD 1), maka jumlah orang miskin di Indonesia lebih 90 juta orang.

Tampaknya, pemerintah selalu dengan giat menurunkan angka kemiskinan dalam data Badan Pusat Statistik. Apakah data itu sesuai dengan realitas kehidupan keseharian rakyat, itu adalah soal lain. Yang penting ada data-data publikasi penurunan angka kemiskinan untuk meningkatkan citra pejabat pemerintah.

Bila perlu, paling menyedihkan, rakyat disuapi saja dengan BLT (bantuan langsung tunai) dan Raskin (beras miskin). Tak peduli apakah dengan hal itu rakyat semakin mandiri atau tidak. Sehingga semakin ‘paripurna dan permanenlah’ kemiskinan rakyat dengan mental peminta-minta. Akibatnya, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin serta karakter kemandirian bangsa semakin melorot pula.

Barangkali hal inilah yang dikuatirkan Presiden Soekarno ketika dengan lantang menolak tawaran utang dari negara-negara maju (kapitalis), dengan ucapan yang terkenal: Go to hell your aid! Dia pemimpin visioner yang memilih lebih baik menyerukan dan mengajak rakyat untuk Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) sekaligus mengedepankan pembangunan karakter bangsa (character and nation building).

Posisi utang pemerintah 1998-2010

Kendati pemerintahan Soekarno tidak bebas murni dari utang luar negeri, tetapi dia mempunyai visi dan sikap yang tegas bahwa untuk membangun kejayaan bangsa harus dengan mengandalkan kemandirian dan karakter bangsa yang kuat. Visi Soekarno ini memberi penegasan yang cerdas bahwa berutang dan menerima investasi luar bukanlah hal yang haram atau tabu, tetapi harus dengan visi, prinsip, sikap dan tujuan yang jelas dan teguh membangun kemandirian bangsa.

Prinsip inilah tampaknya yang dilupakan pemerintah Indonesia sejak Orde Baru hingga Era Reformasi hari ini. Dengan amat mudah, pemerintah berkata bahwa utang adalah konsekuensi dari postur APBN (yang mengalami defisit), dimana penerimaan negara lebih kecil daripada belanja negara. Bahkan, apabila dipercaya sebagai negara pengutang, sudah menjadi kebanggaan pemerintah. Sehingga jumlah nominal utang luar negeri Indonesia (utang pemerintah dan utang swasta) setiap tahun melonjak semakin tinggi. (Baca: Utang dari Soekarno Hingga SBY).

Rekor Utang Terbesar
Tim Indonesia Bangkit (TIB) yang ‘beroposisi’ dengan pemerintah mencatat utang Indonesia dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 31 persen menjadi Rp 1.667 triliun. “Utang sebesar itu merupakan utang terbesar Indonesia sepanjang sejarah,” kata Ketua Tim Indonesia Bangkit, Rizal Ramli. Menurut Rizal, itu menempatkan Indonesia pada rekor utang terbesar sepanjang sejarah.

Rizal juga menjelaskan jumlah utang per kapita Indonesia pun meningkat. Jika pada 2004 utang per kapita Indonesia sekitar Rp 5,8 juta per kepala, maka pada Februari 2009 melonjak jadi Rp 7,7 juta per kepala. “Kan aneh, data TIB menunjukkan utang naik, kok berani-beraninya pemerintah bikin iklan utang turun,” katanya.

Total utang pemerintah pusat sampai Mei 2010 telah mencapai USD 175,31 miliar (ekuivalen Rp.1.609,31 triliun dengan nilai tukar Rp.9.180/USD.1). Bahkan berdasarkan perhitungan asumsi makro 2011, jumlah utang pemerintah ini diperkirakan akan mencapai Rp.1.878 triliun.

Jika dilihat dari posisi utang pemerintah (pinjaman luar negeri dan Surat Berharga Negara) yang dirilis Dirjen Pengelolaan Utang, Kemkeu RI, Edisi Juni 2010, telah terjadi kenaikan jumlah nominal utang pemerintah yang sangat tinggi dalam kurun waktu 2001-2010. Jika pada akhir tahun 2001 utang pemerintah pusat mencapai USD 122,42 miliar (Rp.1.273,18 triliun dengan kurs Rp.10.400/USD.1), bertambah sebesar USD 17.46 miliar (Rp. 174, 6 triliun dengan kurs Rp.10.000/USD.1) pada akhir 2004 menjadi USD 139.88 miliar (Rp.1.299,50 triliun dengan kurs Rp.9.290/USD.1).

Kenaikan jumlah nominal utang pemerintah semakin tinggi terjadi dalam pemerintahan saat ini (2005-Mei 2010), menjadi USD 175.31 miliar (Rp. 1.609,31 triliun dengan kurs Rp.9.180/USD.1). Atau meningkat USD 35.43 miliar (Rp. 325.956 triliun dengan kurs Rp.9.200/USD.1). Bandingkan dengan utang luar negeri pemerintah Orde Baru (32 tahun) sebesar USD 53.865 (1997) dan akibat diterpa krisis naik sebesar USD 13.463 menjadi USD 67.328 (1998) yang berakibat secara politik dengan lengsernya Presiden Soeharto.

Posisi utang pemerintah 2001-2010Pemerintah (Kementerian Keuangan) menjelaskan bahwa kenaikan jumlah nominal utang pemerintah yang sedemikian tinggi sejak 2005 yakni sebesar USD 35.43 miliar (Rp. 325.956 triliun dengan kurs Rp.9.200/USD.1), itu berasal dari: Pertama, akumulasi utang di masa lalu (legacy debts) yang memerlukan refinancing yang cukup besar; Kedua, dampak krisis ekonomi tahun 1997/1998 yang berakibat: a) Depresiasi Rupiah terhadap mata uang asing, b) BLBI dan Rekapitalisasi Perbankan, c) Sebagian setoran BPPN dari asset-recovery digunakan untuk APBN selain untuk melunasi utang/obligasi rekap.

Ketiga, pembiayaan defisit APBN merupakan keputusan politik antara Pemerintah dan DPR-RI antara lain untuk: a) Menjaga stimulus fiskal melalui misalnya pembangunan infrastruktur, pertanian dan energi,dan proyek padat karya; b) Pengembangan peningkatan kesejahteraan masyarakat misalnya PNPM, BOS, Jamkesmas,Raskin, PKH,Subsidi; c) Mendukung pemulihan dunia usaha termasuk misalnya insentif pajak; d) Mempertahankan anggaran pendidikan 20%; e) Peningkatan anggaran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista); dan f) Melanjutkan reformasi birokrasi.

Penjelasan ini menegaskan bahwa pemerintah memang mengandalkan utang, selain untuk membayar cicilan utang masa lalu dan bunganya yang jatuh tempo, juga menjaga stimulus fiskal, membiayai PNPM, BOS, Jamkesmas, Raskin, PKH dan subsidi, juga membiayai insentif pajak dan reformasi birokrasi (remunerasi). Salah satu contoh, reformasi birokrasi yang dibiayai dengan utang luar negeri adalah pemberian remunerasi (dana tunjangan khusus) pagawai Kementerian Keuangan.

Selain itu, pemerintah terus melanjutkan ketagihan berutang ke luar negeri, pada era pemerintahan saat ini, kendati dengan bunga yang lebih tinggi (komersial). Sebab akses terhadap pinjaman luar negeri dengan persyaratan sangat lunak dari lembaga keuangan multilateral bagi Indonesia sudah dibatasi. Pembatasan ini disebabkan status Indonesia yang tidak lagi digolongkan sebagai low income country, di samping adanya batas maksimum pinjaman yang dapat disalurkan ke suatu negara (country limit).

Bahkan berita terbaru, Moody’s Investors Service pada (21/6/2010) menaikkan peringkat utang Indonesia berdominasi rupiah dan mata uang asing dari stabil menjadi positif dengan level Ba2. Sebagaimana dikutip Reuters Senin (21/6/2010), Moody’s Investors Service menyebut dengan demikian Indonesia memiliki kapasitas yang kuat untuk mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan, stabilitas dan efektifitas keuangan dan kebijakan moneter.

Moody’s juga meningkatkan rating depostito jangka panjang berdominasi mata uang asing di 10 bank di Indonesia ke Ba3, dari stabil menjadi positif atau satu level di bawah investment grade (level layak investasi). Tahun 2009, Moody’s menaikkan rating utang luar negeri Indonesia menjadi Ba2 atau dua level di bawah investment grade.

Chris KomariMenanggapi hal ini, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan naiknya peringkat Indonesia dari stabil menjadi positif dari Moody’s sebagai sinyal positif bagi Indonesia untuk segera masuk ke jajaran investment grade. Dengan demikian, kata Agus, pemerintah akan semakin berhati-hati dalam menetapkan kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga performance pemerintah. Meskipun dia tidak mau memasang target waktu Indonesia masuk ke jajaran investment grade. “Kalau itu saya tidak bisa bilang (masuk ke investment grade), kita mesti kerja yang baik saja,” tandasnya.

Sebelumnya, Maret 2010, Standard & Poor’s juga meningkatkan rating utang Indonesia berdominasi mata uang asing dua tingkat di bawah investment grade. Bahkan Januari 2010, Fitch Ratings telah meningkatkan rating Indonesia menjadi satu tingkat di bawah level layak investasi (investment grade).Pemerintah boleh bangga dengan kenaikan peringkat ini, tapi sebagaimana dikemukakan Menkeu Agus Martowardojo pemerintah harus semakin berhati-hati dalam menetapkan kebijakan fiskal dan moneter.

Sebab hal ini juga bermakna bahwa Indonesia yang terus didorong lembaga dan negara-negara maju (kreditor) untuk melanjutkan ketergantungan meminjam (berutang), tapi bukan lagi pinjaman lunak (berbunga rendah) melainkan pinjaman komersial berbunga lebih tinggi. Sehingga, kenaikan peringkat utang ini bisa menjadi perangkap jika pemerintah tidak berhati-hati.

Puja-puji lembaga atau negara kreditor itu seharusnya diwaspadai. Sebab, bukankah saat ini utang pemerintah sudah semakin banyak dan mencemaskan? Saking banyaknya, jika ditumpuk tidak muat di beberapa gedung termasuk Gelora Bung Karno, Senayan. “Banyaknya, mungkin kalau (uangnya) ditumpuk jadi berapa gedung, GOR Senayan juga enggak akan cukup,” ungkap Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto, kepada pers di kantornya, Jakarta, Senin (19/4/2010).

Menurutnya, nominal utang pemerintah pusat kian bertambah dari waktu ke waktu yang disebabkan meningkatnya nominal defisit dan utang lama yang jatuh tempo. Walaupun pinjaman luar negeri semakin berkurang, tetapi tambahan nominal utang berasal dari surat berharga negara (SBN) baik surat utang negara (SUN) dan sukuk. Kondisi tersebut ditunjang oleh porsi SBN valas yang meningkat karena daya serap pasar domestik masih terbatas. Menurutnya, SBN valas ini untuk benchmarking dan memperkuat cadangan devisa.

Memang, sebagaimana sering didengungkan pemerintah, meskipun secara nominal jumlah utang pemerintah semakin meningkat, namun besaran rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) semakin menurun. Pada akhir tahun 2001, rasio utang terhadap PDB sebesar 77 persen, menurun menjadi 67 persen tahun 2004, dan makin menurun lagi menjadi 26 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada Mei 2010 (perkiraan sementara).

Rahmat WaluyantoSebelumnya, Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto saat konferensi pers di ruang pers Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Selasa (25/5/2010) malam mengatakan meski bertambah (nominal utang), tapi sesuai konsensus dari semua cendikiawan di dunia bahwa harus dilihat dari GDP. Dia menjelaskan peningkatan nominal utang pemerintah merupakan penyesuaian atas besaran defisit anggaran yang mengikuti pertambahan nominal PDB dari tahun ke tahun.

Selain itu, Rahmat Waluyanto mengatakan pemerintah juga berkepentingan untuk membayar utang jatuh tempo yang cukup tinggi pada tahun ini di mana utang tersebut dibuat oleh pemerintahan sebelumnya. Tahun ini, menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo pemerintah bersiap menanggung utang jatuh tempo sekira Rp.115 triliun. “Pada tahun ini utang jatuh tempo kita Rp110 triliun, kalau ditambah bunga Rp115 triliun dan sekarang sedang dalam posisi untuk memperpanjang itu,” jelasnya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (25/5/2010) malam.

Menkeu Agus Martowardojo menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari besaran utang yang ditanggung oleh pemerintah. Sebab pengelolaan utang negara saat ini berkategori sehat, karena pemerintah juga mengelola utang jatuh tempo setiap tahunnya.

Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto juga membantah anggapan pengelolaan utang tidak efisien. Pasalnya, defisit anggaran setiap tahunnya dibatasi maksimal hanya tiga persen dari PDB. Tambahan pinjaman luar negeri neto dianggarkan negatif sejak 2004, artinya jumlah pembayaran kembali utang dianggarkan lebih besar dibanding dengan jumlah penarikan pinjaman luar negeri baru.

Dia juga menjelaskan bahwa tidak benar jika tambahan utang melewati batas APBN. “September 2009, lembaga pemeringkat internasional menaikkan rating kredit Indonesia karena dinilai telah mengelola keuangan dengan baik. Audit BPK terhadap pengelolaan utang, juga sudah mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP),” tambahnya.

Rahmat menegaskan bahwa jumlah nominal defisit dan pembiayaan melalui utang, termasuk pelunasan utang, ditetapkan dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya dengan persetujuan DPR. Maka, dia sangat heran kalau ada pengamat merangkap anggota DPR terus teriak-teriak soal utang. “Dia (DPR) sendiri kan ikut juga membahas itu,” katanya.

Sementara. perihal anggapan bahwa yield surat utang negara (SUN) yang terlalu tinggi, Rahmat Waluyanto mengatakan pemerintah tidak memiliki kapasitas untuk menetapkan yield atas SUN tersebut. Karena Yield obligasi ditetapkan melalui mekanisme pasar yang prosesnya dilakukan secara akuntabel dan transparan.

Rizal RamliSebelumnya, Sri Mulyani, sebelum mengundurkan diri dari jabatan menteri Keuangan, dalam paparannya di Musrenbangnas 2010, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/4/2010) mengatakan kendati berdasarkan perhitungan asumsi makro 2011, jumlah utang pemerintah diperkirakan akan mencapai Rp1.878 triliun atau meningkat dari utang pada kondisi awal 2010 yang sebesar Rp1.617 triliun, namun, jika dibandingkan antara jumlah utang dan PDB, rasio utang Indonesia pada tahun 2011 justru akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yaitu hanya sebesar 26,7 persen saja.

“Pada 2011, utang Indonesia rasionya terhadap PDB semakin kecil yaitu hanya sebesar 26,7 persen dari PDB atau turun dari tahun ini yang sudah ada di kisaran 30 persen,” ujar Sri Mulyani. Dia menegaskan, peningkatan jumlah utang tersebut masih sejalan dengan pertumbuhan PDB. Menurut Sri Mulyani, kondisi ekonomi Indonesia sudah jauh lebih baik saat ini, namun tetap saja diperlukan kewaspadaan tinggi terhadap perkembangan ekonomi global. Dipaparkan, defisit dalam RAPBN-P 2011 ditetapkan sebesar 1,7 persen dari PDB atau menurun dibandingkan dengan asumsi defisit dari APBN-P 2010 adalah 2,1 persen.

Data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, menunjukkan kebutuhan pembiayaan utang pada tahun 2010 mencapai Rp 234,776 triliun, yakni digunakan untuk membiayai desifit anggaran sebesar Rp 98,010 triliun, pembayaran utang jatuh tempo dan cicilan pokok pinjaman luar negeri Rp 129,384 triliun, serta biaya lain-lain sebesar Rp 7,381 triliun.

Untuk menutupi sebagian besar kebutuhan pembiayan tahun ini, pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 174,97 triliun. Dirjen Pengelolaan Utang mengatakan SBN diprioritaskan karena membantu pengembangan pasar keuangan, memperkuat basis investor domestik, mendukung kebijakan moneter Bank Indonesia, dan yang juga penting adalah mengurangi ketergantungan pada pinjaman luar negeri.

Sisanya, menurut Rahmat Waluyanto, akan dibiayai melalui pinjaman program Rp 24,443 triliun, pinjaman proyek Rp 24,519 triliun, pinjaman dalam negeri Rp 1 triliun, penerusan pinjaman Rp 8,644 triliun, serta pengelolaan aset negara Rp 1,2 triliun.

Jangan Ngutang Sampai Kiamat
Rezim boleh berubah. Namun ada yang tidak pernah berubah yakni kebijakan ekonomi dengan kegemaran berutang. Mulai dari era Soekarno, terutama era Orde Baru (Soeharto), dan era Transisi Reformasi (BJ Habibie) sampai era Reformasi (Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono), kebijakan ekonomi sangat tergantung pada utang. Terutama sejak era Orde Baru hingga era Reformasi, penggunaan utang sebagai sumber dana pembangunan dan pembiayaan pemerintah senantiasa tercantum dalam struktur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Tentu saja berakibat akumulasi penumpukan utang pemerintah semakin membesar dari tahun ke tahun. Sehingga tak heran bila posisi utang Indonesia berada pada jajaran top rank negara pengutang dunia. Untuk membayar utang (cicilan pokok utang dan bunga) pemerintah menggali lubang utang baru. Ironisnya, jumlahnya tidak pernah mencukupi untuk melunasi kewajiban utang pada setiap tahun.

Chris Komari, warga negara Indonesia yang tinggal di California, mengibaratkan utang pemerintah Indonesia dengan mengejar yang naik bus pakai sepeda. Tidak akan bisa terkejar, malah semakin hari akan semakin ketinggalan jauh. Dia pun bertanya, kapan hutang-hutang ini akan dilunasi? Sampai anak cucu dan sampai generasi ke berapa hutang itu akan bisa lepas dari beban APBN, lepas dari pundak dan tidak lagi mencekik leher bangsa Indonesia? Apakah kebijaksanaan Pemerintah Pusat hanya bisa tambal sulam sekadar mengelola hutang-hutang itu?

Dia menggambarkan pengelolaan utang pemerintah saat ini: “Kalau tidak hutang sama Paul untuk bayar Peter, ya ganti utang sama achong-achong di dalam negeri untuk bayar Peter di luar negeri?” Chris Komari bertanya, sekaligus menggambarkan bagaimana pemerintah menggali pinjaman luar negeri baru untuk membayar utang luar negeri, atau menggali utang dalam negeri dengan menjual obligasi atau SUN (Surat Utang Negara) dan SBN (Surat Berharga Negara) untuk membayar utang luar negeri.

Dulu zaman Orde Baru sebelum tahun 1997/1998, kata Komari, hutang dalam negeri hampir tidak ada atau kecil sekali, karena rejim Orde Baru, selalu pinjam Paul untuk bayar Peter, termasuk IMF. Sekarang di zaman reformasi, hutang sama Peter dibayar dengan meminjam hutang dari achong-achong dengan menjual SUN (Surat Utang Negara) dan SBN (Surat Berharga Negara), menjadikan hutang dalam negeri besarnya melampui hutang luar negeri hanya dalam waktu 12 tahun.

Dia mengungkapkan hutang sama IMF dilunasi dengan menciptakan hutang baru dalam negeri yang jumlahnya dua kali lipat dari jumlah hutang di luar negeri yang dilunasi. Apa bedanya? Lalu, kapan hutang dalam negeri (SBN) akan bisa dilunasi yang jumlahnya jauh lebih besar dari hutang (pinjaman) luar negeri? Maka, jika pemimpin tidak memiliki visi kemandirian yang tinggi, di tengah arus globalisasi saat ini, negeri ini akan dibelenggu utang sampai kiamat tiba.BI/Ch. Robin Simanullang (Berita Indonesia 78)

Bagian 2.

Miskin dan Berutang Hingga Kiamat Tiba – Utang Era Soekarno Sampai SBY

Sumber>>//beritaindonesia.co.id

Utang Era Soekarno Sampai SBY
Indonesia yang subur dan kaya sumber daya alam, sejak sebelum merdeka (Hindia Belanda), dan sesudah merdeka, mulai era Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, KH. Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri hingga era Susilo Bambang Yudhoyono, tak bisa melepaskan diri dari jeratan utang luar negeri, baik utang pemerintah maupun utang swasta.

Soekarno Presiden Pertama RI Era Soekarno (1945–1966)
Presiden Soekarno yang berkuasa sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, pada akhir kekuasaannya meninggalkan utang luar negeri sebesar USD 6,3 miliar, terdiri dari USD 4 miliar warisan utang Hindia Belanda (sejak 1968 disepakati rentang 35 tahun dan jatuh tempo 2003) ditambah utang pemerintah USD 2,3 miliar (rentang 30 tahun sejak 1970 dan jatuh tempo 1999).

Presiden Soekarno, sebenarnya seorang pemimpin yang berani punya sikap tentang utang. “Go To Hell with Your Aid,” pernyataan tegasnya menyikapi campur tangan IMF pada peristiwa konfrontasi Indonesia dengan Malaysia, 1956. Pernyataan ini menegaskan bahwa dia seorang pemimpin yang visioner dan berani mengambil sikap untuk menolak utang dan investasi asing apabila hal itu diikuti kepentingan dan intervensi asing.

Dia pemimpin visioner yang memilih lebih baik menyerukan dan mengajak rakyat untuk Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) sekaligus mengedepankan pembangunan karakter bangsa (character and nation building)

Soeharto  Presiden Kedua RIEra Soeharto (1966–1998)
Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun (1966- Mei 1998) meninggalkan utang luar negeri sebesar USD 136,088 (1997). Terdiri dari Utang LN Pemerintah USD 53.865 dan Utang LN Swasta USD 82.223 (Sumber Bank Indonesia). Jika dirupiahkan dengan kurs Rp.10.000, Utang LN Pemerintah Rp.538,65 trilyun, dan Utang LN Swasta Rp.822,23 trilyun. Total utang LN Rp.1.360,88 trilyun.

Dibanding tahun 1996, terjadi lonjakan Utang LN Swasta sebesar USD 27.355 dari USD 54.868 menjadi USD 82.223 tahun 1997. Sementara pinjaman LN Pemerintah turun USD 1.438 dari USD 55.303 (1996) menjadi USD 53.865 (1997). Pada Habibie  Presiden ketiga RIpertengahan tahun 1997 Indonesia telah mulai diguncang krisis moneter yang berbuntut pada krisis politik yang mengakibatkan jatuhnya pemerintahan presiden Soeharto, Mei 1998.

Tahun 1998, pinjaman LN Pemerintah naik sebesar USD 13.463 dari USD 53.865 (1997) menjadi USD 67.328 (1998). Sedangkan pinjaman LN Swasta naik USD 1.335 dari USD 82.223 (1997) menjadi USD 83.558 (1998).

Era Habibie (1998–1999)
Di tengah krisis moneter dan politik, Presiden Soeharto menyerahkan jabatan Presiden kepada Wakil Presiden BJ Habibie, 22 Mei 1998. Presiden BJ Habibie yang berkuasa selama 518 hari sampai Oktober 1999, meninggalkan utang LN (1999) sebesar USD 148.097 terdiri dari utang LN pemerintah USD 75.862 dan utang LN Swasta USD 72.235. Utang LN Pemerintah tersebut naik sebesar USD 21.997 dibanding tahun 1997 (USD 53.865).

Abdularahman Wahid Presiden keempat RIEra Gus Dur (1999–2001)
Presiden BJ Habibie digantikan Presiden Abdurrahman Wahid, yang akrab dipanggil Gus Dur, sejak 21 Oktober 1999. Namun, Presiden RI ke-4 ini hanya berkuasa sampai 23 Juli 2001. Dia dilengserkan setelah menolak memberikan pertanggungjawaban pada Sidang Istimewa MPR. Ia digantikan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.

Pada masa sulit pemerintahannya, utang luar negeri pada tahun 2000 turun menjadi USD 141.693 (pemerintah USD 74.916 dan sawsta USD 66.777). Tahun 2001 turun lagi menjadi USD 139.143 (pemerintah USD 72.197 dan swasta USD 66.946). (Sumber Bank Indonesia, 2001).

Megawati Soekarno Putri Presiden kelima RIEra Megawati (2001–2004)
Presiden Megawati Soekarnoputri yang berkuasa sejak 23 Juli 2001 sampai 21 Oktober 2004, praktis tidak terjadi kenaikan utang luar negeri. Pada tahun 2004, dari data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia, Volume I Februari 2010, Publikasi Bersama Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, dia meninggalkan utang sebesar USD 141.273 (pemerintah USD 83.296 dan sawsta USD 57.977). Sedikit turun dari posisi total utang LN tahun 2000 yakni sebesar USD 141.693 (pemerintah USD 74.916 dan sawsta USD 66.777). (Sumber BI, 2001).

Penurunan atau tidak meningkatnya utang luar negeri tersebut adalah akibat kebijakan privatisasi beberapa BUMN dan saham-saham perusahaan yang diambil alih pemerintah sebagai kompensasi pengembalian kredit BLBI dengan nilai penjualan sekitar 20% dari total nilai BLBI. Selama kurang lebih tiga tahun pemerintahan Megawati, dilakukan privatisasi BUMN sebesar Rp18,5 triliun masuk ke kas negara, yakni Rp3,5 triliun (2001), Rp7,7 triliun (2002), dan Rp7,3 triliun (2003).

Sisilo Bambang Yudhoyono Presiden keenam RIEra SBY I (2004–2009)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang akrab dipanggil SBY, Presiden RI pertama pilihan langsung rakyat melalui Pemilu 2004, menggantikan Presiden Megawati pada 21 Oktober 2004 sampai 2009. Kemudian pada Pilpres 2009, berpasangan dengan Boediono, kembali terpilih untuk menjabat Presiden RI periode kedua 2009-2014.

Selama periode pertama kekuasaannya (2004-2009) berdasarkan data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia, Volume I Februari 2010, Publikasi Bersama Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, posisi utang LN sampai Oktober 2009 meningkat menjadi USD 170.785 (pemerintah USD 98,859 juta dan swasta USD 71.926). Diperkirakan peningkatan utang masih akan tinggi pada periode kedua (SBY-Boediono) 2009-2014, sebab kebijakannya masih gemar menggali utang. BI/pdti (Berita Indonesia 78)

Oleh: cahayapelangi | Februari 13, 2011

The Resurrection of Bani Jawi

Bangsa yang tidak punya sejarah masa lalu adalah bangsa yang tidak punya cerita masa hadapan.Sejarah boleh digelapkan,sejarah boleh diputar belitkan,dipadam dan ditulis semula,kerana ’orang yang menang akan menulis sejarah untuk yang kalah’.
Walaupun dahulunya sesuatu bangsa itu memiliki sejarah agung dan peradaban,namun tidak mustahil suatu hari nanti segala keagungannya akan lenyap tidak berbekas akibat kelemahan sendiri,berpecahbelah dan dengki-mendengki.Ketika peradaban sesuatu bangsa itu runtuh,tidak mustahil ada orang lain yang akan mencuri peradaban bangsa yang diruntuhkan itu sama ada kota,istana,tanah dan empayar mahupun budaya,kesenian dan pemikiran.
Orang yang kurang cerdik tidak mahu mengambil pelajaran dari sejarah yang lalu…
Orang yang bijak akan memerhatikan pola-pola dan perjalanan sejarah…
 
Dari manuskrip-manuskrip yang bertebaran di seluruh Eropah;dari Russia hingga ke bilik rahsia Queen di Istana Buckingham,England…
Dari catatan-catatan conquistador,askar dan para pengembara…
Dari perpustakaan-perpustakaan yang musnah seperti arkib Sultan Melaka,perpustakaan Raja Lombok Cakranegara dan perpustakaan diraja Ayutthia…
Dari ukiran-ukiran di kuil Hatshepsut dan Angkor
petunjuk-petunjuk tersembunyi di nisan-nisan tua di celah-celah belukar sepi
dan puing-puing yang tenggelam di dasar Lautan Pasifik…
Kami bawakan kepada anda…
 
 
 
 
 
 
ALTER TERAHSIA BANGSA MELAYU
 
 
Mukaddimah:
Kata alu-aluan dari Srikandi

Opening Gambit
artikel-artikel pengiring:
*The Tombs of Ayutthayan Kings
*Melayu itu bangsa atau bahasa?
*Senjata-senjata Melayu yang terahsia
Artikel Utama
“THE RESURRECTION”
The Land of The Gods II
-Kehidupan dewa-dewi Hindu di The Fabulous Land of Gold
-Nenek Moyang Para Firaun
-Rahsia dari ukiran kuil Hatshepsut
-Rahsia bumi Bani Jawi
Pentas Sunda dan Lemuria
-Teori Atlantis
-Ke manakah saki baki keturunan Lemuria?
-Aztek,Maya dan Mala
Austronesian dan Polinesia
-Bahasa-bahasa serumpun
-Siapa Orang Asli,Jakun dan Temiar?
-Kota purba Khmer di dasar Tasik Chini
-Dialek-dialek Melayu
Bani Jawi dan Rahsia Akhir Zaman
-Siapakah Bani Jawi?
-Bani Israel,Bani Ishak,Bani Ismail dan Bani Jawi
-Lemani dan Lehi
-Bangsa Misteri
The Land of Promise

-XXXXXXX
-XXXXX
-XXXXXX
-Items Locked
Illuminati dan XXXX XXXX
-Pemburuan Imam Mahadi
-XXXXX XXXX XXXXX
-Wasiat Nabi
Petunjuk-petunjuk semakin muncul di sana-sini.Peti-peti tersembunyi di dalam Gua Rahsia akan dibuka satu persatu.Orang yang memahami akan dapat melihat rahsia.Orang yang buta hanya melihat sengsara.Ditipu dan diperdaya dan rendah jatidirinya.
Biar buta mata tetapi jangan buta hati,kerana hati masih dapat mencium keharuman wangi-wangian bangsa misteri.Wangian yang hilang di Timur Jauh.
“A culture is made…or destroyed…by its articulate voices.”

(Ayn Rand,Russian born American Writer and Novelist, 1905-1982)
Ingat!!Apa yang dipaparkan di sini bukanlah bertujuan untuk memaksa anda percaya 100% terhadap apa yang ditulis, tetapi lebih kepada mengajak anda berfikir dengan mendalam. Semua misteri yang terjadi ibarat satu ’jigsaw puzzle’ yang berselerakan. Apa yang dilakukan kami ialah memberikan anda kepingan-kepingan ’jigsaw puzzle’ ini. Kami sekadar ingin anda bersama-sama kami mencantumkan kepingan-kepingan ’jigsaw puzzle’ tersebut. Mana yang salah akan dibuang dan mana yang betul sahaja akan memberikan satu gambaran kepada semua atau sebahagian persoalan.
Berfikir dengan kritis dan logik,tidak sama dengan menyelami rahsia dengan hati yang jauh dan hening.Logika mampu dicipta tetapi kebenaran tidak mampu direka.Akhirnya segala logika akan runtuh ke ribaan kebenaran.
Selagi kebenaran tidak dapat dibuktikan,MANUSIA MENJADI MUSUH KEPADA APA YANG TIDAK DIKETAHUI.
  
Sumber>>mistisfiles.blogspot.com
Oleh: cahayapelangi | Maret 3, 2011

Matrix_03:Apa Yang Ada Di dalam Matrix?

Artikel di bawah merujuk kepada Matrix manusia,iaitu Matrix di mana manusia hidup sekarang.

Ok, sekarang buka mata anda.

Lihat disekeliling anda

Apa yang anda lihat?

mungkin sebuah bilik,meja,kerusi,jam…

atau apa saja…

Bergeraklah ke luar,atau lihat melalui jendela…

Apa yang anda lihat?

Pohon,awan yang memutih,langit biru,burung-burung…(sekadar contoh, bergantung pada apa yang anda lihat sekarang)

Apakah semua ini?

Apa yang anda boleh takrifkan dengan apa yang anda lihat?

Dunia?Alam?Benda-benda?Lihat diri anda.

Lihat tangan anda.

Cubit tangan anda.

Adakah anda merasa sakit?Pergilah ke cermin.Tatap wajah anda.Adakah anda melihat diri anda di dalam cermin?

Semua yang anda lihat ini dan juga diri anda ini adalah ‘alam dunia’.Ini adalah istilah kepada model yang tradisional dan kontemporari.Ini adalah dunia nyata.Dunia yang anda lihat,anda dengar,anda hidu dan anda rasa.Ini adalah dunia realiti,dunia yang kita percaya ia wujud.Dunia yang kita percaya kita berada di dalamnya.

Apa yang menyebabkan kita PERCAYA ini adalah realiti?Mengapa kita katakan ia adalah realiti?Kerana ia nyata.

Wujud.

Ada.

“Ya, saya boleh lihat betapa birunya langit ini…ya warnanya biru”

“Oh…lembutnya kain langsir pada tingkap ini…dinding ini terasa kasar”

“Saya boleh bernafas,saya dapat merasakannya”

“What is real. How do you define real?” (Morpheus -The Matrix)

Jika kita boleh menjawab pertanyaan ini,kita akan melangkah lebih jauh ke dalam misteri ini.

Ini ada satu jigsaw puzzle.

Kita katakan semua ini adalah ‘real’ kerana kita ‘lihat’,kita ‘rasa’,kita ‘dengar’,kita ‘cium.Kita menakrifkan realiti melalui deria kita.Deria yang dibekalkan semenjak kita sadar keberadaan kita di alam dunia ini.Kita melihat melalui indra mata,kita dengar melalui indra telinga,kita cium melalui indra hidung,kita merasa dengan lidah dan kita menyentuh dengan deria pada kulit kita.KITA MENAKRIFKAN DUNIA INI BERDASARKAN INDRA-INDRA KITA.

Apa akan terjadi jika indra-indra ini tidak berfungsi?Ada rahsia penting di sini.

Kita ambil satu contoh, orang yang buta sejak lahir.Adakah dia dapat menakrifkan apakah itu warna hijau dengan tepat?Jika dia berkata “Oh ya…warna hijau seperti warna pada daun tumbuh-tumbuhan”.Nah,bagaimana dia tahu daun berwarna hijau?(bukan diberitahu oleh orang lain).Warna adalah paradoks yang hanya dapat diketahui oleh penglihatan.Kita tidak dapat menakrifkan bagaimanakah rupanya warna hijau itu selain mengaitkan dengan benda-benda.Inilah yang dinamakan RELATIF.Manusia selalu menggunakan konsep relatif (perkaitan) untuk menjelaskan apa jua takrifan yang dilihat atau diketahui dari derianya yang terbatas.

‘RELATIF’ ADALAH SATU KEMAHIRAN MANUSIA UNTUK MENJELASKAN SESUATU YANG TIDAK MAMPU UNTUK DIJELASKANNYA.

Ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak kena di sini.Jika ada sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh manusia,dia kerap membuat perkaitan (relatif).Katakan anda berpeluang melihat komodo, selepas itu anda ditanya,”macam mana rupanya komodo itu?”.Kemungkinan besar anda akan menjawab begini,”Macam mana ya?Macam mana aku nak terangkan…oh ya,rupanya macam biawak,tapi besar.Ya…macam biawak yang besar”.Ataupun ayat klise ini,”Aku seperti pernah melihatnya…tapi di mana ya?”.

Konsep Relatif

Konsep relatif ini amat popular bila dikaitkan dengan Kisah Orang Buta dengan Gajah.Si buta yang memegang ekor akan membuat relatif;gajah seperti ular.Si buta yang memegang badan gajah membuat relatif;gajah seperti tembok atau dinding,dan seterusnya.Bagaimana akhir dari cerita ini?Bagaimana kesemua orang buta ini tahu gambaran sebenar seekor gajah?

APABILA SEMUA ‘RELATIF’ MEREKA DIGABUNGKAN MENJADI SATU.

Sejauh mana konsep relatif ini digunapakai oleh manusia?Selagi pengetahuan meningkat sedikit demi sedikit.Sesuatu yang belum mampu untuk dijelaskan oleh manusia,otak manusia akan automatik mencari item di dalam pangkalan datanya untuk dibuat relatif.Jika tidak dapat menemuinya,di sini…ya di sinilah manusia akan menganggap sesuatu itu aneh,ganjil dan luar biasa.Otak pun automatik akan menambahnya sebagai item baru ke dalam pangkalan datanya.Inilah proses pemikiran manusia,sentiasa bermain dengan relativiti di dalam Matrix dunia yang misteri ini.

Sejauh itu?

Tidak,tidak SETAKAT ITU…

Semua pernyataan di atas menerangkan satu rahsia yang berjalan di sebalik Matrix dunia ini.Ia ibarat ‘pandora box’ yang menunggu masa terbuka.

“I hate this place, this zoo, this prison, this reality, whatever you want to call it”.
(Agent Smith -The Matrix)

Manusia sebenarnya HIDUP DI ATAS RELATIF-RELATIF.Tanpa relatif,manusia tidak dapat membayangkan apakah dia dunia yang dilihatnya.Tanpa relatif,minda tidak dapat memproses maklumat dan data-data yang masuk ke dalamnya.Akhirnya manusia tidak dapat memahami apakah dunia ini,apakah benda yang dilihat,dirasa,dihidu,didengar atau disentuhnya.Manusia tadi akan menjadi gila.Kelakuannya akan menjadi tidak siuman dan akhirnya MATI DALAM KEADAAN KELIRU.

FIKIR…FIKIR…

Manusia yang pernah merasai nikmat kasih sayang,tiba-tiba dipukul,ditengking,dimalukan,dihina dan sebagainya akan merasa kurang nyaman.Dia akan merasa tergugat.Emosinya terganggu.Hormon-hormon di dalam badannya bertindakbalas…dan akhirnya air matanya tidak dapat ditahan lagi.

Dia pun menangis.

Manusia yang selama hidupnya sendirian.Sering disisihkan,dihina dan dilecehkan.Tiada siapa mempedulikan dia,malah diejek dan dipukul.Kebencian adalah dunianya apatah lagi kasih sayang…

Suatu hari seorang gadis misteri asyik merenungnya…

Dan si gadis pun menghadiahkan sesuatu yang dinamakan ‘CINTA’

Agaknya apa yang terjadi kepada manusia tadi?

Dia akan terasa seolah-olah mendapat ‘Pencerahan Agung’!

INILAH KUASA RELATIF

Kita tidak dapat merasai nikmatnya sebutir nasi,sehinggalah kemarau tiba dan tiada nasi untuk dimakan.Kita tidak sedar betapa nikmatnya gigi yang diciptakan sehinggalah gigi kita semuanya luruh.Kita tidak terasa pun nikmat tubuh badan yang sihat,sehingga kita jatuh sakit dan merengek-rengek kepada Tuhan:

“Tuhan,aku sakit…”

RELATIF ADALAH RAHSIA BAGAIMANA MINDA SEDAR BEKERJA.

Merelatifkan sesuatu adalah kemahiran (skill) yang digunakan oleh minda sedar kita.Ia adalah bahasa pengaturcaraan (programming language) kepada antaramuka (interface) minda sedar dan deria-deria.TANPA KEMAHIRAN INI MINDA SEDAR TIDAK DAPAT MEMAHAMI DERIA DAN MENGGUNAKAN DERIA.

“Dan demikanlah pula Kami bangkitkan mereka (dari tidurnya), supaya mereka bertanya-tanyaan sesama sendiri. Salah seorang di antaranya bertanya: “berapa lama kamu tidur?” (sebahagian dari) mereka menjawab : “kita telah tidur selama sehari atau sebahagian dari sehari”. (sebahagian lagi dari) mereka berkata: “Tuhan kamu lebih mengetahui tentang lamanya kamu tidur; sekarang utuslah salah seorang dari kamu, membawa wang perak kamu ini ke Bandar; kemudian biarlah dia mencari dan memilih mana-mana jenis makanan yang lebih baik lagi halal, kemudian hendaklah ia membawa untuk kamu sedikit habuan daripadanya; dan hendaklah ia beramah-lembut dengan bersungguh-sungguh (semasa di Bandar); dan janganlah dia melakukan sesuatu yang menyebabkan sesiapa pun menyedari akan hal kau.” (surah Al-Kahfi:19)

Titik kepada kewujudan konsep relatif ini terbongkar jika dua manusia melihat objek yang sama tetapi menjelaskannya dengan pandangan yang berbeza.Inilah dia yang dimaksudkan dalam Kisah Orang Buta dengan Gajah.

“Sekiranya benda yang sama boleh menjadi merah dan panas bagi sesetengah orang dan sebaliknya bagi setengah yang lain, ini bermakna bahawa kita adalah berada di bawah pengaruh kekeliruan dan ‘benda’ itu hanya wujud di dalam minda kita”. (George Berkeley)

Dari relatif manusia membina kemahiran lain yang dikenal sebagai PENGALAMAN.Pengalaman adalah gabungan dua atau lebih entiti relatif di dalam proses minda sedar manusia.Kesimpulannya,manusia hidup di dalam dunia relatif.Relatif adalah rahsia kewujudan Matrix di mana manusia berhidup sekarang.

“Untuk memahami struktur dan pergerakan alam semesta secara keseluruhan, maka kita harus memahami interaksi antara partikel. Penelitian ini akan menghubungkan kita kepada alam sub-atomik” (Fizik Kuantum)

Sejak beratus-ratus tahun yang lalu manusia mencari rahsia alam ini.Manusia mencari apakah benar bumi ini leper?Bagaimana sebenar dunia ini berbentuk?Mengapa kapal-kapal yang berlayar tidak jatuh di hujung dunia?Teks-teks kerohanian tertentu mengatakan bumi ini terletak di atas seekor lembu.Dalam kepercayaan yang lain pula,apabila terjadi gerhana matahari,mereka mengatakan seekor naga menelan matahari tadi.Adakah anda melihat ini sesuatu yang lucu?

SEBENARNYA MEREKA SEDANG MEMBUAT RELATIF-RELATIF.Itulah cara berfikir manusia.Mereka cuba hendak memahami fenomena yang terjadi di dunia ini.

MEREKA CUBA HENDAK MENERANGKAN APAKAH DIA DUNIA YANG MEREKA BERHIDUP SEKARANG.

Jadi sejauh manakah relatifnya dunia ini?

KESEMUANYA.Kesemuanya adalah relatif.Tiada satu pun yang dapat diterangkan oleh manusia yang lemah ini.Deria hanyalah alat (device) untuk menjana relatif-relatif.BUKAN MENJELASKAN HAKIKAT SESUATU.Manusia memahami berdasarkan relatif-relatif.Jika deria anda menyatakan sesuatu itu relatif ke A maka itulah yang anda percaya.JIka deria anda menyatakan sesuatu itu relatif B,maka sesuatu itu adalah B.

Matrix ialah bergantung kepada APA YANG ANDA PERCAYA.

Inilah asas dan rahsia kepada Teori Relativiti oleh Albert Einstein.

Relativiti

Tidak perlu anda tahu apakah dia rumus-rumus,pekali,konstan,jalan kerja matematik dan apa jua teknikal dalam Teori Relativiti.Albert Einstein telah lama menemui keganjilan ini (anomalies) ketika menghabiskan kertas kerjanya berkenaan Teori Relativity.(teori ini sebenarnya bukan idea mutlak Einstein,sebelum itu ramai saintis telah menemui keganjilan ini termasuklah Nikola Tesla).

Inilah rahsia yang ditemui oleh Einstein,dan ini juga menerangkan mengapa dia bermati-matian ingin mencari satu rumus yang menerangkan hakikat kewujudan dunia ini.Hakikat yang menerangkan semua hukum fizik,yakni satu rumus yang dapat menggabungkan kesemua elemen Fizik,di mana Teori Relativiti jauh lagi dari ‘kesempurnaan’.Terdapat banyak persoalan fizik dan matematik yang tidak dapat dijawabnya.Rumus inilah digelarnya Unified Field (mula diperkenalkan oleh Nikola Tesla).Namun sehinggalah kematiannya,dia tidak dapat menyelesaikannya dan menjawab semua keanehan ini,bahawa;

“SIFAT-SIFAT OBJEK ADALAH RELATIF KEPADA PEMERHATI”
-Fizik Kuantum

Usahanya disambung oleh saintis-saintis selepasnya hingga ke hari ini.Hari ini mereka menamakannya M-Theory merujuk kepada ‘Theory of Everything’.Pengasas kepada M-Theory adalah Edward Witten,seorang yang diakui amat genius ketika usia muda.Jadi,mereka akan terus mencari dan mencari hakikat ketidakwujudan alam ini.’Theory of Everything’ akhirnya menjadi ‘Theory of Nothing’.

Anehnya,Edward Witten tidak memberitahu apakah yang diwakili oleh huruf ‘M’ itu.(anda dapat menekanya?)

Di sini terdapat peti menyimpan rahsia.Ia ibarat ‘Ark of Covenant’ dalam dunia Sains Fizik.

MANUSIA PURBA YANG MEMBUAT RELATIF ‘NAGA MENELAN MATAHARI’ untuk menerangkan kejadian gerhana,berfikir dengan cara yang sama ketika EINSTEIN MEMBUAT RELATIF;”BENDA DAN TENAGA ADALAH RELATIF DAN CAHAYA ADALAH KONSTAN” untuk menerangkan fenomena hubungan benda dan tenaga.

Perbezaannya,adalah tingkat pengetahuan.Semakin tinggi tingkat pengetahuan manusia,semakin berubah gaya dan cara relatif dibuat.YANG PENTING DI SINI RELATIF TETAP WUJUD,DAN SELAMANYA MANUSIA TIDAK AKAN DAPAT MENCAPAI HAKIKAT KEWUJUDAN ALAM BENDA.

Teori Relativiti secara umum terbahagi kepada dua,Relativiti Khas (Special Relativity) dan Relativiti Umum (General Relativity), di mana Einstein sendiri tidak berani menyatakan teorinya adalah ‘segalanya’ atau ‘hakikat’ tetapi tetap meletakkan perkataan ‘Relativiti’ pada teorinya.JIKA MANUSIA BERFIKIR KEHIDUPANNYA BERDASARKAN MATERIAL SEMATA-MATA,DIA AKAN MENEMUI BAHAWA HIDUPNYA SEKADAR KERELATIFAN SEMATA-MATA.

“this,this isn’t real?” (Neo -The Matrix)

Tetapi jika manusia berfikir kehidupannya dari sudut yang lain…

Jadi saya dan anda boleh bertanya kepada diri sendiri,

“APA ERTI HIDUP INI?ADAKAH APA YANG AKU LIHAT INI HAKIKAT YANG SEBENARNYA”.

Selama beribu-ribu tahun manusia mencari erti hidup ini.Ada yang mencarinya di tengah-tengah kehausan dan penderitaan.Ada yang mencarinya di celah-celah emas dan permata.Ada yang mencarinya di tempat-tempat sunyi,di dalam gua di puncak-puncak gunung.Ada yang berlapar dahaga dan menyeksa diri.

Kesimpulan

Jadi,pelajaran yang pertama di sini adalah:KITA HIDUP DI DALAM MATRIX.

Pengetahuan ini membawa kepada pelajaran lain:BAHAWA MATRIX INI TERDIRI DARI RELATIF-RELATIF.Tiada hakikat sebenarnya.

Spoon boy: Do not try and bend the spoon. That’s impossible. Instead only try to realize the truth.
Neo: What truth?
Spoon boy: There is no spoon.

(The Matrix)

Matrix ini adalah dunia yang palsu dan menipu.Tiada apa sebenarnya.Tiada rumus matematik dan fizik yang dapat menunjukkan Matrix ini abadi,wujud,realiti dan hakikat.Semua rumus matematik dan fizik menjelaskan dunia ini relatif,terdiri daripada polariti yang bertentangan,memerlukan keadaan seimbang,sebab dan akibat,ketidakpastian (uncertainty) dan sebagainya,semuanya menunjukkan dunia Matrix ini mempunyai kelemahan,boleh termusnah dan bersifat sementara.

“Perhatikan,segala sesuatu selain Allah adalah palsu belaka”. (Hikam)

“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertaqwa, (maka) Allah akan memberikan pahala kepadamu, dan Dia tidak meminta harta-hartamu”. (surah Muhammad ayat 36)

———————————————————————————————————————–

Mungkin ini masa yang sesuai untuk kita raikan bersama:

“SELAMAT DATANG KE DUNIA MATRIX”

Jika anda sudah faham,kami ucapkan tahniah

“Congratulations”. (Neo -Matrix Reloaded)

Selepas ini jika ada orang bertanya kepada anda,

“Apa yang ada di dalam Matrix?”

sumber//>>mistisfils.blogspot.com

Oleh: cahayapelangi | April 22, 2011

The Hidden Fragrance in The Forbidden Garden

The Hidden Fragrance in The Forbidden Garden

“…sent them away from his son Isaac to the land of the east.”

(Genesis 25:6 New International Version)

Di atas adalah ayat-ayat paling misteri dan tersembunyi rahsia berusia beribu-ribu berkenaan satu bangsa pengembara.

Satu bangsa purba yang pernah hidup dikalangan bangsa hebat lain seperti Akkadia,Babilon,Sumeria,Mesir Firaun dan Kerajaan Judea.

Satu bangsa yang pernah hidup di lembah terasing di Tibet berlatarbelakangkan Banjaran Himalaya yang agung,si Mahameru yang selalu dimimpi-mimpikan oleh bangsa ini di sepanjang hayatnya.

Satu bangsa yang menyimpan rahsia Shangri-la dan makhluk Yeti yang setia…

Satu bangsa yang bersifat mistik dan spiritual,tabah menghadapi segala dugaan,kesakitan,airmata dan penghinaan.

Satu bangsa agung yang pernah mengharung kehangatan padang pasir,ribut salji dan hujan petir dalam pengembaraannya ke hujung dunia ”Semenanjung Tanduk Emas”

… Tanah Yang Dijanjikan (Promised Land)…

Siapakah bangsa misteri ini?

Oleh: cahayapelangi | April 22, 2011

Alter Terahsia Bangsa Melayu BHG 1

 


Mengapa Israel bersusah-payah membina pangkalan dan pengaruhnya di Singapura?Apa kaitan Cina Singapura dengan Yahudi Zionis?Adakah terdapat apa-apa perancangan ketika Stamford Raffles menjejakkan kakinya di Pulau Singapura?Apa hubungan Bangsa Melayu dengan Bangsa Yahudi?Apakah dia alter terahsia Bangsa Melayu?.Apa yang terjadi 2000 tahun sebelum Masehi di antara Melayu dan Yahudi?

Semua persoalan ini akan terjawab di dalam siri artikel yang penuh dramatik ini.Artikel ini berasal dari kompilasi tulisan Lodgekeeper dan temuramah-temuramah yang dibuat dalam masa yang berasingan.

Selamat Membaca.

ALTER TERAHSIA BANGSA MELAYU

“…sent them away from his son Isaac to the land of the east.”

(Genesis 25:6 New International Version)

Di atas adalah petikan dari Kitab Kejadian dari Kitab Injil yang merupakan penyimpan rahsia terbesar berkenaan satu bangsa yang bergerak ke Timur dunia bagi mengembangkan keturunan manusia seperti yang diperintahkan Tuhan.

Bangsa terahsia inilah yang menurunkan pelbagai bangsa Asia dari tempat asal mereka iaitu Asia Barat dan Asia Tengah di mana dari situlah bermulanya peradaban manusia.

Bangsa ini,yang merupakan pemegang rahsia akhir zaman adalah satu bangsa besar yang pernah membina kota-kota purba dan menyertai peperangan-peperangan agung sejak surutnya Banjir Besar bersama-sama bangsa agung yang telah pupus seperti Sumerian dan Akkadian.

Sesungguhnya kisah pengembaraan bangsa ini merupakan satu epik yang teramat panjang,lebih panjang dari epik Homer,The Iliad and the Odyssey.

Untuk mengkaji sifat dan karakter bangsa misteri ini,perlulah dicari dan dirintis sejarah panjang pengembaraan mereka dan apakah yang ditemui mereka di sepanjang epik perjalanan mereka itu.Faktor yang mewujudkan kepelbagaian dari segi wajah,bahasa dan personaliti bangsa ini.Faktor yang menjadi sumber ALTER TERAHSIA bangsa misteri ini.

Apakah yang dimaksudkan dengan alter?Alter dalam bahasa mudah adalah personaliti tambahan atau pun personaliti lain yang selalunya akan muncul apabila di’suis’ dalam keadaan tertentu.Istilah alter sebenarnya berasal dari istilah mindcontrol di mana alter ini muncul setelah seseorang individu mengalami teknik mindcontrol tertentu contohnya teknik berasaskan-trauma.

Contoh yang paling mudah ialah apabila seseorang dikejar oleh anjing yang garang.Secara tiba-tiba orang tadi akan berlari sepantas-pantasnya sehingga dia sendiri merasa hairan dengan kemampuan dirinya yang luarbiasa itu.Padahal setiap kali pertandingan larian 100 meter,dialah yang tercorot (misalnya).

Juga jika seseorang yang dianggap lemah dalam sesuatu perkara,secara tiba-tiba menjadi begitu bersemangat dan gagah bila menyentuh perkara yang lain.

Satu contoh yang baik tentang alter ialah dalam buku Norman Cousins berjudul Anatomy of an Illness, yang menceritakan kisah yang penuh dengan maklumat tentang Pablo Casals,salah seorang pemuzik yang terhandal dalam abad ke 20.Cousins menceritakan pertemuannya dengan Casals tidak lama sebelum hari jadinya yang ke 90 pemain celo yang handal itu.Cousins mengatakan bahawa adalah sangat menyiksakan untuk melihat orang tua itu semasa dia memulakan harinya.

“Dia sangat lemah dan artritisnya tambah melemahkannya sehinggakan dia memerlukan pertolongan untuk memakai pakaian.Emfisemanya sangat jelas semasa dia bertungkus lumus untuk bernafas.Dia berjalan dengan mengheretkan kakinya,badannya bongkok dan kepalanya menjunam ke depan.Tangan-tangannya membengkak dan jari-jarinya menggenggam.Dia kelihatan seperti seorang yang amat tua,dan tersangat letih”.

“Sebelum waktu makan,dia berjalan ke arah piano,iaitu salah satu alat muzik yang Casals cekap bermain.Dengan bersusah payah dia membetul-betulkan dirinya di atas kerusi piano.Dia nampaknya bersusah-payah berusaha untuk membawa jari-jarinya yang bengkak lagi tergenggam itu ke papan tanda.”

Kemudian sesuatu yang menakjubkan berlaku.Casals dengan tiba-tiba betul-betul dapat mengubah dirinya di depan mata Cousins.Dia telah masuk ke dalam keadaan yang pintar akal,dan semasa dia melakukannya,fisiologinya berubah ke tahap di mana dia mula bergerak dan bermain,menunjukkan di kedua-dua badan dan piano hasil yang sepatutnya hanya berlaku pada seorang pemain piano yang sihat,kuat dan fleksibel.Seperti yang dinyatakan oleh Cousins,

“Jari-jarinya terbuka dengan perlahan-lahan dan mencapai ke arah mata piano seperti tunas-tunas pokok bergerak ke arah cahaya matahari.Belakangnya ditegakkan.Dia nampaknya bernafas dengan lebih mudah”.

“Tubuh badannya tidak lagi kaku dan susut tetapi lemah lembut dan benar-benar bebas daripada lingkaran hidup atritisnya.Apabila dia meninggalkan piano,dia kelihatan benar-benar berubah daripada orang yang mula-mula duduk bermain.Dia berdiri dengan lebih tegak dan lebih tinggi;dia berjalan tanpa ada tanda-tanda mengheretkan kakinya.Dia serta-merta berjalan ke meja sarapan pagi,makan bersungguh-sungguh,dan kemudian keluar berjalan-jalan di sepanjang pantai”.

Alter selalunya tersembunyi dibelakang personaliti utama yang membayangi alter-alter tadi.Tetapi apabila subjek berada dalam keadaan tertentu di mana personaliti utama tidak mampu menanganinya,alter ini akan tiba-tiba muncul dan beraksi.Maka subjek tadi akan berubah menjadi alter lain,berbeza dari alter utama(personaliti utama).Tidak mustahil pula alter ini menggantikan pula alter sebelumnya sebagai personaliti utama subjek tersebut.

Alter inilah yang tersembunyi di dalam setiap orang Melayu yang kenal dirinya,asal-usulnya dan siapa dirinya yang sebenar.’Melayu’ adalah bangsa misteri yang dimaksudkan,telah banyak berubah dari karakter asal mereka ketika berada di wilayah Kanaan dan Sumeria (Mesopotamia) akibat perjalanan masa yang amat panjang selama beribu-ribu tahun dahulu,serta perubahan akibat cuaca dan pengembaraan yang merentasi beratus kilometer menuju ke arah timur untuk menuju ke arah ‘The Promised Land’ seperti yang diwahyukan Tuhan kepada Nabi Ibrahim a.s.


Menurut kajian geneologi setakat ini,Nabi Ibrahim (Abram,Abraham) mempunyai tiga orang isteri,iaitu Sarah,Hajar dan yang terakhir Keturah.Sarah telah melahirkan Ishak (Isaac) manakala Hajar (Hagar) pula melahirkan Ismail (Ishmael).Keturah pula melahirkan enam orang anak iaitu Zimran,Jokshan,Medan,Midian,Ishbak dan Shuah.Nabi Ishak menurunkan bangsa Yahudi manakala Nabi Ismail menurunkan bangsa Arab.Kebanyakan teks-teks Judeo-Kristian mahupun Islam banyak menceritakan riwayat kedua-dua orang isteri Nabi Ibrahim ini tetapi lain pula dengan Keturah,isteri bongsu Nabi Ibrahim.Sarah,iaitu mempunyai pertalian keluarga dengan Nabi Ibrahim diketahui jelas berasal dari Tanah Kanaan iaitu tempat Nabi Ibrahim tinggal,manakala Hajar pula berasal dari keluarga diraja Firaun Mesir.Namun majoriti teks-teks Yahudi dan Kristian mendefinisikan Keturah sebagai ‘unknown nationality’.Persoalannya,

“Siapakah Keturah ini?”

Dari mana dia berasal?.Telah ditakdirkan dari perut Keturah ini lahirlah bangsa-bangsa agung penakluk seperti Chaldea,Media dan Parsi yang mewarisi bangsa Sumeria,Akkadia,Assyria,Babylon dan lainnya dari kalangan Melayu cucu cicit Nabi Nuh dari jurai keturunan Heth bin Kanaan bin Ham bin Nuh a.s di mana di dalam teks Yahudi Kuno mengatakan kelak akan lahir bangsa-bangsa penakluk yang menjadi musuh orang Israel dari saudara mereka sebelah Keturah.Selama beribu-ribu tahun bangsa Yahudi diperangi,dibuli dan dikacau oleh bangsa-bangsa ganas dan kejam yang teramat gagah ini sehingga dibayangkan di dalam hikayat-hikayat mereka sebagai ‘raksasa’,'orang gasar(barbarian)’,'kaum yang ganas’ dan sebagainya.Jika kita lihat kisah Nabi Musa yang ingin kaumnya memasuki Tanah Palestin,di mana kaum Yahudi berkeras tidak mahu memasukinya kerana terdapat ‘kaum yang ganas’ di dalam Palestin dan sanggup mengeluarkan kata-kata,

“Biarlah engkau saja yang pergi berperang dengan mereka bersama Allah,dan kami menunggu di sini” (Kisah Nabi Musa)

Perlu diingat,akibat trauma dengan sejarah pedih bangsa mereka yang dibuli oleh saudara mereka yang ramai dari sebelah ibu tiri mereka Keturah,rabbi-rabbi Yahudi telah membeza-bezakan taraf isteri-isteri nabi Ibrahim di mana hanya Sarah saja disebut sebagai isteri (wife) manakala Hajar dan Keturah disebut gundik (concubine).Kita boleh lihat di dalam Perjanjian Lama (Taurat) dan Perjanjian Baru (Injil),di mana mereka telah mengubah tafsiran isteri-isteri nabi Ibrahim.Sesungguhnya Nabi Ibrahim selaku Rasul Allah yang teramat alim dan warak tidak pernah membeza-bezakan isterinya,meskipun di dalam peristiwa menghantar Siti Hajar dan anaknya Ismail ke lembah gersang di Mekah.Betapa pilu dan hancur hatinya melihat isterinya dan anaknya yang masih kecil terdampar di tengah padang pasir yang panas.Namun perintah Tuhan tetap dilaksanakan mengingatkan tanah yang dipijak Ismail ketika itu adalah Rumah Tuhan yang akan dibangunkannya bersama anaknya Ismail kelak.Adakah hanya Siti Khadijah sahaja sebagai isteri Nabi Muhammad s.a.w manakala isteri-isterinya yang lain hanya layak disebut gundik?TIDAK SAMA SEKALI.Walhal pada asalnya Siti Sarah adalah wanita yang mandul,sebelum Allah s.w.t mengurniakan Nabi Ishak kepadanya pada saat umur yang terlampau tua.Sebab itulah Siti Sarah berkeras mengahwinkan Siti Hajar (yang disangka hamba perempuan Firaun) dengan suaminya bagi meneruskan keturunan.Bukan sahaja disebut gundik,malah perasaan rasis mereka terhadap keturunan Keturah meleret-leret dengan mengheret keturunan Siti Hajar bersama-sama.Siti Hajar dikatakan hamba Firaun manakala sumber lain pula menyatakan ‘gundik Firaun’.Padahal Siti Hajar adalah PUTERI FIRAUN yang diserahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menebus rasa bersalah Firaun ketika itu yang ingin memperkosa Siti Sarah semasa Nabi Ibrahim dan Siti Sarah di dalam tahanannya .Dengan kuasa Allah setiap kali Firaun datang untuk memperkosa Siti Sarah,perbuatannya terhalang secara aneh berkat doa Nabi Ibrahim.Dari situ barulah Firaun sedar bahawa Nabi Ibrahim bukanlah sebarangan orang dan mungkin berasal dari orang suci yang harus dihormati.Akibat rasa bersalah yang teramat sangat,maka bukan sahaja Firaun membebaskan kedua-duanya malah membekalkan mereka dengan seorang perempuan muda yang bertutup wajahnya sebagai ‘kifarat’ dan hadiah kepada Nabi Ibrahim.Rahsia perempuan muda itu terbongkar ketika perjalanan pulang di mana Nabi Ibrahim membuka tutup kepala perempuan itu sambil bertanyakan asal-usulnya yang pada awalnya disangka seorang hamba yang dihadiahkan kepada mereka.Alangkah terkejutnya Nabi Ibrahim dan Siti Sarah bila mendengar pengakuan dari perempuan itu bahawa dia adalah anak perempuan Firaun bertaraf puteri diraja.Tersentuh hati Nabi Ibrahim sambil mengucapkan kesyukuran kepada Allah s.w.t yang sememangnya berkehendak menjaga keturunannya sebaik-baiknya.Jadi keturunan Nabi Ismail yang turun kepada Nabi Muhammad s.a.w adalah berketurunan diraja dari empayar agung Firaun yang pengaruhnya melewati Anatolia dan Kanaan ketika itu (Firaun ini berbeza langsung dengan Firaun di zaman Nabi Musa kerana Firaun ini hidup lebih lama dari Ramses II kerana sezaman dengan Nabi Ibrahim).

Perlu dingatkan bahawa semasa zaman Nabi Ibrahim tidak ada bangsa yang disebut sebagai Yahudi.Dan sesungguhnya Nabi Ibrahim bukanlah seorang Yahudi.Nabi Ibrahim adalah berasal dari satu kaum purba yang sezaman dengan bangsa Hittites yang telah pupus dan bangsa misteri di Mesir (Firaun tadi) yang mungkin mewariskan rahsia Piramid dan teknologi canggih zaman itu kepada bangsa Qibti yang menjadi pemerintah selepas itu termasuklah Ramses II di zaman Nabi Musa.

dalam Alquran ada disebut:

“Wahai ahli-ahli Kitab! Mengapa kamu berani bertengkar mengenai agama Ibrahim, pada hal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan kemudian daripada zaman Ibrahim; patutkah kamu berdegil sehingga kamu tidak mahu menggunakan akal?….Bukanlah Nabi Ibrahim itu seorang pemeluk agama Yahudi dan bukanlah juga baginda seorang Kristian”.
(Ali Imran: 65 – 68)

Bangsa Yahudi diturunkan dari jurai keturunan Nabi Ishak di mana anaknya Yaakub telah digelar sebagai isra’ yang bermaksud suka berjalan malam akibat dari kegemaran Nabi Yaakub yang berjalan malam.Dari Nabi Yaakub ini turunlah anak-anaknya termasuk Levi,Yusuf,Bunyamin dan Yahudza.Di sini kita dapat mengesan perkataan yang memaparkan karakter Yahudi seperti Levi dan Yahudza.Bunyamin (Benjamin) pula adalah adik kesayangan Nabi Yusuf,yang kembali bertemu dengan Nabi Yusuf setelah sekian lama terpisah ketika Nabi Yusuf pada waktu itu menjawat jawatan tinggi dalam kerajaan Raja Mesir (dalam hal ini pemerintah Mesir pada waktu itu digelar al-Aziz bermaksud raja).Pada waktu itu bangsa Yahudi masih menjadi bangsa belasahan dan di bawah pemerintahan bangsa purba lain sehinggalah menjadi semakin kuat dan berjaya menubuhkan kerajaan sendiri sepertimana di era Nabi Sulaiman dan Nabi Daud.Dalam pada itu keturunan dari saudara -saudara mereka yang enam orang tadi dari sebelah Keturah telah membina kekuatan yang amat dasyat,pada masa yang sama mereka telah mula maju sedikit demi sedikit lebih pantas dari bangsa Yahudi,mencipta pelbagai ilmu sains dan teknologi yang canggih,membina negarakota-negarakota yang bertembok tinggi dan tebal,membina organisasi-organisasi moden yang sistematik serta menyusun balatentera yang gagah dan teknik peperangan yang maju.Perlu dingat ketika ini dunia di sebelah lain seperti di Tanah Besar Cina dan Benua Kecil India masih mundur dan kurang berpenghuni.Adakalanya kaum-kaum dari sebelah Barat ini,(di mana pusat ketamadunan manusia purba bermula dari sini di sekitar Mesopotamia) telah mengembara ke India dan China untuk menangkap kaum asli yang masih bercawat di dalam hutan untuk dijadikan hamba atau buruh kasar membina tembok-tembok dan kota (peristiwa ini dapat dihayati jika kita menonton filem Apocalypse arahan Mel Gibson atau 1000000 B.C).Pada masa yang sama bangsa Yahudi masih ditakuk lama,hidup bermalas-malasan sambil mengharap belas ihsan bangsa-bangsa yang lebih gagah dari mereka.Sehinggalah mereka bertembung kembali dengan bangsa-bangsa keturunan Keturah seperti Media (Madyan) dan Babilon (Babil) serta Chaldea (Kaldan) yang mula merampas tanah-tanah mereka dan mula mengganas memusnahkan kediaman mereka.


Bangsa Yahudi menjadi bangsa hamba di bawah pemerintahan bangsa-bangsa hebat yang menjajah mereka berkurun lamanya secara bersilih ganti.Bangsa ini pernah dibawa beramai-ramai ke kota Babilon untuk dijadikan hamba,pencacai,buruh kasar,kuli dan orang gaji dibawah kekuasaan Emperor Nebuchadnezzar (Buktanassar) dalam keadaan hina dengan dirantai kaki dan tangan mereka.Pada masa ini semua suhuf-suhuf dan Taurat telah dibakar oleh pemerintah dan hanya segelintir dari mereka berjaya menyimpan dan menghafal isi kitab itu secara sembunyi-sembunyi.

Diwaktu pemerintahan Babilon inilah bangsa Yahudi telah banyak tersesat jauh dengan mengamalkan sihir dan penyembahan syaitan akibat kekurangan ajaran agama dan tekanan hidup yang tinggi.Mereka mula mengabdikan diri kepada amalan spiritual yang pelik-pelik dengan harapan syaitan akan membantu mereka melepaskan mereka dari penderitaan di bawah penjajahan bangsa Babilon.Disinilah bermulanya amalan ‘Babilonian Magic’ yang menjadi asas Sihir Gematria,Necronomicon,Kultus Pentagram,Ramalan Tarot dan Persaudaraan Ular Iblis menyebabkan terjadinya insiden Harut dan Marut seperti yang dikisahkan dalam AlQuran.


Kegilaan bangsa Yahudi ini dalam mempelajari sihir telah menjauhkan mereka dari hidayah Tuhan dan menyebabkan ramai nabi diutus kepada mereka bagi membetulkan akhlak mereka.Bangsa Yahudi adalah bangsa spiritual.Mereka peka kepada perkara-perkara bersifat ghaib dan misteri.Mereka percaya kepada makhluk halus dan kuasa sakti.Mereka gemar mempelajari sisi spiritual dari bangsa-bangsa gagah yang menjajah mereka silih berganti.

Berbalik kepada wanita misteri yang menjadi isteri ketiga Nabi Ibrahim,tidak banyak diketahui tentang kehidupannya malah berasal dari kawasan mana ataupun dari jurai keturunan mana walaupun sudah pasti berasal dari kelompok pengikut Nabi Nuh mahupun mungkin terus berasal dari kaum kerabat Nabi Nuh sendiri.Sumber-sumber kuno Yahudi juga masih samar-samar dalam membicarakan asal-usul Keturah,si wanita misteri ini.Tetapi jika disusur dari kehidupan Nabi Ibrahim sebagai ‘patriarch’ (gelaran yang diberikan kepada lelaki yang menjadi ketua keluarga yang sekaligus sebagai pemimpin atau raja bagi kaum kerabatnya yang terhormat dan besar) memungkinkan baginda hanya berkahwin dengan suku terhormat sahaja.Tambahan pula Keturah telah melahirkan anak-anaknya yang gagah-gagah dan hebat.

*Keturah di khemah sebelah kanan bersama-sama 6 anaknya.Diambil dari teks Yahudi kuno.

Keturah bermaksud kemenyan atau pun wangi-wangian yang kadangkala digunakan dalam upacara ritual.Dari sini kita dapat menyelusuri susurgalur bangsa Melayu sebagai bangsa spiritual.Tidak diketahui siapakah ibu bapa Keturah.Tetapi terdapat sumber yang mengatakan kemungkinan Keturah berasal dari kaum kerabat raja agung Sargon yang memerintah Akkadia (namun begitu teori yang paling meyakinkan setakat ini ialah Keturah berasal dari Timur Jauh;tempat di mana keturunan nabi Ibrahim diarahkan menyebar selepas itu).Jika demikian maka sahlah bangsa misteri ini sememangnya berasal dari keturunan raja-raja agung sepertimana Arab Quraisy yang berketurunan dari Raja Mesir dari bangsa misteri yang memerintah Sungai Nil ketika itu.Sesungguhnya Piramid Agung bukanlah dibina ketika pemerintahan Firaun Khufu (Cheops) tetapi telah dibina berkurun sebelumnya oleh kerajaan-kerajaan silam yang lepas.Firaun-firaun Mesir hanyalah membaikpulih sahaja piramid-piramid ini yang diwarisi mereka.Hakikat ini lama-kelamaan disedari oleh ramai pengkaji tetapi terlampau lama untuk dapat dipercayai oleh masyarakat dunia.Anda boleh tonton filem 1000000 B.C dimana terdapat kaum yang membina Piramid ditengah-tengah padang pasir untuk mendapatkan gambaran tentang hal ini.Arkiteknya dalam menentukan lokasi piramid terpaksa melihat jarak bintang dilangit dan koordinasi buruj-buruj dimana pada masa yang sama dia juga adalah ahli astronomi dan ahli nujum Istana.Kedudukan ketiga-tiga piramid termasuk Piramid Agung Giza adalah bertepatan dengan kedudukan buruj Orion di langit,dan mengarah tepat ke arah kiblat.Ini antara misteri paling terbesar dalam sejarah kemanusiaan.Siapakah bangsa agung yang mula-mula merencanakan pembinaan Piramid?Sesungguhnya Piramid Mesir adalah penunjuk kiblat paling besar yang terdapat dibumi di mana Allah Yang Maha Agung telah menciptakan bintang-bintang Orion sebagai tanda kiblat dilangit.Piramid Mesir adalah penunjuk arah ke Baitullah di bumi manakala bintang Orion adalah penunjuk arah ke Baitul Makmur di langit.Maha Suci Allah yang menciptakan segala sesuatu tanpa sia-sia.Bangsa misteri yang membina piramid terawal sudah tentu sebuah bangsa yang teramat bijak dan genius dan di zaman itu kemajuan material adalah setanding malah lebih maju dari apa yang kita dapati hari ini.Tidak percaya?.Cuba anda bayangkan kehidupan manusia sebelum Banjir Besar di zaman Nabi Nuh.Bayangkan kehidupan mereka adalah teramat canggih dengan kereta-kereta mewah dan kotaraya-kotaraya bercahaya serta pesawat-pesawat terbang seperti UFO yang bersimpang siur di udara.Setiap rumah ada sistem komputer yang canggih dan kemudahan internet kelajuan tinggi.Tetapi adakah semua itu berguna setelah banjir besar melanda seluruh dunia.TIDAK…TIDAK SAMA SEKALI.Nabi Nuh terpaksa memuatkan kapalnya dengan manusia,haiwan-haiwan yang berpasangan serta spesis-spesis tumbuh-tumbuhan yang terpilih.Di sini kita dapat mengetahui bahawa profesion Nabi Nuh bukan sahaja seorang pengembang agama tetapi juga pakar sains zoologi yang handal


Nabi Nuh boleh membina kapal yang teramat besar hanya berbekal pengikut yang tidak sampai 100 orang?FIKIRKAN.100 orang itupun ada yang wanita dan kanak-kanak jadi jumlah pekerja untuk membina bahtera nabi Nuh teramatlah sedikit.Malahan pula para pengikut nabi Nuh terdiri dari orang miskin yang lemah dan melarat sahaja.Nabi Nuh juga membina kapalnya dalam jangka masa yang terhad (sesetengah pendapat mengatakan dalam beberapa minggu sahaja).Misteri ini benar-benar memeningkan pengkaji malah ada pengkaji Barat mengatakan Bahtera Nabi Nuh dibina oleh makhluk asing.Sebenarnya kita tidak akan hairan dengan kemampuan Nabi Nuh ketika itu jika kita membayangkan kemajuan manusia sebelum Banjir Besar adalah seperti kemajuan pada masa kini sekurang-kurangnya.Kita boleh membayangkan yang Nabi Nuh membina bahtera di dalam hangar kapal yang besar berserta peralatan dan mesin-mesin yang canggih dibantu sistem perkomputeran yang termaju.


Masih tidak percaya?.Kalau kita lihat kronologi kemajuan manusia pun kita dapat melihat logik atau tidak kenyataan ini.Biar kita ambil jangkamasa dari lahirnya Nabi Isa mengikut kalendar Masehi iaitu 1 Masehi hingga 2009 Masehi.Bagaimana kehidupan manusia di zaman Nabi Isa hidup.Bagaimana kemajuan manusia selepas 2000 tahun selepas kelahiran Nabi Isa?Berapakah jangkamasa Adam manusia pertama sehingga peristiwa Banjir Besar di zaman Nabi Nuh.Katakanlah lebih kurang 2000 tahun (ini anggaran yang amat minimum memandangkan jangkamasa dari manusia pertama turun ke Bumi sehingga Banjir Besar boleh memakan masa beribu-ribu tahun),maka logiklah kemajuan manusia mencapai tahap terhebat dan maju ketika Banjir Besar.Maka jika berfikir seperti ini,kita tidak akan terkejut dengan kisah-kisah seperti Atlantis dan Lemuria serta Kerajaan Rama yang mempunyai pesawat-pesawat terbang seperti UFO.Peperangan pun melibatkan kuasa nuklear seperti kesan-kesan yang ditemui di Mohenjo-Daro dan Harappa.TETAPI ADAKAH SEMUA KEMAJUAN ITU BERGUNA APABILA TIBA BALA BENCANA?Semua kemajuan itu habis tenggelam bersama-sama orang musyrik yang mengingkari perintah Allah s.w.t setelah hanyut dalam arus kemajuan material dan kecanggihan teknologi yang mengkhayalkan.Manusia ketika itu semakin rakus dengan kebendaan dan berbuat maksiat secara terang-terangan.Tidak hairan jika terdapat parti bogel di sana-sini.Pesta-pesta mandi buih acapkali diadakan di festival-festival besar.Konsert-konsert muzik yang mengkhayalkan seringkali diakhiri dengan pesta seks yang menghairahkan dihadapan sembahan-sembahan berhala yang mereka pertuhankan.Dakwah Nabi Nuh dikesampingkan walaupun sering keluar di media-media antarabangsa.


Mungkin anda berasa lucu dengan senario yang dipaparkan di sini.Ini kerana anda memikirkan Nabi Nuh hidup seperti orang gua,bercucuk tanam dan mengembala kambing sahaja.TIDAK SAMA SEKALI.Lihatlah lukisan-lukisan misteri di dinding kuil-kuil Firaun yang menceritakan satu mitos purba tentang penghasilan tenaga elektrik siap dengan lukisan kabel bawah tanah dan filemen elektrik.Penemuan bateri purba di Iraq dan cakera padat purba Dropa (sehingga kini tidak diketahui sama ada ia berbentuk CD,CD-RW,DVD,DVD-RW atau sebagainya) di China.Dan yang paling menggemparkan adalah penemuan loji nuklear berusia lebih 2 juta tahun di Afrika!Apa maksud semua ini?Berapa umur Bumi sebenarnya?Berapa umur umat manusia sebenarnya?.Kita tidak boleh menganggarkannya berdasarkan kajian Barat yang dipengaruhi oleh The Hidden Hand seperti Illuminati dan Freemason.Mereka ada sebab untuk mengelirukan manusia.Segala kenyataan sebenarnya amat jauh dari apa yang kita dapat bayangkan.Maka setelah Banjir Besar,para pengikut Nabi Nuh pun bertebaranlah di muka bumi sehelai sepinggang setelah meninggalkan kehidupan moden dan canggih mereka ditelan banjir.Mereka kembali menjadi orang gua dan mula berburu,bercucuk tanam dan mengail ikan.Di waktu-waktu malam mungkin mereka berkumpul di tepi unggun api sambil mendengar cerita orang-orang tua dikalangan mereka tentang kehidupan moden dan canggih mereka suatu ketika dahulu seperti menaiki bas dan komuter (kebanyakan pengikut Nabi Nuh adalah miskin) dan ada juga yang pernah menaiki kereta.Mereka juga menceritakan bangunan-bangunan tinggi dan komputer.

Sudah tentu cucu-cicit mereka tercengang bangang mendengar ‘dongeng-dongeng’ ini dikala kehidupan mereka sekarang ditahap zaman Paleolitik.Maka keluarlah pelbagai mitos mengenai ‘keajaiban’ cerita-cerita ini.Dan tidak hairan jika ada di antara mereka yang ‘nakal’ mula berangan-rangan tentang dewa-dewi yang menaiki kenderaan terbang dan berperang menggunakan senjata nuklear seperti yang kita dapati dari kitab Hindu Mahabrata.Malah tidak keterlaluan jika ada pengkaji yang merumuskan dewa-dewi orang Hindu diambil dari anak-anak raja kerajaan Rama,Atlantis dan Lemuria yang tenggelam di dasar lautan.Cuba perhatikan patung-patung sembahan Hindu.Dewa-dewi yang termasyhur semuanya berkulit cerah dan segak-segak seperti raja-raja purba.Apakah yang dikatakan oleh orang-orang gua apabila bertemu seorang yang kacak turun dari helikopter sambil memegang telefon bimbit?Lelaki tampan tadi akan dianggap sebagi dewa yang berkuasa!!Itulah yang terjadi kepada orang-orang Hindu.Mereka sebenarnya menyembah raja-raja purba yang digambarkan melalui kitab-kitab purba mereka seperti Ramayana dan Mahabharata,Veda serta Upanishad.Sudah tentu cucu-cicit keturunan Nabi Nuh yang menurunkan bangsa-bangsa moden selepas itu yang menceritakan kisah-kisah ajaib nenek moyang mereka yang menaiki pesawat terbang,komputer,reaktor nuklear dan kereta mewah seperti Mercedes Sport dan Ferrari!FIKIR-FIKIRKAN….tidak rugi kita meluangkan masa sejenak untuk berfikir asal-usul kita.

———————————————————-

akan datang dalam siri Alter Terahsia Bangsa Melayu…

-Siapakah Keturah?
-Melayu dikalangan anak-anak Keturah
-Melayu dikalangan cucu cicit Nuh bangsa penakluk dan raja-raja agung
-Menjejak asal-usul raja-raja Melayu sehingga Cyrus The Great
-Cura si Manjakini bukti warisan Darius Emperor Parsi
-Negarakota Melayu di era Ur,Kish dan Uruk
-Hubungan Melayu dan Yahudi di era peperangan bangsa Sumeria
-’Bangsa Gunung’
-Pengembaraan ke Timur Jauh
-Perjalanan melalui jalan darat
-Jalan Sutera dan Kapak dari Asia Tengah
-Epik pengembaraan di padang pasir dan salju dingin
-Kenangan kehidupan silam di pergunungan Himalaya dan perkampungan Tibet yang damai
-Perjalanan melalui jalan laut
-Bahtera dan ilmu pelayaran bangsa misteri
-Astronomi dan rahsia bintang-bintang
-Bodhidharma,Dharmakirti,Sakyakirti dan pendeta-pendeta Melayu lainnya
-1000 rahib,sami dan arahat di Bukit Suci
-Misteri bangsa terahsia
-Siapakah dia Malai?
-Bumi Mala
-The Promised Land
-Tempat menyimpan rahsia
-Kunci-kunci rahsia
-Cucu-cicit Nabi

 
sumber..>Mistisfils.blogspot.com
Oleh: cahayapelangi | April 22, 2011

Alter Terahasia Bngsa Melayu II

Perbezaan pendapat di antara para pengkaji Barat dan Timur tentang asal-usul bangsa Melayu begitu memeningkan.Sehingga kini kajian terus dilakukan dan pelbagai teori dikemukan sehingga antara yang terbaru adalah kajian dari penyelidik Pusat Pengajian Sains Kesihatan, Universiti Sains Malaysia (USM), Dr Zafarina Zainuddin.

Dibawah ini adalah sambungan kepada artikel ‘Alter Terahsia Bangsa Melayu’

Selamat membaca

-M.O

The Lost Fragrance in The Promised Land

“But while he was still living, he gave gifts to the sons of his wife (Keturah)…” (Genesis 25:6 New International Version)

Sehingga ke hari ini,para cendekiawan,pengkaji sejarah,pakar antropologi dan ahli geneologi masih berdebat dan mencari-cari dari manakah datangnya satu bangsa yang dipanggil MELAYU ini.Sejarah kewujudan bangsa Melayu masih samar-samar dan misteri dan setiap pengkaji menemui bukti dan penemuan dari pelbagai bangsa,negara mahupun budaya yang mempunyai kaitan dengan bangsa Melayu.Setiap pengkaji juga mempunyai ulasan dan teori sendiri di mana masing-masing kelihatan mempunyai percanggahan di antara satu sama lain.Tidak ada percanggahan yang ketara di dalam membicarakan riwayat sesuatu bangsa kecuali bangsa Melayu.Tidak seperti bangsa Inggeris yang diketahui berasal dari tiga suku-suku purba Jerman iaitu Angles (dari sini terbit kata Anglo dan seterusnya English),Saxon dan Jutes.Juga bangsa Iran yang berasal dari bangsa Madyan Purba (Medea Empire) sebelum kehadiran Empayar Acheamenid dan Sassanid dan kelahiran Emperor-emperor agung seperti Cyrus,Xerxes dan Darius.Para pengkaji Barat dan Timur juga menemui tanda-tanda fizikal di beberapa kawasan di dunia yang sama dengan apa yang ditemui di Kepulauan Melayu.Antara yang paling terkenal adalah penemuan kapak tua dari Asia Tengah oleh R.H. Geldern dan gendang Dongson di Vietnam Utara.Ini belum masuk lagi berpuluh-puluh kajian tentang sosio-budaya di tempat-tempat lain yang dikatakan mirip bangsa Melayu seperti etnik-etnik Tibet,kaum asli di Taiwan dan Kepulauan Jepun dan sudah tentu bukti-bukti transformasi budaya di beberapa kawasan pedalaman China,Indochina (MOn,Khmer,Campa) dan Kepulauan Asia Pasifik.APAKAH ERTI SEMUA INI?Mengapa begitu banyak kesan-kesan yang sama dengan bangsa ini di seluruh Asia?Terdapat satu rahsia di mana ia dapat menjawab semua misteri ini.Rahsia ini adalah satu kunci dari beberapa kunci di dalam ‘Ark of Covenant’ bangsa misteri ini.


Sebelum perbincangan yang lebih mendalam eloklah diturunkan hasil kajian umum dan terkenal beberapa pengkaji sama ada Barat dan tempatan tentang asal-usul bangsa Melayu. Walaupun sudah ada beberapa kajian dilakukan terhadap asal usul bangsa Melayu, tetapi kata sepakat para ahli belum dicapai. Setakat ini ada dua pandangan yang dikemukakan. Pandangan yang pertama menyatakan bahawa bangsa Melayu berasal dari utara (Asia Tengah) dan pandangan yang kedua menyatakan bahawa bangsa Melayu memang sudah sedia ada di Kepulauan Melayu atau Nusantara ini.

Sebagai perbandingan, kedua-dua pandangan tersebut diperlihatkan seperti yang berikut ini.

Berasal dari Asia Tengah

R.H. Geldern ialah seorang ahli prasejarah dan menjadi guru besar di Iranian Institute and School for Asiatic Studies telah membuat kajian tentang asal usul bangsa Melayu. Sarjana yang berasal dari Wien, Austria ini telah membuat kajian terhadap kapak tua (beliung batu). Beliau menemui kapak yang diperbuat daripada batu itu di sekitar hulu Sungai Brahmaputra, Irrawaddy, Salween, Yangtze, dan Hwang. Bentuk dan jenis kapak yang sama, beliau temui juga di beberapa tempat di kawasan Nusantara. Geldern berkesimpulan, tentulah kapak tua tersebut dibawa oleh orang Asia Tengah ke Kepulauan Melayu ini.

J.H.C. Kern ialah seorang ahli filologi Belanda yang pakar dalam bahasa Sanskrit dan pelbagai bahasa Austronesia yang lain telah membuat kajian berdasarkan beberapa perkataan yang digunakan sehari-hari terutama nama tumbuh-tumbuhan, haiwan, dan nama perahu. Beliau mendapati bahawa perkataan yang terdapat di Kepulauan Nusantara ini terdapat juga di Madagaskar, Filipina, Taiwan, dan beberapa buah pulau di Lautan Pasifik .Perkataan tersebut di antara lain ialah: padi, buluh, rotan, nyiur, pisang, pandan, dan ubi. Berdasarkan senarai perkataan yang dikajinya itu Kern berkesimpulan bahawa bahasa Melayu ini berasal daripada satu induk yang ada di Asia.

W. Marsden pula dalam kajiannya mendapati bahawa bahasa Melayu dan bahasa Polinesia (bahasa yang digunakan di beberapa buah pulau yang terdapat di Lautan Pasifik) merupakan bahasa yang serumpun. E. Aymonier dan A. Cabaton pula mendapati bahawa bahasa Campa serumpun dengan bahasa Polinesia, manakala Hamy berpendapat bahawa bahasa Melayu dan bahasa Campa merupakan warisan daripada bahasa Melayu Kontinental. Di samping keserumpunan bahasa, W. Humboldt dalam kajiannya mendapati bahawa bahasa Melayu (terutama bahasa Jawa) telah banyak menyerap bahasa Sanskrit yang berasal dari India.
J.R. Foster yang membuat kajiannya berdasarkan pembentukan kata berpendapat bahawa terdapat kesamaan pembentukan kata dalam bahasa Melayu dan bahasa Polinesia. Beliau berpendapat bahawa kedua-dua bahasa ini berasal daripada bahasa yang lebih tua yang dinamainya Melayu Polinesia Purba. Seorang ahli filologi bernama A.H. Keane pula berkesimpulan bahawa struktur bahasa Melayu serupa dengan bahasa yang terdapat di Kampuchea.

J.R. Logan yang membuat kajiannya berdasarkan adat resam suku bangsa mendapati bahawa ada persamaan adat resam kaum Melayu dengan adat resam suku Naga di Assam (di daerah Burma dan Tibet). Persamaan adat resam ini berkait rapat dengan bahasa yang mereka gunakan. Beliau mengambil kesimpulan bahawa bahasa Melayu tentulah berasal dari Asia. G.K. Nieman dan R.M. Clark yang juga membuat kajian mereka berdasarkan adat resam dan bahasa mendapati bahawa daratan Asia merupakan tanah asal nenek moyang bangsa Melayu.

Dua orang sarjana Melayu, iaitu Slametmuljana dan Asmah Haji Omar juga menyokong pendapat di atas. Slametmuljana yang membuat penyelidikannya berdasarkan perbandingan bahasa, sampai pada suatu kesimpulan bahawa bahasa Austronesia yang dalamnya termasuk bahasa Melayu, berasal dari Asia. Asmah Haji Omar membuat huraian yang lebih terperinci lagi. Beliau berpendapat bahawa perpindahan orang Melayu dari daratan Asia ke Nusantara ini tidaklah sekaligus dan juga tidak melalui satu laluan. Ada yang melalui daratan, iaitu Tanah Semenanjung, melalui Lautan Hindi dan ada pula yang melalui Lautan China. Namun, beliau menolak pendapat yang mengatakan bahawa pada mulanya asal bahasa mereka satu dan perbezaan yang berlaku kemudian adalah kerana faktor geografi dan komunikasi. Dengan demikian, anggapan bahawa bahasa Melayu Moden merupakan perkembangan daripada bahasa Melayu Klasik, bahasa Melayu Klasik berasal daripada bahasa Melayu Kuno dan bahasa Melayu Kuno itu asalnya daripada bahasa Melayu Purba merupakan anggapan yang keliru.

Kajian mendapati bahawa bahasa Melayu Moden berasal daripada bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Klasik berasal daripada bahasa Melayu Induk. Bahasa Melayu Induk berasal daripada bahasa Melayu Purba yang juga merupakan asal daripada bahasa Melayu Kuno. Kajian ini juga memperlihatkan bahawa bahasa Melayu Moden bukanlah merupakan pengembangan daripada dialek Johor-Riau dan bahasa Melayu Moden tidak begitu rapat hubungannya dengan dialek yang lain (Da, Db, dan Dn). Dialek yang lain berasal daripada Melayu Induk manakala dialek Johor-Riau berasal daripada Melayu Klasik.
Berikut ini akan diperlihatkan cara perpindahan orang Melayu dari Asia Tengah tersebut.

(a) Orang Negrito

Menurut pendapat Asmah Haji Omar sebelum perpindahan penduduk dari Asia berlaku, Kepulauan Melayu (Nusantara) ini telah ada penghuninya yang kemudian dinamai sebagai penduduk asli. Ada ahli sejarah yang mengatakan bahawa mereka yang tinggal di Semenanjung Tanah Melayu ini dikenali sebagai orang Negrito. Orang Negrito ini diperkirakan telah ada sejak tahun 8000 SM (Sebelum Masihi). Mereka tinggal di dalam gua dan mata pencarian mereka memburu binatang. Alat perburuan mereka diperbuat daripada batu dan zaman ini disebut sebagai Zaman Batu Pertengahan. Di Kedah sebagai contoh, pada tahun 5000 SM, iaitu pada Zaman Paleolit dan Mesolit, telah didiami oleh orang Austronesia yang menurunkan orang Negrito, Sakai, Semai, dan sebagainya.

(b) Melayu-Proto

Berdasarkan pendapat yang mengatakan bahawa orang Melayu ini berasal dari Asia Tengah, perpindahan tersebut (yang pertama) diperkirakan pada tahun 2500 SM. Mereka ini kemudian dinamai sebagai Melayu-Proto. Peradaban orang Melayu-Proto ini lebih maju sedikit daripada orang Negrito. Orang Melayu-Proto telah pandai membuat alat bercucuk tanam, membuat barang pecah belah, dan alat perhiasan. Kehidupan mereka berpindah-randah. Zaman mereka ini dinamai Zaman Neolitik atau Zaman Batu Baru.

(c) Melayu-Deutro

Perpindahan penduduk yang kedua dari Asia yang dikatakan dari daerah Yunan diperkirakan berlaku pada tahun 1500 SM. Mereka dinamai Melayu-Deutro dan telah mempunyai peradaban yang lebih maju daripada Melayu-Proto. Melayu-Deutro telah mengenal kebudayaan logam. Mereka telah menggunakan alat perburuan dan pertanian daripada besi. Zaman mereka ini dinamai Zaman Logam. Mereka hidup di tepi pantai dan menyebar hampir di seluruh Kepulauan Melayu ini.

Kedatangan orang Melayu-Deutro ini dengan sendirinya telah mengakibatkan perpindahan orang Melayu-Proto ke pedalaman sesuai dengan cara hidup mereka yang berpindah-randah. Berlainan dengan Melayu-Proto, Melayu-Deutro ini hidup secara berkelompok dan tinggal menetap di sesuatu tempat. Mereka yang tinggal di tepi pantai hidup sebagai nelayan dan sebahagian lagi mendirikan kampung berhampiran sungai dan lembah yang subur. Hidup mereka sebagai petani dan berburu binatang. Orang Melayu-Deutro ini telah pandai bermasyarakat. Mereka biasanya memilih seorang ketua yang tugasnya sebagai ketua pemerintahan dan sekaligus ketua agama. Agama yang mereka anuti ketika itu ialah animisme.

Berasal dari Nusantara

Seorang sarjana Inggeris bernama J. Crawfurd telah membuat kajian perbandingan bahasa yang ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan kawasan Polinesia. Beliau berpendapat bahawa asal bahasa yang tersebar di Nusantara ini berasal daripada bahasa di Pulau Jawa (bahasa Jawa) dan bahasa yang berasal dari Pulau Sumatera (bahasa Melayu). Bahasa Jawa dan bahasa Melayulah yang merupakan induk bagi bahasa serumpun yang terdapat di Nusantara ini.

J. Crawfurd menambah hujahnya dengan bukti bahawa bangsa Melayu dan bangsa Jawa telah memiliki taraf kebudayaan yang tinggi dalam abad kesembilan belas. Taraf ini hanya dapat dicapai setelah mengalami perkembangan budaya beberapa abad lamanya. Beliau sampai pada satu kesimpulan bahawa:

(a) Orang Melayu itu tidak berasal dari mana-mana, tetapi malah merupakan induk
yang menyebar ke tempat lain.
(b) Bahasa Jawa ialah bahasa tertua dan bahasa induk daripada bahasa yang lain.

K. Himly, yang mendasarkan kajiannya terhadap perbandingan bunyi dan bentuk kata bahasa Campa dan pelbagai bahasa di Asia Tenggara menyangkal pendapat yang mengatakan bahawa bahasa Melayu Polinesia serumpun dengan bahasa Campa. Pendapat ini disokong oleh P.W. Schmidt yang membuat kajiannya berdasarkan struktur ayat dan perbendaharaan kata bahasa Campa dan Mon-Khmer. Beliau mendapati bahawa bahasa Melayu yang terdapat dalam kedua-dua bahasa di atas merupakan bahasa ambilan sahaja.

Sutan Takdir Alisjahbana, ketika menyampaikan Syarahan Umum di Universiti Sains Malaysia (Julai 1987) menggelar bangsa yang berkulit coklat yang hidup di Asia Tenggara, iaitu Thailand Selatan, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei, dan Filipina Selatan sebagai bangsa Melayu yang berasal daripada rumpun bangsa yang satu. Mereka bukan sahaja mempunyai persamaan kulit bahkan persamaan bentuk dan anggota badan yang berbeza daripada bangsa Cina di sebelah timur dan bangsa India di sebelah barat.

Gorys Keraf di dalam bukunya Linguistik bandingan historis (1984) mengemukakan teori Leksikostatistik dan teori Migrasi bagi mengkaji asal usul bangsa dan bahasa Melayu. Setelah mengemukakan hujah tentang kelemahan pendapat terdahulu seperti: Reinhold Foster (1776), William Marsden (1843), John Crawfurd (1848), J.R. Logan (1848), A.H. Keane (1880), H.K. Kern (1889), Slametmuljana (1964), dan Dyen (1965) beliau mengambil kesimpulan bahawa “…negeri asal (tanahair, homeland) nenek moyang bangsa Austronesia haruslah daerah Indonesia dan Filipina (termasuk daerah-daerah yang sekarang merupakan laut dan selat), yang dulunya merupakan kesatuan geografis”.

Pendapat lain yang tidak mengakui bahawa orang Melayu ini berasal dari daratan Asia mengatakan bahawa pada Zaman Kuarter atau Kala Wurn bermula dengan Zaman Ais Besar sekitar dua juta sehingga lima ratus ribu tahun yang lalu. Zaman ini berakhir dengan mencairnya ais secara perlahan-lahan dan air laut menggenangi dataran rendah. Dataran tinggi menjadi pulau. Ada pulau yang besar dan ada pulau yang kecil. Pemisahan di antara satu daratan dengan daratan yang lain berlaku juga kerana berlakunya letusan gunung berapi atau gempa bumi. Pada masa inilah Semenanjung Tanah Melayu berpisah dengan yang lain sehingga kemudian dikenali sebagai Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau lain di Indonesia.

Pintu Rahsia

Proto homonoid yang dianggap sebagai pramanusia dianggarkan sudah ada sejak satu juta tahun yang lalu dan ia berkembang secara evolusi. Namun, manusia yang sesungguhnya baru bermula sejak 44,000 tahun yang lalu dan manusia moden (Homo sapiens sapiens) muncul sekitar 11,000 tahun yang lalu.

Pada masa pramanusia dan manusia yang sesungguhnya di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Australia telah ada manusia. Hal ini dibuktikan dengan ditemuinya Homo soloinensis dan Homo wajakensis (Manusia Jawa = “Java Man”) yang diperkirakan berusia satu juta tahun.
Pada masa ini wilayah tersebut didiami oleh tiga kelompok Homo sapiens sapiens, iaitu orang Negrito di sekitar Irian dan Melanesia, orang Kaukasus di Indonesia Timur, Sulawesi, dan Filipina, serta orang Mongoloid di sebelah utara dan barat laut Asia.

Masing-masing bangsa ini berpisah dengan berlakunya pemisahan daratan. Mereka berpindah dengan cara yang perlahan. Orang Kaukasus ada yang berpindah ke sebelah barat dan ada pula yang ke sebelah timur. Yang berpindah ke arah timur seperti ke Maluku, Flores, dan Sumba bercampur dengan orang Negrito. Yang berpindah ke arah barat mendiami Kalimantan, Aceh, Tapanuli, Nias, Riau, dan Lampung. Yang berpindah ke arah utara menjadi bangsa Khmer, Campa, Jarai, Palaung, dan Wa.

Hukum Bunyi yang diperkenalkan oleh H.N. van der Tuuk dan diperluas oleh J.L.A. Brandes yang menghasilkan Hukum R-G-H dan Hukum R-D-L dikatakan oleh C.A. Mees bahawa “Segala bahasa Austronesia itu, walaupun berbeza kerana pelbagai pengaruh dan sebab yang telah disebut, memperlihatkan titik kesamaan yang banyak sekali, baik pada kata-kata yang sama, seperti mata, lima, talinga, dan sebagainya, mahupun pada sistem imbuhan, dan susunan tatabahasanya. Perbezaan yang besar seperti dalam bahasa Indo-Eropah, misalnya: antara bahasa Perancis dan Jerman, antara Sanskrit dan Inggeris, tidak ada pada bahasa-bahasa Austronesia. Apalagi Kata Dasar (terutama bahasa Melayu) tidak berubah dalam morfologi” juga menunjukkan bahawa bahasa yang terdapat di Asia Selatan dan Tenggara berbeza dengan bahasa yang terdapat di Asia Tengah.

Pendapat-pendapat dari Barat kebanyakan boleh disimpulkan seperti ini:

-Bangsa Melayu berasal dari bangsa lain seperti China,India atau suku kaum di benua Afrika
-Bangsa Melayu adalah lahir dari transformasi bangsa-bangsa besar seperti China,India atau Arab.

Tetapi kajian mereka dipertikaikan oleh beberapa pengkaji Barat J. Crawfurd,Gorys Keraf dan lain-lain bersama-sama para pengkaji tempatan termasuk para pengkaji di Universiti Sains Malaysia.Pendapat Geldern tentang kapak tua masih boleh diperdebatkan. Budaya kapak tua yang diperbuat daripada batu sebenarnya bukan hanya terdapat di Asia Tengah dan Nusantara. Budaya yang sama akan ditemui pada semua masyarakat primitif sama ada di Amerika dan juga di Eropah pada zaman tersebut.

Lagi pula, secara kebetulan Geldern membuat kajiannya bermula dari Asia kemudian ke Nusantara. Kesimpulan beliau tersebut mungkin akan lain sekiranya kajian itu bermula dari Nusantara, kemudian ke Asia Tengah.

Kajian Kern berdasarkan bukti Etnolinguistik memperlihatkan bahawa persamaan perkataan tersebut hanya terdapat di alam Nusantara dengan pengertian yang lebih luas dan perkataan tersebut tidak pula ditemui di daratan Asia Tengah. Ini menunjukkan bahawa penutur bahasa ini tentulah berpusat di tepi pantai yang strategik yang membuat mereka mudah membawa bahasa tersebut ke barat, iaitu Madagaskar dan ke timur hingga ke Pulau Easter di Lautan Pasifik.

Secara khusus, penyebaran bahasa Melayu itu dapat dilihat di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera, di sepanjang pantai barat Semenanjung Tanah Melayu; di Pulau Jawa terdapat dialek Jakarta (Melayu-Betawi), bahasa Melayu Kampung di Bali, bahasa Melayu di Kalimantan Barat, bahasa Melayu Banjar di Kalimantan Barat dan Selatan, Sabah, Sarawak, dan bahasa Melayu di Pulau Seram.

Pendapat Marsden bahawa bahasa Melayu yang termasuk rumpun bahasa Nusantara serumpun dengan rumpun bahasa Mikronesia, Melanesia, dan Polinesia dengan induknya bahasa Austronesia secara tidak langsung memperlihatkan adanya kekerabatan dua bahasa tersebut yang tidak ditemui di Asia Tengah. Penyebaran bahasa Austronesia juga terlihat hanya bahagian pesisir pantai timur (Lautan Pasifik), pantai barat (Lautan Hindi), dan Selatan Asia (kawasan Nusantara) sahaja dan ia tidak masuk ke wilayah Asia Tengah.

Kesamaan pembentukan kata di antara bahasa Melayu dengan bahasa Polinesia yang dinyatakan oleh J.R. Foster dan kesamaan struktur bahasa Melayu dengan struktur bahasa Kampuchea juga memperlihatkan bahawa bahasa yang berada di Asia Selatan dan Asia Timur berbeza dengan bahasa yang berada di Asia Tengah. Jika kita lihat rajah kekeluargaan bahasa akan lebih nyata lagi bahawa bahasa di Asia Tengah berasal dari keluarga Sino-Tibet yang melahirkan bahasa Cina, Siam, Tibet, Miao, Yiu, dan Burma. Berdekatan dengannya agak ke selatan sedikit ialah keluarga Dravida, iaitu: Telugu, Tamil, Malayalam, dan lain-lain. Kedua-dua keluarga bahasa ini berbeza dengan bahasa di bahagian Timur, Tenggara, dan Selatan Asia, iaitu keluarga Austronesia yang menurunkan empat kelompok besar, iaitu Nusantara, Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia.

Jika ditinjau dari sudut ilmu kaji purba pula, penemuan tengkorak yang terdapat di Nusantara ini memberi petunjuk bahawa manusia telah lama ada di sini. Penemuan tersebut di antara lain ialah:

1. Pithecanthropus Mojokerto (Jawa), yang kini berusia kira-kira 670,000 tahun.
2. Pithecanthropus Trinil (Jawa), kira-kira 600,000 tahun.
3. Manusia Wajak (Jawa), kira-kira 210,000 tahun.

Jika tiga fosil tersebut dibandingkan dengan fosil Manusia Peking atau Sinanthropus Pekinensis (China) yang hanya berusia kira-kira 550,000 tahun terlihat bahawa manusia purba lebih selesa hidup dan beranak-pinak berdekatan dengan Khatulistiwa. Hal ini diperkuat lagi dengan penemuan fosil tengkorak manusia yang terdapat di Afrika yang dinamai Zinjanthropus yang berusia 1,750,000 tahun. Beberapa hujah ini menambah kukuh kesimpulan Gorys Keraf di atas yang menyatakan bahawa nenek moyang bangsa Melayu ini tentulah sudah sedia ada di Kepulauan Melayu yang menggunakan bahasa keluarga Nusantara.
Masih ada soalan yang belum terjawab, iaitu jika betul bangsa Melayu ini sememangnya berasal dari Alam Melayu ini, sebelum itu dari manakah asal mereka? Pendapat orang Minangkabau di Sumatera Barat bahawa keturunan mereka ada hubungan dengan pengikut Nabi Nuh, iaitu bangsa Ark yang mendarat di muara Sungai Jambi dan Palembang semasa berlakunya banjir besar seperti yang diungkapkan oleh W. Marsden (1812) masih boleh dipertikaikan.

RAHSIA DARI KETURUNAN NABI NUH

Yang agak berkemungkinan disusurgalur ialah dari salasilah Nabi Nuh daripada tiga anaknya, iaitu Ham, Yafit (Japheth), dan Sam. Dikatakan bahawa Ham berpindah ke Afrika yang keturunannya kemudian disebut Negro berkulit hitam, Yafit berpindah ke Eropah yang kemudian dikenali sebagai bangsa kulit putih, dan Sam tinggal di Asia menurunkan bangsa kulit kuning langsat. Putera kepada Sam ialah Nabi Hud yang tinggal di negeri Ahqaf yang terletak di antara Yaman dan Oman.Untuk menyiasat dan menjejaki dari mana asal-usulnya bangsa misteri ini kita terpaksa ke masa-masa terjadinya Banjir Besar,beribu-ribu (atau mungkin sampai jutaan tahun?) sebelum kelahiran Sargon dari Akkadia dan bangsa Sumeria apatah lagi kewujudan dinasti-dinasti China seawal Dinasti Xia dan kelahiran Tamadun Indus.

Difirmankan: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.” (Huud 11:48)


Selepas Banjir Besar surut,maka Nabi Nuh a.s pun keluar bersama-sama para pengikutnya seramai 80 orang (mengikut jumlah yang disepakati di dalam manuskrip-manuskrip kuno).Tempat di mana mendaratnya bahtera Nabi Nuh (Noah’s Ark) tidak dapat dipastikan dengan jelas tetapi pendapat yang popular ialah di Buki Judi di Pergunungan Ararat di Turki.Setelah keluar dari bahtera maka bertebaranlah pengikut-pengikut Nabi Nuh ke seluruh bumi termasuk anak-anaknya iaitu Ham,Sam dan Yafid (Japheth).Ham telah mengembara ke kawasan di sebelah Afrika,manakala Yafid bergerak arah barat di mana nanti anak cucunya akan hidup merentasi kawasan Mediteranean,Kaukasus,Tanah Besar Eropah dan kawasan di sebelah utara seperti Denmark,Norway dan lainnya.Sam pula menetap di Asia khususnya di Asia Barat.Sebahagian anak keturunannya ada yang bergerak ke timur jauh merentasi perbatasan China di mana terlebih dahulu direntasi oleh pengikut-pengikut Nabi Nuh yang bergerak ke kawasan sebelah Timur.INI ADALAH LAPISAN PERTAMA pergerakan anak-anak manusia selepas peristiwa Banjir Besar.

Nabi Nuh dan kaum kerabatnya yang lain masih menetap di Asia Barat.Dari kerabat Nabi Nuh ini maka lahirlah bangsa-bangsa purba Mesopotamia seperti Akkadia,Assyria dan bangsa-bangsa purba Babilon (termasuk Sumer dan Samiyah).Bangsa-bangsa ini membentuk peradaban Mesopotamia telah diperakui merupakan tamadun tertua di dunia dan digelar pusat ketamadunan dunia (adalah tamadun yang dikenalpasti mula-mula mencipta roda).Bangsa-bangsa yang membentuk tamadun ini merupakan bangsa yang bijak dan terdiri dari keturunan yang terlatih,mahir dan genius.Ini tidak menghairankan memandangkan mereka berasal dari keturunan Nuh sendiri dimana Nabi Nuh adalah seorang yang pintar dan seorang ‘patriarch’ yang disegani.Manakala pengikut-pengikut Nabi Nuh yang telah sampai di sebelah India,China dan Timur Jauh tetap meneruskan hidup mereka namun agak terbelakang dari segi pencapaian bangsa-bangsa yang tinggal di pusat tamadun Mesopotamia.Ini memandangkan para pengikut Nabi Nuh adalah terdiri dari orang-orang yang miskin dan melarat dimana sebelum Banjir Besar mereka bolehlah dikatakan tinggal dikawasan perkampungan (atau perumahan kos rendah pada istilah kini) ataupun menetap di setinggan-setinggan.Tahap pendidikan mereka yang rendah tidak memungkinkan mereka mendidik keturunan mereka secara intensif tidak seperti keturunan Nabi Nuh yang berasal dari golongan berpendidikan dan bijakpandai memandangkan Nabi Nuh sendiri selain seorang ahli agama, beliau juga adalah pakar dalam bidang zoologi dan kejuruteraan perkapalan.Beliau juga seorang ahli marin dan pelayaran yang berkemahiran.Sesungguhnya Allah s.w.t ,mengangkat para utusan-Nya dari kalangan yang terbaik dan dari keturunan yang terpelihara.Di sini kita boleh menimbangkan dua petunjuk misteri ini,

*Adakah bangsa Melayu berasal dari kaum kerabat Nabi Nuh?
*Atau berasal dari salah seorang pengikut Nabi Nuh?

‘Petunjuk Dari Banjir Besar’ ini juga dapat menjawab mengapa di Tanah Melayu telah terdapat kaum-kaum lain yang fizikal dan rupaparas mereka amat berlainan dari bangsa Melayu.Mengapa terdapat kaum di sebelah kepulauan Pasifik yang mengaku mereka berasal dari bangsa Melayu yang belayar dari sebelah Afrika (rujuk kaum Maori dan kaum-kaum kuno di kepulauan Hawai).Juga misteri Pulau Easter dimana patung-patungnya menyerupai batu-batu nisan Toroja dan tugu-tugu suku Batak.Sampai kini bangsa yang pernah mendiami pulau misteri tersebut masih samar-samar.Namun selepas ekspedisi yang digelar Kon-Tiki dalam tahun 1950′an yang mungkin merupakan ekspedisi paling penting selepas ekspedisi Galapagos,sebahagian misteri Pulau Easter telah terungkap.Kemajuan dari ekspedisi ini adalah kajian rapi mereka dari segi arkeologi,linguistik dan etnografi.Yang paling menarik adalah keputusan DNA dari tulang temulang yang dijumpai di sana menjelaskan bahawa kaum yang membina tugu-tugu misteri itu bukanlah berasal dari Indian Amerika tetapi Polinesia yang menerangkan mengapa penduduk setempat memanggil pulau itu sebagai Rapa Nui yang mana bunyi linguistiknya mendekati ala Tahitian dan orang Tahiti mendekati asalnya dari kumpulan Molukas-Samoa (keduanya dari kumpulan etnik yang sama).Merekalah yang belayar ke Kepulauan Marquesas kemudian ke Hawaii selepas itu ke New Zealand dan akhirnya ke Tahiti.Dan pelayaran ini berkemungkinan hanya menggunakan kayak purba dan ia digelar sebagai Catamaran/Trimarant yang dikenali sebagai kapal kecil yang stabil yang mampu mengharungi gelombang lautan.Dan yang menariknya kaum-kaum kuno di Indonesia telah lama diketahui menggunakan Trimarant yang mudah ditolak ketika pendaratan pantai.Sebab itu karakter tugu misteri di Pulau Easter menyamai tugu kaum Toroja dan Batak.

Betapa misterinya apabila ramai pengkaji tidak sependapat untuk menerangkan kehadiran kaum asli seperti Orang Asli,Jakun,Senoi dan sekumpulan dengan mereka di Tanah Melayu dan pada masa yang sama terdapat pula satu bangsa yang berbeza yang berkulit cerah sedikit atau sawo matang,berpakaian kemas,lebih terurus kehidupannya,berorganisasi malah berkerajaan sendiri dan pernah membina empayar-empayar hebat,tidaklah bercawat,dan masih mengamalkan kehidupan primitif seperti berburu binatang dan bercucuk tanam iaitu mengamalkan ekonomi sara diri.Ini tidak sepening kes antropologi lain seperti kehadiran bangsa kulit putih di Australia dan Benua Amerika.Kes unik antara bangsa Melayu dan Orang Asli adalah masalah beribu-ribu tahun dahulu tidak seperti kes Red Indian dan Koloni Eropah.Ini menunjukkan sebelum konotasi ‘Dunia Baru’ yang popular digunakan dikalangan pengembara Eropah seperti Amerigo Vespucci,Magellan dan Columbus merujuk kepada Tanah Amerika,bangsa Melayu telah lama menemui ‘Dunia Baru’ mereka beribu tahun yang lampau lama sebelum kelahiran Raja Manuel Sepanyol mahupun Christopher Columbus.

Kunci kepada rahsia ini adalah terletak kepada pergerakan keturunan Ham,iaitu salah seorang anak Nabi Nuh yang menurunkan bangsa-bangsa berkulit gelap seperti di sebelah Afrika dan pergerakan bangsa Mala dari keturunan Keturah mengikut jalan laut.Kunci ini akan membuka satu persoalan yang sekian lama menghantui para ahli antropologi mengapa kaum-kaum Polinesia seperti Orang Asli,Maori,Aborigin dan suku-suku Hawaii umumnya berambut keriting,berkulit gelap serta memiliki raut wajah dan postur seperti kaum-kaum di Afrika dan berlainan dari etnik-etnik Melayu seperti Jawa,Banjar,Bugis,Kedah,Pahang dan sebagainya.Kaum asli Polinesia ini adalah HYBRID KEPADA KETURUNAN HAM DAN BANGSA MALA-KETURAH.Pergerakan pertama dipercayai adalah dari jurai keturunan Heth bin Kanaan bin Ham bin Nuh a.s.Merekalah yang sampai dahulu di Kepulauan Pasifik dan pulau-pulau Polinesia termasuk Australia membentuk kaum Aborigin.Kemudian tibalah pula keturunan Keturah setelah memakan beberapa generasi.Keturunan Keturah ini adalah kumpulan kedua iaitu yang mengikut jalan laut dari sebelah barat (dari arah Afrika) di mana kumpulan pertama bangsa Mala melakukan perjalanan darat menuju ke hujung dunia ‘Semenanjung Emas’.Ini menerangkan mengapa kaum asli di salah satu kepulauan Jepun,kaum asli purba di Taiwan dan etnik-etnik Polinesia di Pasifik seperti di Hawaii,Papua dan sebagainya memiliki beberapa perkataan mirip bahasa Melayu berserta maksud yang sama seperti ‘batu’ dan ‘mata’.Kaum asli ini yang berasal dari keturunan Ham anak Nabi Nuh a.s yang menurunkan bangsa Afrika mengalami pertentangan untuk bertahan dengan kedatangan bangsa Mala keturunan Siti Keturah dan Nabi Ibrahim yang lebih maju dan berfizikal lebih besar dari mereka.Akibatnya mereka yang tidak dapat berasimilasi terpaksa berpindah ke kawasan lebih pedalaman.Terdapat juga interaksi sosial di antara kedua-dua kaum ini seperti perdagangan malah ada yang berkahwin sesama mereka.

Kunci Rahsia Pada Pemberian Rahsia

1:1 Adam, Sheth, Enosh,
1:2 Kenan, Mahalaleel, Jered,
1:3 Henoch, Methuselah, Lamech,
1:4 Noah, Shem, Ham, and Japheth.
1:5 The sons of Japheth; Gomer, and Magog, and Madai, and Javan, and Tubal, and Meshech, and Tiras.

1:27 Abram; the same is Abraham.
1:28 The sons of Abraham; Isaac, and Ishmael.
1:29 These are their generations: The firstborn of Ishmael, Nebaioth; then Kedar, and Adbeel, and Mibsam,
1:30 Mishma, and Dumah, Massa, Hadad, and Tema,
1:31 Jetur, Naphish, and Kedemah. These are the sons of Ishmael.
1:32 Now the sons of Keturah, Abraham’s wife:she bare Zimran, and Jokshan, and Medan, and Midian, and Ishbak, and Shuah. And the sons of Jokshan; Sheba, and Dedan.
1:33 And the sons of Midian; Ephah, and Epher, and Henoch, and Abida, and Eldaah. All these are the sons of Keturah.
1:34 And Abraham begat Isaac. The sons of Isaac; Esau and Israel.
1:35 The sons of Esau; Eliphaz, Reuel, and Jeush, and Jaalam, and Korah.
1:36 The sons of Eliphaz; Teman, and Omar, Zephi, and Gatam, Kenaz, and Timna, and Amalek.
1:37 The sons of Reuel; Nahath, Zerah, Shammah, and Mizzah.
(1 Chronicles 1 New International Version)

Petikan di atas adalah dari Kitab Riwayat dari Injil berkenaan jurai keturunan tertentu bermula dari Nabi Adam a.s hingga kepada anak keturunannya yang membentuk bangsa-bangsa di dunia.Nama-nama di sini ada di antaranya mewakili kaum tertentu dan ada yang merupakan gelaran.Sebagai contoh Tubal adalah sebuah kawasan di sebelah Rusia di mana menunjukkan Japheth (Yafid) adalah anak Nabi Nuh yang menurunkan bangsa Kaukasian-Eropah.Median merujuk kepada Madyan di mana bangsa inilah yang disebut dalam kisah ‘Nabi Syuaib dan Kaum Madyan’.Bangsa ini disepakati oleh para pengkaji bahawa perintis kepada Empayar Iran pertama sebelum penyatuan Medes dan Parsi oleh Cyrus The Great,juga pernah berurusan dengan bangsa Parsi sama ada dalam perdagangan ataupun peperangan.Israel pula adalah gelaran kepada Nabi Yaakub (Jaacob).

“Dan sesudah Ishak (lahir pula) Ya’qub.” (QS. Hud: 71)

Perhatikan ada di antara nama-nama disini bukanlah nama sebenar orang terbabit tetapi ada yang GELARAN dan ada namanya juga menjadi nisbat kepada bangsanya.

“Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Hud: 75)

Di penghujung kehidupan Nabi Ibrahim Khalilullah a.s,baginda telah mengahwini seorang wanita dari bangsa misteri yang dinamakan Keturah.Keturah bermaksud kemenyan atau wangi-wangian yang digunakan dalam upacara ritual.Dengan kehadiran Keturah,keluarga Nabi Ibrahim semakin besar.Apatah lagi Keturah telah menghadiahkan enam orang anak kepada Nabi Ibrahim.Dari anak-anaknya inilah akan menurunkan pelbagai bangsa yang meyebabkan baginda digelar ‘Bapa Bangsa-bangsa’.Nabi Ibrahim amat bersyukur kepada Allah s.w.t kerana memberikan anugerah yang berlimpah-limpah selepas kehamilan Sarah isteri pertamanya yang sekian lama tidak melahirkan anak dan nyaris dianggap mandul.


“Sungguh menghairankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sangat tua pula?” (QS. Hud: 72)

Ketenangan lebih terasa di wajah Nabi Ibrahim setelah Siti Sarah tidak lagi menunjukkan perasaan cemburu kepada Siti Hajar dan anaknya Ismail.Hanya kebahagianlah yang dirindui oleh Nabi Ibrahim ketika usianya sudah tua dan menunggu panggilan Ilahi.

Namun perintah Tuhan Yang Esa menghendakinya sebagai Nabi dan orang mulia dikalangan manusia, melakukan tugas penting seterusnya.Nabi Ibrahim adalah antara Rasul-rasul yang banyak menerima cabaran dan tanggungjawab dan nama baginda termasuk dalam gelaran Rasul Ulul Azmi.Banyak cabaran dan misi sebelum ini dilalui baginda dengan tabah dan bijaksana seperti perjalanan merentasi Empayar Firaun Kuno (Allah s.w.t menakdirkan baginda bertemu isteri keduanya iaitu Siti Hajar dalam misi ini),perdebatan dengan raja Namrud (Nimrod),peristiwa dibakar api besar,pertelingkahan dengan Siti Sarah,perpindahan Siti Hajar dan Nabi Ismail serta perintah pengorbanan anaknya Ismail.

“Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya Dia di akhirat benar-benar termasuk orang yang soleh.” (QS. al-Baqarah: 130)

Semua misi dan perintah itu dilaluinya walaupun adakalanya begitu payah dan menduga imannya terutamanya peristiwa perpindahan Siti Hajar dan Ismail ke lembah Mekah serta peristiwa korban.

“Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi, aku menyembelihmu, maka bagaimana pendapatmu. ” (QS. ash-Shaffat: 102)

Dan Tuhan pun mewahyukan kepadanya untuk melaksanakan satu misi penting sebelum menutup mata di dunia fana ini.Satu misi TERAHSIA yang hanya terungkap dalam manuskrip kuno yang dicari-cari,yang tersembunyi.

“Abraham took another wife, whose name was Keturah.She bore him Zimran, Jokshan, Medan, Midian, Ishbak and Shuah.Jokshan was the father of Sheba and Dedan; the descendants of Dedan were the Asshurites, the Letushites and the Leummites.The sons of Midian were Ephah, Epher, Hanoch, Abida and Eldaah. All these were descendants of Keturah.” (Genesis 25:1-4)

Nabi Ibrahim pun memanggil anak-anaknya dari Keturah.Zimran,Jukshan,Madyan,Ishbak,Medan dan Shuah pun mengelilingi ayahanda mereka yang sudah tua.Ketika itu mereka semuanya sudah melewati usia remaja dan tumbuh sebagai anak-anak yang kuat dan cerdas menuruti kehebatan bapa mereka serta sifat tenang Siti Keturah wanita misteri dari Timur.Nabi Ibrahim berpesan sesuatu kepada mereka.Suatu pesan yang teramat penting.Nabi Ibrahim tahu yang dia tidak akan hidup lama lagi di dunia ini.Baginda akan menemui Tuhan Yang Esa yang menciptakan dirinya.Kelihatan satu persatu air mata mengalir ke pipi pada wajah anak-anaknya.Episod pilu berulang kembali.Tiba-tiba baginda terkenangkan peristiwa ketika baginda menghantar Siti Hajar dan anaknya Ismail ke lembah gersang yang terasing.Saat Nabi Ibrahim , Siti Hajar dan Ismail tiba di Makkah, mereka berhenti di bawah sebatang pohon yang kering. Berkali-kali Nabi Ibrahim menyeka peluh yang bercucuran diwajahnya. Ia terus saja menunggang unta bersama istri keduanya Hajar. Saat itu terik matahari sangat menyengat dan mereka berada ditengah tengah padang pasir yang kering kerontang. Sepanjang perjalanan itu, tiada sepatah katapun yang keluar dari mulut Nabi Ibrahim. Dikuatkan hatinya untuk tawakal. Dia yakin, Allah SWT tiada akan menganiaya hamba-hamba Nya,Nabi Ibrahim diperintahkan untuk meninggalkan isteri dan anaknya ditengan padang pasir.

Tidak berapa lama kemudian Nabi Ibrahim A.S meninggalkan mereka.
Siti Hajar memperhatikan sikap suaminya yang mengherankan itu lalu bertanya;

” Hendak kemanakah engkau Ibrahim ?”

“Sampai hatikah engkau meninggalkan kami berdua ditempat yang sunyi dan tandus ini?” Pertanyaan itu berulang kali, tetapi Nabi Ibrahim tidak menjawab sepatah katapun.

Siti Hajar bertanya lagi; “Apakah ini memang perintah dari Allah SWT ?”

Barulah Nabi Ibrahim menjawab, “ya”.

Mendengar jawaban suaminya yang singkat itu, Siti Hajar gembira dan hatinya tenteram. Ia percaya hidupnya tentu terjamin walaupun di tempat yang sunyi, tidak ada manusia dan tidak ada segala kemudahan. Sedangkan waktu itu, Nabi Ismail masih menyusu.

Dlm hatinya sempat bertanya Kenapa Allah memerintahkan hal itu, bukankah padang pasir itu kering ditambah lagi, saat ditinggalkan Ismail masih bayi dan air susu Hajar belum keluar.Tapi Nabi Ibrahim adalah hamba yang taat kepada Allah dan ia kekasih Allah, kholilullah. Akhirnya Nabi Ibrahim yakin bahwa perintah itu pasti ada hikmahnya. Setelah 6 bulan perjalanan, tibalah mereka di Makkah. Kemudian Nabi Ibrahim memilih sebuah lembah ditengah padang pasir. Nabi Ibrahim turun dari untanya dan mengikat tali unta disebatang pohon kurma.

Siang itu matahari begitu panasnya membakar gurun pasir yang putih mengkilat. Dahaga yg melilit tenggorokannya tak ia hiraukan..dalam benaknya hanya berpikir bagaimana caranya memberitahukan kepada isterinya tentang perintah Allah. Setelah Siti Hajar diturunkan, Ibrahim bersiap siap pergi,melihat itu diapun bertanya” Suamiku, mengapa aku akan ditinggalkan sendirian bersama anakmu disini? apa dosaku hingga kau meninggalkanku seperti ini. Maafkanlah aku ..aku tak sanggup ditinggalkan ditengah tengah padang pasir yang kering kerontang ini”.

“Tidak istriku, bukan karena dosamu,”jawab Ibrahim”
“Kalau bukan karena dosaku, bagaimana dengan anak ini? anak ini tidak tahu apa-apa,tegakah kau tinggalkannya?” balas Siti Hajar

Hati Ibrahim tersayat mendengar ucapan istrinya.” Bukan itu maksudku.Tapi apa dayaku ketahuilah ini semua perintah Allah.”jawab Nabi Ibrahim. Mendengar itu Siti Hajar terdiam.Terbayang penderitaan yg akan dihadapinya namun hatinya bertanya-tanya apa Hikmah dibalik semua ini..? ” jika benar ini adalah perintah Allah tinggalkanlah kami disini. Aku ikhlas..segalanya kami pasrahkan kepada Allah. Dia pasti membela kami ..satu pintaku sebelum engkau pergi do’akanlah agar Allah menolong kami.” pinta Siti Hajar Ibrahim jadi terharu. Isterinya Hajar memang wanita pilihan lantas Ibrahim berdo’a sebagaimana ditulis dalam AlQur’an,surat Ibrahim (14) Ayat 37;

“Ya Allah Tuhan kami, teguhkanlah hati mereka dengan mendirikan shalat, jadikanlah hati manusia tertarik kepada mereka, karuniakanlah rezeki kepada mereka. Mudah-mudahan mereka bersyukur kepada-Mu.”

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. ” (QS. Ibrahim: 37)

Air mata Ibrahim menitis saat mendo’akan keselamatan anak dan isterinya yang ia cintai. Hati suami mana yang sanggup meninggalkan anak isteri dipadang pasir tandus yang jaraknya enam bulan perjalanan dari rumah mereka. Namun atas keyakinan kuat pada Allah, perintah itu ia laksanakan. Nabi Ibrahim pun meninggalkan tempat itu dengan memasrahkan anak dan istrinya kepada Allah SWT.

Pemberian Terahsia Kepada Bangsa Misteri

“Jika itu yang Tuhan perintahkan kepada ayahanda,kami sanggup melaksanakannya.Semoga Tuhan memberkati kita semua dengan rahmat dan kasih sayang-Nya”

Tersentak lamunan nabi Ibrahim tatkala seorang anaknya bersuara demikian.Lega hati Nabi Ibrahim mendengar kata-kata anak-anaknya satu-persatu menyatakan persetujuan melaksanakan perintah Allah s.w.t.Maka nabi Ibrahim pun bangkit dari tempat duduknya.Baginda kelihatan mengambil sesuatu.Anak-anaknya berpandangan sesama sendiri.Apa yang ingin dilakukan oleh ayahanda mereka?

“Abraham left everything he owned to Isaac.But while he was still living, he gave gifts to the sons of his wife and sent them away from his son Isaac to the land of the east”

(Genesis 25:5-6)

Nabi Ibrahim pun memberikan sesuatu yang amat berharga kepada anak-anaknya.Sesuatu yang menjadi rahsia kepada keturunan Keturah.Kunci-kunci rahsia.Atau permata.

Emas.

Atau pemberian pusaka yang diwarisi.Atau tanda menunjukkan mereka adalah keturunan Nabi Ibrahim,’patriarch’ bertaraf Rasul yang bergelar Kekasih Allah.Rahsia yang dicari-cari,diburu dan didam-idamkan kawan dan musuh.

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan). ” (QS. an- Nahl: 120)

Maka mereka pun bergerak ke arah Timur.

Merentasi padang pasir dan kota-kota Akkadia-Babilon.

Di satu tempat mereka pun berhenti dan merancang sesuatu.Perintah Tuhan yang diwasiatkan oleh ayahanda mereka dibaca kembali satu persatu.Mereka pun berbincang.

Dan kelihatan mereka berpecah kepada dua kumpulan.

bersambung…—————————————-

Epik Pengembaraan Bangsa Misteri

-Perbatasan Parsi hingga ke pergunungan Himalaya
-Bangsa Mala dan Mada
-Madayu,saudara kandung yang memerintah Tanah Parsi
-Empayar Median dan Parsi Kuno
-Midian,Madyan,bangsa Mada dan ‘Mada-yu’
-Angra Mainyu,Spenta Mainyu dan budaya Veda-Parsi Kuno
-Bangsa Mala dan ‘Mala-yu’
-Ke manakah saudaraku,Jukshan,Zimran dan lainnya?
-Mencari Shangri-la bangsa misteri
-Kaum Sakya dari kaki gunung Himalaya
-Para Rishi dan Tanah Indus
-Tanah Besar China dan tulisan pada cengkerang kura-kura
-Pulau Taiwan yang damai
-Di negara Matahari Terbit dan Keris dalam Kuil Okinawa
-Pesisir Afrika dan lautan biru
-Ribut di lautan Hindi
-Raja Mus dan Palembang
-Khmer,Mon dan Campa
-Funan,Sailendra dan Nam
-Bangsa Gunung
-Bangsa Gunung dan Mahameru
-Borobudur dan Angkor Wat
-Kambuja
-Tanah Siam dan petunjuk ke ‘Promised Land’
-Pintu Rahsia dan Kunci Rahsia
-Jalan sempit ke ‘Promised Land’
-Bumi Mala
-Tanah Mala-yu dan Bumi Mala yang tenang-damai
-Pertemuan antara dua beradik di Selat Melaka
-Wangian yang Hilang di Timur Jauh

Sumber>>Mistisfils.blogspot.com

Conspiracy : Zeitgeist, Benarkah Ada Yang Telah Mengubah Sejarah? Kisah Jesus & Dewa Horus.

 CONSPIRACY
 
Pertama-tama saya mengucapkan: Maaf bila artikel kali ini mengandung unsur SARA yang mungkin sangat kental, tapi sebenarnya saya tidak mempunyai maksud apa-apa dalam menulis artikel ini selain hanya untuk memberikan  informasi yang mungkin bermanfaat bagi anda semua. Dan ini yang paling penting: saya tidak memaksa anda untuk percaya pada tulisan-tulisan saya, soal percaya atau tidak, ada di tangan anda.
 
Zetgeist. Apakah ada yang asing dengan kata tersebut ? Jika ya, mari saya jelaskan.
Zeitgeist adalah judul film/video yang saya temukan di YouTube. Kenapa saya membahas ini ? Masalahnya adalah karena pembahasan dan topik dalam film itu, mengenai Konspirasi. 
Film tersebut berusaha untuk membongkar berbagai konspirasi secara rinci dan berdasarkan fakta. Tetapi kali ini saya bukan membahas filmnya, hanya membahas videonya.Apa perbedaan video dan filmnya ? Jika videonya terdiri dari 13 bagian dan rata-rata per bagian durasinya sekitar 10 menit, tapi jika filmnya saya tidak tahu pasti ada berapa, tapi film yang pertama sekitar 2 jam. Video yang saya bahas adalah yang Part 2 of 13. Saya tidak tahu pasti yang mana yang Part 1, karena di part 2 ini di awal videonya tertulis Part 1.

 

Bagi anda yang malas menunggu buffering-nya. Baca saja ini, ini subtitlenya:
 
Matahari, setidaknya sejak 10 ribu tahun sebelum masehi, Sejarah dipenuhi dengan ukiran yang menggambarkan kekaguman dan pemujaan atas objek ini. Dan hal ini mudah dipahami mengingat matahari terbit setiap pagi, memberi penglihatan, kehangatan, dan rasa aman.Menyelamatkan manusia dari dingin dan kebutaan akibat kegelapan malam. Tanpanya, masyarakat kuno mengerti, sumber makanan tidak akan tumbuh  dan kehidupan di atas planet tidak akan bisa bertahan. Realitas tersebut menjadikan matahari sebagai objek yang paling dikagumi sepanjang masa. Begitu pula pengetahuan mereka tentang bintang-bintang. Penelusuran posisi bintang, memungkinkan mereka bisa mengetahui dan mengantisipasi kejadian yang hanya terjadi dalam rentang waktu yang lama. Seperti terjadinya gerhana dan bulan purnama. Selanjutnya mereka mengelompokkannya, menjadi apa yang hari ini kita kenal sebagai rasi bintang.

Ini adalah salib zodiak, salah satu gambar konsep tertua dalam sejarah manusia. Ia merefleksikan matahari sebagaimana seolah-olah bergerak melintai 12 rasi bintang besar dalam waktu satu tahun. Ia juga merefleksikan 12 bulan dalam satu tahun, 4 musim, serta titik balik matahari. Istlah zodiak berhubungan dengan rasi bintang  yang dibentuk atau dipersonifikasikan sebagai figur atau binatang. Dengan kata lain, masyarakat jaman dahulu tidak hanya sekedar mengikuti pergerakan matahari  dan bintang, namun juga memberikan gambaran hidup melalui mitos mengenai pergerakan dan hubungan mereka.
 
Matahari, sesuai kapasitasnya sebagai pemberi dan penyelamat kehidupan dipersonifikasikan sebagai wakil dari  pencipta yang tidak tampak, atau Tuhan. Tuhan matahari, cahaya bagi dunia, juru selamat bagi manusia. Demikian halnya dengan ke-12 rasi bintang.
yang mewakili tempat-tempat yang dilalui ”Tuhan matahari” yang dikenal dengan nama yang biasanya berhubungan dengan kejadian-kejadian alam yang berlangsung selama periode waktu tersebut. Aquarius misalnya, pembawa kendi berisi air, yang membawa hujan pada musim semi.
Ini adalah Horus. Dia adalah “Tuhan matahari” dari bangsa Mesir, sekitar 3000 tahun sebelum Masehi. Dia merupakan personifikasi matahari dimana hidupnya merupakan rangkaian  mitos alegoris mengenai pergerakan matahari di langit.Dari tulisan-tulisan kuno di Mesir, kita tahu banyak hal mengenai juru selamat matahari ini. Horus mempunyai seorang musuh bernama Set, personifikasi dari kegelapan atau malam hari. Dan secara kiasan, setiap pagi Horus akan memenangkan pertempuran melawan Set.  Sebaliknya, di malam hari Set menaklukkan Horus serta mengirimkannya ke dunia bawah tanah.

Penting diketahui bahwa, “kegelapan melawan cahaya” atau ”kebaikan melawan kejahatan” merupakan salah satu mitos dualitas terbesar yang pernah ada. dan masih diekspresikan dalam berbagai bentuk hingga saat ini.
 
Secara umum, kisah Horus adalah sebagai berikut:
1. Horus dilahirkan pada tanggal 25 Desember dari seorang perawan Isis-Meri
 
2.Kelahirannya ditandai dengan munculnya sebuah bintang di sebelah Timur
 
3. Yang kemudian digunakan oleh 3 orang raja untuk menemukan dan memberkati juru selamat yang baru lahir
 
4. Pada umur 12 tahun, ia telah menjadi seorang guru yang hebat
 
5. Pada umur 30, dia dibaptis oleh figur bernama Anup dan sejak saat itu ia mulai menyebarkan ajarannya.
 
6. Horus mempunyai 12 orang murid yang menyertai perjalanannya.
 
7.Iamelakukan banyak mukjizat, seperti menyembuhkan  orang sakit dan berjalan di atas air
 
8. Horus dikenal dengan banyak nama julukan, seperti: Sang Kebenaran, Sang Cahaya, Anak Tuhan yang diberkati, Gembala yang baik, dan masih banyak lagi
 
9. Setelah dikhianati oleh Taifun, Horus disalibkan, dikubur selama 3 hari dan kemudian bangkit dari kematian.
Ciri-ciri Horus, terlepas dari benar atau tidaknya tampaknya menyebar pada banyak kebudayaan di dunia, karena banyak ditemukan tuhan ( dewa-dewa ) lain yang memiliki mitos hampir sama.
 
1. Attis, dari Pirigia (1200 tahun sebelum Masehi)


lahir dari perawan Nana pada 25 Desember; disalibkan, ditempatkan dalam sebuah makam dan setelah 3 hari, bangkit dari kematian.
 
2. Krishna, dari India (900 tahun sebelum Masehi)

lahir dari perawan Devaki; kelahirannya ditandai dengan munculnya sebuah bintang di sebelah Timur; ia melakukan banyak mukjizat dengan para muridnya; dan bangkit setelah kematiannya.
 
3. Dionysus, dari Yunani (500 tahun sebelum Masehi)

lahir dari perawan pada 25 Desember; seorang guru yang melakukan perjalanan keliling, yang melakukan banyak mukjizat, seperti mengubah air menjadi anggur; dia dikenal sebagai ’Raja segala raja”, “Anak Tuhan satu-satunya”, “Alfa dan Omega”, dan masih banyak lagi; dan setelah kematiannya ia kemudian bangkit kembali.
 
4. Mithra, dari Persia (1200 tahun sebelum Masehi)
lahir dari seorang perawan pada 25 Desember; ia mempunyai 12 murid dan melakukan banyak mukjizat; setelah kematiannya, ia dikubur selama 3 hari untuk kemudian bangkit kembali; ia juga dikenal sebagai ”Sang Kebesaran”, “Sang Cahaya”, serta masih banyak lagi; yang menarik adalah hari yang disucikan untuk memuja Mithra adalah hari Minggu (Sun Day).
Kenyataannya adalah ada banyak juru selamat dari berbagai periode  dan waktu yang berbeda dari seluruh penjuru dunia dengan ciri-ciri umum yang sama.
 
Pertanyaannya adalah - Mengapa demikian ?
 
Mengapa lahir dari seorang perawan pada tanggal 25 Desember ?
Mengapa mati selama 3 hari, untuk kemudian bangkit kembali ?
Mengapa memiliki 12 orang murid atau pengikut ?
Untuk menjawabnya, mari kita tengok juru selamat matahari yang terkini . . .
 
5. Yesus Kristus

lahir dari perawan Maria pada tanggal 25 Desember di Bethlehem; kelahirannya ditandai dengan munculnya sebuah bintang di sebelah Timur; yang kemudian diikuti oleh 3 orang raja (orang Majus) untuk menemukan dan memberkati juru selamat yang baru; dia telah menjadi guru sejak berumur 12 tahun; pada umur 30 dia dibaptis oleh John Pembaptis; dan ia mulai menyebarkan ajarannya;Yesus punya 12 murid yang menempuh perjalanan bersamanya; ia mempunyai banyak mukjizat, seperti menyembuhkan orang sakit, berjalan di atas air, menghidupkan orang mati; ia juga dikenal sebagai 

“Raja segala raja”,”Anak Tuhan”, “Cahaya Dunia”, “Alfa dan Omega”, “Anak domba Tuhan”, dan masih banyak lagi; Setelah dikhianati oleh muridnya bernama Yudas dan dijual seharga 30 keping perak, dia disalibkan, ditempatkan dalam sebuah makam, bangkit kembali setelah 3 hari, dan naik ke surga.

Pertama-tama, saat kelahiran sepenuhnya adalah bagian dari sistem perbintangan. Bintang yang muncul di sebelah Timur adalah Sirius, bintang paling terang pada malam hari, yang pada tanggal 24 Desember berada pada posisi sejajar dengan ke-3 bintang yang paling terang pada gugusan sabuk Orion. Ketiga bintang terang tersebut, sejak jaman dahulu dikenal hingga sekarang dikenal dengan nama ”3 Raja”. 3 Raja (orang Majus) serta bintang paling terang, Sirius, semua menunjuk pada tempat terbitnya matahari pada tanggal 25 Desember. Inilah alasan mengapa ke-3 raja ‘mengikuti’ bintang di sebelah Timur untuk menemukan tempat terbit (lahirnya) matahari.
Perawan (Virgin) Maria adalah rasi bintang Virgo, yang juga dikenal dengan nama Sang Perawan Virgo. Virgo dalam bahasa latin berarti perawan. Virgo juga dapat diartikan sebagai Lumbung Roti, dan lambang Virgo adalah perawan yang memegang sebatang gandum. Lumbung roti, dan lambang gandum ini menyimbolkan bulan Agustus dan September, waktu untuk melakukan panen. Bahkan ”Bethlehem” jika diterjemahkan secara harafiah berarti ”Lumbung roti”, sehingga Bethlehem merupakan istilah lain bagi rasi bintang Virgo, sebuah tempat di langit, bukan di bumi.
 
Ada fenomena menarik lain yang terjadi sekitar tanggal 25 Desember, atau saat titik balik matahari musim dingin. Dari titik balik matahari musim panas hingga titik balik matahari musim dingin, hari menjadi semakin pendek dan dingin. Dan dilihat dari belahan bumi sebelah utara, matahari tampak bergerak menuju selatan dan tampak semakin mengecil. Semakin memendeknya hari serta merangasnya tumbuh-tumbuhan saat mendekati musim dingin dianggap sebagai proses kematian oleh masyarakat pada jaman dahulu. Proses kematian matahari. 
Dan pada tanggal 22 Desember, kematian matahari dianggap telah sepenuhnya terjadi, sebab matahari setelah secara terus menerus bergerak kearah  selatan selama 6 bulan telah sampai pada titik terendahnya di cakrawala langit. Di sini terjadi hal yang menarik: Matahari berhenti bergerak ke arah selatan, setidaknya selama 3 hari yaitu 22, 23, dan 24 Desember, dan selama 3 hari itu matahari sedang berada pada posisi ”salib selatan” atau gugusan bintang Crux. Dan setelah itu, pada tanggal 25 Desember matahari bergerak 1 Derajat, kali ini ke arah utara, membawa hari yang lebih panjang, hangat, dan Musim Semi. Oleh sebab itu dikatakan: Matahari mengalami kematian pada salib, mati selama 3 hari, untuk kemudian bangkit atau terlahir kembali.
 
Itulah sebabnya Yesus dan banyak tuhan matahari yang lain berbagi kisah penyaliban, kematian selam 3 hari, serta konsep bangkit dari kematian. Hal tersebut merupakan periode transisi matahari sebelum ia berbalik arah kembali menuju belahan bumi bagian utara, membawa musim semi yang sekaligus bermakna keselamatan. Namun masyarakat kuno tidak merayakan kebangkitan matahari itu  hingga saat titik balik matahari musim semi, atau Paskah. Sebab pada saat itu dapat dikatakan bahwa matahari telah berhasil mengalahkan  kekuatan jahat kegelapan, sebagaimana durasi siang hari menjadi berlangsung lebih panjang dari  malam hari, serta munculnya pertanda musim semi.
Mungkin yang paling jelas diantara semua simbol ilmu perbintangan di sekitar Yesus adalah mengenai 12 murid yang dimilikinya, yang secara sederhana mewakili 12 rasi bintang Zodiak, dimana Yesus sebagai matahari, menempuah perjalanannya bersama mereka. Angka 12 bahkan disebutkan berulang kali dalam Alkitab. Seperti: 12 suku Israil, 12 saudara Yusuf, 12 hakim Israil, 12 kepala keluarga agung, dan lain-lain.
Ada tambahan dari saya: 

Gambaran akan Yesus
 
Gambaran akan Athens (mitologi Yunani)
 
Anda melihat kemiripan ?
Satu lagi…

Gambaran dewi Isis (kiri) dan Maria (kanan)

Jika ini semua benar, Ini adalah salah satu konspirasi terbesar yang pernah ada.


Silakan menambahkan komentar, maaf bila ada kesalah
Oleh: cahayapelangi | April 28, 2011

RAHASIA KEKEBALAN TUBUH

 

Salah satu faktor terpenting untuk keberlangsungan keberadaan negara mana pun adalah kemampuannya mempertahankan diri. Sebagai bangsa, ia harus terus-menerus siap siaga menghadapi segala macam ancaman dan bahaya, baik dari dalam maupun dari luar. Semaju apa pun suatu negara, kalau ia gagal mempertahankan dirinya, ia bisa hancur bercerai-berai hanya oleh suatu serangan militer kecil, atau bahkan tindakan teroris yang tepat arah dan tidak terantisipasi. Dalam menghadapi ancaman demikian, sumber daya alam, keunggulan teknologi, perekonomian, tidak akan berguna. Apabila negara tersebut tidak dapat mempertahankan dirinya, maka ia mungkin akan musnah.

Inilah salah satu alasan mengapa sejumlah besar pendapatan nasional selalu dialokasikan untuk pertahanan; dewasa ini, kekuatan angkatan bersenjata harus dilengkapi dengan persenjataan yang paling canggih, peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru, dan para prajurit harus dilatih dengan saksama. Kesemuanya itu merupakan upaya mati-matian untuk menjaga agar sistem pertahanan berfungsi sepenuhnya.

Tidak kurang pentingnya dari negara, manusia juga harus memperhatikan sistem pertahanan dirinya, kalau ingin menjalani hidup yang sehat dan damai. Tak terelakkan, mereka harus melindungi diri dan milik mereka dari tindakan kriminal, seperti pencurian dan pembunuhan, begitu pula dari bencana alam, seperti kecelakaan, kebakaran, gempa bumi, dan banjir.

Namun persoalan belum berhenti sampai di sini. Manusia mempunyai musuh lain, yang tak kasat mata, dan karenanya, sering terabaikan. Sebenarnya, musuh ini jauh lebih gigih dari yang lain. Karena itu, harus dilakukan tindakan serius untuk menghindar darinya.

Siapakah, atau apakah musuh yang selalu mengancam manusia ini? Mereka adalah bakteri, virus, dan organisme mikroskopis serupa, yang ada dalam air yang kita minum, makanan yang kita makan, rumah yang kita tinggali, dan kantor tempat kita bekerja. Pendek kata, mereka ada di mana-mana.

Yang paling menarik, walau manusia dikelilingi oleh ancaman serius ini, kita tidak melakukan upaya apa pun untuk melindungi diri darinya. Ini disebabkan adanya suatu mekanisme dalam tubuh kita, yang menjalankan tugas ini atas nama kita, memberikan perlindungan yang kita butuhkan, tanpa membuat kita terganggu sedikit pun. Inilah “Sistem Kekebalan.” Sistem ini merupakan sistem yang paling penting dan paling menakjubkan yang beroperasi dalam tubuh kita, karena ia menjalankan salah satu misi hidup paling vital. Kita mungkin tidak menyadarinya, tetapi semua unsur sistem kekebalan melindungi tubuh kita layaknya sepasukan besar prajurit angkatan bersenjata. Sel-sel pertahanan yang melindungi tubuh manusia terhadap penyerang seperti bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya, dilengkapi dengan kemampuan luar biasa. Pola kecerdasan, upaya, dan pengorbanan, yang ditunjukkan sel-sel ini selama perang yang mereka kobarkan di dalam tubuh, mengherankan semua orang yang mempelajarinya.

Orang umumnya ingin mengetahui apa yang membuat mereka sakit, bagaimana penyakit mengambil alih sepenuhnya tubuh mereka, apa yang menyebabkan demam, kelelahan mendalam, rasa nyeri di tulang dan sendi, serta proses apa yang terjadi dalam tubuh mereka selama sakit.

Tujuan utama buku ini adalah untuk menjelajahi bagaimana sistem yang melindungi tubuh manusia layaknya pasukan bersenjata yang berdisiplin dan teratur ini, terwujud dan bagaimana kerjanya.

Dua poin ini akan menggiring kita pada kesimpulan penting. Pertama, kita bersama-sama akan menyaksikan keunikan dan kesempurnaan ciptaan Allah. Yang kedua, kita akan mengamati hal bertentangan pada teori evolusi, sebuah keyakinan khayali yang tidak mempunyai pembuktian apa pun, termasuk di dalam alasannya sendiri. Kita akan melihat pula landasan tidak logis yang menjadi dasar tegaknya teori evolusi.

Sebelum beranjak ke topik utama, ada gunanya untuk menyatakan poin penting lain: Dalam buku [lain] mengenai sistem kekebalan, Anda akan sering membaca pernyataan seperti:

“Kami belum mengetahui bagaimana ini terbentuk …”

“Penyebabnya masih belum diketahui …”

“Sedang dilakukan penelitian mengenai topik ini …”

“Menurut sebuah teori …”

Pernyataan seperti di atas sebenarnya merupakan pengakuan penting. Ini adalah ungkapan ketidakberdayaan yang dialami orang-orang di awal abad ke-21 bahkan dengan semua teknologi terbaru dan kumpulan ilmu pengetahuan yang tersedia bagi mereka di hadapan tugas ajaib yang dijalankan sel-sel kecil ini. Sungguh suatu tugas rumit, pikiran manusia bahkan tidak dapat menggapai detail sistem yang mapan ini. Jelas ada kearifan tersembunyi dalam sistem kekebalan yang luput dari pemahaman manusia.

Membaca buku ini, Anda akan menyaksikan betapa hebatnya kearifan yang tersembunyi dalam sel-sel Anda dan dalam detail lain berkenaan dengan tubuh Anda. Kesimpulan akhir adalah bahwa tak lain ini adalah kearifan Sang Maha Pencipta.

Mungkin suatu hari sains berhasil memecahkan semua rahasia sistem kekebalan dan bahkan memproduksi sistem artifisial serupa dengan meniru kerja sel ini. Tidak ragu lagi, tugas ini akan membutuhkan tenaga profesional yang sangat cerdas, dengan memanfaatkan teknologi dan peralatan tercanggih yang tersedia, bekerja dalam laboratorium yang sangat maju. Hal terpenting di sini adalah bahwa tercapainya prestasi semacam itu sekali lagi akan menafikan teori evolusi, membuktikan bahwa sistem demikian tidak dapat muncul hanya karena kebetulan.

Peluang terjadinya perkembangan spontan dari mekanisme semacam sistem pertahanan agaknya kini terlalu jauh. Begitu para ilmuwan menyingkap rahasia sistem ini, mereka dibuat takjub oleh desain yang mereka hadapi. Apa yang mereka singkapkan menggiring kepada banyak pertanyaan lain, yang membuat kearifan dan kesadaran akan sel ini lebih jelas terlihat. Oleh karena itu, sudah sangat jelas bahwa sistem kekebalan, sebagaimana semua sistem lain dalam tubuh, tidak dapat dikembangkan secara bertahap, hanya karena kebetulan, sebagaimana yang disarankan teori evolusi.

Tujuan utama buku ini adalah untuk memperkenalkan kepada Anda “prajurit pemberani” yang ada dalam diri Anda, sembari membuktikan kepada Anda bahwa sistem yang mengejutkan akal ini merupakan tanda-tanda khusus penciptaan. Sehubungan dengan itu, kita akan melihat bagaimana skenario yang dirumuskan teori evolusi dihancurkan dan dianggap tidak bermakna tatkala berhadapan dengan kenyataan ini. Topik yang khususnya akan disoroti di sini bukan detail biologis sistem kekebalan tubuh, yang gampang dijumpai dalam sembarang buku biologi atau kedokteran, melainkan sisi ajaib dari sistem kekebalan. Khususnya kita menghindari pemakaian tidak perlu dari istilah-istilah biologis dan psikologis supaya isi buku ini mudah dimengerti oleh pembaca dari segala lapisan usia dan profesi.

Terakhir, kami ingin mengingatkan Anda bahwa bahkan sekarang, Anda betul-betul harus berterima kasih kepada sistem kekebalan kalau Anda bisa membaca buku ini dengan tenang, tanpa terinfeksi mikroba di sekitar Anda. Andaikan sistem kekebalan tidak ada dalam tubuh Anda, niscaya Anda tidak akan pernah membaca buku ini, Anda telah meninggalkan dunia ini bahkan sebelum sempat belajar membaca dan menulis.

Oleh: cahayapelangi | April 28, 2011

Al-Zaytun dan Lima Nilai Dasar Negara

Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang adalah sosok pemuka agama (Islam) dan pemangku pendidikan yang patut digugu dan ditiru (diteladani) dalam hal bagaimana hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam tatanan nilai-nilai dasar negara yang sudah disepakati bersama. Dia tidak hanya berbicara tetapi dengan konsisten mengejawantahkannya dalam kehidupan keseharian. Dia mengilhami (inspirasi) banyak orang tentang nilai-nilai dasar negara. Dalam konteks ini, dia seorang negarawan sejati.

Sumber inspirasi pengejawantahan nilai-nila dasar negara. Syaykh Al-Zaytun Panji Gumilang dan Ibu, diulosi Pendeta HKBP Tebet yang berkunjung ke Al-Zaytun bersama beberapa penatua dan anggota jemaat.

Bagi setiap orang yang berpikir positif dan telah mengenal dekat sosok, visi-misi dan keseharian Rektor Universitas Al-Zaytun Indonesia ini, pastilah mengamini pernyataan di atas. Namun, tidaklah mustahil, bagi sebagian orang yang seringkali berpandangan negatif dan belum mengenal atau hanya mengenalnya dari gosip dan sas-sus, mungkin pernyataan itu bisa dipandang berbeda.

Bagi kami, yang sudah sejak beberapa tahun mengenal sangat dekat dengan Syaykh Panji Gumilang, sosoknya adalah sumber inspirasi yang amat perfek, bagaimana seharusnya seorang warga negara, penganut dan pemuka agama dan para pemimpin, berpikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai dasar negaranya. Bahkan dalam konteks ini, seringkali dia lebih patut diteladani daripada para pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara di negeri ini.

Bayangkan, Presiden dan Ketua MPR saja pernah tidak lagi konsisten mendasarkan platformnya pada nilai-nilai dasar negara. Bahkan seringkali tampil pada area abu-abu. Maka, jabatan tidaklah otomatis menjamin orang sebagai berjiwa negarawan. Menurut hemat kami, kriteria pertama dan utama bagi seseorang pantas diposisikan sebagai negarawan adalah sejauh mana dia konsisten menjiwai dan melaksanakan nilai-nilai dasar negara yang ditetapkan dalam konstitusi.

Jika ada pemimpin – Presiden atau Ketua MPR sekalipun – menerapkan politik seolah-olah, tentu tidak pantas digelari negarawan. Bagaimana mungkin seseorang yang dalam jabatan dan kesehariannya hanya menerapkan politik seolah-olah Pancasilais serta seolah-olah bermoral dan beretika, patut disebut negarawan?

Hampir pada setiap event besar di Al-Zaytun, Syaykh Panji Gumilang dalam tausiyah dan khutbahnya menjelaskan bahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia itu, sepenuhnya merupakan ajaran Ilahi.

Negarawan, sepatutnyalah hanya milik dari orang-orang yang tulus dan tanpa pamrih serta konsisten menjiwai nilai-nilai dasar negaranya yang termaktub dalam konstitusi. Dalam konteks inilah, kami menampilkan bagaimana Syaykh AS Panji Gumilang, sebagai personifikasi Al-Zaytun, sebagai sumber inspirasi yang amat baik, inovatif dan kreatif.
Untuk lebih memaknai apa yang kami maksud sebagai sumber inspirasi, barangkali perlu dikemukakan kembali pengertian dasarnya. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun oleh WJS Poerwadarminta (1976), inspirasi diartikan sebagai ilham; bisikan. Ilham berarti: (1) petunjuk yang datangnya dari Tuhan yang terbit di hati; (2) sesuatu yang menggerakkan hati untuk…

Dalam bahasa Latin, perkataan inspirasi berasal dari dua kata yaitu in dan spiro yang secara harfiah berarti menghembuskan ke dalam. Arti yang hampir sama dalam bahasa Ibrani, kata inspirasi adalah neshama dan nismah yang berarti nafas. Dalam bahasa Arab kata inspirasi adalah fikrah dari asal kata fikrun yang berarti ide, pikiran atau pergerakan pikiran dalam otak.

Jadi, inspirasi (ilham, yang menggerakkan hati dan pikiran) secara intuisi bisa dimaknai semacam nafas, bisikan dan penglihatan yang amat tajam dan menggerakkan (memengaruhi) hati dan pikiran seseorang untuk berkemampuan berimajinasi atau mengembangkan perasaan dan pandangannya.

Inspirasi juga bermakna pencerahan (iluminasi) berupa petunjuk dari Tuhan yang terbit di hati dan pikiran sehingga meningkatkan kemampuan pikir, ide, gagasan, perasaan dan imajinasi seseorang. Kemudian secara dinamis, seseorang itu mampu mengembangkan visi, prinsip dan kepribadian dalam memilih kata dan cara mengungkapkannya serta menjiwainya.

Dalam pengertian inilah kami memaknai bahwa Al-Zaytun sebagai sumber inspirasi dalam memahami dan menjiwai nilai-nilai dasar negara Republik Indonesia (Pancasila) sebagai ideologi terbuka. Hal mana, Syaykh Panji Gumilang melalui visi, sikap dan tindak-lakunya menginspirasi, mengilhami, menggerakkan hati, pikiran dan intuisi (nafas, bisikan dan penglihatan yang tajam) untuk menggerakkan seseorang berkemampuan berimajinasi mengembangkan perasaan dan pandangannya secara terbuka tentang nilai-nilai dasar negaranya.

Lebih daripada itu, Syaykh al-Zaytun juga membuka cakrawala inspirasi sebagai pencerahan (iluminasi) berupa petunjuk dari Tuhan. Dengan penegasannya bahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia, sepenuhnya merupakan ajaran Ilahi, yang dapat berlaku untuk semua rakyat dan bangsa Indonesia. Sebuah ideologi modern, untuk masyarakat majemuk yang modern, yakni masyarakat Indonesia. Ideologi terbuka, yang pola pemahamannya juga terbuka bagi segenap masyarakat Indonesia yang majemuk.

Sejalan Visi-Misi Al-Zaytun
Sejak berdirinya Al-Zaytun pada 1999, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan keseharian, penjiwaan atas nilai-nilai dasar negara itu sangat menonjol. Hal ini sejalan dengan visi dan misi lembaga pendidikan Islam yang didirikan Yayasan Pesantren Indonesia itu, sebagai Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian. Visi dan misi ini mengacu pada nilai-nilai dasar negara Republik Indonesia yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan norma-norma hak dasar manusia secara universal.

KERUKUNAN UMAT BERAGAMA: Uskup Kardinal Julius Darmaatmadja menyalami seorang muslimah saat silaturahmi tokoh agama usai misa Natal di Gereja Katedral St Petrus, Bandung, Jawa Barat.

Syaykh al-Zaytun Panji Gumilang tampaknya tidak jemu-jemu menjelaskan betapa penjiwaan atas kelima nilai-nilai dasar negara itu amat penting. Tidak hanya dalam proses belajar di ruang kelas, bahkan juga dalam khutbah dan tausiyah, serta dalam percakapan keseharian.
Dalam suatu percakapan, kami pernah mengajukan pertanyaan kepada Syaykh al-Zaytun, kenapa sedemikian intens, berulang kali menjelaskan dan menanamkan mutlak perlunya menjiwai nilai-nilai dasar bernegara itu. Salah satu jawabannya adalah proses penjiwaan sebuah nilai harus dilakukan secara terus-menerus. Selain itu, bagi Syaykh al-Zaytun, nilai-nilai dasar negara Indonesia itu, sepenuhnya merupakan ajaran Ilahi yang berlaku untuk semua rakyat dan bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar negara ini merupakan ideologi modern, untuk masyarakat majemuk yang modern, yakni masyarakat Indonesia, jelasnya.

Hampir pada setiap event besar di Al-Zaytun, Syaykh Panji Gumilang dalam tausiyah dan khutbahnya menjelaskan bahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia itu, sepenuhnya merupakan ajaran Ilahi.

Dalam pengamatan kami, penjelasan demi penjelasan tentang nilai-nilai dasar bernegara itu, sedemikian sempurna menginspirasi setiap orang untuk menginterpretasi dan menjiwainya secara terbuka. Tidak perlu dipaksakan dalam sebuah pola pengamalan yang dilatarbelakangi budaya dan ajaran suku, golongan atau agama tertentu. Sehingga, kemajemukan dalam ke-bhinneka tunggal ika-an terejawantahkan secara alamiah dalam keseharian bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pandangan Syaykh al-Zaytun
Pada kesempatan ini, kami merangkum pandangan Syaykh Panji Gumilang tentang kelima nilai-nilai dasar negara Republik Indonesia, khususnya dari yang pernah dikemukakan pada Khutbah ‘Ied Al-Fithri 1429, Idul Adha 1429 H, Ied Al-Fithri 1430 dan pidato perayaan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-64.

Secara khusus, Idul-Fithri 1429 H bertepatan dengan 1 Oktober 2008 yang pernah ditetapkan pemerintah sebagai hari Kesaktian Pancasila (Dasar Negara Indonesia), Syaykh Panji Gumilang dalam khutbahnya mengatakan bahwa dia ingin memanfaatkan momentum dan mimbar itu untuk menyampaikan pesan singkat tentang makna nilai-nilai dasar negara tersebut.

Syaykh al-Zaytun menegaskan bahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia, sepenuhnya merupakan ajaran Ilahi, yang dapat berlaku untuk semua rakyat dan bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar negara ini merupakan ideologi modern, untuk masyarakat majemuk yang modern, yakni masyarakat Indonesia.

Menurutnya, nilai-nilai dasar negara Indonesia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 itu merupakan nilai-nilai dasar yang modern, juga menjadi ideologi yang dinamis; dimana watak ideologi dinamis itu adalah terbuka. “Konsekuensinya, seluruh nilai yang terkandung di dalam konstitusi/UUD negara sepenuhnya harus berlandaskan ideologi dan nilai-nilai dasar negara tersebut, jelasnya.

Syaykh berpandangan, tafsir daripada nilai-nilai dasar negara yang baku sesungguhnya adalah konstitusi atau UUD negara. Karenanya, UUD menjadi tidak relevan bahkan tidak valid bila bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara, katanya.

Secara rinci Syaykh al-Zaytun menyampaikan pesan dalam khutbahnya tentang makna kelima nilai-nilai dasar negara yang termatub dalam Pembukaan UUD 1945 itu secara berurutan. Tugas sosialisasi seperti ini seyogyanya merupakan tanggung jawab utama para Pimpinan MPR, tetapi bagi Syaykh al-Zaytun hal ini adalah menjadi tanggung jawab dan kewajiban setiap warga negara.

Nilai Dasar Pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa: Memahami substansi nilai-nilai dasar negara adalah menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara. Tatkala memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup ini maknanya: mewujudkan masyarakat yang berketuhanan, yakni masyarakat yang anggotanya dijiwai oleh semangat mencapai ridlo Tuhan / Mardlatillah, melalui perbuatan-perbuatan baik bagi sesama manusia dan kepada seluruh makhluk.

Syaykh AS Panji Gumilang tak jemu-jemu menekankan agar lima dasar negara diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Karenanya, membangun Indonesia berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa adalah membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya. Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

Dari dasar Ketuhanan Yang Maha Esa ini pula menyatakan bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan, dan masyarakat yang beragama, apapun agama dan keyakinan mereka.

Nilai Dasar Kedua
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Sejarah adalah wujud pengalaman manusia untuk berperadaban dan berkebudayaan, karenanya, peradaban, politik, dan kebudayaan adalah bagian dari pada kehidupan manusia.

Kemanusiaan, sangat erat hubungannya dengan ketuhanan. Ajaran Illahi menjadi tidak dapat diimplementasikan jika tidak wujud dalam sikap kemanusiaan yang hakiki. Struktur pemerintahan tidak sepenting semangat perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab yang jauh dari pada pendendam dan egoistik (ananiyah).

Demokrasi yang paling menyeluruh sekalipun akan membawa sengsara, jika rakyat tidak memiliki sikap kemanusiaan yang adil dan beradab (jujur), apapun sistem pemerintahan yang ditempuh, tanpa semangat kemanusiaan yang adil dan beradab sengsara jua ujungnya.

Kemanusiaan yang adil dan beradab memerlukan kesetiaan pada diri ketika menjalani kehidupan. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sebuah semangat dan kegigihan mengajak masyarakat agar kembali ke pangkal jalan dan membangun kembali revolusi bathin masing-masing, mendisiplinkan diri dengan baik, untuk menemukan kendali dan penguasaan diri.

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu kemampuan untuk menyeimbangkan antara kemakmuran lahiriyah dengan kehidupan ruhaniyah.

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah semangat mempersiapkan generasi penerus yang mampu melihat lebih dari kepentingan diri sendiri serta memiliki perspektif yang jelas untuk kemajuan masyarakatnya.

Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan, sebagai asas kehidupan. Sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia sempurna, yakni manusia yang berperadaban. Manusia yang berperadaban tentunya lebih mudah menerima kebenaran dengan tulus, dan lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang teratur, yang mengenal hukum. Hidup dengan hukum dan peraturan adalah ciri masyarakat berperadaban dan berkebudayaan.

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah semangat membangun pandangan tentang kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan dengan usaha gigih. Kemanusiaan yang adil dan beradab menimbulkan semangat universal yang mewujudkan sikap bahwa semua bangsa dapat dan harus hidup dalam harmoni penuh toleransi dan damai.

Kemanusiaan yang adil dan beradab akan menghantar kehidupan menjadi bermakna, karena dicapai dengan berbakti tanpa mementingkan diri sendiri demi kebaikan bersama. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu sikap revitalisasi diri, untuk memupuk dinamisme kreatif kehidupan, yang menghantarkan seseorang menjadi selalu dinamis, selalu sensitif dan peka pada gerak perubahan dan pembaharuan.

Revitalisasi diri sebagai buah kemanusiaan yang adil dan beradab, tidak terbatas bagi pemeluk agama tertentu siapapun dengan agama apapun dapat melakukannya. Semakin teguh seseorang menempuh kemanusiaan yang adil dan beradab, semakin rendah hati, dan semakin teguh keyakinannya semakin murah hati pula. Dalam hal ini, misi tulen agama adalah untuk memupuk pembentukan sifat dan menggalakkan usaha menguasai diri, yakni toleran dan damai.

Nilai Dasar Ketiga
Persatuan Indonesia: Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian yang telah bersatu. Persatuan Indonesia adalah suatu landasan hidup bangsa atau sistem, yang selalu mementingkan silaturahim, kesetiakawanan, kesetiaan, dan keberanian.

Cita-cita persatuan dan kebersamaan dalam kebhinekaan harus terus dipelihara.

Kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Indonesia wujud dan hidup untuk mewujudkan kasih sayang sesama bangsa maupun antarbangsa.

Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit. Namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dengan dunia luar. Suatu upaya untuk mengimbangi kepentingan diri dengan kepentingan bangsa lain, atau dalam tataran yang lebih mendalam antara individu bangsa dan alam sejagad, yang merupakan suatu ciri yang diinginkan sebagai warga dunia.

Dalam jangka panjang, prinsip persatuan Indonesia harus menjadi asas ruhaniah suatu peraturan-peraturan dan struktur membangun satu orde antarbangsa yang adil.

Persatuan Indonesia harus mampu menanamkan pemikiran terbuka dan pandangan jauh bagi bangsa Indonesia. Sebab hanya mereka yang berpandangan jauh dan berpikiran terbuka yang dapat mendukung aspirasi ke arah internasionalisme maupun globalisme.

Persatuan Indonesia seperti ini, akan menghantar rakyat Indonesia memiliki kebanggaan yang tulus tentang identitas mereka sebagai warga negara maupun warga dunia. Pandangan dan sikap seperti ini tidak akan melenyapkan ciri-ciri unggul suatu bangsa. Malahan akan dapat memantapkan ciri-ciri unik sebuah masyarakat bangsa, yakni masyarakat bangsa yang sadar terhadap tanggung jawab global, bersatu dalam mewujudkan persatuan universal, masing-masing menyumbangkan keistimewaannya.

Persatuan Indonesia seperti ini akan mampu menyingkirkan permusuhan internal bangsa. Sebab pencapaiannya tidak melalui kekuatan militer, melainkan melalui tuntutan ilmu, dan peradaban yang membudaya dalam kehidupan masyarakat. Persatuan Indonesia yang berpegang pada prinsip bahwa kemajuan kebudayaan dapat menyamai nilai-nilai universal, sehingga dapat menjadi kekuatan yang dapat mengangkat harkat martabat rakyat untuk menjadi warga negara dan seterusnya warga dunia yang baik.

Persatuan Indonesia Sebagai Fitrah
Secara khusus pemaknaan tentang nilai dasar Persatuan Indonesia disampaikan Syaykh Panji Gumilang dalam Khutbah Ied Al-Fithri 1430 (20 September 2009). Secara fitrah pembawaan, kata Syaykh, manusia bergerak mewujudkan dan membangun suatu masyarakat, bangsa dan negara, oleh itu manusia selalu ketergantungan (interdependen) satu dengan lainnya.

Sesungguhnya fitrah manusia tak dapat menghindar dari hidup dalam persatuan, jelasnya.

Menurutnya, wadah persatuan yang dapat menghimpun segala aktivitasnya adalah negara. Karena negara merupakan organisasi suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat, karena memiliki lembaga politik, pemerintahan yang efektif, kesatuan politik, kedaulatan, dan tujuan nasional.

Upacara bendera yang perlu rutin dilakukan untuk memelihara rasa nasionalisme dan persatuan Indonesia.

Pemilik wadah persatuan yang berwujud negara itu adalah warga negara, yaitu suatu bangsa yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai warga dari negaranya itu. Syaykh mengemukakan bahwa karunia besar telah dianugerahkan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita, berupa negara dan kebangsaan, yakni Indonesia, maka kita berkewajiban sekaligus berkepentingan mendhahir wujudkan Persatuan Indonesia itu.

Persatuan Indonesia yang segenap warga negaranya berkedudukan sama di dalam hukum dan pemerintahan, dan berkewajiban sama dalam menjunjung hukum dan pemerintahan negara tanpa kecuali.

Persatuan Indonesia yang selalu diupayakan untuk membela tujuan bersama (yang sama) menemukan sesuatu bagi kehidupan bersama bangsa Indonesia, yakni keadilan dan kemakmuran serta kedamaian.

Karunia besar berupa kebangsaan, yakni bangsa yang multikultural namun menyatu dalam persatuan, harus selalu dijadikan landasan membangun budaya Indonesia.

Dimana budaya itu sendiri bersifat dinamis dan tidak statis, mencakup keseluruhan gaya hidup, agama, teknologi, kesusasteraan, dan hasil kesenian bangsa, karenanya manusia terikat oleh kebudayaannya (suigeneris).

Mengenai semua itu harus disadari bahwa kepelbagaian kebudayaan itu mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman kultur manusia Indonesia.

Membangun budaya dalam bingkai Persatuan Indonesia yang majemuk, dan multikultural itu, harus selalu mengutamakan nilai dan praktik hidup bersama, pengenalan melalui pendidikan sejak dini, sebab hidup bersama dalam lingkungan masyarakat majemuk harus dituntun oleh pembelajaran yang terencana.

Persatuan Indonesia harus dapat mengembangkan masyarakat yang rukun, tidak menciptakan ruang bagi terjadinya pengotakan sosial berdasar perbedaan agama, ras, dan lain-lainnya. Dalam kontek kehidupan bersama di dalam masyarakat majemuk, hubungan antar agama tidak boleh tertutup.

Dalam kehidupan yang majemuk, kita selalu berhadapan dengan sikap manusia. Dalam hal ini yang paling diperlukan adalah terwujudnya sikap etis dalam pergaulan dengan sesama umat manusia dengan berbagai perbedaannya. Sikap etis ini juga perlu dibiasakan melalui pembelajaran dan pendidikan tanpa henti.

Agama akan menjadi kaya makna, dan berpengaruh signifikan dalam kehidupan umat manusia, jika pemeluknya selalu cenderung kepada aspek kemanusiaan dan tidak hanya aspek teologis. Dalam berbagai problem sosial, peran agama dapat menyumbangkan pemecahan masalah menuju perubahan dan perbaikannya, bila pemeluknya cenderung kepada aspek kemanusiaan.

Beragama semestinya berfungsi untuk mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban sosial, dalam masyarakat yang memegang fungsi ini, maka fungsi agama tersebut dapat secara nyata ditegakkan.

Agama memungkinkan manusia melakukan hal-hal besar yang mampu dilakukannya, dan ia menyebabkan orang dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain, ia memberikan kepadanya kedamaian, kebahagiaan, dan keharmonisan. Namun bila seseorang kehilangan pemaknaan yang hakiki dan sikap toleransi, agama juga dapat mendatangkan akibat-akibat lain, berupa timbulnya berbagai konflik dengan kelompok-kelompok masyarakat lainnya, juga dapat membendung berbagai kemajuan yang berdasar pengalaman maupun ilmu pengetahuan.

Untuk mewujudkan cita-cita persatuan yang ideal, dan memperkecil hambatan-hambatannya, maka diperlukan dialog sehat antar sesama warga bangsa yang majemuk ini. Manusia yang menyendiri sajalah yang akan kehilangan kesempatan untuk berdialog, sekaligus kehilangan kesempatan untuk bermasyarakat. Dan ketika manusia membentuk masyarakat, maka dialog itu akan terjadi dengan sendirinya.

Hubungan antar umat beragama pada era ini, ditandai dengan apa yang disebut dialog. Dialog berarti percakapan tentang hal-hal esensial dan eksistensial. Indonesia yang masyarakatnya beraneka ragam dan dengan latar belakang yang berbeda-beda, sangat disadari akan pentingnya arti dan fungsi dialog itu.

Kita pahami dari berbagai dokumentasi dialog-dialog antaragama telah terselenggara, sejak masa-masa lalu dalam waktu dan proses yang panjang, dengan harapan dapat meraih hasil dialog yang signifikan. Walau dalam kenyataan masih belum dapat diraih seperti yang diidam-idamkan itu.

Khususnya di Indonesia, konflik sosial yang diatasnamakan agama masih sering kali terjadi. Juga masih terdapat kecenderungan pemeluk agama yang belum bisa menerima keberadaan pemeluk lainnya. Itulah yang mendorong bahwa dialog masih memerlukan daya upaya yang serius agar cita-cita persatuan dan kebersamaan dalam kebhinekaan dapat terwujud.

Daya upaya dialog keagamaan/antaragama, di dalam masyarakat Indonesia semestinya terwujud pola kegiatan yang menyeluruh, maknanya dialog tersebut bukan hanya dilaksanakan oleh elit-elit tertentu, yang kesannya berlangsung elitis. Namun, harus dibiasakan pelaku maupun partisipan dialog justru dari lapisan masyarakat kebanyakan/umum. Sehingga apa yang dihasilkan dari dialog kata-kata, dapat diwujudkan dalam praktik perbuatan oleh lapisan paling bawah masyarakat secara menyeluruh. Demikian Syaykh Panji Gumilang.

Nilai Dasar Keempat
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Suatu landasan yang harus mampu menghantar kepada prinsip-prinsip republikanisme, populisme, rasionalisme, demokratisme, dan reformisme yang diperteguh oleh semangat keterbukaan, dan usaha ke arah kerakyatan universal.

Prinsip-prinsip kerakyatan seperti ini, harus menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia meyadari potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaruan. Yakni kerakyatan yang selalu memberi nafas baru kepada bangsa dan negara dalam menciptakan suatu kehidupan yang penuh persaingan sehat.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan adalah kerakyatan yang dipimpin oleh pendidikan yang mumpuni. Sebab pendidikan merupakan prasyarat untuk menyatukan rohaniah.

Pendidikan adalah tonggak utama makna daripada hikmah kebijaksanaan. Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan akan mewarnai kerakyatan yang penuh harmoni, toleransi dan damai, jauh daripada sikap radikalisme apalagi terorisme.

Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan, mampu menciptakan interaksi dan rangsangan interdependensi antarmanusia dalam lingkungan bangsa yang multikultural dan majemuk. Sebab manusia berpendidikan akan selalu menghormati suatu proses dalam segala hal.
Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan menjadi pedoman kerakyatan, sebab ia merupakan cara yang paling lurus dan pasti, menuju ke arah harmoni, toleransi dan damai. Pendidikanlah yang memungkinkan kita selaku rakyat suatu bangsa dapat bersikap toleran atas wujud kemajemukan bangsa.

Hikmah kebijaksanaan menampilkan rakyat berpikir pada tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri daripada belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran tertentu yang sempit.

Karenanya membangun hikmah kebijaksanaan adalah membangun pendidikan, dan itulah hakekat membangun kerakyatan yang berperadaban yang kaya akan kebudayaan, yakni kerakyatan yang terhindar dari saling curiga dan permusuhan.

Nilai Dasar Kelima
Mewujudkan Suatu Keadilan Sosial: Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah merupakan tujuan dari cita-cita bernegara dan berbangsa, menyangkut keilmuan, keikhlasan pemikiran, kelapangan hati, peradaban, kesejahteraan keluarga, keadilan masyarakat dan kedamaian.

Itu semua bermakna mewujudkan keadaan masyarakat yang bersatu secara organik yang setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya. Dengan mewujudkan segala usaha yang berarti yang diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga memiliki pendirian dan moral yang tegas.

Mewujudkan suatu keadilan sosial, juga berarti mewujudkan azas masyarakat yang stabil yang ditumbuhkan oleh warga masyarakat itu sendiri, mengarah pada terciptanya suatu sistem teratur yang menyeluruh melalui penyempurnaan pribadi anggota masyarakat, sehingga wujud suatu cara yang benar bagi setiap individu untuk membawa diri dan suatu cara yang benar untuk memperlakukan orang lain.

Karenanya, mewujudkan suatu keadilan harus menjadi suatu gerakan kemanusiaan yang serius, dan sungguh-sungguh dilakukan oleh rakyat, dengan metoda dan pengorganisasian yang jitu sehingga tujuan mulia ini tidak berbalik menjadi paradoks dan kontradiktif yakni menjadi gerakan pemerkosaan terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Demikian Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang.

Tata Ulang Ketaatan pada Dasar Negara
Dalam menanggulangi krisis yang terjadi silih berganti yang belum tertanggulangi secara tuntas sejak 1998, menurut Syaykh Panji Gumilang, sebagai bangsa, kita harus berani mengadakan evaluasi. Apa gerangan yang kita harus tata ulang?

Dalam Khutbah Idul Adha 1429 H (8 Desember 2008), Syaykh menegaskan, sebagai bangsa, dalam bernegara, sesungguhnya kita telah memiliki landasan dasar yang kokoh yang mumpuni, sebagai landasan strategi budaya, strategi mengelola cara berpikir, bertindak, bereaksi lokal, nasional, maupun global.

Syaykh memandang, mungkin yang harus ditata ulang adalah ketaatan dan keberpihakan serta kesetiaan bangsa terhadap asas dan dasar negara yang telah disepakati bersama. Mungkin sebagai bangsa, belum sepenuhnya konsen, untuk meletakkan dasar-dasar negara ini sebagai suatu sistem yang utuh, sehingga tindakan yang dilakukan, orientasinya selalu belum, bahkan tidak berpihak kepada dasar-dasar yang telah disepakati.

Bahwa terjadinya perubahan politik (reformasi) yang dibarengi oleh terjadinya krisis ekonomi jilid I di negara kita, yang telah berjalan sejak 1998, kita selalu saja menyaksikan sajian tindakan-tindakan yang selalu antagonistis terhadap dasar-dasar negara yang telah disepakati.

Sebagai negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut kepercayaannya.

Jaminan yang diberikan oleh dasar dan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia ini sungguh sangat mendasar dan menyeluruh bagi bangsanya, tidak terkecuali. Namun dalam praktek kehidupan nyata selama era reformasi berjalan, justru semakin bebas kita menyaksikan kemunafikan sikap sebagian rakyat bangsa Indonesia. Praktek-praktek kebrutalan atas nama agama, kejahatan kemanusiaan atas nama agama dilakukan dengan enteng tanpa beban, bahkan mereka berkeyakinan bahwa tindakan-tindakan mereka itu mendapat ridlo Tuhan.

Sebagai negara yang berdasar atas kemanusiaan yang adil dan beradab, yang telah dijabarkan oleh UUD negara dalam bab hak azasi manusia, yang secara panjang lebar diurai dalam berbagai pasal dan ayat-ayatnya, bahkan dipertegas lagi dalam petunjuk detail berupa UU tentang hak azasi manusia. Semuanya itu agar dapat melindungi manusia dan kemanusiaan serta mengajak dan mendorong bangsa Indonesia agar dapat memiliki budaya saling mengorangkan orang. Dalam konteks budaya saling mengorangkan orang ini, kita bangsa Indonesia masih perlu terus memupuk dan meningkatkan kemampuan.

Walhasil, seluruh dasar negara Indonesia yang kita simpulkan sebagai ajaran Illahi dan merupakan ideologi modern ini, akan menjadi tidak bermakna, jika tidak menjadi pola pikir, sistem berpikir dan bertindak bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai masalah hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Syaykh Panji Gumilang mengajak, mari kita yakini bahwa kita bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang majemuk, majemuk dalam kesukuan, keagamaan, ras dan golongan, namun menyatu dalam kebangsaan, yakni Indonesia. Tidak ada yang lebih tinggi derajatnya kecuali yang hidupnya dapat lebih bermanfaat dan menyebarkan manfaat bagi kemaslahatan hidup bangsanya dan manusia pada umumnya.

Tatkala bangsa ini dapat menyingkirkan dan mengendalikan keangkuhannya dan rasa superioritas kesukuan, keagamaan, ras, dan golongannya, maka akan terkikis rasa saling curiga, saling merasa benar sendiri, angkuh, yang pada gilirannya akan tumbuh rasa saling toleransi dan terbukalah semangat dan harapan untuk menata masa depan bersama yang cerah.

Solidaritas yang kita maksudkan adalah, sifat satu rasa, senasib, setia kawan, dan lain-lain. Sifat solider semacam ini baru akan timbul jika kita telah menyatu dalam pola pikir dan sistem berpikir bersumber dari dasar yang sama, yakni nilai-nilai dasar negara Indonesia yang telah disepakati. Dengan didukung oleh potensi-potensi yang dimilki oleh warga bangsa dan didukung oleh rasa solidaritas yang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan, kita yakin, harapan kita untuk masuk ke dalam masa depan yang cerah dalam wujud Indonesia Kuat, menjadi sangat mungkin untuk wujud.

Dengan bermodalkan solidaritas sesama bangsa dan sikap toleransi yang tinggi antara sesama warga bangsa, dan dengan Kekuatan Besar serta kasih sayang-Nya, akan memampukan kita berbuat hal-hal yang besar, bahkan melebihi apa yang telah kita perbuat selama ini, untuk mengatasi kesulitan, tantangan dan krisis yang menghimpit secara nasional maupun global. Dan kita diberi kemampuan melihat masa depan, ke suatu masa dimana kita akan terus mengambil bahagian untuk kestabilan dan ketertiban dunia.

Jiwai dengan Konsisten
Lalu, bagaimana seharusnya bangsa Indonesia mengisi kemerdekaan untuk mencapai cita-cita Indonesia yang kuat? Syaykh Al-Zaytun menegaskan, Bangsa Indonesia, dari seluruh lapisan generasi, mesti kembali kepada nilai-nilai dasarnya, serta konsisten meyakini dan menjiwainya. Setiap tindakan harus berdasarkan nilai-nilai dasar yang telah ditetapkan oleh bangsa ini.

Penegasan ini telah berulang kali dikemukakan Syaykh Abdussalam Panji Gumilang. Namun secara khusus, dia menegaskannya kembali dalam amanat perayaan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-64 di Al-Zaytun, 17 Agustus 2009.

Syaykh mengatakan bahwa membangun bangsa Indonesia tidak boleh lepas daripada membangun karakter bangsa. “Membangun jiwa raga artinya adalah membangun karakter bangsa. Karakter bangsa yang menunjukkan bahwa dirinya memiliki jati diri yang hakiki, memiliki ketangguhan yang hakiki seperti yang dicita-citakan dalam dasar negara itu sendiri,†tegas Syaykh.

Tanpa karakter yang jelas, bangsa ini tidak mampu menciptakan kesejahteraan rakyat dan bangsanya, maupun mempertahankan kesatuan kenegaraan yang dimiliki ini. Bangsa Indonesia sekali lagi tidak boleh lepas daripada pembangunan karakter bangsanya dan terus meningkatkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyatnya.

Pada kesempatan lain (pidato sambutan peringatan 1 Muharram 1426 H (10 Februari 2005 M), Syaykh Panji Gumilang juga menegaskan bahwa ummat muslim, merupakan komponen ummat manusia penghuni dunia yang majemuk, bertanggung jawab secara bersama, mewujudkan kehidupan penuh harmoni, toleransi dan damai, antar sesama ummat manusia.

Dalam konsepsi nasional, Syaykh mengatakan, kita merupakan warga bangsa yang mendiami sebuah negara Bhinneka Tunggal Ika, bertanggung jawab secara bersama dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup pewujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, sosial, budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan.

Karenanya, tatkala kita bersikap, berbuat, berkarya, dan berjuang, tidak keluar dari wawasan dan konsepsi nasional, sebagai partisipasi aktif kita mewujudkan Dunia Harmoni Penuh Toleransi dan Perdamaian, bersama ummat dan bangsa-bangsa lainnya di dunia ini. Itulah manifestasi Rahmatan lil alamin, yakni: Berpikir Global dan Bertindak Lokal.

Demikian, sebagian pokok-pokok pandangan Syaykh al-Zaytun tentang lima nilai-nilai dasar negara Republik Indonesia. Tanpa perlu dijelaskan lagi, pandangan itu pastilah berguna sebagai sumber inspirasi bagi setiap orang dalam memahami dan menjalankan hak-kewajibannya sebagai warga negara yang baik. Sekaligus sebagai inspirasi untuk lebih mendalami visi kebangsaan Al-Zaytun.
(Berita Indonesia 76)

Â

FOOTNOTE
Para pendiri bangsa Republik Indonesia, telah bersepakat merumuskan dan menetapkan lima nilai-nilai dasar bernegara di dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Yakni, Ketuhanan Yang Maha Esa; Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pancasila

Sebelumnya, Bung Karno dalam pidatonya 1 Juni 1945, menyebut lima dasar itu dalam bahasa Sansekerta, Panca (lima) Sila (prinsip, dasar, asas). Sehingga selanjutnya, sebutan lima dasar itu menjadi populer: Pancasila. Walau sebutan lima nilai prinsip dasar itu secara eksplisit dalam Pembukaan UUD 1945 tidak disebut demikian. Kemudian setiap tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila (Lima Dasar Negara).

Oleh: cahayapelangi | Mei 6, 2011

Peristiwa Bencana Di Tahun 1500-2000

026.001 طسم 026.001 :Ta, Sin, Mim. 

026.002:تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ : Inilah ayat-ayat Al Qur`an yang menerangkan
026.003: لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ :Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka [1075] tidak beriman.
 

026.004:  إِنْ نَشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ آيَةً فَظَلَّتْ أَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِينَ :Jika kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mu`jizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya. 

026.005:  وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنَ الرَّحْمَنِ مُحْدَثٍ إِلا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ: Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru [1076] dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya

026.006:  فَقَدْ كَذَّبُوا فَسَيَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ: Sungguh mereka telah mendustakan (Al Qur`an), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
 

026.007:  أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الأرْضِ كَمْ أَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ: Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?
 

026.008:  إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.
 

026.009:  وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ: Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
 

Al-Qur’an, 026.001-009 (Asy-Shuaraa:001-oo9) 

Berbagai Peristiwa bencana yang menimpa manusia :

~26 Jan 1531: gempa bumi di Lisbon, Portugal, 30.000 orang tewas 


~26 Jan 1700: gempa di Laut Pasifik, dari Vancouver Island, Southwest Canada off British Columbia hingga Northern California, Pacific Northwest,USA. Dikenal sebagai megathrust earthquake. 
~26 Jul 1805 :gempa bumi di Naples, Calabria, Italy, 26.000 orang tewas 
~26 Agt 1883 :Gunung Krakatau meletus, 36.000 orang diperkirakan tewas 
~26 Des 1861 :gempa bumi di Egion, Yunani 
~26 Mar 1872: gempa bumi di Owens Valley, USA
 

26 Agt 1896: gempa bumi di Skeid, Land, Islandia
 

~26 Nop 1902: gempa bumi di Bohemia, sekarang Czech Republic 
~26 Nop 1930 :gempa bumi di Izu 
~26 Sep 1932: gempa bumi di Ierissos, Yunani 
~26 Des 1932: gempa bumi di Kansu, Cina, 70.000 orang tewas
 

~26 Okt 1935 :gempa bumi di Colombia 
~26 Des 1939: gempa bumi di Erzincan, Turki, 41.000 orang tewas
 

~26 Nov 1943 :gempa di Tosya Ladik, Turki 
~26 Des 1949 :gempa bumi di Imaichi, Jepang 
~26 Mei 1957 :gempa di Bolu Abant, Turki 
~26 Mar 1963,: gempa bumi di Wakasa Bay, Jepang 
~26 Jul 1963: gempa bumi di Skopje, Yugoslavia, 1.000 orang tewas
 

~26 Mei 1964 :gempa bumi di S. Sandwich Island
 

~26 Jul 1967: gempa bumi di Pulumur, Turki
 

~26 Sep 1970: gempa bumi di Bahia Solano, Colombia 
~26 Jul 1971: gempa bumi di Solomon Island 
~26 Apr 1972: gempa bumi di Ezine, Turki
 

~26 Mei 1975: gempa bumi di N. Atlantic 
~26 Mar 1977: gempa bumi di Palu, Turki
 

~26 Des 1979 :gempa bumi di Carlisle, Inggris
 

~26 Apr 1981: gempa bumi di Westmorland, USA
 

~26 Mei 1983: gempa bumi di Nihonkai, Chubu, Jepang
 

~26 Jan 1985: gempa bumi di Mendoza, Argentina
 

~26 Jan 1986 :gempa bumi di Tres Pinos, USA 
~26 Apr 1992: gempa bumi di Cape Mendocino, California, USA 
~26 Okt 1997: gempa bumi di Italia 
~26 Des 2004, Tsunami di Aceh  
~Gempa Jogja 26 Mei 2006,  
~Tasik gempa 26 juni 2010, 
 

~Merapi Meletus 26 Oktober 2010.

>Kayanya pas, knp slalu angka 26.

~Jawaban ada di Al Qur’an Juz 19 QS : 26 – Asy Syu’ara yg menjelaskan tentang azab Allah yang menimpa orang-orang yang mendustakan Ayat-ayat Allah SWT.
 

Oleh: cahayapelangi | Mei 15, 2011

Melayu: Misteri Antara Bangsa Atau Bahasa

Ini adalah salah satu artikel pengiring dari tiga artikel pengiring sebelum artikel utama Alter Terahsia Bangsa Melayu yang akan diterbitkan seawal-awalnya minggu hadapan.Srikandi akan mengulas tentang maksud di sebalik nama ‘Melayu’ dan misteri di sebalik nama itu.Apakah sebenarnya nama Melayu ini?Adakah ia bermaksud bangsa atau bahasa?
Pada hari ini penyakit buta kepada warisan dan jatidiri bangsa sendiri menyebabkan ada di antara anak-anak Melayu ‘goyang’ apabila ditanya oleh kaum lain tentang maksud Melayu,sehingga mereka pula seolah-olah mengajar dan memberitahu anak-anak Melayu ini sejarah bangsa mereka.Ada yang meneka-neka dan memandai-mandai membuat kenyataan sendiri sehingga terkeliru sendiri.Srikandi akan cuba mengupas masalah ini dari pelbagai sudut.
Namun,tidak dinafikan manusia menjadi musuh kepada apa yang masih belum difahaminya.
-M.O
hiaskan kendiri berani bak saktimuni
hiduplah jalinan susastera dan mahakarya



Srikandi menyusun berapat jari-jemari
membuka pencak ilmu dan warha bicara
Terlebih dahulu saya ingin jelaskan tentang pengertian Bani Jawi dan Melayu itu sendiri.Ini kerana ramai di antara kita masih keliru sehingga ada juga yang menganggap perkataan Melayu ini merujuk kepada bahasa,sehingga tiada langsung apa yang dikatakan bangsa Melayu.Ini pandangan yang ekstrim,kerana kerana setidak-tidaknya bahasa Latin yang menjadi bahasa perdagangan dan kesusasteraan Eropah akibat penguasaan Empayar Rom itu sendiri dapat ditelusuri asal-usulnya,iaitu dari Semenanjung Itali,bagaimana dikatakan Melayu itu hanya bahasa dan bukan mewakili satu bangsa atau setidak-tidaknya satu suku kaum?Bahasa Perancis adalah dari orang-orang Franks,bahasa Inggeris berasal dari sukukaum Angles;datang ke Briton (nama lama kepulauan Inggeris) dari Tanah Jerman bersama sukukaum Jerman yang lain seperti Jutes dan Saxons.Bahasa Sepanyol dari ‘Spaniards’ dan bahasa Rusia dari keturunan Caucasian,Viking dan Norseman yang bergaul dengan bangsa-bangsa nomad di padang rumput Steppe di dataran-dataran luas Siberia sehingga melepasi banjaran Caucasus dan sungai Volga,jadi adakah bahasa Melayu berasal dari bangsa ‘alien’ yang datang dari planet Zargus??Fikirkan.
Ada juga yang berfikiran singkat mengatakan perkataan ‘Melayu’ itu diberi oleh orang Inggeris ketika menjajah Tanah Melayu.Ini adalah pendapat yang kurang berpendidikan kerana orang-orang Melayu masih menjaga warisan sejarah sehingga kesultanan mereka dan adalah tidak logik sehingga nama bangsa sendiri pun boleh terlupa sampai terpaksa bangsa lain membubuhkan nama bangsa mereka.Lainlah orang-orang Melayu menjadi seperti orang-orang di Kepulauan Filipina yang dicabut akar budaya mereka sehabis-habisnya,warisan mereka dimusnahkan,raja-raja mereka dibunuh dan mereka dipaksa menganut agama Kristian sehingga semua ini menjadi satu tragedi yang amat malang bagi mereka yang asalnya adalah bersaudara dengan orang-orang Melayu.Mujurlah masih terdapat sukukaum di Filipina yang kurang menerima kesan penjajahan Sepanyol yang kejam ini seperti orang-orang Sulu (selalu digelar oleh penjajah sebagai Moro atau Moor-gelaran untuk bangsa Arab di Andalus atau Sepanyol ketika pemerintahan Islam di sana).Orang-orang Sulu inilah yang masih mempertahankan jatidiri mereka dengan keris-keris panjang mereka yang menggerunkan penjajah Sepanyol.
Siapakah Jose Rizal?Beliau ialah tokoh pejuang Filipina dan adalah memalukan seorang yang mengaku orang Filipina jika tidak mengenal Jose Rizal.Dan apakah yang dikatakan oleh Jose Rizal dalam salah satu pidatonya?
Beliau mengaku sebagai anak Melayu!
Kita mengenal beliau dalam sejarah kontemporari sebagai José Protasio Rizal Mercado y Alonso Realonda atau Jose Rizal,seorang berbangsa ‘Filipino’,namun kita tidak tahu apakah nama ‘Melayu’nya yang tersembunyi.Ini samalah dengan saudara-saudara kita di Selatan Thai yang dipaksa memakai nama Thai dan terpaksa menyembunyikan identiti sebagai orang yang berbangsa Melayu Pattani.Perkataan Filipina itu sendiri berasal dari nama seorang raja Sepanyol iaitu Phillip Kedua yang memerintah Sepanyol pada 1556 hingga 1598.Jadi kita boleh tahu bahawa bangsa ‘Filipino’ itu hanyalah khayalan penjajah sahaja dan ini boleh dilakukan dalam keadaan penduduk Kepulauan Filipina itu dipaksa menjadi orang Sepanyol,berbahasa Sepanyol,menganut agama Kristian,membunuh sultan dan raja mereka yang memegang khazanah warisan bangsa,membumihanguskan kediaman mereka berserta kitab-kitab dan khazanah-khazanah diraja.Namun kita akan tahu nama asal Kepulauan Melayu ini dari penemuan arkeologi di Filipina.Salah satunya yang paling terkenal ialah Laguna Copperplate.
Wahai saudara saudariku Bani Jawi,
Bila saya menuliskan tentang ‘Bani Jawi’,ini termasuklah semua kaum-kaum yang menggunakan bahasa yang mempunyai tatabahasa dan kemiripan di antara satu sama lain.Pakar-pakar linguistik menamakan bahasa-bahasa ini sebagai Malayo-Polynesia.Kaum-kaum ini berasal dari induk mereka yang misteri.Bani Jawi adalah satu kumpulan kaum-kaum yang menggunakan bahasa Malayo-Polynesia ini.Kaum-kaum ini yang dikesan menggunakan lingkungan bahasa ini terdapat di kawasan tasik di pedalaman Jepun,Taiwan,Asia Tenggara (‘Homeland’ Bani Jawi) ke timur mencapai pulau-pulau Pasifik seperti Hawaii,ke bawah mencapai pulau-pulau Papua,Solomon,New Zealand dan Fiji mendekati Australia (sebelum penjajah Inggeris tiba di sini,Australia diduduki oleh kaum aborigine Austronesian).Ke barat sehingga menjangkau Madagaskar berdekatan Benua Afrika.Selain dari Bani Jawi di sekitar Indonesia dan Malaysia,kebanyakan kaum-kaum Bani Jawi yang diluar lingkungan ini telah terasimilasi dengan teruk ketika penjajahan dan terputus dari warisan induk mereka.Di sini kita faham bahawa Bani Jawi yang menduduki Kepulauan Indonesia dan yang terdapat Malaysia adalah Bani Jawi yang berbeza;mereka adalah dari kelompok yang berjaya menjaga warisan moyang mereka,lebih bijak dan berfikiran luas.Bani Jawi di sini juga berjaya memegang tampuk pemerintahan politik dan berkuasa atas tanah-tanah mereka,tidak seperti yang terjadi kepada Bani Jawi yang lain terutama di Pasifik.Di sini kita tahu satu rahsia.
Bani Jawi yang kini mewarisi apa yang dinamakan ‘Indonesia’,'Malaysia’ dan ‘Brunei’ adalah mereka yang dekat dengan ‘induk’ Bani Jawi.Mereka juga masih mempertahankan budaya,bahasa dan raja-raja mereka.Fikirkan,jika mampu,adakah penjajah Inggeris dan Belanda bersimpati untuk mengekalkan budaya,bahasa dan politik penduduk tanah-tanah jajahan mereka?Jika kita katakan Sepanyol lebih kejam kerana ‘mensepanyolkan’ orang Filipina,bagaimana dengan Australia?Penduduk aborigine dinafikan hak mereka sebagai pribumi Australia yang asalnya adalah tanah mereka,fikirkan dari manakah manusia aborigine ini boleh wujud di Australia jika tidak ada moyang mereka yang bijak dalam ilmu pelayaran?
Australia telah menjadi negara orang-orang Inggeris.Ini adalah fakta pada hari ini.

SEBENARNYA JIKA BOLEH,ORANG-ORANG BANI JAWI DI INDONESIA,MALAYSIA DAN BRUNEI MAHU DIHAPUSKAN TERUS IDENTITI KEMELAYUAN MEREKA ,tidak kira di’Inggeriskan’ atau di ‘belandakan’.Namun ini tidak terjadi semudah itu dan hakikatnya telah gagal.Para penjajah ini tidak mampu melakukan begitu kerana masih ada warisan Bani Jawi yang gagah perkasa berdegil mempertahankan warisan mereka.Kita boleh faham mengapa bahagian Selatan Filipina masih kuat pengaruh ‘kemelayuannya’ terutama orang-orang Tausug yang masih diluar pengaruh ‘kristianisasi dan pensepanyolan’.Sebab itu mereka masih berkuasa melancarkan pemberontakan.Dari Luzon hinggalah ke Visayan,penjajah Sepanyol telah menjarah budaya ketimuran sehingga mereka menjadi amat lemah dan pasrah dengan ‘takdir’ yang menimpa diri mereka,tetapi ini cuba ditentang oleh penduduk di selatan atau lebih tepat di pulau Mindanao.Puak-puak pemisah cuba untuk menentang ‘saudara’ mereka yang telah hilang identiti dan menjadi ‘makhluk’ lain.
Siapakah Gloria Macapagal Arroyo?Apakah kaitan beliau dengan penduduk Sulu?Moyang kepada moyang beliau mungkin kenal siapakah sultan-sultan Manila dan Visayan juga raja-raja Mindoro dan Samar.Sultan-sultan Sulu?Jika moyang kepada moyangnya tidak kenal Kesultanan Sulu maka sudah tentu nama ‘Macapagal’ itu tidak ada.Bolehlah digantikan dengan ‘Fernando’ sebagai contoh menjadi Gloria Fernando Arroyo sahaja.Mungkin Presiden Filipina itu berasal dari Lisbon atau conquistador yang menjajah Filipina.Tetapi perkataan ‘Macapagal’ itu sendiri menimbulkan misteri yang tidak berkesudahan tentang asal-usul orang-orang di Filipina.
Beliau ialah cucu-cicit Raja Lakandula yang memerintah Manila sebelum penjajah Sepanyol merampas wilayah itu darinya.Tanyakan dia siapa Raja Sulaiman yang membantu moyangnya menentang Sepanyol.Moyang beliau beragama Islam dan kota Manila itu sendiri berasal dari kata “Amanillah” bermaksud “di bawah keamanan Allah”.Lakandula adalah gelaran raja-raja Melayu di Kepulauan Filipina pada zaman dahulu.
Mempelajari sejarah keturunan presiden Filipina itu sendiri mampu memberi pengajaran yang tidak sedikit kepada kita.Bahasa dan gelaran bangsawan Melayu di kepulauan Luzon,Mindanao dan Visayan memberikan kita gambaran sejarah Melayu yang digelapkan di pulau-pulau utara Sabah itu.
Kita boleh lihat pengaruh Melayu dan Polinesian yang bercampur aduk dalam bahasa Tagalog.
*Pahlawan Tausug/Sulu yang gagah berani
Mengapa penduduk ke selatan ‘tidak makan saman’ dengan kekejaman conquistador Sepanyol?Cuba perhatikan budaya dan semangat orang-orang Tausug/Sulu.Perhatikan betapa penduduk Luzon telah berjaya ditukar menjadi makhluk lain,kita mungkin tidak boleh menyalahkan kelemahan mereka kerana armada penjajah Sepanyol mungkin bertumpu di Luzon dan tidak mampu mencengkam pengaruhnya di Mindanao yang jauh ke selatan.Tetapi keris-keris panjang pahlawan Sulu mampu menceritakan perit getir mereka melawan Sepanyol.Gloria Macapagal Arroyo mungkin sudah melupakan keris Sulu ini (yang mungkin pernah dikucup moyangnya ketika menentang conquistador Sepanyol) namun bukan orang-orang di Jolo.
*Keris panjang atau Keris Sundang Sulu
Adakah Inggeris lebih bermurah hati dan ‘kasihan’ dengan Bani Jawi di Tanah Melayu?Adakah Belanda bersimpati dengan Bani Jawi di Sumatera dan Jawa?TIDAK SAMA SEKALI.Cuba baca kisah kaum Red Indian Cherokee yang dihalau dari tanah tumpah darah mereka di benua Amerika.Mereka dihalau beramai-ramai oleh penjajah Inggeris yang mahu menubuhkan Dunia Baru mereka.Beribu-ribu orang mati dalam pelarian termasuk kanak-kanak dan wanita.Apa sudah jadi pada identiti kaum Red Indian pada hari ini?Hanya logo ‘Apache’ sahaja masih tertinggal pada helmet budak-budak rempit Melayu yang leka menyabung nyawa di jalan raya.Mereka sudah hilang tanah dan identiti.Mereka semakin terhimpit di bumi nenek moyang mereka.Pelajarilah semua ini.
Namun,pelajaran paling hampir ialah di Filipina.Tersangat hampir.Jika pemimpin Umno masih berkeras berpolitik sehingga beribu-ribu warga India dan China boleh ‘lesap’ tanpa dikesan di negara mereka ditambah pula PKR yang makin liberal dan PAS yang lupa perjuangan sebenar (sebagai contoh),50 tahun lagi orang-orang Melayu yang dungu ini akan hilang kuasa politik mereka secara terhina dan memalukan.
Moralnya ialah,semangat mahu mempertahankan agama,bangsa dan tanahair telah memotivasikan Bani Jawi di ‘Indonesia’ dan ‘Malaysia’ supaya kekal mendaulatkan budaya dan bahasa mereka.Jika mereka lemah,mungkin anda dan saya tidak lagi bergelar Melayu.Dan tidak lagi berbahasa Melayu.HANYA BANGSA YANG BENAR-BENAR SABAR DAN KUAT SAHAJA MAMPU MENGEKALKAN KEWUJUDANNYA SETELAH DIJAJAH DAN DIJARAH OLEH PELBAGAI PENJAJAH BERATUS TAHUN.
 
Polinesia adalah istilah dari Greek yang bermaksud ‘banyak pulau’.Ini menerangkan Kepulauan Melayu sehingga ke pulau-pulau Pasifik.Dari segi terminologinya ia bermaksud Kepulauan Pasifik,menjangkau Pasifik Tengah dan Pasifik Selatan.Ia adalah satu daripada tiga bahagian;yang lainnya ialah Melanesia dan Micronesia.Austronesian ialah kelompok keluarga bahasa paling terbesar di dunia,dahulunya dikenali sebagai Malayo-Polynesian.Setelah pakar bahasa memasukkan bahasa Formosan (juga berasal dari bahasa para pelayar Melayu yang tiba di Taiwan beratus-ratus tahun yang lampau) ke dalam keluarga bahasa Malayo-Polynesian,kini ia digelar keluarga bahasa Austronesian.Ini adalah salah satu daripada keluarga bahasa terbesar di dunia berdasarkan jumlah bahasa melebihi 700 bahasa dan keluasan geografinya.Bahasa Cham di Vietnam dan Kemboja,bahasa Malagasy di Madagascar dan bahasa Tagalog di Filipina adalah dari keluarga Malayo-Polynesian.Perhatikan terminologi para pakar bahasa ini yang mengesan rahsia bahasa-bahasa di Kepulauan Melayu dan Pasifik ini.’Malayo’ adalah ciri-ciri bahasa ‘Western Malayo-Polynesian’ seperti bahasa Melayu,Sunda dan Jawa.Ini bahasa Bani Jawi yang standard,maju dan dinamik.’Polynesian’ pula adalah lebih kepada bahasa-bahasa kaum aborigine Pasifik.Anehnya,terdapat persamaan dari segi struktur bahasa dan peraturan tatabahasa antara bahasa Melayu/Indonesia dengan bahasa-bahasa Pasifik ini,walaupun kosa kata mereka berbeza.Dan pasti ada kata-kata yang sama seperti perkataan ‘mata’,'batu’ dan sebutan angka-angka.’Lima’ adalah perkataan yang dominan.Orang Samoa juga menyebut angka ‘Sepuluh’ sama seperti kita di sini.Sebutan angka dalam Tagalog mirip sebutan dalam bahasa Jawa.Ringkasnya ‘Malayo’ adalah ciri-ciri Bahasa Melayu yang menjadi bahasa perpaduan Indonesia,Brunei dan Malaysia dan ‘Polynesia’ merujuk kepada bahasa-bahasa sukukaum aborigine Pasifik.
Sesungguhnya terdapat misteri di sini.Apa kaitan orang-orang aborigine di Malaysia seperti Orang Asli,Dayak,Jakun dan sebagainya dengan aborigine Pasifik seperti Hawaii,Samoa,Fiji dan lain-lain?Dan APA KAITAN SEMUA ABORIGINE INI DENGAN ORANG JAWA,SUNDA DAN MELAYU?Anda akan mendapat kunci rahsia ini dalam artikel utama ATBM “Austronesian dan Polinesia”.
Sesetengah saudara Bani Jawi kita di Indonesia menganggap Melayu itu adalah satu sukukaum padahal cuba kita tanya,sukukaum Melayu itu adalah yang bagaimana?Pakaian orang Melayu tidak jauh beza dari pakaian etnik-etnik di Indonesia terutamanya di Pulau Sumatera.Orang Melayu juga berkeris seperti orang Sunda dan Jawa.Bahasa?Padahal loghat (slang) bahasa Melayu di negeri-negeri Malaysia juga berbeza.Cuba kita paksa orang Jawa bercakap dengan orang Kelantan,bagaimana rasanya (mungkin ini antara sebab Manohara tidak serasi dengan orang Kelantan,pendapat saya sahaja).Cuba teliti dialek pekat Kedah,Perak dan Terengganu.Orang luar mungkin merasakan orang Perak,Kelantan dan Kedah yang bercakap dialek pekat masing-masing dari tiga kaum berbeza.Samalah jika kita paksa orang Sunda bercakap dengan orang Aceh.Perbezaan loghat/dialek adalah sama,tidak kira di Indonesia atau di Malaysia.Jadi,di manakah ‘sukukaum’ Melayu itu secara jelas?Apa yang Melayunya pemuda yang bernama Fahrin Ahmad jika dibandingkan dengan Ahmad Dhani?Apa Melayunya Siti Nurhaliza jika Kris Dayanti malu menjadi ‘Melayu’ dan suka disebut ‘bangsa Indonesia’?
Susilo Bambang Yudhoyono juga bersongkok sepertimana Sultan Mizan Zainal Abidin ketika kunjungan hormat mereka berdua.Jadi adakah Sultan Mizan lebih ‘Melayu’ dari Sosilo Bambang?Jadi dimanakah ‘Melayu’ itu?Adakah Sultan Mizan memerlukan penterjemah untuk memahami bahasa Presiden Indonesia itu?Jadi dimanakah ‘Melayu’nya Sultan Mizan?Adakah Siti Nurhaliza terpaksa belajar bahasa yang dituturkan oleh Kris Dayanti sebelum bekerjasama dengan beliau?Mengapa lagu-lagu dari seberang cepat popular di kalangan anak-anak remaja ‘Melayu’ Malaysia berbanding lagu-lagu pop HongKong?Jadi dimana ‘Melayu’nya itu?


SEBENARNYA TIADA APA YANG DINAMAKAN SUKUKAUM MELAYU.MELAYU ADALAH NAMA LAIN BAGI BANI JAWI.
Bani Jawi adalah nama yang diberikan bermula dari era Nabi Ibrahim menyunting seorang gadis misteri dari Timur Jauh.’Melayu’ adalah perubahan pada nama kaum di mana gadis misteri itu berasal.Dalam manuskrip purba,ada tercatat perkataan dasar ‘Mala’.Nama Mala inilah yang dibawa oleh kaum misteri dari Timur jauh itu.Ketika khabar tentang Mala sampai ke Tanah Kanaan,Madyan dan Parsi Kuno,nama ‘Mala’ ini berubah-rubah mengikut bangsa yang memanggil mereka.Orang-orang Assyria dan Media memanggil mereka sebagai ‘Mala-Yu’.'Yu’ adalah suffix dalam bahasa Avesta Purba (bahasa Avesta adalah asal-usul bahasa Sanskrit dan bahasa Jerman Kuno yang menjadi asas bahasa Inggeris/English itu berasal dari saduran yang ‘agak teruk’ dari Sanskrit sebab itu dari segi linguistiknya bahasa Inggeris terkelompok dalam keluarga bahasa Indo-European atau Indo-Iranian)
Telah diterangkan sebelum ini dalam siri ATBM yang lepas bahawa bangsa Madyan (Media) yang mengasaskan bangsa Parsi (Iran pada hari ini) adalah berasal dari kaum Mada.Dalam istilah Assyrian dan Avesta,kaum ini dipanggil ‘Mada-YU’.Dalam Sanskrit (ingat,bahawa Sanskrit dan Avesta ibarat bahasa/dialek Kedah dengan bahasa/dialek Kelantan),’Malayu’ ini dipanggil ‘Malaiyu’ atau ‘Malai’.'Malai’ bermaksud ‘gunung’.Manuskrip purba China menyebutnya sebagai ‘Malai’ atau Mo-lo-yue’.
Dan orang Inggeris menyebutnya sebagai ‘Malay’.Ini lidah mat saleh.
Orang Perancis menyebut Malaysia sebagai ‘Malaise’,jadi jika hilang ‘s’ itu atau hanya ‘Malay’ sahaja,mungkin pendekatan yang logik ialah ‘Malai’,sama seperti sebutan dalam Sanskrit.
‘Mala’ adalah nama asal kaum gadis misteri ini.Ia adalah nama kuno yang terahsia.
 
 
 
Keturunan Nabi Ibrahim a.s dengan gadis misteri tersebut ketika baginda berdakwah di Timur Jauh inilah digelar sebagai Bani Jawi.Baru-baru ini saya mendapat petunjuk dari ‘channeling’ saya,seolah-olah mengatakan bahawa dari enam anak hasil perkahwinan baginda dengan Siti Keturah,tiga orang telah dibawa oleh Nabi Ibrahim a.s ke Tanah Kanaan,manakala tiga yang lain ditinggalkan di ‘Promised Land’ bersama ibu mereka.Perlu dingat,ketika itu tiada kapal terbang,jadi apabila Nabi Ibrahim berdakwah ke Timur Jauh,sudah tentu memakan masa bertahun-tahun,dan perkahwinan dengan orang tempatan adalah perkara biasa bagi lelaki yang merantau;tidak kira apa tujuan mereka,tambahan lagi nabi Ibrahim adalah lelaki terhormat,bijaksana dan punya pekerti mulia.
Inilah asal-usul perkataan ‘Melayu’ dari segi saintifik,sejarah dan akademik.Bukan ‘melayu’ seperti bunga layu,atau ‘lari’.Malah ‘Mala’ itu adalah sekuntum bunga yang mekar harum dari gambaran ‘channeling’ saya pada Khamis malam Jumaat Kliwon (siapa saya dan asal-usul saya ada di dalam temuramah selepas raya puasa yang lalu,cuba periksa…jadi adakah saya ini lebih ‘Melayu’ dari saudara saya di Yogyakarta?).
Tiada siapa yang lebih Melayunya.Semua kekeliruan adalah berpunca dari kebingungan para penjajah gelojoh berebut-rebut mahu melabel sesukahati tanah jajahan mereka.Apakah itu ‘Indonesia’?Suku kata ‘Indo’ itu sendiri menunjukkan kebingungan penjajah Belanda yang menganggap pulau-pulau Indonesia adalah orang-orang Keindiaan.Sama seperti kebingungan penjajah Eropah yang memanggil kaum-kaum aborigine Amerika sebagai ‘Red Indian’ kerana kekeliruan Columbus yang menganggap telah sampai ke India dan kekeliruan melihat warna kulit mereka disangkakan orang-orang India.Cuba kaji mengapa nama ‘Nusantara’ yang dicadangkan oleh seorang cendekiawan Indonesia ketika mahu menamakan nama negara itu hampir berjaya namun tertolak saat-saat akhir.Alangkah beruntungnya jika jiran kita itu adalah sebuah negara bernama ‘Nusantara’.Mungkin mereka lebih mesra dengan saudara mereka di sini dan tidak terlalu bermegah dengan nama yang diberikan oleh Belanda itu sehingga ada yang mahu menikam saudara mereka sendiri dengan buluh runcing.
Dalam hal ini seolah-olah Inggeris lebih berpengetahuan luas dengan nama orang-orang Melayu.Mengapa Belanda tidak mengenal kaum-kaum di tanah jajahannya sebagai ‘Melayu’?Padahal sebelum Perjanjian Inggeris-Belanda yang menyaksikan pembahagian wilayah ‘Indonesia’ dan ‘Malaysia’,orang-orang dari pulau-pulau Sumatera,Jawa dan lain-lain bebas keluar masuk ke Tanah Melayu dan Benua Siam,begitu juga orang dari Tanah Melayu bebas membina keturunan di pulau-pulau Indonesia pada hari ini.Dari mana asal orang Aceh,Bugis dan Brunei?Ini rahsianya.
Bani Jawi di Indonesia menamakan bahasa mereka ‘Bahasa Indonesia’.Ini cuma istilah politik sahaja dimana pernah negara kita menamakan bahasa ini sebagai Bahasa Malaysia.Selepas itu kementerian menamakan semuala sebagai Bahasa Melayu.Di Indonesia,jika ingin membicarakan asal-usul bahasa Indonesia,mereka akan merujuk kepada istilah ‘Bahasa Melayu’ akhirnya.
 
Jadi,jika Melayu ini sukukaum,bagaimana satu sukukaum boleh menakluk seluruh Malaysia dan Indonesia dengan bahasa mereka?Bukan sahaja itu,seluruh Kepulauan Melayu dan Pasifik mematuhi ‘pattern’ bahasa mereka?Mengapa bukan bahasa Aceh atau Jawa menjadi lingua franca seluruh Nusantara?Ada yang mengatakan asal-usul Melayu adalah satu kerajaan bernama Kerajaan Malayu di Sumatera,namun kerajaan yang dilabel ‘Melayu’ itu hanya satu pemerintahan kecil sahaja.Bagaimana kerajaan kecil seperti itu boleh memaksa seluruh Nusantara supaya berbahasa dengan bahasa mereka?Fikirkan misteri ini,sebab itu saya katakan Melayu itu adalah nama lain bagi Bani Jawi,tercatat di dalam manuskrip purba Avesta dan Sanskrit…juga tulisan pepaku (cuneiform) Sumeria.Ini adalah warisan dari satu bangsa kuno yang tenggelam ketika Banjir Besar atau bencana lain.
 
SEbenarnya kita diperkotak-katikkan oleh kebodohan dan kebingungan penjajah sendiri disamping kebodohan kita sendiri yang ikut sahaja macam lembu dicucuk hidung segala kekeliruan penjajah.Kemudian bergaduh sama sendiri semata-mata pakaian,bahasa dan budaya yang sah-sah memang sama!Ini ibarat dua orang bodoh yang bergaduh sesama sendiri kerana masing-masing menuduh sesama sendiri meniru jumlah tangan,mata dan telinga yang ada dua pasang.Padahal mereka berdua ialah MANUSIA!

Akhirnya A dan B berebutkan songkok,keris dan bahasa Melayu sesama sendiri.Ini adalah senario yang menyedihkan.Amat bingung dan tolol.Jadi sudah nampak kepentingan mempelajari asal-usul kita?YA!AMAT PENTING,SAMPAI SATU TAHAP,JADI KRITIKAL SEPENTING NYAWA DIHUJUNG TANDUK!
 
Masalah ini jelas jika negeri Kelantan berpisah dari Malaysia dan menubuhkan negara sendiri yang pekat dengan gagasan ‘Bangsa Kelantan’ (baca:bangsa Indonesia).Bila bergaduh di Internet,tidak mustahil orang-orang Kelantan yang dungu (contoh sahaja) akan memanggil Malaysia sebagai Malingsial dan memijak bendera Malaysia.Orang Kedah pula memijak bendera Kelantan dan mencerca orang Kelantan.Bila terlihat di Youtube,video orang Terengganu memakai keris dan bertanjak,maka orang Kelantan mengancam mahu menyerang Terengganu kerana ‘mencuri’ budaya mereka.Nasi Dagang juga didakwa berasal-usul dari Kelantan.Akhirnya orang Kelantan dan Terengganu berebut-rebutkan Nasi Dagang dan Budu sesama sendiri,dan pada masa yang sama orang Selangor dan Kuala Lumpur menyedut minyak dari bumi mereka sambil ketawa berdekah-dekah (ini tambahan dari saya,jangan marah saya ye!).
Fikirkan,kita selesa memanggil orang Brunei sebagai Melayu Brunei,namun jika melihat orang-orang dari Indonesia,kita cenderung melabel mereka sebagai ‘Indon’ seolah-olah makhluk dari planet lain padahal Wak Seman yang berniaga tempe dibelakang rumah kita boleh kita labelkan sebagai Melayu Jawa.Begitu juga orang Indonesia yang keliru.Saya teringat satu rancangan muzikal artis-artis Malaysia dan Indonesia terbitan RTM dan RCTI sekitar tahun 90-an dahulu.SElepas habis persembahan M.Nasir dengan lagu bernuansa Nusantara ‘Mentera Semerah Padi’,pengacara bersama dari Indonesia melahirkan rasa kagum dengan lagu tersebut dan menyebut-nyebut rasa bangga beliau dengan rumpun yang sama antara Malaysia dan Indonesia.Saya begitu terkesan dengan kata-kata ‘satu rumpun’ dan ‘nusantara’ yang disebut-sebut beberapa kali oleh pengacara wanita Indonesia itu kepada temannya dari Malaysia (saya lupa siapa pengacara Malaysia itu,maklumlah baru dibangku sekolah rendah,sudah lama berlalu)
Pandangan kedua yang mengatakan Melayu itu bahasa bukan bangsa juga adalah satu kekeliruan yang pelik.Padahal kebiasaan satu bahasa dinamakan bersempena bangsa yang menggunakannya.Adakah orang Amerika atau Americans menggunakan American Language?No!It’s absolutely not!You know,man…
Orang Amerika tetap memanggil bahasa mereka sebagai English,setidaknya American English.Apa itu English?Englishman,dude…you know what I mean?Who the hell of this Englishman?
Orang-orang Inggeris.
Jadi siapa yang memandai buat teori mengatakan Melayu itu nama bahasa?Jadi siapa yang menggunakan bahasa Melayu?Orang Jawa?Orang Kedah?Orang Perak?Orang Minang?
 
Mengapa maharaja-maharaja Srivijaya dan betara-betara Majapahit menuliskan prasasti-prasasti yang melambangkan kewujudan empayar mereka dalam bahasa Melayu?Adakah kerana takut dengan Melaka yang kecil itu?TIDAK SAMA SEKALI.
Bahasa Melayu adalah bahasa nenek moyang Sultan Mansur Syah,Hayam Wuruk dan Samaratungga.Ia adalah bahasa leluhur Sang Sapurba dan Demang Lebar Daun.Ia adalah bahasa kebanggaan Raja-raja Funan “King of The Mountain” dan raja-raja Champa.
 
Orang-orang Eropah yang akhirnya menjadi ‘bangsa Amerika’ tidak menamakan semula bahasa mereka menjadi ‘Uncle Sam Language’ sebagai contoh.English tetap English,walaupun imigran Ukraine,Perancis,Jerman dan Itali mahupun Yahudi Ashkenazi yang berhijrah ke Amerika.
JIka mahu berhujah dengan bahasa Sanskrit,perlu diingat Sanskrit bukanlah bahasa percakapan sehari-hari terutama Dravidian (Tamil,Telegu dll).Ia bahasa sastera,agama dan istana.Malah penggunaannya terhad mengikut kasta tertentu pada zaman dahulu.Ia bahasa ‘suci’ yang dipandang tinggi (sebab itu tidak keterlaluan ada pengkaji bahasa menyifatkan asas bahasa Inggeris adalah Sanskrit).Jadi tiadalah kaum Sanskrit atau bangsa Sanskrit.Masalahnya dalam kes bahasa Melayu,kita berurusan DENGAN BAHASA YANG MENJADI BAHASA PERSATUAN SELURUH BANI JAWI/NUSANTARA/MALA.Bahasa Melayu tidak dikasta-kastakan.Ia bahasa persuratan dan bahasa perdagangan.Ia ADALAH BAHASA KUNO YANG DIGUNAKAN SEAWAL URUSAN MEREKA DENGAN PARA UTUSAN KING SOLOMON DAN FIRAUN-FIRAUN DI THE LAND OF THE GODS.’The Mala Ancient Language in The Land of Promise’.Dari manakah asal ‘Mala’ ini?
Selebihnya biar saya simpan dalam siri ATBM akan datang.
Bagi mengakhiri artikel ini,saya petik Sumpah Pemuda yang dibacakan pada 28 Oktober 1928 di Indonesia dan hayati betapa mereka sedar akan kepentingan ‘bahasa persatuan’ ini,bahasa yang saya,anda dan saudara-saudara kita di Indonesia,Selatan Thailand,Singapura,Brunei dan seluruh Bani Jawi…gunakan dan punya semangat untuk menggunakannya.
“Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”



 
Srikandi
“sirna bherahi samar gentahi sukksasentosa seri”
-lohor jeavi-
Oleh: cahayapelangi | Mei 15, 2011

The Matrix-04:Rahasia Matrix

Peringatan!!!
Artikel-artikel di dalam siri The Matrix kebanyakan di luar kotak pemikiran biasa.Ada yang menyentuh ilmu-ilmu kerohanian tertentu terutamanya Ilmu Tasawuf (Sufism).Sekiranya ada di antara artikel di dalam siri ini telah mengganggu ketenteraman anda,anda tidaklah digalak meneruskan pembacaan.Sekiranya anda merasa keliru atau sangsi setelah membaca isi kandungannya,terutama mengenai ajaran kerohanian,sila rujuk guru-guru agama yang mursyid dalam bidang Tasawuf.Sekiranya perlu sila rujuk AlQuran dan AlHadis serta kitab-kitab Tasawuf yang muktabar,sekadar menyebutkan contoh, kitab Sirus Salikin dan kitab Hikam.The Matrix adalah sekadar model untuk pemahaman masalah kehidupan manusia dari kaca mata terkini,di mana tidak mengubah sedikit pun konsep dan kepercayaan sebenar ilmu kerohanian itu sendiri.Dalam hal ini MistisFiles cuba untuk menyederhanakan isi kandungannya sesuai dengan tingkat kefahaman awam.

Inilah adalah fail Matrix bernombor: Matrix04.

Selamat Membaca.

“no one can be told what the Matrix is. You have to see it for yourself…” (MOrpheus -The Matrix)

Apakah Matrix itu?

Menurut pengetahuan yang ada setakat ini,Matrix bermaksud ruang.Ruang di mana entiti dapat berdiri dan wujud.Ruang dimana entiti dapat menjalankan aktivitinya.Ruang di mana entiti hidup atau berdiam diri.Ruang ini terdiri daripada kod-kod yang terbina di dalam strukturnya.

Ada berapa banyak Matrix yang ada?

Bagi entiti yang wujud di dalam Matrix,ia berjumlah infiniti;tidak terkira banyaknya.Di luar Matrix,tiada Matrix.

Telah dijelaskan sebelum ini,Matrix adalah sebuah program.Ia terdiri dari kod-kod yang diekstrak dari memori yang bersumber dari The Source.Memori ini bertempat di dalam satu Matrix lain yang disebut ‘Mainframe’.

Entiti berada di dalam Matrix.Entiti hanya mengenal realitinya berdasarkan Matrix yang ia wujud di dalamnya.Matrix adalah ruang di sekelingnya.

“The Matrix is everywhere. It is all around us, even now in this very room. You can see it when you look out your window or when you turn on your television. You can feel it when you go to work…” (Morpheus -The Matrix)

Entiti tidak dapat mengalami Matrix yang lain,selain Matrix yang diketahuinya,kecuali dengan cara yang lain,cara yang tertentu.Entiti yang mengikut protokol Matrixnya sahaja akan selamanya akan terkongkong dalam Matrixnya sahaja.

“Di antara bukti-bukti kekuasaan Allah yang luar biasa ialah dapat menghijab engkau daripada melihat kepada-Nya dengan hijab yang tiada wujudnya (yakni bayang-bayang hijab) di sisi Allah”. (Hikam)

Entiti yang wujud di dalam Matrix hanya merasakan Matrixnya sahaja yang realiti.Entiti tadi dapat merasakan keberadaan Matrix berdasarkan deria-derianya.Berdasarkan protokol Matrix,deria-deria adalah alat (tool/device) berfungsi untuk menjelaskan kewujudan Matrix.

Matrix terdiri daripada protokol-protokol tertentu.Matrix juga mempunyai format yang telah disetkan.Sebagai contoh,program A yang terdapat di dalam Matrix B dan Matrix C.Katakan di dalam Matrix B,program A mempunyai warna merah manakala di dalam Matrix C,program A disetkan berwarna biru.Ini adalah program yang sama tetapi di dalam Matrix yang berbeza.’Programmer’ juga boleh membuatkan Matrix C tadi tiada memiliki program A,boleh jadi program itu telah dipadamkan (delete).

And why would a program be deleted?” (Neo -Matrix Reloaded)

Deria bertindak sebagai dekoder kepada kode-kode di dalam Matrix.Setiap deria yang berbeda peranannya akan mengekstrak seterusnya mendkodekan kode-kode yang bersimpang-siur di dalam trafik dan membuahkan hasilnya yang berbeda.Sebagai contoh,seseorang yang berhadapan dengan sebuah radio.Deria matanya akan dapat mengkodekan cahaya (kode) dan telinganya dapat mengkodekan gelombang bunyi(juga mewakili kode).Rahsianya ialah,mata tidak dapat mengkodekan kode-kod ependengaran,telinga tidak dapat mengkodekan kode-kode penglihatan.

Kode-kod emengalir dan bersimpang-siur di dalam Matrix dengan kelajuan melebihi kelajuan cahaya yang standard.Kode-kode bergerak dan berfungsi mengikut protokol dan format yang telah ditetapkan.Keadaan ini dinamakan PERATURAN (rules).

Masalah ini dapat difahami dengan lebih jelas jika kita memandang Matrix itu sebagai sebuah permainan komputer.

Matrix Sebagai Permainan Komputer

“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau…” (surah Muhammad ayat 36)

Kita ambil contoh permainan Counter Strike (CS) yang dikeluarkan oleh Sierra Entertainment.Contoh ini diambil kerana mempunyai ciri-ciri realiti maya (virtual reality).Sesebuah Peraturan adalah panduan kepada sesuatu program berfungsi.Dalam konteks Matrix,Peraturan adalah ‘bahasa pengaturcaraan-terbina dalam’ (built-in programming language) yang mengarahkan ia bergerakbalas mengikut arahan dari Peraturan.

Di dalam CS,ia dibina dengan Peraturan tertentu.Kita ambil contoh pergerakan ‘terrorist’ dan ‘counter-terrorist’ di dalam CS adalah tidak terapung-rapung dan stabil di atas permukaan bumi.Peraturan ini dinamakan ‘sv_gravity’.'Mp_time limit’ adalah Peraturan untuk masa bermain.Penglihatan karakter juga disetkan dalam Peraturan ‘gl_zmax’.Semua kod Peraturan ini dinamakan ‘cvarlist’ di mana dapat diakses melalui konsol.Peraturan sebagai kesimpulannya adalah satu set protokol dan format,berfungsi sebagai panduan sesuatu program terlaksana (execution).Dalam disiplin tasawuf,ini dinamakan ‘sunnatullah’.

Peraturan adalah terlampau banyak,bergantung kepada keperluan di dalam sesuatu Matrix.Sunnatullah adalah istilah untuk Peraturan ini dalam definisi realiti.Sunnatullah terbahagi kepada dua kategori,hukum Fizik dan hukum kehidupan.Hukum Fizik merujuk kepada set-set Peraturan yang mencakupi bagaimana elemen-elemen fizik mempengaruhi antara satu sama lain.Contohnya Tekanan (pressure) dipengaruhi oleh Daya (force) dan Luas Permukaan (area).Sama juga seperti halaju,pecutan,momentum,ketumpatan,graviti dan lain-lain.Ini adalah Peraturan untuk alam fizikal kita.

This is a sparring program, similar to the programmed reality of the Matrix. It has the same basic rules, rules like gravity. What you must learn is that these rules are no different that the rules of a computer system. Some of them can be bent. Others can be broken. Understand?” (Morpheus -The Matrix)

Kategori kedua lebih menjurus kepada terma falsafah.Peraturan yang penting dan paling popular dalam kategori ini adalah Hukum Sebab dan Akibat.

You see, there is only one constant, one universal, it is the only real truth: causality. Action. Reaction. Cause and effect” (Merovingian -Matrix Reloaded)

Pembalasan,karma,kesedihan,sakit,tua,miskin dan kaya,kejahatan dan kebaikan,lahir dan mati adalah di antara terma-terma di dalam kategori ini.Perubahan di dalam sesuatu Peraturan adalah sesuatu yang luar biasa pada pandangan entiti di dalam Matrix.Soalannya sekarang,

Adakah Peraturan dapat diubah?

Ini adalah soalan yang menarik.Matrix sebagaimana pengetahuan sebelum ini adalah konsep yang mempunyai kelemahan,memerlukan keseimbangan,berdiri di atas relatif-relatif dan sebagainya menunjukkan IA BOLEH DIUBAH.Semua program boleh diubah (edit/modify) termasuk Matrix.Apa-apa yang bersifat program adalah bersifat sementara,akan musnah,tidak kekal dan boleh bertambah berkurang.SELAIN PROGRAM,ADALAH KEABADIAN.

“Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan” (Ar-Rahman ayat 27)

Asalkan program,ia boleh diubah.Tetapi kuasa mengeditnya adalah di tangan ‘The Architect’ malahan ‘programmer-programmer’ yang ditugaskan untuk mengawal program juga tidak mampu mengubah kod-kod program tanpa kebenaran ‘admin’.'Server’ (pelayan) di ‘Mainframe’ tidak dapat dilog masuk (log in) jika tidak mempunyai kata laluan (password) yang khas bagi tujuan ‘editing’.

Bagaimana Peraturan dapat diubah?

Peraturan dapat diubah dengan memadam,menambah atau menggantikan ‘coding’ di dalam aturcara program.Sekira program itu adalah sebuah laman web yang terpapar di browser,maka kandungan laman web tadi dapat diedit dengan menggunakan kode  HTML.

“Watch – you see, I have sent her dessert, a very special dessert.I wrote it myself. It starts so simply, each line of the program creating a new effect, just like poetry” (Merovingian -Matrix Reloaded)

Program diubah melalui proses pengubahsuaian (editing) pada baris-baris aturcara (line) iaitu ‘skrip’ di dalam program.Pengubahsuaian ini dilakukan pada fail-fail Peraturan,yang sesetengahnya berada di dalam ‘driver’ yang menghubungkan perkakasan (hardware) dengan perisian (software).Proses ini perlu melalui banyak tapisan,antaranya ‘encryption’.Tidak semudah itu untuk menulis program apatah lagi untuk mengubahnya.Semuanya telah di’encryption.Hanya ‘programmer’ yang dibenarkan sahaja boleh membaca kode-kode ini.Tetapi sesetengah entiti dapat membacanya.Ini adalah kes yang lain.

Dalam contoh CS,Peraturan permainan dapat diubah dengan menukar parameter Peraturan,sebagai contoh untuk menukar kadar graviti,kita boleh memanfaatkan kode Peraturan ‘sv_gravity’ tadi.Karakter akan melompat tinggi dan seakan terbang di antara bangunan dan rumah.Jika kadar graviti diubah kepada kadar yang lebih tinggi,semua karakter akan melekat ke bumi dan tidak boleh bergerak langsung.Enjin permainan lain seperti Max Paine menggunakan kode ‘jump30′.Ini dinamakan ‘cheatcode’.Ia biasa digunakan dalam definisi lebih besar dalam kerja-kerja ‘hacking’ (godam).


Penggodam (hacker) permainan yang lebih maju menggunakan ‘cheatcode’ tertentu untuk mengubah markah (point) dalam permainan dalam talian (online) seperti Ragnarok Online.Dalam CS,jumlah wang untuk membeli senjata,jenis senjata,kadar pergerakan sehingga rupa dan warna pakaian karekter pun dapat diubah dengan mengaktifkan ‘cheatcode’ tadi.Ini dinamakan ‘cheatmode’.Permainan-permainan yang tidak dapat diubah melalui ‘real-time editing’ (biasanya menggunakan konsol),proses ‘cheat’ dapat dilakukan dengan mengakses ke dalam fail tertentu dan mengubah arahan-arahan di dalamnya dengan menggunakan perisian ‘word editor’ yang khas.Sekadar fakta menarik,dengan menaipkan ‘god’ sebagai ‘cheatcode’ di dalam permainan Halflife,karakter di dalamnya tidak akan mati,boleh terbang ke sana sini,halimunan dan persenjataannya tidak akan kehabisan.

“He’s doing his Superman thing” (Link -Matrix Reloaded)

Programmer’ yang mendapat kebenaran menggunakan kod akan memulakan tugas mengedit Peraturan.Ini dinamakan ARAHAN.’Programmer’ tidak dapat menulis program baru tanpa mendapat Arahan dari ‘The Programmer’.Jangan keliru,perlu diingat,’programmer’ juga adalah sebuah program dan mereka juga terdiri dari set-set arahan tertentu.Terdapat satu rahsia di sini.

Semua program yang ditulis,sama ada yang tetap atau diubah adalah bergantung kepada satu spesifikasi yang telah ditetapkan oleh ‘The Programmer’.Spesifisikasi (spec) ini dinamakan Perancangan atau Plan.

“Dan Aku pun membuat perancangan pula dengan sebenar-benarnya” (At-Thariq ayat 16)

ini membuka satu istilah yang penting dalam disiplin Tasawuf:Takdir.

Adakah ia berkaitan dengan Matrix?

Secara keseluruhannya,ya.Tetapi takdir adalah persoalan lain yang agak falsafah.Perbahasan di sini berkisar kepada soalan ‘Apakah Matrix itu’
(persoalan takdir akan dibincangkan di bawah silibus yang lain)

Kesemua Peraturan dan Arahan akan membentuk definisi yang lebih besar,disebut Sistem.

is a system, “The Matrix Neo” (Morpheus -The Matrix)

Sistem mengandungi berinfiniti Peraturan dan Arahan yang berkombinasi antara mereka untuk membentuk keseimbangan (balance).

“Your life is the sum of a remainder of an unbalanced equation inherent to the programming of the Matrix” (The Architect -Matrix Reloaded)

Keseimbangan memerlukan dua keadaan yang bertentangan.Tanpanya sistem akan runtuh.Polariti adalah asas keseimbangan.

“He is you, your opposite, your negative, the result of the equation trying to balance itself out”
(Oracle -Matrix Revolution)

Matter dan antimatter,yin dan yang,positif dan negatif,lelaki dan perempuan,siang dan malam dan sebagainya adalah polariti yang berfungsi untuk mengekalkan keseimbangan dalam sesuatu Sistem.Matematik juga dibina dengan cara ini.

“dan yang genap dan yang ganjil” (AlFajr ayat 3)

Terdapat rahsia di sini.

Sistem dibina dengan menggunakan polariti.Tujuannya untuk mencipta keseimbangan.Tanpa keseimbangan tiadalah Sistem.Sistem akan runtuh dan musnah begitu sahaja.Ini adalah bukti KELEMAHAN Matrix.Ia tidak abadi.Ia bersifat sementara dan akan musnah.Sisi yang lain memerlukan sisi yang lain.Tanpa sisi yang lain,Sistem tidak wujud.Yang kekal adalah diluar polariti;Tunggal

“Sesungguhnya Allah itu witir (esa/ganjil) dan suka pada yang ganjil”
(Hadits Hasan diriwayatkan oleh Abu Daud dan Turmudzi)

Polariti berasaskan konsep dualisme.Dua entiti yang mempengaruhi di antara satu sama lain.Kerohanian Cina menamakan konsep ini Yin dan Yang.Satu akan dipasangkan dengan satu yang lain.Jadi,semuanya diciptakan berpasang-pasangan.Dalam teks Judeo-Kristian terdapat frasa Alpha Omega.Dewa-dewa Hindu terutama dalam Trimurthi juga dipasangkan dengan pasangan masing-masing bagi mencapai konsep keseimbangan dalam esoterik Hindu.Ini semua menjelaskan konsep berpasang-pasangan.

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (Yasin ayat 36)

“Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan (Zukhruf ayat 12)

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (Adz Dzaariyaat ayat 49)

“dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,” (An Naba’ ayat 8)

Sesuatu selain Allah s.w.t adalah bersifat berpasang-pasangan;menunjukkan aspek kelemahannya.Allah adalah Maha Tunggal dan tidak bergantung kepada konsep kesimbangan.Dia sedia ada Maha Kuat dan Teguh,keseimbangan tidak relevan kepada-Nya.Keseimbangan hanya diperlukan oleh makhluk yang diciptakannya,demi meneruskan perjuangan (survival) kewujudannya.

————————————————————————————-
*Terminologi*


Trafik

Merupakan jumlah muatan data yang ada pada sesuatu komunikasi di mana terjadi interaksi antara ‘server/provider’ dengan pengguna (user).Kod-kod yang merupakan data akan bergerak teramat laju di dalam Matrix mengikut kehendak ‘The Architect’.'Programmer’ menggunakan trafik dalam menjalankan tugas-tugas yang tertentu.Data-data di dalam trafik adakalanya dienkripsi (encyption) di mana para ‘programmer’ perlu meminta kebenaran ‘admin’ untuk membaca (decryption) data-data terbabit.Dalam dunia rangkaian (networking),para admin dan ‘hacker’ (penggodam) menggunakan perisian khas seperti Netcat dan Nmap untuk menapis dan memerangkap data di dalam trafik.Kaedah ini disebut ‘sniffing’.Di dalam Matrix,trafik ini tidak dapat dilihat dan dirasa kewujudannya oleh entiti yang berada di dalamnya melainkan setelah dibuat kajian mengenainya.Bidang sains yang mengkaji perkara ini adalah Sains Fizik dalam cabang Mekanik Kuantum.

Admin

Iaitu salah satu sifat atau peranan The Architect.Admin akan mengawal,memantau,menyelia dan menyenggara sistem yang terdapat di dalam Matrix.Aktiviti-aktiviti seperti mengakses,ubahsuai (editing),membaca data di trafik,pemasangan (installation),pemadaman (deletion) dan sebagainya hendaklah mendapat keizinan dari admin.Ini dilakukan dengan log masuk (log in) ke dalam akaun admin.Dalam hakikat sebenar ‘The Architect’lah sebagai admin yang melakukan semua aktiviti itu bukannya para ‘programmer’.

Protokol

Peraturan.Ia digunakan sebagai panduan (guideline) dalam sesuatu fungsi tertentu.Contohnya dalam dunia perkomputeran,protokol SNMP (Simple Network Management Protocol) adalah protokol yang direkabentuk untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk menyelia rangkaian komputernya dari jarak jauh.Protokol biasa untuk sistem rangkaian adalah TCP/IP di mana Internet turut juga menggunakan protokol ini.Para penggodam (hacker) selalu menggunakan protokol UDP untuk menerima paket-paket data dari Trojan Horse mereka.Peralatan (hacking tool) menggodam seperti Subseven dan Netbus adakalanya dapat bertukar-tukar protokol untuk mengelirukan sistem.

Format

Rekabentuk,stail kandungan atau setup asal.Ia merupakan ciri yang telah dibuat penetapan awal.Ia adalah diset dengan ciri-ciri tertentu.Ia boleh dikembalikan (default) dengan itu ia disebut ‘reformat’.Format juga bermaksud stail kandungan di mana Matrix-Matrix adakalanya di dalam format-format yang berbeza.Entiti yang berlainan format dengan Matrix yang ingin dimasukinya boleh mengakibatkan kehancuran serta-merta.Dalam Fizik Graviti Kuantum bergabung dengan Fizik Nuklear,partikel-partikel dalam ‘string’ tertutup tidak boleh menyeberangi atau menyentuh langsung ‘membran’ yang lain.Dalam bidang Fizik Teori bergabung dengan Mekanik Kuantum,partikel dalam 3 dimensi ruang tidak boleh wujud dalam 4 dimensi ruang atau seterusnya.Jika dipaksakan akan menyebabkan perubahan susunan atom dan mengganggu struktur dalam skala besar.Ia akan termusnah atau ‘ghaib’ begitu sahaja.

Sistem

Terdiri daripada Peraturan dan Arahan.Sistem berdiri berdasarkan konsep Keseimbangan,di mana konsep ini terbina dari polariti-polariti.Kerohanian Cina menyebutnya sebagai Yin dan Yang.Semua Sistem mengandungi elemen-elemen berpasang-pasangan untuk mengekalkannya di dalam Keseimbangan.

———————————————————————————————————

Jadi,apakah sebenarnya Matrix itu?

Matrix adalah perangkap,penjara,kurungan atau apa saja sejenisnya yang membuatkan entiti di dalamnya tidak tahu apa diluarnya.

“What is the Matrix? Control”. (Morpheus -The Matrix)

Jika kita berfikir dengan cara Matrix berfikir,maka kita selamanya akan dikawal oleh Matrix yang kita berdiam di dalamnya.

“Free your mind”. (Morpheus -The Matrix)

Jadi apakah sebenarnya Matrix itu?

Di dalam penjelasan di atas terdapat ‘clue’ yang amat penting.Rahsia yang terpendam di dalam Matrix pembohong ini sekian lama.

Ia adalah ‘Ark of Covenant’ yang menanti untuk dibuka.Sebuah pintu ‘Stargate’ yang menanti untuk dimasuki.

Sudah dapat ‘clue’ itu?

Ok,ini adalah petikan yang mengandungi rahsia itu dari penjelasan di atas:

“Di antara bukti-bukti kekuasaan Allah yang luar biasa ialah dapat menghijab engkau daripada melihat kepada-Nya dengan hijab yang tiada wujudnya (yakni bayang-bayang hijab) di sisi Allah”. (Hikam)

Sudah nampak rahsianya?

Jadi,apakah sebenarnya Matrix itu?

MATRIX  ADALAH  HIJAB.

Oleh: cahayapelangi | Mei 28, 2011

Kesamaan Islam dengan Hindu

by dr. Zakir Abdul Karim Naik

 Hindu dan Islam ternyata memang sama ? Kebanyakan umat Hindu dan umat Islam mungkin juga akan terkejut membaca kalimat tersebut, 

Mungkin tidak seorangpun yang pernah membayangkannya, tidak juga saya sendiri. Hal ini saya dapatkan dalam sebuah ceramah dari Dr. Zakir Naik, seorang ulama perbandingan agama kelas dunia yang berasal dari India, seorang ulama yang terkenal sangat brillian, dimana dalam setiap ceramah ataupun diskusi/debat ilmiah tentang agama, dia selalu dapat menyebuntukan dalil-dalil yang tepat untuk setiap permasalahan yang merujuk pada kitab-kitab suci agama Islam, Yahudi, Kristen, dan Hindu, dimana semuanya dia menyebuntukan secara hapal diluar kepala, dan dilakukan di hadapan masing-masing umat agama-agama tersebut termasuk ulama-ulama dan pendeta-pendetanya.

 dr. Zakir Abdul Karim Naik

 Hal itu tidak mungkin berani ia lakukan kalau memang tidak mempunyai kemampuan untuk memahami dan menghafal masing-masing kitab suci tersebut (meskipun mungkin untuk kitab-kitab selain Al-Qur’an tidak 100% hafal). Itupun mungkin masih ada kitab-kitab agama lain lagi yang juga ia paham dan hafal isinya, misalnya kitab-kitab agama Buddha, yang hal ini belum saya ketahui karena belum pernah melihat ceramahnya atau debat ilmiah religi-nya yang berhubungan dengan agama Buddha, kalau yang berhubungan dengan agama Islam, Kristen, Yahudi, dan Hindu, saya sudah melihatnya sendiri.

Ada satu hal yang menjadi dasar apabila kita ingin untuk mengetahui ajaran dari  suatu agama dengan lebih baik, yaitu dari kitab suci-nya. Ya benar, kitab suci-nya. Hal ini juga membuat saya teringat saat SD dulu pernah diajarkan bahwa syarat sebuah ajaran/kepercayaan dapat dikatakan sebagai agama, adalah adanya kitab suci. Tanpa itu tidak layak sebuah ajaran/kepercayaan dipandang sebagai sebuah  agama.

Orang dapat mengatakan agamanya mengajarkan ini dan itu, bahwa mereka harus mempercayai dan melakukan ini dan itu, tapi jika itu semua ternyata berbeda atau bertentangan dengan apa yang disebuntukan dalam kitab sucinya, maka semua yang dipercayai atau dijalankan itu mungkin saja tidak akan ada gunanya. Karena dalam agama apapun selalu ada (sedikit atau banyak) pengaruh kebudayaan atau bahkan pemikiran/ajaran yang dianggap orang menjadi bagian dari ajaran agama tersebut, tapi ternyata bukan seperti itu yang diajarkan dalam kitab sucinya. Dan ternyata bila kita membaca dan mempelajari suatu agama langsung dari kitab sucinya, kita akan menemui hal-hal yang sangat menarik yang mungkin sangat berbeda dari pemahaman kita semula tentang suatu agama, seperti yang sudah dilakukan dengan sangat baik oleh ulama-ulama besar perbandingan agama seperti Ahmed Deedat dan Zakir Naik, seperti topik utama yang akan kita bahas dalam tulisan ini.

Definisi Hindu

Agama Hindu adalah sebuah agama yang berasal dari daratan India, kemudian baru menyebar ke seluruh dunia. Sesungguhnya kata Hindu memiliki definisi geografis, yaitu orang atau keadaan orang yang menghuni di sekitar sungai Sindu. Menurut ahli sejarah, kata Hindu pertama kali dipergunakan oleh orang Persia ketika pertama datang ke India melalui jalan sebelah barat laut Himalaya. Menurut Encyclopedia of Religion and Ethics vol. 6 ref 699 : kata Hindu tidak ada disebutkan dalam setiap literatur India, bahkan dalam kitab sucinya sendiri sebelum orang Muslim datang ke India.

Menurut Jawaharlal Nehru dalam bukunya : Discovery of India page : 74 – 75 –> kata Hindu pertama kali digunakan pada abad ke-8 pada masa Persia, dan tidak pernah digunakan untuk menerangkan pengikut agama tertentu, tapi untuk menunjukkan suatu komunitas masyarakat. Dan kata Hindu pertama kali digunakan oleh orang Inggris untuk menunjukkan kepercayaan sebagian besar orang India.

Menurut Encyclopedia Britanica vol. 20 Ref. 581 : kata Hindu pertama kali digunakan oleh penulis Inggris pada tahun 1830 untuk menggambarkan keadaan dan kepercayaan orang India. Dan karena berasal dari orang Inggris, maka kata itu sekarang menjadi bahasa Inggris.

Sebenarnya orang Hindu terpelajar keberatan thd penggunaan kata itu, karena menurut mereka itu salah kaprah. Seharusnya nama agama Hindu adalah : Sanata Dharma (agama yang abadi), Vedic Dharma (agama Weda), atau Vedantist (pengikut Weda). Hal ini karena kata Sanata Dharma, Vedic, ataupun Vedantist memang ada tersebut dalam kitab-kitab suci Hindu. Apalagi saat ini agama Hindu sudah menyebar ke seluruh dunia, bukan hanya menjadi kepercayaan yang dianut oleh orang India saja.

Definisi Islam

Islam berasal dari kata bahasa arab “salam” yang artinya “damai”, atau kata “Salim” yang artinya penyerahan diri pada Tuhan. Jadi Islam berarti : kedamaian yang didapat karena penyerahan diri pada Tuhan. Dan semua yang menyerahkan diri kepada Tuhan disebut muslim.

Kata Islam banyak terapat dalam Qur’an dan hadits nabi seperti di QS. Al-Baqarah(2) : 208, sedangkan kata muslim banyak juga terdapat dalam Qur’an dan hadits seperti pada QS. Ali Imran(2) : 64.

Sebenarnya menurut kepercayaan agama Islam sendiri, adalah salah kalau mengatakan Islam adalah sebuah agama yang didirikan atau diciptakan oleh nabi Muhammad. Islam sudah ada sejak dahulu kala, sejak manusia pertama ada di bumi ini. Nabi Muhammad bukanlah pendiri Islam, melainkan penutup para nabi. Jadi, sebelum nabi Muhammad telah ada banyak nabi-nabi yang lain yang juga mengemban amanat Tuhan untuk menyebarkan ajaran agama dari Tuhan.

Konsep Tuhan dalam Hindu

Menurut orang Hindu awam, Tuhan bisa ada 1, 10 ,100, 1000, atau mungkin sejuta. Tapi kalangan Hindu yang terpelajar (umat Hindu yang mempelajari kitab suci dan sejarah Hindu) akan mengatakan bahwa ajaran Hindu hanya percaya pada satu Tuhan(monotheisme/ Tauhid).

Kebanyakan umat Hindu menganut paham Phanteism/Fantaisme (Pancaran), yaitu “Everything is God” (semua adalah Tuhan). Matahari, bulan, bintang, bahkan ular-pun dianggap Tuhan. Sedang umat Islam menganut paham “Everything is God’s” (semuanya milik Tuhan). Pohon, manusia, bumi, bulan, bintang, dll. semua adalah milik Tuhan. Dalam Hindu –> God, dalam Islam –> God’s, perbedaannya hanya pada “’s”. Maka jika umat Hindu dan Islam sepakat pada “’s” ini maka mereka akan bersatu.

Kitab suci Hindu

Kitab Hindu terbagi dalam 2 kategori besar, yaitu : Sruti dan Smriti. Sruti = sesuatu yang diturunkan, yang didengar, yang dirasakan, dan yang dipahami. Inilah yang diakui oleh cendekiawan Hindu sebagai wahyu Tuhan dan derajatnya lebih tinggi dari kitab-kitab lain. Sruti terbagi dua yaitu : Weda dan Upanishad.

Veda diambil dari kata sansekerta “ved” yang artinya : pengetahuan. Jadi Weda artinya : pengetahuan yang sangat mulia.

Veda dibagi menjadi :

  • Rigveda –> inti weda
  • Yajurveda –> tentang mantra
  • Samaveda –> tentang melodi
  • Atharva veda –> formula magis

Veda dianggap paling dijamin keasliannya dan paling di kramatkan, serta dianggap bernilai wahyu dari Tuhan. Usia yang pasti dari kitab ini tidak ada yang tahu, ada bermacam-macam pendapat. Dari yang bilang sudah 1310 juta tahun, sampai ada juga yang mengatakan hanya sekitar 400 tahun saja. Siapa yang menulis, diturunkan pada siapa, kapan pertama kali diturunkan, tidak ada yang tahu.

Kitab “kelas dua” setelah Sriti adalah Smriti. Smriti artinya ingatan. “sm” berarti mengingat. Cendekiawan Hindu mengatakan kitab ini bukan dari Tuhan, tapi buatan manusia sebagai petunjuk hidup sehari-hari. Ada juga kitab itihas – epik, ada 2 epik besar yaitu : Ramayana dan Mahabarata yang mengisahkan tentang peperangan.

Ayat-ayat tentang Tuhan dalam kitab Hindu

Dalam kitab Upanishad :

  • Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1 menyatakan bahwa Tuhan hanya ada satu.
  • Shvetashatara Upanishad Ch. 6 V. 9 menyatakan bahwa Tuhan itu tidak punya ibu dan bapak, Dia tidak punya tuan dan pelindung.
  • Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia
  • Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 menyatakan bahwa Tuhan tidak bisa dilihat. Tidak ada orang yang mampu melihat dengan mata.

Dalam kitab suci Hindu yang paling sering dibaca orang yaitu Bhagavad Gita :

  • Bhagavat Gita Ch. 10 V. 3 menyatakan bahwa Dia tidak dilahirkan, tak ada permulaan, Tuhan seru sekalian alam.

Dalam kitab utama Hindu, Veda :

  • Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yang berhak disembah
  • Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci
  • Yajurveda Ch. 40 V. 9 menyatakan bahwa “Andhatma pravishanti” artinya memasuki, dan “assambhuti” artinya benda/alam seperti api, air, dan udara. Maksudnya mereka yang menyembah benda/alam seperti api, air, udara, telah masuk kedalam kegelapan
  • Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar
  • Pada Rigveda yang dianggap paling suci, pada Rigveda Bk. 1 Hymn 64. V. 46 dinyatakan : Tuhan itu Maha Esa, panggillah Dia dengan berbagai nama. Di Islam juga ada 99 nama untuk Tuhan yang satu.
  • Juga diulangi pada Rigveda Bk. 10 Hymn 114 V. 5 menyatakan Tuhan itu satu tapi Dia disebut dengan nama yang bermacam-macam
  • Pada Rigveda Bk. 2 Hymn 1 menyatakan bahwa ada 33 nama yang ditujukan pada Tuhan, diantaranya :

-        Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3 : Brahama (pencipta), bahasa arabnya Choliq. Umat muslim tidak keberatan kalau Allah dipanggil dengan Khalik atau Creator, atau Brahama. Tapi kalau orang menyebuntukan Brahama itu adalah Tuhan yang berkepala 4 dengan mahkota, umat muslim sangat tidak setuju.

-        Shvetashvatara Upanishad Ch. 4 V. 19 menyatakan tidak ada satu makhlukpun yang menyerupai Tuhan.

-        Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3 : Vishnu (Wishnu) artinya Sustainer (pemelihara alam), yang memberi rizki. Bahasa arabnya adalah “Rabb”. Orang muslim tidak keberatan Allah disebut Rabb, Vishnu, Sustainer, Cheriser. Yang jadi masalah adalah Vishnu adalah Tuhan yang punya 4 tangan, tiap tangan memegang cakra, tangan kirinya memegang rumah kerang, menaiki seekor burung garuda sambil bersandar pada gulungan ular. Umat muslim tidak bisa menerima itu.

-        Apalagi Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan

-        Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebuntukan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yang satu

-        Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebuntukan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”

-        Dalam Brahama Sutra disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yang kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.

-        Konsep Tuhan menurut Islam

Jawaban terbaik umat Islam tentang Konsep Tuhan adalah apa yang terdapat pada QS. Al-Ikhlas (112) : 1 – 4 :

  • Ayat 1 : Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa”
  • Ayat 2 : Allah tempat meminta segala sesuatu
  • Ayat 3 : Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
  • Ayat 4 : dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.

Ternyata ayat-ayat dalam kitab-kitab Hindu yang disebut diatas tadi mempunyai kecocokan dengan apa yang tertulis dalam surat Al-Ikhlas, seperti sebagai berikut :

  • QS. Al-Ikhlas (112) : 1 = Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1 –> Tuhan hanya satu.
  • QS. Al-Ikhlas (112) : 2 = Bhagavat Gita Ch. 10 V. 3 –> Dia adalah Tuhan semesta alam
  • QS. Al-Ikhlas (112) : 3 = Shvetashatara Upanishad Ch. 6 V. 9 –> Tuhan tidak punya bapak dan ibu
  • QS. Al-Ikhlas (112) : 4 = Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 dan Yajurveda Ch. 32 V. 3 –> tidak ada yang menyerupai Tuhan

Ayat-ayat dalam QS. Al-Ikhlas dalam Al-Qur’an dan ayat-ayat dalam kitab-kitab Hindu tadi adalah merupakan batu ujian terhadap keimanan. Jika ada yang mengatakan bahwa dia atau sesuatu itu Tuhan, masukkan pada ayat-ayat dari Qur’an dan kitab-kitab Hindu tadi, bila lulus, maka dia atau sesuatu itu benar adalah Tuhan, tapi kalau gagal maka dia/sesuatu itu bukanlah Tuhan.

Sebagai contoh :

Ada “sebagian” umat Hindu yang menyatakan bahwa Bhagwan Rajneesh adalah Tuhan. Dalam kitab suci Hindu memang tidak ada satupun yang menyatakan dia adalah Tuhan, tapi ada orang-orang yang menyatakan dia sebagai Tuhan. Untuk mengetahui seseorang/sesuatu adalah Tuhan, masukkan dalam ayat-ayat tadi, kalau lulus, dia benar Tuhan, kalau tidak berarti dia “Tuhan palsu”.

Al-Ikhlas ayat 1 : dia unik/hanya satu-satunya? Tidak. Masih banyak orang lain yang mengaku sebagai Tuhan. Banyak orang juga menjalani kehidupan seperti dia : makan, minum, tidur, berbicara, dll.

Al-Ikhlas ayat 2 : dia mutlak dan abadi? Tidak. Dia penderita asma, penyakit gula, dan nyeri punggung kronis. Tuhan penyakitan? Dan pada akhirnya dia juga mati seperti manusia lainnya. Tuhan mati?

Al-Ikhlas ayat 3 : dia tidak dilahirkan dan tidak punya ayah-ibu? Dia lahir di India dan punya ayah-ibu. Tahun 1981 dia pergi ke Amerika dan melakukan ribuan kunjungan di Amerika, kemudian membangun sebuah kota di daerah Oregon yang bernama Rajneesh furm. Tapi kemudian dia ditangkap di Amerika dan pemerintah Amerika menaruhnya di Furmbash. Dan dia mengaku sebagai Tuhan di Amerika. Dan orang yang mengaku Tuhan itu minta rokok ketika di penjara. Tuhan dipenjara? Tuhan minta rokok? Setelah dia kembali ke India, di kota Puna dia kembali membuat markas yang dikenal sebagai masyarakat Osho. Di sana ada sebuah prasasti bertuliskan “Rajneesh tidak pernah lahir dan tidak pernah mati, pernah singgah di planet bumi pada tgl 11 des 1991 s/d 19 jan 1990”. Tapi mungkin mereka lupa mencantumkan kalau ia pernah tidak diijinkan masuk ke 21 negara karena tidak punya visa. Tuhan yang menciptakan dunia harus mengemis visa untuk masuk ke Negara-negara yang terdapat dalam bumi yang telah diciptakan-Nya ?

Al-Ikhlas ayat 4 : tidak ada makhluk yang menyerupai Tuhan. Jadi apapun dan siapapun di jagat raya ini yang dibandingkan dengan Tuhan, maka dia bukanlah Tuhan. Rajneesh adalah manusia yang sama dengan manusia lain. Makhluk apapun di alam semesta ini tidak ada yang akan lolos dari ayat ini untuk dapat dinyatakan sebagai Tuhan.

Orang Islam memanggil Tuhannya dengan nama “Allah”. Sekalipun kata “Allah” secara umum bisa diartikan sebagai Tuhan, tapi nama ini adalah nama yang unik, benar-benar menyatakan ke-esa-an Tuhan, tidak bisa seperti kata “God” dalam bahasa Inggris yang bisa jadi Gods, Godes, God father, God mother, dll. yang tidak dapat digunakan untuk meyatakan ke-esa-an Tuhan. Bahkan kalau dalam bahasa Indonesia kita mengenal dua kata yang berbeda untuk “Tuhan” dan “Dewa”, maka kata “God” dalam bahasa Inggris tidak bisa membedakannya. Misalnya kata “God of gambler” bukan diartikan sebagai Tuhannya penjudi, tapi diartikan sebagai Dewa Judi.

Konsep kehidupan dan kematian dalam Hindu

Umumnya umat Hindu percaya apa yang dinamakan “Samsara”, yaitu perputaran kelahiran dan kematian berulang kali, yang dikenal dengan nama “Reinkarnasi”. Yaitu orang yang sudah mati rohnya akan berpindah pada sosok lain yang akan lahir kembali di dunia. Bila amalannya baik, maka ia akan terlahir kembali dengan kehidupan yang lebih baik, tapi bila amalannya jelek ia akan terlahir kembali dengan kehidupan yang buruk atau menjadi makhluk yang lebih rendah derajatnya. Begitulah terjadi berulang kali. Mereka mengatakan konsep Samsara inilah yang dapat menjawab mengapa ada orang yang lahir cacat dan miskin. Sebab untuk apa Tuhan menciptakan orang cacat dan orang miskin di dunia ini? Begitulah kepercayaan umum kebanyakan umat Hindu.

Akan tetapi ternyata hal ini tidak terdapat dalam Weda. Yang disebuntukan Weda hanya “Punarjanam” atau hidup berikutnya atau hidup lagi, tapi bukan perputaran hidup-mati. Para cendekiawan Hindu mengatakan bahwa tidak pernah ada konsep perpindahan roh/ reinkarnasi dalam Weda.

  • Rigveda Bk. 10 Hymn 16 V. 4 – 5 berbicara mengenai kehidupan sesudah mati, bukan perputaran hidup-mati.
  • Dalam Weda juga terdapat konsep surga dan neraka yang mirip dengan konsep dalam Islam. Surga digambarkan sebagai tempat yang sangat indah, banyak mengalir sungai susu, buah-buahan bermacam-macam, tempatnya indah, dll. Neraka juga digambarkan mrip dengan konsep dalam Islam, dimana neraka digambarkan dengan gambaran api, dimana di neraka orang akan mengalami penderitaan.

Konsep kehidupan dan kematian dalam Islam

Terdapat beberapa ayat yang dapat jadi acuan :

  • QS. Al-Baqarah(2) : 28 menyebuntukan bahwa manusia pada awalnya adalah mati, kemudian dihidupkan oleh Allah, lalu akan mati dan dibangkitkan kembali.
  • QS. Al-Mulk(67) : 2 menyebuntukan bahwa Allah yang menciptakan hidup untuk jadi batu ujian. Hidup ini adalah ujian untuk kesuksesan di akhirat.
  • QS. Ali-Imran (3) : 185 menyebuntukan bahwa setiap jiwa akan merasakan mati, pada hari akhir akan diperhitungkan semua amalan manusia. Orang2x yang selamat dari siksa api neraka dan memasuki surga, di sana mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan di dunia, dunia ini hanyalah berisi permainan dan tipuan belaka.
  • QS. Al-Baqarah (2) : 24 isinya menjelaskan tentang neraka.

Dalam konsep Islam, manusia lahir ada yang kaya, miskin, sehat, cacat, semua adalah ujian bagi manusia. Dan karena ujian yang berbeda-beda itulah kehidupan bisa berlangsung.

Minuman keras dalam Hindu dan Islam

QS. Al-Maidah(5) : 90 menyebuntukan larangan terhadap minuman keras, judi, menyembah berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syaitan. Dan menyuruh menjauhi perbuatan itu agar mendapat keberuntungan.

Dalam Hindu ternyata juga ada konsep yang serupa :

  • Minuman keras dilarang dalam kitab2x Hindu : Manusmriti Ch. 9 V. 235, Manusmriti Ch. 11 V. 55, Rigveda Bk. 8 Hymn 2 V. 12, dan banyak lagi bagian yang lain
  • Judi dilarang dalam kitab Weda, misalnya : Rigveda Bk. 10 Hymn 34 V. 3
  • Mengundi nasib dengan bermain dadu dilarang, mis : Rigveda Bk. 10 Hymn 34 V. 13
  • Hal2x yang berhubungan dengan meramal adalah dosa, mis : Manusmriti Ch. 9 V. 258

Poligami dalam Hindu dan Islam

Telah dikenal secara luas bahwa dalam Islam terdapat konsep poligami. Masalah yang belakangan sempat jadi isu kontroversial dengan pendapat yang pro dan kontra. Secara umum pula banyak orang (di dalam ataupun di luar Islam) telah menganggap bahwa konsep poligami hanya ada di agama Islam. Tentang topik ini lebih lengkap anda bisa membaca tulisan saya tentang Poligami.

Di Islam konsep Poligami terdapat dalam surat An-Nisa’ ayat 3. Bagaimana dalam Hindu? Adakah disebuntukan tentang poligami? Beberapa yang hal dapat dijadikan acuan adalah :

  • Vishnusutra Ch. 24 V. 1 menyebuntukan kalau ayahanda Sri Rama punya 4 istri
  • Mahabarata Anushasana Parva Sec. 15 menyebuntukan Krisna punya 16100 istri
  • Jika dianalisa, orang Hindu boleh mempunyai istri berapapun ia mau, hanya pemerintah India saja yang membatasi dengan mengeluarkan undang2x perkawinan pd th 1956 bahwa orang Hindu hanya boleh menikah dengan 1 istri, sedangkan kitab sucinya membolehkan sesukanya.
  • Dalam data pemerintah India, terdapat data poligami dari seluruh penduduk India, bahwa dalam kurun waktu 10 tahun dari tahun 1961 – 1971 orang muslim yang berpoligami sebanyak 4.31% dari jumlah komunitasnya, sedangkan orang Hindu yang poligami adalah sebanyak 5.06% dari jumlah komunitasnya.

Jihad dalam Hindu dan Islam

  • Hindu juga punya konsep Jihad yang sama dengan Islam yaitu berjuang/berperang melawan kebathilan, seperti pada : Bhagavat Gita 2 : 50 ketika Krisna menyuruh Arjuna untuk berjihad, “Berjihadlah engkau demi memperoleh “Yoga” (syahid). Jihad itu demi kebaikan kamu, Jihadlah!
  • Kalau di Al-Qur’an terdapat kisah2x tentang perang, Kitab Mahabarata adalah kitab yang berisi peperangan antara Pandawa dan Kurawa. Kitab setebal ribuan halaman itu isinya hanya kisah peperangan.
  • Bhagavat Gita –> adalah berisi nasihat Sri Krisna kepada Arjuna di medan pertempuran
  • Bhagavat Gita Ch.1 V. 42-46 –> Arjuna berkata pada Sri Krisna kalau ia lebih baik mati tak bersenjata tanpa perang daripada harus membunuh saudara sepupu  (Kurawa)
  • Bhagavat GitaCh. 2 : 2 –> Krisna berkata, “Oh Arjuna kenapa pikiran kotor itu bisa masuk ke dalam benakmu? Kalau engkau enggan berperang, engkau tidak akan masuk surga, kenapa engkau berkata seperti itu, itu bisa melemahkan hatimu.”
  • Bhagavat Gita Ch. 2 : V.31-33 –> Hai Arjuna, kamu ini satria, kamu harus berperang. Dengan begitu engkau akan masuk surga, mereka tidak.

Rukun Islam dalam Hindu

Hadits Bukhari Vol 1 kitab Iman hadits no 8 menyatakan : Islam itu terdiri atas 5 tiang : Syahadat, Sholat, puasa, zakat, haji.

  • Syahadat –> kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah (konsep Tuhan yang Esa) dan Muhammad adalah utusan Allah. Di atas sudah dibuktikan bahwa konsep Tuhan yang Esa memang ada dalam Hindu. Dan tentang Muhammad adalah utusan Tuhan juga sudah pernah kita bahas di tulisan “Muhammad adalah nabi umat Hindu?”
  • Sholat –> kegiatan utama dlm sholat adalah bersujud, seperti terdapat pada : QS. Ali-Imron(3) : 43 dan QS. Al-Hajj(22) : 77. Dalam Hindu ada banyak bentuk peribadatan, salah satunya disebut “Shastang” yang artinya menyembah dengan 8 anggota badan. Bila kita perhatikan sujud juga dilakukan dengan 8 anggota badan, yaitu : dahi, hidung, 2 telapak tangan, 2 lutut, dan 2 kaki. Jadi dalam Hindu juga ada konsep beribadah dengan bersujud seperti dalam sholat.
  • Zakat –> Rigveda Bk. 10 Hymn 117 ayat 5 menjelaskan tentang berderma.
  • Puasa –> Manusmriti Ch. 4 ayat 222 dan Manusmriti Ch. 6 ayat 24 menyebuntukan tentang puasa
  • Rigveda Bk. 3 Hymn 29 ayat 4 menyebuntukan tentang “Ilaspad” yang artinya adalah juga baitullah. Dan juga dikatakan berada ditengah2x dunia “prathvi”. Dan kita tahu letak Mekkah ada ditengah dunia pada daerah garis Katulistiwa. Hal yang sama Juga disebut pada Rigveda Bk. 1 Hymn 128 V. 1

Jadi ternyata dalam Hindu juga terdapat konsep yang mirip dengan Rukun Islam.

Kembali ke ajaran kitab suci

Sumber referensi pada akhir ceramahnya menyampaikan suatu hal yang sangat menarik tentang ajakan untuk kembali ke kitab suci sebagai dasar utama ajaran agama. Karena hanya dengan kembali ke kitab suci-lah seseorang dapat menemukan esensi sebenarnya dari ajaran agamanya yang mungkin saja tidak pernah diketahuinya karena minimnya akses umat ke kitab suci, dan selama ini hanya menerima saja apa yang diberikan oleh pemimpin agama mereka. Masalahnya adalah banyaknya para pemuka agama yang melarang umatnya untuk membaca kitab suci, membuat terhalangnya umat untuk memahami kitab sucinya.

Islam yang tidak mengenal konsep kependetaan sebagai perantara antara umat dan Tuhannya dapat menjadi contoh yang bagus dimana justru dengan tidak adanya konsep kependetaan itu membuat  umat Islam mempunyai akses terhadap kitab sucinya jauh lebih besar dibandingkan  umat2x agama lainnya.

Ia juga berpendapat, seperti umat Islam yang tetap menjaga bahasa arab dalam Al-Qur’an, seharusnya umat Hindu juga menghidupkan lagi bahasa Sansekerta sebagai alat untuk memahami kitab  sucinya, karena seperti yang sudah sering berhasil ia buktikan dalam berbagai diskusi agama, sebuah kitab suci akan lebih dapat dipahami dengan benar apabila ia dibaca dan dipahami melalui bahasa aslinya. Ia mengatakan, Jika orang Hindu memahami kitab sucinya dengan baik, mereka akan menemukan bahwa kitab suci Hindu dan Islam sama berbicara tentang Tuhan yang satu, mereka akan punya misi yang sama seperti yang dikatakan oleh nabi Muhammad, dan mereka akan percaya adanya kehidupan setelah kematian.

Beberapa pertanyaan yang mungkin timbul dari apa yang dipaparkan di atas tadi adalah :

Kalau ternyata banyak ajaran yang sama antara Hindu dan Islam, apakah itu berarti bahwa umat Hindu juga bisa disebut Ahlul Kitab?

Jawaban ini mungkin bisa mewakili :

Berinteraksi dengan jiwa toleran dalam setiap bentuk aktivitas, tidak harus membuang prinsip hidup (beragama) yang kita yakini. Kehidupan yang toleran justru akan menguatkan prinsip hidup (keagamaan) yang kita yakini. Segalanya menjadi jelas dan tegas tatkala kita meletakkan sikap mengerti dan memahami terhadap apapun yang nyata berbeda dengan prinsip yang kita yakini. Kita bebas dengan keyakinan kita, sedangkan pihak yang berbeda (yang memusuhi sekalipun) kita bebaskan terhadap sikap dan keyakinannya.

 

Dialog disertai deklarasi tegas dan sikap toleran telah dicontohkan oleh Rasulullah dalam Q.S. 109: “Wahai orang yang berbeda prinsip (yang menentang). Aku tidak akan mengabdi kepada apa yang menjadi pengabdianmu. Dan kamu juga tidak harus mengabdi kepada apa yang menjadi pengabdianku. Dan sekali-kali aku tidak akan menjadi pengabdi pengabdianmu. Juga kamu tidak mungkin mengabdi di pengabdianku. Agamamu untukmu. Dan agamaku untukku.”

 

Prinsip yang telah dibela oleh Rasulullah sangat jelas, dengan sentuhan deklarasi yang tegas. Sedangkan prinsip yang harus dipegang oleh mereka yang berbeda (penentangnya) juga dijelaskan dengan tegas. Namun diiringi dengan sikap toleransi yang sangat tinggi: Kamu pada prinsipmu dan aku pada prinsipku. Yakni sepakat untuk berbeda.

Dalam ajaran Islam jelas menyatakan bahwa pada masa sebelum Al-Qur’an dan nabi Muhammad, sudah terdapat ajaran dan kitab2x suci dari Tuhan, tetapi setelah nabi Muhammad dan Al-Qur’an muncul, itulah versi terakhir dan terlengkap untuk menyempurnakan semua ajaran2x Tuhan yang telah diturunkan sebelumnya.

Lantas kalau agama Hindu itu memiliki banyak kesamaan dengan Islam, apakah kita setuju dengan pendapat bahwa semua agama adalah sama? Beberapa hal berikut bisa menjadi pertimbangan :

  • Kalau semua agama sama, tidak akan ada orang yang berdakwah untuk agamanya. Bahkan semua orang tidak akan keberatan untuk berpindah agama sebulan sekali misalnya. Tapi kenyataannya tidak mudah bagi seseorang untuk berpindah agama, termasuk mereka yang sering berteriak menyatakan bahwa semua agama adalah sama. Hanya mereka yang benar2x telah menemukan alasan yang benar2x kuat secara pribadi-lah yang mampu melakukannya.
  • Mengatakan semua agama sama adalah seperti menanyakan 2+2 = berapa? apakah 2, 3, atau 4?, lalu ada orang yang menjawab bahwa semuanya benar. Hal ini tentu saja tidak benar. Dari sekian banyak agama pasti ada yang 100% firman Tuhan. Tidak masalah mana yang seorang percayai kalau ia yakin pilihannya adalah 100% benar, karena itu adalah haknya. Tapi karena perbedaan itu pasti ada, cara terbaik mengetahui mana yang paling baik dan paling benar, adalah dengan mengumpulkan semua kitab suci agama2x dan mempelajarinya, kemudian memilih yang paling baik dan paling benar diantaranya.
  • Maka kalau kita ingin mengetahui apakah semua agama memang sama, atau apakah semua agama memang beda dan ingin mengetahui yang paling benar diantaranya (dan ini merupakan hak setiap orang), jalan satu-satunya adalah dengan mempelajari dan mendalami perbandingan agama dengan mencari tahu sebanyak mungkin  ajaran2x utama dari berbagai agama (nomor 1 adalah dari kitab sucinya) dan mengadakan studi komparatif secara ilmiah terhadapnya. Karena kalau kita juga mempelajari agama2x lain untuk mencari kebenaran yang merupakan hak semua orang, maka insyaallah Tuhan juga akan menunjukkannya pada kita.

-rkh-

“Tulisan ini dibuat bukan untuk menggali perpecahan, tetapi justru untuk menanam kebersamaan sesuai dengan tema ceramah dari  sumber referensi yang dengan ceramahnya itu berharap agar umat kedua agama dapat melihat sebuah inti persamaan dalam agama  mereka, sehingga mereka akan lebih mudah untuk bersatu (hal ini didasarkan pada kerapnya terjadi pertikaian antara kedua pemeluk  agama tersebut di India sana).”

“Tentu saja orang boleh berbeda pendapat asal dapat menyikapinya secara baik dan dewasa. Semoga dapat berguna bagi kita semua dalam pencarian kebenaran yang hakiki.”

Referensi :

- Ceramah dr. Zakir Abdul Karim Naik, seorang ulama perbandingan agama terkenal dari India, dalam topik : “Persamaan antara Hindu dan Islam”.

SUMBER;>http://religiku.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/

Oleh: cahayapelangi | Mei 30, 2011

(CONNECTION) Majapahit , Pallawa & Nabi Ibrahim

Berdasarkan penyelusuran Genealogy, ada keterkaitan antara Dinasti Majapahit dengan Nabi Ibrahim. Keterkaitan itu, berawal dari kehadiran Dewawarman I, yang merupakan pendiri Kerajaan Salakanagara

Sebagaimana kita ketahui, Dewawarman I berasal dari Dinasti Pallawa di India. Melalui keberadaan Dinasti Pallawa inilah, pada akhirnya penyelusuran genealogy, sampai kepada Nabi Ibrahim

Mari kita ikuti, silsilah berikut…

Silsilah R. Wijaya (Pendiri Majapahit)

01. Raden Wijaya bin
02. Rakeyan Jayadarma bin
03. Prabu Guru Darmasiksa bin
04. Darma Kusuma bin
05. Rakeyan Jayagiri bin
06. Lalang Bumi bin
07. Darmaraja bin
08. (puteri Kahuripan) binti
09. Dharmawangsa Teguh bin
10. Sri Makuta Wangsa Wardhana bin
11. Sri Isyana Tunggawijaya bin
12. Mpu Sindok bin
13. (putera Mpu Daksa) bin
14. Mpu Daksa bin
15. Rakai Watuhumalang bin
16. Pramodawardani binti
17. Samaratungga bin
18. Samaragwira bin
19. Rakai Panangkaran bin
20. Sanjaya bin
21. Brata Senawa bin
22. (Prabu Galuh II) bin
23. Wretikandayun bin
24. (cicit Suryawarman) bin
25. (cucu Suryawarman) bin
26. (puteri Suryawarman) binti
27. Suryawarman bin
28. Candrawarman bin
29. Indrawarman bin
30. Wisnuwarman bin
31. Purnawarman bin
32. Dharmayawarman bin
33. Dewi Minawati (suaminya Dewi Minawati, bernama Jayasingawarman, pendiri kerajaan Tarumanagara) binti
34. Sphatikarnawa Warmandewi binti
35. Dewawarman VII bin
36. Dewawarman VI bin
37. Mahisasura Mardini Warmandewi binti
38. Dewi Tirta Lengkara binti
39. Dewawarman III bin
40. Dewawarman II bin
41. Dewawarman I (menikah dengan puteri Pohaci Larasati binti Aki Tirem bin Ki Srengga bin Nyai Sariti Warawiri binti Sang Aki Bajulpakel bin Aki Dungkul bin Ki Pawang Sawer bin Datuk Pawang Marga bin Ki Bagang bin Datuk Waling bin Datuk Banda bin Nesan)
.
Berdasarkan penelitian sejarah, Pendiri kerajaan Salakanagara  (Dewawarman I), yang merupakan leluhur Raja Majapahit, berasal dari Dinasti Pallawa (Pallava) di India…

Beliau datang ke Pulau Jawa, pada sekitar abad pertama masehi, dan memerintah kerajaan Salanagara bersama isterinya Pohaci Larasati, pada tahun (130M-168M)…
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Salakanagara

Pendiri Salakanagara, Dewawarman adalah duta keliling, pedagang sekaligus perantau dari Pallawa, Bharata (India) yang akhirnya menetap karena menikah dengan puteri penghulu setempat…

Tokoh awal yang berkuasa di sini adalah Aki Tirem. Konon, kota inilah yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150, terletak di daerah Teluk Lada Pandeglang

Adalah Aki Tirem, penghulu atau penguasa kampung setempat yang akhirnya menjadi mertua Dewawarman ketika puteri Sang Aki Luhur Mulya bernama Dewi Pwahaci Larasati diperisteri oleh Dewawarman. Hal ini membuat semua pengikut dan pasukan Dewawarman menikah dengan wanita setempat dan tak ingin kembali ke kampung halamannya…


Dinasti Pallawa :

Berdasarkan tulisan yang berjudul “Origins of the Pallava Dynasty“, Dinasti Pallawa, memiliki keterikatan historis dengan Bangsa Persia dan Dinasti Maurya

The word Pallava meaning branch or twig in Sanskrit is delivered as Tondaiyar in Tamil language

But scholars rebuff this view since it is a later usage of the term and consequently cannot be confirmed to have given rise to the family name Pallava. Some feel that the Pallavas are connected with primordial Pulindas, who were the same as the Kurumbas of Tondamandlam. Tondamandlam was a province under Maurya Emperor Ashoka in third century BCE and was later detained by the Satavahanas and thus Tondamandlam became a feudatory to the Satavahanas After collapse of Satavahanas in about 225 AD, the Pallavas of Tondamandlam became autonomous and prolonged to the Krishna River.

There have been several conjectures concerning the origin of the Pallavas. There are certain claims based on historical, anthropological, and linguistic proof signifying that the Pallavas were related to the Pahlavas of Iran. It is probable that a wave of Pahlava/Kambhoja tribes of Indo-Iranian descent migrated Southward and first settled in Krishna river valley of present day coastal Andhra Pradesh…

Some scholars think that the Pahlavas migrated from Persia to India and established the Pallava dynasty of Kanchi, whereas, some say that they were immigrants from north, or from Konkan, Tenugu and Anarta into Deccan. They came into south India through Kuntala or Vanvasa….
Source : http://www.indianetzone.com/19/origi…va_dynasty.htm



Dinasti Maurya dan Cyrus II “The Great” :

Salah seorang anggota keluarga Dinasti Maurya yang populer adalah Sundari Maurya of Magadha. Beliau terhitung sebagai salah seorang leluhur dari King George I of England

Silsilah Sundari Maurya sampai kepada Cyrus II ”The Great” adalah…

Sundari Maurya of Magadha binti (Princess of Avanti) binti Abhisara IV of Avanti bin Abhisara III of Pancanada bin Abhisara II of Taxila bin Abhisara I of Taxila bin Rodogune Achaemenid of Persia binti Artaxerxes II of Persia bin Darius II of Persia bin Artaxerxes I of Persia bin Xerxes I “The Great” of Persia bin Atossa of Persia binti Cyrus II “The Great” of Persia…
.
Silsilah Sundari Maurya (Magadha) sampai kepada Abhisara II (Taxila)
http://fabpedigree.com/s039/f742968.htm

Silsilah Abhisara II (Taxila) sampai kepada Darius II
http://fabpedigree.com/s080/f943746.htm

Silsilah Darius II sampai kepada Atossa of Persia binti Cyrus II “The Great
http://fabpedigree.com/s012/f559022.htm

Dinasti Maurya sangat indentik dengan keturunan Cyrus II “The Great” di India. Pertemuan kedua keluarga ini, dimulai jauh sebelum masanya Sundari Maurya (sekitar 200 SM). Interaksi antara kedua keluarga ini, diawali oleh pernikahan antara cucu Cyrus II “The Great” yang bernama Candravarnna of Persia binti Atossa of Persia bin Cyrus II “The Great”, dengan Maurya I of Taxila, pada sekitar tahun 500 SM
http://fabpedigree.com/s076/f199897.htm

Cyrus II “The Great” dan Nabi Ibrahim :

Cyrus II “The Great” (590 SM-529 SM), adalah pendiri dinasti Achaemenid. Beliau berhasil mempersatukan dua suku besar bangsa Iran : Media dan Persia. Beberapa ahli sejarah berpendapat, bahwa Cyrus II “The Great” indentik dengan Zulqarnain (QS. Al Kahfi ayat 83-98)
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Cyrus_the_Great_in_the_Qur’an

Melalui penyelusuran genealogy, diperoleh informasi, bahwa Cyrus II “The Great” memiliki hubungan keluarga dengan Nabi Ibrahim
.
Nabi Ibrahim, berdasarkan catatan ahli genealogy, menurunkan bangsa Media (Madyan), melalui anaknya Midian (Madian) bin Nabi Ibrahim. Bangsa Media (Madyan) merupakan bangsanya Nabi Syu’aib, yang menjadi mertua Nabi Musa
.
Beberapa catatan Genealogy, yang menghubungkan, Cyrus II ”The Great” dengan Nabi Ibrahim….

Melalui Jalur Pouru Chishti

Silsilah Atossa of Pesia binti Cyrus II “The Great” sampai kepada Kuras
http://fabpedigree.com/s097/f472176.htm
Silsilah Kuras sampai kepada Pouru Chishti
http://fabpedigree.com/s026/f207564.htm
Silsilah Pouru Chishti sampai kepada Vaedesht
http://fabpedigree.com/s065/f284112.htm
Silsilah Vaedesht sampai kepada Midian bin Nabi Ibrahim
http://fabpedigree.com/s020/f862707.htm

Melalui Jalur Vishtaspa I (suami Pouru Chishti, di dalam catatan genealogy lainnya, suaminya bernama Jamaspa, yang merupakan adik dari Vishtaspa I)

Silsilah Atossa of Pesia binti Cyrus II “The Great” sampai kepada Kuras
http://fabpedigree.com/s097/f472176.htm
Silsilah Kuras sampai kepada Vishtaspa I (adiknya yang bernama Jamaspa)
http://fabpedigree.com/s026/f207564.htm
Silsilah Vishtaspa I (adiknya yang bernama Jamaspa) sampai kepada Kay Apiveh
http://fabpedigree.com/s064/f284112.htm
Silsilah Kay Apiveh sampai kepada Dora Sharoob bin Midian bin Nabi Ibrahim
http://fabpedigree.com/s036/f931343.htm
.
Nama Nabi Ibrahim (Abraham) di dalam naskah Persia Kuno….

“When the Persians will do such deeds, a man from among the Arabs will be born whose followers shall overthrow and dissolve the kingdom and religion of the Persians.

And the arrogant people (Persians) will be subjugated.
Instead of the temple of fire and the house of idols they will see the House of Abraham without any idols as their Qibla… “
Source : http://www.cyberistan.org/islamic/parsi1.html

.
Bangsa Persia sebagai keturunan Nabi Ibrahim…

Rasulullah Saw bersabda, “Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut? Mereka (para sahabat) menjawab: Pernah wahai Rasulullah. Beliau Saw bersabda: Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq…”
[HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah]

Siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq pada riwayat di atas ?

Bani Ishaq adalah keturunan Al Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Pendapat ini dipilih oleh Al Hafidz Ibnu Katsir [An Nihayah fil Fitan Wal Malahim]

Keturunan Aish ini, menyebar di wilayah Khurasan (Afghanistan, Pakistan, Kashmir, Iraq dan Iran).

Imam Nawawi dalam syarahnya tentang 70 ribu Bani Ishaq berpendapat bahwa, “Penduduk (Farisi) Persia adalah orang-orang yang dimaksud dengan keturunan Ishaq”.

Al-Mas’udi dalam kitabnya yang berjudul Muruj adz-Dzahab berpendapat, “Orang-orang yang mengerti tentang jalur-jalur nasab orang Arab dan para hukama menetapkan bahwa asal-usul orang Persia adalah dan keturunan Ishaq putra Nabi Ibrahim

Sumbr:>http://kanzunqalam.wordpress.com

Oleh: cahayapelangi | Juni 6, 2011

Gerakan Freemason dalam Lintasan Sejarah Indonesia

Meski ratusan tahun beroperasi di Nusantara, keberadaan Freemason (Belanda:Vrijmetselaarij), nyaris tak tertulis dalam buku-buku sejarah.  Padahal, banyak literatur yang cukup memadai untuk dijadikan rujukan penulisan sejarah tentang gerakan  salah satu kelompok Yahudi di wilayah jajahan yang dulu bernama Hindia Belanda ini.

 Di antaranya adalah: Vrijmet selaarij: Geschiedenis, Maats chapelijke Beteekenis en Doel (Freemason: Sejarah, Arti untuk Masyarakat dan Tujuannya) yang ditulis oleh Dr Dirk de Visser Smith pada tahun 1931, Geschiedenis der Vrymet selary in de Oostelijke en Zuidelijke Deelen (Sejarah Freemason di Timur dan Selatan Bumi) yang ditulis oleh J Hagemen JCz pada tahun 1886, Geschiedenis van de Orde der Vrijmetselaren In Nederland Onderhoorige Kolonien en Londen (Sejarah Orde Freemason di Nederland di Bawah Kolonialisme) yang ditulis oleh H Maarschalk pada tahun 1872, dan Gedenkboek van de Vrijmet selaaren In Nederlandsche Oost Indie 1767-1917 (Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917), yang diterbitkan secara resmi pada tahun 1917 oleh tiga loge besar; Loge de Ster in het Oosten (Batavia), Loge La Constante et Fidele (Semarang), dan Loge de Vriendschap (Surabaya).

 Di samping literatur yang sudah berusia ratusan tahun tersebut, pada tahun 1994, sebuah buku berjudul Vrijmetselarij en samenleving in Nederlands-Indie en Indonesie 1764- 1962 (Freemason dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764- 1962) ditulis oleh Dr Th Stevens, seorang peneliti yang juga anggota Freemason. Berbeda dengan buku-buku tentang Freemason di Hindia Belanda sebelumnya, buku karangan Dr Th Stevens ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 2004.

 Buku-buku yang mengungkap tentang sejarah keberadaan jaringan Freemason di Indonesia sejak masa penjajahan tersebut, sampai saat ini masih bisa dijumpai di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Bahkan, Indisch Macconiek Tijdschrift (Majalah Freemason Hindia), sebuah majalah resmi milik Freemason Hindia Belanda yang terbit di Semarang pada 1895 sampai awal tahun 1940-an, juga masih tersimpan rapi di perpustakaan nasional.

 Selain karya Stevens dan H Maarschalk yang diterbitkan di negeri Belanda, buku-buku lainnya seperti tersebut di atas, diterbitkan di Semarang dan Surabaya, dua wilayah yang pada masa lalu menjadi basis gerakan Freemason  di Hindia Belanda, selain Batavia. Keberadaan jaringan Freemason di Indonesia seperti ditulis dalam buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917 adalah 150 tahun atau 199 tahun, dihitung sejak masuknya pertama kali jaringan Freemason di Batavia pada tahun 1762 sampai dibubarkan pemerintah Soekarno pada tahun 1961.

 Selama kurun tersebut Freemason telah memberikan pengaruh yang kuat di negeri ini. Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917 misalnya, memuat secara lengkap operasional, para tokoh, dokumentasi foto, dan aktivitas loge-loge yang berada langsung di bawah pengawasan Freemason di Belanda. Buku setebal 700 halaman yang ditulis oleh Tim Komite Sejarah Freemason ini adalah bukti tak terbantahkan tentang keberadaan jaringan mereka di seluruh Nusantara.

 Keterlibatan elite-elite pribumi, di antaranya para tokoh Boedi Oetomo dan elite keraton di Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta, terekam dalam buku kenang-kenangan ini. Radjiman Wediodiningrat, orang yang pernah menjabat sebagai pimpinan Boedi Oetomo, adalah satu-satunya tokoh pribumi yang artikelnya dimuat dalam buku kenang-kenangan yang menjadi pegangan anggota Freemason di seluruh Hindia Belanda ini.

 Radjiman yang masuk sebagai anggota Freemason pada tahun 1913, menulis sebuah artikel berjudul ”Een Broderketen der Volken” (Persaudaraan Rakyat). Radjiman pernah memimpin jalannya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan  Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Selain Radjiman, tokoh-tokoh Boedi Oetomo lainnya yang tercatat sebagai anggota Freemason bisa dilihat dalam paper berjudul The Freemason in Boedi Oetomo yang ditulis oleh CG van Wering.

 Kedekatan Boedi Oetomo pada masa-masa awal dengan gerakan Freemason bisa dilihat setahun setelah berdirinya organisasi tersebut. Adalah Dirk van Hinloopen Labberton, pada 16 Januari 1909 mengadakan pidato umum (openbare) di Loge de Sterinhet Oosten (Loji Bin – tang Timur) Batavia. Dalam pertemuan di loge tersebut, Labberton memberikan ceramah berjudul, ”Theosofische in Verband met Boedi Oetomo” (Theosofi dalam Kaitannya dengan Boedi Oetomo).

 Theosofi adalah bagian dari jaringan Freemason yang bergerak dalam kebatinan. Aktivis Theosofi pada masa lalu, juga adalah aktivis Freemason. Cita-cita Theosofi sejalan dengan Freemason. Apa misi Freemason? Dalam buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, karya Dr Th Steven dijelaskan misi organisasi yang memiliki simbol Bintang David ini: ”Setiap insan Mason Bebas mengemban tugas, di mana pun dia berada dan bekerja,untuk memajukan segala sesuatu yang mempersatukan dan menghapus pemisah antar manusia.”

 Jadi, misi Freemason adalah “menghapus pemisah antarmanusia!”. Salah satu yang dianggap sebagai pemisah antarmanusia adalah ’agama’. Maka, jangan heran, jika banyak manusia berteriak lantang: ”semua agama adalah sama”. Atau, ”semua agama adalah benar, karena merupakan jalan yang sama-sama sah untuk menuju Tuhan yang satu.”

 Paham yang dikembangkan Freemason adalah humanisme sekular. Semboyannya: liberty, egality, fraternity. Sejak awal abad ke-18, Freemasonry telah merambah ke berbagai dunia. Di AS, misalnya, sejak didirikan pada 1733, Freemason segera menyebar luas ke negara itu, sehingga orang-orang seperti George Washington, Thomas Jefferson, John Hancock, Benjamin Franklin menjadi anggotanya.

 Prinsip Freemasonry adalah ’Liberty, Equality, and Fraternity’. (Lihat, A New Encyclopedia of Freemasonry, (New York: Wing Books, 1996). Harun Yahya, dalam bukunya, Ksatria-kstaria Templar Cikal Bakal Gerakan Freemasonry (Terj), mengungkap upaya kaum Freemason di Turki Usmani untuk menggusur Islam dengan paham humanisme.

 Dalam suratnya kepada seorang petinggi Turki Usmani, Mustafa Rasid Pasya, August Comte menulis, “Sekali Usmaniyah mengganti keimanan mereka terhadap Tuhan dengan humanisme, maka tujuan di atas akan cepat dapat tercapai.” Comte yang dikenal sebagai penggagas alir n positivisme juga mendesak agar Islam diganti dengan positivisme. Jadi, memang erat kaitannya antara pengembangan liberalisasi, sekularisasi, dan misi Freemason. …

Oleh: cahayapelangi | Juni 10, 2011

FREEMASONRY, TALMUD DAN SEJARAHNYA DI INDONESIA

Sejarah Freemasonry

 

 

Freemasonry adalah organisasi Yahudi Internasional, sekaligus merupakan gerakan rahasia paling besar dan palling berpengaruh di seluruh dunia. Freemasonry terdiri dari dua kata yang di satukan. Free artinya bebas atau merdeka, sedangkan Mason adalah juru bangun atau pembangun.

Tujuan akhir dari gerakan Freemason ini adalah membangun kembali cita-cita khayalan mereka, yakni mendirikan Haikal Sulaiman atau Solomon Temple.

Tentang Haikal Sulaiman atau Solomon Temple ini sendiri banyak sumber yang mendefinisikan berlainan. Salah satu tafsir yang paling populer adalah, bahwa Haikal Sulaiman berada di tanah yang kini di atasnya berdiri Masjidil Aqsha.

Mereka meyakini, tahun 1012 Sebelum Masehi (SM), Nabi Sulaiman membangun Haikal di atas Gunung Soraya di wilayah Palestina. Tapi pada tahun 586 SM, Raja Nebukhadnezar dari Babilonia menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Tahun 533 SM, bangunan ini didirikan kembali oleh seorang bernama Zulbabil yang telah bebas dari tawanan Babilonia. Atas kebebasannya itulah, ia membangun kembali Haikal Sulaiman.

Pada tahun ke 70 M, seorang penguasa Romawi menaklukkan Palestina dan membakar serta menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Kerusakan terus-menerus dialami setelah penyerbuan Bangsa Hadriyan. Begitu pula saat kekuasaan Muslim, konon Haikal Sulaiman di hancurkan dan sebagai gantinya didirikan Masjidil Aqsha pada abad ke-7.

Tapi tafsir lain tentang hal ini juga mengartikan Haikal Sulaiman juga sebagai wilayah kekuasan yang luas membentang. Bahkan ada yang menariknya hingga sampai wilayah Khaibar, saat kaum Yahudi diusir di zaman Rasulullah Muhammad. Karena itu, mereka meyakini harus menguasai seluruh dunia, bahkan hingga tanah Khaibar, tempat mereka terusir dahulu karena penghianatanya pada Rasulullah dan piagam Madinah.

Dan untuk itulah mereka bekerja dan membangun, yaitu untuk merebut Haikal Sulaiman dan mendirikan kekuasannya secara nyata, serta mempengaruhi pemerintahan dan kekuasan yang mampu mereka pengaruhi. Dan untuk menebar kekuasaan itu, salah satu rintangan besar yang dihadapi oleh gerakan ini adalah agama-agama, terutama agama Samawi atau agama-agama wahyu, Kristen dan Islam.

Sebelum kaum muslimin sadar tentang bahaya gerakan Freemason, perlawanan terhadap organisasi ini terlebih dulu dilakukan oleh kalangan pemimpin gereja. Perlawanan gereja Katholik ini terjadi karena Freemason telah menjadi organisasi tempat berkumpulnya kaum anti-agama. Dalam sebuah artikel berjudul The Earlier Period Of Freemasonry yang di Mimar Sinan, turki, Freemason disebut sebagai tempat berkumpul para anggota Mason yang mencari kebenaran di luar gereja. Dan ini menjadikan awal abad-18 sebagai tahun-tahun yang penuh pertarungan antara gereja Katholik dengan Freemason di Eropa. Sejak awal berdirinya, Fremason telah menyokong kebebasan beragama, sama persis dengan yang terjadi belakangan ini di berbagai negara, liberalisasi keagamaan.

Freemason berdiri di Inggris secara resmi pada tahun 1717. Tapi tampaknya, sebelum tahun itu pun, Freemasonry telah eksis. Bahkan sejak abad sebelumnya. Tahun 1641, seorang keluarga kerajaan Inggris, Robert Moray tercatat sebagai anggota cabang Freemason di Edinburg, tepatnya 20 Mei 1641. nama lain yang juga tercatat sebagai anggota Freemason sebelum tahun 1717 adalah Elias Ashmole tercatat sebagai anggota Freemasonry di Lanchasire pada 16 Oktober 1646. Dan ia juga salah seorang dari royal family atau keluarga kerajaan.

Dari catatan di atas, sebetulnya bisa ditarik kesimpulan bahwa tahun 1717 hanya tahun pemantapan saja dari tahap-tahap yang telah dilakukan oleh gerakan Freemson. Tahun ini dijadikan sebagai tahun ekspansi untuk melakukan dan menancapkan pengaruh mereka di seluruh dunia.

Tahun 1717 ini dijadikan sebagai tonggak bagi Freemason unuk memulai perangnya yang akan sangat panjang kepada umat beragama dan kepada agama itu sendiri. Seorang kepala gereja protestan di London yang bernama Anderson dan berdarah Yahudi menjadi motor penggeraknya pada 24 Juni 1717. Pada momentum inilah Freemason mendirikan Grand Lodge of England dengan menggabungkan empat lodge menjadi satu.

Banyak sumber Freemason menjelaskan bahwa sejarah berdirinya gerakan ini berakar jauh dan bisa dilacak hingga ke masa Ordo Knight of Templar saat perang Salib di Yerusalem, Palestina. Saat Paus Urbanus II, tahun 1095, usai Konsili Clermont menyerukan Perang Suci atau Crusade dan memobilisasi kaum Kristiani di seluruh Eropa untuk turut berperang merebut Yerusalem kembali dari kekuasaan Muslim. Paus Urbanus II membakar emosi massa dengan cara mengabarkan kabar bohong. Ia mengatakan umat Kristen di Palestina telah dibunuh, dibantai dan dibakar di dalam gereja-gereja oleh pasukan Turki Seljuk yang Muslim. Ia juga membakar kemarahan kaum Kristiani dengan mengatakan bahwa kaum kafir (Muslim Turki, pen.) telah dan sedang menguasai makam Yesus Kristus.

Paus UrbanusII menyerukan agar seluruh pertikaian yang terjadi selama ini antar pemeluk dan kesatrian Kristen harus diakhiri, karena ada musuh yang lebih berbahaya dan harus segera dihancurakan: Islam dan kaum Muslimin. Ia juga mengiming-iming dengan bujukan surgawi, bahwa siapa yang berangkat ke medan perang kan dibebaskan dari seluruh dosa dan di jamin akan mendapat surga. Hasilnya, ribuan kaum Kristiani berangkat menuju Palestina dengan kemarahan. Dan setibanya di sana, terjadi pembantaian besar-besaran atas penduduk Yerussalem dan Palestina.

Selama dua hari penyerbuan terjadi pembantaian yang tak bisa diterima akal sehat dan rasa kemanusiaan. Sebanyak 40.000 penduduk Palestina terbantai. Beberapa sejarawan menggambarkan, saat itu darah menggenangi tanah Yerusalem. Ada yang menyebut darah menggenang setinggi mata kaki, bahkan ada yang menggambarkan darah menggenang hingga lutut manusia dewasa. Tentara berperang dengan motivasi mendapatkan emas dan permata, dan juga banyak para kesatria Prancis tercatat membelah perut korban-korban mereka. Merka mencari emas atau permata yang kemungkinan di telan penduduk Palestina sebagai upaya penyelamatan harta.

Setelah mereka menguasai tanah Palestina, pasukan Salib yang terdiri dari banyak unsur mulai mendirikan kelompoknya masing-masing. Mereka tergabung dalam ordo-ordo tertentu. Para anggota ordo ini datang dari seluruh tanah Eropa, yang ditampung di biara-biara tertentu dan berlatih cara-cara militer di dalam biara tersebut. Dan satu dari sekian ordo yang sangat mencuat namanya adalah Ordo Knight of Templar.

Knight of Templar juga disebut sebagai tentara miskin Pengikut Yesus Kristus dan Kuil Sulaiman. Disebut miskin karena tergambar dari logo yang mereka gunakan, seperti dua tentara yang menunggang seekor keledai. Untuk menunjukkan bahwa mereka miskin, sampai-sampai satu keledai harus dinaiki dua orang tentara Knight of Templar. Bahkan tercatat, mereka dipaksa untuk makan tiga kali saja dalam semingu. Sedangkan nama Kuil Sulaiman mereka pakai karena mereka menjadikan markas mereka yang dipercayai sebagai situs runtuhnya Kuil Sulaiman atau Solomon Temple. Tapi sesungguhnya, pemilihan markas di bukit ini bukan sebuah kebetulan yang bersifat geografis semata, karena para pendiri ordo Knight of Templar sesunguhnya punya cirta-cita sendiri untuk mengembalikan kejayaan dan berdirinya Kuil Sulaiman sebagai tempat suci kaum Yahudi atau tempatnya kaum Mason. Sepanjang bisa terlacak, pendiri ordo ini adalah dua kesatria Prancis, yaitu Hugh de Pavens dan God frey de St Omer. Spekulasi dari kalangan sejarawan mengatakan, bahwa ada darah-darah Yahudi yang mengalir dalam tubuh dan cita-cita para pendiri Ordo Knigh of Templar. Para perwira tinggi Kristen tersebut, sesungguhnya proses convertion yang mereka lakukan hanyalah cara untuk menyelamatkan diri, dan sesungguhnya mereka masih berpegang teguh pada doktrin-doktrin Yahudi, terutama Kabbalah.

Meski mereka menamakan diri sebagai tentara miskin, sesunguhnya mereka tidak miskin sama sekali. Atau setidaknya, masa miskin itu hanya mereka rasakan di awal-awal berdirinya Knight of Templars. Dalam waktu yang singkat mereka mampu menjadi sangat kaya raya dengan jalan melakukan kontrol penuh terhadap peziarah Eropa yang datang ke Palestiana. Salah satunya adalah dengan cara merekrut anak-anak muda putra para bangsawan Eropa yang tentu saja akan melengkapi anak mereka dengan perbekalan dana yang seolah tak pernah kering jumlahnya. Mereka juga disebut sebagai perintis sistem perbankan pertama pada abad pertengahan.

Saat itu banyak orang-orang Eropa yang ingin pindah atau setidaknya berziarah ke Palestina. Dan tentu saja perjalanan yang jauh dari Eropa memerlukan bekal yang tidak sedikit. Ada yang membawa seluruh harta mereka dalam perjalanan, tapi karena tentara Salib disepanjang perjalanan hidup dalam kondisi ayng sangat mengenaskan dan mereka sangat tergiur oleh harta kekayaan, tidak jarang terjadi perampokan bahkan saling bunuh antar orang Kristen disepanjang perjalanan menuju Palestian. Lalu ditemukan cara, para peziarah tidak perlu membawa harta mereka dalam perjalanan. Mereka hanya perlu menitipkannya pada sebuah perwakilan Templar di Eropa, mencatat dan menghitung nilainya dan mereka berangkat ke Palestina berbekal catatan nilai harta yang nantinya akan ditukarkan dengan nilai uang yang sama di Palestina. Gerakan ini banyak didominasi oleh Ordo Knight of Templar yang membuat mereka sangat kaya raya karena mendapat keuntungan dari sistem bunga yang mereka kembangkan. Dan inilah embrio atau cikal bakal perbankan yang kita keanl sekarang.

Markas Knight of Templar di Prancis menjadi rumah penghimpunan harta terbesar di Eropa. Lambat laun mereka menjadi bankir bagi para Paus dan Raja. Bagaimana tidak cepat kaya, setiap tahunyya King Henry II of England mendonasikan uang untuk menanggung biaya hidup 15.000 tentara Knight of Templar dan juga Knight Hospitaler selama mereka berperang dalam Perang Salib di tahun 1170. Untuk menggambarkan betapa besarnya institusi perbankan yang dijalankan Templar, pada saat itu organisasi ini memiliki 7.000 pegawai lebih hanya untuk mengurusi masalah keuangan. Mereka juga memiliki tak kurang dari 870 istana, kastil, dan rumah-rumah para bangsawan yang terbentang dari London hingga Yerusalem.

Karena ordo ini sangat berkuasa, lambat laun mereka mulai menampakkan ciri aslinya, yakni sebagai penganut Mason. Mereka mengembangkan doktrin dan ajaran mistik, juga kekuatan sihir di biara-biara mereka. Mereka memuja setan dan mendatangkan roh-roh untuk berkomunikasi. Apa yang mereka praktikkan ini disebut sebagai Kabbalah, sebuah tradisi mistik Yahudi kuno yang telah berkembang bahkan sejak zaman sebelum Fir’aun.

Mengetahui hal ini, Raja Prancis Philip le Bel, pada tahun 1307 mengeluarkan seruan untuk menangkap dan membubarkan ordo Knight of Templar karena dituduh telah melakukan bid’ah. Dalam perkembangannya, Paus Clement V turut bergabung untuk memerangi kaum Mason ini dengan mengeluarkan kembali vonis inquisisi. Terjadi banyak penangkapan dan interogasi, dan beberapa pimpinan Ordo Knight of Templar yang bergelar Grand Master (penyebutan ini masih dipakai sebagai tingkat tertinggi dalam gerakan Freemasonry sampai sekarang, pen) ikut menjadi korban. Dari beberapa penangkapan dan interograsi didapatkan keterangan bahwa anggota-anggota Templar telah melakukan kejahatan seksual terhadap beberapa perempuan bangsawan, melakukan sodomi, menyembah kucing, memakan daging teman-teman mereka sendiri yang sudah mati. Bahkan salah seorang saksi mata mengatakan, para Templar memperkosa perawan-perawan hingga hamil dan bayinya dibunuh dengan cara yang sadis untuk kemudian di bakar dan diambil minyaknya, dijadikan minyak suci untuk persembahan para pemimpin mereka.

Pada tahun 1307, Raja Philip IV memerintahkan penangkapan Jacques de Molay. Dan setelah melalui penyiksaan demi penyiksaan, de Molay mengakui segala ritual bid’ah yang dilakukan oleh Ordo Templar. Pada tahun 1312, Ordo Knight of Templar dilarang dan dibubarkan. Dan atas perintah Gereja dan Raja , dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1314, para pimpinan Templar dihukum mati, termasuk Jacques de Molay, salah satu Grand Master terpenting Ordo Templar. Jacques de Molay sendiri divonis sebagai heretic (bid’ah) atau kafir dan dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup di depan raja Philip IV. Dan sebelum menghembuskan napasnya, de Molay mengeluarkan kata-kata bahwa Raja Philip dan Paus Clement harus mengikutinya, mati, dalam waktu satu tahun. Dan sejarah mencatat, Raja Philip IV meninggal tujuh bulan kemudian, disusul Paus Clement sebulan setelah Raja Philip mangkat.

Setelah itu terjadi pemusnahan besar-besaran, sekali lagi atas kaum Yahudi, dan kali ini bermula dengan kasus Knight of Templar atau kaum Mason. Pemusnahan ini tak hanya terjadi di Palestina, tapi juga terjadi di Eropa. Mereka diburu untuk ditangkap dan dibunuh. Sampai akhirnya mereka berhasil melarikan diri dan mendapat perlindungan dari Raja Skotlandia, Robert The Bruce yang dilantik dan menduduki singgasana Raja pada tahun 1306. Dan di tanah baru ini pula mereka menyusun kekuatan kembali. Dan Skotlandia menjadi salah satu yang menentukan dalam perkembangan gerakan Freemason.

Versi yang lebih tua dari sejarah Freemason adalah kisah yang menyebutkan pembentukan Freemasonry pada zaman Raja Israel, Herodes Agripa I yang meninggal pada tahun 44 Masehi. Freemason pada zaman ini dibentuk untuk membendung ajaran agama yang disampaikan oleh Nabi Isa as. Konon waktu itu namanya The Secret Power atau kekutan yang Tersembunyi.

Tujuan utamanya adalah memusuhi pengikut Nabi Isa, menculik mereka, membunuh, melarang penyebaran agama baru tersebut, termasuk membunuhi baya-bayi Kristen. Tapi, berkenaan dengan segala kesadisan yang dilakukan Herodes ini, para sejarawan dunia, meyakini bahwa hal tersebut hanyalah mitos belaka dalam tradisi agama Kristen. Herodes Agripa I menjalankan segala misi The Secret Power ini dibantu dua pengikut setianya, Heram Abioud sebagai Wakil Presiden gerakan dan Moab Leumi sebagai pemegang rahasia utama gerakan ini. Tapi beberapa anggota Freemason juaga mempercayai dan menarik sejauh mungkin sejarah mereka ke masa lalu, bahkan hingga ke zaman Fir’aun. Itu pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa mereka kerap kali menggunakan simbol-simbol Mesir Kuno dalam tradisi dan aktivitas ritual mereka, seperti penggunaan Dewa Horus, Piramida, Matahari dan berbagai simbol Mesir lainnya. Penggunaan ini bermula dari penggalian Kuil Sulaiman oleh para Templa dan penemuan doktrin dan ajaran Kabbalah yang terus-menerus mereka eksplorasi dan diajarkan dari mulut ke mulut. Penggalian ini begitu serius mereka lakukan sehingga kelak akan mempengaruhi cara pandang kaum Templar dan juga rencana mereka pada kehidupan dunia.

Bahkan yang cukup mengejutkan adalah, dalam manuskrip-manuskrip kuno Mason dikatakan, orang pertama Mason adalah Adam! Kejadian itu berawal ketika Adam dan Hawa memakan daun dari pohon terlarang di taman surga. Daun yang disebut sebagia daun pengetahuan, dan karena itu pula Tuhan mereka melarang mereka memakannya. Dr.Albert Mackei, seorang anggota Mason dengan tingkatan 33 derajat dalam Encyclopedia of Freemasonry manuliskan, daun pengetahuan itu kelak diturunkan pada dua anak Adam dan Hawa, Seth dan Nimrod dengan kisah The Tower of Babel. Kedua anak ini pula menyusun bahasa untuk ilmu pengetahuan yang akan diturunkan kepada manusia-manusia berikutnya. Tapi, dalam perkamen-perkamen tua itu disebutkan bahwa, Tuhan dengan sengaja mengacaukan bahasa manusia yang mengakibatkan rahasia ilmu pengetahuan, yang diturunkan Adam dengan memakan daun dari pohon terlarang, hilang dan tak diketahui manusia-manusia setelah Seth dan Nimrod. Dan itu pula yang menjadi alasan kedua kaum ini memerangi Tuhan.

Bahkan menurut Talmud, setan-setan adalah keturunan dari Adam dan Hawa. Setelah Adam diusir dari surga, ia enggan mencampuri istrinya, Hawa. Dan pada saat itulah, dua setan perempuan mendatanggi Adam yang langsung digauli keduanya oleh Adam. Dalam Talmud disebutkan, Adam menggauli setan perempuan bernama Lelet selama lebih dari 130 tahun lamanya dan melahirkan banyak anak-anak setan begitu pula dengan Hawa selama ditinggal oleh Adam, Hawa juga digauli oleh setan laki-laki dan melahirkan banyak anak setan.

 

TENTANG TALMUD…

Talmud, Kitab Hitam Yahudi Zionis

 (Judul asli “Kitab Israil al-aswad: al-kanz al-marshud fi fadha’ih at-talmud”, ditulis oleh Prof. Abdullah Syarqawy, dosen Filsafat Islam dan Perbandingan Agama Fakultas Darul U’lum, Universitas Kairo, Mesir. Di Indonesia diterbitkan oleh Sahara Publisher, 2006).

 

 “Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan orang yang memutar-mutar lidahnya membaca al-Kitab, agar kamu menyangka bahwa yang dibacanya itu adalah sebagian dari al-Kitab, dan mereka juga mengatakan, “Ia (yang dibaca itu datang) adalah dari sisi Allah, “Padahal ia bukanlah dari sisi Allah, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran: 78)

Taurat merupakan kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Musa as guna menuntun Bani Israel, umat Nabi Musa as, kembali ke jalan yang lurus. Namun Bani Israil lebih menyukai kesesatan. Mereka menentang dan menolak ajakan Musa untuk menyembah Tuhan yang satu dan lebih mempercayai Samiri yang mengajak mereka menyembah patung sapi betina.

Taurat Musa mereka anggap tidak lengkap dansebab itu harus direvisi dan dibuat sebuah kitab suci lagi yang lengkap memuat perintah Tuhan kepada bangsa Yahudi, lebih tinggi, lebih abadi, dan sebab itu lebih suci. Maka lahirlah Talmud. Apakah Talmud itu? Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Darul’Ulum, Kairo, Prof. Ahmad Syalabi menulis, Taurat bukanlah satu-satunya kitab suci bagi bangsa Yahudi, tetapi ada riwayat-riwayat lain yang disampaikan dan dibawa oleh para pendeta-pendeta Yahudi secara turun temurun. Riwayat-riwayat inilah yang kemudian dikenal dengan Talmud.” (Muqaranatul Adyan: Al-Yahudiyah, 1990).

Pakar peneliti Talmud, Dr. Augutst Rohling menyatakan, “Kaum Yahudi meyakini bahwa Talmud adalah lebih suci ketimbang Taurat” (al-kanz al-Mashud, Bab II). Bahkan Dr. Joseph Barcklay dengan tegas menyatakan jika seluruh bagian dari Talmud merupakan pengingkaran terhadap Taurat Musa (Hebrew Literature, hal 40).

Dalam Babba Metsia, volume 33a, salah seorang Pendeta Yahudi berkata, “Orang yang mempelajari Taurat berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang tidak layak diberi imbalan, orang yang mempelajari Mishnah berarti telah melakukan sebuah keutamaanyang layak diberi imbalan, sedangkan orang yang mempelajari Gemara berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang paling besar.”

Bahkan Rabbi Roski dalam Erubin Volume 216 menulis, “Jadikan perhatianmu kepada ucapan-ucapan para Rabbi (Talmud) melebihi perhatianmu kepada Syari’at Musa (Taurat)”. Kitab Shagijan pun menulis, “……Tak ada ampun bagi siapa saja yang meninggalkan Talmud dan hanya mempelajari Taurat, karena ajaran para Rabbi lebih utama dari ajaran Musa.”

 

Talmud Palestina dan Baylonia

Ada berbagai kitab yang dianggap merupakan bagian dari Talmud. Namun ada dua kitab aras utama yakni Talmud Palestina dan Talmud Babylonia. Talmud Babylonia yang merupakan Talmud yang dibuat oleh para pendeta Yahudi di Babylonia dan isinya memaparkan secara panjang lebar dan dengan bahasa yang dimengerti semua pihak dari isi Talmud Palestina, yang hanya dimengerti oleh kalangan terbatas karena memiliki kunci-kunci yang pelik dan bahasa yang rumit. Sebab itu, Talmud yang paling otoritatif dan dipakai oleh kaum Zionis Yahudi sampai sekarang.

Zionis-Yahudi sangat mempercayai Talmud yang diyakini berasal dari perkataan Tuhan Yahweh kepada Musa. Bahkan Talmud dianggap lebih suci ketimbang Taurat Musa, karena mereka meyakini jika Tuhan Yahweh mengalami kesulitan dalam sesuatu hal atau urusan, maka Tuhan Yahweh akan berkonsultasi dengan para Rabbi Yahudi, bukan dengan Musa. Sebab itu kedudukan Rabbi Yahudi tinggi, lebih otoritatif, lebih mulia, ketimbang Musa as.

Padahal, menurut seorang filsuf yang juga Rabbi Tertinggi bangsa Yahudi pada zamannya, Rabbi Maimonides (Moses bin Maimon, 1190 M), bangsa Yahudi sesungguhnya tidak pernah bisa memastikan dengan tepat satu pun doktrin dari Talmud karena sejarahnya yang sangat kacau-balau. Maimonides berkata,”Sejak zaman Nabi Musa dulu sampai zaman Rabbi Judah Hanasi (135-220 M), para pendeta Yahudi tidak pernah sepakat tentang kebenaran satu doktrin pun yang ada pada “Undang-undang lisan” (Talmud) yang diajarkan secara terbuka. Para pemimpin agama Yahudi atau nabi dari setiap generasi menulis beberapa catatan tentang kitab tersebut berdasarkan kepada apa-apa yang ia dengar dari guru-guru pendahulunya untuk disampaikan kepada kaumnya.”

Maimonides melanjutkan, “Demikianlah, setiap rabbi menulis catatan-catatan yang banyak dan tersebar di mana-mana itu dikumpulkan, dan dari seluruh catatan tersebut dirangkumnya dan dibagi-bagi dalam perkara hukum, tradisi, keputusan, dan lain-lain dan dijadikannya sebagai sebuah itab undang-undang. “ (Hebrew Literature, sebuah pengantar oleh Dr. Joseph Barcklay, hal.13)

 

Kitab Iblis

Hampir seluruh isi dari Talmud merupakan ajaran Iblis yang intinya mengklaim jika hanya bangsa Yahudi-lah yang merupakan manusia, kekasih dan bahkan Guru dari Tuhan, bangsa terpilih, dan bangsa kuat yang mampu mengalahkan Tuhan dalam banyak urusan,sedangkan bangsa selain Yahudi adalah ghoyim atau gentiles yang dianggap bukanlah manusia, melainkan binatang.

Inilah yang dipercaya dan diyakini oleh Zionisme-Yahudi sampai sekarang. Sebab itu, mereka selalu bekerja demi kepentingan golongan mereka dan sama sekali tidak sudi untuk berkompromi menyangkut kepentingan mereka. Bangsa-bangsa selain Yahudi seharusnya mengetahui ini dan sebab itu sama sekali jangan pernah mau berunding dengan kaum Zionis-Yahudi karena mereka dipastikan akan berkhianat . Sejarah panjang kemanusiaan telah membuktikan hal ini.

Karean begitu buruknya, maka banyak kalangan dari para peneliti Talmud menegaskan bahwa Talmud merupakan kitab hitam iblis yang sangat tidak layak disebut sebagai kitab suci. Namun inilah yang menjadi dasar ideologi kaum Zionis sampai sekarang.(Rz)

Ayat-Ayat Setan Talmud.

1. “Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78 Jebhammoth 61a)

2. “Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagi budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)

3. “Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)

4. “Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahan lebih daripada babi yang sakit.” (Orachi Chaiim57,6a)

5. “Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi. “(Talmud IV/8/4a)

6. “Dimana saja mereka (orang-orang Yahudi) datang, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)

7. “Terhadap seorang non-Yahudi tidak menjadikan Orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.” (Talmud IV/4/52b)

8. “Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82b)

9. “Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)

10. “Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)

11. Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)

12. “Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)

13. “Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.”(Babha Kama 113a)

14. “Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)

15. “Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)

16. “Orang Yahudi boleh mempraktekkan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)

17 “Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) datang, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin)

Erubin 2b, “Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka”.

Moed Kattan 17a, “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana”

Sanhedrin 58b, “Jika seorang kafir menganiaya seorang Yahudi, maka orang kafir itu harus dibunuh”.

Sanhedrin 57a, “Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya”.

Baba Kamma 37b, “Jika lembu seorang Yahudi melukai lembu kepunyaan orang Kanaan, tidak perlu ada ganti rugi; tetapi ,jika lembu orang Kanaan sampai melukai lembu kepunyaan orang Yahudi maka orang itu harus membayar ganti rugi sepenuh-penuhnya”.

Baba Mezia 24a, “Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya”. (Ayat ini ditegaskan kembali di dalam Baba Kamma 113b),

Sanhedrin 57a, “Tuhan tidak akan mengampuni seorang Yahudi ‘yang mengawinkan anak-perempuannya kepada seorang tua, atau memungut menantu bagi anak-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir)’ …”.

Sanhedrin 57a, “Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati, Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”.

Baba Kamma 37b, “Kaum kafir ada di luar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan uang mereka kepada Bani Israel”.

Baba Kamma 113a, “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir”.

Yebamoth 98a, “Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang”.

Abodah Zarah 36b, “Anak-perempuan orang kafir sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”.

Abodah Zarah 22a – 22b, “Orang kafir lebih senang berhubungan seks dengan lembu”.

Gittin 69a, “Untuk menyembuhkan tubuh ambil debu yang berada di bawah bayang-bayang jamban, dicampur dengan madu lalu dimakan“.

 

Shabbath 41a, “Hukum yang mengatur keperluan bagaimana kencing dengan cara yang suci telah ditentukan”.

Yebamoth 63a, ” … Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika ia berada di Sorga”.

Yebamoth 63a, “…menjadi petani adalah pekerjaan yang paling hina “.

Sanhedrin 55b, “Seorang Yahudi boleh mengawini anak-perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari)”.

Sanhedrin 54b, “Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan anak-perempuan, asalkan saja anak itu berumur di bawah sembilan tahun”.

Kethuboth 11b, “Bilamana seorang dewasa bersetubuh dengan seorang anak perempuan, tidak ada dosanya”.

Yebamoth 59b, “Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi”.

Abodah Zarah 17a, “Buktikan bilamana ada pelacur seorangpun di muka bumi ini yang belum pernah disetubuhi oleh pendeta Talmud Eleazar”.

Hagigah 27a, “Nyatakan, bahwa tidak akan ada seorang rabbi pun yang akan mas uk neraka”.

Baba Mezia 59b, “Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa rabbi itu memenangkan debat tersebut”.

Gittin 70a, “Para rabbi mengajarkan, ‘Sekeluarnya seseorang dari jamban, maka ia tidak boleh bersetubuh sampai menunggu waktu yang sama dengan menempuh perjalanan sejauh setengah mil, konon iblis yang ada di jamban itu masih menyertainya selama waktu itu, kalau ia melakukannya juga (bersetubuh), maka anak-keturunannya akan terkena penyakit ayan”.

Gittin 69b, “Untuk menyembuhkan penyakit kelumpuhan campur kotoran seekor anjing berbulu putih dan campur dengan balsem; tetapi bila memungkinkan untuk menghindar dari penyakit itu, tidak perlu memakan kotoran anjing itu, karena hal itu akan membuat anggota tubuh menjadi lemas “.

Pesahim 11a, “Sungguh terlarang bagi anjing, perempuan, atau pohon kurma, berdiri di antara dua orang laki-laki. Karena musibah khusus akan datang jika seorang perempuan sedang haid atau duduk-duduk di perempatan jalan “.

Menahoth 43b-44a, “Seorang Yahudi diwajibkan membaca doa berikut ini setiap hari, ‘Aku bersyukur, ya Tuhanku, karena Engkau tidak menjadikan aku seorang kafir, seorang perempuan, atau seorang budak belian’ “.

 

Di dalam Talmud, ayat Gittin 57b ada dikisahkan tentang dibantainya 4 juta orang Yahudi oleh orang Romawi di kota Bethar. Gittin 58a, mengklaim bahwa 16 juta anak-anak Yahudi dibungkus ke dalam satu gulungan dan dibakar hidup-hidup oleh orang Romawi.

Demografi tentang zaman kuno menyatakan orang Yahudi di seluruh dunia pada masa penjajahan oleh Romawi tidak sampai berjumlah 16 juta, bahkan 4 juta pun tidak ada)

Abodah Zarah 70a, “Seorang rabbi ditanya, apakah anggur yang dicuri di Pumbeditha boleh diminum, atau anggur itu sudah dianggap najis, karena pencurinya adalah orang-orang kafir (seorang bukan-Yahudi bila menyentuh guci anggur, maka anggur itu dianggap sudah najis). Rabbi itu menjawab, tidak perlu dipedulikan, anggur itu tetap halal (’kosher’) bagi orang Yahudi, karena mayoritas pencuri yang ada di Pumbeditha, tempat dimana guci-guci anggur itu dicuri, adalah orang-orang Yahudi”. (Kisah ini juga ditemukan di dalam Kitab Gemara, Rosh Hashanah 25b).

Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaidah 10, “Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon ben Yohai, ‘Tob shebe goyyim harog’ (”Bahkan orang kafir yang baik sekali pun seluruhnya harus dibunuh”). Orang-orang Israeli setiap tahun mengikuti acara nasional ziarah ke kuburan Simon ben Yohai untuk memberikan penghormatan kepada rabbi yang telah menganjurkan untuk menghabisi orang-orang non-Yahudi2.

Di Purim, pada tanggal 25 Februari 1994 seorang perwira angkatan darat Israel, Baruch Goldstein, seorang Yahudi Orthodoks dari Brooklyn, membantai 40 orang muslim, termasuk anak-anak, tatkala mereka tengah bersujud shalat di sebuah masjid. Goldstein adalah pengikut mendiang Rabbi Meir Kahane, yang menyatakan kepada kantor berita CBS News, bahwa ajaran yang dianutnya mengatakan orang-orang Arab itu tidak lebih daripada anjing, sesuai ajaran Talmud”.3 Ehud Sprinzak, seorang profesor di Universitas Jerusalem menjelaskan tentang falsafah Kahane dan Goldstein, “Mereka percaya adalah teiah menjadi iradat Tuhan, bahwa mereka diwajibkan untuk melakukan kekerasan terhadap ‘goyyim’, sebuah istilah Yahudi untuk orang-orang non-Yahudi”.4

 

Rabbi Yizak Ginsburg menyatakan, “Kita harus mengakui darah seorang Yahudi dan darah orang ‘goyyim’ tidaklah sama”.5 Rabbi Jacov Perrin berkata, “Satu juta nyawa orang Arab tidaklah seimbang dengan sepotong kelingking orang Yahudi”.6

Kata Talmud tentang Yesus dan Kekristenan

“Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan 40hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)…Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya” (Sanhedrin 43a)

“Yesus ada dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas” (Gittin 57a)

“Ummat Kristiani (yang disebut ‘minnim’) dan siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukum di sana bersama seluruh keturunannya” (Rosh Hashanah 17a)

“Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian ‘hari kemudian’ (akhirat), dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci ummat Kristiani yaitu Perjanjian Baru” (Shabbath 116a)

 

Sejarah Freemasonry di Indonesia

1 abad “Kebangkitan Nasional” berdengung disekitar pendengaran kita. Menurut buku pelajaran dari SD hingga SMA, pada tanggal 20 Mei 1908 telah terjadi suatu pergerakan menuju awal gerakan nasional dalam mengatasi penjajahan di bumi Indonesia yang dipromotori oleh mahasiswa-mahaiswa STOVIA yang biasa disebut dengan “Budi Utomo”. Dr. Sutomo pun di daulat menjadi salah satu “pengisi” awal dari pergerakan Budi Utomo. Dari SD sampai SMA bahkan mungkin perguruan tinggi kita sudah di doktrin tentang kedahsyatan hari yang disebut kebangkitan nasional ini yang selalu menjadi titik awal kaum terpelajar di Indonesia.

 

Kita bahkan tidak mengetahui atau bahkan tak acuh tentang bagaimana sejatinya pergerakan Budi Utomo ini. Budi Utomo merupakan pergerakan yang menurut fakta sejarah sejatinya masih bersifat sangat kedaerahan, belum mencakup tingkat nasional dan bahkan masih berada di dalam taraf kelokalan.

 

Gerakan ini ternyata menyimpan sebuah tabir misteri yang berkaitan dengan sebuah organisasi rahasia Yahudi Internasional di bawah pendudukan Belanda yang disebut dengan organisasi Freemason (Tarekat Mason Bebas) atau yang dikenal pada waktu penjajahan Belanda disebut dengan “Vrijmetselarrij” . Fakta ini jarang sekali diungkap kedalam ranah pendidikan nasional karena memang sangat dirahasiakan sekali usaha dari organisasi terselubung ini.

 

Di dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962**” dijelaskan dengan gamblang bagaimana campur tangan freemason terhadap Budi Utomo dalam kaitanya menyebarluaskan faham keyahudian di dalam tubuh budi Utomo ini. Kita dapat lihat pada kutipan berikut ini:

“…pengaruh Tarekat Mason Bebas atas emansipasi segmen penduduk Indo-Eropa telah mendapat perhatian , tidaklah terlupakan bahwa mereka juga mempunyai pengaruh dalam gerakan nasional Indonesia. Kaum Mason Bebas sudah pada tahap dini mengadakan hubungan dengan salah satu organisasi politik Indonesia yang pertama, yang bernama ”Budi Utomo” “. (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. xviii).

 

Pada awal masa gerakan nasional kaum Mason bebas sudah berusaha menguasai perpolitikan Indonesia dengan cara sokongan keuangan bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang berbakat. Kehebatan kaum Mason Bebas di Indonesia ini pada kemudian hari tampak pada pendirian sekolah-sekolah dan perpustakaan yang tersebar hamper diseluruh Indonesia, kita dapat lihat lokasi-lokasi dan waktu berdirinya sekolah-sekolah bentukan kaum Freemason ini,:

 

1875 di Semarang

1879 di Batavia

1885 di Yogyakarta, dua sekolah

1887 di Surakarta dan Magelang

1888 di Buitenzorg (Bogor)

1889 di Padang dan Probolinggo

1892 di Semarang, sekolah kedua

1897 di tegal

1898 di Bandung dan Manado

1899 di Aceh

1900 di Malang

1903 di Malang, sekolah kedua

1905 di Bandung, sekolah kedua

1907 di Blitar

1908 di Surabaya

1900 di Padang, Magelang (sekolah kedua) dan Medan, Makssar, Kediri

1926 di Malang, sekolah ketiga

 

Selain mendirikan sekolah-sekolah, para anggota Tarekat Mason Bebas di Indonesia ini juga mendirikan berbagai perpustakaan di berbagai daerah. Di semarang pada tahun 1875 di buka peprustakaan yang disebut “De Verlichting” dan pada tahun 1917 ditempatkan di Perpustakaan Pusat dan Ruang Baca Umum. Jenis perpustakaan itu dengan berjalannya waktu, muncul hampir bersamaan dengan di semua tempat yang ada loge. Pada tahun 1877 didirikan sebuah perpustakaan di Padang dan kemudian:

 

1878 di Yogya

1879 di Surabaya

1882 di Salatiga

1889 di Probolinggo

1890 di Buitenzorg (Bogor)

1891 di Bandung

1892 di Menado

1895 di Manado

1897 di Tegal

1899 di Medan

1902 di Ambon

1902 di Malang

1908 di Magelang

1907 di Blitar

 

Usaha-usaha dari kaum Mason Bebas ini juga berujung pada perekrutan anggota-anggota pada Budi Utomo yang ditarik untuk menjadi anggota Tarekat Mason Bebbas ini. Usaha penetrasi dari luar sangatlah sukar mengingat kaum terpelajar pada saat itu masih dibilang relative sedikit, untuk memuluskan usaha-usaha Mason ini, mereka melakukan penetrasi kedalam tubuh Budi Utomo. Dalam usaha Freemason ini, rupanya bantuan dana merupakan sumber utama untuk menyebarluaskan manifesto politik Freemason pada Budi Utomo, seperti bantuan dari Loge Mataram (cabang Freemason di Yogyakarta waktu itu):

 

“ Tarekat Mason Bebas…”melalui perantaraan Paku Alam”, memberikan bantuan kepada “Budi Utomo”. Loge Jogya “Mataram” ia sebut sebagai suatu lembaga yang berbakti dan pantas dihormati”. (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 48).

 

Beberapa tokoh Indonesia yang menjadi member Budi Utomo juga sejatinya merupakan aktifis dari Tarekat Mason Bebas ini, kita dapat lihat seperti Pangeran Arionotodirojo (1858-1917). Masuk keanggotaan loge Mataram pada tahun 1887 dan memegang berbagai jabatan kepengurusan. Ia ketua Boedi Oetomo antara tahun 1911-1914. pada tahun 1913 ia mendirikan Sarekat Islam Cabang Yogya yang banyak beranggotakan elit Jawa. Notodirojo seorang yang disegani dan dianggap sebagaI pergerakan rakyat Jawa, selanjutya kita temukan Raden Adipati Tirto Koesoemo Bupati Karanganyar. Anggota Loge Mataram sejak tahun 1895. ketua pertama Boedi Oetomo. Pada kongres ke dua Boedi oetomo, yang diadakan di gedung Loge Mataram, ia mengusulkan pemakaian Bahasa Melayu, mendahului Sumpah Pemuda.

Dan tokoh yang dipanggil menghadap Marsekal Terauchi ke kota Saigon bersama Ir. Sukarno dalam kaitanya dengan kemerdekaan Indonesia, yaitu Dr. Radjiman Wediodipoera (Wediodiningrat) 1879-1952. Antara tahun 1906 dan 1936 dokter pada keraton Solo. Sarjana dan penulis mengenai falsafah budaya. Pejabat ketua Boedi Oetomo 1914-1915. pada tahun 1945 memainkan peranan penting sebagai ketua dari Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

 

Sebenarnya gerakan kebangkitan nasional versi Budi Utomo ini lebih dapat disebut sebagai usaha bercokolnya Yahudi di Indonesia melalui selubung kaum Freemason atau Tarekat Mason Bebas, karena kita juga dapat temui komunitas Yahudi di Indonesia.

Oleh: cahayapelangi | Juni 11, 2011

Alter Terahsia Bngsa Melayu III

 

 

Rahsia yang terpendam beribu tahun tentang satu bangsa pengembara yang mencari ‘Tanah yang Dijanjikan’ semakin lama semakin terbongkar dengan penemuan pelbagai artifak yang penuh misteri dan mengundang pertanyaan seperti penemuan keris di sebuah kuil purba di Okinawa Jepun,kendi purba yang sama di Vietnam,Kemboja dan Pahang,penemuan kota purba yang dinamakan Jawi/Jawa di Jordan dan juga penemuan keris purba di Rusia selain gendang Dong Son dan Kapak Tua Asia Tengah yang popular itu.APA MAKSUD KEPADA SEMUA MISTERI INI?

Ketika Ptolemy,seorang ahli geografi Yunani melukis peta semenanjung Tanah Melayu,beliau telah menamakan semenanjung ini ‘Golden Chersonese’ yang bermaksud Semenanjung Emas ketika manuskrip-manuskrip India Purba menamakan tanah ini sebagai ‘Suvarnabhumi’ iaitu Tanah Emas.Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negarakota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir.Kajian dari manuskrip kuno Firaun Mesir dan hieroglif di dinding-dinding kuil telah mendapati bahan pengawet,kapur barus dan rempah-rempah untuk upacara ritual mengawet mayat diimport dari sebuah kawasan di sebelah Nusantara ini.Apa yang terjadi di Nusantara beribu tahun yang silam?Benarkah ketika Firaun-Firaun Mesir sedang membina Piramid,bangsa yang tinggal di Nusantara masih bercawat dan melukis gambar monyet di gua-gua? Nampaknya perdagangan rempah telah berjalan beribu tahun dahulu malah bangsa misteri di Nusantara telah mampu mengeksport emas dikala kerajaan lain hanya mampu memperdagangkan kendi-kendi,gendang dan seramik purba.ADAKAH SEJARAH YANG KITA BACA SELAMA INI BETUL-BETUL TEPAT?

Siri Alter Terahsia Bangsa Melayu meneruskan pengembaraannya menjejaki wangian yang hilang di Timur Jauh…

Selamat membaca

-M.O

Wangian Yang Hilang Di Timur Jauh

Melayu itu orang yang bijaksana
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampu bijak beralas tangan.
Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar,
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut,
Biar mati adat
Jangan mati anak.
Melayu di tanah Semenanjung luas maknanya:
Jawa itu Melayu, Bugis itu Melayu
Banjar juga disebut Melayu,
Minangkabau memang Melayu,
Keturunan Acheh adalah Melayu,
Jakun dan Sakai asli Melayu,
Arab dan Pakistani, semua Melayu
Mamak dan Malbari serap ke Melayu
Malah mua´alaf bertakrif Melayu
(Setelah disunat anunya itu)
Dalam sejarahnya
Melayu itu pengembara lautan
Melorongkan jalur sejarah zaman
Begitu luas daerah sempadan
Sayangnya kini segala kehilangan
Melayu itu kaya falsafahnya
Kias kata bidal pusaka
Akar budi bersulamkan daya
Gedung akal laut bicara
Malangnya Melayu itu kuat bersorak
Terlalu ghairah pesta temasya
Sedangkan kampung telah tergadai
Sawah sejalur tinggal sejengkal
tanah sebidang mudah terjual
Meski telah memiliki telaga
Tangan masih memegang tali
Sedang orang mencapai timba.
Berbuahlah pisang tiga kali
Melayu itu masih bermimpi
Walaupun sudah mengenal universiti
Masih berdagang di rumah sendiri.
Berkelahi cara Melayu
Menikam dengan pantun
Menyanggah dengan senyum
Marahnya dengan diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak.
Watak Melayu menolak permusuhan
Setia dan sabar tiada sempadan
Tapi jika marah tak nampak telinga
Musuh dicari ke lubang cacing
Tak dapat tanduk telinga dijinjing
Maruah dan agama dihina jangan
Hebat amuknya tak kenal lawan
Berdamai cara Melayu indah sekali
Silaturrahim hati yang murni
Maaf diungkap senantiasa bersahut
Tangan diulur sentiasa bersambut
Luka pun tidak lagi berparut
Baiknya hati Melayu itu tak terbandingkan
Selaga yang ada sanggup diberikan
Sehingga tercipta sebuah kiasan:
“Dagang lalu nasi ditanakkan
Suami pulang lapar tak makan
Kera di hutan disusu-susukan
Anak di pangkuan mati kebuluran”
Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu
Masihkan tunduk tersipu-sipu?
Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan;
Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran;
Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan.
Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memiliki ekonomi mencipta budaya
Menjadi tuan di negara Merdeka

(Usman Awang)

Di dalam koleksi alat-alat kebesaran Negeri Perak,terdapat sebilah pedang misteri.Pedang ini dinamakan Cura Simanjakini.Tiada yang istimewa tentang pedang ini.Ia tiada membawa kekayaan atau keajaiban kepada pemunyanya.Ia hanyalah pedang biasa yang dibuat oleh manusia biasa.Tetapi apa yang ingin diperkatakan di sini,pedang ini membawa 1001 cerita tentang satu teka-teki yang akan membuka satu pintu rahsia jika ia diselesaikan.

Pedang ini adalah kunci kepada rahsia bangsa misteri.

Kunci Rahsia-rahsia.

Tetapi kunci ini ada kembarnya.

Dapatkan kembarnya dan salah satu pintu rahsia akan membawa ke lorong lainnya.

Lorong gelap yang dihujungnya cahaya.

Tetapi di manakah kita mahu mencari kembar kepada kunci rahsia ini?Alangkah baiknya jika kita dapat menaiki mesin masa dan kembali ke zaman Wan Empuk dan Wan Malini pada suatu pagi yang aneh ketika kedua perawan misteri ini sedang menuai padi.Ketika tiga putera raja dikatakan muncul tiba-tiba.Alangkah baiknya jika kita dapat menyaksikan dialog di antara Sang Sapurba dan Demang Lebar Daun.Atau ketika Sumpah Palapa diucapkan oleh Patih Gajah Mada.Mungkin di situ kita dapat mengutip kembar kepada kunci rahsia ini.Dan dapat mencari jejak-jejak yang ditinggalkan oleh bangsa Melayu kembali ke belakang sebelum mereka sampai ke ‘Promised Land’ ini.Alangkah baiknya jika kita dapat menyusuri langkah-langkah bangsa Melayu balik ke tempat kelahiran Mala ‘Bapa Melayu’ dilahirkan.Ataupun menjejak misteri ini di Lautan Hindi ketika bangsa ini tabah menghadapi ganas ombak dan sedang merenung bintang-bintang di waktu malam bagi memastikan ‘Promised Land’ yang dirindui tetap dalam haluan.

Kita terlampau pasrah dengan sejarah yang ada.Begitu lama bangsa ini dijajah sehingga kita buta jejak kita sendiri.

Baiklah,di sini terdapat dua peti menyimpan rahsia.Jangan bimbang,ia tidak berkunci.Kita boleh membuka peti-peti ini tetapi hanya satu yang menyimpan kembar kunci rahsia.Jika kita dapat mencantum kembar kunci ini,kita akan dapat membuka pintu rahsia itu.Peti yang satu lagi juga mengandungi kunci,yang akan membuka pintu yang lain…

Kita mulakan dengan membuka peti pertama…

SEJARAH MELAYU (MALAY ANNALS)

Kitab paling berharga yang diberi nama Sulalatus Salatin atau lebih dikenali sebagai Sejarah Melayu ini diketahui dikarang oleh Tun Sri Lanang.Pelbagai sarjana barat tertarik untuk mengkaji karya agung ini seperti Winsted dan Shellebear.Namun hasil kajian terkini mendapati kerja-kerja Tun Sri Lanang sebahagian besarnya berdasarkan hasil karya penulis lain yang lebih lama dan juga manuskrip-manuskrip kuno lainnya.Sejarah Melayu mengandungi pelbagai kisah yang menerangkan pelbagai konflik antara kerajaan-kerajaan Melayu Purba dan juga ada diterangkan mengenai Empayar Melaka.Menurut pengenalan Sejarah Melayu naskah Shellabear, Yang diPertuan Raja di Hilir Sultan Abdullah Mu’ayat Syah ibni’l Sultan Abdul Jalil Syah telah mengutuskan Seri Nara Wangsa Tun Bambang untuk memerintah Bendahara Paduka Raja Tun Muhammad@Mahmud (Tun Sri Lanang) pada hari Khamis, 12 Rabiul Awal 1021 bersamaan 13 Mei 1612 agar menyunting salinan Sejarah Melayu yang dibawa oleh Orang Kaya Sogoh dari Goa/Gowa.

Di dalam Sejarah Melayu terdapat satu petikan popular yang mengaitkan keturunan raja-raja Melayu adalah berasal dari Iskandar Zulkarnain.Iskandar Zulkarnain di sini kerap terkeliru dengan Alexander The Great dari Macedonia.Sebenarnya tiada siapa pun yang memanggil Alexander The Great sebagai Iskandar Zulkarnain kecuali sesetengah orang yang keliru.Terdapat dua teka-teki di sini.Teka-teki ini muncul apabila diketahui bahawa Tun Sri Lanang hanyalah seorang editor yang mengkompilasi,menyunting serta menyusun manuskrip-manuskrip purba yang telah ada lama sebelum itu.

“… mengutuskan Seri Nara Wangsa Tun Bambang untuk memerintah Bendahara Paduka Raja Tun Muhammad@Mahmud (Tun Sri Lanang) pada hari Khamis, 12 Rabiul Awal 1021 bersamaan 13 Mei 1612 agar menyunting salinan Sejarah Melayu yang dibawa oleh Orang Kaya Sogoh dari Goa/Gowa.”

Apakah yang terkandung di dalam manuskrip-manuskrip yang di bawa oleh Orang Kaya Sogoh?Teka-teki pertama adalah jika Iskandar Zulkarnain itu adalah Alexander The Great dari Macedon yang pernah menawan Parsi dan India,kemungkinan terdapat waris Melayu yang berasal dari kempen Alexander The Great yang menggalakkan askar-askarnya mengahwini orang-orang asing termasuk dirinya sendiri yang mengahwini seorang anak raja satu kerajaan di India (selain dari bangsawan Parsi) di mana di dalam Sejarah Melayu dinamakan Puteri Syahrul Bariyah.Dan Sejarah Melayu mendakwa raja-raja Melayu berasal dari keturunan Alexander dan permaisuri Syahrul Bariyah.

Petunjuk kedua adalah,adakah Iskandar Zulkarnain itu adalah bermaksud dari Iskandar Zulkarnain yang disebut dalam AlQuran?Memandangkan ketika itu bangsa Melayu telah memeluk agama Islam maka petunjuk yang kedua ini lebih meyakinkan.

Perlu diingat Sulalatus Salatin (sejarah Melayu) sendiri mempunyai sekurang-kurangnya 29 versi dan versi-versi popular adalah hasil kajian sarjana Barat.Dan tidak mustahil sarjana Barat seperti Shellabear yang menambahkan kata ‘Makaduniah’ kepada nama Iskandar Zulkarnain untuk menamatkan jejak bangsa Melayu sekaligus menamatkan teka-teki ini.

Jika kita pergi ke petunjuk pertama,pencarian kita akan tamat di sini.Maka raja-raja Melayu adalah berasal dari hibrid bangsa Yunani dan satu bangsa di India (ingat,kaum di India juga berbeza-beza seperti Tamil,Benggali,Punjab,Hindustan dll).Pencarian akan tamat sepertimana kes Melayu dari Yunnan.

Tetapi mari kita lihat petunjuk yang kedua.Petunjuk kedua nampaknya akan membuka banyak pintu rahsia.Satu pintu rahsia akan membawa ke banyak lagi pintu rahsia.

Iskandar Zulkarnain,begitulah nama yang disebut dalam AlQuran surah Al-Kahfi.

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akanbacakan kepadamu cerita tentangnya.

(AlKahfi ayat 83)

Iskandar Zulkarnain ini mempunyai empayar yang luas.

“Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, “

(AlKahfi ayat 84)

Zulkarnain bermaksud Pemunya Dua Tanduk.Zulkarnain juga yang membina tembok untuk menghalang Ya’juj dan Ma’juj.

Mengikut kajian ahli sejarah dan arkeologi,Iskandar Zulkarnain bukanlah Alexander dari Macedon tetapi lebih menepati sifat-sifat Cyrus The Great, Emperor Parsi yang menyatukan bangsa-bangsa Parsi Kuno.Cyrus The Greatlah yang dipercayai menganut agama Allah,seorang yang warak dan berpekerti mulia tidak seperti akhlak Alexander The Great yang diketahui berfoya-foya dengan arak dan menyimpan kekasih lelaki.Empayar Cyrus meliputi Timur dan Barat dari Eropah termasuk Mesopotamia,Parsi dan India dan membentang sejauh negeri China.Cyruslah yang dipercayai mula-mula membina tembok-tembok di negeri China.Sesungguhnya bukanlah Emperor Shih Huang Ti yang membina Tembok Besar sepenuhnya di mana catatan purba menjelaskan bahawa beliau hanya menambah,menyambung dan memperbaiki tembok-tembok purba yang terlebih dahulu wujud di negeri China.

“Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.”

Ayat ini menceritakan tentang kedatangan rombongan Yahudi (atau Nasrani?) yang menanyakan tentang kisah Zulkarnain yang terdapat di dalam kitab Taurat/Injil.Sememangnya di dalam Taurat/Injil ada menceritakan tentang raja Kurosh/Cyrus yang mempunyai kerajaan yang hebat.Petunjuk ini akan membawa kita ke kisah epik bangsa Melayu yang jejaknya dapat ditelusuri sejauh sejarah purba Cyrus The Great sehingga Cambyses,emperor-emperor Parsi dan Medes.

Petunjuk ini akan bercantum dengan petunjuk dari bangsa Keturah yang membuat perjalanan dari arah Sumeria menuju ke Timur.Mereka tidaklah membuat perjalanan terus-menerus sehingga ke Timur Jauh tetapi di satu-satu tempat mereka akan membuat penempatan beberapa lama sehingga menurunkan bangsa-bangsa lain.Mereka berasimilasi dengan etnik tempatan dan menghasilkan hibrid bangsa hebat yang mampu membina empayar-empayar.

Apakah dia kunci yang telah mencantumkan kdua-dua petunjuk ini?Kunci tersebut adalah Cura Simanjakini.

Kunci Rahsia dari Pedang Misteri

Cura Simanjakini adalah salah satu alat kebesaran negeri Perak.Pedang ini, yang juga dipanggil ‘Pedang Kerajaan (Negeri Perak Darul Ridzuan)’, berasal dari perkataan Sanskrit ‘Churiga (Si) Mandakini’ yang bererti Mata Pisau dari Tasik Mandakini, iaitu sebuah tasik berhampiran dengan Sungai Ganges di Negara India.

Mengikut cerita, pedang ini pada asalnya adalah kepunyaan Sang Sapurba (juga digelar ‘Nila Utama’) yang tiba-tiba menjelma di Bukit Si Guntang Mahameru bersama-sama dengan dua orang adindanya.

Mengikut Hikayat Ketinggian Salasilah Perak keturunan Sultan Perak (Darul Ridzuan) adalah berasal dari keturunan Sang Sapurba, anakanda kepada Raja Suran dan Puteri Mahtab al-Bahari (puteri kepada Raja Aftab al-Ardzi). Adalah dipercayai Sang Sapurba telah memerintahkan Permasku Mambang untuk membunuh seekor naga yang diberi gelaran ‘Saktimuna’ sedang mengancam penduduk-penduduk di Minangkabau, Sumatera. Pedang yang sama juga digunakan oleh Parameswara semasa beliau ditabalkan sebagai Maharaja Melaka yang pertama. Nama gelaran Maharaja ini ditukarkan kepada Sultan apabila Parameswara menganut agama lslam.

Sultan Mahmud Shah, Sultan terakhir Negeri Melaka, mewarisi pedang ini dan disimpan oleh baginda sehingga baginda menjadi Sultan Kampar, Sumatera selepas baginda berjaya melarikan diri dari serangan Portugis pada tahun 1511. Baginda mangkat di Kampar pada tahun 1530.

Sebelum mangkat, Sultan Mahmud Shah telah menghantar anakandanya, Raja Mudzafar Shah, untuk menjadi Sultan yang pertama bagi Negeri Perak Darul Ridzuan. Di dalam keberangkatan Raja Mudzafar Shah, baginda dilengkapkan dengan pedang ini dan Alat-alat Kebesaran Kesultanan Melaka dahulu. Dari tarikh itu, pedang ‘Cura Si Manja Kini’ yang melambangkan keagungan dan kekuasaan Raja Pemerintah telah menjadi alat perkakas turun-temurun bagi Sultan yang memerintah Negeri Perak (Darul Ridzuan).

Mengikut kajian sejarah,pedang ini bukanlah berasal dari etnik Hindu India tetapi dari satu kerajaan Parsi Purba yang memerintah India ketika itu ataupun satu bangsa Indo-Aryan yang menduduki Tanah India dan menakluk etnik-etnik asli India.Teori perjalanan bangsa Mala dari arah Parsi ke Tibet dan seterusnya ke India dapat juga ditelusuri pada sejarah Negeri Kedah di mana nama Raja Kedah yang pertama ialah Maharaja Derbar Raja yang berasal daripada Parsi.
Baginda terpaksa melarikan diri setelah dikalahkan oleh raja lain. Baginda sampai di suatu tempat yang dipanggil Kedah atau Qalha.Menurut buku ini, Kedah menerima agama Islam pada awal kurun ke 12.Maharaja Derbar Raja menggunakan gelaran Sultan Muzaffar Syah setelah memeluk agama Islam. Baginda diislamkan oleh Syeikh Abdullah.

Petunjuk ini bercantum pula dengan satu petunjuk lain,jika kita ingin membayangkan epik pengembaraan bangsa Mala kita perlulah mengetahui satu alter lain pada nama Mala itu sendiri.Alter Terahsia yang ditemui dalam peti rahsia kedua.Apa yang ada di dalam peti kedua?

‘Bangsa Gunung’

Nama ‘Melayu’ adalah nama moden yang digunakan untuk menerangkan bangsa atau bahasa yang mendominasi Tanah Melayu dan kepulauan Melayu di Asia Tenggara.Sebelum itu bangsa ini bukanlah bergelar Melayu lagi.Ini samalah dengan perkataan ‘Hindu’ yang diberikan oleh sarjana Barat merujuk kepada Hind atau satu lembah di Sungai Ganges.Padahal sebelum itu ajaran purba ini bukanlah Hindu tetapi satu ajaran kuno yang berasal dari agama meyembah Tuhan yang Satu.Begitu juga dengan masalah yang kita bincangkan ini,perkataan Melayu,’Malaya’ ,Malay atau Malaysia adalah nama moden yang digunakan pada abad-abad terakhir hingga kini.Namun bangsa ini sebelum digelar Melayu mempunyai pelbagai nama yang menerangkan tempat tinggal bangsa ini semasa pengembaraan atau gelaran atau sifat bangsa ini.Di antara nama-nama ini adalah Malai,Funan,Sailendra,Nam dan Champa.Malai adalah nama yang berasal dari tradisi Vedic-Parsi yang bererti ‘gunung’.Begitu juga dengan yang lainnya SEMUANYA MERUJUK KEPADA ‘GUNUNG’ ATAU ‘BUKIT’.Ini memberikan satu petunjuk tentang kemaraan bangsa Aryan dari arah pergunungan utara India seperti Himalaya-Tibet dari arah Asia Tengah,dari perbatasan Parsi seperti Bactria,Parthia dan Aria.Bangsa ini juga menerbitkan suku pahlawan Kamboja berkasta Ksyatria,merupakan salah satu suku Aryan yang menyerang perbatasan India dan menubuhkan kerajaan-kerajaan purba India.

Bangsa misteri ini digelar bangsa gunung atau kaum yang datang dari pergunungan adalah kaum yang dihormati dan digeruni oleh suku-suku asli atau kerajaan-kerajaan kecil di Benua India.Bangsa ini berubah-rubah namanya akibat asimilasi dan percampuran bangsa ini dengan etnik-etnik asli tempatan.Bangsa ini telah melahirkan keturunan Sakya dan Ksyatria ketika tinggal di Tibet dan di Benua India.Bangsa ini juga menghasilkan sukukaum Champa,Funan dan Khmer juga sebahagian Viet dari asimilasi Mala dengan etnik-etnik yang kecinaan di perbatasan sempadan Yunnan-China dan Indochina.Nampaknya bangsa misteri inilah yang mewarnai sebahagian besar bangsa-bangsa Asia di mana bangsa ini yang berasal dari keturunan Keturah seperti ditugaskan untuk membawa risalah ajaran Ibrahim ke Timur dan memajukan bani Adam yang terdiri dari etnik-etnik asli yang kurang bertamadun yang berasal dari keturunan para pengikut Nabi Nuh yang bertebaran ke sana.

Perjalanan darat bangsa Mala dapat ditelusuri dari salah satu suku Mala-Aryan Purba yang digelar Kambuja.

Kambuja

Menurut kajian antropologi terkini,Kamboja adalah suku kaum Ksyatria dari Zaman Besi di India,selalu disebut dalam kesusasteraan Sanskrit dan Pali,tampil kali pertama di dalam Mahabharata dan kesusasteraan Vedanga semasa (secara kasar dari abad ke 7 Masehi).Kerajaan Kemboja terletak berdekatan Gandhara di barat laut India di Asia Tengah (ingat Teori Kapak Tua?).Sesetengah sarjana menerangkan Kamboja Kuno adalah sebahagian dari Indo-Aryan,sebahagian kecil yang lain kemungkinan dari Indo-Iranian,ketika yang lainnya menurut Vedic Index of Keith and Macdonnel,mengiktiraf mereka sebagai mempunyai kedua-dua keturunan India dan Iran.Walaupun begitu kebanyakan komuniti sarjana kini bersetuju yang Kamboja adalah dari Iran yang sama dengan Indo-Scynthian.Kamboja juga dikenali oleh sarjana sejarah sebagai sukukaum diraja bagi Scynthian.

Ketika penaklukan ke atas India ketika era Pra-Kushana,suku Kemboja telah bergerak ke Gujerat,Selatan India,Sri Lanka dan kemudian ke Bengal dan seterusnya ke Cambodia.

Berdasarkan manuskrip purba,kaum Kamboja adalah kaum terhormat dari bangsa Aryan dan dikelaskan setaraf dengan Vasishtas-hero dalam budaya India Kuno,dan diperkirakan di antara 6 golongan sarjana dalam Kesusasteraan Vedic India.Pakaian dan tahap sosial Kamboja adalah sama dengan Vasishthas.Selain muncul dalam Mahabharata,Kamboja juga muncul dalam Kshatria-Dharama sebagai pahlawan dan pemerintah dan juga disebut sebagai pakar dalam Vedas.Dari sukukaum Kamboja inilah munculnya kerajaan Champa dan Funan dan juga mewariskan kerajaan Khmer.Cambodia adalah nama Perancis merujuk kepada sukukaum Kemboja.

Walaupun begitu ramai sarjana berpendapat Kemboja Kuno adalah pusat kepada Tamadun Iran Purba.Dalam perbincangan setakat ini tentu ada pembaca yang masih tertanya-tanya kaitan antara budaya Iran dan India Kuno.

Kaitan Antara Budaya Iran dengan Vedic India

Semenjak di dapati bahawa terdapat persamaan kata di dalam bahasa Sanskrit dan bahasa Parsi Kuno Zoroaster,sememangnya para sarjana antropologi sudah maklum akan penyerapan budaya Iran kuno dengan India dan fenomena hibrid ini digelar budaya Vedic.Bangsa Iran Kuno sudah lama berhubungan dengan etnik-etnik asli yang mendiami India.Dalam kesusasteraan India,bangsa Iran yang datang menduduki India pada zaman purba dahulu dikenali sebagai bangsa Aryan (perhatikan perubahan ‘Iran’ ke ‘Aryan’).Bangsa Aryan inilah yang membawa budaya Vedic berserta bahasa Sanskrit yang berasal dari bahasa Iran Kuno yang dapat ditelusuri dalam kesusasteraan Avestan seperti di dalam Kitab Zoroaster, Zend Avesta.Mereka juga membawa juga dikatakan orang-orang yang bertanggungjawab membawa agama Hindu ke India bermula di sebuah lembah di Sungai Ganges.Walaupun ada sarjana yang menentang teori ini berdasarkan teori Mohenjo-Daro dan Harappa,sebenarnya dua negarakota ini bukanlah ada kaitan dengan budaya Vedic-Aryan malah usia kota ini lebih tua dan sezaman dengan era Sumeria-Babilon.Ini kerana terdapat bukti perdagangan antara negarakota Ur di Sumeria dan Harappa berdasarkan penemuan artifak-artifak yang sama di kedua-dua tapak arkeologi.Malah pakar-pakar sejarah begitu bingung dengan penemuan kaca-kaca hitam yang berselerakan di jalan-jalan kedua-dua negarakota,padahal kaca-kaca hitam itu tidak dapat ditemui di mana-mana tempat dan bukan semulajadi kerana hanya didapati di loji-loji nuklear.Hasil dari penguraian uranium dan haba berantai akan menghasilkan sisa-sisa buangan berbentuk kaca-kaca hitam tadi.Inilah yang mewujudkan teori perang nuklear tambahan pula boleh dikatakan tiada rangka manusia ditemui di tapak arkeologi.Dan ini menyebabkan Mohenjo-Daro dan Harappa dikatakan sezaman pula dengan Kerajaan Rama,Atlantis dan Lemuria yang telah tenggelam.

Bahasa Iran Purba iaitu Avestan adalah asal kepada bahasa Sanskrit.Dan bahasa Sanskrit adalah bahasa elit di dalam agama Hindu.Bahasa Avestan pula digunakan dalam kitab Zend Avesta dan terdapat dalam manuskrip-manuskrip purba Iran seperti Agatha.Lihat persamaan bahasa di antara kedua-duanya.

təm amavantəm yazatəm
tam amavantam yajatam
 
surəm damohu scvistəm
suram dhamasu savistham
 
miθrəm yazai zaoθrabyo
mitram yajai hotrabhyah

Di sebelah atas adalah Avestan dan dibawahnya adalah Sanskrit.Perhatikan juga kata ‘deva’ dalam Sanskrit bermaksud dewa/tuhan tetapi dewa dalam Avestan adalah ‘ahuras’ atau ‘asuras’ manakala ‘devas’ pula bermaksud syaitan.

INI ADALAH PEMBAYANG KEPADA AKTIVITI BANGSA MALA DISEMPADAN INDIA DAN PARSI.

MISI TERAHSIA KE TIMUR JAUH

Sesungguhnya memang terdapat kisah-kisah peperangan Raja-raja Babilon atau Sumeria di dalam kitab-kitab Veda terutama di dalam Rig Veda yang merupakan yang tertua di antara keempat-empat Veda.Kisah-kisah Mahabharata juga di dalam Upanishad juga diketahui berasal dari kitab-kitab Babilon Purba.Ini amat menakjubkan.Malah lebih menakjubkan terdapat juga nama Ibrahim dan Muhammad di dalam kitab Veda.Pada tahun 1935, Dr. Pran Nath menerbitkan artikel di dalam Times of India yang menunjukkan bahawa Rig Veda mengandungi peristiwa-peristiwa mengenai raja-raja Babilonia dan Mesir dan peperangan-peperangan mereka. Selanjutnya, beliau menunjukkan bahawa se per lima daripada Rig Veda adalah berasal daripada Kitab-kitab Babilonia. Dari sudut pandangan Muslim adalah mungkin bahawa penganut Hindu telah diwahyukan kitab atau kitab-kitab yang mengandungi cerita mengenai perjuangan Nabi-nabi Allah yang telah diutuskan kepada kaum-kaum lain yang terdahulu. Adalah mungkin juga bahawa ulasan-ulasan yang ditulis mengenainya telah digabungkan dan kemudiannya menjadi sebahagian daripada kitab-kitab yang diwahyukan.

Terdapat beberapa contoh seperti ini di dalam kitab-kitab Hindu. Atharva Veda juga dikenali sebagai ‘Brahma Veda’ yang bermaksud Ilmu Suci. Analisa ke atas Veda menunjukkan bahawa ‘Brahma’ sebenarnya adalah Abraham (Ibrahim), di mana huruf A di dalam Abraham telah dipindahkan ke belakang untuk menjadikannya Brahma. Analisa ini tepat apabila seseorang menulis dua perkataan di dalam huruf Arab, di mana Bahasa Arab adalah bahasa yang mirip kepada bahasa yang dituturkan oleh Nabi Ibrahim. Begitu juga, isteri pertama Ibrahim, iaitu Sarah, disebut di dalam Veda sebagai Saraswati, dan Nabi Nuh disebut sebagai Manuh atau Manu. Segolongan Pandit menganggap Athrva Veda sebagai Buku Ibrahim. Nabi Ismail dan Nabi Ishak dinamakan Atahrva dan Angira, masing-masing di dalam Veda.Ramalan tentang Nabi Muhammad di dalam Purana:

“Seorang Malechha (dari negara asing dan bertutur dalam bahasa asing) yang merupakan guru kerohanian akan muncul bersama-sama sahabat-sahabatnya. Namanya adalah Mahamad…”

(Ayat 5 Bhavishya Puran, Prati Sarg Bahagian III:3,3)

Juga di dalam Purana:

“Seorang Malechha (dari negara asing dan bertutur dalam bahasa asing) yang merupakan guru kerohanian akan muncul bersama-sama sahabat-sahabatnya. Namanya adalah Mahamad. Setelah Raja (Bhoj) memandikan Mahadev Arab (dengan keperibadian seperti malaikat) ini, dia mempersembahkan kepadanya hadiah sebagai tanda ketaatannya yang ikhlas dan tanda penghormatannya dan berkata, ‘Aku patuh kepadamu’. ‘Wahai engkau, kebanggaan manusia, penghuni Arabia. Kau telah mengumpulkan kekuatan yang besar untuk membunuh Syaitan dan kau sendiri telah dilindungi daripada penentang-penentang malechha (penyembah berhala). Wahai engkau, yang merupakan gambar Tuhan Yang Maha Suci, Tuhan yang terbesar, aku adalah hambamu, terimalah aku yang tunduk di kakimu.”

“Malechha telah memijak tanah Arabia yang masyhur. Arya Dharma tidak akan ditemui di negara itu. Sebelum itu telah muncul seorang roh jahat yang terseleweng yang telah kubunuh [nota: contohnya Abrahah Al-Ashram, gabenor Yaman yang menyerang Mekah]; dia kini muncul lagi dan dihantar oleh musuh yang gagah. Untuk menunjukkan musuh-musuh ini ke jalan yang benar dan membimbing mereka kepada Mahamad (Muhammad) yang dikenali, yang telah kuberi nama julukan Brahma dan berusaha keras untuk membawa golongan Pishacha ke jalan yang benar. Wahai Raja! Kau tidak perlu pergi ke negara Pishacha yang tolol, kau akan disucikan melalui kemurahan hatiku di tempat kau diam. Pada waktu malam, dia yang seperti malaikat, manusia yang licik, yang menyamar sebagai Pishacha berkata kepada Raja Bhoj: “Wahai Raja! Arya Dharma mu telah menang mengatasi agama-agama lain, tetapi menurut perintah ‘Ashwar Parmatma (Tuhan, Roh Yang Tinggi), aku akan melaksanakan rukun yang kuat daripada golongan pemakan daging. Pengikut-pengikutku terdiri daripada lelaki yang telah disunatkan, tanpa ekor (di kepalanya), menyimpan janggut, melancarkan revolusi, mengumumkan panggilan sembahyang dan memakan semua yang halal. Dia akan memakan semua jenis binatang kecuali khinzir. Mereka tidak akan mencari kesucian dari pohon suci, tetapi disucikan melalui peperangan. Kerana mereka menentang bangsa-bangsa yang tidak beragama, mereka akan dikenali sebagai Musalman (Muslim). Aku akan menjadi pengasas agama golongan yang memakan daging ini.”

(Bhavishya Puran:Prati Sargh Part III:3,3,5)

Di dalam Kuntap Sukt (Antharva Veda):

Terjemahannya oleh Pundit Raja Ram diberikan seperti berikut:

“Dia memberikan kepada Rishi Mamah seratus keping wang emas, sepuluh kalungan, tiga ratus ekor kuda dan seribu ekor lembu”

Perkataan akar kepada perkataan Mamah adalah Mah yang bermakna yang disanjung tinggi, dihormati, disegani, dibesarkan dan bertaraf tinggi. Perkataan “Muhammad” di dalam bahasa Arab bermaksud “yang dipuji”. Di dalam bahasa Sanskrit, banyak nama-nama Muslim yang digunakan dengan sedikit pengubahsuaian. Contohnya, ‘Mahmud’ Ghaznavi yang memerintah sebahagian daripada India, dipanggil dengan nama ‘Mamud’ Ghaznavi. Oleh itu, Mamah adalah sinonim dengan Muhammad apabila makna keseluruhan ayat tersebut dipertimbangkan. Di dalam agama Hindu, perkataan Rishi bermaksud guru ilmu mistik atau Nabi, dan mungkin juga seorang yang tinggi tarafnya. Kelihatannya perkataan ini diterbitkan daripada nama Nabi Idris dengan huruf pertama ‘i’ dipindahkan ke penghujung perkataan, sama seperti nama Abraham dan Brahma, dan huruf ‘d’ digugurkan seperti mana Mamah (Muhammad, yang diterbitkan daripada huruf akar h, m dan d).

Seratus keping wang emas merujuk kepada sahabat-sahabat awal Nabi Muhammad, yang mana lapan puluh daripada mereka berhijrah ke Habsyah untuk melepaskan diri daripada penindasan yang tidak tertanggung. Di dalam Shatpath Brahmana yang merupakan ulasan yang diwahyukan ke atas Yajur Veda, emas adalah digunakan sebagai metafora untuk kuasa spiritual manusia yang tinggi.

Sepuluh kalungan merujuk kepada sepuluh sahabat Nabi Muhammad yang paling rapat yang diberikan berita gembira mengenai syurga oleh Nabi. Umat Islam mengenali mereka sebagai ‘Ashra-i-Mubbashshara’. Mereka adalah Abu Bakar (r.a.) , ‘Umar, ‘Uthman, ‘Ali, Talha, Zubair, ‘Abdul Rahman bin Auf, S’adbin Abi Waqqas, S’ad bin Zaid, dan Abu ‘Ubaidah (moga Allah memberkati mereka). Mereka adalah orang-orang yang disebut di dalam Veda sebagai Dash ashrijah – ‘sepuluh jambangan bunga dari syurga’.

Tiga ratus ekor kuda yang bagus (dari baka Arab) merujuk kepada sahabat-sahabat Nabi Muhammad yang berjuang di Badar. (Bilangannya yang tepat adalah 313, tetapi dalam kebanyakan ramalan angka ini digenapkan). Perkataan Sanskrit Arvah bermakna kuda Arab yang pantas, terutamanya yang digunakan oleh golongan Asura (bukan Arya).

Sepuluh ribu ekor lembu merujuk kepada sepuluh ribu sahabat yang mengiringi Nabi semasa pembukaan Mekah. Perkataan Sanskrit ‘go’ diterbitkan daripada gaw yang bermakna pergi berperang, dan digunakan bagi kedua-dua kerbau dan lembu. Di dalam Veda, kerbau atau lembu digambarkan sebagai simbol peperangan, keamanan dan persahabatan. Kita dapati kedua-dua sifat ini pada sahabat-sahabat Nabi Muhammad. Mereka adalah manusia yang beriman dan pemurah seperti lembu, dan kuat serta perkasa dalam memastikan keamanan dan keadilan.Inilah sebab orang-orang Hindu menganggap lembu sebagai haiwan suci padahal istilah zaman purba Avestan-Sanskrit ‘lembu’ bermaksud ‘orang suci’ atau sahabat orang suci.Penyelewengan ini juga terdapat dalam bahasa Aramaik Kuno yang mengistilahkan ‘anak-anak Tuhan’ sebagai orang-orang suci tetapi orang-orang Kristian menyalahanggap istilah ini.

Apakah yang terjadi kepada bangsa Mala (Aryan) yang berasimilasi dengan kaum purba India?Apakah nama yang diberi oleh orang-orang Iran Kuno kepada saudara mereka dari Bangsa Mala?

Siapakah Bani Jawi?

Apakah dia yang pemberian (gift) diberi oleh Nabi Ibrahim kepada anak-anaknya?Apakah misi yang digalas oleh Bani Jawi dalam perjalanan mereka ke Timur Jauh?Nantikan sambungan Alter Terahsia Bangsa Melayu IV…

—————————

Alter Terahsia Bangsa Melayu IV

Menyusuri jejak-jejak Melayu sehingga ke Emperor Cambyses di Parsi dari haluan Sungai Mekong…

-Rahsia Sungai Mekong
-Jayavarman,Sailendra dan Khmer
-Angkor Wat dan Borobudur
-Dari Cambyses ke Kemboja
-Funan dan asimilasi Viet dari Mala Laut (Indonesia)
-Tatabahasa Veda dan Avestan
-Hyperborean,Aryan dan rahsia Hitler-Nazi
-Operasi rahsia Nazi di Tibet mencari bangsa yang hilang
-Catatan-catatan pengembara Eropah
-Kapal-kapal Bangsa Mala
-Siapakah Bani Jawi?
-Misi Terahsia Bani Jawi

Oleh: cahayapelangi | Juni 12, 2011

Indonesia Jantung Dunia

Indonesia adalah paru2 dunia. Apa yang terjadi kalau kita tebang hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Ini satu bukti bahwa Dunia yang butuh Indonesia !

Tak hanya itu Indonesia bahkan lebih pantas dikatakan sebagai JANTUNG DUNIA

Almost Everything is nothing, their cant be rich without Indonesia .

Kita perhatikan dengan seksama negara mana yang tidak menggunakan, Listrik dan Barang –barang Elektronik siapa tak butuh Tembaga dan bahan mentah lainnya untuk memproduksi itu semua, lalu dimana mereka mendapatkan itu semua?  

LIHAT KITA SEBENARNYA BISA KENDALIKAN DUNIA INI !!!

Jepang mengekspor Jutaan Alat transportasinya dan produk – produk lainnya, pertanyaannya penduduk dari Negara mana yang melakukan pembelian terbesar setiap tahunnya?

China pun tak pernah ketinggalan dgn semua produk yang mampu menguasai pasar dunia, penduduk dari Negara mana yang memberikan Omset terbesar untuk penjualannya ? produk apa yang tak masuk ke Negeri kita dgn berlabel “Made in China”.

Ribuan orang Indonesia pergi berlibur, berbelanja dengan banggannya  ke beberapa Negara  setiap bulan atau setiap Tahunnya. Contoh di Singapura -/+ 500.000 Warga Negara Indonesia berlibur kesana bisa terbayang uang yang masuk ke Negara tsb, apartemen2 dan condo terbaru mereka yang membeli pun orang2 indonesia, tak perduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit Negara singapura, hampir orang Indonesia semua yang berobat.

Perhatikan produk – produk yang kita beli, hampir 100% dari Negara lain, mulai dari alat Transportasi sederhana sampai ke yang mewah, barang2 elektronik, Pakaian, kebutuhan rumah tangga dan beberapa hal lainnya.

bagaimana kalapnya pemerintah singapura dan Negara-negara tetangga lainnya ketika asap hutan Indonesia masuk?

Agustus lalu dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia, kita di Indonesia masih terbilang mudah untuk mendapatkan beras.

Lihatlah negara  kita ini, kaya dengan  air bersih,  lihatlah negara lainnya, air bersih pun harus beli dari Negara lainnya contoh singapura yang membeli air bersih dari malaysia.

Kalimantan, pasir pun mengandung permata.  Jawa tanah subur tiada tara, Sumatera berlimpah kekayaan Alam mulai dari Timah, Tembaga, Emas dan lainnya, Sulawesi Kekayaan Laut yang selalu diburu oleh para nelayan manca Negara, Papua Pulau yang saya katakan sebagai Gudang Emas Dunia dan Gudang Uranium Dunia.

Indonesia adalah Jantung Iklim dan Mineral Dunia,

Indonesia Negeri terkaya akan Budaya, yang bukan sembarang Budaya tetapi budaya yang memiliki nilai seni maha karya, seperti contoh :

Tari Topeng dari Cirebon yang ternyata memiliki filosofi sains tentang penciptaan alam semesta,

Batik yang mengandung Fraktal yang merupakan sebuah konsep matematis yang mengemuka untuk memodelkan banyak hal yang tak dapat dimodelkan dengan geometri konvensional.

Siapa bilang SDM kita tak mampu mengelola ini semua?

Para Juara Olimpiade fisika, Robot, dan kompetisi Dunia lainnnya yang tak jarang setiap tahunnya pemenangnya adalah dari NEGARA KITA TERCINTA, lihat link dibawah ini :

https://www.facebook.com/board.php?uid=133676386682283#!/topic.php?uid=133676386682283&topic=273

https://www.facebook.com/topic.php?uid=133676386682283&topic=198

SIAPA BERANI  meng-embargo Indonesia?! karena negara ini memiliki segalanya.

Mereka takut kalau kita menjadi Negara mandiri.

Harusnya KITALAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KITA SENDIRI. Belilah dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri.

“Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia” “Everything can be found here in Indonesia, We don’t need the world”

“Our country is so rich!”

JIKA KITA BISA MANDIRI KITA PASTI BISA MENGATUR DUNIA

AQ surat 55/75 : Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Masihkah kita tak mau menggali dan bangga akan Nikmat Luar biasa yang telah Tuhan Berikan kepada kita ?

 

Alkisah, tersebutlah seorang manusia yang sedang berbuat dan ‘berbicara’ dengan sebuah karya besarnya. Untuk masa depan anak bangsa di republik ini.

Sungguh taklah sulit untuk berjujur kata, bahwa tokoh ini memiliki kecerdasan, talenta dan karakter pertahanan yang sangat kuat, penuh tanggung jawab, memiliki segudang gagasan, ide dan pandangan pandangan kebangsaan dan kenegaraan. Memiliki magnet-futurist thinking.

 

Sungguh sangat terang benderang pula , tokoh ini memiliki kekuatan nasionalisme tiada tara, memiliki kemampuan leadership yang mumpuni, bahkan konon memiliki kekuatan sihrun-mubinan yang mujarab. Ia juga memiliki kekuatan lobby lokal, nasional dan bahkan internasional yang piawai.

Tapi dunia pemberitaan di ranah media republik ini agaknya memang sudah semacam serba terbalik. Seorang berbicara apa, dan melakukan apa, tapi diberitakan melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya. Bahkan digembar-gemborkan berbuat tentang sesuatu yang justru merusak masa depan anak bangsa. Terus terang, ini membuat penulis gemes, gregetan bahkan geram. Mengapa hal ini sampai mereka lakukan?.

Apakah mungkin karena mereka merasa cemburu atau tersaingi oleh peran dan kiprahnya, yang konsisten dan kaffah berkarya memajukan anak bangsa di republik ini ? Kenapa mereka menjadikannya seperti musuh ? Entah kenapa, karya agungnya tak jarang dimaknai dengan sesuatu yang berkonotasi negatif, bahkan distempeli makar. Selalu diusahakan untuk dibedaki dengan aroma pembusuk.

 

Ketika media lokal dan nasional seperti dikomando melakukan serangan bombastis memfitnahnya, pengayom dan pengasuh anak bangsa itu beserta seluruh civitas akademika lembaga pendidikannya, sedang asyik-masyuk , bertungkus-lumus siang malam dengan se-abrek kegiatan rutin pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran di dalam kampusnya.

 

Bahkan anak didiknya, pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas-pun sedang melakukan persiapan demi persiapan menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN). Alhamdulillah, Puji Tuhan YME, ditengah badai fitnah yang sungguh biadab, semua kegiatan itu, dari awal hingga akhir, berjalan sukses, tertib, sesuai jadwal . Penuh khidmat dan damai.

*****

Berawal dari tayangan soal isu NII di Metro TV. Kemudian secara berkelanjutan dan kelihatan sangat ‘terarah’, dengan besar besaran TV-One juga menayangkan dan memberitakan tentang ‘orang hilang’, kejadian teror dan bom – dan juga kisah ‘pencucian otak’, yang kemudian sumber dan pelakunya disinyalir adalah mereka yang bergerak dalam wadah organisasi NII.

 

Pemberitaan demi pemberitaan kemudian merebak dan semakin gencar, bukan saja oleh media elektronik, tetapi juga dari kalangan pers cetak dan pers maya. Perburuan berita kepada tokoh yang kesehariannya tekun melakukan agricultural research ini, boleh dibilang menjadi sarapan pagi dan makan siang bahkan makan malamnya news hunters dari berbagai pers yang telah dibekali segudang motive dan kepentingan ‘pesan’ editor dan pemilik modal.

 

Lihatlah, sebuah media elektronik – sebut saja milik “A”, menayangkan satu pemberitaan, lalu diikuti media lain milik “B” dengan penayangan yang mirip mirip walau tak sama. Lalu pemberitaan itu – seiring berputarnya waktu, dibalik dan digiring kepada terbentuknya suatu koalisi conspirative , dimana object yang diberitakan, sepengetahuan penulis, sama sekali tidak ada hubung – kait dengan apa yang dituduh-sangkakan dalam pemberitaan itu. Tapi memang koalisi conspirative – pada step ini, hanya menghendaki terbentuknya opini publik.

Mereka memang sedang berlomba untuk sampai pada sasaran bidik, selain guna mengejar target tayang untuk merantai pesan konspirativenya agar tak terputus.

 

Berbagai upaya, usaha dan cara mereka lakukan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mulai dengan berbagai alasan yang dilontarkan agar bisa mewawancara target, dengan senyum merayu, pun juga ada yang dengan sopan santun dan penuh etika mewawancarai target dan sub-targetnya.

Ada pula yang dengan sedikit begging kalau liputan itu semata mata untuk tujuan pendidikan, mereka – finally , berhasil, walau at the end, nyatanya, hasil liputan itu tidak dipublish. Atau sekalipun dipublish, hanya berupa cuplikan- cuplikan untuk memenuhi sajian berita yang diyakini sebagai based on the plotting scheme.

Insan pers dan atau wartawan, memang dapat dikatakan sebagai kekuatan keempat yang dapat menentukan ke arah mana publik harus memusatkan perhatiannya. Kemana publik harus digiring opininya. Termasuk juga saat mana wartawan berusaha menggiring opini pemerintah -termasuk penyelenggara dan penegak hukumnya, untuk berfikir tentang adanya keterkaitan berbagai aksi kekerasan dan teror akhir akhir ini yang dilakukan gembong teroris yang tindak tanduknya jelas biadab dengan sebuah organisasi yang sering dikemukakan dengan sebutan NII.

Maka ketika adanya upaya beberapa pihak yang mengait-ngaitkan kegiatan terorisme dan radikalisme, termasuk berbagai praktik – praktik tak terpuji seperti penipuan, dengan institusi pendidikan Al-Zaytun dan tokoh sentralnya, Syaykh Panji Gumilang, ini jelas sebagai bentuk skema bersengaja, plotting scheme, untuk mendapatkan sosok kambing hitam.

Penulis mencatat ucapan seorang intelektual yang tak mau disebutkan namanya, yang dalam sebuah kesempatan mengatakan : “ Syaykh, Anda ini tokoh nasional yang tidak saja milik Al- Zaytun, tapi fakta yang berbicara, Anda adalah milik bangsa, asset bangsa. Kami butuh seorang seperti Anda. Kita sedang mengalami krisis tokoh. Syaykh…. kami akan selalu dibelakang dan bersama Anda, walau ada pihak-pihak yang ingin menjadikan anda sebagai ABB kedua”,tegasnya.

***

Suatu hari, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat melakukan silaturrahim politik dengan bersafari ke pesantren pesantren di Jawa Barat, termasuklah Pesantren Al-Zaytun di Indramayu. Kunjungan itu mendapat warm welcome dari pimpinannya, Syaykh AS Panji Gumilang dan civitas akademiknya.

Maklum saja, karena keluarga besar institusi ini memang sudah biasa respect menghormati kepada siapapun tamu yang berkunjung. Suasana yang luar biasa hangat serta penuh kekeluargaan dan khidmat tercipta. Konon ketika itu, pemandangan yang biasanya nampak kekuning kuningan berubah total menjadi bak lautan biru. Aroma citra Al-Zaytun yang selama ini dianggap sebagai ‘kuning’, berubah ‘biru’.

TV One mulailah memerankan fungsinya sebagai corong politik kepentingan.

Berawal dari tayangan pemberitaan orang hilang, kemudian hebohnya issu pencucian otak dilakukan oleh wanita bercadar, pembai’atan mahasiswa di Malang, serta kasus terorisme dan bom yang kemudian dikait- kaitkan kepada pesantren Al-Zaytun. Upaya konfirmasi tak pernah dilakukan. Apa ini bukan termasuk all about the project ? An actual provocation !

Yang tidak kalah pentingnya, ada beberapa pihak dan kalangan yang mungkin ladang usaha dan kepentingan pribadinya khawatir akan terusik, pemikirannyapun mulai dibalut bayangan fantasi delusive, seolah Panji Gumilang sebagai ancaman yang bakal menjadi petaka bagi masa depan, sehingga harus dihakimi sebelum terhakimi.

Beberapa hari setelah kunjungan Anas -Ibas itu, pendopo dan gedung DPRD Indramayu mendadak berubah bak “pasar kaget”. Orang ramai berbincang perihal kunjungan mereka ke pesantren itu.

TV One, ternyata seperti tak “rela” rival partai politik ownernya melakukan kunjungan silaturrahim politik ke pesantren Al- Zaytun.

Suatu ketika, beberapa tahun lalu, owner Metro TV Surya Paloh melakukan kunjungan ke Al-Zaytun. Paloh dan rombongannya diterima dengan baik dan meriah. Kunjungan silaturahim, katanya. Sekembalinya dari lawatan itu, anehnya, tak jarang Metro TV justru menayangkan pemberitaan yang mengkait kaitkan isu NII dengan Al-Zaytun.

Lebih mengherankan lagi, tidak ada upaya melakukan konfirmasi kepada pihak pesantren. Pertanyaan sederhananya, apakah karena Al-Zaytun dan community nya yang menurut SP merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki potensi besar di masa depan bangsa akan menghambat karier gembong Nasdem itu ? Entahlah.

 

Kasus yang terjadi di negeri ini, yang paling menjadi hot news hingga sekarang sekalipun, memang adalah aksi terorisme. Ketika belum lama ini tidak kurang sebelas orang dari kalangan akademisi jebolan salah satu institusi pendidikan negeri terpandang, bahkan tiga diantaranya pernah menempuh pendidikan ditingkat menengah pertama dan menengah atasnya di salah satu institusi pendidikan Islam modern kenamaan di Jawa Timur. Namun tak satupun dari mereka alumni Al-Zaytun.

*****

Hari terus berganti, masa menelan waktu. Santri Al- Zaytun tetap dengan berbagai kegiatan pendidikan dan pembelajaran, baik yang bersifat in-curriculum atau extra kurikuler.

Sebagaimana lazimnya pelajar di tingkat menengah pada umumnya, pelajar di Al-Zaytun – sekolah yang menerapkan system boarding school, menjalankan kegiatan rutin pembelajaran dari pagi mulai jam 7.OO WIB hingga sore jam 15.OO WIB.

 

Dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran dan pendidikan di luar sekolah yang terpusat di asrama hingga jam 17.45 WIB, seperti shalat berjama’ah, kegiatan olah raga, menghafal mufradat/vocabularies(arabic & english), qira’ah al-qur’an ba’da shalat maghrib dilanjutkan dengan shalat Isya berjama’ah, dan berbagai kegiatan manfaat lainnya.

Bahkan pada hari Kamis malam dan Jum’at malam, pelajar tingkat menengah pertama hingga menengah atas melakukan kegiatan yang disebut dengan muhadlarah, latihan olah pikir dan olah lidah dengan berpidato menggunakan dua bahasa asing; Inggris, Arab dan bahasa nasional Indonesia.

Sesungguhnya ada hal khusus yang menarik yang dilakukan pelajar di Al-Zaytun, antara lain adalah kelas belajar mengaji dan setoran hafalan Al-Qur’an bagi pelajar kelas tujuh, dari jam 7.00 WIB s.d jam 11.00 WIB dan dilanjutkan kembali dari mulai jam 14.00 WIB s.d 17.00 WIB, dipimpin dan disetorkan langsung kepada pimpinan Al-Zaytun Syaykh Panji Gumilang. Dilanjutkan pada malam harinya yang dimulai ba’da shalat “Isya. Demikian cuplikan kecil kegiatan yang sudah menjadi rutinitas sehari hari civitas akademika Al-Zaytun dan Syaykh yang karismatik itu.

Last but not least, masihkah tersisa secercah asa, expectasi dan tekad bagi kita pendamba generasi bangsa – tua dan muda di republik ini untuk senantiasa berjiwa besar membangun bersama suatu format dan arah masa depan bangsa dan negara menjadi lebih bermartabat dan berkeadilan ? Merubah dan meluruskan cara pandang dan kesadaran masing -masing untuk mewujudkan persatuan dalam visi Indonesia Harus Kuat ? Kuat dalam pertalian, kokoh dalam penghayatan dan pengamalan nilai -nilai fundamental falsafah kebangsaan dan kenegaraannya, sehingga keadilan, kemakmuran, kedamaian dan kesejahteraan serta kehidupan yang rukun dapat benar benar terpenetrasi dalam lubuk sanubari bangsa ini ? Atau masih tega memfitnahnya?

 

Oleh: cahayapelangi | Juni 15, 2011

Monotheisme ,Warisan Syariat Nabi Nuh

Ketika bumi dilanda bencana yang maha dahsyat, seluruh peradaban yang ada musnah. Dan yang tersisa adalah Nabi Nuh beserta pengikutnya yang setia. Mereka yang diselamatkan dari bencana, adalah manusia-manusia bertaqwa. Mereka adalah pengikut Syariat Nuh, yang meyakini akan ke-Esa-an Allah (Monotheisme).

Bermula dari pengikut Nabi Nuh inilah, peradaban kembali dimulai, termasuk kepada hal-hal yang berkenaan dengan Sprititual. Dan telah menjadi sebuah kenyataan, jika semua keyakinan-keyakinan utama yang ada pada saat ini, pada hakekatnya percaya kepada Tuhan Yang Esa (Monotheisme), sebagaimana terlihat pada tulisan berikut :

 

ISLAM

Populasi pengikutnya, sekitar 1.7 miliar dan terkonsentrasi di Timur Tengah, Asia Tengah, Afrika Utara dan Asia Tenggara.

Konsep Ketuhanan menurut Al-Quran :

Al Ikhlas 1-4 “Katakanlah, ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

KRISTEN

Populasi pengikutnya sebesar 2.1 miliar pemeluk di seluruh dunia, terkonsentrasi di Eropa, Amerika, Australia dan Afrika Tengah dan Selatan.

Konsep Ketuhanan menurut Alkitab :

Markus 12:29 “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama adalah ‘dengarlah hai Israel, adapun Allah Tuhan kita adalah Tuhan yang Esa’”

Yohanes 5:30, “Maka aku tidak boleh berbuat satu apa pun dari mauku sendiri, seperti aku dengar begitu aku hukumkan dan hukum itu adil adanya, karena tiada aku coba hukum sendiri melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus aku.”

HINDU
Populasi pengikutnya, sekitar 800 juta jiwa dan terbanyak berada di India, Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Konsep Ketuhanan menurut Wedha :

Chandogya Upanishard, pasal 6 bag 2 ayat 1, “Akkam avidetuim” artinya Tuhan adalah satu.

Sweta Sutara Upanishard psl 6 ayat 9, “Na kasia kasji janita nakadipa” artinya Dia yg tidak memiliki ibu bapak dan tidak memiliki tuan.

Sweta Sutara Upanishard pasal 4 ayat 19, “Natastya pratima asti” artinya Tdk ada yg serupa dengannya.

BUDDHA
Agama Buddha berkembang sangat pesat di China, Tibet, Thailand dan Asia Selatan. Populasinya sekitar 600 juta jiwa.

Konsep Ketuhanan menurut Buddha :

Sutta Pitaka, Udana VIII : 3 “Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para Bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu”

Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang yang artinya “Tuhan adalah Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak”.


KONGHUCU

Konghucu lebih tepat dikatakan sebuah aliran daripada agama, namun aliran ini berkembang pesat juga di China dengan jumlah pemeluk sekitar 100-150 juta jiwa.

Konsep Ketuhanan menurut Konghucu :

1. Sepenuh Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa (Cheng Xin Huang Tian)
2. Sepenuh Iman menjunjung Kebajikan (Cheng Juen Jie De)
3. Sepenuh Iman Menegakkan Firman Gemilang (Cheng Li Ming Ming)
4. Sepenuh Iman Percaya adanya Nyawa dan Roh (Cheng Zhi Gui Shen)
5. Sepenuh Iman memupuk Cita Berbakti (Cheng Yang Xiao Shi)

Konghucu juga mengajarkan hubungan antar sesama manusia atau disebut “Ren Dao” dan bagaimana penganutnya melakukan hubungan dengan Sang Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah “Tian” atau “Shang Di”.

SIKHISM
Agama non semitik yang tidak dibawa oleh Nabi namun berkembang pesat di Pakistan dan India di sekitar wilayah Punjab. Sang guru bernama Nanak Shahib. Agama Sikh memiliki sekitar 25 juta jiwa pengikut.

Konsep Ketuhanan menurut Sikhism :

Dalam kitab Sri Guru Granth Shahib vol 1 pasal 1 ayat 1 yang disebut Japoji mul Mantra dijelaskan, “Hanya ada satu Tuhan yg eksis, Tuhan yang tdk tampak wujudnya atau Ek Omkara.”

Sikh adalah agama monotheisme menentang avtarvada (reinkarnasi).

YAHUDI
Agama Yahudi tersebar di Israel, Amerika Utara dan Eropa. Jumlah pemeluknya saat ini sekitar 15 juta jiwa.

Konsep Ketuhanan Perjanjian Lama :

Yesaya Pasal 45 ayat 5, “Akulah Tuhan tdk ada yg lain kecuali Allah.”
Keluaran Pasal 20 ayat 3-5, “Jangan ada padamu Allah lain dihadapanku, jangan buat patung yang menyerupai apa pun yg ada di langit dan di bumi dan di dalam air, jangan menyembah pd patung2 itu krn aku adalah Tuhan yg cemburu.”

Ulangan Pasal 5 ayat 7-9, “Jangan ada padamu Allah lain di hadapanku.”

ZOROASTER
Agama non semitik, dibawa oleh Nabi Zoroaster, agama ini berkembang 2500 tahun yang lalu di persia, sekarang di Iran dan India. Pemeluknya saat ini sekitar 4 juta jiwa.

Konsep Ketuhanan menurut Zoroaster :

Kitab Awesta Buku Kitab Yasna psl 31 ayat 7-11, “Tuhan adalah sang pecipta maha besar, tdk memiliki anak dan orang tua.”

(Sumber : Forum Kaskus)

Berdasarkan temuan Geologi, bencana Nuh diperkirakan terjadi pada sekitar 13.000 tahun yang lalu (sumber : Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia dan Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam ), sementara Syariat Nuh sendiri merupakan sumber dari semua keyakinan. Syariat ini juga, yang kemudian diajarkan oleh semua Nabi dan Rasul kepada kaumnya, sebagai suatu aturan keselamatan (Dienul Islam).

Dia telah mensyariatkan bagi kamu ad-dien yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa, yaitu : Tegakkanlah ad-dien dan janganlah kamu berpecah belah didalamnya… (QS. Asy Syura (42) : 13)

Dan ketika syariat ini telah sempurna, aturan keselamatan tersebut dinamai Al Islam, yang di-amanatkan kepada penutup Para Nabi dan Rasul, Muhammad Rasulullah.

… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu dienmu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi dien bagimu… (QS. Al Maa-idah (5) : 3)

sumber:http://kanzunqalam.wordpress.com

Oleh: cahayapelangi | Juni 19, 2011

Matrix-05

Peringatan

Artikel-artikel di dalam siri The Matrix kebanyakan di luar kotak pemikiran biasa.Ada yang menyentuh ilmu-ilmu kerohanian tertentu terutamanya Ilmu Tasawuf (Sufism).Sekiranya ada di antara artikel di dalam siri ini telah mengganggu ketenteraman anda,anda tidaklah digalak meneruskan pembacaan.Sekiranya anda merasa keliru atau sangsi setelah membaca isi kandungannya,terutama mengenai ajaran kerohanian,sila rujuk guru-guru agama yang mursyid dalam bidang Tasawuf.Sekiranya perlu sila rujuk AlQuran dan AlHadis serta kitab-kitab Tasawuf yang muktabar,sekadar menyebutkan contoh seperti Tanwirul Qulub, Minhajul Abidin,Futuhatul Ariffin,Sirus Salikin dan Hikam,atau lebih bagus sebagai permulaan kitab Imam Al-Ghazali, Ihya ‘Ulumuddin.The Matrix adalah sekadar model untuk pemahaman masalah kehidupan manusia dari kaca mata terkini,di mana tidak mengubah sedikit pun konsep dan kepercayaan sebenar ilmu kerohanian itu sendiri.Dalam hal ini MistisFiles cuba untuk menyederhanakan isi kandungannya sesuai dengan tingkat kefahaman awam.

Kepada pembaca siri Matrix yang baru,sila semak siri-siri Matrix sebelumnya untuk pemahaman yang lebih jelas. Ini adalah Matrix05 di bawah tajuk “Matrix Lebih Tinggi”

M.O

“We are not human beings on a spiritual journey. We are spiritual beings on a human journey”

(Stephen R. Covey)

Di dalam dunia yang kita berhidup sekarang,sebenarnya…adalah salah satu dari berinfiniti alam yang tercipta sebagai makhluk Tuhan.Alam ini,di mana manusia dapat merasainya dengan semua derianya adalah dinamakan Alam Nasut dalam istilah Tasawuf,di mana alam ini juga tidak diketahui anggaran dan ukurannya keluasannya.Dari sebesar-besar semesta yang gelap gelita dengan segala galaksi dan dimensinya,hingga sekecil-kecil jasad;elektron,proton,bozon,quark hingga ke zarah-zarah mikron yang kini sedang dipecahkan di makmal CERN,sesungguhnya akal manusia yang dikatakan lebih hebat dari superkomputer ini juga tidak mampu untuk mengagak betapa luas dan hebatnya alamnya sendiri,Alam Nasut ciptaan Rabbul Izzati,apatah lagi untuk membicarakan alam Malakut.

Kita tidak tahu untuk apakah alam ini diciptakan sehebat-hebatnya.Pernahkah kita bertanya ke dalam hati kita,pada malam yang gelap ketika merenung luas langit yang ditaburi bintang-bintang,untuk apakah semua ini dicipta?Untuk apakah Alam Nasut ini dicipta hanya untuk menempatkan manusia yang lemah ini berserta haiwan-haiwan bagi kegunaan mereka?Mengapa alam yang sebegini luas dibina hanya untuk memuatkan bumi manusia yang di dalamnya para manusia sibuk berperang,bergaduh dan berbunuh-bunuhan sesama sendiri?ADA RAHSIA DI SINI.Jika kita memahami konsep mikro dan makro dalam diri manusia itu sendiri,kita akan dapat memahami mengapa alam sebegini luas,hanya dicipta buat manusia yang lemah dan bodoh ini.

Jika kita dapat memahami Alam Nasut ini,barulah kita dapat bercerita tentang Matrix yang lebih tinggi darinya.Barulah kita dapat memahami mengapa Tuhan menciptakan alam-alam yang lain seperti Alam Jabarut,Malakut dan Lahut.

Matrix Lebih Tinggi

“Maha suci Allah dari bertempat atau bergerak atau berpindah-randah”
(Sirus Salikin)

Di dalam perbahasan Matrix sebelum ini,kita tahu bahawa prinsip pertama untuk memahami Matrix adalah:

Bagi entiti yang wujud di dalam Matrix,ia berjumlah infiniti;tidak terkira banyaknya.Di luar Matrix,tiada Matrix.

Entiti fizikal kita tidak akan mampu mengetahui apa yang diluar Matrix yang kita tinggal sekarang,tetapi entiti spiritual kita yang membolehkan kita tahu apa yang berlaku di luar Matrix.Akal manusia tidak akan dapat menjangkaunya walaupun 100 Albert Einstein dikumpulkan dan dikerah untuk mencipta mesin yang mampu menembusi Matrix manusia ini (Alam Nasut).Hanya rohani yang kuat dan tepat dapat mengetahui kewujudan Matrix selain Matrix manusia.INILAH PERBEZAAN ANTARA AKAL DAN ROHANI.Sejak beribu-ribu tahun dahulu,para petapa,ahli agama,orang suci,rahib,biarawan dan para sufi cuba untuk mengungkapkan Matrix diluar mereka.SEBENARNYA manusia tidak akan pernah tahu berita-berita tentang Matrix diluar mereka jika tidak diberitahu.Siapakah yang mempunyai pengetahuan peringkat tinggi ini,di mana tidak ada ilmu sains yang mampu mencapainya??Tidak lain tidak bukan adalah para Nabi-nabi dan Rasul-rasul.Mereka adalah para manusia yang terpilih,yang mendapat wahyu,iaitu berita-berita dari TUHAN,yang berada DI LUAR MATRIX,atau lebih tepat lagi YANG TIDAK BERGANTUNG dengan apa-apa MATRIX.

“Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”.
(AlQuran 35:24)

Jika kita menganggap bahawa para nabi-nabi itu diturunkan kepada orang-orang Yahudi,Arab dan sejenis dengan mereka sahaja,maka pandangan ini adalah amat silap.Memang benar para Rasul (terutamanya 25 Rasul dalam AlQuran) kebanyakannya diturunkan di kawasan Timur Tengah,tetapi adakah jumlah para nabi yang menjangkau beribu-ribu itu semuanya tinggal di Tanah Arab dan Kanaan??TIDAK SAMA SEKALI.Para nabi diturunkan kepada pelbagai kaum dan bangsa,cuma adakah bangsa tersebut menerimanya atau tidak.Adakah bangsa dan kaum itu mendengar kata-kata ‘orang suci’ ini atau meremehkannya dan tidak mempedulikannya.Sesetengahnya pula menokoktambah cerita-cerita orang suci ini mengikut kepercayaan animisme mereka sendiri.Setengahnya pula amat mengkagumi ‘cerita-ceriti’ orang suci ini sehingga menjadikannya idola dan sembahan.INGAT!Tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.

Dari sini asalnya pengetahuan tentang Matrix sampai kepada semua bangsa dan kaum.Jika tidak diturunkan para nabi-nabi ini,sudah tentu manusia akan bertuhankan nafsu dan melihat Matrix ini melalui kacamata nafsu dan akal semata.Manusia tidak akan tahu untuk apa dia diciptakan,tujuan hidupnya dan ke mana dia akan pergi selepas mati.Akal sahaja tidak akan berguna jika tiada kekuatan rohani atau spiritual.Akal cuma bertindak MELALUI DERIA-DERIA sahaja.Deria-deria ini bertindak sebagai sensor untuk memberikan input-input kepada akal manusia untuk diprosesnya.Jadi akal hanya tahu APA YANG DI DALAM MATRIX sahaja.Di luar Matrix,tidak akan disentuh dan dijangkau oleh akal,kerana deria-deria tidak dapat mengesan entiti di luar Matrix.

Terdapat satu cara,di mana manusia dapat merasai ia satu keganjilan tetapi tidak dapat mengungkapkannya.Dari sini manusia tahu bahawa alam ini bukan hanya sepertinya ini.ADA RAHSIA LAIN.

Pengalaman-pengalaman manusia berhadapan dengan perkara-perkara paranormal,’anomalies’ dan mistik,menjelaskan kepada manusia bahawa terdapat entiti lain yang sukar untuk dijelaskan,sama-sama berhidup di dalam Matrix ini.Entiti ini,majoritinya menimbulkan ketakutan kepada manusia kerana kewujudannya menyalahi hukum akal manusia.APA JUA PERKARA YANG MENYALAHI HUKUM AKAL,AKAL AKAN MELIHAT IA SESUATU YANG LUARBIASA.Ini dinamakan ‘bug’ dalam terminologi Matrix.

‘Bug’ yang terlalu banyak akan mengakibatkan ‘overflow’ dan lama-kelamaan sistem pemikiran manusia akan ‘hang’.

Perkara-perkara ghaib,mistik dan seumpamanya akan dianggap oleh akal bahawa luarbiasa dan ia tidak mampu menjelaskannya,atau dengan lebih saintifik,akal manusia tidak dapat memproses data-data dari kategori ‘mistik’ dan ‘ghaib’ ini.Apabila akalnya tidak dapat menjelaskan paranormal ini,manusia akan mengeluarkan satu aura hormon yang dinamakan ‘KETAKUTAN’.Terma yang lebih tepat dalam bahasa Melayu adalah ‘seram’.Perasaan takut akan mengeluarkan aura tertentu yang tidak dirasai oleh deria manusia tetapi dapat dihidu dan dirasai oleh ‘entiti’ lain.Contoh yang paling popular adalah anjing.Kajian saintifik mendapati anjing dapat mengesan sejenis ‘bau’ yang dikeluarkan oleh manusia yang di dalam ketakutan.DARI SINI MANUSIA MENYEDARI TERDAPAT ENTITI LAIN YANG TINGGAL BERSAMA-SAMA MEREKA di dalam Matrix,tetapi tidak dapat dirasai oleh dera-deria mereka secara langsung.Syaitan,jin,hantu,devil,demon,asura,goblin dan bermacam-macam lagi nama yang diberikan kepada entiti ini.TERDAPAT RAHSIA DI SINI.

Adakah entiti-entiti ini tinggal di dalam Matrix lebih tinggi?Jika begitu,adakah kita dapat berhubung dengan Matrix lebih tinggi hanya dengan berhubung dengan entiti ini??DI SINI MANUSIA SELALU TERPERANGKAP!!

Parallel Universe

You’ve never used them before. Rest, Neo. The answers are coming.

(Morpheus -The Matrix)

Di dalam dunia Fizik,terdapat satu teori yang dapat menjelaskan keberadaan segala entiti yang dipanggil jin dan syaitan ini.Teori ini dikenali sebagai Parallel Universe,kesinambungan dari Superstring Theory.Mengikut teori ini,dunia yang kita duduki ini sebenarnya berada di dalam dimensi lebih besar.Istilahnya,dunia kita ‘terbungkus’ di dalam dimensi Matrix yang lain,yang lebih besar.Katakan kita berhidup di dalam 3 dimensi ruang.Dunia 3 dimensi ini pula terbungkus di dalam 4 dimensi ruang.Namun di dalam 4 dimensi ruang ini terdapat banyak lagi 3 dimensi ruang.Dan sudah tentu di dalam 5 dimensi ruang,terdapat banyak lagi 4 dimensi ruang di dalamnya.Jadi berbalik kepada dunia 4 dimensi ruang,terdapat banyak dunia 3 dimensi ruang di dalamnya.Walaubagaimanapun semua dunia 3 dimensi ruang ini tidak berhubung di antara satu sama lain.Dengan kata lain,entiti di dalam satu dunia 3 dimensi tidak dapat berhubung dengan entiti di dunia 3 dimensi yang lain secara langsung.Ini adalah maksud yang sederhana,sebagai permulaan.Selepas ini kita akan lanjutkan dengan perbahasan yang lebih kompleks tentang dunia MATRIX LEBIH TINGGI ini.

Inilah asas kepada apa yang dikatakan Dunia Yang Selari.Dengan kata lain terdapat dunia lain yang sama dimensi dengan kita tetapi deria kita tidak dapat menyentuhnya.Mengapa?Kerana terdapat satu konsep lain yang akan menerangkan mengapa dunia-dunia ini berkongsi hidup dan tempat tinggal dengan kita,tetapi pada masa yang sama kita tidak dapat melihat mereka,menyentuh mereka atau mendengar mereka bercakap-cakap.Di dalam Parallel Universe,terdapat banyak dunia yang berkongsi dalam satu tingkat Matrix.Dunia-dunia ini berhidup dalam peraturan mereka yang tersendiri.Tidak diketahui berapakah jumlahnya dan apakah yang ada di dalamnya,tetapi setiap subMatrix ini sudah pasti memiliki format dan setup yang berbeza dari Matrix manusia,atau lebih tepat lagi Matrix di mana manusia dapat mengesan melalui derianya. SESUNGGUHNYA MANUSIA HIDUP DI DALAM MATRIX DERIANYA SAHAJA.Jika manusia melihat sehelai daun berwarna hijau,adakah entiti lain dari parallel world yang lain melihat daun itu dengan warna dan bentuk yang sama dengan manusia?ADAKAH DUNIA INI BENAR-BENAR SEPERTI YANG DIGAMBARKAN OLEH DERIA-DERIA KITA??Sebenarnya kita terkurung di dalam dunia deria kita sahaja.Orang yang terkurung di dalam dunia derianya,tidak akan dapat keluar dari Matrixnya.Dia akan tetap terkurung di dalam Matrix sehingga dikeluarkan secara ‘paksa’ di dalam Matrix ini setelah sampai masanya.

Apa akan jadi jika semua deria kita dicabut??Atau deria ini diganti dengan deria entiti yang tinggal di 4 dimensi ruang??Apakah yang akan kita lihat,dengar,hidu dan rasa ketika itu agaknya??INILAH HAKIKAT HIDUP DI DUNIA YANG FANA INI.Segalanya permainan dan senda gurau semata.Tidak ada yang kekal,hanya Wajah-Nya yang kekal abadi.

Jadi adakah para Jin atau ‘hantu’ ini hidup dalam Matrix lebih tinggi??TIDAK SAMA SEKALI.Mereka hidup di dalam Matrix yang sama dengan kita,tetapi berselari di dalam dimensi Matrix ini.Inilah dia Parallel Universe.

Bagaimana entiti-entiti dalam dunia yang berselari ini dapat berhubung?

Untuk menjawab soalan ini,kita mesti tahu dulu prinsip asas Fizik Kuantum tentang entiti-entiti yang berlainan dimensi.Kita mesti mengetahui dahulu apakah yang dinamakan sebagai ‘dimensi’ dan ‘ruang’.Kita perlu tahu apakah perbezaan antara ‘Matrix’ dan ‘Dimensi’.Ini kerana soalan ini hanya boleh dijawab menerusi Kuantum Graviti,M-Theory dan Superstring Theory.

Buat permulaan kita belajar dahulu konsep asas dimensi.

Fizik asas ‘Dimensi’

“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka”
(AlHaaqqah ayat 17)

Dimensi secara sederhana adalah bermaksud ukuran.Kita menafsirkan dunia ini berdasarkan ukuran-ukuran.Dunia ini lebih bermakna jika kita tahu bahawa bola pingpong lebih kecil dari bolasepak.Lebih bermakna jika kita tahu bahawa KLCC lebih tinggi dari Komtar.Lebih bermakna jika kita dapat mengkagumi kejelitaan Rozita Che Wan atau Cameron Diaz (namun ini agak abstrak).Berapa besar?Berapa tinggi?Berapa luas?Berapa panjang?Ini adalah asas kepada aplikasi Matematik.Kita gunakan Matematik untuk menerangkan dunia ini.Kita menjelaskan sebahagian dunia ini dengan angka-angka.

“dan yang genap dan yang ganjil”
(AlFajr ayat 3)

Jadi dimensi berkaitan dengan ukuran.Berapakah dimensi tapak rumah anda?Soalan ini bercakap tentang UKURAN.Ukuran adalah satu kuasa yang ada pada manusia untuk mengetahui perkara-perkara yang lain.Berapa besar dunia ini?Berapa kecil setiap hati nyamuk yang dikumpulkan dalam kisah Puteri Gunung Ledang?Berapakah Phase Margin,Gain Margin dan Frequency Response yang optimum untuk para jurutera jambatan Golden Gate di San Francisco merangka jambatan tersebut?Berapa lebar tapak kaki Sang Gedembai?Berapa lebar ‘misalignment’ yang dibenarkan dalam rekabentuk sebuah kapalangkasa ‘Shuttle’?

Panjang,tinggi,lebar,luas dan sebagainya adalah komponen dimensi.Semua konotasi ini membentuk ukuran ruang kita.DAN MENJELASKAN GAMBARAN SEBENAR RUANG YANG KITA TINGGAL DI DALAMNYA.Bagaimana sebenarnya rupa ruang yang kita tinggal ini?Kita mulakan dengan tingkatan dimensi.

1 Dimensi:Hanyalah satu garisan panjang.Garisan ini tidak tertutup,maknanya jika ada dua garisan selari,ia tidak bercantum dikedua-dua hujung.Pada satu garisan,komponen yang jelas adalah PANJANG.

2 Dimensi:Garisan tertutup (close-loop).Bayangkan sebuah bulatan,atau sebuah segiempat sama.Pada segiempat sama kita dapati ada dua komponen iaitu PANJANG dan LEBAR.

3 Dimensi:Garisan tertutup dengan titik pandangan (point of view).Bayangkan segiempat sama tadi menjadi berbongkah.Kita akan dapati 3 komponen dimensi iaitu PANJANG,LEBAR dan DALAM.

4 Dimensi:3 Dimensi ruang dan 1 Dimensi masa.

Sampai di sini ilmu dimensi dapat diterangkan dengan bahasa yang sederhana.Tambahan pula Fizik asas menjelaskan manusia hidup dalam ruang 4 dimensi sebenarnya (3 dimensi ruang dan 1 dimensi masa),dengan kata lain ruang yang bergerak dalam satu garis masa yang abstrak.Adakah terdapat 7 dimensi ruang dan 1 dimensi masa?ADA,tetapi penglihatan dan neuron otak tidak dapat menafsir bentuk yang terdapat dalam 7 dimensi ruang ini.Terlampau kompleks.Objek 7 dimensi ruang hanya terkumpul di belakang titik buta tanpa diserap oleh cahaya supaya dibawa ke otak untuk ditafsirkan.

Ini adalah Fizik paling asas untuk menerangkan dunia fizikal kita.Namun untuk menerangkan lebih jelas lagi,kita perlukan Fizik Kuantum.

“Fizik Kuantum adalah ilmu yang cuba untuk menerangkan dunia ghaib secara saintifik”
(anonymous)

Di dalam dimensi asas ini manusia cuba untuk memikirkan banyak perkara.Salah satunya cahaya.Cahaya telah lama menarik minat manusia untuk mengkaji alam ini.Apakah yang menjadikan cahaya?Adakah ia mempunyai berat?Adakah ia berjisim?

“Malaikat dicipta daripada cahaya, jin dicipta daripada api dan manusia dicipta daripada apa yang diceritakan kepadamu (tanah)”
(Hadis Nabi diriwayatkan oleh Muslim)

Ini membuka persoalan yang lebih besar,adakah kita boleh menyeberang ke dimensi lain??

Terminologi

Dimensi:Ukuran.Dimensi adalah cara manusia menerangkan dunia fizikal yang ditempatinya.Melalui dimensi juga manusia dapat mengetahui keadaan sebenar konsep ruang dan masa.Dimensi hanya sah di dalam Matrix sahaja.Di luar Matrix,tiada dimensi.

Bug:Merupakan satu pincangtugas di dalam pemprosesan data yang dihantar ke CPU micro.Dalam kes ini minda manusia.Ini terjadi apabila data yang terkumpul di dalam pangkalan data tidak dapat mengeluarkan maklumat seperti dicari atau sepadan dengan persoalan atau data yang diminta.Proses ini akan berulang-ulang dalam ‘loop’ yang jika tidak dikawal akan menyebabkan ‘overflow’.

Overflow:Lambakan aliran tugas.Apabila tugas yang berulang-ulang masuk manakala tugas lama tidak sempat diselesaikan maka terjadilah fenomena ‘overflow’.Ini samalah teknik DoS (Denied on Service) yang digunakan oleh para ‘hacker’ bagi menggodam atau me