Oleh: cahayapelangi | Juli 24, 2010

Merindukan Tegaknya Khilafah Islamiyah

Sejak keruntuhan Daulah Khilafah Islamiyah 82 tahun yang lalu (3 Maret 1924 M) di Turki Ustmani, isu kebangkitan Islam telah menjadi sorotan dan menjadi perhatian utama dalam hidup setiap muslim.

Hilangnya sistem Khilafah berarti hilangnya sebuah sistem Islam yang menyatukan Dunia Islam di bawah satu kepemimpinan berlandaskan syariat Islam, juga berarti hilangnya Negara Islam yang-menurut Dr. Yusuf Qaradhawi-merupakan perwujudan dari ideologi Islam.
bendera

Karena itu, keruntuhan Khilafah Islam 82 tahun lalu, yang antara lain akibat dari berbagai konspirasi jahat Barat imperialis dan Yahudi selama puluhan tahun terhadap Khilafah, sesungguhnya merupakan tragedi terbesar yang belum pernah dialami oleh kaum Muslim sebelumnya. Bagaimana tidak?! Khilafahlah yang selama 13 abad (632-1924 M)-jika dihitung dari masa Khulafaur Rasyidin, Khilafah Bani Umayah, Khilafah Bani Abbasiyah hingga Khilafah Utsmaniyah-menjadi institusi pelayan dan pelindung umat manusia, yang wilayah kekuasaannya pernah meliputi hampir 2/3 bagian dunia, dengan berbagai kesuksesannya di berbagai bidang kehidupan.

Oleh karena itu, fenomena benih kebangkitan Islam telah menyebar secara sporadis di seluruh penjuru bumi ini. Namun musuh-musuh Islam, tak tinggal diam. Segala upaya senantiasa mereka gencarkan dengan mengarahkan moncong-moncong ’senjata’ mereka tuk dapat menutupi dan memberangus gejolak kebangkitan ini dari tubuh kaum muslimin.

Kaum muslimin seharusnya sadar bahwa sesungguhnya pihak-pihak yang tidak menginginkan kebangkitan Islam ini tidak akan pernah diam untuk meredupkan (bahkan mematikan) cahaya Islam.

Nasib Dunia Kini, Tanpa Khilafah

Bagaimana dengan dunia setelah 82 tahun tanpa Khilafah yang mengemban ideologi Islam, tetapi dipimpin oleh negara-negara Barat pengemban ideologi Kapitalisme? Inilah sebagian faktanya:

Bidang Ekonomi.

Di bawah sistem Kapitalisme, terdapat 1,214 miliar orang miskin pada tahun 1997 saja (20% dari penduduk dunia); 1,6 miliar jiwa (25%) penduduk dunia lainnya hidup hanya dengan 1-2 dolar AS perhari. Kesenjangan pendapatan antara 1/5 penduduk dunia di negara-negara kaya dengan 1/5 penduduk di negara-negara termiskin pada tahun 1998 adalah 78:1. Aset 3 orang terkaya di dunia lebih besar daripada gabungan GNP 48 negara terbelakang. Seperlima orang terkaya di dunia mengkonsumsi 86% semua barang dan jasa, sementara 1/5 orang termiskin di dunia hanya mengkonsumsi kurang dari 1% saja. [The United Nations Human Development Report, 1999].

Pada tahun 1997, 78% anak-anak di bawah usia 5 tahun yang kekurangan gizi di negara-negara sedang berkembang sebenarnya hidup di negara-negara yang mengalami surplus pangan. [United Nations Food and Agriculture Organization, 1998]. Dewasa ini 826 juta manusia menderita kekurangan pangan yang sangat kronis dan serius, kendati dunia sebenarnya mampu memberi makan 12 miliar manusia (2 kali lipat dari penduduk dunia) tanpa masalah sedikit pun. Setiap hari 11 ribu anak mati kelaparan di seluruh dunia, sedangkan 200 juta anak menderita kekurangan gizi dan protein serta kalori. Lebih dari 800 juta menderita kelaparan di seluruh dunia dan 70% di antara mereka adalah wanita dan anak-anak. Di seluruh dunia kira-kira 50 ribu orang meninggal setiap hari akibat kurangnya kebutuhan tempat tinggal, air yang tercemar, dan sanitasi yang tidak memadai. [Shukor Rahman, New Straits of Malaysia Times, 2001]. Jumlah orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan gizinya diperkirakan bertambah besar hingga 3%, dari 1,1 miliar pada tahun 1998 menjadi 1,3 miliar orang pada tahun 2008. [US Departemen of Agriculture, Food Security Asessment, 1999]. IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru ataupun rudal, tetapi dengan wabah kelaparan. [Carlos Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000].

Pada akhir 1998, kira-kira 1 miliar pekerja (1/3 dari tenaga kerja dunia) menjadi pengangguran atau setengah pengangguran. [World Employment Report 1998-1999, International Labor Organization]. Di Indonesia, menurut Center for Labor and Development Studies (CLDS), diperkirakan total pengangguran 42 juta pada 2002, dan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sekitar 3%, jumlah yang menganggur 43,6 juta pada 2003, dan 45,2 juta pada 2004 (Republika, 13/05/02).

Bidang sosial.

Harian Newsweek edisi bulan Januari tahun 1997 menulis: Lebih dari separuh anak yang dilahirkan di Swedia adalah hasil perzinaan. Di Prancis dan Inggris angka ini mencapai sepertiganya. Adapun di Amerika, tingkat kehamilan sebagai hasil perzinaan lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan yang terjadi di negara-negara Barat lainnya. Di AS angka perceraian meningkat dengan tajam sejak tahun 1960-an. Tahun 1980 jumlah anak yang dibesarkan oleh kepala keluarga wanita telah mencapai 50%. Tahun 1997 angka perceraian tercatat 1,164 juta dan tahun 1998 sebanyak 1,94 juta. Tahun 1999 jumlah laki-laki yang dicerai 8,57 juta (8,3%) dan wanita 11,3 juta (10,2%). (www.swaramuslim.net). Di Inggris dan umumnya negara-negara Eropa angka perceraian juga tergolong tinggi.

Data United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) menyebutkan, pada akhir tahun 2004, terdapat 39,4 juta orang dengan HIV/AIDS di seluruh dunia. Sebanyak 17,6 juta (45%) adalah perempuan dan 2,2 juta adalah anak-anak berusia kurang dari 15 tahun. Di Indonesia, meski bukan penyebab utama, perilaku seks bebas memberikan konstribusi terhadap mewabahnya virus HIV/AIDS di Tanah Air. Hingga akhir September 2005, negeri yang berpenduduk 220 juta jiwa ini sudah memiliki 8.251 kasus HIV/AIDS, terdiri dari 4.065 kasus HIV dan 4.186 kasus AIDS. (Cybermed.cbn.com, 4/12/2005). Kebanyakan yang terjangkit adalah PSK (pekerja seks komersil). (Tempointeraktif.com, 18/11/2005).

Bidang keamanan.

Dalam banyak penelitian terungkap bahwa angka kriminalitas-pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, penyalahgunaan narkoba, bunuh diri, dll-di AS dan sejumlah negara Barat menempati peringkat tertinggi di dunia. Di luar negaranya, menurut laporan majalah kesehatan Inggris The Lancet, AS dan sekutunya telah menewaskan sekitar 100 ribu warga sipil Irak. (BBC online, 29/10/2004). Sebelumnya, puluhan ribu rakyat Afganistan lebih dulu meregang nyawa akibat serangan brutal AS dan sekutunya. Sejarah juga mencatat bahwa sejak dulu AS-yang notabene merupakan pengemban ideologi Kapitalisme-begitu agresif dalam menciptakan konflik di dunia. AS juga telah menyerang lebih dari seratus negara di seluruh dunia; di antaranya adalah operasi militer di Yunani (1947-1949), Italia (1948), Korea (1950-1953), Iran (1953), Guatemala (1954), Kongo (1960), Kuba (1961), Vietnam (1969-1975), Laos (1961-1975), Dominika (1965), Kamboja (1969-1971), Chili (1973), Granada (1983), Lebanon (1958 dan 1983), Libia (1986), Panama (1989), Irak (1991, 1993, 1998-1999 dan 2003), Somalia (1991-1992), Afganistan (1998-2002), dan Serbia (1999). AS pun bertanggung jawab atas terbunuhnya ratusan ribu rakyat Palestina karena selama ini AS-lah pihak yang paling mendukung penjajahan Israel atas Palestina. Wajar jika AS adalah pemegang rekor dunia sebagai negara yang telah berhasil membunuh jutaan manusia.

Itulah di antara kebobrokan yang diciptakan oleh ideologi Kapitalisme di dunia, dengan AS dan Barat sebagai pengemban utamanya.

Ketahuilah wahai saudaraku, memperjuangkan tercapainya kebangkitan Islam agar dapat hidup dalam naungan dan melanjutkan kehidupan Islam adalah manifestasi keimanan kita kepada Allah swt. Untuk itu, mari bahu-membahu bersama umat menuju negeri (Khilafah) yang diridhoi dan mendapat ampunan dari Allah swt.

Bukankah dalam Islam, wujud keta’atan yang sempurna kepada syari’ah Allah swt ialah tersemainya ketundukan dan kepatuhan diri atas segala aturan yang telah disyari’atkan-Nya? Konsekwensinya adalah apa yang menjadi aturan Islam, akan didengar dan dita’ati dengan penuh keikhlasan.

Begitu pula ketika Islam memang telah kita yakini kebenarannya, maka tak ada alasan lain bagi kita untuk kembali meragukannya. Dengan argumentasi apa sehingga patut kita carikan titik temu Islam dengan sistem thagut yang mungkar? Sedang Islam lebih shohih dalam memberikan pedoman. Jangan-jangan masih mencuat keraguan bagi diri kita atas keshohihan dan kemurnian syari’at Islam ini. Jika memang demikian, lantas apa bedanya kita dibanding orang-orang yang mengabaikan hukum Tuhan (sekuler) ? Na’uzhubillah…

Untuk itu mari bahu-membahu memperjuangkan tegaknya Dien ini, melanjutkan kehdupan Islam dalam naungan Daulah Khilafah yang diridhoi dan mendapat ampunan dari Allah swt.

Ya Allah, pilihlah kami sebagai prajurit-Mu yang mukhlish, amin. Allahuakabar! []

15 Responses to “Renungan : Telah 82 Tahun Umat Merindukan Tegaknya Khilafah Islamiyah”

1.
on 04 Mar 2006 at 9:30 am philosopher

Assalamu’alaikum…

Memang 82 tahun sudah kita tanpa khalifah resmi. Tapi sebenarnya sudah jauh sebelum itu kita kehilangan khalifah, di mana di bawah panji di tangan orang itu umat islam bersatu.

Kita sedang perang! Melawan gelombang kekafiran yang menyerang aqidah kita. Tapi masalahnya, sedikit sedikit saja yang berperang. Hanya perlawanan-perlawanan mikro saja. Itu hanya akan membentengi kita saja. Tapi kalau mau memberikan dampak yang signifikan dalam perang aqidah, mesti dilakukan sebuah perlawanan yang bersifat makro.
Marilah kita membangun kerjasama dengan semua lembaga islam di seluruh Jogja. Lalu jawa. Lalu nasional, dan internasional. Semuanya, ke dalam suatu sistem perlawanan yang terstruktur dan sistematis.
Kemudian barulah sebuah panji diberikan pada seseorang, yang akan menunggang kuda terdepan.
Bukan sebagai seorang yang memerintah kita. Tapi simbol bersatunya kita, sekaligus memimpin kita untuk memberikan perlawanan dasyat.

Kala islam bisa membanjir dan menghantam keras barisan kemungkaran, saat itu pula gema takbir menggelegar di udara.
Dan saat itu pulalah kita bisa merasakan apa itu kemenangan yang sesungguhnya.

Dan kematian akan menjadi sangat indah jika trjadi saat kemenangan itu tiba, atau saat memperjuangkannya.

Allah hu Akbar !!!!!
2.
on 04 Mar 2006 at 5:54 pm AL KIFAH

Yup, Islam harus bangkit, umat harus bersatu dalam mengampu dakwah Islamiyah tanpa kekerasan!
Allahuakbar!
3.
on 15 Mar 2006 at 11:03 am Ahmad Ghazali

Ada masalah yang bisa (dan harus) diselesaikan dalam tataran INDIVIDU, ada juga dalam tataran KELUARGA, dan tentu banyak masalah yang bisa (dan harus) dicarikan solusinya dalam tataran MASYARAKAT, hingga NEGARA.
Berteriak KHILAFAH ISLAMIYYAH bagus juga, bahkan itu bagian dari ajaran Islam. Tapi BERTERIAK saja tidak cukup. Harus ada amal real, paling tidak untuk menuntaskan permasalahan dan menghadirkan solusi dalam tataran INDIVIDU, KELUARGA, dan MASYARAKAT. Sehingga ISLAM ADALAH SOLUSI dirasa betul dalam semua level pemaknaannya.
Kesadaran yang muncul tentang khilafah, tidak sepatutnya memunculkan LAMUNAN dan KEKURANGPRODUKTIFAN kerja real.
Wallahua’lam bishshawab.
4.
on 21 Mar 2006 at 4:26 pm fuad

Cuman mau nanya, apakah khilafah zaman ummmayah dan abbasiyah dst bisa disebut sebagai khilafah islam dengan berbagai kesuksesannya, sedang kita tau klo waktu zaman mereka banyak kezaliman2 yang terjadi pada rakyat misal pembunuhan husain bin ali, dll
5.
on 22 Mar 2006 at 9:10 am AL KIFAH

Kendati pun pada masa kepemimpinan Umayyah, Abbasiyah mapun bani Ustaminyah terdapat kekurangan, satu hal yang tak terbantahkan adalah pada masa itu kaum muslimin tetap berada dalam satu payung Daulah sehingga segala urusan ummat tetap tertangani dalam khajanah sistem Islam yang mulia.

Arti pentingnya sebuah kepemimpinan umat Islam dalam supremasi Daulah Khilafah merupakan keniscayaan sebagaimana telah ter-syari’atkan dalam al-Qur’an dan Sunnah Saw. Bahkan jumhur ‘ulama pun telah menyepakati arti pentingnya Daulah ini yang akan menjamin keberlangsungan kehidupan Islam secara sempurna.

Sejarah Daulah Islam mari kita jadikan sebagai pelajaran. Kealpaan oknum pelaku sejarah tidaklah kemudian menggeneralisir kemunduran sebuah tatanan. Yang terpenting adalah sikap bijak kita dalam menyikapi kekurangan tersebut seraya mengerahkan sepenuh tenaga guna kembalinya khajanah kejayaan sebagaimana ia pernah tampil sebagai pemimpin peradaban, dengan Islam. Apakah masih terbesit keraguan?
6.
on 07 Apr 2006 at 11:33 am bukan apa-apa

Assalamualaikum
Subhanallah…!!! Renungan 82 tahun tanpa khilafah memang bukan sekedar renungan biasa!!!
taun 1924……..tepatnya,,
3 maret, tidak sama dng tgl2 yg laen
3 maret, terjadi peristiwa yg sangat mengerikan
3 maret, merupakan detik2 sakaratul maut kaum muslim sedunia
karena kehilangan payung pelindung,penjaga&pengayom kaum muslim
hingga sekarang…….
dampaknya sangat dahsyat………
musuh2 ISLAM dng mudahnya mengoyak2 tubuh kaum muslim

Sudah seharusnya-lah,ini dijadikan momen bwt kita,berjuang bersama u/ tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah

BUKAN UTOPIS…..TAPI LOGIS……..!!!

afwan…..&jazakumulloh
7.
on 07 Apr 2006 at 8:28 pm AL KIFAH

Benar saudaraku, bangkitnya Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah bukanlah hal yang utopis. Bahkan, hal tersebut adalah keniscayaan sebagaimana bangkitnya Islam telah dinubuwwahkan oleh Rasullah saw.

Yuk, galang persatuan umat tuk meneggakkan Islam!
8.
on 08 Apr 2006 at 6:58 am Trisno

Dakwah ini terlalu berat untuk dipikul sendirian. amal jama’i adalah keniscayaan dalam mewujudkan kejayaan islam. keep istiqamah!
9.
on 12 Apr 2006 at 11:11 am orang biasa

akh trisno benar. dakwah ini terlalu berat untuk dipikul sendiri. mari kita kuatkan kembali ukhuwah kita. cegah hal-hal yang menjadi kendala untuk bersatu. janganlah kita cari perbedaan-perbedaan yang ada dalam tubuh Islam itu sendiri, karena hal itu akan menjadi bumerang bagi umat Isalm sendiri.
introspeksi kembali apakah kita layak menegakkan syariat di muka bumi ini, sedangkan kita berdakwah sendiri-sendiri, keluarga terbengkalai, masyarakat awan pun tidak mengerti apa itu Khilafah Islamiyah. mari kita luruskan dulu akidah kita, keluarga kita, lingkungan sekitar kita, masyarakat Indonesia, baru kemudian masyarat dunia.
wallahu’alam bisshawab….
10.
on 13 Apr 2006 at 3:22 pm imel

Marotibul amal yang jelas siip, tugas, tuntas selesaikan masalah. Sepakat dengan yang dikatakan orang biasa, herusnya nt bukan orang biasa tapi Id nya diganti aja dengan orang luar biasa,😀
11.
on 13 Apr 2006 at 5:08 pm Hidayat

Assallammualaikum

Kerinduan akan tegaknya dinnul Islam harus diikuti dengan sikap pribadi kita yang Islami serta kesiapan masyarakat kita dalam penerimaan konsep Islami. Untuk itu tugas kita lah untuk terus berdakwah dalam semua lingkup lapisan Masyarakat, agar terjadinya proses konsep Islami menjadi proses yang seacara alami. ALLAHWUALLAM BISHAWAB(maafkan bila Ada Kata YG salah )

wassalam
12.
on 08 Mar 2008 at 6:57 am wawa

lebih baik kita perang saja kita sudahi saja dunia ini yang penuh dengan kebejatan sebelum kita terjerumus lebih dalam lagi…. hancurkan kemaksiatan…kekafiran….dan kebejatan moral bangsa ini….pejabat yang kaya anjing… artis indonesia yang hedonis umat yang kritis iman…kita sadarkan dengan jihad ….ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR
13.
on 30 Oct 2008 at 6:50 pm khilafahstuff

Alhamdulillah, kami saat ini menyediakan bendera ar Rayaa (Bendera daulah Islam Iraq pimpinan Abu Umar al Baghdadiy). Berikut spesifikasi bendera tersebut

berukuran : 75 cm x 100 cm.
warna : hitam
tulisan : kalimat tauhid لا إله إلا الله, محمد رسول الله
kain : mengkilap.
harga : Rp. 25.000,-
Barang TERBATAS !
14.
on 13 Feb 2009 at 11:33 pm Ilyasa Ihsani hayat

Mengingat pentingnya Khilafah ini, wajar kemudian kalau ulama-ulama dan pemimpin umat Islam terdahulu segera bereaksi saat Khilafah Islam diruntuhkan tahun 1924. Pemimpin Syarikat Islam (SI ) HOS COKROAMINOTO mengatakan Khilafah adalah hak bersama muslimin bukan dominasi bangsa tertentu, karenanya, bila umat tidak memiliki Khilafah, seperti badan tidak berkepala .

sejak kemerdekaan RI diproklamasikan (17 Agustus 1945), kaum nasionalis sekulerlah yang memegang tampuk kekuasaan negara dan berusaha menerapkan prinsip-prinsip kenegaraan modern yang sekuler. Semenjak itu kalangan nasionalis Islam tersingkir secara sistematis dan hingga akhir 70-an kalangan Islam berada di luar negara. Dari sinilah dimulainya pertentangan serius antara kalangan Islam dan kaum nasionalis sekuler. Karena kaum nasionalis sekuler mulai secara efektif memegang kekuasaan negara, maka pertentangan ini untuk selanjutnya dapat disebut sebagai pertentangan antara Islam dan negara.
Situasi yang kacau akibat agresi militer kedua Belanda, apalagi dengan ditandatanganinya perjanjian Renville antara pemerintah Republik dengan Belanda. Di mana pada perjanjian tersebut berisi antara lain gencatan senjata dan pengakuan garis demarkasi van Mook. Sementara pemerintah RI harus mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia, maka menjadi pil pahit bagi Republik. Tempat-tempat penting yang strategis bagi pasukannya di daerah-daerah yang dikuasai pasukan Belanda harus dikosongkan, dan semua pasukan harus ditarik mundur –atau “kabur” dalam istilah orang-orang DI– ke Jawa Tengah. Karena persetujuan ini, Tentara Republik resmi dalam Jawa Barat, Divisi Siliwangi, mematuhi ketentuan-ketentuannya. Soekarno menyebut “kaburnya” TNI ini dengan memakai istilah Islam, “hijrah”. Dengan sebutan ini dia menipu jutaan rakyat Muslim. Namun berbeda dengan pasukan gerilyawan Hizbullah dan Sabilillah, bagian yang cukup besar dari kedua organisasi gerilya Jawa Barat, menolak untuk mematuhinya. Hizbullah dan Sabilillah lebih tahu apa makna “hijrah” itu.
15.
on 04 Mar 2009 at 3:14 pm Widya

Khilafah adalah sesuatu yang sudah seharusnya dirindukan oleh setiap muslim yang paham tentang hakikat agama Islam. Tanpa khilafah umat manusia akan hancur dan kehilangan gelar kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya. NAmun, dalam mendirikan khilafah, setiap orang harus tetap menjaga dirinya agar tidak melenceng dari aturan yang telah ditetapkan Allah. Dan ini sangat sulit, di tengah perjalanan pasti ada yang menghalangi atau bahkan membuat kita berjalan di jalan yang salah. Oleh karena itu, HANYA ALLAHLAH yang patut dijadikan penolong dan berpegan teguhlah pada aturanNya. Insya Allah tak ada sseorangpun yang dapat mencelakakan kamu selama kamu yakin kepada janjiNya. Khilafah pasti berdiri. Oleh karena itu, lakukanlah perjuangan yang murni yang hanya menyerukan “Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusanNya” sehingga tidak ada lagi hukum terbaik selain hukum yang telah ditetapkan oleh ALLAH dan RasulNya.


Responses

  1. Saya dari Malaysia . Kerinduan kita sama . Ayuh kita bersatu dalam Era Kasih Sayang ini.

  2. ALLAHU’AKBAR…..

  3. saya sampai sekrang belum percaya pads apa dr segerombolan orang yg bicara tentang khilafah islamiyah, karena orang ini bicara muluk bak dirinya orang suci yg wajib dilayani oleh orang lain, jadi sudah jelas gerombolan ini adalah gerombolan anjing liar yang hanya tunduk pada tuannya yaitu harta, karena dr sepak terjang gerombolan ini lebih banyak misi pencaharian harta dengan cara tipu daya agama sebagai modal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: